Don’t Breathe (2016) – Breathe..Then (You’ll) Die!

Dont Breathe Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Fede Alvarez . Writers: Fede Alvarez, Rodo Sayagues. Stars: Stephen Lang, Jane Levy, Dylan Minnette. Durasi: 88 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– None

TRAILER

Tiga remaja bengal menjadikan rumah seorang  pria veteran perang yang buta yang memiliki harta simpanan berlimpah menjadi target operasi pencurian. Segalanya menjadi lebih rumit ketika si pria buta lebih dari sekedar yang mereka kira, hunter to be hunted!

PLOT

Don't Breathe (7).jpg

Tiga remaja tanggung nakal, Rocky(Jane Levy), wanita umur 20an yang mencoba peruntungan dengan melakukan pencurian kecil2 an dengan dua teman lelakinya, si Alex(Dylan Minnette) dan Money(Daniel Zovatto). Pekerjaan yang mereka lakukan biasanya hanya menerobos rumah yang sedang kosong dan menguras barang2 berharga milik penghuni rumah, untuk kemudian dijual ke penadah dengan nilai tak seberapa. Karakter Rocky diceritakan memerlukan pencurian dengan nilai yang lebih besar untuk dirinya melarikan diri bersama adik kecilnya dari ibunya yang kehidupannya sudah rusak. Alex adalah anak dari petugas pemasang alat keamanan di rumah2 mewah, darinya Alex memiliki duplikat kunci dari setiap rumah yang dikerjakan ayahnya. Alex juga memiliki kemampuan untuk menjinakkan perangkat alarm keamanan rumah. Money adalah tipikal bad boy yang mencuri untuk kesenangan dan pesta.

Don't Breathe (6).jpg

Sepandai2nya tupai melompat pasti akan mati juga. Begitupula dengan Rocky, Alex dan Money. Ketika mereka mendapatkan korban berupa mantan veteran perang Afgan yang buta (Stephen Lang) dengan uang cash yang sangat besar, ditambah dengan rumah yang berada di lingkungan yang sangat sepi, semuanya terasa sangat sempurna hingga mereka menyadari bahwa mereka sudah mengusik macan dari tidurnya. Bahwa tiap hembusan nafas mereka bisa jadi hal terakhir yang mereka lakukan.

REVIEW

Don't Breathe (2).jpg

Setelah tiga tahun Fede Alvarez melakukan kesalahan besar dalam dunia film horror dengan mencoba meremake Evil Dead(2013) milik Sam Raimi, kali ini Fede Alvarez melakukan pekerjaan yang begitu briliant dan menuai banyak pujian kritikus lewat gabungan antara Thriller & Crime Drama lewat Don’t Breathe (2016). Don’t Breathe (2016) benar2 membuat penonton seakan ikut menahan nafas ketika setiap karakter dihadapkan pada tantangan2 yang makin menakutkan dari menit ke menitnya. Dari jalan keluar yang tertutup rapat, lampu yang dimatikan, serta kejutan2 lain yang tidak akan saya bocorkan disini.

Don't Breathe (3).jpg

Yang jelas kegilaan dari tiap menitnya terus meningkat dan seakan terus menerus menghantam jantung penonton. Penonton juga dibiarkan untuk memilih apakah suatu karakter benar2 jahat atau abu2 karena pada akhirnya setiap karakter tidak pernah 100% jahat maupun baik. Kematian karakter pertama membuat film sempat terlihat akan berkurang intensitas thrillernya, namun Fede mampu menyuntikkan nafas baru sehingga film makin berbobot dan justru makin mantap hingga akhirnya tiga karakter harus mati [lagi2 saya tidak akan katakan yang mana].

Dont Breathe Comments.png

LIFE LESSONS

  • Just survive..be smart in every situation! Money second, lives first!

DID YOU KNOW?

– Bagi Fede, Dont Breathe(2016) terasa seperti film pertamanya, karena Evil Dead(2013) hanyalah remake dari Evil Dead(1981)  milik Sam Raimi.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

A History of Violence – Dua Rupa Kekerasan (Kekerasan Sebagai Solusi & Masalah)

Picture2.png

MOVIE DETAIL

Director: David Cronenberg . Writers: John Wagner & Vince Locke(graphic novel),Josh Olson . Stars: Viggo Mortensen, Maria Bello, Ed Harris. Durasi: 96 minutes . Year: 2005.

OSCAR 

2 Nominasi:

– Best Performance by an Actor in a Supporting Role (William Hurt )

– Best Writing, Adapted Screenplay (Josh Olson)

TRAILER

PLOT

Film dibuka dengan dua tokoh pria yang baru saja mau check out dari motel,
dari tampilannya keduanya mengingatkan saya kepada Duo Gecko (From Dusk till Dawn),
yang benar saja ketika keduanya meninggalkan tempat tersebut, motel tsb menjadi
tanpa penghuni (if you know what i mean).

Film berlanjut dengan pengenalan tokoh utama, Tom Stall (Viggo Mortensen) adalah pria paruh baya yang hidup tenang dengan keluarga kecilnya. Dirinya adalah pemilik dari warung kopi & pie di tengah kota,
dia tinggal bersama istrinya, Eddie(Maria Bello) dan putra serta putrinya, Jack Stall (Ashton Holmes)& Sarah Stall (Heidi Hayes). Eddie meski sudah 15 tahun menikah dengan Tom, namun tetap merasa awet muda dan mencintai Tom dengan sepenuh hati.

A History of Violence (1).jpg

Kehidupan tenang Tom berubah 180 derajat ketika suatu malam dirinya sedang bersiap
untuk tutup warung bersama 2 karyawannya dipaksa berurusan dengan dua orang yang mencoba merampok warungnya, Tom bergerak cepat dan mampu melumpuhkan kedua perampok tersebut yang tidak lain adalah 2 orang yang ada di awal film. Aksi Tom membunuh 2 orang yang mengancam hidupnya membuat dia seketika menjadi media sirkus dan menjadi pahlawan daerah.
Meski Tom tidak tertarik dengan hal ini, namun ini berdampak pada kehidupannya yang tenang mulai terusik. Suatu hari orang asing yang mengaku bernama Fogarty (Ed Harris) mendatangi Tom dan mengatakan bahwa Tom adalah seorang yang dikenal dengan nama “Joey Cussack”.

Siapakah Fogarty, apa hubungannya dengan Joey dan benarkah Tom mengenal Joey, lalu
siapakah Richie Cussack, ada apa dengan Philadelphia?

MY OPINION

A History of Violence (5).jpg

Bukan film David Cronenberg pertama yang kulihat, Eastern Promises (2007) adalah yang pertama. Sedikit banyak sudah mengenal bagaimana style Cronenberg menyampaikan pesannya lewat film. Cronenberg tidak pernah sungkan sungkan dan setengah2 dalam penyajian, baik kekerasan maupun hubungan seksual dalam filmnya [masih ingat bagaimana kita dibuat ngilu dengan kekerasan di tempat pemandian dalam Eastern Promises atau bagaimana Viggo dipaksa Vincent berhubungan seksual hanya agar dia yakin bahwa Viggo bukan Homo]. Sama-sama diangkat dari graphic novel dengan The Punisher (2004) dan Road to Perdition (2002) dengan tema dan jalan cerita yang meski tidak sama persis tapi secara umum sama,menampilkan kekerasan dan peluru2 berhamburan.

