Don’t Breathe (2016) – Breathe..Then (You’ll) Die!

Dont Breathe Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Fede Alvarez . Writers: Fede Alvarez, Rodo Sayagues. Stars: Stephen Lang, Jane Levy, Dylan Minnette. Durasi: 88 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– None

TRAILER

Tiga remaja bengal menjadikan rumah seorang  pria veteran perang yang buta yang memiliki harta simpanan berlimpah menjadi target operasi pencurian. Segalanya menjadi lebih rumit ketika si pria buta lebih dari sekedar yang mereka kira, hunter to be hunted!

PLOT

Don't Breathe (7).jpg

Tiga remaja tanggung nakal, Rocky(Jane Levy), wanita umur 20an yang mencoba peruntungan dengan melakukan pencurian kecil2 an dengan dua teman lelakinya, si Alex(Dylan Minnette) dan Money(Daniel Zovatto). Pekerjaan yang mereka lakukan biasanya hanya menerobos rumah yang sedang kosong dan menguras barang2 berharga milik penghuni rumah, untuk kemudian dijual ke penadah dengan nilai tak seberapa. Karakter Rocky diceritakan memerlukan pencurian dengan nilai yang lebih besar untuk dirinya melarikan diri bersama adik kecilnya dari ibunya yang kehidupannya sudah rusak. Alex adalah anak dari petugas pemasang alat keamanan di rumah2 mewah, darinya Alex memiliki duplikat kunci dari setiap rumah yang dikerjakan ayahnya. Alex juga memiliki kemampuan untuk menjinakkan perangkat alarm keamanan rumah. Money adalah tipikal bad boy yang mencuri untuk kesenangan dan pesta.

Don't Breathe (6).jpg

Sepandai2nya tupai melompat pasti akan mati juga. Begitupula dengan Rocky, Alex dan Money. Ketika mereka mendapatkan korban berupa mantan veteran perang Afgan yang buta (Stephen Lang) dengan uang cash yang sangat besar, ditambah dengan rumah yang berada di lingkungan yang sangat sepi, semuanya terasa sangat sempurna hingga mereka menyadari bahwa mereka sudah mengusik macan dari tidurnya. Bahwa tiap hembusan nafas mereka bisa jadi hal terakhir yang mereka lakukan.

REVIEW

Don't Breathe (2).jpg

Setelah tiga tahun Fede Alvarez melakukan kesalahan besar dalam dunia film horror dengan mencoba meremake Evil Dead(2013) milik Sam Raimi, kali ini Fede Alvarez melakukan pekerjaan yang begitu briliant dan menuai banyak pujian kritikus lewat gabungan antara Thriller & Crime Drama lewat Don’t Breathe (2016). Don’t Breathe (2016) benar2 membuat penonton seakan ikut menahan nafas ketika setiap karakter dihadapkan pada tantangan2 yang makin menakutkan dari menit ke menitnya. Dari jalan keluar yang tertutup rapat, lampu yang dimatikan, serta kejutan2 lain yang tidak akan saya bocorkan disini.

Don't Breathe (3).jpg

Yang jelas kegilaan dari tiap menitnya terus meningkat dan seakan terus menerus menghantam jantung penonton. Penonton juga dibiarkan untuk memilih apakah suatu karakter benar2 jahat atau abu2 karena pada akhirnya setiap karakter tidak pernah 100% jahat maupun baik. Kematian karakter pertama membuat film sempat terlihat akan berkurang intensitas thrillernya, namun Fede mampu menyuntikkan nafas baru sehingga film makin berbobot dan justru makin mantap hingga akhirnya tiga karakter harus mati [lagi2 saya tidak akan katakan yang mana].

Dont Breathe Comments.png

LIFE LESSONS

  • Just survive..be smart in every situation! Money second, lives first!

DID YOU KNOW?

– Bagi Fede, Dont Breathe(2016) terasa seperti film pertamanya, karena Evil Dead(2013) hanyalah remake dari Evil Dead(1981)  milik Sam Raimi.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

Hell or High Water (2016) – Nothing to Live, Nothing to Lose

Hell or High Water Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: David Mackenzie . Writers: Taylor Sheridan . Stars: Chris Pine, Ben Foster, Jeff Bridges. Durasi: 102 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

Menang:

– None

Nominasi:

–  Best Motion Picture of the Year (Carla Hacken, Julie Yorn)

– Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Jeff Bridges)

– Best Original Screenplay (Taylor Sheridan)

– Best Achievement in Film Editing (Jake Roberts)

TRAILER

PLOT

lead_large.jpg

Hell or High Water berarti “Siap memberikan segalanya, All out”

Dua bersaudara, beraksi dalam perampokan bank berkelanjutan untuk mendapatkan dana demi menyelamatkan tanah warisan keluarganya dari krisis moneter yang melanda Barat Texas. Sementara itu Texas Ranger yang akan pensiun dan wakilnya tertantang untuk menghentikan aksi kedua perampok tersebut.

