The Ghost and Mr. Chicken (1966) – “A’int Creepy but Funny as Hell”

The Ghost & Mr_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Alan Rafkin . Writers:  James Fritzell, Everett Greenbaum. Stars:  Don Knotts, Joan Staley, Liam Redmond . Durasi: 90 minutes . Year:1966.

OSCAR 

– None

TRAILER

 

Bagaimana jadinya jika seorang yang paling penakut terpaksa harus membuktikan diri dengan uji nyali di tempat paling angker yang diketahuinya?

Luther Heggs seorang jurnalis rendahan  yang selalu direndahkan banyak orang mencoba peruntungan untuk merubah nasibnya dengan melakukan uji nyali di rumah berhantu untuk kemudian menceritakannya dikoran harian.

PLOT

G-G-GUARANTEED! YOU’LL BE SCARED UNTIL YOU LAUGH YOURSELF SILLY!

The Ghost & Mr (13).jpg

“Chicken artinya adalah cowardly, pecundang”

Luther Heggs(Don Knotts) seolah mendapatkan durian runtuh ketika dia pulang kerja pada malam hari, dirinya mendapati kasus pembunuhan paling mengerikan dan misterius di kota Kansas, USA. Pembunuhan terjadi di tengah jalan yang gelap dengan mengggunakan kayu balok yang sangat besar, merasa mendapatkan kesempatan yang dicarinya, Heggs sesegera mungkin mengambil gambar TKP serta korban berikut bukti2 serta keterangan saksi di TKP.

The Ghost & Mr (9).jpg

Heggs kemudian segera menuju ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi akan apa yang dilihatnya. Bersama dengan bosnya Heggs akhirnya mendapati bahwa apa yang dilihatnya bukanlah seperti apa yang dia perkirakan. Dirinya kemudian menjadi bahan lelucon seluruh orang di kantor polisi.

” That’s right, karate… made my whole body a weapon.” – Heggs

The Ghost & Mr (15).jpg

Penderitaan Heggs bahkan tidak berhenti di sini, karena orang2 kemudian harinya tetap saja menjadikannya bahan lelucon yang tiada habisnya. Heggs menjadi sangat kikuk dan malu kepada semua orang.

“Electrician Must Be a Democrat” – Heggs

The Ghost & Mr (6).jpg

Diam-diam dirinya menaruh hati pada Alma Parker(Joan Staley), wanita cantik yang sedang dikejar kejar rekan kerjanya yang tampan Ollie Weaver(Skip Homeier). Namun apa daya, Heggs adalah pecundang dalam semua segi kehidupannya. Dirinya tidak punya nyali bahkan hanya untuk menyapa dan mengajak jalan Alma.  Tidak hanya karena dirinya mengira bahwa Alma sudah menjadi milik Ollie, tapi juga karena sikap rendah dirinya yang merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di depan bidadarinya ini.

“Atta boy, Luther!” – Seseorang

The Ghost & Mr (4).jpg

Heggs seolah2 benar2 mendapatkan titik balik kehidupannya ketika dia mendapatkan kesempatan untuk mengubah nasib dengan membuat cerita tentang Mansion berhantu milik Mr.Simmons, berawal dari dikompori oleh petugas kebersihan di kantornya, Heggs mendapatkan ide gila tersebut. Mansions tersebut diceritakan sebagai tempat pembunuhan nyonya pemilik rumah,Mrs.Simmons oleh suaminya dan tempat bunuh diri sang suami, Mr.Simmons. Melalui kabar yang beredar, Mr.Simmons tiba2 membunuh sang istri di ruang bawah, kemudian dia dengan berlumuran darah naik ke lantai atas lalu bermain organ, masih dengan keadaan berlumuran darah istrinya pada tangannya. Mr.Simmons lalu dikabarkan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua rumahnya ke luar rumah. Setiap tengah malam disana selalu ada hantu yang memainkan organ sama seperti saat malam pembunuhan terjadi. Hantu itu dipercaya adalah arwah dari Mr.Simmons yang masih gentayangan. Tiada orang yang berani untuk tinggal lagi di tempat tersebut. Cerita ini menjadi buah bibir hingga 20 tahun peristiwa terjadi. Ketika peringatan 20 tahunnya tersebut Heggs tertantang untuk melakukan uji nyali tidur di mansions tersebut, sekaligus membuktikan perkataan banyak orang akan mansions tersebut. Terlebih ketika Ollie memanas2i Heggs bahwa dia tidak punya cukup nyali untuk uji nyali di rumah berhantu tsb.

“Calm? Do “murder” and “calm” go together? Calm and murder? Murder?” – Heggs

 

REVIEW

Plotnya seolah2 akan terlihat mudah dan sederhana pada awalnya. Hanya seorang bego yang mencoba menguji nyali di sebuah rumah berhantu. Namun kemudian ternyata cerita tersebut hanya mengambil porsi 40% dari keseluruhan film. Sisanya adalah cerita mengenai banyak hal mulai dari kisah cinta Heggs, kumpulan wanita pemuja okultisme, rencana perobohan mansion yang tak kunjung di acc istri pemilik bank yang tak lain pemilik 51% saham bank dan ketua pemuja okultisme, juga tak ketinggalan twist paling menggemparkan yang meliputi konspirasi keluarga Simmons.

Penampilan Don Knotts mengundang decak kagum, dia menjiwai peran sebagai Heggs yang mudah gugup, pecundang, kikuk di hadapan banyak orang, orang pinggiran. Dirinya mengontrol jalannya film melalui setiap gerak geriknya dalam setiap scene. Scene ketika pidato pada makan siang bersama petinggi kota benar2 kocak, let me clarify this…. LOL… juga ketika berada di ruang sidang. Pemeran2 lainnya juga tidak kalah menariknya dengan peran yang kecilnya, seperti trio ibu2 di rumah Heggs yang selalu menebar horror mansion dengan gosipnya, orang gak jelas yang duduk di tempat duduk Heggs ketika dia berkencan dengan Alma, penjaga lift yang diam2 mengagumi Heggs,kumpulan pemuja okultisme yang fanatik, serta entah siapa yang selalu berteriak “Attaboy Heggs” setiap kali Heggs berbicara di khalayak umum, very funny.

LIFE LESSONS

  • Ghost and Comedian doesn’t go together 😀

DID YOU KNOW?

Joan Stanley (Alma Parker), ayahnya adalah seorang musisi yang tebak.. juga bermain organ.

THE COMMENTS

The Ghost & Mr_Comments.png

 

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th.png

Southpaw (2015), Dipukul Jatuh oleh Kehidupan dan Saved By The “Hope”

MOVIE METER_SOUTHPAW

MOVIE DETAIL

Director: Antoine Fuqua . Writers: Kurt Sutter. Stars: Jake Gyllenhaal, Rachel McAdams, Forest Whitaker, Oona Laurence, 50 Cent & Naomie Harris. Durasi: 124 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

– none

TRAILER

PLOT

“Southpaw” is a boxing term that designates the stance where the boxer has his right hand and right foot forward, leading with right jabs, and following with a left cross right hook. Southpaw is the normal stance for a left-handed boxer. The corresponding designation for a right-handed boxer is orthodox, and is generally a mirror-image of the southpaw stance.

