The Visit (2015), Ngeri Mengusik Naluri

The Visit_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: M. Night Shyamalan. Writers: M. Night Shyamalan. Stars: Olivia DeJonge, Ed Oxenbould, Deanna Dunagan ,Peter McRobbie. Durasi: 94 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

Oscar is going to the grandma’s house 😀

TRAILER

The Visit (1).jpg

PLOT

[“The Visit focuses on a brother and sister who are sent to their grandparents’ remote Pennsylvania farm for a week long trip. Once the children discover that the elderly couple is involved in something deeply disturbing, they see their chances of getting back home are growing smaller every day.”]

Loretta Jamison(Kathryn Hahn) adalah single parent bagi dua bocah. Anak laki-lakinya yang baru berusia 13 tahun, bernama Tyler(Ed Oxenbould) dan kakak perempuannya yang dua tahun lebih tua bernama Becca (Olivia DeJonge). Ayah Tyler dan Becca meninggalkan Loretta untuk bersama dengan wanita lain. Tyler adalah anak badung yang hyperaktif dan gemar nge-rap (meskipun dia putih), sedangkan Becca lebih kalem dan penuh perhitungan. Loretta sendiri dulunya memiliki masalah dengan orangtuanya sehingga kawin lari dengan sang suami. Hingga 15 tahun lamanya Loretta tidak pernah mengkontak ayah dan ibunya.

Suatu hari dirinya punya rencana untuk jalan bersama pacarnya dengan kapal pesiar, demi keselamatan dua buah hatinya dia mengirimkan Tyler dan Becca untuk mengunjungi kakek nenek mereka di pedesaan selama seminggu. Tyler dan Becca setuju dengan hal tersebut, selain mereka mendapatkan pengalaman baru juga mereka berencana untuk membuat film dokumenter akan kehidupan kakek neneknya untuk dipersembahkan bagi Loretta agar hubungan mereka dapat kembali membaik. Karena mereka tahu bahwa Loretta selama ini kurang bahagia dan mendendam kepada kedua orang tuanya.
Grandma: Would you mind getting inside the oven to clean it?
Jadilah hari senin Tyler dan Becca pergi menggunakan kereta api berdua ke tempat kakek dan neneknya. Tyler dan Becca disambut oleh kakek(Peter McRobbie) dan neneknya(Deanna Dunagan) dengan gembira. Segalanya tampak sangat biasa hingga pada Senin malam Tyler dan Becca mendapati sang nenek muntah muntah tidak jelas di tengah malam.
Kejadian kejadian misterius terus terjadi beberapa hari kemudian hingga akhirnya terkuak misteri besar dalam rumah kakek nenek mereka tersebut atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui mereka, seperti Apa yang disembunyikan kakek dan neneknya? Mengapa mereka melarang Tyler dan Becca untuk ke basement rumah? Mengapa mereka berdua menetapkan jam tidur di jam 09.30 setiap malamnya? Mengapa banyak ***** di gudang? Ada apa dengan si nenek yang tiap malam seperti kesurupan? Mengapa sang kakek sering terpancing emosinya dan bertindak brutal?
Tyler: Katy Perry!
LIFE LESSONS
– My Rule :). First: “Kenalkan” anak-anak dengan kakek nenek mereka :D.

DID YOU KNOW?M. Night Shyamalan nama aslinya adalah Manoj Shyamalan. Lebih terkenal karena seringnya mendapatkan Golden Raspberry Award untuk kategori Worst Director.

– Film ini pada awalnya bernama “Sundowning“, tonton filmnya kau akan tahu maksudnya!

THE INTERVIEW

MY OPINION

oven.png

“Have a Great Time” Kiddo!

The Visit(2015) berhasil menghasilkan kengerian yang lumayan mengusik naluri. Jelas film ini dibuat untuk umum, namun khususnya bagi para anak-anak yang  acapkali mengunjungi kakek-nenek mereka. Ide dari M.Night Shyamalan segar dan menarik. Penyajian film juga mudah dicerna dengan twist ending yang membuat kita kembali mengatakan “What the F*ck” mengingatkan kita saat menyaksikan The Sixth Sense (1999)(meski tak sekeras saat itu). Penggunaan kamera dengan teknik handheld camera juga membuat penonton merasa menjadi pihak pertama yang ditakut-takuti. Dan sungguh scene yang melibatkan oven itu membuat saya merinding 😀 lol. Dua kali. F*uck!

Shyamalan sendiri memang lebih baik memfokuskan diri untuk mendirect film daripada menulis naskah, tercatat naskah terbaik sebelumnya yang fenomenal adalah The Sixth Sense (1999) yang menandai namanya di jajaran atas sutradara dan penulis naskah film horror thriller Hollywood, namun setelah itu justru hilang tanpa jejak hingga saat ini. After Earth(2013), The Last Airbender(2010), Lady in the Water(2006) dan dan The Happening(2008) sudah cukuplah untuk mengatakan bahwa kualitas scriptnya tidaklah istimewa. Namun dengan The Visit(2015), Shyamalan telah kembali bangkit dari kuburnya, untuk apa lagi selain menakut nakuti kita.  Patut ditunggu lah kolaborasinya dengan Bruce Willis kembali di Labor of Love.

Dari divisi akting, duo Oxenbould dan DeJonge tampil bagus, chemistry keduanya dapat sebagai kakak dan adik, Oxenbould malah istimewa dengan rapnya di akhir film. Kabarnya ini adalah film horror thriller pertama bagi mereka. Dunagan lah yang bagi saya tampil istimewa, karakternya seperti malam dan siang, baik dan buruk, unik, unpredictable dan mengerikan pada akhirnya.Aura kehadirannya setiap scene yang menampilkan Dunagan membuat kita takut dengan sendirinya. Sedangkan Hahn dan MacRobbie tidak lah terlalu istimewa, namun juga tidak buruk. Saran saya tontonlah film ini di tengah malam dengan lampu kamar yang dimatikan serta sound yang maksimal, kalau perlu ditonton di dapur, dijamin anda akan menolak untuk membersihkan oven nantinya :D. Posternya juga gue suka, creepy :).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th

SPECTRE(2015), Cinta & Kematian dalam Belitan Gurita Dunia Mata-Mata

Spectre DVD.png

MOVIE DETAIL

Director: Sam Mendes. Writers: John Logan, Neal Purvis. Stars: Daniel Craig, Christoph Waltz, Léa Seydoux, Ralph Fiennes, Ben Whishaw, Monica Bellucci, Naomie Harris. Durasi: 148 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

– Tidak Ada.