REVIEW

I’ve been poor my whole life, like a disease passing from generation to generation. But NOT my boys, NOT anymore. – Toby

Hell or High Water (2016) adalah film tentang dua saudara Toby Howard (Chris Pine) dan Tanner Howard (Ben Foster) yang berusaha sekuat tenaga untuk mengumpulkan uang yang cukup dengan merampok bank bank kecil di Barat Texas. Toby adalah pria yang mencoba untuk merangkai masa depan yang baik bagi anak2 dan mantan istrinya, mencoba melakukan penebusan terakhir dalam hidupnya demi menyiapkan warisan yang cukup bagi orang2 yang dicintainya. Tanner si saudara laki2nya adalah mantan napi yang brutal dan sulit diatur. Tanner mencoba menggali memori masa lalunya dengan ibunya, dosanya kepada sang ayah dan mencoba hal yang terbaik yang dapat dia lakukan bersama adiknya, Toby. Setting diarahkan pada daerah gersang di Barat Texas, tempat sempurna bagi jiwa2 yang bersiap menyambut kematiannya. Tempat yang gersang, tandus, panas, tak ada lagi harapan, kehidupan dan penuh dengan orang2 yang desperate dengan kehidupan ekonomi yang sakaratul maut di tempat tsb. Jiwa2 yang seolah2 hanya dapat diselamatkan oleh kucuran dana ataupun kucuran minyak bumi, Toby dan Tanner memilih keduanya.

Texas Midlands Bank menjadi tempat sempurna bagi kakak beradik perampok ini. Keduanya cukup pintar untuk tidak mengambil nominal besar yang memungkinkan perampokan mereka terlacak oleh polisi ataupun pihak berwajib. Sesudah berhasil melakukan perampokan mereka berdua segera mengubur jejak dengan mengubur mobil yang mereka pergunakan untuk melakukan perampokan lalu kabur ke Indian Casino di Oklahoma untuk mencuci uang kejahatannya. Sebagai catatan, pihak berwenang tidak punya hak untuk menyelidiki uang yang didapat dari kasino.

You know they can foreclose on Friday, so come hell or high water, get the money to the bank on Thursday and then you are free and clear. – Billy Rayburn

hohwbolt.png

Aksi2 Tobby dan Tanner kadang terpaksa keluar batas dengan melakukan perampokan dengan senjata api, ini memaksa pihak berwajib dalam hal ini Sherif Hamilton (Jeff Bridges) dan Alberto Parker(Gil Birmingham) untuk mengejar mereka hingga ujung dunia. Perampokan yang mereka lakukan masih dalam kategori kecil sehingga FBI merasa tidak perlu turun tangan. Hamilton adalah “Rooster” Cogburn 😀 yang menjelang masa pensiunnya harus kembali untuk menunaikan tugas terakhirnya, memberikan segala yang dia punya, pengalaman, kecerdikan, ketenangan dan kemampuannya mengangkat senapan.

“Babi buta pun bisa menemukan jamur” -Alberto-

Ingat adegan pada 2 Fast 2 Furious(2003), dimana pada suatu scene, sang penjahat memaksa petugas polisi yang gendut yang dia suap untuk berbaring kemudian peruthya ditampakkan lalu ditaruh ember besi yang sudah ada tikusnya dengan posisi terbalik, ember kemudian dipanasi dengan alat las, tikus yang desperate maka akan berusaha mencari jalan keluar dengan segala cara yang dia bisa. Tikus tersebut kemudian menggigiti perut si polisi. Dijelaskan kemudian bahwa tikus bisa saja menggigiti kawat besi jika mau. Pelajaran yang diambil adalah jika siapa saja berada dalam kondisi terpaksa/ terperangkap maka dia bisa saja berbuat nekad dan melampaui batas.

hell_or_high_water_robbery_scene.jpg

Naskah yang solid dari “si meteor yang melesat cepat”  Taylor Sheridan ditambah dengan Cast yang tampil sangat maksimal mejadikan Hell or High Water (2016) lebih dari sekedar drama kisah perampokan biasa ditambah bumbu2 sindiran dan joke2 serta kiasan2 yang menambah warna dari film ini. Setiap karakter memiliki alasan tersendiri atas sikap dan tindakannya, penampilan Chris Pine adalah penampilannya yang paling solid sejauh yang saya lihat hingga hari ini. Pine dapat menghayati peran sebagai Toby yang tersiksa batinnya, menanggung beban berat serta memiliki banyak hal dalam sikap diamnya. Pine membuktikan bahwa wajah tampannya kadang perlu tampil sedikit kucel justru untuk dirinya “bersinar” dibaliknya. Ben Foster yang menjadi sidekicknya juga tampil urakan dengan guyonan kasarnya yang nylekit [terutama bagi yang tahu sejarah Amerika]. Foster tampil dengan cemerlang membawakan setiap emosi, ledakan kemarahan, hasrat, kebencian dan rasa cintanya kepada saudaranya yang tak berbatas, seolah hanya itulah yang dia miliki di dunia.

Maka ketika adegan perpisahan dia dengan Toby akan sangat terasa menyiksa bagi dia. Sanjungan paling tinggi dari kritikus datang kepada Sherriff Hamilton, yang membawa nuansa western cowboy. Dengan kumis dan topinya mengingatkan kita akan kejayaan film2 western [yang tak lain adalah kegemaran dari sang penulis skenario, Sheridan], membawa justice [dalam tafsiran mereka] ke komunitas. David Mackenzie memilih mengeksekusi naskah dalam film dengan pace yang cepat membuat beberapa kalangan mungkin akan sedikit kebingunan dengan pesan yang disampaikan, tak mengapa ini justru bagus karena dengan durasi yang cuma 1 ,5 jam mampu membuat jantung tidak berhenti berdetak dan terus menerus haus akan sajian aksi dan drama dari setiap karakter yang muncul, tak ada waktu yang tersisa dan terbuang percuma. Setiap aksi membuat kita ikut berdebar2 antara suka dan benci dengan apa yang dilakukan Howard bersaudara.