Southpaw (8)

Billy “The Great” Hope (Jake Gyllenhaal), tengah berada di puncak karir tinjunya. Malam itu dia berhasil meng-KO lawannya dan terus mempertahankan status tak terkalahkannya. Rekor kemenangannya 43-0. Dengan dukungan dari sang istri, Maureen Hope(Rachel McAdams), putri semata wayangnya Leila Hope(Oona Laurence) dan manajernya Jordan Mains(Curtis “50Cent” Jackson) karir cemerlang Billy nampaknya akan terus bersinar terang.

Di akhir laga, Maureen mewanti wanti Billy agar mau mempertimbangkan untuk menggantung sarung tinjunya demi keselamatan dirinya. Maureen meski senang Billy mendapatkan ketenaran dan kelimpahan harta dari bertinju namun menganggap bahwa tinju berpotensi menghancurkan segala yang ia miliki, karena setiap kali Billy naik ring dirinya khawatir akan keselamatan nyawa Billy. Namun Jordan, manager yang mata duitan dan oportunis tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk Billy naik ring dan mendapatkan pemasukan yang jauh lebih besar, Jordan terus membujuk Billy untuk kembali naik ring dan melawan petinju yang tengah naik daun, Miguel “Magic” Escobar(Miguel Gomez) .

Billy berasal dari anak panti asuhan, sarung tinju telah membawanya keluar dari kehidupan yang sulit di masa kecil. Kerasnya kehidupan membuat Billy menjadi seorang yang tangguh di dalam ring dan sulit dikalahkan. Gaya bertijunya yang ganas telah banyak memakan korban. Segala kemarahan akan kehidupan dilampiaskan pada lawan tandingnya. Bersama Maureen, teman semasa kecilnya dirinya meniti beratnya dunia luar dan ring tinju. Dukungan dari Maureen, Leila dan sahabat-sahabatnya membuat Billy tetap di puncak performanya di dalam dan di luar ring tinju. Hingga akhirnya dirinya benar-benar dipukul jatuh hingga KO dalam kehidupannya…

Sang istri tersayang harus meregang nyawa dalam tragedi yang melibatkan petinju yang mencoba menantangnya, Miguel ‘Magic’ Escobar, selanjutnya dirinya bangkrut secara ekonomi dan menjadi pemabuk serta harus kehilangan hak asuh atas Leila karena dianggap tidak bisa mengurus anak oleh pengadilan. Satu satunya yang tersisa dalam kehidupannya hanyalah Harapan, dirinya lantas menemui pelatih petinju senior, Titus “Tick” Wills (Forest Whitaker) untuk kembali merangkai kehidupannya kembali dan mencari jalan penebusan…….

Jordan Mains: “Every time i seen you fight , you climb in there alone Every time you bled , you bled your blood When you sat down on that stool and it felt like death and you thought you couldn’t get back up , but you GOT UP! ? You did that!”

Cerita yang klise dalam perjuangan seorang petinju sudah sangatlah sering diceritakan dalam film, perjuangan dari nol menjadi seseorang dalam Rocky (1976), tinju sebagai pelarian dari kerasnya dunia dalam The Hurricane(1999), perjuangan dari seseorang yang tidak dianggap menjadi tenar dalam dalam Million Dollar Baby(2004), perjuangan keluar dari kesulitan dengan darah dan air mata dalam Cinderella Man(2005)  hingga beratnya memikul nama warisan dalam Creed(2015).

Bagus memang, sebab tinju sendiri memang menghadirkan drama kehidupan akan perjuangan yang mudah memotivasi penonton, mencuri simpati dan menggugah naluri, namun sisi lain yang hendak ditekankan oleh Antoine Fuqua rasanya adalah tentang harapan. Bahwa siapapun, ketika dipukul habis keadaan (baca: masalah-masalah dalam kehidupan) harus tetap memiliki harapan untuk terus berjuang dan tidak menyerah.

Awalnya film ini, berdasar dari pernyataan dari penulis naskah Kurt Sutter, ditujukan untuk menjadi lanjutan dari kisah 8Mile(2002), yang dibintangi Eminem (Eminem sendiri memang kidal), namun hendak dikata, hal tersebut urung terjadi, tapi tidaklah masalah Eminem masih sedikit banyak memberikan sentuhannya pada soundtrack film ini. Jake Gyllenhaal mampu memberikan performa yang cemerlang di film ini, karakter yang dia perankan sungguh benar benar membius penonton. Sungguh Jake telah menjadi nyawa dari film ini di samping aktor-aktor lainnya yang kalah terang. Rachel McAdams juga punya performa yang cemerlang, sayang kehadirannya sungguh terbatas karena hanya ada beberapa menit. Beberapa karakter lainnya justru kalah terang dibanding dua nama tersebut, sebutlah Forest Whitaker, Naomie Harris dan 50 Cent yang punya potensi menjadi pencuri perhatian di film ini.

 

 

LIFE LESSONS

– Life will fuck you hard!, life will never fair, get yourself used to it!, you just need to hold on and keep moving forward, have a hope!

DID YOU KNOW?

Jake Gyllenhaal adalah penggemar tinju, dan karakter yang dia perankan didasarkan pada Petinju Puerto Rico, Miguel Cotto dan petinju AS, Floyd “Money” Mayweather keduanya adalah petinju Orthodox.

MOVIE CRITICS-SOUTHPAW.png

THE INTERVIEW

 

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa 

The Visit (2015), Ngeri Mengusik Naluri

The Visit_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: M. Night Shyamalan. Writers: M. Night Shyamalan. Stars: Olivia DeJonge, Ed Oxenbould, Deanna Dunagan ,Peter McRobbie. Durasi: 94 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

Oscar is going to the grandma’s house 😀

TRAILER

The Visit (1).jpg

PLOT

[“The Visit focuses on a brother and sister who are sent to their grandparents’ remote Pennsylvania farm for a week long trip. Once the children discover that the elderly couple is involved in something deeply disturbing, they see their chances of getting back home are growing smaller every day.”]

Loretta Jamison(Kathryn Hahn) adalah single parent bagi dua bocah. Anak laki-lakinya yang baru berusia 13 tahun, bernama Tyler(Ed Oxenbould) dan kakak perempuannya yang dua tahun lebih tua bernama Becca (Olivia DeJonge). Ayah Tyler dan Becca meninggalkan Loretta untuk bersama dengan wanita lain. Tyler adalah anak badung yang hyperaktif dan gemar nge-rap (meskipun dia putih), sedangkan Becca lebih kalem dan penuh perhitungan. Loretta sendiri dulunya memiliki masalah dengan orangtuanya sehingga kawin lari dengan sang suami. Hingga 15 tahun lamanya Loretta tidak pernah mengkontak ayah dan ibunya.