Film ini mengajak kita berpikir akan hakikat dari kekerasan, tentunya perspektif
setiap orang berbeda, banyak hal yang melatarbelakanginya misalnya pengalaman, pemahaman, dan latar belakang. Tapi kali ini saya akan mengajak anda untuk menilai pendekatan film ini dengan sejarah Amerika yang dibangun dengan senjata. Senjata semenjak jaman dahulu menjadi alat bagi kekerasan pendatang dari Eropa untuk menguasai tanah jajahannya, Amerika. Maka wajar hingga kini senjata menjadi hal lumrah bagi masyarakat Amerika, termasuk warga sipil. Jadi jangan kaget
ketika senat Amerika saja terbagi dua antara mendukung penggunaan senjata oleh sipil, serta  mendukung pengaturan penggunaan senjata oleh sipil. Senjata [dan kekerasan] tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sejarah Amerika. Lihatlah film2 koboi yang mengeksploitasi senjata sebagai alat mencari kemenangan/ bertahan hidup.

Picture1.png

Ini pula yang menjadi topik utama dari A History of Violence. Film yang dengan teguh dan konsisten menfokuskan diri pada karakter Tom Stall yang berjuang lari dari kekerasan dengan jalan kekerasan. Ketika kekerasan menjadi solusi dari setiap karakter yang dihadirkan. Dua karakter yang tampil pertama menggunakan kekerasan untuk mendapatkan tempat tinggal dan makanan/ minuman, Tom menggunakan kekerasan untuk dapat mempertahankan keluarganya [dan karyawannya], Jack menggunakan kekerasan untuk bertahan dari ancaman [bully] dari teman temannya, Eddie juga menggunakan kekerasan untuk melindungi ancaman atas Sarah. Kekerasan seolah menjadi solusi yang dianggap normal ketika keadaan memaksa setiap karakter
untuk meraih apa yang mereka inginkan [food, water, shelter, rasa aman dll]. Namun sejatinya kekerasan memiliki dua mata koin, dimana setiap kekerasan yang dilakukan justru menjadi awal dari masalah.

Apa yang Tom lakukan di warung untuk mempertahankan diri justru membuka jatidirinya yang sebenarnya, ini kontras dengan apa yang ingin dia ajarkan kepada Jack bahwa bully tidak perlu ditanggapi dengan kekerasan. Namun buah jatuh tidak jatuh jauh dari pohonnya, Jack meniru apa yang ayahnya contohkan sehingga seluruh keluarga ini mengalami turbulensi kehidupan yang berat karena pendekatan kekerasan
yang mereka lakukan. Pada akhirnya benar atau tidaknya suatu kekerasan digunakan tidaklah penting lagi karena pada dasarnya setiap manusia menggunakan cara2 mereka sendiri untuk dapat mencapai apa yang mereka mau, begitupun dengana masyarakat Amerika pada umumnya, dan akhirnya hukum lah yang akan mengikuti
manusia bukan sebaliknya.

DID YOU KNOW?

Film ini diangkat dari graphic  novel karya  John Wagner dan Vince Locke.

250px-Histvio.jpg

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

The Debt (2010), Hantu Masa Lalu

The Debt DVD.png

MOVIE DETAIL

Director: John Madden. Writers: Matthew Vaughn,  Jane Goldman,Peter Straughan . Stars: Helen Mirren, Sam Worthington, Tom Wilkinson, Ciarán Hinds, Jesper Christensen, Jessica Chastain, Marton Csokas.  Durasi: 113 minutes . Year: 2010.

OSCAR 

Oscar is confirmed dead!

TRAILER

PLOT

Rachel Singer: “My name is Rachel Singer. Please publish what you are about to read. In 1965, I was part of a mission to kidnap Dieter Vogel, The Surgeon of Birkenau, and bring him to Israel to stand trial. We have always claimed that Vogel was killed, trying to escape. But this was a lie. A lie I have lived with for thirty years. And now I understand that I must tell the truth.”

Pada pertengahan tahun 60’an tiga agen terbaik Mossad dikirim untuk tugas negara. Ketiganya masih muda dan bintang di Mossad, adalah Rachel Singer (Jessica Chastain), Stefan Gold(Marton Csokas) dan David Peretz(Sam Worthington). Mereka bertugas untuk menculik seorang dokter bedah dari Jerman bernama Dieter Vogel(Jesper Christensen) ke Israel.

Dieter Vogel sendiri adalah seorang dokter bedah yang terkenal karena perannya dalam kamp konsentrasi Nazi di Polandia. Vogel dulunya adalah dokter yang turut  dalam berbagai percobaan gila pemerintah Jerman yang dilakukan pada kaum Yahudi. Dia dikenal dengan julukan “Ahli bedah dari Birkenau”. Vogel hendak ditangkap dan dibongkar aibnya di kandangnya para Yahudi, Israel.

Rachel, Stefan dan David pergi ke Jerman Timur, tempat dimana kini Vogel tinggal dan berprofesi sebagai dokter kandungan. Rachel dan David memalsukan identitas mereka dan berpura pura untuk menjadi pasangan suami istri. Rachel berusaha untuk mendekatkan diri dengan Vogel dengan menjadi pasien di Kliniknya. Di lain pihak, Stefan mengatur strategi bagaimana menyelendupkan Vogel ke Israel dan rencana meloloskan diri dari penjagaan pasukan Jerman di perbatasan.

Diantara ketiganya, timbulah cinta segitiga. Rachel jatuh hati pada David yang kalem dan pendiam. Sayang cintanya bertepuk sebelah tangan. David yang memiliki masa lalu yang suram karena seluruh keluarganya dibantai di peristiwa Holocaust mengindahkan rasa cintanya kepada Rachel dan lebih berfokus menyelesaikan misi. Sementara Stefan yang terkesan ambisius, justru mendapatkan angin segar dari penolakan halus David dengan mencuri start bercinta dengan Rachel. Rachel pun hamil.

Tibalah hari eksekusi, segalanya berjalan dengan cepat. Rachel membius Vogel di kliniknya dan mengarang cerita bahwa Vogel mendapat serangan jantung. Rachel berhasil mengelabuhi istri sekaligus suster Vogel dan membawa Vogel kepada petugas ambulans. Petugas ambulansnya sendiri adalah Stefan dan David. Ketiganya berhasil membawa Vogel dengan mobil ambulans untuk diselundupkan ke Israel. Namun rencana tinggal rencana ketika usaha mereka gagal karena terjadi kontak senjata dengan tentara Jerman di sekitaran Kantor Pos, tempat dimana mereka akan melintas.