TRAILER

“The dead are alive

PLOT

Layangan di tengah badai, begitulah “The Pale King” mendeskripsikan James Bond dalam situasi saaat ini. Dimana dunia sudah kacau, terutama dunia intelejen. Bond laksana layangan kecil yang terombang ambing akan kepentingan yang jauh lebih besar. Layangan yang ditarik dan dilepas sesuai keinginan sang dalang, yaitu Oberhauser.

SPECTRE, mengungkapkan dalang besar dibalik derita fisik dan batin Daniel Craig, James Bond selama beberapa film terakhirnya, dimulai dari Casino Royale, Quantum of Solace, Skyfall hingga SPECTRE ini. Dalang yang ternyata adalah orang yang paling dekat dengan Bond semasa hidupnya, Oberhauser. Sang pemimpin misterius nan flamboyan dari perkumpulan rahasia berlogo gurita hitam.

Hidup sang jagoan berkode 007 yang memiliki Licence To Kill, nyatanya justru banyak menyimpan tangis dan derita. Seperti diutarakan dalam film, M mengatakan bahwa Bond memang memiliki kekuasaan atas nyawa sang target, tapi itu artinya dia bertanggungjawab atas setiap nyawa yang dicabut. Beban perasaan yang berat akhirnya harus ditanggung Bond dalam setiap misinya. Ini bisa dilihat di endingnya dimana Bond memilih tidak mengakhiri hidup sang “saudara”, dan membiarkannya hidup dalam derita karena gagal membuat Bond menderita.

Seorang agen mata-mata, memang tidak memiliki kehidupan normal. Begitupula seorang Bond. Dirinya memang bergelimang kehidupan mewah, dengan mobil mobil yang keren, wanita wanita (Bond Girls) yang memikat, dandanan yang perlente, serta peralatan canggih tapi sisi manusiawi seorang James Bond tetaplah ada.

Bond tetap memiliki masa lalu, tetap memiliki cinta (ingat Vesper Lynd dan sekarang Dr.Madelaine Swann) dan memiliki rasa, entah itu empati atau simpati. Inilah yang coba diekspos oleh Sam Mendes dalam SPECTRE. Selain kegetiran hidup Bond, juga diselipkan politik dan intrik dunia intelejen serta konflik global.

Banyak pengambilan gambar yang menawan, terimakasih kepada Cinematografer Hoyte van Hoytema (Her, Interstellar, Tinker Tailor Soldier Spy, Let The Right One In),  sedangkan untuk adegan aksi, justru saya terpikat pada adegan pembuka yang megah. Sayangnya, lantunan merdu dari musik yang digubah Thomas Newman tidak dapat maksimal karena naskah yang terkesan sedikit kurang rapi.

Jalinan cerita yang kompleks tampaknya tidak dirangkai dengan menawan, sehingga penonton serasa  tidak terbawa kepada suasana yang ada. Sam Mendes sudah berusaha keras dalam SPECTRE untuk kembali membawa penonton merasakan Bond yang lebih manusiawi (meski dengan wajah dinginnya Daniel Craig), dalam hal ini dia berhasil. Namun sekali lagi, cerita ini justru tidak dirangkai dengan baik, juga ending yang kurang cemerlang, serta terkesan murahan membuat penonton justru banyak kecewa dengannya.

Mungkin memang sudah saatnya sang layangan tua, Daniel Craig untuk ditarik untuk  selanjutnya diulur layangan baru, yang lebih muda dan lebih segar serta dengan konsep cerita yang lebih baru. Entahlah, mungkin Henry Cavill, Michael “Fassy”  Fassbender atau malah Tom Hardy…

SPECTRE - (5)

Mendapati pesan dari M(Judi Dench), setelah kematiannya, James Bond agen 007 (Daniel Craig) terpaksa harus terjun ke lapangan untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tertinggal. M memberikan clue bahwa  jika dirinya mati, Bond harus mendapatkan Marco Sciarra(Alessandro Cremona), seorang assassins dan kepala terorist. Perjalanan akan pencarian Sciarra membawa Bond ke Mexico. Di sana dia membuntuti Sciarra di tengah kepungan pawai Days of The Dead, semacam festival/ parade bagi orang-orang yang sudah mati di Mexico. Bond mengantongi sebuah nama “The Pale King” dari sadapan pembicaraan Sciarra.

Eve Moneypenny: I think you’re just getting started.

Sciarra berhasil dibunuh setelah Bond sempat berkelahi dengannya di dalam helikopter. Bond juga berhasil merebut cincin berlogo gurita hitam milik Sciarra. Kerusakan, kehebohan dan kerusuhan yang ditimbulkan Bond di Mexico tsb berakibat fatal. Bond segera diinterogasi oleh M(Ralph Fiennes) di kantor MI6 di London. Bond menyangkal bahwa dirinya sedang melakukan sebuah misi. M menjelaskan bahwa lingkaran intelejen inggris raya sedang bergejolak dengan terpilihnya, Max Denbigh alias C (Andrew Scott) yang baru. Max Denbigh berambisi untuk menutup program 00 dan membuat sebuah jaringan intelejen 9 negara yang dinamakan 9 eyes. Dimana nantinya 9 eyes bertugas menjadi dinas intelejen gabungan dari 9 negara anggota.

SPECTRE - (1)

Madeleine Swann: Is this really what you want? Living in the shadows? Hunting, being hunted? Always alone?

Bond selanjutnya bertemu dengan Q(Ben Whishaw), yang mengisahkan bahwa Bond diharuskan mendapatkan suntikan di tubuhnya agar dapat diidentifikasi posisinya, kapanpun dan dimanapun. Q menhadiahi Bond dengan jam tangan canggih buatannya. Bond mengatakan bahwa dirinya harus melakukan misi tertentu dan meminta Q menolongnya. Q memberikan waktu bagi Bond 2×24 jam untuk menghilang. Waktu tersebut digunakan Bond untuk pergi ke Roma, Italia untuk menghadiri upacara kematian dari Sciarra.

SPECTRE - (3)

Di Roma, Bond berkenalan dengan istri dari Sciarra bernama Lucia(Monica Bellucci). Lucia mengatakan bahwa kedatangan Bond adalah percuma. Di malam harinya, Lucia diselamatkan nyawanya oleh Bond dari para assassins yang dikirim untuk membunuhnya. Bond lantas mendapatkan informasi dari Lucia bahwa sang almarhum suami adalah anggota suatu organisasi rahasia berlogo gurita hitam. Berbekal cincin keanggotaan Bond menghadiri acara yang diadakan organisasi rahasia tersebut.

