The Good, the Bad and the Ugly(1966), Kisah 3 Koboi Ikonik Pemburu Harta

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Luciano Vincenzoni & Sergio Leone  . Bintang: Eli Wallach, Clint Eastwood, Lee Van Cleef. Durasi: 161 menit . Tahun Rilis: 1966.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak ada

3

JALAN CERITA(PLOT)

“The Ugly”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (2)

Di suatu tempat di Amerika, jaman dulu dimana koboi  dan bounty hunter masih merajalela, ada seorang kriminal bernama “Tuco” Benedicto Pacífico Juan María Ramírez (dikenal pula dengan nama ” Si Tikus”) (diperankan oleh Eli Wallach) yang hari itu rencananya disergap tiga orang bounty hunter untuk ditembak mati. Tuco yang juga jago menggunakan senjata api kali ini berhasil lolos dengan menembak para bounty hunter tersebut.

If you work for a living, why do you kill yourself working?

(Tuco)

“The Bad”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (9)

Sementara itu Angel Eyes sedang menginterogasi Stevens(Antonio Casas), mantan prajurit yang memiliki informasi mengenai seorang lelaki bernama “Bill Carson”. Bill Carson(Antonio Casale) sendiri adalah seorang prajurit yang kabarnya memiliki uang emas yang banyak. Angel Eyes yang berhasil mendapatkan informasinya segera menghabisi Stevens dan keluarganya dengan tujuan agar mereka tidak dapat mengabarkan hal itu kepada orang lain, yang berpotensi menjadi saingan dari Angel Eyes.

Even a filthy beggar like that has got a protecting angel.

(Angel Eyes/ Sentenza)

Angel Eyes(Lee Van Cleef) sendiri sebenarnya bekerja untuk seseorang. Yang karena Angel Eyes juga mendapatkan bayaran dari Stevens sebelum kematiannya untuk membunuh si penyuruh, Angel Eyes menepati tugasnya untuk membunuh si penyuruh. Ini meninggalkan Angel Eyes sendiri dengan informasi tentang emas tersebut di kepalanya. Membuat dirinya memulai petualangan panjang mendapatkan emas tersebut.

“The Good”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (10)

Tuco yang merupakan buronan kelas kakap kali ini menemui jalan terjal. Dia sedang dikepung oleh 3 orang yang ingin menangkapnya untuk mendapatkan imbalan uang. Namun kali ini Tuco diselamatkan seorang pria misterius yang jago tembak. Pria tersebut menghabisi ketiga pria tersebut. Lalu pria tersebut, dikenal dengan panggilan Blondie(Clint Eastwood), menyerahkan Tuco kepada pihak berwenang untuk mendapatkan imbalan 2.000$. Sekaligus mengantarkan Tuco ke tiang gantungan, sebab catatan kejahatan Tuco sudah kelewat batas, dia adalah pencuri, perampok, pemerkosa, penadah, perampok kuburan, dan segala macam kejahatan yang lebih baik tidak diceritakan disini, tapi semua orang tahu :).

I mean our partnership is untied.

Oh no, not you, you remain tied. I’ll keep the money and you can have the rope.

(Blondie)

Ketika Tuco sedang akan dieksekusi gantung dengan disaksikan pihak berwenang dan masyarakat sekitar, tiba-tiba Blondie menyelamatkannya dengan menembak tali gantungannya. Keduanya sekarang kabur bersama sama dengan menunggang kereta yang disiapkan Blondie. Tuco dan Blondie akhirnya bekerja sama untuk saling pura pura tangkap menangkap supaya dapat berbagi hasil imbalan yang makin besar. Terasa indah bukan. Namun keserakahan Tuco yang menginginkan bagian yang lebih banyak dari Blondie membuat Blondie berpikir ulang untuk terus bekerja sama dengan Tuco.

You never had a rope around your neck. Well, I’m going to tell you something. When that rope starts to pull tight, you can feel the Devil bite your ass.

(Tuco)

Ditinggalah Tuco di tengah padang pasir tanpa uang dan air minum. Beruntung dia  dapat bertahan dan malah menemukan 3 orang kawanan penjahat yang mau diajak bekerja sama dengannya di dalam gua. Mereka sepakat untuk membagi sama rata uang yang didapat dari membunuh Blondie. Mereka berempat kemudian menyambangi suatu hotel dimana Blondie diperkirakan menginap. Blondie yang memang awas dalam setiap kesempatan tidak mudah dikelabuhi. Mendengar langkah kaki para penjahat Blondie bersiap dengan senjatanya. Dalam hitungan detik dia berhasil menaklukkan ketiga teman Tuco tersebut tepat ketika mereka membuka pintu ruangan yang disinggahi Blondie.

Nahas bagi Blondie karena Tuco ternyata tidak menyerbu lewat pintu seperti ketiga temannya. Dia datang melalui jendela, Blondie tidak dapat berbuat apa apa kali ini dan mengakui kecerdikan Tuco yang berpikir selangkah di depan dari pada dirinya. Tuco sendiri sebenarnya adalah bandit yang cerdik, terlihat karena dia memiliki prinsip yang sedikit out of the box. Dia memisahkan manusia menjadi dua golongan, orang yang bertindak secara umum dan orang yang bertindak khusus dst. Tuco kemudian memaksa Blondie untuk memasang tali di langit langit kamar hotel untuk kemudian menggantung Blondie di sana.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (21)

Namun kejutan bagi keduanya kembali terjadi karena, belum sempat Blondie digantung, tempat tersebut sudah hancur terkena canon para prajurit. Tinggalah Tuco di tempat tersebut sendirian karena ternyata Blondie sudah mengambil langkah seribu.

Tuco yang bernafsu untuk menggantung Blondie terus mencarinya. Berbekal bekas puntung rokok blondie yang dia tinggalkan di setiap tempat singgahnya, akhirnya dia menemukan Blondie yang sedang bersiap untuk menembak tali gantungan bandit yang akan dihukum gantung seperti Tuco di awal cerita. Tuco segera menyandera Blondie, menghukumnya dengan memaksanya berjalan ber mil mil tanpa minum di bawah sengatan matahari gurun yang sangat panas.

Ketika Tuco sudah bosan dengan permainannya menyiksa Blondie, dia berniat untuk mengakhirinya dengan menembak mati Blondie. Tapi ketika sebuah kereta kuda datang di hadapannya dia berubah pikiran. Dia segera menghentikan kereta kuda tersebut. Ternyata di dalam kereta kuda tersebut terdapat banyak mayat. Tuco segera mengecek harta yang ditinggalkan para mayat tersebut, seperti jam dll.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (11)

Tiba tiba salah satu mayat bangun, ternyata dia adalah Bill Carson. Dia mengaku bahwa dia dan kawan kawannya habis disergap oleh para musuh. Bill meminta Tuco untuk membawakan air kepadanya agar dia dapat bertahan, dengan imbalan Bill akan memberitahukan tempat dia menyimpan uang koin emas bernilai total 200.000$. Bill kemudian memberitahu Tuco bahwa dia menyimpan emas tersebut di sebuah pemakaman bernama Sad Hill. Tidak mau kecolongan Tuco meminta Bill untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya, tapi Bill yang merasa punya kartu as tetap kukuh untuk tidak memberitahukan informasi lebih lanjut sebelum Tuco membawakan air untuknya. Tuco yang sudah kegirangan akan berita koin emas tersebut segera untuk mendapatkan air hingga dia terkejut ketika kembali dan di sana Bill Carson sudah meninggal.

Don’t die, I’ll get you water. Stay there. Don’t move, I’ll get you water. Don’t die until later.

(Tuco)

Makin geram ketika dia melihat bahwa Blondie sudah berada di samping mayat Bill Carson. Tuco makin berniat untuk membunuh Blondie. Tapi hal ini berubah 180 derajat ketika Blondie memberi tahu Tuco bahwa Bill Carson sudah menginformasikan kepada dirinya nama kuburan dimana Bill mengubur koin emasnya. Tidak ingin kehilangan uang emas yang begitu banyak, yang mungkin bisa membuatnya keluar dari jerat kemiskinan dan kejahatan, mau tidak mau Tuco langsung berubah pikiran untuk kemudian menyelamatkan Blondie dengan tujuan mendapatkan uang emas milik Bill Carson.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (17)

Tuco kemudian mengganti bajunya dengan baju milik Bill Carson dan berpura pura menjadi Bill Carson. Dengan mengendarai kereta kuda Bill Carson, dia kemudian membawa Blondie menginap di tempat salah satu saudaranya yang masih hidup. Saudara Tuco tersebut bernama Bapa Pablo Ramirez(Luigi Pistilli), dia adalah seorang pendeta. Bapa Pablo dan teman temannya menngobati Blondie hingga sembuh dan mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Blondie dan Tuco kemudian meneruskan perjalanan ke Sad Hill, hingga di suatu tempat mereka salah mengenali rombongan tentara perang saudara di amerika kala itu. Ini berakibat mereka ditangkap oleh para tentara. Di sana ternyata Angel Eyes juga sedang mencari cari Bill Carson. Dan ketika para prajurit memanggil nama Bill Carson, Tuco justru mengaku bahwa dia adalah Bill Carson.

Angel Eyes segera mengundang Tuco untuk ikut jamuan makan di ruangannya. Dia kemudian menguak tipuan Tuco yang berpura pura sebagai Bill Carson. Tanpa ampun Angel Eyes mengorek informasi mengenai emas milik Bill Carson kepada Tuco  dengan menyiksanya. Angel Eyes kemudian mendapatkan informasi akan Sad Hill. Tapi dia masih belum tahu nama kuburan dimana emas tersebut disimpan.

Tahu bahwa yang tahu akan informasi kuburan tersebut hanyalah Blondie dia berusaha mendapatkan informasi tersebut. Angel Eyes sadar bahwa Blondie tidak akan mau berbicara masalah emas tersebut meski dia disiksa. Angel Eyes kemudian menawarkan untuk berbagi hasil kepada Blondie untuk emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (7)

Blondie pun setuju akan kesepakatan tersebut.

Akhirnya Angel Eyes bersama dengan Blondie dan pengawalnya memulai perjalanan mendapatkan emas tersebut. Sementara Tuco dibawa dengan kereta oleh anak buah Angel Eyes yang bermata satu untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Tuco berhasil lolos dengan berpura pura mau buang air yang kemudian dia melemparkan diri dari kereta dan menghajar pengawal dari Angel Eyes dengan menggunakan batu. Dia kemudian menuju ke Sad Hill.