Merasa gagal Stefan segera merancang ide agar usaha mereka tetap dapat berjalan. Namun ketika itu tentara Jerman justru makin intensif memeriksa setiap rumah di kawasan tersebut untuk menemukan Vogel. Dukungan dari pihak pemerintah Amerika gagal didapatkan untuk membawa Vogel. Ketiganya kemudian bergantian menjaga Vogel.

Vogel mendapatkam momentum dengan mencoba melakukan terror psikologis kepada ketiganya. Dengan kerapuhannya Rachel didekati Vogel sehingga Rachel merasa simpati kepada Vogel. David juga berhasil diintimidasi dengan masa lalunya serta dendam pribadinya kepada orang Jerman. Sementara Stefan lebih sulit didekati karena sifat kerasnya. Intimidasi Vogel akhirnya berhasil membuat David kalap dan menyerang Vogel. Stefan mencoba untuk menenangkan David dengan membawanya pergi keluar rumah. Tinggalah Rachel sendirian menjaga Vogel. Vogel lantas berhasil lepas dan melukai Rachel kemudian mengambil langkah seribu.

Dilanda rasa bersalah, frustasi dan malu dan demi nama baik ketiganya, serta institusi Mossad, Stefan, David dan Rachel setuju untuk tutup mulut dengan kegagalan operasi mereka, dan berbohong kepada publik bahwa mereka berhasil mengeksekusi Vogel dan membersihkan jejak jejak kematiannya.

30 tahun kemudian hantu yang sama kembali dan menghantui ketiganya!

LIFE LESSONS
-Always finished what you started!
DID YOU KNOW?
The Debt (8).jpg
Film ini adalah remake film Ha-Hov aka. The Debt yang diproduksi tahun 2007, oleh sutradara Israel Assaf Bernstein.
MY OPINION

Chastain Awesome.png

Satu hal yang harusnya ada dan tiada dari seorang agen spionase. Mereka tidak boleh memiliki perasaan lagi, artinya tidak ada keluarga, masa lalu, teman, pacar, istri suami anak hanya ada satu hal dalam diri mereka dan satu hal saja misi! Mengapa? sebab berbagai hal di luar misi justru membuat seorang agen lemah, vurnerable, memiliki titik lemah mudah dipatahkan dan mudah tersentuh perasaan, mudah terkacaukan konsentrasinya.

Need a relationship? Get a Dog! – Peter Devereaux(The November Man 2014)

Kegagalan David dalam menuntaskan misi yang diimpikannya justru karena kelemahannya sendiri, dia memiliki rasa kasihan kepada Rachel. Membuatnya “menunggu” Rachel hingga mengorbankan tujuan besarnya, misi menculik Vogel. Membuatnya kehilangan kendali saat Vogel “masuk” ke pikirannya dan membuatnya “fucked-up”. Kekuatan terbesar David bisa jadi karena masa lalunya yang suram, namun itu pula yang membuatnya rapuh dan mudah tersentuh secara emosional. Perasaannya telah mengalahkan logikanya untuk kepentingan yang lebih besar, misi negara.

The Debt(2010) adalah remake film Israel berjudul Ha-Hov yang dibuat di tahun 2007. Sudah menjadi tradisi Hollywood jika suatu film yang potensial untuk dibuat versi Hollywoodnya pasti akan mereka buat remakenya. Sayangnya tidak ada banyak hal yang ditawarkan dalam film ini. The Debt(2010) terasa tanggung di banyak hal. Intensitas aksinya kurang menggigit. Juga kisah cinta ketiganya, yang kabarnya kurang diekspos di film versi 2007 masih terasa tanggung di sini. Tidak juga bagaimana dosa masa lalu mereka terungkap dan bagaimana mereka menyelesaikan hutang yang belum lunas di masa lalu terasa terlalu digampangkan.

Dua jam yang dihabiskan terasa sia sia karena memang tidak ada yang spesial, padahal selain diproduseri, naskahnya sendiri sudah dikerjakan oleh orang sekelas Matthew Vaughn (Lock, Stock and Two Smoking Barrels (1998), Snatch.(2000),  Layer Cake (2004), X-Men: First Class (2011) & Kick-Ass(2010),). Tapi apa daya terlalu banyak kelemahan terekspos di film ini, berbanding terbalik dengan penampilan dari Jessica Chastain yang solid dan mudah mendapatkan atensi penonton di film ini. Chastain sungguh berhasil mendapatkan feel seorang spionase sejati disini. Selain itu dari segi akting dramanya dirinya berhasil tampil oke. Ujungnya John Madden yang perlu mendapatkan kritik atas berbagai kelemahan di film ini.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

The Visit (2015), Ngeri Mengusik Naluri

The Visit_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: M. Night Shyamalan. Writers: M. Night Shyamalan. Stars: Olivia DeJonge, Ed Oxenbould, Deanna Dunagan ,Peter McRobbie. Durasi: 94 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

Oscar is going to the grandma’s house 😀

TRAILER

The Visit (1).jpg

PLOT

[“The Visit focuses on a brother and sister who are sent to their grandparents’ remote Pennsylvania farm for a week long trip. Once the children discover that the elderly couple is involved in something deeply disturbing, they see their chances of getting back home are growing smaller every day.”]

Loretta Jamison(Kathryn Hahn) adalah single parent bagi dua bocah. Anak laki-lakinya yang baru berusia 13 tahun, bernama Tyler(Ed Oxenbould) dan kakak perempuannya yang dua tahun lebih tua bernama Becca (Olivia DeJonge). Ayah Tyler dan Becca meninggalkan Loretta untuk bersama dengan wanita lain. Tyler adalah anak badung yang hyperaktif dan gemar nge-rap (meskipun dia putih), sedangkan Becca lebih kalem dan penuh perhitungan. Loretta sendiri dulunya memiliki masalah dengan orangtuanya sehingga kawin lari dengan sang suami. Hingga 15 tahun lamanya Loretta tidak pernah mengkontak ayah dan ibunya.

Suatu hari dirinya punya rencana untuk jalan bersama pacarnya dengan kapal pesiar, demi keselamatan dua buah hatinya dia mengirimkan Tyler dan Becca untuk mengunjungi kakek nenek mereka di pedesaan selama seminggu. Tyler dan Becca setuju dengan hal tersebut, selain mereka mendapatkan pengalaman baru juga mereka berencana untuk membuat film dokumenter akan kehidupan kakek neneknya untuk dipersembahkan bagi Loretta agar hubungan mereka dapat kembali membaik. Karena mereka tahu bahwa Loretta selama ini kurang bahagia dan mendendam kepada kedua orang tuanya.
Grandma: Would you mind getting inside the oven to clean it?
Jadilah hari senin Tyler dan Becca pergi menggunakan kereta api berdua ke tempat kakek dan neneknya. Tyler dan Becca disambut oleh kakek(Peter McRobbie) dan neneknya(Deanna Dunagan) dengan gembira. Segalanya tampak sangat biasa hingga pada Senin malam Tyler dan Becca mendapati sang nenek muntah muntah tidak jelas di tengah malam.
Kejadian kejadian misterius terus terjadi beberapa hari kemudian hingga akhirnya terkuak misteri besar dalam rumah kakek nenek mereka tersebut atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui mereka, seperti Apa yang disembunyikan kakek dan neneknya? Mengapa mereka melarang Tyler dan Becca untuk ke basement rumah? Mengapa mereka berdua menetapkan jam tidur di jam 09.30 setiap malamnya? Mengapa banyak ***** di gudang? Ada apa dengan si nenek yang tiap malam seperti kesurupan? Mengapa sang kakek sering terpancing emosinya dan bertindak brutal?
Tyler: Katy Perry!
LIFE LESSONS
– My Rule :). First: “Kenalkan” anak-anak dengan kakek nenek mereka :D.