 

Hell or High Water Comments.png

LIFE LESSONS

-What desperate people do? EVERYTHING!

DID YOU KNOW?

Taylor Sheridan adalah pecandu berat film2 jadul dari Clint Eastwood & John Wayne sebelum banting setir menjadi penulis naskah kenamaan [Sicario & Hell or High Water]dirinya adalah seorang aktor, salah satunya sebagai Deputi Chief David Hale, dalam serial TV Son of Anarchy(2008-2014).

– “Comancheria” adalah nama lain untuk film ini, yang artinya Comanche Earth berarti daratan Barat Texas dimana film ini berlatar.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

The Good, the Bad and the Ugly(1966), Kisah 3 Koboi Ikonik Pemburu Harta

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Luciano Vincenzoni & Sergio Leone  . Bintang: Eli Wallach, Clint Eastwood, Lee Van Cleef. Durasi: 161 menit . Tahun Rilis: 1966.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak ada

3

JALAN CERITA(PLOT)

“The Ugly”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (2)

Di suatu tempat di Amerika, jaman dulu dimana koboi  dan bounty hunter masih merajalela, ada seorang kriminal bernama “Tuco” Benedicto Pacífico Juan María Ramírez (dikenal pula dengan nama ” Si Tikus”) (diperankan oleh Eli Wallach) yang hari itu rencananya disergap tiga orang bounty hunter untuk ditembak mati. Tuco yang juga jago menggunakan senjata api kali ini berhasil lolos dengan menembak para bounty hunter tersebut.

If you work for a living, why do you kill yourself working?

(Tuco)

“The Bad”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (9)

Sementara itu Angel Eyes sedang menginterogasi Stevens(Antonio Casas), mantan prajurit yang memiliki informasi mengenai seorang lelaki bernama “Bill Carson”. Bill Carson(Antonio Casale) sendiri adalah seorang prajurit yang kabarnya memiliki uang emas yang banyak. Angel Eyes yang berhasil mendapatkan informasinya segera menghabisi Stevens dan keluarganya dengan tujuan agar mereka tidak dapat mengabarkan hal itu kepada orang lain, yang berpotensi menjadi saingan dari Angel Eyes.

Even a filthy beggar like that has got a protecting angel.

(Angel Eyes/ Sentenza)

Angel Eyes(Lee Van Cleef) sendiri sebenarnya bekerja untuk seseorang. Yang karena Angel Eyes juga mendapatkan bayaran dari Stevens sebelum kematiannya untuk membunuh si penyuruh, Angel Eyes menepati tugasnya untuk membunuh si penyuruh. Ini meninggalkan Angel Eyes sendiri dengan informasi tentang emas tersebut di kepalanya. Membuat dirinya memulai petualangan panjang mendapatkan emas tersebut.

“The Good”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (10)

Tuco yang merupakan buronan kelas kakap kali ini menemui jalan terjal. Dia sedang dikepung oleh 3 orang yang ingin menangkapnya untuk mendapatkan imbalan uang. Namun kali ini Tuco diselamatkan seorang pria misterius yang jago tembak. Pria tersebut menghabisi ketiga pria tersebut. Lalu pria tersebut, dikenal dengan panggilan Blondie(Clint Eastwood), menyerahkan Tuco kepada pihak berwenang untuk mendapatkan imbalan 2.000$. Sekaligus mengantarkan Tuco ke tiang gantungan, sebab catatan kejahatan Tuco sudah kelewat batas, dia adalah pencuri, perampok, pemerkosa, penadah, perampok kuburan, dan segala macam kejahatan yang lebih baik tidak diceritakan disini, tapi semua orang tahu :).

I mean our partnership is untied.

Oh no, not you, you remain tied. I’ll keep the money and you can have the rope.

(Blondie)

Ketika Tuco sedang akan dieksekusi gantung dengan disaksikan pihak berwenang dan masyarakat sekitar, tiba-tiba Blondie menyelamatkannya dengan menembak tali gantungannya. Keduanya sekarang kabur bersama sama dengan menunggang kereta yang disiapkan Blondie. Tuco dan Blondie akhirnya bekerja sama untuk saling pura pura tangkap menangkap supaya dapat berbagi hasil imbalan yang makin besar. Terasa indah bukan. Namun keserakahan Tuco yang menginginkan bagian yang lebih banyak dari Blondie membuat Blondie berpikir ulang untuk terus bekerja sama dengan Tuco.

You never had a rope around your neck. Well, I’m going to tell you something. When that rope starts to pull tight, you can feel the Devil bite your ass.

(Tuco)

Ditinggalah Tuco di tengah padang pasir tanpa uang dan air minum. Beruntung dia  dapat bertahan dan malah menemukan 3 orang kawanan penjahat yang mau diajak bekerja sama dengannya di dalam gua. Mereka sepakat untuk membagi sama rata uang yang didapat dari membunuh Blondie. Mereka berempat kemudian menyambangi suatu hotel dimana Blondie diperkirakan menginap. Blondie yang memang awas dalam setiap kesempatan tidak mudah dikelabuhi. Mendengar langkah kaki para penjahat Blondie bersiap dengan senjatanya. Dalam hitungan detik dia berhasil menaklukkan ketiga teman Tuco tersebut tepat ketika mereka membuka pintu ruangan yang disinggahi Blondie.