Di suatu kota yang sudah hancur Angel Eyes dan komplotannya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Sementara itu Blondie berjalan jalan sebentar. Tuco yang menemukan sebuah rumah di kota yang hancur tersebut memutuskan untuk mandi dahulu. Tanpa disadarinya dia sedang diintai oleh Bounty Hunter. Tapi karena kecerdikannya Tuco berhasil menyingkirkan bounty hunter tersebut. Karena meski dia sedang berada di bathtub dia tetap membawa pistolnya mandi.

When you have to shoot, shoot. Don’t talk.

(Tuco)

Blondie akhirnya bertemu dengan Tuco kembali. Keduanya kemudian menghabisi seluruh anak buah dari Angel Eyes. Sayang Angel Eyes sendiri berhasil kabur. Tuco sendiri mendapatkan surat khusus dari Angel Eyes, berisi “Idiot”. Tuco geram dengan hal ini.

Blondie dan Tuco terus berusaha menuju ke Sad Hill secepatnya. Sayang mereka kali ini ditangkap oleh para prajurit perang. Dengan dipimpin seorang jenderal perang yang pemabuk, mereka terpaksa ikut ambil bagian dalam perang ini. Keadaan memaksa mereka untuk terlibat perang dengan lawan yang berada di seberang sungai. Yang notabene, di seberang sungai tersebutlah Sad Hill berada. Blondie kemudian mendapatkan ide cemerlang untuk meledakkan jembatan penghubung kedua pihak tersebut, agar selain perang bisa diakhiri, dia dan Tuco juga bisa segera kembali ke tujuan utama mereka.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (1)

Setelah berhasil meletakkan dinamit di bawah jembatan, Tuco dan Blondie akhirnya berhasil meledakkan jembatan tersebut. Perang pun usai. Di kesempatan ini Tuco memberi tahu Blondie bahwa nama dari pekuburan yang dicari adalah Sad Hill. Blondie juga memberi tahu Tuco bahwa nama kuburan yang ada emas di dalamnya adalah bernama Arch Stanton.  Esok harinya , Tuco yang cerdik segera mengambil kuda kemudian menuju Sad Hill sendirian.

Setelah mencari beberapa lama, Tuco akhirnya menemukan kuburan dengan nama Arch Stanton di atasnya . Mulailah dia menggali kuburan tersebut. Blondie yang tidak mau ketinggalan ternyata juga datang dengan membawa sekop. Dia meminta untuk Tuco menggali dengan sekop. Tak berapa lama datanglah Angel Eyes. Dia kemudian meminta Blondie dan Tuco untuk sama sama menggali. Tapi segera terkuak bahwa di kuburan tersebut tidak berisi apa apa. Blondie mengatakan bahwa dia tidak mempercayai Tuco, sehingga dia tidak memberitahukan nama kuburan yang asli kepadanya.

Blondie kemudian mengusulkan untuk mereka bertiga melakukan duel penghabisan. Dimana sebelumnya Blondie akan menuliskan nama kuburan tempat emas tersebut di sebuah batu. Pemenang dari  duel nantinya berhak atas emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (8)

Duel ketiganya kemudian berlangsung. Ketegangan diantara masing-masing tokoh berpuncak di sini. Angel Eyes berpikir apakah dia akan menembak Tuco dulu atau Blondie, sebab dia tahu bahwa Blondie adalah jago tembak, selain itu dia juga memiliki pertimbangan bahwa ada kemungkinan Blondie akan menembak Tuco, sebab Tuco pernah bermasalah dengan Blondie, juga karena Blondie sempat menerima tawaran dari Angel Eyes untuk berbagi koin emas tersebut. Jadilah Angel Eyes sepertinya akan memilih Blondie sebagai sasarannya, dengan asumsi, Blondie membunuh Tuco dan Angel Eyes membunuh Blondie.

  IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (24 sentenza)

Sementara itu Tuco masih kebingungan ingin menembak siapa, dia tahu bahwa Blondie sempat membuatnya kesal di awal cerita karena meninggalkannya di tengah gurun, juga karena dia kemungkinan mengincarnya karena sebelumnya Blondie dan Angel Eyes sepertinya sudah mencapai kesepakatan berdua. Tapi di sisi lainnya Tuco juga was-was dengan Angel Eyes, karena dia tahu bahwa Angel Eyes adalah orang yang tidak mau kompromi dan maunya semua keinginannya terpenuhi, apapun resikonya. Dengan pertimbangan itu setidaknya bisa disimpulkan Bahwa dia masih sedikit mempercayai Blondie, dan dia sama sekali tidak bisa mempercayai Angel Eyes, jadi dengan kemungkinan tersebut dia berpikir bahwa akan lebih menguntungkan jika dia memilih Angel Eyes sebagai sasaran tembaknya. Sementara berharap Blondie tidak menghianatinya.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 tuco)

Blondie yang memegang kartu as karena hanya dialah satu-satunya yang mengetahui nama kuburan emas tersebut. Dengan cerdik dia tidak menuliskan apapun di batu yang dijanjikannya. Dengan keputusan seperti ini, jikalau Tuco atau Angel Eyes yang memenangi duel mereka akan merasa ditipu dan tidak akan memenangkan apapun. Blondie sendiri tampak sudah yakin akan pilihan sasarannya, yaitu Angel Eyes, yang menjadi kekhawatirannya adalah jika Angel Eyes dapat menarik pelatuk lebih cepat dari dirinya. Apalagi Blondie tahu bahwa dia sudah mengosongkan pistol Tuco, jadi jika dia gagal menembak mati Angel Eyes maka dia akan mati dengan penyesalan. Satu satunya ancaman baginya adalah Angel Eyes.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 blondie)

Dan 1..2… JLER………!!!!!!

Blondie yang pintar membuat kedua lawannya kebingungan dengan keputusan mereka masing masing. Di sisi lain Blondie sendiri fokus pada Angel Eyes sehingga dia berhasil merobohkan Angel Eyes dalam sekali tembakan, dan kemudian dia menghabisi Angel Eyes dengan tembakan berikutnya sekaligus memasukannya kedalam kuburan yang sudah digali Tuco bersama dengan topinya. Sedangkan Tuco justru kebingungan karena pistolnya tidak berfungsi. Ternyata di malam sebelumnya, Blondie sudah menyiapkan pistol Tuco agar tidak bisa dipakai. Dengan memegang pistol yang siap ditembakkan Blondie memegang kendali sendirian sekarang. Dia tidak memilih untuk menembak mati Tuco karena dia tidak mau serakah seperti di awal film dimana dia mendapatkan karma atas keserakahannya. Selain itu dia juga tidak mau menggali kuburan itu sendirian, terlalu melelahkan  untuk seorang yang sudah bertualang sebegitu jauhnya. Kali ini dia ingin berbagi bersama harta tersebut dengan Tuco.

Dia merasa bahwa karena Tuco lah dia bisa berada di tempat tersebut dan ikut mendapatkan koin emas. Blondie segera menyuruh Tuco untuk menggali sebuah kuburan. Yang ternyata adalah kuburan tanpa nama yang berada di samping kuburan Arch Stanton. Tuco berhasil mendapatkan emas. Ketika kesenangannya tiba tiba pudar karena Blondie sudah menyiapkan gantungan di sebuah pohon untuk Tuco. Karena Blondie tahu bahwa Tuco juga cerdik, kali ini Blondie selangkah di depan Tuco agar tidak lagi dikelabuhi oleh dia.

You see, in this world there’s two kinds of people, my friend: Those with loaded guns and those who dig. You dig.

(Blondie)

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (6)

Tuco dipaksa untuk memasukkan kepalanya ke gantungan tersebut. Lalu Blondie mengambil setengah dari 200.000$ untuk dibawanya pergi. Di kejauhan kemudian Blondie menembakkan peluru untuk memotong tali gantungan, seraya menjerit Tuco berteriak:

“Hey Blondie! You know what you are? Just a dirty son of a bitch!”

TOP QUOTES

There are two kinds of spurs, my friend. Those that come in by the door; those that come in by the window.

(Tuco)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

 – Kita tidak boleh serakah terhadap harta, karena setiap orang punya rejekinya masing-masing. Hendaknya kita tidak terlalu tamak terhadap harta.

 – Uang bisa merubah orang. Dari teman menjadi lawan dan sebaliknya.

 – Percaya kepada orang lain ada perlunya, tapi tidak percaya sepenuhnya. Karena suatu saat nanti bisa jadi mereka akan menjadi bumerang kepada kita sendiri jika terlalu percaya kepada orang lain.

TAHUKAH KAMU?

– Scoring musik The Good, the Bad and the Ugly theme, juga dipakai dalam film The Expendables 2 , dimana Chuck Norris tampil.

 – Clint Eastwood tidak pernah dianggap sebagai aktor papan atas Hollywood di masanya, tapi seiring dengan popularitasnya membidani film film berkualitas dirinya justru lebih dikenal sebagai sutradara dan produser handal.

 – Adegan dimana Tuco mendatangi Sad Hill Cementary ketika dia dikejutkan oleh seekor anjing, itu adalah adegan murni, karena anjing tersebut memang entah dari mana datangnya (tapi justru lucu).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA, BANYAK . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA, BANYAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: BANYAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

 Sebuah masterpiece dari era Sphagetti Western, dapat saya katakan salah satu film terbaik sepanjang masa. Film koboi barat yang sangat lucu, keren, jalan ceritanya sangat menarik dan jajaran castingnya bermain sangat briliant, wajib ditonton (sayang banyaknya kata-kata kasar membuat film ini tidak cocok untuk anak-anak Mungkin dikarenakan tokohnya memang penjahat jadi sangat sering terlontar kata-kata kasar, terutama dari Eli Wallach). Adegan duel final sungguh keren. Leone membuat penonton ikut tegang di puncak duel tersebut, setegang 3 tokoh utama yang berduel di arena . Sekaligus dia juga memberikan plot twist dengan pistol Tuco.. Selain itu mengomentari karya Sergio Leone tidaklah lengkap tanpa scoring musik dari Ennio Morricone luar biasa memorable

Jika anda menginginkan film western yang berat dan keren tonton Once Upon a Time in The West, kalau anda ingin film western yang gokil dan keren inilah film nya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

10

True Grit(2010), Girl, Guns, Graves

DATA FILM

Sutradara: Ethan Coen, Joel Coen . Penulis Naskah:Ethan Coen, Joel Coen, Charles Portis(Novel) . Bintang: Jeff Bridges, Matt Damon, Hailee Steinfeld, Josh Brolin, Robert Duvall . Durasi: 110 menit . Tahun Rilis: 2010.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan dalam 10 nominasi oscar: Best Motion Picture of the Year, Best Performance by an Actor in a Leading Role, Best Performance by an Actress in a Supporting Role, Best Achievement in Directing, Best Writing, Adapted Screenplay,Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Costume Design, Best Achievement in Sound Mixing, Best Achievement in Sound Editing, Best Achievement in Art Direction.