Ternyata kehadiran Bond dikenali oleh sang pemimpin organisasi yang bernama Franz Oberhauser(Christoph Waltz). Bond lalu mengambil langkah seribu dan melarikan diri, meski terus dikejar assassins bernama Mr. Hinx tapi Bond berhasil kabur dengan menggunakan pelontar jok yang ada di mobil Aston Martin DB10 yang didapat dari Q.

Oberhauser: Welcome, James. You’ve come across me so many times, yet you never saw me. What took you so long?

Selanjutnya Bond meminta kepada Moneypenny(Naomie Harris) dan Q untuk membantunya menemukan informasi lebih  lanjut mengenai organisasi tersebut, Oberhauser dan The Pale King. Moneypenny mengatakan bahwa Bond harus mendatangi pria yang bernama Mr. White(Jesper Christensen) di Austria pria tsb lah yang diidentifikasi sebagai “The Pale King”. Bond segera meluncur ke Austria. Di sana dia bertemu dengan Mr. White yang sudah keracunan dan menunggu ajal, Mr.White memberikan informasi lanjutan akan suatu tempat bernama L’Americain, Bond berjanji untuk memberikan keselamatan bagi putri Mr. White. Mr.White lalu bunuh diri di tempat tersebut.

SPECTRE - (9)

Bond segera mendatangi anak dari Mr.White, bernama Dr. Madeleine Swann(Léa Seydoux). Dengan berpura pura sebagai pasien dia berhasil masuk ke klinik Dr. Swann. Di sana dia mengatakan kejadian yang terjadi pada ayahnya. Dr. Swann marah dan kecewa, dia segera mengusir Bond. Assasins yang dikirim organisasi rahasia terus mengejar Bond. Selanjutnya Dr. Swann dijadikan alat bagi mereka untuk menarik Bond. Bond yang tahu segera menyelamatkan Dr. Swann. Meski nyawanya berhasil diselamatkan Bond, Dr. Swann masih menaruh curiga kepada Bond.

Dr. Swann akhirnya membukan tabir rahasia yang dinanti Bond. Organisasi rahasia yang dimaksud Bond adalah organisasi bernama SPECTRE, kepanjangan dari  (Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge and Extortion). Semacam organisasi yang berfungsi untuk menangkis/ kontra intelejen. Dr. Swann akhirnya luluh dengan pesona Bond dan memberitahukan suatu hotel di Tangiers, Maroko bernama L’Americain.

SPECTRE - (8)

Di L’Americain orangtua dari Dr. Swann berbulan madu. Dan setiap tahun, keduanya, bersama Dr. Swann selalu mengunjungi L’Americain. Bond dan Dr. Swann akhirnya tahu bahwa di dalam ruangan hotel L’Americain terdapat kamar rahasia. Di dalam kamar rahasia tersebut terdapat suatu alat yang menunjukkan koordinat suatu tempat di tempat terpencil. Bond dan Dr. Swann lantas segera bergegas ke tempat tersebut. Sementara assasins yang dikirim SPECTRE terus mengikuti keduanya. Setelah beradu jotos di atas kereta Bond berhasil membunuh assasins tersebut.

Bond dan Dr. Swann akhirnya tiba di suatu fasilitas laboratorium di tengah padang pasir. Bond sadar bahwa tempat tersebut adalah milik Oberhauser. Oberhauser menemui keduanya dan kemudian berbincang panjang lebar mengenai SPECTRE. Rahasia besar terkuak di sini, Oberhauser adalah saudara tiri dari Bond, karena Bond diangkat anak oleh ayah dari Oberhauser. Oberhauser yang merasa iri maka membuat rencana untuk membunuh ayahnya dan memalsukan kematiannya. Oberhauser lalu menggunakan nama baru Ernst Stavro Blofeld. Oberhauser sendiri adalah ketua dari SPECTRE. Sementara itu C sendiri adalah anak buah tidak langsung dari Oberhauser, begitu pula dengan musuh musuh Bond sebelumnya, seperti Le Chiffre, Dominic Greene dan Raoul Silva.

SPECTRE - (7)

Oberhauser lalu menayangkan rekaman dari cctv yang memperlihatkan kematian ayah dari Dr. Swann. Dr. Swann merasa syok dengan kematian ayahnya ini. Semetara itu Bond dilumpuhkan anak buah dari Oberhauser. Bond lalu dipaksa untuk menerima suntikan yang akan membuat dirinya lupa segalanya. Dr.Swann membantu Bond untuk lolos dari Oberhauser dengan meledakkan jam tangan Bond. Bond dan Dr. Swann segera kabur dengan menggunakan heli, sementara itu fasilitas lab milik Oberhauser meledak dan tak bersisa.

Kembali ke London, Bond bertemu dengan M, Tanner, Moneypenny dan Q. Dr.Swann menjelaskan bahwa dunia Bond bukanlah dunianya, dirinya memilih pergi. Bond terpaksa harus melanjutkan misinya dan mengesampingkan perasaannya kepada Dr. Swann. Bond dkk harus berpacu dengan waktu sebelum 9 eyes dionlinekan dan berjalan. Ketika sedang mengendarai mobil mereka disergap oleh kawanan dari Oberhauser/ C.  Bond dibawa ke gedung lama yang digunakan Oberhauser untuk menyandera Dr.Swann. Bond berhasil melumpuhkan anak buah Oberhauser/ C dan lolos untuk mencari Oberhauser.

Bond lalu bertemu dengan Oberhauser yang ternyata masih hidup. Oberhauser menjelaskan bahwa dirinya ingin Bond menderita dengan mencoba menyelamatkan Dr. Swann dari gedung tersebut dan mati karena Bom waktu yang dipasangnya di gedung tsb atau Bond memilih untuk melarikan diri dan hidup tanpa Dr. Swann. Oberhauser lalu melarikan diri dengan helicopter. Bond berpacu dengan waktu untuk  menyelamatkan Dr. Swann.

Mr. White: You are a kite dancing in a hurricane, Mr Bond.

SPECTRE

Sementara itu di kantor MI6, M bertemu dengan C, keduanya lantas berkelahi. M berhasil membunuh C dan membatalkan peluncuran program 9 eyes. Kembali ke Bond, dia akhirnya menemukan Dr.Swann. Keduanya berhasil lolos dari hancurnya gedung karena Bom dengan menggunakan speed boat mengarungi sungai Thames. Bond lalu mengejar Oberhauser dan menembaki helicopternya. Helicopter Oberhauser lalu jatuh, Bond mendekatinya tapi memilih untuk tidak membunuh Oberhauser.

Bond akhirnya memilih untuk hidup bersama dengan Dr.Swann.