Nahas bagi Blondie karena Tuco ternyata tidak menyerbu lewat pintu seperti ketiga temannya. Dia datang melalui jendela, Blondie tidak dapat berbuat apa apa kali ini dan mengakui kecerdikan Tuco yang berpikir selangkah di depan dari pada dirinya. Tuco sendiri sebenarnya adalah bandit yang cerdik, terlihat karena dia memiliki prinsip yang sedikit out of the box. Dia memisahkan manusia menjadi dua golongan, orang yang bertindak secara umum dan orang yang bertindak khusus dst. Tuco kemudian memaksa Blondie untuk memasang tali di langit langit kamar hotel untuk kemudian menggantung Blondie di sana.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (21)

Namun kejutan bagi keduanya kembali terjadi karena, belum sempat Blondie digantung, tempat tersebut sudah hancur terkena canon para prajurit. Tinggalah Tuco di tempat tersebut sendirian karena ternyata Blondie sudah mengambil langkah seribu.

Tuco yang bernafsu untuk menggantung Blondie terus mencarinya. Berbekal bekas puntung rokok blondie yang dia tinggalkan di setiap tempat singgahnya, akhirnya dia menemukan Blondie yang sedang bersiap untuk menembak tali gantungan bandit yang akan dihukum gantung seperti Tuco di awal cerita. Tuco segera menyandera Blondie, menghukumnya dengan memaksanya berjalan ber mil mil tanpa minum di bawah sengatan matahari gurun yang sangat panas.

Ketika Tuco sudah bosan dengan permainannya menyiksa Blondie, dia berniat untuk mengakhirinya dengan menembak mati Blondie. Tapi ketika sebuah kereta kuda datang di hadapannya dia berubah pikiran. Dia segera menghentikan kereta kuda tersebut. Ternyata di dalam kereta kuda tersebut terdapat banyak mayat. Tuco segera mengecek harta yang ditinggalkan para mayat tersebut, seperti jam dll.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (11)

Tiba tiba salah satu mayat bangun, ternyata dia adalah Bill Carson. Dia mengaku bahwa dia dan kawan kawannya habis disergap oleh para musuh. Bill meminta Tuco untuk membawakan air kepadanya agar dia dapat bertahan, dengan imbalan Bill akan memberitahukan tempat dia menyimpan uang koin emas bernilai total 200.000$. Bill kemudian memberitahu Tuco bahwa dia menyimpan emas tersebut di sebuah pemakaman bernama Sad Hill. Tidak mau kecolongan Tuco meminta Bill untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya, tapi Bill yang merasa punya kartu as tetap kukuh untuk tidak memberitahukan informasi lebih lanjut sebelum Tuco membawakan air untuknya. Tuco yang sudah kegirangan akan berita koin emas tersebut segera untuk mendapatkan air hingga dia terkejut ketika kembali dan di sana Bill Carson sudah meninggal.

Don’t die, I’ll get you water. Stay there. Don’t move, I’ll get you water. Don’t die until later.

(Tuco)

Makin geram ketika dia melihat bahwa Blondie sudah berada di samping mayat Bill Carson. Tuco makin berniat untuk membunuh Blondie. Tapi hal ini berubah 180 derajat ketika Blondie memberi tahu Tuco bahwa Bill Carson sudah menginformasikan kepada dirinya nama kuburan dimana Bill mengubur koin emasnya. Tidak ingin kehilangan uang emas yang begitu banyak, yang mungkin bisa membuatnya keluar dari jerat kemiskinan dan kejahatan, mau tidak mau Tuco langsung berubah pikiran untuk kemudian menyelamatkan Blondie dengan tujuan mendapatkan uang emas milik Bill Carson.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (17)

Tuco kemudian mengganti bajunya dengan baju milik Bill Carson dan berpura pura menjadi Bill Carson. Dengan mengendarai kereta kuda Bill Carson, dia kemudian membawa Blondie menginap di tempat salah satu saudaranya yang masih hidup. Saudara Tuco tersebut bernama Bapa Pablo Ramirez(Luigi Pistilli), dia adalah seorang pendeta. Bapa Pablo dan teman temannya menngobati Blondie hingga sembuh dan mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Blondie dan Tuco kemudian meneruskan perjalanan ke Sad Hill, hingga di suatu tempat mereka salah mengenali rombongan tentara perang saudara di amerika kala itu. Ini berakibat mereka ditangkap oleh para tentara. Di sana ternyata Angel Eyes juga sedang mencari cari Bill Carson. Dan ketika para prajurit memanggil nama Bill Carson, Tuco justru mengaku bahwa dia adalah Bill Carson.

Angel Eyes segera mengundang Tuco untuk ikut jamuan makan di ruangannya. Dia kemudian menguak tipuan Tuco yang berpura pura sebagai Bill Carson. Tanpa ampun Angel Eyes mengorek informasi mengenai emas milik Bill Carson kepada Tuco  dengan menyiksanya. Angel Eyes kemudian mendapatkan informasi akan Sad Hill. Tapi dia masih belum tahu nama kuburan dimana emas tersebut disimpan.

Tahu bahwa yang tahu akan informasi kuburan tersebut hanyalah Blondie dia berusaha mendapatkan informasi tersebut. Angel Eyes sadar bahwa Blondie tidak akan mau berbicara masalah emas tersebut meski dia disiksa. Angel Eyes kemudian menawarkan untuk berbagi hasil kepada Blondie untuk emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (7)

Blondie pun setuju akan kesepakatan tersebut.