DID YOU KNOW?M. Night Shyamalan nama aslinya adalah Manoj Shyamalan. Lebih terkenal karena seringnya mendapatkan Golden Raspberry Award untuk kategori Worst Director.

– Film ini pada awalnya bernama “Sundowning“, tonton filmnya kau akan tahu maksudnya!

THE INTERVIEW

MY OPINION

oven.png

“Have a Great Time” Kiddo!

The Visit(2015) berhasil menghasilkan kengerian yang lumayan mengusik naluri. Jelas film ini dibuat untuk umum, namun khususnya bagi para anak-anak yang  acapkali mengunjungi kakek-nenek mereka. Ide dari M.Night Shyamalan segar dan menarik. Penyajian film juga mudah dicerna dengan twist ending yang membuat kita kembali mengatakan “What the F*ck” mengingatkan kita saat menyaksikan The Sixth Sense (1999)(meski tak sekeras saat itu). Penggunaan kamera dengan teknik handheld camera juga membuat penonton merasa menjadi pihak pertama yang ditakut-takuti. Dan sungguh scene yang melibatkan oven itu membuat saya merinding 😀 lol. Dua kali. F*uck!

Shyamalan sendiri memang lebih baik memfokuskan diri untuk mendirect film daripada menulis naskah, tercatat naskah terbaik sebelumnya yang fenomenal adalah The Sixth Sense (1999) yang menandai namanya di jajaran atas sutradara dan penulis naskah film horror thriller Hollywood, namun setelah itu justru hilang tanpa jejak hingga saat ini. After Earth(2013), The Last Airbender(2010), Lady in the Water(2006) dan dan The Happening(2008) sudah cukuplah untuk mengatakan bahwa kualitas scriptnya tidaklah istimewa. Namun dengan The Visit(2015), Shyamalan telah kembali bangkit dari kuburnya, untuk apa lagi selain menakut nakuti kita.  Patut ditunggu lah kolaborasinya dengan Bruce Willis kembali di Labor of Love.

Dari divisi akting, duo Oxenbould dan DeJonge tampil bagus, chemistry keduanya dapat sebagai kakak dan adik, Oxenbould malah istimewa dengan rapnya di akhir film. Kabarnya ini adalah film horror thriller pertama bagi mereka. Dunagan lah yang bagi saya tampil istimewa, karakternya seperti malam dan siang, baik dan buruk, unik, unpredictable dan mengerikan pada akhirnya.Aura kehadirannya setiap scene yang menampilkan Dunagan membuat kita takut dengan sendirinya. Sedangkan Hahn dan MacRobbie tidak lah terlalu istimewa, namun juga tidak buruk. Saran saya tontonlah film ini di tengah malam dengan lampu kamar yang dimatikan serta sound yang maksimal, kalau perlu ditonton di dapur, dijamin anda akan menolak untuk membersihkan oven nantinya :D. Posternya juga gue suka, creepy :).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th

John Q.(2002), Apa kau akan mempertaruhkan apapun bagi orang-orang yang kau cintai?

John Q._Meter

MOVIE DETAIL

Director: Nick Cassavetes. Writers: James Kearns. Stars: Denzel Washington, Robert Duvall, Ray Liotta. Durasi: 116 minutes . Year: 2002.

OSCAR 

No Oscars.

TRAILER

Give a father no options and you leave him no choice.

Sebuah drama triller bertema penyanderaan biasanya dibungkus banyak aksi dan tembakan, namun dalam John Q.(2002) anda tidak akan mendapati keduanya. Film ini lebih menekankan pada drama keluarga dan sentilan pada dunia kesehatan, terutama di negeri paman sam. Dimana kesehatan mahal harganya. Dunia kesehatan serta rumah sakit berlomba lomba untuk meraup dollar (sepertinya ini juga terjadi di negeri ini), dan juga sindiran akan media, terutama TV yang mengekspos kejadian tanpa teding aling-aling, serta mengutamakan rating dan pemasukan hak siar (ini juga terjadi di negeri tercinta ini).

Film ini membawa kita mendalami karakter John Q., seorang ayah tunggal yang mendapati anaknya mengalami penyakit serius, sehingga butuh keajaiban baginya untuk kembali normal. Berbekal rasa cintanya yang tidak terbatas pada sang anak dirinya rela mempertaruhkan apapun untuk anaknya.

Ada pepatah mengatakan, apakah yang membuat pria menjadi berbahaya, apakah pria yang tak memiliki apapun? ataukah pria yang takut kehilangan segalanya? saya rasa keduanya ada benarnya. Siapapun ketika dihadapkan pada situasi terjepit, live or die, fly or die, pasti insting untuk bertahan hidupnya akan muncul. Sehingga segala rintangan dan halangan dapat diatasi, yang sulit pada kondisi normal akan menjadi mudah, yang mustahil akan menjadi mungkin. Mungkinkah John Q. mendapat keajaiban untuk kesembuhan putra tercintanya? Ataukah dia akan mendapati kenyataan pahit bahwa uang memang segalanya di dunia ini?

PLOT

John Quincy Archibald(Denzel Washington) aka John Q. benar benar sedang dirundung masalah pelik. Awalnya mobil istrinya terpaksa harus disita pihak bank karena menunggak pembayaran beberapa kali. Selanjutnya, dirinya terpaksa mendapatkan pemotongan jam kerja dari pabriknya. Yang ketiga, ketika dia dan istrinya, Denise Archibald(Kimberly Elise), dengan mata kepala mereka sendiri terpaksa menyaksikan sang anak lelakinya, Michael “Mike” Archibald (Daniel E. Smith) harus pingsan saat bermain baseball.

John Q (4)John Q. dan Denise lantas membawa Mike ke rumah sakit terdekat, RS Hope Memorial. Malang tak dapat ditolak ketika pihak RS Hope Memorial mengabarkan kondisi Mike, yang lebih buruk daripada yang mereka duga. Mike mengalami kelainan jantung sehingga memerlukan operasi transplantasi jantung. Biaya yang diperlukan sekitar 3 Milyar.John dan Denise lantas shock dengan kenyataan ini, mengingat mereka berdua cuma pekerja rendahan. Tapi John Q. sempat merasa optimis karena dirinya berharap asuransi dari tempatnya bekerja dapat menutupi biaya RS Mike.