Suatu hari dirinya punya rencana untuk jalan bersama pacarnya dengan kapal pesiar, demi keselamatan dua buah hatinya dia mengirimkan Tyler dan Becca untuk mengunjungi kakek nenek mereka di pedesaan selama seminggu. Tyler dan Becca setuju dengan hal tersebut, selain mereka mendapatkan pengalaman baru juga mereka berencana untuk membuat film dokumenter akan kehidupan kakek neneknya untuk dipersembahkan bagi Loretta agar hubungan mereka dapat kembali membaik. Karena mereka tahu bahwa Loretta selama ini kurang bahagia dan mendendam kepada kedua orang tuanya.
Grandma: Would you mind getting inside the oven to clean it?
Jadilah hari senin Tyler dan Becca pergi menggunakan kereta api berdua ke tempat kakek dan neneknya. Tyler dan Becca disambut oleh kakek(Peter McRobbie) dan neneknya(Deanna Dunagan) dengan gembira. Segalanya tampak sangat biasa hingga pada Senin malam Tyler dan Becca mendapati sang nenek muntah muntah tidak jelas di tengah malam.
Kejadian kejadian misterius terus terjadi beberapa hari kemudian hingga akhirnya terkuak misteri besar dalam rumah kakek nenek mereka tersebut atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui mereka, seperti Apa yang disembunyikan kakek dan neneknya? Mengapa mereka melarang Tyler dan Becca untuk ke basement rumah? Mengapa mereka berdua menetapkan jam tidur di jam 09.30 setiap malamnya? Mengapa banyak ***** di gudang? Ada apa dengan si nenek yang tiap malam seperti kesurupan? Mengapa sang kakek sering terpancing emosinya dan bertindak brutal?
Tyler: Katy Perry!
LIFE LESSONS
– My Rule :). First: “Kenalkan” anak-anak dengan kakek nenek mereka :D.

DID YOU KNOW?M. Night Shyamalan nama aslinya adalah Manoj Shyamalan. Lebih terkenal karena seringnya mendapatkan Golden Raspberry Award untuk kategori Worst Director.

– Film ini pada awalnya bernama “Sundowning“, tonton filmnya kau akan tahu maksudnya!

THE INTERVIEW

MY OPINION

oven.png

“Have a Great Time” Kiddo!

The Visit(2015) berhasil menghasilkan kengerian yang lumayan mengusik naluri. Jelas film ini dibuat untuk umum, namun khususnya bagi para anak-anak yang  acapkali mengunjungi kakek-nenek mereka. Ide dari M.Night Shyamalan segar dan menarik. Penyajian film juga mudah dicerna dengan twist ending yang membuat kita kembali mengatakan “What the F*ck” mengingatkan kita saat menyaksikan The Sixth Sense (1999)(meski tak sekeras saat itu). Penggunaan kamera dengan teknik handheld camera juga membuat penonton merasa menjadi pihak pertama yang ditakut-takuti. Dan sungguh scene yang melibatkan oven itu membuat saya merinding 😀 lol. Dua kali. F*uck!

Shyamalan sendiri memang lebih baik memfokuskan diri untuk mendirect film daripada menulis naskah, tercatat naskah terbaik sebelumnya yang fenomenal adalah The Sixth Sense (1999) yang menandai namanya di jajaran atas sutradara dan penulis naskah film horror thriller Hollywood, namun setelah itu justru hilang tanpa jejak hingga saat ini. After Earth(2013), The Last Airbender(2010), Lady in the Water(2006) dan dan The Happening(2008) sudah cukuplah untuk mengatakan bahwa kualitas scriptnya tidaklah istimewa. Namun dengan The Visit(2015), Shyamalan telah kembali bangkit dari kuburnya, untuk apa lagi selain menakut nakuti kita.  Patut ditunggu lah kolaborasinya dengan Bruce Willis kembali di Labor of Love.

Dari divisi akting, duo Oxenbould dan DeJonge tampil bagus, chemistry keduanya dapat sebagai kakak dan adik, Oxenbould malah istimewa dengan rapnya di akhir film. Kabarnya ini adalah film horror thriller pertama bagi mereka. Dunagan lah yang bagi saya tampil istimewa, karakternya seperti malam dan siang, baik dan buruk, unik, unpredictable dan mengerikan pada akhirnya.Aura kehadirannya setiap scene yang menampilkan Dunagan membuat kita takut dengan sendirinya. Sedangkan Hahn dan MacRobbie tidak lah terlalu istimewa, namun juga tidak buruk. Saran saya tontonlah film ini di tengah malam dengan lampu kamar yang dimatikan serta sound yang maksimal, kalau perlu ditonton di dapur, dijamin anda akan menolak untuk membersihkan oven nantinya :D. Posternya juga gue suka, creepy :).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th

Hitchcock (2012), “Behind every successful man, there is a strong, wise and hardworking woman” &” The searching of freedom of filmaking by The Master of Suspense”

MOVIE DETAIL

hitchcock(2018)

Director: Sacha Gervasi. Writers: John J. McLaughlin (screenplay), Stephen Rebello (book)  . Stars: Anthony Hopkins, Helen Mirren, Scarlett Johansson,Toni Collette, Danny Huston, Jessica Biel, James D’Arcy. Durasi: 98 minutes . Year: 2012.

OSCAR 

Nominated on Best Achievement in Makeup and Hairstyling.

PLOT

Alfred Hitchcock: Do you remember the fun we had when we started out all those years ago?
Alfred Hitchcock: We didn’t have any money then, did we? We didn’t have any time, either. But we took risks, do you remember?
Alfred Hitchcock: We experimented. We invented new ways of making pictures because we had to.
Alfred Hitchcock: I just want to feel that kind of
Alfred Hitchcock: freedom again.

hitchcock(2012)

Laughing till you die 😉

MOVIE REVIEW

hitchcock(2016)

hitchcock(2017)

hitchcock(2019)

A perfect blonde

hitchcock(2020)

hitchcock(2021)

hitchcock(2022)

Looks cute :), not scary

hitchcock(2023)

hitchcock(2024)  Guess what, The Birds

hitchcock(2028)

Good evening :p

Alfred Hitchcock(1899–1980) is being undoubtedly is the most popular movie director in the world. Many of his movie become a successful movie, not only in box office but also in movie critic. Some of his popular movies including Vertigo (1958), Rear Window (1954), Rope(1948), The Birds(1963), North by Northwest (1959), Shadow of a Doubt (1943), The Man Who Knew Too Much(1934), Stranger In The Train(1951), Family Plot(1976) and many more. Most of his film always have a common, first its including Hitchcock himself as a cameo and second its always about mystery or murder.

(Now Hitchcock didn’t become a cameo in Hitchcock movie because Hitchcock already passed away)

This movie is made long time after Hitchcock passed away in 1980. Centered on situation when Hitchcock (Anthony Hopkins) make one of his most popular movie, Psycho (1960) (Note: you can read my review about Psycho here). But unfortunately if you expecting this movie tells you a lot about how Hitchcock make Psycho (1960) a masterpiece, this movie focusing on the love drama between him and Alma Reville(Helen Mirren), his wife.