LIFE LESSONS

– Orang yang paling tahu mengenai kelemahan dan kekuatan kita adalah orang-orang dekat kita, karenanya berhati hatilah dalam berbagi rahasia dan hal-hal lainnya kepada mereka.  Mereka adalah laksana Diamond, Priceless, so jaga dengan nyawamu.

Sam Smith benar benar membawakan lagu yang menyayat hati, seolah menggambarkan kegetiran hidup Bond yang hidupnya dilingkupi banyak kematian.

DID YOU KNOW?

– Oberhauser/ Ernst Stavro Blofeld dalam novelnya tidak pernah ditemani kucing persia.

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: Yes. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: No. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: No . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

Psycho (1960), (Just Another) Masterpiece From Alfred Hitchcock

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Joseph Stefano (Skenario), Robert Bloch(Novel)  . Bintang: Anthony Perkins, Vera Miles, John Gavin, Janet Leigh, Martin Balsam . Durasi: 109 menit . Tahun Rilis: 1960.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk4 kategori:

Best Actress in a Supporting Role . Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White . Best Cinematography, Black-and-White . Best Director.

PSYCHO - (30)

The picture you MUST see from the beginning… Or not at all!… For no one will be seated after the start of… Alfred Hitchcock’s greatest shocker Psycho

JALAN CERITA(PLOT)

Marion Crane(Janet Leigh) adalah tipikal wanita muda, cantik dan pekerja kantoran. Tinggal di Phoenix, Arizona, USA dia bekerja di suatu kantor penjualan dan penyewaan properti. Marion memiliki seorang pacar bernama Sam Loomis(John Gavin). Suatu siang, di sela waktu makan siang, dia dan Sam bertemu di suatu hotel untuk bersenang-senang. Di waktu senggang tersebut mereka juga membicarakan sebuah ide untuk pergi jauh dari Arizona dan tinggal berdua.

Suatu hari datanglah ke kantor Marion seorang pelanggan yang tajir sekaligus genit bernama Tom Cassidy(Frank Albertson). Dia berniat untuk membelikan anak perempuannya sebuah rumah sebagai hadiah perkawinannya. Tidak seperti kebanyakan pelanggan lainnya, dia membawa uang cash sebanyak 40.000$. Dikarenakan hari itu adalah Hari Jumat, sedangkan bank di Hari Sabtunya tutup maka bos Marion, George Lowery(Vaughn Taylor ) menyarankan Marion untuk mengamankan uang tersebut, untuk kemudian disetorkan ke bank di Hari Senin di minggu depan. Marion setuju dan segera membawa uang tersebut pulang ke apartemennya.

Marion yang tidak tahan akan godaan uang yang sangat besar tersebut akhirnya memutuskan untuk membawa lari uang tersebut ke luar negara bagian. Dia kemudian berkemas kemas. Dengan mobilnya dia meluncur ke negara bagian lainnya (kalau tidak salah San Fransisco).

5

Di perjalanannya dia sempat dikenali oleh salah satu pelanggannya. Tapi Marion berhasil meneruskan perjalanannya. Hingga malam hari dia terus mengemudikan mobilnya. Dalam perjalanannya melarikan uang tersebut, Marion terus menerus dihantui oleh perasaan tidak tenang. Jadilah dia memilih untuk menepikan mobilnya untuk dapat memejamkan matanya barang sebentar.

Highway Patrol officer: Is anything wrong?

Marion Crane: Of course not. Am I acting as if there’s something wrong?

Highway Patrol officer: Frankly, yes.

Esok paginya dia dikejutkan ketika salah seorang polisi patroli mengetuk mobilnya. Marion terbangun dan kaget. Polisi tersebut kemudian menanyakan beberapa hal kepada Marion, Marion berhasil mengelak dan kemudian meneruskan perjalanannya. Marion sempat mampir ke tempat penjualan mobil bekas, disana dia menukar tambah mobilnya dengan mobil yang berpelat San Fransisco untuk melancarkan aksinya kabur. Dia membayar pemilik tempat tersebut dengan 700$ cash ditambah dengan mobil lamanya. Polisi yang dari tadi menguntitnya merasa aneh dengan gerak gerik Marion tersebut. Marion lantas kabur dengan mobil yang baru dibelinya tersebut.

6

Sialnya di malam harinya dia mendapati cuaca memburuk, hujan serta angin memaksanya untuk tidak meneruskan perjalanannya. Lebih sialnya dia harus terpaksa menginap di salah satu hotel yang tersembunyi dan tidak populer di tempat tersebut, yaitu Bates Motel.

Oh, we have 12 vacancies. 12 cabins, 12 vacancies.

(Norman)

Selain Motel tersebut bernuansa seram, di sana juga semua kamarnya kosong. Marion juga terpaksa harus membunyikan klakson, karena sang pemilik motel tampaknya tidak berada di kantor motel tersebut, melainkan berada di rumah besar nan misterius di belakang motel tsb. Akhirnya dia bertemu dengan pria pemilik motel tersebut. Dia bernama Norman Bates(Anthony Perkins).

Norman kemudian mempersilakan Marion untuk mendaftar di buku pendaftaran tamu motel. Marion merasa bahwa dia tidak seharusnya untuk menuliskan nama aslinya di sini untuk mengamankan diri dari kejaran orang orang yang menginginkan uang yang dia bawa kabur. Maka karena itu dia menggunakan nama samaran.

Norman Bates yang merasa kasihan kepada wanita secantik Marion yang harus hujan hujanan dan menempuh perjalanan di malam hari sendirian akhirnya menawarkan makan malam bersama. Marion sungkan untuk menolak ajakan dari Norman. Dia lalu setuju. Tapi ketika Norman kembali ke rumah untuk mengambil makan malam dia dimarahi habis habisan oleh sang ibu. Marion merasa tidak enak dengan sikap ibunya Norman yang seakan tidak senang dengan kedatangan Marion. Jadilah Norman Bates bercerita banyak saat makan malam dengan Marion.

Norman Bates: It’s not like my mother is a maniac or a raving thing. She just goes a little mad sometimes. We all go a little mad sometimes. Haven’t you?

Marion Crane: Yes. Sometimes just one time can be enough.

Norman Bates menyatakan bahwa dia adalah anak tunggal yang tinggal bersama dengan ibunya yang sakit sakitan. Dia tidak tega meninggalkan ibunya sendirian. Dan dia juga menganggap bahwa ibunya adalah teman terbaik dari dirinya. Selain itu dia menghabiskan waktunya untuk mengoleksi burung untuk dijadikan patung, selain tentunya mengelola Bates Motel. Seolah menunjukan pribadi yang aneh dan misterius, Marion merasa harus berhati hati dalam melakaukan perbincangan dengan Norman. Norman sendiri merasa mendapatkan teman dengan adanya Marion. Bahkan dia terlihat memiliki ketertarikan kepada Marion.