John Q (3)Malang nian ketika, direktur RS Hope Memorial, Rebecca Payne(Anne Heche), mengatakan bahwa karena John Q. sudah mendapatkan pemotongan jam kerja maka dirinya tidak mendapatkan fasilitas kesehatan kelas satu. Artinya John Q. hanya mendapatkan sekitar 200 jutaan untuk biaya asuransi yang mencover Mike. John Q. dan Denise tidak lantas putus asa, mereka mencoba menggalang dana dan mengadaikan serta menjual apapun yang dapat mereka jual. Bahkan John Q. sempat mendatangi pembawa acara TV dengan harapan dirinya dapat menarik simpati publik dengan keadaannya.

Ketika kondisi Mike makin memburuk, pihak rumah sakit masih terus menagih biaya DP untuk menempatkan Mike pada daftar pasien yang mendapatkan transplantasi jantung. DP yang diminta pihak RS sekitar 800 Juta. John Q. makin terjepit dengan situasi ini dan berharap belas kasihan dari pihak RS, tapi hasilnya nihil.

John QDengan gelap mata akhirnya John Q. melakukan tindakan penuh resiko. John Q. menyandera 11 orang di ruangan Emergency RS tsb. Dia kemudian mendapatkan kontak dari petinggi  kepolisian Lt. Frank Grimes(Robert Duvall). Frank meminta John Q. membatalkan niatannya, karena akan berakhir sangat buruk nantinya. John Q. menolak menyerah dan terus meminta agar Mike dimasukkan daftar penerima transplantasi jantung sebelum jam 17.00. Frank terus berpikir agar mendapatkan solusi terbaik dari situasi ini. Sementara itu munculah kepala polisi Gus Monroe(Ray Liotta), yang meminta agar Frank bertindak tegas melumpuhkan John Q..

John Q (8)Di luar gedung RS Hope Memorial, masyarakat mulai resah dengan aksi John Q.. Awak media juga semakin ramai memberitakan aksi John Q. dalam menyandera para pasien serta orang-orang RS. Sementara itu di dalam ruangan Emergency, para sandera mulai sadar dengan motif John Q. melakukan aksinya. Mereka lalu mulai menaruh simpati kepada John Q..

Gus sudah tidak sabar dengan aksi John Q. segera mengirimkan penembak jitu lewat lubang udara. Ketika mendapatkan posisi yang tepat sang penembak segera menembak John Q.. Namun karena diperingatkan salah seorang sandera tembakan tersebut cuma mengenai badan John Q. dan tidak melumpuhkannya. John Q. segera meringkus sang penembak jitu dan menjadikannya sandera.

John Q (7)Payne sendiri akhirnya tersentuh dengan John Q.. Dirinya akhirnya setuju untuk memasukkan Mike ke daftar penerima transplantasi jantung. John Q. senang dengan hal tersebut. Tapi dia baru sadar bahwa ternyata kondisi Mike sudah memburuk. John Q. lalu meminta Frank untuk membawa Mike dan Denise ke dalam ruangan emergency dengan imbalan dirinya akan menyerahkan sang sandera penembak jitu. Frank setuju dan Mike serta Denise segera dibawa masuk ke ruangan tersebut.

Kondisi Mike sudah sangat parah sehingga operasi harus segera dilakukan, John Q. makin kalap dengan aksinya dan meminta untuk operasi segera dilakukan. Berhubung di dalam ruangan tersebut juga terdapat dokter bedah dia memintanya untuk mengambil jantungnya dan memindahkannya ke Mike. Awalnya dokter tersebut menolak, tapi karena terus dipaksa dirinya setuju. John Q. berniat untuk bunuh diri dengan pistol hingga Jantungnya dapat diambil dan dipindahkan ke Mike, tapi pada saat saat terakhir dirinya terpaksa menggagalkan aksinya ini karena RS mendapatkan jantung dari donor yang mati kecelakaan.

John Q. harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dirinya diputus bersalah atas aksi penyanderaannya dan dipenjara selama 5 tahun. Tapi mendapati Mike kembali sehat serta istrinya kembali bahagia tidak ada bandingannya.

John Q. Archibald: I AM NOT GOING TO BURY MY SON! MY SON IS GOING TO BURY ME!

LIFE LESSONS

– Kasih orang tua adalah tidak terbatas kepada anaknya, meski kadang mereka bersikap keras, tapi percayalah bahwa itu semua demi kebaikan sang anak. Satu satunya -mungkin- orang yang rela mati -dalam artian sebenarnya- bagi kita adalah orang tua kita.

DID YOU KNOW?

– Dalam naskah aslinya John Q. akhirnya bunuh diri.

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: No. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: Yes. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: No . Profanity: Yes . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 21+(dewasa)

Scenic Route (2013), Test Kejiwaan di Tengah Gurun Gersang

MOVIE DETAIL

Scenic_Route -  (4)

Director: Kevin Goetz, Michael Goetz. Writers: Kyle Killen  .

Stars: Josh Duhamel, Dan Fogler.

Durasi: 82 minutes . Year: 2013.

“There is no turning back”

OSCAR 

– No Oscar.

PLOT

Mitchell(Josh Duhamel), adalah seorang pria tampan usia 30-an yang tega meninggalkan impiannya untuk menjadi musisi/ penyanyi rock demi karirnya sebagai pegawai kantor biasa, sedang Carter(Dan Fogler) adalah pria gemuk usia 30-an, typical lazyman serta pengangguran yang menghabiskan hidupnya untuk menekuni kesenangannya untuk menulis novel. Keduanya adalah sahabat karib yang hubungannya panas dingin.

Diceritakan keduanya mengarungi perjalanan menggunakan mobil berdua melewati padang pasir di Amerika. Di tengah jalan mobil pickup yang disetiri oleh Carter tiba-tiba mati, Carter segera turun dan mengecek mobilnya. Mitchell yang ketiduran sepanjang perjalanan akhirnya juga terbangun. Sempat kesal dan kebingungan keduanya kemudian menunggu kedatangan orang lewat. Untunglah tiba tiba ada pengendara mobil lewat. Mitchell gembira ria karena merasa akan mendapat tumpangan setidaknya sampai ke kota. Tapi tiba tiba Carter mencegah Mitchell yang akan numpang mobil tersebut.

Carter menjelaskan bahwa dia sengaja mengerjai Mitchell, dengan mencopot salah satu kabel di mobil hingga mobil tidak dapat distarter. Mitchell kesal dengan lelucon tidak lucu ini. Carter beralasan bahwa dirinya sengaja melakukannya untuk menarik perhatian Mitchell dan bisa mengajaknya ngobrol. Sebab sepanjang perjalanan keduanya memang tidak pernah ngobrol. Carter merasa idenya cemerlang. Mitchell segera meminta Carter untuk memasang kabelnya kembali dan mencoba menghidupkan mobilnya. Setelah dicoba segalanya berjalan dengan baik. Mobil kembali dapat distarter. Si pengendara mobil yang sempat mereka cegat akhirnya mereka perbolehkan pergi.