Being known after directing sucessfull movie North by Northwest, Hitch (i called Hitch from here, note he didn’t like to be called Cock after his name, i knew it from this movie), Hitchcock feels that he need to make a different type of  movie after that movie. And the newcoming of a new director, like Henry George Cluzot, make media like newspaper make a comparison between him, things that make Hitch stressed.

Alfred Hitchcock: “The only worse than a visit to the dentist is a visit to the censor.”

Alma, who think  make a good companionship with his friend Whitfield “Whit” Cook(Danny Huston)  suggesting Hitch to read the script that they make together. But Hitch choosing to ignore both of them and focusing on pursuing on his own idea. The bond between Alma and Whit come closer, actually after Alma being looking after Hitchcock interesting in “Blonde Woman”, Janet Leigh(Scarlett Johansson) and after a moment Hicth finally getting idea from novel Psycho. Hitch love the story of the murder by a complexity and unique character like Norman Bates.

Murder is being a good friend of Hitch, not only in his dream but in his real life his hobby of character of Ed Gein, affecting his life.

After this, Hitch must using his own money by selling his house and his pool to producing this film. The dissagreement between him and Paramount about the type of movie Hitch must make, made him angry. In the other side, Alma himself although didn’t like Hitchcock idea by selling his house and continuing make a murder movie, still supporting him by selling the house. Conflict become more complex after we knew Hitch need to using Vera Miles(Jessica Biel) as a Lila Crane just to finishing his five years personal contract to using Vera. And we knew that Vera already make Hitch angry by being pregnant just a week before movie production (Hitch in some time said that Vera could be a successor for his favorites blonde Grace Kelly, who choosing to live in “heaven” just in the age of 26 than living as an actress ).

The relationship between Alma and Hitch like a fire when Hitch finally know that Alma make a special connection with Whit, not only in work but possibly worse. The making of Psycho find a real problem when the people in film censoring institute didn’t find good about shower scene and toilet scene. But Hitchcock is a real man, he still choosing to using his idea by didn’t deleting toilet scene and shower scene. (*note: in that era, film industry in US didn’t allow director to using a nude scene and toilet scene).

One day Alma visiting whit in his house near the beach, but after seeking him making love with another girl, Alma feel being dumped and fooled. Alma and Hitch begin to explore their husband-wife relationship again after this event, especially after Hitch sick of being stress making his film.

With a full support from Alma, finally Hitch sucessfull to produce Psycho. And its getting a amazing achievement.

Alfred Hitchcock: I will never find a Hitchcock blonde as beautiful as you.
Alma Reville: Oh, Hitch. I’ve waited thirty years to hear you say that.
Alfred Hitchcock: And that my dear, is why they call me the Master of Suspense.

hitchcock(2029)

Searching for another blonde? 😉

LIFE LESSONS

There is two things that we learned from this film (at least), first is “Behind every successful man, there is a supporting woman, it could be a mother, or a lover.” The second thing is “Behind a masterpiece there is a dedication and strong will”.

DID YOU KNOW?

* Due to the conflict schedule, Andrew Garfield cancelled to portray Anthony Perkins. (I think Andrew  would be good too, hey look at the photo below, they both look similar didn’t they?).

perkins

* This film is produce in Fox Searchlight Pictures, thats make us judge the connection between Hitchcock who being dumped by Paramount make sense (anyway, Paramount would want to burning their own face by telling the people about that kind of treatment to Mr. Hichcock).

* Mr. Hitchcock is the only movie director whom remake his own film, The Man Who Knew Too Much (1934) being remake in The Man Who Knew Too Much (1956), and yes both success & received a good critics.

* The first of Mr. Hitchcock movie was named “number 13”, many says thats its because that movie is the thirteen time Mr. Hitchcock including in movie production.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

hitchcock(2027)

“Scary as Sh*t”

hitchcock(2012)

Sex scene: Yes, not explicit. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: Yes. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: Yes . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 21+(adult)

MY OPINION

My opinion is simple, its good to see him “alive” again :).

THE MAKING OF MR HITCH

hitchcock(2026)

hitchcock(2025)

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Hard Candy(2005), Ketika Red Riding Hood Mempermainkan “Pedo-Wolf”?

DATA FILM

Sutradara: David Slade . Penulis Naskah: Brian Nelson  . Bintang: Patrick Wilson, Ellen Page . Durasi: 104 menit . Tahun Rilis: 2005.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak Ada.

HARD CANDY - 1 (4)

” Strangers shouldn’t talk to little girls.”

JALAN CERITA(PLOT)

Berawal dari dari dunia maya, Hayley Stark(Ellen Page), 14th gadis manis berambut pendek berkenalan dengan pria paruh baya bernama Jeff Kohlver(Patrick Wilson). Setelah chatting selama 3 mingguan jadilan Hayley berjanji untuk bertemu dengan Jeff di sebuah Kedai Kopi Nighthawks.

HARD CANDY - 1 (1)

“Teenage? Yeah. Joke? No.”

Seusai berbincang bincang beberapa lama dan bertukar pikiran, Jeff dan Hayley memutuskan untuk mampir di rumah Jeff. Jeff sendiri yang mengaku sebagai fotografer model tidak keberatan dengan ide tersebut. Jadilah keduanya pergi siang itu. Hayley sendiri adalah gadis muda periang, berwawasan luas dan tertarik pada berbagai hal dan terbuka pada orang asing.

Sesampainya di rumah Jeff, perbincangan mereka makin seru. Hayley yang memang menyukai music Goldfrapp serasa mendapatkan teman yang cocok karena Jeff, 32th ternyata juga mengidolakan Goldfrapp. Bahkan Jeff memiliki CD musik Goldfrapp. Jadilah Hayley makin suka dengan Jeff.

HARD CANDY - 1 (14)

Mereka berdua kemudian minum minuman jus beralkohol, tak berapa lama Jeff merasa pusing. Hayley makin memanaskan suasana dengan memutar lagu Goldfrapp dengan volume penuh dan mulai melepas bajunya satu persatu. Namun, tak lama kemudian Jeff sudah terkapar.

HARD CANDY - 1 (7)

Dan, alhasil ketika dia sadar dia sudah berada di atas kursi kerjanya dengan diikat kuat oleh Hayley. Sejurus kemudian Hayley melemparkan tuduhan kepada Jeff bahwa Jeff adalah seorang Pedofilia yang mengincar anak-anak sebagai korbannya lewat internet. Tentu saja pernyataan ini dibantah oleh Jeff mentah mentah.

Hayley juga mengatakan bahwa Jeff adalah otak dari penculikan gadis muda bernama Donna Mauer. Kembali Jeff menegaskan bahwa dia tidak pernah menculik satu anak pun. Jadilah siang tersebut Hayley menceramahi Jeff akan segala tingkah buruk yang dituduhkan kepadanya.

HARD CANDY - 1 (17)

Melalui salah satu foto yang tergantung di rumah Jeff, Hayley mendapatkan kesimpulan bahwa Jeff pernah jatuh cinta kepada wanita bernama Janelle Rogers(Odessa Rae), tuduhan akan Jeff adalah seorang pria yang mendapatkan keuntungan dari model model yang diprotretnya pun diluncurkan oleh Hayley.