TRUE GRIT - (3)

“Punishment comes one way or another“

JALAN CERITA(PLOT)

Berlatar di Amerika di tahun 1800 an, Mattie Ross(Hailee Steinfeld), gadis berumur 14 tahun yang baru saja menjadi yatim karena ditinggal mati ayahnya yang dibunuh secara kejam, dan dirampas uang 150$, berikut 2 keping koin emas kalifornia dan kudanya oleh Tom Chaney(Josh Brolin). Dengan maksud untuk menjemput jenazah sang ayah, Mattie juga bertujuan untuk mencari dan menyewa seseorang untuk membalas dendamnya.

Mattie Ross: You must pay for everything in this world, one way and another. There is nothing free except the grace of God.

Mattie yang cerdas dan berkemauan keras segera mendapatkan rekomendasi dari sherif di daerah itu, Yell County, Arkansas untuk menyewa salah satu dari tiga orang yang direkomendasikan. Pilihan Mattie jatuh kepada Reuben J. “Rooster” Cogburn(Jeff Bridges), yang walaupun dia adalah seorang deputy U.S. Marshal yang pemalas dan bermata sebelah, tapi dia dikenal sebagai seorang yang “true grit”(seorang yang berkehendak keras, loyal pada tujuannya dan berani menegakkan kebenaran dengan taruhan apapun, dan orang yang berani “stand out in a crowd” dalam memegang teguh prinsipnya).

Awalnya Cogburn masih tidak mau menerima tawaran dari Mattie, tapi karena Mattie terus menerus menekannya untuk menerima tawaran tersebut, Cogburn akhirnya setuju dengan bayaran total 100$ yang dibayarkan setengahnya di awal misi. Keduanya kemudian sepakat untuk keesokan harinya pergi memburu Tom Chaney.

Rooster Cogburn: You go for a man hard enough and fast enough, he don’t have time to think about how many’s with him; he thinks about himself, and how he might get clear of that wrath that’s about to set down on him

Perjuangan Mattie tidaklah mudah karena Tom Chaney saat ini sudah bergabung dengan komplotan geng kriminal yang digawangi “Lucky” Ned Pepper(Barry Pepper) dan melarikan diri ke daerah para indian. Sebagai modal untuk menyewa Rooster, Mattie harus mendapatkan uang secara cepat. Dia memutuskan untuk menjual kuda-kudanya kepada Colonel Stonehill(Dakin Matthews), seorang teman bisnis almarhum ayahnya.

Kejahatan Tom Chaney ternyata lebih dari dugaan sebelumya. Karena sebelum membunuh ayah Mattie, Tom ternyata sudah melakukan pembunuhan kepada senator di Texas. Hal ini mengakibatkan salah satu Texas Ranger bernama  LeBoeuf(Matt Damon) mengejarnya. LeBoeuf mengajak Mattie dan Cogburn untuk bekerja sama menangkap Tom Chaney. Dengan hal tersebut  LeBoeuf bertujuan untuk menegakkan hukum di Texas dan mengadili Tom di sana. Mattie tidak sepakat dengan hal ini, dia berkeinginan untuk menangkap Tom bersama Cogburn saja dan menggantungnya di daerah dimana dia menghabisi nyawa sang ayah yaitu di Arkansas.

Esok harinya ternyata Cogburn dan Leboeuf sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan Mattie. Mattie mengejar keduanya dengan kudanya. Dirinya terpaksa menyeberangi sungai dengan kudanya untuk menyusul Cogburn dan LeBoeuf.

Ketiganya akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menemukan Tom Chaney. Hingga suatu waktu Cogburn dan LeBoeuf mengalami sedikit percekcokan sehingga membulatkan tekad LeBoeuf untuk meninggalkan rombongan tersebut. Tinggallah Mattie dan Cogburn berburu Tom Chaney berdua.

Di tengah perjalanan Cogburn dan Mattie bertemu dengan seorang dokter yang berpakaian kulit beruang. Dari dokter tersebut Mattie dan Cogburn mendapatkan informasi dimana mereka dapat singgah dan menghangatkan diri. Sampailah Cogburn dan Mattie di sebuah shelter. Ternyata di dalam shelter tersebut sudah ada dua orang yang menempatinya. Keduanya adalah buronan pula.

Cogburn mengiterogasi kedua buronan tersebut, yang akhirnya diketahui bernama Moon alias The Kid(Domhnall Gleeson) dan Quincy(Paul Rae). Segalanya menjadi sedikit panas karena Moon memberitahukan informasi yang penting kepada Cogburn, Moon yang tidak terima Moon terus mengoceh segera memotong jari Moon dan menusuknya dengan pisau. Cogburn yang kesulitan mengendalikan suasana segera menembak mati Quincy.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Moon sempat memberikan informasi berharga bagi Cogburn bahwa geng Pepper akan kembali ke shelter tersebut malam ini. Cogburn segera bersiap menginggalkan shelter tersebut dan sembunyi di belakang bukit kecil. Cogburn juga bersiap dengan shotgunnya untuk menghabisi nyawa Ned Pepper.

Tak dinyana ternyata justru LeBoeuf lah yang datang ke tempat tersebut, belum sempat Cogburn memperingatkan LeBoeuf untuk menyingkir, Ned Pepper dan komplotannya datang secara tiba tiba. Mereka segera mengikat LeBoeuf di kuda mereka dan menyiksanya. Cogburn tidak tinggal diam. Dia segera menembak mati beberapa anggota geng Pepper. Sayang kali ini Pepper sendiri berhasil kabur.

Kejadian malam tersebut mempertemukan mereka bertiga kembali. Cogburn yang merasa sudah melewati hari yang berat segera menghabiskan waktu untuk mabuk. Sementara itu keesokan harinya, mengetahui bahwa Cogburn sudah mabuk dan kesulitan untuk konsentrasi dengan tujuan awalnya untuk menangkap Tom Chaney membuat LeBoeuf menginggalkan Cogburn dengan Mattie berdua.

Ketika Mattie hendak mendapatkan air di sungai, tanpa sengaja dia bertemu dengan Tom Chaney yang juga ingin mengambil air di sungai. Tanpa banyak omongan Mattie segera menodongkan senjata kepada Tom. Menganggap bahwa Mattie hanya besar mulut Tom seakan meremehkan Mattie. Tapi Mattie segera membuktikan bahwa dia tidak bercanda dia segera menembak Tom Chaney. Tom Chaney masih hidup dengan luka tersebut. Sementara itu anggota geng lainnya yang memergoki Mattie segera menangkap Mattie.

Lucky Ned Pepper:  They will do it. It will embarrass you every time. Most girls like to play pretties, but you like guns do you?

Cogburn tidak mampu berbuat banyak ketika Ned mengancam dia akan membunuh Mattie jika Cogburn mencoba untuk berbuat macam macam. Ned segera meninggalkan Tom Chaney yang terluka dengan Mattie. Tom diminta untuk tidak melukai Mattie sedikitpun atau dia dijanjikan tidak akan mendapatkan bagian uangnya.

Tom Chaney yang sudah ketus segera mencoba untuk menghabisi Mattie ketika Ned dan komplotannya pergi. Beruntung LeBouef datang dan memukul Tom Chaney. Selamatlah nyawa Mattie kali ini. Mereka berdua segera menjadi saksi Cogburn yang menghampiri Ned dkk untuk menghabisi mereka. Cogburn berhasil membunuh anak buah Ned dengan pertempuran di atas kuda masing masing. Sedangkan Ned sendiri terluka terkena tembakan. Kuda Cogburn sempat tertembak, mengakibatkan dirinya terjatuh dan terjepit di bawah kudanya. Ned Pepper segera menghampirinya untuk menghabisi nyawa Cogburn.

Tiba tiba letusan tembakan terdengar, LeBouef melepaskan tembakan untuk menghabisi nyawa Ned. Ned terkapar jatuh. Sementara itu Tom Chaney yang ternyata masih hidup tiba tiba memukul LeBouef. Belum sempat berbuat banyak dia segera ditembak oleh Mattie hingga tewas di tempat.

Tanpa tersadar Mattie kemudian terperosok ke dalam lubang, namun akar pohon membuatnya tidak terjatuh lebih dalam. Hal yang mengejutkan terjadi karena ternyata di dalam lubang tersebut ada mayat seorang pria. Mattie pun ketakutan, apalagi setelah tahu bahwa dia tidak sendirian di dalam lubang tersebut karena ada seekor ular berbisa. Mattie mencoba untuk tetap tenang tapi ular tersebut makin mendekat. Kemudian ular tersebut segera menggigit tangan Mattie, beruntung kemudian Cogburn turun ke kedalaman lubang untuk menolong Mattie.

Cogburn segera membuka luka Mattie dengan menggunakan belatinya, untuk kemudian menyedot bisa ular sebisanya. Dengan dibantu ditarik kuda oleh LeBouef mereka akhirnya bisa keluar dari lubang tersebut. Cogburn segera menempuh perjalanan nun jauh dan melelahkan siang dan malam untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya bagi Mattie.

Kuda Cogburn sendiri harus direlakan karena kecapaian sehingga terpaksa ditembak mati. Cogburn yang memang berkomitmen pada tugasnya terus berlari hingga pada akhirnya Mattie mendapatkan pertolongan.