Tak dinyana setelah itu terjadi perdebatan akan kelakukan Carter tersebut. Lebih parah lagi karena setelah dicoba dihidupkan kembali mobilnya enggan hidup. Malangnya baik Mitchell maupun Carter tidak punya pengalaman mengutak atik mobil.Keduanya pun segera saling menyalahkan atas kondisi yang terjadi ini. Setelah mencari tahu dari peta yang mereka bawa ternyata jarak untuk kembali ke kota terakhir adalah amat jauh, begitu pula untuk menuju kota yang mereka ingin tuju, jaraknya lebih jauh lagi. Alhasil keduanya terpaksa menunggu adanya orang lewat lagi. Lebih gawat lagi karena di tempat tersebut tidak ada air, makanan dan sinyal HP.

Diselingi pertengkaran pertengkaran akhirnya terungkaplah fakta menarik akan keduanya. Mithcell mengakui bahwa dirinya sudah yakin telah mengambil keputusan keliru ketika meninggalkan cita-cita nya untuk menjadi penyanyi band rock. Selain itu Mitchell juga mengaku bahwa hubungannya dengan sang istri, Joanne sudah tidak harmonis lagi. Bahkan Mitchell mengaku sudah bosan berhubungan seks dengan Joanne. Mitchell mengaku bahwa dirinya sempat berselingkuh dengan cewek berusia 21 tahun saat mengikuti seminar dalam pekerjaannya. Selain itu Mitchell juga mengaku bahwa dari dulu dia sempat mengidamkan memiliki potongan rambut mowhawk seperti Travis Bickle, di film Taxi Driver(1979), namun urung kesampaian. Sementara itu Carter juga mengaku bahwa dirinya tidak cocok dengan Joanne. Dia juga merasa kurang yakin dengan cerita novel yang ditulisnya. Kehidupan pribadi, keluh kesah dan kegusaran hati kedua insan tersebut akhirnya terbongkar dalam percakapan-percakapan mereka.

Carter kemudian mengusulkan agar Mitchell memotong rambutnya seperti rambut Travis Bickle. Selain karena ini adalah di tengah gurun pasir yang mana membuat tidak ada siapapun akan peduli, juga karena siapa tahu besok keduanya sudah mati sehingga ide untuk rambut mohawk tersebut pantas dicoba. Pada awalnya Mitchell menolak mentah mentah, karena merasa bahwa ide tersebut konyol dan tidak masuk akal, bahkan dirinya pasti dicap orang gila. Tapi ketika Carter menunjukkan bahwa dia membawa alat serbaguna yang bisa digunakan untuk mencukur pula, Mitchell terpaksa menyerah. Mitchell bersedia untuk dicukur Mohawk.

Esok harinya keduanya terpaksa minum dari air yang ada di mobil, air yang sebenarnya berfungsi untuk mencuci kaca bagian depan mobil terpaksa mereka minum karena kehabisan air dan bekal. Hingga pada tengah hari mereka dilewati seorang ibu tua dengan mobil nya. Carter sempat menghentikan mobil tersebut dan memintanya untuk memberi tumpangan. Si ibu tua agak ragu karena melihat Mitchell yang berpotongan rambut aneh dan bekas bekas luka serta darah yang ada di mukanya (karena pertengkarannya dengan Carter, Mitchell hingga berdarah darah mukanya dan hidungnya patah), karena tidak sabar Mitchell justru memaksa masuk ke mobil. Si ibu tua tersebut lantas segera tancap gas karena mengira mereka adalah para penjahat. Carter kesal dan memarahi Mitchell yang tidak sabaran sehingga membuat ibu tua tersebut mengambil langkah seribu.

Ketika hari menjelang senja keduanya terlibat pertengkaran keras, pukulan Mitchell dengan Crutch-nya (catatan: salah satu kaki Mitchell dari awal film dikabarkan sedang sakit hingga memaksanya menggunakan Crutch), membuat carter pingsan. Mitchell yang panik mengira bahwa Carter tewas. Dia segera menyiapkan kuburan di dekat tempat tersebut. Setelah siap Mitchell segera menarik Carter ke lubang yang disiapkannya sebagai kuburan Carter. Namun Carter justru malah terbangun, saat sadar dia malah marah marah karena mengira bahwa Mitchell sudah berusaha menguburnya hidup hidup.

Carter ngambek dan segera pergi. Tapi di tengah malam dirinya justru kembali ke mobil karena tidak tahu harus kemana. Esok harinya setelah berusaha mencari bantuan tapi gagal, Mitchell dan Carter mencoba untuk melakukan perjalanan yang memungkinkan mereka mendapat bantuan. Mitchell menghitung bahwa jika mereka terus berjalan dengan keadaan seperti itu mereka setidaknya dalam satu hari bisa mendapatkan pertolongan.

Nasib baik seperti menaungi mereka ketika mereka menemukan adanya tiang listrik yang menuju suatu tempat. Mereka mengira bahwa kabel kabel di tiang tersebut pastinya menuju ke suatu pemukiman/ kota. Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka menemukan suatu rumah yang sudah ditinggal pemiliknya, di sana mereka mendapatkan air dari tampungan air yang ada di tempat tersebut.

Tiba tiba HP dari Mitchell berbunyi, Mitchell segera berinisiatif untuk menelepon ambulans. Cerita berlanjut bahwa Mitchell dan Carter selamat dari tempat tersebut dan kembali ke kehidupan mereka sebelumnya. Mitchell juga keluar dari pekerjaan lamanya untuk menekuni passionnya sebagai penyanyi rock band. Sedangkan Carter kembali menulis novelnya dan menyelesaikan tulisannya. Bahkan Carter sekarang sudah tinggal bersama Mithcell. Sedang Mitchell kembali ke keluarganya dan mulai harmonis dengan sang istri dan anak semata wayangnya. Mitchell dan Joanne kemudian berinisiatif untuk pergi mengelilingi dunia dan mencari kesegaran dalam hubungan suami istri mereka, sementara Carter tinggal di rumah mereka. Hingga suatu malam Mitchell mengganggu Carter dengan mengatakan bahwa dirinya khawatir bahwa kehidupannya yang sempurna pasca kejadian di tengah gurun yang mereka lalui berdua adalah hanya imajinasi mereka saja. Bahwa ternyata mereka berdua tidak pernah keluar dari tempat mengenaskan tersebut dan mati di sana.

Scenic_Route -  (1)

Scenic_Route -  (3)

Scenic_Route -  (1)

Scenic_Route -  (2)

Scenic_Route -  (5)

Scenic_Route -  (6)

LIFE LESSONS

– Setiap manusia memerlukan sahabat, seseorang yang mengerti kita luar dalam, tempat berbagi kesenangan, kesedihan dan kegilaan.

DID YOU KNOW?

Film ini adalah film perdana dari Kevin Goetz & Michael Goetz, sebelumya keduanya sempat membuat film pendek berjudul Mass Transit (1998).