HARD CANDY - 1 (2)

Sayang setelah mengeledah rumah Jeff, Hayley tidak dapat menemukan satupun bukti ucapanya tersebut. Tapi di ujung keputusasaannya dalam mencari bukti ucapannya, dia menemukan locker tersebunyi dibalik batu batu hiasan di dalam rumah Jeff. Berbekal dari nomor telepon Janelle dan segala atribut Jannele, Hayley akhirnya menemukan password dari locker tersebut. Di dalamnya dia menemukan photo dari Donna Mauer. Hayley makin trengginas dalam melemparkan tuduhan kepada Jeff yang tidak berdaya di atas kursi.

Hayley Stark: “Aww, it’s not his fault. He’s sick. He has an addiction.”

Jeff beberapa saat kemudian berhasil mendapatkan pistolnya yang disimpannya, karena tadinya sempat diketemukan Hayley tapi dilempar ke atas kasur. Sekarang Jeff dengan pistolnya siap membunuh Hayley. Tapi tanpa disangka sangka Hayley tiba tiba muncul entah darimana dan mulai menutupi wajah Jeff dengan menggunakan plastik wrapp. Jeff lemas dan pingsan.

Saat tersadar Jeff sudah berada di atas meja dengan keadaan telanjang tanpa celana. Dirinya makin mengenaskan karena Hayley sudah mengikatnya agar tidak mampu bergerak sedikitpun. Hayley juga menempatkan satu karung kecil es batu di atas buah zakar dari Jeff. Jeff makin panik dengan perilaku aneh dari Hayley ini.

HARD CANDY - 1 (3)

Ternyata Hayley memiliki rencana untuk mengebiri sendiri kemaluan dari Jeff hingga dapat mencegah Jeff melakukan aksinya di kemudian hari. Tegas saja hal ini menjadikan Jeff pusing tujuh keliling, dengan ribuan cara dia mencoba agar Hayley mengurungkan niatnya tersebut. Tapi tidak berguna apa yang diupayakan Jeff.

Setelah cukup mati rasa, Hayley mulai memasang kamera agar Jeff dapat melihat sendiri proses pengebiriannya. Selang beberapa waktu akhirnya proses tersebut berhasil. Jeff merasa frustasi dan marah  hebat serta sedih mengetahui fakta bahwa dia sudah dikebiri seorang anak kecil. Sementara Hayley merasa lega karena Jeff sudah dikebiri. Hayley memutuskan untuk pergi mandi.

Jeff Kohlver: I’d say, “Help… a teenager cut my balls off. Call the police.”

Di sela waktu tersebut Jeff berusaha untuk melepaskan diri. Tekad kuatnya akhirnya terbayarkan ketika dia berhasil melepaskan diri. Dia akhirnya tertipu mentah mentah setelah mengetahui bahwa dirinya tidaklah dikebiri oleh Hayley. Sedangkan video yang dilihatnya ketika proses pengebirian sendiri adalah ternyata sebuah video rekaman.

Jeff dengan penuh amarah segera mengambil pisau bedah dan mulai mencari Hayley di kamar mandi. Sayang Hayley ternyata jauh lebih cerdik, dia ternyata tidak sedang mandi.

Hayley segera menyerang Jeff dengan setruman listrik. Jeff kembali tidak sadarkan diri.

HARD CANDY - 1 (11)

Saat siuman Jeff mendapati dirinya sedang digantung oleh Hayley dengan tali di dapur, dengan masih menginjakan kaki di kursi. Hayley makin menunjukkan kuasanya dengan terus menyiksa Jeff. Hingga, tak selang beberapa lama datanglah tetangga Jeff bernama Judy Tokuda(Sandra Oh) untuk mengantarkan kue, Hayley berhasil mengatasi keadaan ini tanpa membuat nona Judy tahu kondisi Jeff. Hayley menngaku bahwa Jeff sedang keracunan makanan dan saat ini terbaring sakit. Judy percaya dengan omongan Hayley yang mengaku keponakan dari Jeff tersebut.

HARD CANDY - 1 (6)

Kemudian Hayley segera menelepon Janelle dengan mengatakan bahwa dirinya adalah petugas kepolisian LAPD yang sedang bertugas dan berada di kediaman Jeff. Hayley mengatakan bahwa kondisi Jeff sedang butuh pertolongan. Hayley meminta Janelle untuk datang ke rumah Jeff.

Hayley Stark:I shouldn’t have teased you. I shouldn’t have made you think there was a way out of this.

Setelah itu Hayley mengetahui bahwa Jeff sudah kabur dari talinya. Hayley segera mengambil tali tersebut dan naik ke atap. Jeff tidak kesulitan untuk menemukan Hayley. Di atas atap kemudian Hayley mengatakan bahwa dia sudah menelepon Janelle untuk datang, Hayley juga meminta Jeff untuk bunuh diri dengan gantung diri dengan tali yang sudah disiapkannya. Dengan imbalan, Hayley akan berpura pura mengatakan bahwa Jeff mati bunuh diri, serta Hayley berjanji untuk melenyapkan segala barang bukti akan perbuatan Jeff.

HARD CANDY - 1 (13)

Jeff yang merasa putus asa, karena cintanya kepada Janelle dan dirinya yang tidak mau melukai hati Janelle memilih untuk gantung diri dan mengikuti permintaan Hayley. Saat Jeff mulai gantung diri, Hayley mengatakan bahwa dia tidak akan menepati janjinya tadi. Setelah itu Hayley pun pergi dengan meninggalkan mayat Jeff dan Janelle yang kebingungan mencari Jeff di rumahnya.

Sang red riding hood akhirnya berhasil melumpuhkan “warewolf” pedofilia.

HARD CANDY - 1 (12)

TOP QUOTES

Well, 4 out of 5 doctors agree that I am actually insane.”

Hayley Stark:

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap kebaikan dan keburukan pastinya mendatangkan konsekuensi tersendiri, baik di masa sekarang maupun masa mendatang, ini menjadikan kita harusnya lebih berhati hati dalam melangkah dan meniti kehidupan, karena sepandai pandainya tupai melompat, pasti sekali kali dia akan jatuh jua.

TAHUKAH KAMU?

– Meski awalnya tidak berniat untuk mengasosiasikan Hayley dengan Red Riding Hood, dengan keterbatasan dana untuk Make Up dan costume, sang sutradara terpaksa menggunakan budgetnya untuk kostum tudung merah untuk Hayley.

– Ellen Page saat syuting dilakukan sebenarnya berusia 17 tahun, tapi di film doi diceritakan berusia 14 tahun, yah ngak aneh banget lah, mengingat Ellen bodynya mungil dan kecil jadi tidak terlalu masalah.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, ada adegan mengebiri alat kelamin pria . Adegan Merokok: TIDAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA, WARNING!! Ada adegan disturbing.

OVERALL: Film Khusus Untuk Kalangan Tertentu.