Cerita berlalu begitu saja hingga Mattie berusia 40 tahun(diperankan oleh Elizabeth Marvel). Hingga saat itu dirinya tidak pernah lagi mendengar kabar ataupun bertemu dengan Cogburn dan LeBeouf. Kecelakaan karena digigit ular tersebut membuat tangannya harus diamputasi. Dia kemudian menyadari bahwa Cogburn sempat menungguinya hingga dia dipastikan keadaannya stabil di malam itu. Merasa berutang budi Mattie kemudian berusaha untuk mencari kabar Cogburn. Dia kemudian mendapatkan undangan untuk bertemu dengan Cogburn di show bernama Wild West Show. Selain untuk melepas rindu kepada Cogburn Mattie juga ingin menuntaskan bisnisnya dengan Cogburn karena dulu dia belum sempat memberikan 50$ untuk pelunasan pembayarannya kepada Cogburn.

Sayang seribu sayang ternyata nasib berkata lain. Cogburn ternyata sudah meninggal 3 hari sebelumnya. Mattie bersikeras untuk memindahkan kuburan Cogburn ke  pemakaman keluarganya. Di sana kemudian Mattie merenung dan memikirkan akan keputusannya untuk memindahkan kuburan Cogburn itu, begitu pula mengapa dia tidak menikah hingga kini.

TRUE GRIT - (22)

TRUE GRIT - (2)TRUE GRIT - (31) TRUE GRIT - (4)TRUE GRIT - (5)TRUE GRIT - (6)TRUE GRIT - (7)?????????TRUE GRIT - (9)TRUE GRIT - (10)TRUE GRIT - (11)TRUE GRIT - (12)  TRUE GRIT - (15)TRUE GRIT - (16)TRUE GRIT - (17)TRUE GRIT - (18)  TRUE GRIT - (20)

TRUE GRIT - (21) TRUE GRIT - (21)  TRUE GRIT - (22) TRUE GRIT - (23) TRUE GRIT - (23) TRUE GRIT - (24) TRUE GRIT - (24)  TRUE GRIT - (26)  TRUE GRIT TRUE GRIT - (29) TRUE GRIT - (30)  TRUE GRIT - (32)TRUE GRIT - (25)

TRUE GRIT - (1)

TOP QUOTES

 Proverbs 28:1: “The wicked flee when none pursueth”

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki kekerasan hati untuk memperjuangkan hidup dan cita-cita yang dimiliki. Karena dengan sikap seperti itulah, segala rintangan dan halangan dapat dilewati.

– Pentingnya untuk menjadi orang yang mampu memegang teguh komitmen kepada orang lain. Sehingga orang lain akan tidak akan berpikir dua kali untuk menaruh kepercayaan kepada kita.

TAHUKAH KAMU?

– Film yang sama diputar di tahun 1969 arahan  Henry Hathaway dengan bintang John Wayne sebagai Rooster Cogburn (film yang mengantarkan Wayne”The Duke” meraih piala oscar untuk actor terbaik untuk pemeran utama). Gambar di bawah ini adalah Rooster Cogburn 2 versi:

TRUE GRIT - (13)

– film ini diangkat dari novel karya Charles Portis berjudul sama.

TRUE GRIT - (27)

– film ini adalah film Coen bersaudara yang paling sukses sementara ini. Dengan pendapatan yang sangat besar di box office serta kesuksesannya meraih 10 nominasi oscar.

– film ini adalah kerjasama kedua dari Coen bersaudara dengan Jeff Bridges, proyek pertama mereka adalah The Big Lebowski di tahun 1998.

– Scene dimana Mattie bertemu pertama kali dengan Cogburn, yaitu di toilet adalah murni ide dari Coen bersaudara. Cukup aneh memang. Tapi begitulah gaya Coen bersaudara ketika menggarap sebuah film kan?

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 15+(Remaja & Dewasa)

KESIMPULAN:

– The Big Lebowsi, Fargo, No Country for Old Men; hmm saya sudah melahap ketiga film tersebut. Dan jika saya membandingkan dengan gaya penceritaan Coen Bersaudara di kedua film tersebut, film ini lebih mudah dicerna, lebih bersih dalam penggunaan kata kata kasar dan content “berbahaya” khas mereka, meski penggunaan bahasa yang jadul di film ini agak sedikit menyulitkan. Overall, film ini bagus dan Coen bersaudara juga telah sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pantas menjadi sutradara papan atas Hollywood. Jadi tidak sabar dengan proyek mereka selanjutnya, Inside Llewyn Davis.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Unforgiven (1992), Sheriff Keji, Trio Bounty Hunter dan Pelacur Yang Tersakiti (Serta Dosa Yang Tak Termaafkan)

DATA FILM

Sutradara: Clint Eastwood . Penulis Naskah: David Webb Peoples. Bintang:  Clint Eastwood, Gene Hackman, Morgan Freeman. Durasi: 131 menit . Tahun Rilis: 1992.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 5 kategori: Best Actor in a Leading Role, Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen, Best Cinematography, Best Art Direction-Set Decoration, Best Sound.

– Memenangkan 4 Piala Oscar untuk kategori Best Picture(Eastwood), Best Actor in a Supporting Role(Hackman), Best Director(Eastwood), Best Film Editing(Joel Cox). unforgiven - (6)

“It’s a hell of a thing, killing a man.”

JALAN CERITA(PLOT)

She was a comely young woman and not without prospects. Therefore it was heartbreaking to her mother that she would enter into marriage with William Munny, a known thief and murderer, a man of notoriously vicious and intemperate disposition. When she died, it was not by his hands as her mother might have expected, but of smallpox. That was 1878. unforgiven - (1) Suatu malam yang dingin terjadi sebuah insiden di rumah pelacur milik Skinny Dubois(Anthony James) di daerah Big Whisky, Wyoming US. Salah satu pelacur di tempat tersebut, bernama Delilah Fitzgerald (Anna Levine), disakiti salah satu pelanggannya, Quick Mike (David Mucci) dengan cara muka si pelacur dilukai dan putingnya dipotong. Keadaan menjadi gaduh hingga akhirnya datanglah Sheriff Little Bill Dagget(Gene Hackman) yang menenangkan suasana. Little Bill, begitu Bill Dagget dipanggil membuat keputusan yang sulit diterima para pelacur disana.

Karena Bill lebih memilih untuk melepaskan pelaku tindakan kejam tersebut dengan dalih untuk menghindari tertumpahnya lebih banyak darah di daerahnya. Sebagai hukuman Little Bill mewajibkan si pelaku kejahatan untuk memberikan beberapa ekor kuda sebagai ganti rugi atas perbuatannya.

Merasa dikecewakan dengan keputusan sang sheriff, para teman pelacur mengumpulkan uang untuk menyewa seorang koboi untuk membunuh pelaku kejahatan tersebut. Hingga akhirnya terkumpulah 1000$, yang dikumpulkan dari sumbangan para pelacur di tempat tersebut. Seorang koboi muda, yang biasa dijuluki “The Schofield Kid”(Jaimz Woolvett) mencoba peruntungannya untuk mendapatkan bagian hadiah tersebut. Namun dia sadar bahwa dia masih hijau dalam urusan bunuh membunuh.

The Schofield Kid: Yeah, well, Uncle Pete says you was the meanest goddamn son-of-a-bitch alive, and if I ever wanted a partner for a killin’, you were the worst one. Meaning the best, on account as your’s as cold as the snow and you don’t have no weak nerve nor fear.

Dia pun segera menemui seorang legenda gunslinger di masa lalu bernama William “Will” Munny(Clint Eastwood). William Munny dulunya adalah pemuda yang jago adu tembak, suka menembak korbannya tanpa memandang apakah dia wanita atau anak anak, tegasnya dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Tapi itu adalah dulu, saat dia bertemu seorang wanita, akhirnya dia berhasil disadarkan dari sikap buruknya di masa lalu tersebut. Will pun berhenti minum minuman keras, berhenti total dari membunuh dan perbuatan kriminal lainnya, intinya dia sudah bertobat. Ditemani oleh istrinya dan kedua anaknya Will memilih untuk menjadi peternak Babi.

Namun cerita indah tersebut tidak berlangsung lama, sebab sang istri, Claudia meninggal karena penyakit cacar. Will yang memang tidak jago dalam urusan selain menarik pelatuk akhirnya tidak lah menjadi peternak yang sukses, dia harus bekerja ekstra keras untuk menghidupi kedua anaknya dengan menjadi peternak. Bertemulah Schofield Kid dengan Will di rumah will. Schofield yang tahu masa lalu dan mitos kehebatan Will seakan akan menjadi pengagum berat Will. Dia berusaha untuk meyakinkan Will untuk ikut dengannya untuk melakukan pekerjaan ini.

Meski pada awalnya Will ogah ogahan dengan tawaran Schofield, setelah berpikir beberapa lama dan dengan menimbang bahwa dengan uang yang didapat dia lebih bisa menjamin masa depan kedua anaknya Will kemudian memutuskan untuk melakukan pekerjaan kotor ini untuk terakhir kalinya. Will yang memang sudah kehilangan kemampuannya untuk menarik pelatuk pistol kesulitan untuk mendapatkan kemampuannya kembali, bahkan hanya untuk menaiki kuda pun dia kesulitan. Will kemudian memutuskan untuk mengajak partner lamanya, Ned Logan(Morgan Freeman) untuk ikut bersamanya.

Meskipun pada awalnya Schofield hanya meminta dua orang untuk mengerjakan pekerjaan ini, namun Will nampaknya keras kepala dengan keputusannya mengajak Ned. Will dan Ned segera berangkat menuju tempat pertemuan dengan Schofield, ketiganya segera berangkat menuju Big Whisky untuk melakukan pekerjaannya. Sementara itu di Big Whisky, jago tembak lainnya sudah datang. Dia bernama English Bob(Richard Harris). Namun kedatangannya yang mengundang perhatian warga menyebabkan Sheriff Bill tahu akan kedatangannya.

Langsung saja, kedatangannya bersama dengan seorang penulis buku,W.W. Beauchamp (Saul Rubinek) disambut dengan tidak menyenangkan oleh Little Bill. English Bob dihajar habis habisan, dipenjara dan diperlakukan tidak manusiawi. Selanjutnya Little Bill melepaskan English Bob dengan tujuan membuat para calon bounty hunter lainnya ketakutan.

Kedatangan Will dkk sudah diketahui Sheriff Little Bill, sementara Ned dan Schofield naik ke ruangan atas, tempat para pelacur Will sendirian di lantai bawah. Little Bill segera saja menginterogasi Will dan menhajarnya habis habisan, dan menendangnya keluar dari rumah pelacur. Sementara di ruangan atas  Ned dan Schofield diselamatkan para pelacur, Little Sue(Tara Frederick), Silky(Beverley Elliott), Faith(Liisa Repo-Martell) dan Delilah dengan diminta keluar dari jendela kamar.