Setelah makan malam selesai, Marion minta ijin untuk istirahat terlebih dahulu. Meski Norman menawarkan untuk berbincang bincang lebih lanjut. Marion terpaksa harus menolaknya dengan alasan perjalanan besok masih sangat panjang. Norman terpaksa melepaskan Marion untuk berisirahat. Marion segera ke kamar No.1 dimana dia menginap, tepat di samping ruangan kantor Norman. Norman ternyata memiliki lubang rahasia untuk mengintip kamar Marion. Di sana dia kemudian tahu bahwa Marion pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum tidur.

1

Norman lantas bergegas kembali ke rumahnya. Saat Marion sedang menikmati mandi showernya untuk melepaskan rasa lelahnya seharian mengemudi tiba tiba dari belakang ruangan mandinya tampaklah Ibunya Norman datang dengan membawa pisau besar. Cratsss.. Cratss… Cratss jadilah tubuh Marion ditusuk tusuk oleh sesosok wanita tua misterius tersebut. Marion yang berjuang bertahan hidup tidak mampu bangkit dan akhirnya tewas di bath tub tersebut.

Norman yang mendengar suara teriakan dari Motel berlari ke motel. Di sana dia mendapati Marion yang sudah tewas dengan banyak luka tusukan. Dia kemudian sadar bahwa ibunya yang melakukan perbuatan keji tersebut. Norman lantas membereskan jasad Marion, barang barangnya, termasuk uang 40.000$ yang Marion simpan di lipatan koran harian yang dia ambil saat tukar tambah mobil. Semua barang barang tersebut dan mobil Marion serta jasad Marion oleh norman di buang ke tempat rahasia, yaitu sebuah lumpur hidup. Norman sempat agak panik tapi dia dapat mengendalikan keadaan, kemudian membereskan seluruh kamar No.1 dimana Marion menginap.

3

Kepergian Marion yang tanpa kabar dari Hari Jumat mengagetkan seisi kantornya. Bos Marion dan pemilik uang 40.000$ kemudian menyewa seorang detektif pribadi bernama Milton Arbogast(Martin Balsam). Arbogast lantas bekerja sama dengan kakak perempuan Marion, Lila Crane(Vera Miles) dan kekasih Marion, Sam Loomis. Penyelidikan Arbogast dari hotel ke hotel akhirnya berakhir di Bates Motel. Arbogast mengenali jenis tulisan Marion yang ada di buku pendaftaran dari contoh tulisan Marion yang dia simpan.

Norman Bates: She might have fooled me, but she didn’t fool my mother.

Setelah bertanya panjang lebar kepada Norman dia menyadari bahwa Norman telah banyak memberikan jawaban yang tidak jujur. Dia menyimpulkan bahwa Norman sudah menyembunyikan Marion bersamanya (mungkin di rumah besar di belakang Motel). Arbogast lantas pergi menelepon Lila mengabarkan hal tersebut. Dia berjanji paling lama 1 jam lagi dia akan kembali. Lila setuju.

Dia kemudian kembali ke Bates Motel, disana dia menyelinap masuk ke rumah besar di belakang motel. Tanpa disadari, ketika dia hendak naik tangga, Ibunya Norman sudah keluar dengan membawa pisau dan  menyerangnya. Arbogast yang tidak siap lalu jatuh tersungkur. Arbogast akhirnya juga tewas di tangan ibunya Norman. Norman lantas membereskan mayat Arbogast dan membuangnya ke lumpur hidup. Tempat yang sama dimana dia membuang jasad Marion.

Merasa Arbogast tidak menepati janjinya untuk segera kembali, Lila makin khawatir. Dia menekan Sam untuk melakukan sesuatu. Sam dan Lila akhirnya memutuskan untuk menghubungi deputi polisi daerah tersebut Al Chambers(John McIntire) dan meminta bantuannya. Meski di tengah malam hari dia disambut sang deputi bersama dengan istrinya.

Demi meyakinkan bahwa Arbogast baik baik saja, sang deputi kemudian menelepon motel dan berbicara dengan Norman. Norman menjelaskan bahwa Arbogast memang sempat datang, tapi kemudian pergi lagi. Lila tidak percaya dengan hal ini dan mencium adanya ketidak beresan.

Milton Arbogast: We’re always quickest to doubt people who have a reputation for being honest.

Pagi harinya Lila dan Sam kembali menemui deputi polisi, kali ini dia dan istrinya sedang pulang dari gereja. Lila dan Sam yang kembali dikecewakan deputi karena tidak mau menolonya akhirnya memutuskan untuk berdua pergi ke Bates Motel.

Jadilah mereka berdua berpura pura menjadi pasangan suami istri yang  akan melakukan perjalanan kantor ke San Fransisco, dan terpaksa menginap di Motel tersebut karena cuaca yang terlihat tidak bersahabat. Norman menyambut mereka.

Lila dan Sam lantas ditempatkan di kamar No.10. Lila menduga bahwa ada yang tidak beres di rumah di belakang Motel, dia ingin memeriksanya sendiri. Sam kemudian mengatur rencana agar dia dapat menahan Norman dengan mengajaknya berbincang di ruangan kantornya, sementara Lila menyelinap ke rumah besar di belakang motel.

Norman yang akhirnya tahu bahwa Lila kemungkinan sudah pergi ke rumah belakang segera memukul Sam dengan guci. Sam terkapar. Norman lantas pergi ke rumahnya dan mencari Lila. Lila yang menyelinap dari tadi mencari cari dimana Marion disembunyikan, tapi dia malah menemukan mayat wanita di atas sebuah kursi goyang, jadilah Lila berteriak ketakutan setengah mati.

Norman yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi arah suara. Dengan dandanan seolah perempuan dan bersenjatakan pisau dia mencoba menyerang Lila. Tapi tiba tiba Sam datang dan menaklukan Norman. Norman akhirnya dibawa ke kantor polisi.

Sheriff Al Chambers: Norman Bates’ mother has been dead and buried in Greenlawn Cenetery for the past ten years!