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: Yes, not explicit. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: No. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: No . Gore Scene: No.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

MY OPINION

Scenic_Route -  (9)

Travis Bickle dalam Taxi Driver(1979)

Perjalanan panjang dengan medan berat & terperangkap di gurun panas antah berantah akan mengetes kejiwaan kedua tokoh, Mitchell & Carter. Secara psikologis kedua tokoh diperas habis. Gurun pasir yang gersang menjadi saksi akan kegilaan mereka berdua, menjadi saksi bisu atas pengakuan dosa yang disampaikan Mithcell dan kebodohan Carter.

Josh Duhamel telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya tidaklah hanya bermodal tampang ganteng untuk tenar. Dia membuktikan bahwa dirinya memang memiliki talenta. Sedang untuk Dan Fogler, entah kenapa saya selalu mengingatkan pada Zach Galifianakis/ Alan dalam triologi The Hangover (2009)(selain karena rambut ikal & brewok penganggurannya, juga karena kesintingannya dan kedunguannya), juga berhasil menjalankan perannya dengan baik. Skenario ditulis cukup rapi serta enak diikuti, hanya ketegangan entah mengapa intensitasnya kurang menurut saya, begitu pula ending yang ambigu, entah mengapa membuat beberapa kalangan berbeda pendapat mengenai hal ini, tapi menurut saya ini tidaklah mengapa. Kadang suatu film memang menghasilkan kesan yang berbeda & intepretasi yang berbeda dari setiap orang.

Film ini seakan menjadi pengingat kita akan kehidupan, mengajak kita untuk merenung dan berpikir sejenak. Bahwa hidup kita kadang kita habiskan untuk sesuai yang bukan passion kita, bahwa waktu kita telah kita habiskan bukan untuk sesuai yang kita inginkan melainkan karena tuntutan banyak pihak, bahwa kehidupan kita kadang telah memenjara kita, tidak secara fisik, tapi secara psikologis sehingga kita sulit berkembang. Kadang kita perlu dihadapkan pada medan berat tanpa persiapan dan rencana hingga kita menyadari potensi diri kita sebenarnya, menyadari posisi kita saat ini, menyadari impian impian apa yang sebenarnya kita perlu perjuangkan, bukan yang orang lain ingin kita perjuangkan.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Jackie Brown (1997), SIX people, ONE Problem on ONE Blaxploitation Movie

DATA FILM

Sutradara: Quentin Tarantino . Penulis Naskah: Quentin Tarantino diadaptasi dari Novel Rum Punch karya Elmore Leonard  . Bintang: Pam Grier, Samuel L. Jackson, Robert Forster, Bridget Fonda, Michael Keaton, Robert De Niro . Durasi: 154 menit . Tahun Rilis: 1997.

JB- (12)PENGHARGAAN OSCAR

–  Best Actor in a Supporting Role untuk Robert Forster.

JALAN CERITA(PLOT)

Seperti ciri khasnya Tarantino, pembahasan dalam film ini akan saya bagi menjadi beberapa chapter, here we go guys

Chapter I: 

Beaumont Livingston

“THE DEATH NIGGA’ “

Alkisah di Los Angeles, Beaumont(Chris Tucker) adalah “orangnya” Ordell Robbie(Sam L.Jackson), seorang pedagang senjata. Lagi apesnya, Beaumont tertangkap tangan di bandara oleh kepolisian. Alhasil Ordell terpaksa menegosiasikan bail out untuk Beaumont dengan jasa bail out kepada Max Cherry(Rob Forster). Merasa bahwa Beaumont dapat menjadi jalan bagi polisi mengungkap bisnis haramnya, maka Ordell dengan dalih mengajak Beaumont untuk menemaninya berbisnis dengan orang Korea menghabisi Beaumont yang dipaksa bersembunyi di bagasi mobil.

Ordell Robbie: “I’m serious as a heart attack.”

Chapter II:

Lou….iiiisss & Melanie

“THE TOO SERIOUS MAN & UN-SERIOUS WOMAN”

JB- (1)

Di saat yang sama di kediaman Ordell, temannya ordell, mantan napi yang dipenjara karena kasus perampokan Bank, Louis Gara (Rob De Niro) ikut numpang. Di sana dia ditemani gadis simpanan ordell bernama Melanie Ralston (Bridget Fonda).

JB- (1)

Melanie adalah gadis putih berkulit pirang manja nan pemalas. Kerjaannya hanya 4 macam, mengangkat telepon bagi Ordell, ngesex, ngisep bong dan nonton TV. Sedangkan Louis meski sudah paruh baya, sebisa mungkin berusaha membantu Ordell dalam bisnisnya, kadang dia justru terlalu serius bahkan.

Chaper III:

Jackie Brown

“DEATHLY EXOTIC BLACK GIRL”

Tampaknya polisi di sana memang sedang gencar menjerat Ordell, buktinya tak berapa lama, “orang”nya Ordell kembali tertangkap oleh polisi Mark Dargus(Michael Bowen) & petugas ATF, Ray Nicholette(Michael Keaton) ( ATF, semacam BNN di Amerika). Kali ini adalah seorang flight attendant cewek berkulit hitam eksotis bernama Jackie Brown (Pam Grier).

JB- (14)Berangkat dari Mexico ke Amerika Jackie tertangkap di bandara Los Angeles dan dikenakan tuduhan telah membawa uang cash dalam jumlah yang terlalu besar, sekitar 50.000$ ( di Amerika, membawa uang cash dalam jumlah tertentu dalam penerbangan adalah dilarang, ilegal dan wajib dilaporkan). Tidak hanya itu, karena di dalam tasnya ditemukan kokain, maka Jackie terancam menginap di Hotel prodeo.

JB- (16)

Chapter IV:

Max Cherry

“THE LOVING MAN”

Untuk kedua kalinya beruntun Max, diminta Ordell untuk menebus orangnya ini. Max setuju dan langsung menjemput Jackie di kantor polisi. Tak disangka, Max sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Jackie. Jackie sadar bahwa Max tertarik padanya, cuma pura-pura jual mahal. Max kemudian menawarkan untuk membelikan minum kepada Jackie sebelum mengantarnya pulang. Jackie setuju.Tanpa sepengetahuan Max, Jackie mengambil pistol yang ada di dashboard mobil Max. Semacam berjaga jaga, karena Jackie cukup cerdik untuk tahu bahwa nyawanya terancam setelah kejadian di bandara tadi siang.

JB- (15)

Benar lah dugaan Jackie, sebab setelah Max pulang, Jackie kedatangan Ordell di rumahnya. Ordell bersikap aneh dengan memaksa semua lampu dimatikan. Ordell juga meminta Jackie mengaku apakah dia membocorkan rahasia bisnisnya, dan apakah Jackie menyinggung-nyinggung namanya. Jackie menyatakan bahwa dia tidak membocorkan apapun. Jackie mengatakan bahwa dia berpura-pura mengikuti kemauan polisi untuk bekerja sama.