Ned dan Schofield segera menyelamatkan Will dan membawanya ke tempat aman. Dibantu para pelacur Will mendapatkan perawatan hingga sembuh.

Will Munny: I meant I didn’t want a free one with Alice or Silky. Because of my wife back home. I reckon if I was to want a free one, it would be with you.

Trio Will, Ned dan Schofield menemukan bahwa si pembuat onar di rumah pelacur sedang bersama kawanannya di suatu tempat. Ketiganya segera saja beraksi, dengan pelurunya mereka bisa menembak kaki salah satu teman Quick Mike, yaitu Davey (Si pelaku kejahatan di rumah pelacur), Mike dan teman temannya segera berlindung di belakang bebatuan. Dengan tembakan selanjutnya mengenai perutnya maka Davey nampaknya akan segera mati. Ned dkk segera meninggalkan mereka.

Davey: I’m dyin’ boys. Jesus, I’m so thirsty.

Will Munny: Give him a drink of water, goddamn it. Will you give him a drink of water, for Christ’s sake? We ain’t gonna shoot.

Selanjutnya Ned memutuskan untuk pergi ke selatan, meninggalkan Will dan Schofield untuk merampungkan tugas mereka. Tak disangka karena ternyata kepergian Ned diketahui Little Bill yang segera menangkapnya dan menyiksanya tanpa ampun. Ned yang pada awalnya masih bisa bungkam mengenai identitas kawan kawannya akhirnya buka mulut,meski pada akhirnya dia mati di tangan Little Bill.

Will dan Schofield menemukan tempat persembunyian Quick Mike dkk, merasa kalah jumlah. Will menentukan strategi untuk menunggu Mike keluar sarangnya sendirian. Benar, akhirnya Mike keluar dari rumah persembunyiannya sendirian karena hendak buang hajat. Will tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Dia menugaskan Schofield untuk menyerbu Mike sementara Will mengawasi dari kejauhan. Schofield berhasil membunuh Mike. Suara tembakan mengagetkan seisi rumah persembunyian, para kawan kawan Mike segera keluar. Will menembakkan senjata untuk mencegah mereka mendapatkan aksi balasan. Will dan Schofield segera kabur dengan kudanya masing masing.

Little Sue: He said how you was really William Munny out of Missouri… and Bill said “Same William Munny that dynamited the Rock Island and Pacific in ’69 killin’ women and children an’ all?” And Ned says you done a lot worse than that, said you was more cold blooded than William Bonney or Clay Alisson or the James Brothers and how if he hurt Ned again you was gonna come an’ kill him like you killed a U.S. Marshall in ’73.

Will Munny: And that didn’t scare Little Bill though, did it?

Little Sue: No, sir.

Mereka berdua segera menemui salah satu pelacur di suatu tempat yang aman. Uang hadiah akhirnya mereka dapatkan. Schofield memilih untuk mabuk semabuknya karena tenggelam dalam rasa bersalahnya membunuh seseorang, setelah itu dia memberi tahu Will bahwa aksinya membunuh Mike adalah pembunuhan pertamanya. Dan dia telah berbohong kepada Will dan Ned bahwa dia sudah membunuh lima orang sebelumnya. Delailah kemudian memberitahukan kepada Will dan Schofield bahwa Ned sudah ditangkap Little Bill dan disiksa hingga mati.

Little Bill Daggett: Look son, being a good shot, being quick with a pistol, that don’t do no harm, but it don’t mean much next to being cool-headed. A man who will keep his head and not get rattled under fire, like as not, he’ll kill ya. It ain’t so easy to shoot a man anyhow, especially if the son-of-a-bitch is shootin’ back at you.

Will tercengang akan hal ini karena sebelumya sepengetahuannya, Ned pergi ke selatan. Will segera mengenggak alkohol, hal yang jarang dilakukannya akhir-akhir ini setelah bertobat. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa mengandalkan kemampuan Schofield, dia segera meminta pistol Schofield kemudian mengirim Schofield untuk memberikan uang hadiah kepada keluarga Ned dan kepada anak anak Will. Sementara itu Will pergi sendirian untuk membuat perhitungan dengan Little Bill.

Little Bill Daggett: Well, sir, you are a cowardly son of a bitch! You just shot an unarmed man!

Will Munny: Well, he should have armed himself if he’s going to decorate his saloon with my friend.

Di malam hari, dengan amarah di dalam dadanya Will mendatangi rumah pelacur. Disana dia menjadi saksi bahwa Ned sudah mati dan ditempatkan di peti terbuka di depan rumah pelacur.

Little Bill Daggett: You’d be William Munny out of Missouri. Killer of women and children.

Will Munny: That’s right. I’ve killed women and children. I’ve killed just about everything that walks or crawled at one time or another. And I’m here to kill you, Little Bill, for what you did to Ned.

Will segera membunuh pemilik tempat pelacuran tersebut, selanjutnya membunuh Little Bill dan komplotannya, untuk kemudian pergi melenggang.

Little Bill Daggett: I’ll see you in hell, William Munny.

Will Munny: Yeah.

Akhirnya will bisa pulang dengan tenang, membawa pulang hadiah uangnya dan memulai kehidupan lebih baik.

Will Munny: You better bury Ned right!… Better not cut up, nor otherwise harm no whores… or I’ll come back and kill every one of you sons of bitches.

unforgiven - (1) ????????????????? unforgiven - (2) unforgiven - (11)unforgiven - (2) unforgiven - (3)    unforgiven - (7)   ????????????????? unforgiven - (4)

?????????????????

TOP QUOTES

Little Bill Daggett: You’d be William Munny out of Missouri. Killer of women and children. Will Munny: That’s right. I’ve killed women and children. I’ve killed just about everything that walks or crawled at one time or another. And I’m here to kill you, Little Bill, for what you did to Ned.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Bahkan penjahat terburuk sekalipun memiliki sifat baik, Will yang begitu sayang kepada istrinya dan peduli kepada anak-anaknya, serta setia kawan kepada Ned.

– Bahwa pembunuh saat itu yang paling ditakuti dan paling jago justru bukan yang paling lihai dan cepat menarik pelatuk, melainkan pembunuh yang berdarah dingin dan paling hebat mentalnya dalam menaklukkan lawan-lawannya.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini adalah film Western terakhir yang memenangi Oscar untuk Best Picture (setidaknya hingga saat ini, 2013).

– Film ini adalah satu dari tiga film yang memenangi Oscar, dua lainnya adalah Dances With Wolves (1990) dan Cimarron (1931).

– Sebelum diperankan Clint Eastwood, Gene Hackman sendiri menolak peran untuk William ” Will ” Munny.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan dengan cambuk dan pisau. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Kesan penokohan yang agak unik, karena di film ini anda akan disuguhi karakter pembunuh berdarah dingin yang akan mendapatkan simpati anda. Bagaimana dia begitu sayang dengan keluarganya, ingin memberikan yang terbaik buat mereka. Di sisi lainnya anda akan disuguhi karakter Sheriff yang kejam dan tegas menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan terkesan kejam dan jahat. Adegan puncak dimana Will menghabisi seisi rumah pelacuran, transformasinya dari koboi tua renta menjadi pembunuh yang tanpa ampun sungguh patut diacungi jempol. Sangat Layak OSCAR!

 SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING8

Once Upon a Time in the West(1968), Pembunuh Berdarah Dingin, Pria Harmonika Misterius dan Janda Pemilik Lahan

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Sergio Donati & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Dario Argento & Bernardo Bertolucci . Bintang: Claudia Cardinale, Henry Fonda, Charles Bronson, Jason Robards . Durasi: 175 menit . Tahun Rilis: 1968.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

Once Upon a Time in the West - 1

“There were three men in her life. One to take her… one to love her… and one to kill her”

JALAN CERITA(PLOT)

Pada suatu ketika di sebuah stasiun kereta api, datanglah 3 orang bandit. Semua terasa tidak jelas tentang apa yang mereka lakukan disana. Hingga ketika kereta tiba, ketiga bandit tersebut merasa tidak menemukan seorang penumpang kereta yang mereka tunggu.

You brought two too many.

(Harmonica)

Ketika ketiganya mulai beranjak pergi, dan keadaan stasiun menjadi sepi, terdengarlah alunan harmonika dari seberang rel kereta api. Disana berdiri seorang pria dengan membawa barang barangnya.

Terjadilah duel antara ketiga bandit tadi dengan pria harmonika(Charles Bronson). Meski salah satu bandit mampu menembak pria harmonika tapi pria harmonika tetap bertahan dan selamat, sedangkan ketiga bandit mati di tempat.

Harmonica: I saw three of these dusters a short time ago, they were waiting for a train. Inside the dusters there were three men.

Cheyenne: So?

Harmonica: Inside the men there were three bullets.

Sementara itu di tempat lain, daerah tandus bernama Sweetwater, Brett McBain sedang berburu burung bersama Timmy, anaknya yang paling bungsu. Ketika mereka kembali ke rumah mereka, Timmy segera diminta masuk ke rumah untuk merapikan diri. Anak Brett McBain yang perempuan, Maureen sedang menyiapkan meja makan mereka untuk menyambut kedatangan Ibu angkat mereka yang datang dari New Orleans. Sementara itu Patrick, anak lelaki McBain yang beranjak remaja diminta segera bersiap untuk menjemput sang calon ibu di stasiun kereta. McBain sendiri mengambil air di sumur untuk membasuh muka dan minum.

Suasana tiba tiba menjadi senyap, seolah pertanda akan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tak lama kemudian burung burung yang ada di belakang semak semak tiba tiba terbang seolah dikagetkan akan sesuatu. Hingga tak berapa lama terdengarlah satu tembakan. McBain mengira itu adalah seseorang yang sedang berburu burung di daerah tersebut. Namun dia segera menyadari bahwa hanya keluarganya lah yang tinggal di daerah terpencil nun jauh dan tandus seperti itu, burung- burungnya dilihat tidak ada yang jatuh tertembak, naluri kebapakannya segera membuatnya menoleh kepada anaknya Maureen yang ternyata sudah tertembak, dia segera menghambur menuju Maureen, namun satu tembakan lainnya segera terdengan, McBain tertembak, dia masih terus berupaya mendekati meja makannya untuk mengambil senjatanya dan mempertahankan diri, namun satu tembakan lainnya membuatnya terkapar. Patrick yang keluar dengan mengendarai kereta kudanya tidak luput dari tembakan. Lalu tinggalah Timmy, si kecil yang masih hidup.