KESIMPULAN:

– Banyak film yang mengangkat tema pedofilia (tema yang sedang marak di Indonesia, mengingat banyaknya kasus Pedofilia akhir akhir ini), meski tidak menjadikannya tema utama, semisal Mystic River, Seven, A Nightmare of Elm Street dan Nymphomaniac, tapi berbicara mengenai film dengan budget dan pemain yang terbatas, dengan ide yang sedikit nyeleneh maka kita pantas mengangkat film Hard Candy ke permukaan.

Meski begitu dengan segala keterbatasannya Hard Candy masih mampu menampilkan cerita yang seru dan menegangkan, meski ada adegan yang disturbing bagi sebagian/ mayoritas penonton secara keseluruhan film ini menarik untuk diikuti. Elen Page bermain luar biasa untuk anak seusianya dalam film ini, dia berhasil menjadi bintang dalam sepanjang film. Patrick Wilson sendiri bermain tidak buruk.

Overall, boleh ditonton untuk mengisi waktu luang (tidak disarankan bagi anda yang perutnya tidak kuat untuk adegan adegan disturbing).

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

6.5

VERTIGO(1958), Cerita Romansa Dalam Balutan Psikologikal Thriller Nan Suram

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Alec Coppel, Samuel A. Taylor(Naskah), Pierre Boileau, Thomas Narcejac( Novel D’entre les morts ), Maxwell Anderson  . Bintang:  James Stewart, Kim Novak, Barbara Bel Geddes. Durasi: 128 menit . Tahun Rilis: 1958.

PENGHARGAAN OSCAR

– 2 Nominasi Oscar: Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White or Color, Best Sound.

JALAN CERITA(PLOT)

VERTIGO - (6)

A Hitchcock thriller. You should see it from the beginning!

John/ Johnnie ‘Scottie’ Ferguson(James Stewart) adalah mantan detektif kepolisian. Pada suatu ketika Scottie dan kawannya sedang mengejar seorang penjahat di atap gedung, nahas bagi Scottie dia terselip sehingga nyaris jatuh dari atap gedung. Temannya tersebut lantas mencoba untuk menolongnya. Bukannya berhasil, temannya tersebut malah jatuh dan mati. Dan Scottie terpaksa menjadi saksi peristiwa tragis tersebut.

Kejadian ini membuat Scottie menjadi phobia terhadap ketinggian dan mengalami vertigo ketika berada dalam situasi yang sama dengan kejadian tersebut. Karena merasa tidak mampu lagi bekerja dengan maksimal dikarenakan kelemahannya tersebut Scottie akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian.

Hari harinya kini dilewati dengan beristirahat di apartemennya dengan kadang-kadang ditemani oleh teman wanitanya, Midge Wood(Barbara Bel Geddes). Midge sendiri adalah wanita cantik yang suka melukis, diam diam dia sepertinya menaruh hati kepada Scottie. Kedamaian Scottie dalam masa pensiun terganggu ketika salah satu teman lamanya, Gavin Elster(Tom Helmore) datang ke San Fransisco. Gavin kemudian mengajak Scottie untuk bertemu.

VERTIGO - (15)

Di sana Gavin meminta secara langsung kepada Scottie untuk bekerja secara pribadi kepadanya. Gavin yang merupakan pengusaha sukses memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Madelaine Elster(Kim Novak). Hal yang membuatnya cemas adalah akhir akhir ini Madelaine menampakkan kebiasaan yang aneh. Jadilah Scottie diminta Gavin untuk membuntuti sekaligus mencari tahu dibalik sikap aneh dari Madelaine itu.

Gavin Elster: Scottie, do you believe that someone out of the past – someone dead – can enter and take possession of a living being?

Awalnya Scottie menolak untuk membantu temannya tersebut, tapi karena terus didesak dirinya akhirnya mau menerima pekerjaan tersebut. Keesokan harinya dia membuntuti Madelaine.

Dia terus menerus membuntuti kemana Madelaine pergi. Hari demi hari dilewati membuatnya makin curiga karena Madelaine sering pergi ke tempat tempat yang tidak biasa. Diantaranya pergi ke galery seni dan menonton suatu lukisan wanita selama berjam jam, tidak hanya itu saja dia juga mengetahui bahwa Madelaine sering berkunjung ke makam, membeli buket bunga yang sama dengan di lukisan dan kegiatan kegiatan tidak biasa lainnya.

VERTIGO - (8)

Setelah melaporkan hal ini kepada Gavin, dia baru diberi informasi bahwa Madelaine mengalami kutukan atau gangguan dari nenek moyangnya yaitu Carlotta Valdes. Yang memungkinkan Madelaine untuk memiliki kecenderungan bunuh diri seperti nenek moyangnya dulu.

VERTIGO - (10)

Di suatu hari ketika Scottie sedang membuntuti Madelaine, akhirnya perkataan Gavin menjadi kenyataan. Madelaine mencoba bunuh diri dengan terjun ke teluk San Fransisco. Tanpa pikir panjang Scottie langsung terjun untuk menolong Madelaine. Dia lalu membawa Madelaine ke apartemennya untuk dirawat. Di tempat tersebutlah benih benih cinta justru timbul di antara keduanya. Midge sendiri sempat memergoki Madelaine keluar dari apartemen Scottie. Hal ini jelas membuat Midge cemburu kepada Scottie.

Scottie: I love you, Madeleine.

Madeleine: I love you, too. It’s too late.

Scottie diberitahu bahwa Madelaine sering bermimpi aneh, dan ketika dia dan Madelaine pergi ke suatu pantai dia sadar bahwa tempat yang ada dalam mimpi buruk Madelaine adalah Mission San Juan Bautista. Dia dan Madelaine lalu pergi ke gereja tersebut. Madelaine mengungkapkan bahwa dia mencintai Scottie. Madelaine lalu lari pergi menuju tower gereja tersebut. Ketika Scottie mencoba untuk menghentikannya dia tertahan karena Vertigonya kambuh dirinya tidak kuasa untuk mencegah Madelaine terjun bunuh diri dari atas tower tersebut.

James Stewart - vertigo

Gavin Elster: There’s no way for them to understand. You and I know who killed Madeleine.

Dirinya lalu diinterogasi pihak berwenang, sementara Gavin yang terpukul memilih jalan pergi ke Eropa untuk melupakan Madelaine. Meski akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian, penyesalan akan kehilangan Madelaine begitu terasa dalam diri Scottie. Dirinya kemudian depresi berat.

Ketika rasa penyesalan dirinya sudah mulai mereda justru dirinya bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Madelaine. Scottie akhirnya tahu bahwa wanita tersebut bernama Judy Barton(Kim Novak) yang berasal dari Kansas.

Setelah mengikutinya ke tempat dia singgah, Scottie memutuskan untuk mengajak Judy makan malam. Meski ragu namun pada akhirnya Judy memenuhi permintaan dari Scottie. Kisah cinta keduanya kemudian berlanjut.

VERTIGO - (7)

Di suatu malam ketika keduanya sedang jalan bersama, Scottie merasa mengenali kalung yang dipakai oleh Judy. Dia segera menyadari siapa Judy sebenarnya. Karenanya dia kemudian bersikeras untuk membuat Judy semirip mungkin dengan almarhum Madelaine. Judy menolak keras pada awalnya, tapi karena didorong rasa cintanya kepada Scottie dirinya akhirnya pasrah untuk mengikuti kemauan Scottie.