Di sana salah seorang polisi senior menjelaskan kejadian sebenarnya. Bahwa Norman dan Ibunya dulunya tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama. Dan ketika Ibunya bertemu dengan pria yang nantinya memperistrinya, Norman merasa bahwa pria tersebut telah mengambil sosok yang ada dalam hidupnya. Jadilah Norman meracuni Ibunya dan Ayah angkatnya tersebut di kamar tidur mereka. Demi lari dari perasaan bersalah tersebut, Norman memiliki dua kepribadian, yaitu menjadi dirinya sendiri dan menjadi ibunya. Ketika dia menjadi ibunya, ibunya punya kecemburuan pula ketika Norman mendekati wanita, jadilah Ibunya tersebut membunuh Marion. Akhirnya terkuaklah rahasia besar di balik kejadian kejadian tersebut. Termasuk dimana mayat Marion disembunyikan Norman pasca pembunuhan dilakukan.

Dr. Fred Richmond: Ah, not exactly. A man who dresses in women’s clothing in order to achieve a sexual change, or satisfaction, is a transvestite. But in Norman’s case, he was simply doing everything possible to keep alive the illusion of his mother being alive. And when reality came too close, when danger or desire threatened that illusion – he dressed up, even to a cheap wig he bought. He’d walk about the house, sit in her chair, speak in her voice. He tried to be his mother! And, uh… now he is.

2

TOP QUOTES

A boy’s best friend is his mother.

(Norman Bates)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap perbuatan buruk yang dilakukan pasti akan mempengaruhi psikologi pelakunya, memberinya rasa was was dan perasaan tidak tenang.

PSYCHO - (27)

PSYCHO - (19)

PSYCHO - (11)     PSYCHO - (16)

PSYCHO - (24)

PSYCHO - (25)

PSYCHO - (28)

PSYCHO - (17)PSYCHO - (22)

PSYCHO - (18)

PSYCHO - (32)

PSYCHO - (15)

PSYCHO - (12)PSYCHO - (23)

PSYCHO - (31)

PSYCHO - (14) PSYCHO - (26)        PSYCHO - (34)

PSYCHO - (13)

TAHUKAH KAMU?

– Ini adalah film amerika pertama yang menampilkan toilet duduk (flusing toilets)

– Film ini adalah film Hitchcock yang paling menguntungkan sepanjang masa, sekaligus film horror pertama dari sang sutradara dan film hitam putih terakhir darinya.

– Ketika dalam masa penulisan skenario, Joseph Stefano sedang dalam masa terapi untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ibu.

– Sempat mengagumi Vera Miles (Lila Crane) yang begitu cantik, dengan gaya rambutnya tersebut, tapi awas, rambut Vera dalam film tsb adalah wig.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK, ada 1 adegan Marion tidur bersama Sam (tidak terlalu eksplisit), ada adegan Marion telanjang(tidak eksplisit), ada adegan Marion dengan bra  . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK, ada adegan pria dengan dual identitas(pria dan wanita). Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: YA, brutal . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

OVERALL: 21+(Dewasa)

KESIMPULAN:

– Well, apa yang dikatakan sebelum film ini, “tonton film ini dari awal atau tidak sama sekali”, karena jika anda sudah memulainya anda tidak akan punya lagi kesempatan dan kemauan untuk meninggalkan bangku duduk anda. Bagi saya film ini adalah film Hitchcock yang paling hebat. Mulai dari para pemainnya yang bermain luar biasa, Janet Leigh yang memerankan Marion yang dirundung perasaan tidak tenang karena perbuatannya, Vera Miles yang bersikeras untuk mengungkap tabir hilangnya sang adik, serta tentu saja untuk akting dari Anthony Perkins yang luar biasa sebagai pria pengidap double personality.

Kemampuan sang sutradara, Hitchcock makin menobatkannya menjadi sutradara idolaku, penonton mampu terhisap dengan cerita yang ditampilkan, suasana muram dan ngeri terus terasa sepanjang film, bahkan hingga adegan terakhir ketika Norman tersenyum. Set Bates Motel bahkan terus melegenda hingga kini. Salut pula untuk Bernard Hermann yang makin menyempurnakan film ini dan menegaskan suasana yang ingin dibangun.

Adegan yang paling menakutkan adalah saat berada di shower. Bahkan jika anda mandi menggunakan shower film ini akan membuat anda berpikir untuk menutup rapat rapat pintu kamar mandi anda. Adegan lain yang saya suka adalah adegan ketika Marion menyetir di dalam mobil, sementara pikirannya melayang seiring kecemasannya akan tindakannya.

Harus saya katakan, Psycho (1960) adalah salah satu film terhebat sepanjang masa!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

VERTIGO(1958), Cerita Romansa Dalam Balutan Psikologikal Thriller Nan Suram

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Alec Coppel, Samuel A. Taylor(Naskah), Pierre Boileau, Thomas Narcejac( Novel D’entre les morts ), Maxwell Anderson  . Bintang:  James Stewart, Kim Novak, Barbara Bel Geddes. Durasi: 128 menit . Tahun Rilis: 1958.

PENGHARGAAN OSCAR

– 2 Nominasi Oscar: Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White or Color, Best Sound.

JALAN CERITA(PLOT)

VERTIGO - (6)

A Hitchcock thriller. You should see it from the beginning!

John/ Johnnie ‘Scottie’ Ferguson(James Stewart) adalah mantan detektif kepolisian. Pada suatu ketika Scottie dan kawannya sedang mengejar seorang penjahat di atap gedung, nahas bagi Scottie dia terselip sehingga nyaris jatuh dari atap gedung. Temannya tersebut lantas mencoba untuk menolongnya. Bukannya berhasil, temannya tersebut malah jatuh dan mati. Dan Scottie terpaksa menjadi saksi peristiwa tragis tersebut.

Kejadian ini membuat Scottie menjadi phobia terhadap ketinggian dan mengalami vertigo ketika berada dalam situasi yang sama dengan kejadian tersebut. Karena merasa tidak mampu lagi bekerja dengan maksimal dikarenakan kelemahannya tersebut Scottie akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian.

Hari harinya kini dilewati dengan beristirahat di apartemennya dengan kadang-kadang ditemani oleh teman wanitanya, Midge Wood(Barbara Bel Geddes). Midge sendiri adalah wanita cantik yang suka melukis, diam diam dia sepertinya menaruh hati kepada Scottie. Kedamaian Scottie dalam masa pensiun terganggu ketika salah satu teman lamanya, Gavin Elster(Tom Helmore) datang ke San Fransisco. Gavin kemudian mengajak Scottie untuk bertemu.

VERTIGO - (15)

Di sana Gavin meminta secara langsung kepada Scottie untuk bekerja secara pribadi kepadanya. Gavin yang merupakan pengusaha sukses memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Madelaine Elster(Kim Novak). Hal yang membuatnya cemas adalah akhir akhir ini Madelaine menampakkan kebiasaan yang aneh. Jadilah Scottie diminta Gavin untuk membuntuti sekaligus mencari tahu dibalik sikap aneh dari Madelaine itu.