Timmy yang mendengar banyak tembakan segera keluar. Di luar dia menemukan bahwa semua anggota keluarganya sudah dibantai, dan dari semak semak munculah 5 koboi bersenjata yang mendekatinya. Tidak tampak ketakutan di wajah Timmy, hanya keheranan mengapa keluarganya menjadi sasaran pembantaian seperti ini. Salah satu koboi bertanya kepada Frank, akan diapakan si anak kecil ini. Frank yang menyadari bahwa salah satu anggotanya bertindak idiot dengan menyebutkan namanya tidak memiliki pilihan lain selain membunuh Timmy. Lengkaplah sudah keluarga BrettMcBain dibantai siang itu.

People scare better when they’re dying.

(Frank)

Sementara itu di stasiun kereta, saat kereta tiba, si calon nyonya McBain, Jill(Claudia Cardinale), tiba, setelah kebingungan selama beberapa jam karena si penjemputnya tidak kunjung tiba. Dia memutuskan untuk menyewa kereta kuda untuk mengantarnya ke rumah Brett McBain. Diantarlah dia oleh seorang kusir kereta kuda yang senang tertawa lebar bernama Sam(Paolo Stoppa). Di tengah perjalanan mereka sempat menyaksikan pembangunan jalan kereta api, sesuatu yang baru di wilayah itu dan di saat itu. Ketika perjalanan mereka sudah cukup lama Sam memutuskan untuk beristirahat dan minum sebentar di sebuah Bar di pinggir jalan. Jill tidak mau sendirian di luar menyusul ke dalam bar. Sempat Jill berbincang dengan pengunggu bar sampai terdengar banyak suara kuda dan tembakan di luar bar. Seisi bar menjadi terpaku akan suara suara tersebut.

Kamudian masuklah pria ke dalam bar tersebut, dia kemudian memesan minuman. Tak berapa lama terdengarlah kembali lantunan harmonika di dalam ruangan tersebut, seisi rungan bar kembali bingung darimana datangnya suara itu. Pria yang baru datang tadi ternyata bernama Cheyenne(Jason Robards), seorang buronan kelas kakap.

Dan yang sebenarnya terjadi di luar tadi adalah Cheyenne sedang melawan para petugas keamanan yang sedang menangkapnya dan kemungkinan mengantarnya ke penjara. Cheyenne segera menghampiri pria berharmonika, setelah sempat mengejek pria harmonika karena cuma bisa bermain harmonika dan menaruh pistolnya didepannya. Cheyenne segera menyadari ada salah satu pria di dalam bar yang hendak mencabut pistolnya. Cheyenne menodongnya dengan pistol untuk menyuruhnya memutus rantai tahanan yang dipakainya sekarang. Tak berapa lama munculah kedalam bar beberapa pria yang ternyata mereka adalah anak buah Cheyenne yang bermaksud untuk menyelamatkannya.

Cheyenne segera ingin pergi namun pria harmonika meminta pistolnya kembali, Cheyenne yang sadar bahwa dia membawa pistol milik pria harmonika segera menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan kepada pria harmonika. Kemudian pria harmonika menarik mantel anak buah Cheyenne, karena dia tahu bahwa mereka semua menggunakan mantel yang sama dengan ketiga pria yang dibunuhnya di stasiun di awal cerita. Cheyenne tidak percaya dengan omongan pria harmonika, sebab dia tahu persis bahwa dia ataupun anggotanya tidak ada yang pergi ke stasiun hari itu, selain itu orang yang menggunakan mantel berwarna coklat khas Cheyenne hanyalah orang-orangnya Cheyenne saja, dan satu hal lagi karena anggota Cheyenne tidak mudah dibunuh.

 That’s a crazy story, Harmonica, for two reasons. One, nobody around these part’s got the guts to wear those dusters except Cheyenne’s men. Two, Cheyenne’s men don’t get killed.

(Cheyenne)

Jill segera melanjutkan perjalanannya bersama Sam. Dan ketika mereka sampai di kediaman Brett McBain, alangkah terkejutnya Jill karena sambutan meriah yang dia harapkan berubah menjadi sambutan kelabu, sebab seluruh keluarga McBain sudah tewas dan siap dimakamkan, suatu hal yang seperti sudah difirasatkan olehnya karena Jill memang datang dengan mengenakan gaun warna hitam, warna yang biasa digunakan oleh orang yang sedang berduka cita. Lalu segera terkuaklah bahwa Jill sebenarnya sudah diperistri oleh Brett McBain sebulan yang lalu di New Orleans, yang artinya dia adalah resmi menjadi nyonya/ janda McBain saat ini. Prosesi pemakaman segera dilaksanakan pada hari itu juga, Sam sempat mengajak Jill untuk kembali saja ke New Orleans, tempat yang lebih ramai daripada di kediaman McBain ini, namun tawaran tersebut ditolak oleh Jill, karena dia tahu bahwa semasa hidupnya Brett adalah pria yang kaya, dan dia berharap dapat menemukan harta penginggalan suaminya dahulu sebelum kembali ke New Orleans. Lalu datanglah para sheriff daerah tersebut dengan membawa bukti pembunuhan berupa sepotong kain yang diidentifikasi adalah potongan mantel seragam Cheyenne. Merekapun bergegas untuk memburu Cheyenne dan komplotannya.

Do you know anything about a guy going around playing the harmonica? He’s someone you’d remember. Instead of talking, he plays. And when he better play, he talks.

(Cheyenne)

Di tempat lain pria Harmonika menemui wobbles, pria yang sudah membuat kesepakatan kepada pria harmonika  agar dapat mempertemukannya dengan Frank(Henry Fonda). Setelah sempat menganiaya Wobbles, pria harmonika sadar bahwa Frank tidak datang ke stasiun karena dia pergi ke kediaman McBain dan melakukan pembantaian disana.

Cheyenne tiba di rumah Jill yang sudah bersiap untuk pergi, dia kemudian meminta Jill untuk membuatkannya kopi, meski sempat kesal karena tahu bahwa Cheyenne dan komplotannya adalah pembunuh suaminya Jill menurut saja untuk membuatkan Cheyenne kopi. Cheyenne menjelaskan bahwa dia dan komplotannya tidak melakukan pembunuhan di kediaman McBain, Cheyenne segera pergi dari kediaman McBain setelah itu. Tidak lupa dia  mengingatkan bahwa komplotan pembunuh sebenarnya pasti akan mengincar Jill. Saat hendak menyiapkan kereta kudanya untuk kembali ke New Orleans, datanglah pria harmonika ke tempat Jill.

When you hear a strange sound, drop to the ground.

(Harmonica)

Pria harmonika membenarkan perkataan Cheyenne, bahwa Jill sedang dalam bahaya. Kali ini pria harmonika meminta Jill untuk mengambilkannya air segar di sumur, ketika keduanya sedang mencoba mengambil air dari sumur, muncul dua pria yang membawa senjata dan berkuda ke arah mereka. Pria harmonika sadar bahwa ini adalah dua orang yang berniat untuk membunuh anggota keluarga terakhir dari McBain, dia segera menghabisinya tanpa ampun.

 I like my water fresh.

(Harmonica)

Sekarang terkuaklah siapa sebenarnya pembunuh keluarga Mcbain, yaitu bukannya anggota Cheyenne, tapi Frank dan komplotannya. Jill mendatangi wobbles untuk memintanya mengatakan kepada Frank bahwa dia ingin membuat kesepakatan pribadi kepada Frank demi keselamatan nyawanya. Pria harmonika menguntit Wobbles menuju kereta dimana Frank dan Morton(Gabriele Ferzetti), pria taipan cacat, yang menyewanya.

My weapons might look simple to you, Mr. Morton, but they can still shoot holes big enough for our little problems.

(Frank)

Meski pada awalnya Frank hanya diminta untuk menakut nakuti keluarga McBain, Frank malah membunuh mereka semuanya. Wobbles yang datang langsung kepada Morton dan Frank langsung membuat Frank naik darah sebab dengan begitu dapat dilacak siapa sebenarnya pembunuh keluarga McBain dan siapa dalang dibalik semua ini.

 Your friends have a high mortality rate Frank. First three, then two.

(Harmonica)

Setelah menengok di luar jendela dan mengetahui bahwa Wobbles sudah dikuntit, Frank segera siap siaga. Dan ketika anggotanya Frank datang dengan menaiki kuda menuju kereta Frank, pria harmonika segera turun dari kereta agar tidak kepergok anggota Frank. Namun nahas karena Frank sudah menodongkan pistol ke mukanya. Pria harmonika pun segera diikat di dalam gerbong kereta. Frank makin marah kepada Wobbles karena kecerobohannya hampir membahayakan keselamatan mereka semua. Wobbles ditendang keluar kereta oleh Frank. Setelah jatuh Wobbles melihat bahwa dibawah kereta sedang bersembunyi seorang pria lainya yaitu, Cheyenne. Cheyenne sempat memberi isyarat agar Wobbles diam namun dia malah mencoba untuk memberitahu Frank, yang segera direspon oleh Frank dengan menembaknya tiga kali. Wobbles pun mati, sementara itu Cheyenne masih selamat.

Frank yang mencoba mendapatkan identitas pria harmonika namun gagal segera diminta Morton untuk memastikan bahwa Jill sudah tewas, Frank bersama anak buahnya segera mendatangi Jill. Cheyenne kemudian masuk dan menyelamatkan pria harmonika, namun dia sengaja tidak menembak mati Morton, karena dia tahu bahwa Morton tidak layak dibunuh saat ini.

Frank: So, you’re the one who makes appointments.

Harmonica: And you’re the one who doesn’t keep them.

Di kediaman McBain dikirim banyak bahan baku untuk pembangunan bangunan, Jill sempat bingung dengan hal ini, namun dia segera tahu bahwa McBain berniat untuk membangun stasiun di daerah itu karena dia sempat melihat replika bangunan-bangunan ketika sedang mencari harta McBain yang mungkin ditinggalkannya di rumahnya.