Scottie suatu hari mengajak Judy pergi ke gereja dimana Madelaine tewas. Dia bersikeras untuk memaksa Judy untuk naik ke tower dimana Madelaine tewas. Judy menolak, tapi karena terus didorong oleh Scottie dia tidak punya pilihan lain.

VERTIGO - (9)

Di atas tower Scottie akhirnya merasa dapat mengatasi vertigonya. Dia kemudian menyatakan bahwa dia tahu Judy adalah Madelaine yang ditemui ketika peristiwa kematiannya. Dia mengetahui hal tersebut karena melihat kalung yang dipakai oleh Judy. Judy akhirnya mengatakan kejadian sebenarnya bahwa dia adalah orang yang diminta untuk seolah olah menjadi Madelaine demi menutupi niatan Gavin yang ingin membunuh Madelaine.

Di saat kejadian Madelaine tewas, sebenarnya adalah Gavin yang melempar Madelaine dari atas tower. Gavin dan Judy lalu pergi melalui jalan pintas dari atas tower. Scottie dipilih oleh Gavin karena Gavin tahu bahwa Scottie memiliki phobia terhadap ketinggian.

VERTIGO - (24)

Judy juga mengatakan bahwa kalung yang dipakainya adalah kalung dari Gavin yang diberikan sebagai tanda terima kasih karena telah mau berpura pura menjadi Madelaine. Judy juga mengungkapkan bahwa dirinya benar benar cinta kepada Scottie. Itulah alasan mengapa dirinya mau untuk didandani seperti Madelaine. Belum sempat keduanya melanjutkan perbincangan, datanglah seorang biarawati dari gereja tersebut. Judy yang kaget lalu salah melangkah hingga membuat dirinya terjatuh dari Tower. Sementara itu Scottie hanya bisa melihat wanita yang dikasihinya “mati lagi”. Sang biarawati sendiri lalu membunyikan lonceng gereja di atas tower tersebut untuk memberikan peringatan pada orang orang bahwa ada kejadian bunuh diri lagi.

VERTIGO - (27)

VERTIGO - (1)

VERTIGO - (28) VERTIGO - (2)  VERTIGO - (4) VERTIGO - (5)       VERTIGO - (12) VERTIGO - (14)
VERTIGO - (16) VERTIGO - (17)
VERTIGO - (19) VERTIGO - (20) VERTIGO - (22)

VERTIGO - (18) VERTIGO - (23)VERTIGO - (25)TOP QUOTES

Scottie: You shouldn’t keep souvenirs of a killing. You shouldn’t have been that sentimental.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kita harus senantiasa sadar terhadap perilaku kita, terhadap orang orang di sekitar kita, karena bisa jadi, teman baik sekalipun menusuk dari belakang di suatu waktu.

TAHUKAH KAMU?

– Grace Kelly adalah aktris favorit dari sang sutradara Alfred Hitchcock, seiring dengan kesuksesannya menaklukan hati pangeran Monaco, Hitchcock berpaling kepada Vera Miles. Vera sendiri rencananya akan memerankan Madelaine/ Judy, tapi karena dia saat itu malah mengandung, Hitchcock nampaknya tidak tertarik lagi untuk bekerjasama setelah kehamilannya. Jadilah peran Madelaine/ Judy diserahkan  kepada Kim Novak. Nampaknya Hitchcock tidak benar benar melupakan Vera. Buktinya di film selanjutnya dia masih bekerja sama dengannya yaitu di film Psycho(1960).

– Seperti kebanyakan filmnya, Hitchcock menjadi cameo di film ini pula. Ini dia screeshootnya:

VERTIGO - (26)

– James Steward saat syuting dilakukan berusia 49 tahun sedangkan Kim Novak 24 tahun. Mungkin dikarenakan usia James Stewart yang makin terlihat tua untuk memerankan tokoh pria protagonis di film film Hitchcock selanjutnya dia tidak pernah lagi ambil bagian.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK . Adegan Berdarah: TIDAK, ada adegan bunuh diri dan adegan jatuh dari ketinggian . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Tidak heran film ini mampu menjungkalkan kedigdayaan dari Citizen Kane di polling BFI Sight & Sound Magazine, yang menjadikan film ini nomor satu di polling tersebut. Karya Hitchcock yang satu ini bahkan digadang gadang adalah salah satu karya terbaik dari Hitckcock semasa jayanya. Film ini tidak lepas dari ciri khas seorang Hitchcock, plot cerita yang misterius, dengan suasana suram sepanjang film, serta teknik pengambilan gambar untuk mendapatkan sensasi vertigo, serta plot twist yang membuat penonton melonjak dari bangku tempat duduknya. Dua jempol untuk Hitchcock.

Dari departemen akting, Kim Novak dan James Steward berakting dengan baik, mampu menampilkan chemistry di antara keduanya. Dengan gubahan lagu latar yang ikut membawa penonton makin terbius dengan suasana suram, nampaknya film ini memang salah satu yang terbaik yang dihasilkan Hitchcock.

Secara pribadi saya lebih menfavoritkan Psycho, tapi setidaknya film Vertigo ini lebih baik dalam penilaian saya dibanding Rear Window .But Afterall, Recomended Film!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

12 Angry Men(1957), Menjadi Juri Ke-13

DATA FILM

Sutradara: Sidney Lumet . Penulis Naskah: Reginald Rose . Bintang: Martin Balsam, Henry Fonda, Lee J.Cobb . Durasi: 96 menit . Tahun Rilis: 1957.

PENGHARGAAN OSCAR

– 3 Nominasi Oscar (Best Director, Best Picture, Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium) tidak memenangkan 1 piala Oscar pun.

POSTER

“Life Is In Their Hands — Death Is On Their Minds!”

12 Dinamit yang siap meledak, disuguhkan Sidney Lumet di ruangan Juri dengan sungguh brilliant.1.1/2 jam anda tidak akan bosan menyaksikan satu demi satu juri meledak di ruangan.

12 juri dengan 12 keunikan mereka tersendiri, di dalam ruangan yang bersuhu panas, dipisahkan dengan 2 pendapat akan suatu keputusan.

Guilty or not guilty?

Siapkan dirimu dengan 96 menit ledakan hebat!

JALAN CERITA(PLOT)

Di sebuah ruangan juri di kota New York, Amerika Serikat, 12 Juri ditunjuk untuk memutuskan suatu kasus pembunuhan ditengah malam yang dilakukan seorang anak lelaki 19 tahun kepada ayahnya, dimana ada seorang saksi pria  tua yang menderita stroke yang mendengar keributan sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, dan seorang saksi wanita berkacamata yang merasa melihat anak lelaki tersebut menusuk sang ayah.

Drama dimulai dengan dipimpin oleh Juri No.1(Martin Balsam), dengan tujuan menyatukan pendapat ke-12 juri untuk mendapatkan satu keputusan bulat, apakah sang anak bersalah atau tidak. Jika diputuskan bersalah, maka sang anak akan dihukum dengan hukuman mati di kursi listrik, sementara jika tidak bersalah maka ia akan bebas.