Gavin Elster: Scottie, do you believe that someone out of the past – someone dead – can enter and take possession of a living being?

Awalnya Scottie menolak untuk membantu temannya tersebut, tapi karena terus didesak dirinya akhirnya mau menerima pekerjaan tersebut. Keesokan harinya dia membuntuti Madelaine.

Dia terus menerus membuntuti kemana Madelaine pergi. Hari demi hari dilewati membuatnya makin curiga karena Madelaine sering pergi ke tempat tempat yang tidak biasa. Diantaranya pergi ke galery seni dan menonton suatu lukisan wanita selama berjam jam, tidak hanya itu saja dia juga mengetahui bahwa Madelaine sering berkunjung ke makam, membeli buket bunga yang sama dengan di lukisan dan kegiatan kegiatan tidak biasa lainnya.

VERTIGO - (8)

Setelah melaporkan hal ini kepada Gavin, dia baru diberi informasi bahwa Madelaine mengalami kutukan atau gangguan dari nenek moyangnya yaitu Carlotta Valdes. Yang memungkinkan Madelaine untuk memiliki kecenderungan bunuh diri seperti nenek moyangnya dulu.

VERTIGO - (10)

Di suatu hari ketika Scottie sedang membuntuti Madelaine, akhirnya perkataan Gavin menjadi kenyataan. Madelaine mencoba bunuh diri dengan terjun ke teluk San Fransisco. Tanpa pikir panjang Scottie langsung terjun untuk menolong Madelaine. Dia lalu membawa Madelaine ke apartemennya untuk dirawat. Di tempat tersebutlah benih benih cinta justru timbul di antara keduanya. Midge sendiri sempat memergoki Madelaine keluar dari apartemen Scottie. Hal ini jelas membuat Midge cemburu kepada Scottie.

Scottie: I love you, Madeleine.

Madeleine: I love you, too. It’s too late.

Scottie diberitahu bahwa Madelaine sering bermimpi aneh, dan ketika dia dan Madelaine pergi ke suatu pantai dia sadar bahwa tempat yang ada dalam mimpi buruk Madelaine adalah Mission San Juan Bautista. Dia dan Madelaine lalu pergi ke gereja tersebut. Madelaine mengungkapkan bahwa dia mencintai Scottie. Madelaine lalu lari pergi menuju tower gereja tersebut. Ketika Scottie mencoba untuk menghentikannya dia tertahan karena Vertigonya kambuh dirinya tidak kuasa untuk mencegah Madelaine terjun bunuh diri dari atas tower tersebut.

James Stewart - vertigo

Gavin Elster: There’s no way for them to understand. You and I know who killed Madeleine.

Dirinya lalu diinterogasi pihak berwenang, sementara Gavin yang terpukul memilih jalan pergi ke Eropa untuk melupakan Madelaine. Meski akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian, penyesalan akan kehilangan Madelaine begitu terasa dalam diri Scottie. Dirinya kemudian depresi berat.

Ketika rasa penyesalan dirinya sudah mulai mereda justru dirinya bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Madelaine. Scottie akhirnya tahu bahwa wanita tersebut bernama Judy Barton(Kim Novak) yang berasal dari Kansas.

Setelah mengikutinya ke tempat dia singgah, Scottie memutuskan untuk mengajak Judy makan malam. Meski ragu namun pada akhirnya Judy memenuhi permintaan dari Scottie. Kisah cinta keduanya kemudian berlanjut.

VERTIGO - (7)

Di suatu malam ketika keduanya sedang jalan bersama, Scottie merasa mengenali kalung yang dipakai oleh Judy. Dia segera menyadari siapa Judy sebenarnya. Karenanya dia kemudian bersikeras untuk membuat Judy semirip mungkin dengan almarhum Madelaine. Judy menolak keras pada awalnya, tapi karena didorong rasa cintanya kepada Scottie dirinya akhirnya pasrah untuk mengikuti kemauan Scottie.

Scottie suatu hari mengajak Judy pergi ke gereja dimana Madelaine tewas. Dia bersikeras untuk memaksa Judy untuk naik ke tower dimana Madelaine tewas. Judy menolak, tapi karena terus didorong oleh Scottie dia tidak punya pilihan lain.

VERTIGO - (9)

Di atas tower Scottie akhirnya merasa dapat mengatasi vertigonya. Dia kemudian menyatakan bahwa dia tahu Judy adalah Madelaine yang ditemui ketika peristiwa kematiannya. Dia mengetahui hal tersebut karena melihat kalung yang dipakai oleh Judy. Judy akhirnya mengatakan kejadian sebenarnya bahwa dia adalah orang yang diminta untuk seolah olah menjadi Madelaine demi menutupi niatan Gavin yang ingin membunuh Madelaine.

Di saat kejadian Madelaine tewas, sebenarnya adalah Gavin yang melempar Madelaine dari atas tower. Gavin dan Judy lalu pergi melalui jalan pintas dari atas tower. Scottie dipilih oleh Gavin karena Gavin tahu bahwa Scottie memiliki phobia terhadap ketinggian.

VERTIGO - (24)

Judy juga mengatakan bahwa kalung yang dipakainya adalah kalung dari Gavin yang diberikan sebagai tanda terima kasih karena telah mau berpura pura menjadi Madelaine. Judy juga mengungkapkan bahwa dirinya benar benar cinta kepada Scottie. Itulah alasan mengapa dirinya mau untuk didandani seperti Madelaine. Belum sempat keduanya melanjutkan perbincangan, datanglah seorang biarawati dari gereja tersebut. Judy yang kaget lalu salah melangkah hingga membuat dirinya terjatuh dari Tower. Sementara itu Scottie hanya bisa melihat wanita yang dikasihinya “mati lagi”. Sang biarawati sendiri lalu membunyikan lonceng gereja di atas tower tersebut untuk memberikan peringatan pada orang orang bahwa ada kejadian bunuh diri lagi.

VERTIGO - (27)

VERTIGO - (1)

VERTIGO - (28) VERTIGO - (2)  VERTIGO - (4) VERTIGO - (5)       VERTIGO - (12) VERTIGO - (14)
VERTIGO - (16) VERTIGO - (17)
VERTIGO - (19) VERTIGO - (20) VERTIGO - (22)

VERTIGO - (18) VERTIGO - (23)VERTIGO - (25)TOP QUOTES

Scottie: You shouldn’t keep souvenirs of a killing. You shouldn’t have been that sentimental.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kita harus senantiasa sadar terhadap perilaku kita, terhadap orang orang di sekitar kita, karena bisa jadi, teman baik sekalipun menusuk dari belakang di suatu waktu.