Akhirnya Angel Eyes bersama dengan Blondie dan pengawalnya memulai perjalanan mendapatkan emas tersebut. Sementara Tuco dibawa dengan kereta oleh anak buah Angel Eyes yang bermata satu untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Tuco berhasil lolos dengan berpura pura mau buang air yang kemudian dia melemparkan diri dari kereta dan menghajar pengawal dari Angel Eyes dengan menggunakan batu. Dia kemudian menuju ke Sad Hill.

Di suatu kota yang sudah hancur Angel Eyes dan komplotannya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Sementara itu Blondie berjalan jalan sebentar. Tuco yang menemukan sebuah rumah di kota yang hancur tersebut memutuskan untuk mandi dahulu. Tanpa disadarinya dia sedang diintai oleh Bounty Hunter. Tapi karena kecerdikannya Tuco berhasil menyingkirkan bounty hunter tersebut. Karena meski dia sedang berada di bathtub dia tetap membawa pistolnya mandi.

When you have to shoot, shoot. Don’t talk.

(Tuco)

Blondie akhirnya bertemu dengan Tuco kembali. Keduanya kemudian menghabisi seluruh anak buah dari Angel Eyes. Sayang Angel Eyes sendiri berhasil kabur. Tuco sendiri mendapatkan surat khusus dari Angel Eyes, berisi “Idiot”. Tuco geram dengan hal ini.

Blondie dan Tuco terus berusaha menuju ke Sad Hill secepatnya. Sayang mereka kali ini ditangkap oleh para prajurit perang. Dengan dipimpin seorang jenderal perang yang pemabuk, mereka terpaksa ikut ambil bagian dalam perang ini. Keadaan memaksa mereka untuk terlibat perang dengan lawan yang berada di seberang sungai. Yang notabene, di seberang sungai tersebutlah Sad Hill berada. Blondie kemudian mendapatkan ide cemerlang untuk meledakkan jembatan penghubung kedua pihak tersebut, agar selain perang bisa diakhiri, dia dan Tuco juga bisa segera kembali ke tujuan utama mereka.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (1)

Setelah berhasil meletakkan dinamit di bawah jembatan, Tuco dan Blondie akhirnya berhasil meledakkan jembatan tersebut. Perang pun usai. Di kesempatan ini Tuco memberi tahu Blondie bahwa nama dari pekuburan yang dicari adalah Sad Hill. Blondie juga memberi tahu Tuco bahwa nama kuburan yang ada emas di dalamnya adalah bernama Arch Stanton.  Esok harinya , Tuco yang cerdik segera mengambil kuda kemudian menuju Sad Hill sendirian.

Setelah mencari beberapa lama, Tuco akhirnya menemukan kuburan dengan nama Arch Stanton di atasnya . Mulailah dia menggali kuburan tersebut. Blondie yang tidak mau ketinggalan ternyata juga datang dengan membawa sekop. Dia meminta untuk Tuco menggali dengan sekop. Tak berapa lama datanglah Angel Eyes. Dia kemudian meminta Blondie dan Tuco untuk sama sama menggali. Tapi segera terkuak bahwa di kuburan tersebut tidak berisi apa apa. Blondie mengatakan bahwa dia tidak mempercayai Tuco, sehingga dia tidak memberitahukan nama kuburan yang asli kepadanya.

Blondie kemudian mengusulkan untuk mereka bertiga melakukan duel penghabisan. Dimana sebelumnya Blondie akan menuliskan nama kuburan tempat emas tersebut di sebuah batu. Pemenang dari  duel nantinya berhak atas emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (8)

Duel ketiganya kemudian berlangsung. Ketegangan diantara masing-masing tokoh berpuncak di sini. Angel Eyes berpikir apakah dia akan menembak Tuco dulu atau Blondie, sebab dia tahu bahwa Blondie adalah jago tembak, selain itu dia juga memiliki pertimbangan bahwa ada kemungkinan Blondie akan menembak Tuco, sebab Tuco pernah bermasalah dengan Blondie, juga karena Blondie sempat menerima tawaran dari Angel Eyes untuk berbagi koin emas tersebut. Jadilah Angel Eyes sepertinya akan memilih Blondie sebagai sasarannya, dengan asumsi, Blondie membunuh Tuco dan Angel Eyes membunuh Blondie.

  IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (24 sentenza)

Sementara itu Tuco masih kebingungan ingin menembak siapa, dia tahu bahwa Blondie sempat membuatnya kesal di awal cerita karena meninggalkannya di tengah gurun, juga karena dia kemungkinan mengincarnya karena sebelumnya Blondie dan Angel Eyes sepertinya sudah mencapai kesepakatan berdua. Tapi di sisi lainnya Tuco juga was-was dengan Angel Eyes, karena dia tahu bahwa Angel Eyes adalah orang yang tidak mau kompromi dan maunya semua keinginannya terpenuhi, apapun resikonya. Dengan pertimbangan itu setidaknya bisa disimpulkan Bahwa dia masih sedikit mempercayai Blondie, dan dia sama sekali tidak bisa mempercayai Angel Eyes, jadi dengan kemungkinan tersebut dia berpikir bahwa akan lebih menguntungkan jika dia memilih Angel Eyes sebagai sasaran tembaknya. Sementara berharap Blondie tidak menghianatinya.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 tuco)