Drama sesungguhnya dimulai ketika salah satu juri, Juri No.8( Henry Fonda), memilih untuk memutuskan bahwa sang anak adalah tidak bersalah.

They’re only people. People make mistakes. Could they be wrong?

(Juri No.8)

Juri No.8 sebenarnya ketika ditanya apakah sang anak memang tidak bersalah, ia mengatakan bahwa ia tidak yakin sang anak bersalah atau tidak, hanya karena ini menyangkut nyawa seseorang yang dipertaruhkan, ia memilih untuk mengatakan tidak bersalah, dengan tujuan untuk membahas lebih lanjut kepada ke-11 juri lainnya.

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes.

Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

Juri No.5 (Jack Klugman) mulai ikut terpancing panas ketika salah satu juri, Juri No.10 (Ed Begley) mengatakan bahwa kejadian pembunuhan itu biasa terjadi di daerah kumuh dan miskin, yang memungkinkan para warganya untuk mendapatkan tekanan hidup yang tinggi, dikarenakan Juri no.5 memang berasal dari daerah kumuh.

Well, I’m not used to supposin’. I’m just a workin’ man. My boss does all the supposin’– but I’ll try one. Supposin’ you talk us all out of this and, uh, the kid really did knife his father?

(Juri No.6)

JurI No.7(Jack Warden) tidak suka memperbincangkan bahwa sang anak tidak bersalah, karena sebenarnya dia sangat ingin segera menuntaskan pengambilan keputusan ini, untuk segera pulang dan menonton pertandingan baseball.

“I’m going to kill you”

(Juri No.3)

Juri No.9 (Joseph Sweeney) berubah keputusannya menjadi “tidak bersalah” setelah para juri berdebat beberapa saat, setelah itu diadakan pengambilan suara kembali, dengan Juri No.8 abstain dari pemilihan, dengan opsi jika ke 11 juri lainnya masih menyatakan bersalah maka Juri No.8 pun akan rela untuk mengikuti keputusan mereka.

Juri No.5(Jack Klugman) berubah keputusannya setelah mempertimbangkan perihal penggunaan kata-kata “i will kill you (aku akan membunuhmu)” yang di dengar saksi, yang dimana kata kata tersebut tidak lantas pasti berarti akan benar-benar membunuh, namun hanya berarti kekesalan sementara.

Juri No.11(George Voskovec) berubah pilihannya setelah menggunakan logika bahwa tidak mungkin sang anak yang menusuk sang ayah, kemudian kembali 3 jam setelahnya hanya untuk membersihkan sidik jari yang ada di pisaunya, yang masih tertancap di dada sang ayah, karena dengan ini dia pasti akan sangat riskan tertangkap.

Wait a minute. What are you trying to give us here? The phrase was “I’m going to kill you,” and he screamed it out at the top of his lungs! Don’t tell me he didn’t mean it. Anybody says a thing like that the way he said it, they mean it.

(Juri No.3)

Juri No.2 dan No.6 secara bersamaan mengubah pilihannya setelah kejadian, bahwa semakin intens nya perdebatan, juri No.3 makin terpancing emosinya dan berusaha menyerang Juri No.8, dan mengatakan “I will kill you”, juri No.8 pun mengatakan bahwa Juri No.3 tidak akan benar benar membunuhnya kan.

Juri No.7 menyatakan bahwa sang anak tidak bersalah dikarenakan logika bahwa sang anak yang tubuhnya lebih pendek dari sang ayah tidak mungkin bisa menusukkan pisau dari arah sebelah atas, dan dengan cara memegang pisau yang didemonstrasikan dia pun yakin bahwa sang anak tidak bersalah, terlebih diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan apa film yang ditontonnya, diapun lupa apa yang ditontonnya. Dengan test  yang dilakukan juri No.8 kepada Juri No.4, apa yang dia ingat akan kejadian-kejadian beberapa hari yang lalu, dan ternyata si Juri No.4 pun kesulitan menjawab pertanyaan tersebut, diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan pertanyaan seperti itu dalam keadaan tertekan di sidang.

Juri No.1 (Martin Balsam) pun akhirnya merubah pilihannya.

Juri No.4(E. G. Marshall),10(Ed Begley),12(Robert Webber) mengganti pilihannya menjadi “tidak bersalah”  setelah dikuatkan logika bahwa saksi wanita dari seberang jalan, di dalam ruangan sidang terlihat menggosok bagian atas hidungnya, ini diartikan bahwa dia menggunakan kacamata. Karena dia bersaksi bahwa dia menyaksikan kejadian pembunuhan tersebut saat ia berada dalam kondisi tidur dan terbangun, itu artinya dia sedang tidak mengenakan kacamata (karena tidak ada seorangpun yang tidur dengan tetap menggunakan kacamatanya), sehingga kesaksiannya diragukan apakah benar si anak lelaki yang menusuk mati sang ayah.

Juri No.9: It’s 11 to 1.

Juri No.7: So, what do we do now?

Juri No.8: You’re alone.

Juri No.3: I don’t care if I’m alone or not! It’s my right.

Juri No.8: It’s your right.

Juri No.3: Well, what do you want from me?

Juri No.8: We want your arguments.

Juri No.3: I gave ya my arguments!

Terakhir adalah juri No.3(Lee J. Cobb), yang bersikeras bahwa sang anak bersalah, setelahnya ia pun mengakui bahwa sang anak tidak bersalah (yang ternyata keputusannya lebih dikarenakan dia yang rindu dengan anak lelakinya, disebabkan keduanya memiliki hubungan ayah-anak  yang tidak harmonis).

TOP QUOTES

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes. Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

TRAILER

Bukan saja trailer.. melainkan filmnya, full movie, check this out:

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya untuk memiliki suatu pendirian akan sesuatu, dan mempertahankannya walaupun banyak orang berpendapat lain.

– Mengutamakan logika dan nurani dalam memutuskan sesuatu tentunya lebih bijak hasilnya dibandingkan dengan memutuskan segala sesuatunya secara terburu-buru dan asal.

– Banyak hal bisa mendasari suatu keputusan, sesuatu yang personal, seperti keinginan pribadi, problematika pribadi, karakter dll.

6

12_Angry_Men

3 4 5

TAHUKAH KAMU?

–  Dari total 96 menit durasi film ini, hanya 3 menit yang bersetting di luar ruangan juri.

– Bagi kamu pecinta serial Harry Potter, film drama favorite dari Daniel Radcliffe adalah film 12 Angry Men ini.

– Film ini adalah film pertama dari sutradara Sidney Lumet, selanjutnya diapun menyutradarai puluhan filmnya, jika ingin melihat film drama courtroom lainnya yang disutradarai olehnya kamu bisa tonton The Verdict(1982).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 13+(remaja & dewasa).

KESIMPULAN:

– Drama courtroom terbaik sepanjang 96 menit dengan tampilan klasik, hitam putih, kita akan dipaksa menjadi Juri No.13 dengan terus menebak nebak fakta dan pendapat yang dikeluarkan masing-masing juri.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9