Cheyenne diberitahu oleh pria harmonika bahwa tanah tersebut akan sangat berpotensi menguntungkan secara finansial di masa mendatang sebab, jalur kereta api pasti akan melewati daerah tersebut. Sebagai catatan bahwa kereta api di masa tersebut menggunakan tenaga uap, dan di daerah tersebut hingga 50 mill jauhnya, hanya daerah Sweetwaterlah yang memiliki cadangan air. Sehingga hampir dipastikan daerah tersebut akan laku keras. Namun sepertinya rencana Brett McBain bukanlah untuk menjual tanah tersebut melainkan memiliki stasiun sendiri di daerah tersebut. Pria harmonika menegaskan bahwa Brett McBain tidak akan mendapatkan apapun saat jalur kereta api melintasi daerahnya kecuali saat itu sudah siap dengan adanya stasiun. Cheyenne sadar akan hal ini dan setuju untuk mengerahkan pasukannya untuk bekerja membantu membangun stasiun.

Frank yang bertemu Jill segera bercinta dengannya, kemudian keduanya sepakat bahwa Jill akan melelang tanahnya. Tibalah saat pelelangan tersebut. Anak buah Frank ikut serta di dalam ruangan lelang untuk mengintimidasi peserta lelang agar nilai lelang tidak terlalu tinggi. Hingga pada nilai 500$ seakan lelang akan selesai, kemudian munculah pria harmonika yang menawar 5000$ dengan nilai dari penyerahan buronan wilayah tersebut yang tidak lain adalah Cheyenne. Cheyenne segera diamankan untuk segera dikirim ke penjara Yuma. Pria harmonika memenangkan lelang.

Morton yang merasa Frank sudah bertindak diluar batas segera menyuap anggota Frank untuk membunuh Frank. Frank yang keluar dari tempat Jill dan pria harmonika segera menyadari bahwa dia diincar oleh anakbuahnya setelah diberitahu secara tersirat oleh pria harmonika. Pria harmonika sempat membantu Frank untuk membunuh beberapa anak buah Frank. Jill sempat bingung mengapa pria harmonika menyelamatkan Frank. Namun pria harmonika dengan enteng menjawab bahwa dia tidak menyelamatkan Frank, dia hanya tidak membiarkan Frank terbunuh karena ia ingin membunuh dengan tangannya sendiri.

They were all alive until they met you, Frank.

(Harmonica)

Setelah kejadian itu Frank kembali ke kereta dimana Morton bersembunyi, dia mendapati bahwa anak buahnya telah banyak yang mati bergelimpangan, setelah mencari cari dia menemukan Morton sudah tidak berdaya terkapar di samping aliran air kecil, meski awalnya berniat membunuhnya, Frank kemudian mengesampingkan keinginannya tersebut, karena dia tahu bahwa Morton akan lebih menderita dengan hidup seperti itu daripada dibunuh.

Kembali ke kediaman McBain, Jill sedang sibuk menata rumahnya ketika Cheyenne tiba tiba masuk rumah, Jill merasa senang karena Cheyenne bisa lolos dari penjaganya dan memutuskan kembali ke kediaman McBain. Saat Cheyenne meminta kopi kepada Jill, Jill tidak menolak. Bahkan dia menawarkan Cheyenne untuk merapikan jenggotnya. Sementara itu pria harmonika menyerut kayu sambil memandangi para pekerja yang sedang membangun stasiun di kediaman Jill, hingga orang yang ditunggunya tiba, yang tidak lain adalah Frank.

You don’t understand, Jill. People like that have something inside… something to do with death.

(Cheyenne)

Frank datang bukan lagi dengan motif uang, wanita atau kekuasaan melainkan dia masih penasaran siapa pria harmonika sebenarya dan apa yang dia inginkan sehingga mati matian melindungi janda McBain. Keduanya terlibat duel. Door… dan ketika itu pula Frank jatuh terkapar oleh tembakan pria harmonika.

Pria harmonika segera mengeluarkan harmonikanya untuk diselipkan di bibir Frank, hal ini membuat Frank sadar, siapa sebenarnya pria harmonika, dia tidak lain adalah anak kecil lugu yang sewaktu Frank masih menjadi Bandit amatir disuruh untuk berdiri dan menahan badan kakaknya yang lebih besar yang di lehernya disiapkan tiang gantungan. Logikanya karena badan kakaknya yang lebih besar pria harmonika kecil kesulitan untuk menahan keseimbangan. Frank menyelipkan harmonika ke mulut pria harmonika dan memintanya untuk menghibur kakaknya yang lantas pria harmonika jatuh ke tanah dan kakanya mati di tiang gantungan.

 Keep your lovin’ brother happy.

(Frank)

Pria harmonika yang sudah selesai dengan misi pribadinya segera pergi dengan sebelumnya meminta pamit kepada Jill McBain dan Cheyenne. Cheyenne juga memutuskan untuk pergi. Cheyenne yang ternyata menerima luka tembak ketika mendatangi pak Choo Choo (Morton) mati di tengah jalan, pria harmonika segera membawa mayatnya dengan kudanya. Sementara itu Jill McBain memberikan minuman kepada para pekerja yang membantunya mendirikan stasiun, sesuatu yang menjadi permintaan Cheyenne sebelum dia meninggalkan tempat itu.

Once Upon a Time in the West - 6 Once Upon a Time in the West - 7 Once Upon a Time in the West - 8  Once Upon a Time in the West - 10   Once Upon a Time in the West - 13

TOP QUOTES

 You know Ma’am, when you’ve killed four, it’s easy to make it five

(Cheyenne)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki visi ke depan, melihat potensi akan sesuatu, karena apa yang kita lihat dengan mata kita saat ini bisa jadi akan sangat berguna di masa mendatang. Buka mata buka pikiran.

TAHUKAH KAMU?

– Peran Harmonika sempat ditawarkan kepada Clint Eastwood, yang bersama Sergio Leone berkolaborasi di tiga film sebelumnya, Trilogy Dollars, namun Eastwood menolaknya. Dan peran jatuh kepada Charles Bronson, seorang aktor yang dulunya menolak ambil bagian di trilogy dollars.

– Pertama kalinya bagi Henry Fonda berperan sebagai penjahat di film ini.

– Saat Maureen sedang mempersiapkan makanan dia bersenandung lagu “Danny Boy”, lagu ini jamak ditelinga orang Irlandia, dan tentu saja karena Brett McBain adalah seorang imigran Irlandia (ini sempat disinggung di film oleh Sam).

– John Landis, seorang sutradara film, juga berperan sebagai stuntman di film ini.

– Tebak berapa banyak korban di film ini, ya 29 mayat.

– Jill dan Sam melakukan perjalanan kereta paling jauh di dalam dunia perfilman, mereka melakukan perjalanan dari Spanyol ke Monument Valley, suatu tempat di Arizona AS.

– Sergio Leone sebenarnya berencana memanggil kembali trio The Good The Bad & The Ugly, Eastwood, Wallach dan Van Cleef untuk berperan menjadi anak buah Frank yang menunggu kereta di awal film, namun seiring dengan penolakan Eastwood untuk ambil bagian, rencana ini menguap begitu saja.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Salah satu film western terbaik yang pernah diproduksi. Walaupun alurnya sedikit lambat dan menggunakan sedikit perbincangan, yang mungkin bagi beberapa penonton terasa membosankan, tapi jalinan kisahnya bagus dan banyak scene yang memorable dan berkelas.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9.5

A Fistful of Dollars(1964) aka Per Un Pugno Di Dollari, Pembuka Trilogy Dollar Sergio Leone

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Víctor Andrés Catena,Jaime Comas Gil & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Víctor Andrés Catena & Adriano Bolzoni . Bintang: Clint Eastwood, Marianne Koch, Gian Maria Volonté . Durasi: 99 menit . Tahun Rilis: 1964.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

A Fistful of Dollars - 8

“This is the man with no name. Danger fits him like a glove.”

Apa yang ditawarkan sebuah film western? koboi, saloon,sepatu boots koboi, padang tandus, adu tembak, kejahatan melawan kebaikan, semuanya pastinya ada di film pembuka trilogy dollars milik Sergio Leone ini. Mari kita kupas lebih lanjut.

JALAN CERITA(PLOT)

Kisah dimulai dengan seorang pria berpakaian koboi lengkap dengan ponconya mendatangi suatu tempat di perbatasan Mexico yaitu San Miguel, saat sedang meminum air dari sumur dia menjadi saksi anak kecil yang mencoba masuk ke dalam sebuah rumah. Lantas si anak kecil dipaksa keluar oleh koboi di dalam rumah sehingga ia harus pulang ke pelukan bapaknya. Kekejaman kedua koboi tidak selesai di situ karena mereka juga menghajar si bapak. Dan di rumah tadi terlihat seorang wanita cantik sedang memandang ke luar. Segera dia menutup jendela dan pergi. Pria asing ini, yang akhirnya diketahui bernama Joe(Clint Eastwood)(Setidaknya dia dipanggil Joe di film ini), segera melanjutkan perjalanannya.

You see, I understand you men were just playin’ around, but the mule, he just doesn’t get it. Course, if you were to all apologize…

I don’t think it’s nice, you laughin’. You see, my mule don’t like people laughing. He gets the crazy idea you’re laughin’ at him. Now if you apologize, like I know you’re going to, I might convince him that you really didn’t mean it.

(Joe)

Selanjutnya Joe bertemu dengan Silvanito(José Calvo), si pria tua jelek penjaga tempat penginapan dan tempat makan. Meski Silvanito tahu bahwa Joe tidak punya uang dia memberikan dia makanan dan minuman.

Baxter’s over there, Rojo’s there, me right smack in the middle.

(Joe)

Kemudian dia bercerita bahwa orang-orang di daerah ini sudah banyak yang meninggal, terutama para prianya, sedangkan para wanita yang tertinggal kebanyakan adalah para janda. Kota ini diselimuti dengan pertentangan dan permusuhan antara dua kubu, di satu kubu adalah keluarga Sheriff John Baxter(Wolfgang Lukschy) dan di sisi lainnya adalah Rojo Bersaudara, yang terdiri dari Don Miguel(Antonio Prieto), Esteban(Sieghardt Rupp), Ramon(Gian Maria Volonté) dan Chico(Mario Brega). Di sini Joe juga berkenalan dengan Piripero(Joseph Egger), seorang pria tua yang berprofesi sebagai pembuat peti mati.

Get three coffins ready.