Blondie yang memegang kartu as karena hanya dialah satu-satunya yang mengetahui nama kuburan emas tersebut. Dengan cerdik dia tidak menuliskan apapun di batu yang dijanjikannya. Dengan keputusan seperti ini, jikalau Tuco atau Angel Eyes yang memenangi duel mereka akan merasa ditipu dan tidak akan memenangkan apapun. Blondie sendiri tampak sudah yakin akan pilihan sasarannya, yaitu Angel Eyes, yang menjadi kekhawatirannya adalah jika Angel Eyes dapat menarik pelatuk lebih cepat dari dirinya. Apalagi Blondie tahu bahwa dia sudah mengosongkan pistol Tuco, jadi jika dia gagal menembak mati Angel Eyes maka dia akan mati dengan penyesalan. Satu satunya ancaman baginya adalah Angel Eyes.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 blondie)

Dan 1..2… JLER………!!!!!!

Blondie yang pintar membuat kedua lawannya kebingungan dengan keputusan mereka masing masing. Di sisi lain Blondie sendiri fokus pada Angel Eyes sehingga dia berhasil merobohkan Angel Eyes dalam sekali tembakan, dan kemudian dia menghabisi Angel Eyes dengan tembakan berikutnya sekaligus memasukannya kedalam kuburan yang sudah digali Tuco bersama dengan topinya. Sedangkan Tuco justru kebingungan karena pistolnya tidak berfungsi. Ternyata di malam sebelumnya, Blondie sudah menyiapkan pistol Tuco agar tidak bisa dipakai. Dengan memegang pistol yang siap ditembakkan Blondie memegang kendali sendirian sekarang. Dia tidak memilih untuk menembak mati Tuco karena dia tidak mau serakah seperti di awal film dimana dia mendapatkan karma atas keserakahannya. Selain itu dia juga tidak mau menggali kuburan itu sendirian, terlalu melelahkan  untuk seorang yang sudah bertualang sebegitu jauhnya. Kali ini dia ingin berbagi bersama harta tersebut dengan Tuco.

Dia merasa bahwa karena Tuco lah dia bisa berada di tempat tersebut dan ikut mendapatkan koin emas. Blondie segera menyuruh Tuco untuk menggali sebuah kuburan. Yang ternyata adalah kuburan tanpa nama yang berada di samping kuburan Arch Stanton. Tuco berhasil mendapatkan emas. Ketika kesenangannya tiba tiba pudar karena Blondie sudah menyiapkan gantungan di sebuah pohon untuk Tuco. Karena Blondie tahu bahwa Tuco juga cerdik, kali ini Blondie selangkah di depan Tuco agar tidak lagi dikelabuhi oleh dia.

You see, in this world there’s two kinds of people, my friend: Those with loaded guns and those who dig. You dig.

(Blondie)

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (6)

Tuco dipaksa untuk memasukkan kepalanya ke gantungan tersebut. Lalu Blondie mengambil setengah dari 200.000$ untuk dibawanya pergi. Di kejauhan kemudian Blondie menembakkan peluru untuk memotong tali gantungan, seraya menjerit Tuco berteriak:

“Hey Blondie! You know what you are? Just a dirty son of a bitch!”

TOP QUOTES

There are two kinds of spurs, my friend. Those that come in by the door; those that come in by the window.

(Tuco)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

 – Kita tidak boleh serakah terhadap harta, karena setiap orang punya rejekinya masing-masing. Hendaknya kita tidak terlalu tamak terhadap harta.

 – Uang bisa merubah orang. Dari teman menjadi lawan dan sebaliknya.

 – Percaya kepada orang lain ada perlunya, tapi tidak percaya sepenuhnya. Karena suatu saat nanti bisa jadi mereka akan menjadi bumerang kepada kita sendiri jika terlalu percaya kepada orang lain.

TAHUKAH KAMU?

– Scoring musik The Good, the Bad and the Ugly theme, juga dipakai dalam film The Expendables 2 , dimana Chuck Norris tampil.

 – Clint Eastwood tidak pernah dianggap sebagai aktor papan atas Hollywood di masanya, tapi seiring dengan popularitasnya membidani film film berkualitas dirinya justru lebih dikenal sebagai sutradara dan produser handal.

 – Adegan dimana Tuco mendatangi Sad Hill Cementary ketika dia dikejutkan oleh seekor anjing, itu adalah adegan murni, karena anjing tersebut memang entah dari mana datangnya (tapi justru lucu).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA, BANYAK . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA, BANYAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: BANYAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

 Sebuah masterpiece dari era Sphagetti Western, dapat saya katakan salah satu film terbaik sepanjang masa. Film koboi barat yang sangat lucu, keren, jalan ceritanya sangat menarik dan jajaran castingnya bermain sangat briliant, wajib ditonton (sayang banyaknya kata-kata kasar membuat film ini tidak cocok untuk anak-anak Mungkin dikarenakan tokohnya memang penjahat jadi sangat sering terlontar kata-kata kasar, terutama dari Eli Wallach). Adegan duel final sungguh keren. Leone membuat penonton ikut tegang di puncak duel tersebut, setegang 3 tokoh utama yang berduel di arena . Sekaligus dia juga memberikan plot twist dengan pistol Tuco.. Selain itu mengomentari karya Sergio Leone tidaklah lengkap tanpa scoring musik dari Ennio Morricone luar biasa memorable

Jika anda menginginkan film western yang berat dan keren tonton Once Upon a Time in The West, kalau anda ingin film western yang gokil dan keren inilah film nya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

10

The Town(2010), Kisah Perampok Bank Professional di Boston

DATA FILM

Sutradara: Ben Affleck . Penulis Naskah:Peter Craig, Ben Affleck, Aaron Stockard( Skenario) & Chuck Hogan(Novel “Prince of Thieves”). Bintang:  Ben Affleck, Rebecca Hall, Jon Hamm, Jeremy Renner, Blake Lively . Durasi: 125 menit . Tahun Rilis: 2010.