JB- (11)

Sebelum Ordell sempat menodongkan pistol ke Jackie, Jackie terlebih dulu menodongkan pistol ke Ordell. Ordell menyerah dan terpaksa tunduk pada Jackie.

Jackie mengatakan bahwa dia berencana untuk membawakan uang 550.000$ milik Ordell di Mexico untuk dibawa ke Amerika. Jackie juga mengatakan bahwa ini adalah upaya untuk pura pura bekerja sama dengan kepolisian. Jackie mengancam kepada Ordell untuk tidak macam macam. Ordell setuju dan dimulailah permainan 6 orang ini.

Chapter V:

The Plan

“WHO PLAYING WHO”

JB- (1)

Esoknya Jackie berpura pura minta maaf kepada Max karena sudah mengambil pistolnya tanpa ijin. Max memaafkan Jackie. Jackie melihat ada peluang untuk mengambil keuntungan dari Max. Jadilah Max diminta untuk membantu Jackie dalam rencananya menyelundupkan uang dari Mexico dan menawarkan sebagian uangnya untuk Max.

Pada transaksi kecil sebagai percontohannya segalanya berjalan dengan sukses, Jackie yang membawa uang cash dengan jumlah yang kecil berhasil memberikannya kepada Sheronda(LisaGay Hamilton), gadis naif nan pemalu dari selatan. Pertemuan keduanya di mall berjalan sukses, ini membuat Ordell yakin pada janji Jackie untuk membawakan sisa uangnya yang ada di Mexico.

JB- (10)

Ordell Robbie: What the fuck you doin’ knockin on the door like the goddamn police? You wanna die?
Max Cherry: I thought you might be asleep.
Ordell Robbie: You keep fuckin’ with me, you’re gonna be asleep forever.

Pada hari-H nya Jackie berhasil membawa uang cash sebanyak 550.000$ dalam tas belanjaannya. Jackie kemudian masuk ke toko pakaian yang sudah dijanjikan kepada Ordell. Jackie pura pura berbelanja, dilanjutkan dengan masuk ke ruang ganti pakaian. di sana dia membagi dua uang yang dibawanya, 50.000$ dimasukkan ke dalam tas yang akan diberikan kepada Melanie. Sisanya dia masukkan ke tas lainnya. Setelah Melanie datang bersama Louis, Melanie segera ke tempat ganti pakaian dan mengambil tas yang disiapkan Jackie. Melanie dan Louis segera ngacir pergi.

Jackie pun segera angkat kaki dari tempat tersebut. Sementara itu Max masuk ke ruang ganti dan menemukan tas yang sengaja ditinggal Jackie. Max segera membawa tas tersebut dan pergi.

Jackie berakting shock karena seolah olah Melanie sudah kabur dengan uang yang ditransaksikan, Jackie segera memanggil Ray dan Mark untuk membantunya. Ray dan Mark segera mengejar Louis dan Melanie. Namun kenyataannya yang mereka dapatkan adalah mayat Melanie di tempat parkir mobil. Ternyata Louis yang kehabisan akal menangani Melanie yang manja dan cerewet terpaksa menembaknya mati di tempat parkir.

Chapter VI:

Ending

“GET SHOT”

Louis bertemu dengan Ordell di tempat persembunyiannya, setelah itu keduanya berkendara bersama. Ordell kaget setengah mati karena Louis telah menembak mati pacarnya, Melanie. Jantungnya makin copot saat tahu tas yang dibawa Louis uangnya tidak 550.000$ melainkan hanya 50.000$. Ordell yang marah besar segera menembak mati Louis. Dia akhirnya sadar bahwa Jackie adalah pelaku yang menggelapkan uangnya.

Ordell kemudian disetup agar datang ke kantor milik Max. Di sana dia dijanjikan akan mendapatkan sisa uangnya. Jackie mengaku bahwa dia takut kepada Ordell sehingga memilih untuk mengembalikan kelebihan uang milik Ordell tsb.

Ketika masuk ke kantornya yang gelap Ordell yang bersenjatakan pistol segera ditembak Ray dan Mark hingga tewas di tempat.

JB- (17)

JB- (18)

Jackie akhirnya mendapatkan kebebasan karena telah bekerjasama dengan polisi untuk mengungkap bisnis gelap Ordell, dia kemudian pergi ke kantor Max untuk memintanya menemaninya liburan ke Spanyol. Max yang menyukai Jackie memilih untuk tinggal di Amerka. Jadilah Jackie akhirnya pergi sendirian ke Spanyol dengan bekas mobil Ordell.

 Jackie Brown: What’s the matter, haven’t ever borrowed someone’s car before?

Max Cherry: Not after they’re dead.

TOP QUOTES

Ordell Robbie: “My ass may be dumb, but I ain’t no dumbass.”

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Uang, satu hal yang bisa merubah banyak orang.

– Satu orang yang bisa engkau percayai dalam dunia ini adalah dirimu sendiri, tidak teman dekatmu, tidak partnermu, tidak bahkan bosmu.

– Dunia ini penuh intrik dan kelicikan untuk lolos anda perlu lebih licik dan cerdik.

TAHUKAH KAMU?

– Michael Keaton berperan sebagai Ray Nicholette juga dalam Out of Sight(1998), film adaptasi dari Novel Elmore Leonard yang lainnya, bahkan kabarnya Michael agak segan dan bimbang dalam mengambil peran di film ini, tapi berhubung Tarantino dan Roger Avary berkeras akhirnya dia melunak.

– Quentin Tarantino, selalu tampil sebagai pemeran ataupun cameo di film filmnya, nyelenehnya di film ini dia tidak “tampil” tapi hanya memberikan suaranya sebagai suara mesin penjawab telepon di kediaman Jackie.

– Masih ingat karakter Melanie kan, si cantik yang kegemarannya cuma bermalasan di sofa, ngisep bong, nonton tv dan ngesex. Nah salah satu film yang ditonton Melanie adalah Dirty Mary Crazy Larry (1974), yang dibintangi sang ayah, Peter Fonda. Bridget sendiri adalah cucu dari Henry Fonda( On Golden Pond (1981)12 Angry Men (1957) ).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, Tidak Explicit. Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA. Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: YA . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: YA . Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+ (Dewasa)

KESIMPULAN:

– Not Tarantino best movie, but sebagai penggemarnya saya tidak terlalu kecewa. Bahkan bisa dikatakan film ini cukup menghibur dan enak diikuti. Penampilan dari cast nya semuanya bermain dengan baik. Tarantino yang memang selalu tertarik dengan pengambilan gambar yang unik bisa dilihat karyanya di sini, banyak shot-shot yang unik dan menarik di sini. Scene yang unik juga banyak, saya suka bagian awal film dimana Jackie yang cantik tetap bisa terlihat kalem dan tenang saat membawa uang gelap dan kokain setelah turun penerbangan dari Mexico ke Amerika. Selain itu saat Ordell menghabisi nyawa Beaumont juga menarik, begitu pula scene ending film ketika Ordell ditembak mati Ray.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8