(The Man With No Name / Joe)

Joe merasa bahwa dari situasi yang ada sekarang dia bisa mendapatkan keutungan materi dengan cara bergabung dengan kedua belah pihak. Dia pun menunjukkan kebolehannya membunuh 4 koboi dan meminta Piripero menyiapkan 4 peti mati.

When a man’s got money in his pocket he begins to appreciate peace.

(Joe)

Bersama dengan Silvanito, Joe pergi untuk mengintip kedatangan pasukan Mexico yang membawa kereta yang berisi sesuatu yang berharga menuju ke Amerika untuk ditukar dengan persenjataan. Hingga di suatu tempat di dekat sungai mereka bertemu dengan pasukan Amerika, dan disana mereka dibantai habis habisan. Yang ternyata pasukan Amerika tersebut adalah kawanan Rojo yang sedang menyamar.

Everyone talks about Ramon. Kind of curious to meet him.

(Joe)

If you are smart, you will stay clear of Ramon for as long as possible!

(Silvanito)

Joe segera mendatangi tempat pembantaian pasukan Meksiko tersebut. Membawa dua orang mayat pasukan untuk dibawa ke tempat pemakaman, bukan untuk dikubur, hanya untuk ditempatkan disana, seolah olah mereka orang yang masih selamat dari serbuan tersebut.

Joe segera menginformasikan kepada pihak Rojo bersaudara bahwa mereka telah luput membunuh semua pasukan Meksiko, sebab ada dua pasukan yang masih bertahan hidup dan saat ini ada di pemakaman. Takut kedua pasukan tersebut membocorkan kejadian sebenarnya kepada atasan mereka, Rojo bersaudara segera berangkat ke tempat tersebut, sementara Chico ditugaskan untuk menjaga tempat simpanan mereka.

Di pihak John Baxter, Joe menginformasikan bahwa Kawanan Rojo telah menyerbu pasukan Meksiko di suatu tempat, dan ada dua orang yang selamat. John merasa bahwa ini kesempatan untuk mendapatkan informasi, mereka segera bergegas ke tempat pemakaman.

Sementara itu Joe mengendap endap untuk masuk ke tempat penyimpanan milik Rojo, setelah melumpuhkan Chico dia  bisa masuk. Setelah itu dia menemukan bahwa ternyata tempat simpanan itu adalah simpanan emas hasil rampokan Rojo kepada pasukan Meksiko kemarin. Belum sempat keluar, ada orang masuk, Joe segera melayangkan tinjunya ke orang tersebut, namun ternyata itu adalah Marisol(Marianne Koch), wanita di awal film. Joe yang tahu bahwa Marisol adalah wanita simpanan Ramon Rojo, takut Marisol membocorkan identitas Joe dan apa yang dilakukannya, dia pun membawa Marisol kepada Baxter, disana dia dirawat.

Saat adu tembak Ramon berhasil membunuh kedua “mayat” yang ditempatkan oleh Joe di pemakaman. Setelah tembak menembak secara intens, akhirnya Rojo bersaudara berhasil menawan anak dari John Baxter, yaitu Antonio Baxter(Bruno Carotenuto).

Saat kembali ke markas Ramon panik karena Marisol sudah lenyap, tapi segera sadar bahwa ini adalah ulah John Baxter. Kedua belah pihak segera sepakat untuk melakukan pertukaran tawanan. Disinilah akhirnya Joe tahu bahwa Marisol adalah ibu dari anak kecil di awal film yang mencoba masuk ke rumah. Yang ternyata dia menjadi tawanan pihak Rojo karena suaminya dianggap telah curang dalam permainan kartu dan meminta Marisol menjadi tawanan karena kecurangan tersebut. Joe pun merasa simpati kepada Marisol.

Joe dan Rojo bersaudara berpesta karena telah berhasil membawa Marisol kembali, membunuh dua pasukan Meksiko yang berhasil kabur dan berhasil mendapatkan rampasan emas. Joe berpura pura mabuk agar diantar ke kamarnya. Disana dia pura pura tertidur, tapi ternyata dia keluar dari jendela untuk menyelamatkan Marisol dengan terlebih dahulu melumpuhkan penjaga. Setelah itu Joe membawa Marisol kepada suami dan anaknya, dia memberikan mereka uang dan meminta mereka segera meninggalkan kota itu.

Why are you doing this for us?

(Marisol)

Because I knew someone like you once and there was no one there to help. Now, get moving.

(Joe)

Joe yang kembali ke markas Rojo dengan lewat jendela kaget karena ternyata di dalam kamarnya Rojo bersaudara ternyata sudah ada disana. Mereka pun sadar bahwa Joe telah berkhianat kepada mereka, mereka segera menhajar Joe habis-habisan untuk mendapatkan Marisol kembali, namun Joe bergeming dan tidak memberitahukan keberadaan Marisol. Merasa bosan Rojo bersaudara segera mengurung Joe di suatu ruangan.

Our orders are to make sure he does not die… but also to make sure he regrets the day he was born.

(Chico)

Dan ketika Chico dan salah satu penjaga sedang mencoba melihat kondisi Joe, mereka dikagetkan karena Joe sudah berada di atas dan segera menggelindingkan tong minuman keras kepada mereka, keduanya mati di tempat. Joe yang badannya lemah segera merangsek bersembunyi ke luar ruangan, Ramon dan kawan kawan tahu bahwa ada keributan segera mengeceknya, mereka sadar bahwa Joe sudah kabur, Joe yang sebenarnya masih di dekat pintu keluar segera menyalakan korek apinya dan membakar ruangan itu, diapun segera kabur.

Ramon dan kelompoknya bersusah payah untuk mencari Joe. Namun Joe yang cerdik meminta bantuan Piripero untuk disembunyikan di peti mati. Sedangkan Ramon dan anakbuahnya segera menginterogasi Silvanito, karena dia tahu bahwa Silvanito sering bersama dengan Joe, sehingga keduanya pasti berteman dekat dan saling menjaga. Silvanito yang tidak tahu menahu keberadaan Joe pun bungkam walau terus terusan dipukuli. Ramon tidak kehilangan akal, dia tahu bahwa Joe sudah berkhianat pada kelompoknya pasti akan mencari perlindungan ke pihak lainnya, yaitu Sheriff John Baxter.

Ramon dan anak buahnya segera mendatangi kediaman John Baxter dan membakar rumah mereka. Joe yang berada di peti mati minta untuk diantar Piripero menjauh dari tempat itu untuk bersembunyi di tempat yang aman, di tengah jalan dia menyaksikan keluarga Baxter yang dibantai oleh Rojo bersaudara.

Joe segera bersiap untuk melakukan pembalasan kepada Rojo Bersaudara. Dia menyiapkan tameng baja dibalik ponconya, karena dia tahu bahwa Ramon Rojo sangat senang menggunakan senapan laras panjang dan senang berlatih menembak bagian jantung korbannya. Selain itu Joe juga segera berlatih untuk menembak kembali. Setelah siap dia segera mendatangi Rojo bersaudara yang sedang menggantung Silvanito untuk diinterogasi.

Ramon dan kawanannya bersiap untuk membunuh Joe, Ramon memulai dengan segera menembakkan pelurunya ke Joe. Joe pura pura terjatuh, namun kembali bangkit, setelah kaget, Ramon segera menembakkan pelurunya berulang ke Joe, Joe masih terus bisa berdiri kembali.

When a man with .45 meets a man with a rifle, you said, the man with a pistol’s a dead man. Let’s see if that’s true. Go ahead, load up and shoot.

(Joe)

Mengetahui peluru di senapan Ramon sudah habis, Joe pun segera membuka rahasianya, dia mengeluarkan plat besinya. Joe segera menghabisi keempat anak buah Ramon. Lantas segera melemparkan pistolnya yang tidak  berisi peluru. Keduanya berlomba untuk mendapatkan senjatanya masing-masing dan segera menembak musuhnya. Ramon yang menggunakan senjata laras panjang mambutuhkan waktu sepersekian detik lebih lama dari Joe, namun itu cukup cepat bagi Joe untuk lebih dahulu menghabisi Ramon.

You shoot to kill, you better hit the heart. Your own words, Ramone…….The heart, Ramone. Don’t forget the heart. Aim for the heart, or you’ll never stop

(Joe)

Joe segera membebaskan Silvanito. Tanpa disadari anggota Rojo masih ada satu orang, yaitu Esteban yang bersembunyi di dalam gedung dan bersiap menembak Joe yang berniat mendekati mayat Ramon. Silvanito yang menyadari hal itu dengan cekatan menembak terlebih dahulu Esteban. Kisah pun berakhir.

A Fistful of Dollars - 9 A Fistful of Dollars - 10   A Fistful of Dollars - 13  A Fistful of Dollars - 15  A Fistful of Dollars - 16   A Fistful of Dollars - 19

TOP QUOTES

My mistake. Four coffins…

(Joe)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Ketika anda menjadi orang yang memiliki kemampuan, maka anda haruslah peduli kepada sesama, terutama orang orang yang memerlukan pertolongan anda, layaknya Joe yang menolong Marisol dan keluarganya.

– Saat dua pihak yang berkuasa saling bertentangan dan berseberangan, anda bisa memilih untuk bergabung dengan salah satu dari mereka atau memilih berada di tengah tengah mereka, bukan untuk mati, tapi untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut demi kepentingan anda sendiri.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini adalah pembuka dari Trilogy Dollars milik Sergio Leone, dua film selanjutnya adalah For a Few Dollars More(1965) and The Good, the Bad and the Ugly(1966), ketiganya dibintangi Clint Eastwood.

– Pengambilan gambar dilakukan di negara Spanyol yaitu di daerah Hoyo de Manzanares, dekat kota Madrid.

– A Fistful of Dollars adalah remake film Yojimbo(1961) milik Akira Kurosawa.

– Clint Eastwood meskipun di ketiga film ini terlihat menikmati Cigar, namun sebenarnya dia bukanlah seorang perokok.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK (ada satu dalam bahasa spanyol) . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Acungan jempol patut diberikan kepada Sergio Leone, karena melalui film A Fistful of Dollars ini dia membuka Trilogy Dollars dengan baik, meski (mungkin karena saya lebih dahulu menonton The Good The Bad and The Ugly(1966) dan ekspektasi yang terlalu tinggi) tidak secemerlang film ketiganya di trilogy ini. Dengan durasi yang hanya sekitar 100 menit rasanya masih bisa lebih diperpanjang dengan memperkaya jalan cerita.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8