PENGHARGAAN OSCAR

-Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Dinominasikan).

1

“Welcome to the bank robbery capital of America.”

Melihat poster filmnya, tentu kita akan menebak nebak seperti apa film ini, Film ini adalah bercerita tentang para perampok bertopeng dan berkostum seram, karya sutradara muda Ben Affleck, mantan aktor yang berperan di film-film berkualitas sedang semacam Armageddon dan Pearl Harbor, satu satunya film yang dibintanginya yang lumayan keren adalah Good Will Hunting arahan Gus Van Sant. Ternyata setelah menontonnya saya mengacungi jempol untuk kehebatan dari Ben Affleck, sepertinya dia lebih cocok sebagai sutradara daripada sebagai aktor.

Film ini benar-benar seru!

JALAN CERITA(PLOT)

Film bersetting di daerah Charlestown, Boston, US, sekelompok perampok bank professional, berawakkan, Doug MacRay(Ben Affleck), si ketua gang; James “Jem” Coughlin(Jeremy Renner), seorang kriminal yang pernah dipenjara karena membunuh seorang anak ketika dia masih kecil; Albert “Gloansy” Magloan(Slaine), si gendut yang ahli dalam pencurian mobil, dan Desmond “Dez” Elden(Owen Burke), mantan pekerja di Vericom,  yang jago masalah IT. Suatu hari mereka telah selesai merampok suatu bank di daerahnya, dengan alasan untuk tawanan, mereka membawa serta manajer bank,Claire Keesey(Rebecca Hall). Selanjutnya mereka membebaskannya di pinggir pantai.

Boston Sanding Gravel, I break rocks. Punch the ticket at the end of the day, slide down the back of a brontosaurus like Fred Flintstone, call it a night.

(Doug)

Mengetahui bahwa ternyata Claire tinggal hanya beberapa blok dari tempat tinggal mereka, Doug kemudian hari menguntit Claire untuk memastikan bahwa ia tidak memberikan kesaksiannya kepada FBI. Keduanya kemudian bertemu di tempat laundry, akhirnya di antara keduanya terjalin jalinan kasih. Doug pun meminta Claire untuk menemaninya nanti memulai kehidupan di Florida. Doug makin dekat kepada Claire, terutama kepada dia setelah Claire mengungkapkan bahwa saat perampokan terjadi dia sempat melihat tato salah seorang anggota gang perampok( Jem ), Doug merasa harus melindungi Jem dengan mencegah Claire mengungkapkan hal ini kepada FBI.

When the guy attacked David, I could see the back of his neck and he had a tattoo.

(Claire)

Suatu hari Claire mengungkapkan bahwa ia pernah dilempar botol oleh seorang brandalan di daerahnya, sehingga membuatnya takut lewat jalan dan memilih jalan memutar. Doug segera menyelidiki pelaku pelempar botol tersebut dan menghajarnya habis-habisan bersama Jem.

I need your help. I can’t tell you what it is, you can never ask me about it later, and we’re gonna hurt some people.

(Doug)

Sementara itu FBI yang diketuai agen Adam Frawley(Jon Hamm) dibantu Dino Ciampa(Titus Welliver) makin intens melakukan penyelidikan atas kejadian perampokan bank tersebut. Akhirnya muncullah nama Fergus “Fergie” Colm(Pete Postlethwaite), yang ternyata selain bekerja di Florist(toko bunga) juga adalah dalang dari perampokan tersebut, dengan menggunakan toko bunga sebagai kedok kejahatannya.

Menyadari bahwa Doug dkk adalah pelaku lapangannya, Adam segera menangkap mereka. Namun setelah diinterogasi, ia tidak bisa menemukan bukti yang menguatkan tuduhannya kepada Doug dkk, mereka akhirnya terpaksa dilepaskan kembali.

Yeah. It’s all the love I get that makes the homecoming feel so warm. Fifty people here; eyewitness sees these guys. You’ll get fifty hands on a Bible, say they never saw nothing.

(Dino)

Fergie menyusun rencana untuk merampok di Fenway Park, karena mengetahui bahwa disana akan ada banyak uang. Ia pun memaksa Doug dan Jem untuk setuju dengan rencana tersebut, karena Doug sempat menolak rencana tsb. Akhirnya terungkaplah bahwa Fergie lah yang dahulunya membuat Ibu Doug kecanduan narkoba hingga ia akhirnya bunuh diri, dan lebih parahnya lagi ia mengebiri ayah Doug karena pernah menolak untuk melakukan kriminalitas yang diminta Fergie.

Remember who clipped your nuts for you.

(Doug)

Dengan mengetahui bahwa Doug sedang dekat dengan Claire, Fergie memaksa Doug melakukan perampokan ini. Dengan mengirim karangan bunga kematian ke rumah Claire melalui pengawalnya.

Menyadari itu Doug setuju ikut dengan rencana Fergie, dengan catatan bila sesuatu yang buruk terjadi, dia akan menghabisi Fergie dan anak buahnya.

Alright. I’m in. But if anything happens to her, if I think anything might happen to her… I’m gonna come back here, and I’m gonna kill both of you in your own shop.

(Doug)

You know they either geld a horse with a knife or with chemicals. When your Daddy said “NO” to me, I did him the chemical way.

(Fergie)

Memanfaatkan Krista Coughlin(Blake Lively), teman kencan Doug, yang juga adiknya Jem, Adam mengungkap bahwa Krista adalah pembawa narkoba yang dipasarkan oleh Fergie.

There he is; Mr Six Inches

(Krista)

Setelah memberitahunya bahwa Doug memberikan hadiah kalung mahal untuk  Claire, Krista segera menghampiri Doug dan melabraknya. Hubungan keduanya sempat panas. Krista pun memberikan keterangan kepada Adam bahwa Doug akan melakukan rencana perampokan lagi.

Di hari perampokan Doug dan Jem yang berkostum Polisi Boston sudah berhasil mengambil uang cash sebesar 3.5 juta dollar. Berbekal informasi dari Krista Adam dan anggota kepolisian sudah mengepung tempat perampokan Doug. Doug dkk sudah terkepung, mereka segera berganti kostum menjadi petugas ambulans Boston, polisi segera masuk dan terjadilah baku tembak. Dez akhirnya mati. Sementara Gloansy mencoba mengalihkan perhatian polisi dengan membawa mobil ambulans mengebut dan menabrakkan diri, sebelum akhirnya juga mati. Doug dan Jem kembali menggunakan kostum polisi untuk mengelabuhi polisi.

Dengan membawa uang dalam tas, mereka berdua berpisah. Tanpa disangka Adam membuntuti Jem, akhirnya Jem yang menolak untuk ditangkap baik-baik ditembak mati oleh para polisi.

Doug yang tahu bahwa perampokan yang gagal akan mengancam keselamatan Claire dari Fergie, langsung mendatangi toko bunga Fergie dan membunuh Fergie dan pengawalnya. Selanjutnya dia menuju ke kediaman Claire, sebelumnya Doug menelepon Claire memberitahukan bahwa ia akan datang. Mengetahui bahwa rumah Claire sudah dipenuhi polisi Boston dan FBI, Claire memberi kode kepada Doug untuk pergi, dengan mengatakan ‘It’ll be just like one of my sunny days.’. Doug segera pergi dari Boston menuju Florida menggunakan bus. Sementara itu Claire menemukan satu tas berisi uang, jeruk dan surat dari Doug memberitahukan kepada Claire untuk menggunakan uang tersebut.

Quinlan: Don’t they pay you to fight in hockey?

Dino: Not the guys on your own team.

Dengan uang dari Doug, Claire menyumbangkannya ke arena Hoki daerah tersebut dengan catatan sumbangan tersebut untuk mengingat mendiang ibu Doug (Doug semasa mudanya pernah bermain di klub hoki tersebut sebelum dikeluarkan karena terlalu banyak membuat keributan dengan sesama anggota tim). Sementara itu Doug sudah tinggal aman di Florida.

No matter how much you change, you still have to pay the price for the things you’ve done. So I got a long road. But I know I’ll see you again – this side or the other.

(Doug)

3

4

8

5 6 The Town

TOP QUOTES

“It’ll be just like one of my sunny days”

(Claire)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kadang suatu momen dalam kehidupan kita, pertemuan kita dengan seseorang bisa merubah hidup kita selamanya.

– Kadang kita bisa merasa bahwa masa lalu kita sangat buruk dan kelam, kita tetap bisa memilih apakah ingin hidup dengan masa lalu kita atau hidup dengan harapan masa depan yang lebih baik.

TAHUKAH KAMU?

– Ben Affleck adalah teman baik dari Matt Damon, keduanya pernah mendapatkan piala oscar untuk naskah skenario film Good Will Hunting(2007) yang mereka tulis. Ben Affleck lebih cenderung bermain di film yang kurang bagus, sementara Matt Damon banyak bermain di film yang bagus dan sukses, seperti Saving Private Ryan(1998), Ocean Trilogy(2001,2004,2007), Invictus(2009), The Departed(2006) dan Bourne Trilogy(2002,2004,2007).

– Ben Affleck pernah memberikan pernyataan bahwa “wanita cantik membuatnya takut”, ia pernah berkencan dengan Gwyneth Paltrow, Jennifer Lopez and Jennifer Garner(akhirnya dinikahi), ironi.

– Film berpuncak pada perampokan di Fenway Park, seperti diketahui bahwa Fenway Park adalah markas dari tim bisbol kebanggaan masyarakat Boston, Boston Red Sox, Ben Affleck(dan Matt Damon) adalah fans dari Boston Red Sox.

– Masih mengenai Ben Affleck dan Matt Damon, keduanya pernah memenangkan penghargaan Sexiest Man Alive vesi majalah PEOPLE, Ben di tahun 2002 dan Matt di tahun 2007.

List lengkapnya baca di sini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: YA . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Film besar ke dua dari sutradara muda merangkap aktor Ben Affleck, setelah Gone Baby Gone(2007), cukup enak ditonton, kisah perampokan diceritakan dengan seru dan menegangkan, dilengkapi dengan kisah romantisme diantara tokohnya, menjadikan kita simpati kepada mereka di akhir kisah.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5