TAHUKAH KAMU?

– Grace Kelly adalah aktris favorit dari sang sutradara Alfred Hitchcock, seiring dengan kesuksesannya menaklukan hati pangeran Monaco, Hitchcock berpaling kepada Vera Miles. Vera sendiri rencananya akan memerankan Madelaine/ Judy, tapi karena dia saat itu malah mengandung, Hitchcock nampaknya tidak tertarik lagi untuk bekerjasama setelah kehamilannya. Jadilah peran Madelaine/ Judy diserahkan  kepada Kim Novak. Nampaknya Hitchcock tidak benar benar melupakan Vera. Buktinya di film selanjutnya dia masih bekerja sama dengannya yaitu di film Psycho(1960).

– Seperti kebanyakan filmnya, Hitchcock menjadi cameo di film ini pula. Ini dia screeshootnya:

VERTIGO - (26)

– James Steward saat syuting dilakukan berusia 49 tahun sedangkan Kim Novak 24 tahun. Mungkin dikarenakan usia James Stewart yang makin terlihat tua untuk memerankan tokoh pria protagonis di film film Hitchcock selanjutnya dia tidak pernah lagi ambil bagian.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK . Adegan Berdarah: TIDAK, ada adegan bunuh diri dan adegan jatuh dari ketinggian . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Tidak heran film ini mampu menjungkalkan kedigdayaan dari Citizen Kane di polling BFI Sight & Sound Magazine, yang menjadikan film ini nomor satu di polling tersebut. Karya Hitchcock yang satu ini bahkan digadang gadang adalah salah satu karya terbaik dari Hitckcock semasa jayanya. Film ini tidak lepas dari ciri khas seorang Hitchcock, plot cerita yang misterius, dengan suasana suram sepanjang film, serta teknik pengambilan gambar untuk mendapatkan sensasi vertigo, serta plot twist yang membuat penonton melonjak dari bangku tempat duduknya. Dua jempol untuk Hitchcock.

Dari departemen akting, Kim Novak dan James Steward berakting dengan baik, mampu menampilkan chemistry di antara keduanya. Dengan gubahan lagu latar yang ikut membawa penonton makin terbius dengan suasana suram, nampaknya film ini memang salah satu yang terbaik yang dihasilkan Hitchcock.

Secara pribadi saya lebih menfavoritkan Psycho, tapi setidaknya film Vertigo ini lebih baik dalam penilaian saya dibanding Rear Window .But Afterall, Recomended Film!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

Oldboy(2003), Sisi Kelam Manusia Akan Balas Dendam

DATA FILM

Sutradara: Chan-wook Park. Penulis Naskah: Chan-wook Park, Chun-hyeong Lim, Jo-yun Hwang(Naskah), Garon Tsuchiya(Cerita), Nobuaki Minegishi (Komik), Joon-hyung Lim(Penulis) . Bintang: Min-sik Choi, Ji-tae Yu, Hye-jeong Kang. Durasi: 120 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

JALAN CERITA(PLOT)

oldboy - (28)

Laugh and the world laughs with you; weep, and you weep alone”

Oh Dae-su(Min-sik Choi) di tahun 1988 adalah seorang bisnismen beranak satu. Di suatu malam yang hujan dirinya mabuk berat sehingga terpaksa diamankan pihak kepolisian di kantor polisi. Sadar bahwa hari itu adalah hari ulang tahun puteri tercintanya Oh Dae-su berusaha agar dapat segera lepas dari kantor polisi. Setelah sempat membuat masalah dengan polisi dan orang orang di markas polisi tersebut akhirnya Oh Dae-su dapat pulang setelah salah satu temannya menebusnya. Jadilah Oh Dae-su dapat pulang dan memberikan kado berupa sayap malaikat kepada puteri tercintanya.

Malam yang hujan dan gelap memaksa Oh Dae-su  dan kawannya tidak dapat pulang dengan cepat. Oh Dae-su  lantas menelepon ke rumah, saat temannya gantian menelepon Oh Dae-su bertemu dengan seseorang yang memakai payung warna ungu. Oh Dae-su  kemudian diculik olehnya, lantas dijebloskan di sebuah ruangan mirip hotel murahan. Tanpa tahu motif penangkapannya serta berapa lama Oh Dae-su  akan ditangkap, Oh Dae-su menguatkan dirinya untuk terus bertahan hidup.

Oh Dae-su  selama di dalam ruangan tersebut diperlakukan dengan aneh, diantaranya dia sengaja dibius di jam jam tertentu agar tertidur dan kemudian para petugas penjara masuk dan memotong rambutnya. Selama di dalam penjara dia juga mendapatkan makanan semacam lumpia/ pangsit yang sama setiap harinya.

Hanya ditemani televisi, Oh Dae-su terus mencoba untuk bertahan. Melalui TV juga Oh Dae-su  mendapati kabar mengenaskan bahwa dirinya sudah dinyatakan sebagai pembunuh dari istrinya, Oh Dae-su jelas kaget dengan berita tersebut. Dirinya kemudian membulatkan tekad untuk meloloskan diri dan menemukan siapa sebenarnya aktor dibalik semua ini, sekaligus menuntut balas. Dimulai dari didapatkannya sumpit lebih dari jatah makanannya, dia kemudian membuat tato yang menunjukkan berapa tahun dia dipenjara. Oh Dae-su  pun mulai membuat catatan akan orang-orang yang mungkin memenjarakannya beserta motif mereka masing masing. Oh Dae-su  juga menggunakan satu sumpit untuk membuat lubang di dinding yang akan digunakannya untuk meloloskan dirinya nantinya.

oldboy - (13)

Dia kemudian berlatih tinju dengan bantuan dinding penjara. Dan ketika dirinya sudah siap, 15 tahun pun berlalu. Sementara Oh Dae-su  berhasil melubangi tembok meski hanya 1 bata saja. Dirinya akhirnya dilepaskan di atap sebuah gedung bertingkat dengan dimasukkan ke dalam koper besar.

Di atas atap Oh Dae-su  betemu dengan seorang pria yang putus asa dan memutuskan untuk terjun bunuh diri bersama dengan anjingnya. Oh Dae-su memegangi dasi pria tersebut lalu menceritakan kisah kelamnya dipenjara 15 tahun tanpa sebab yang jelas. Pria tersebut akhirnya sadar bahwa dirinya juga layak untuk terus hidup.

oldboy - (3)

Oh Dae-su  kemudian turun melalui lift. Di dalam lift dia bertemu dengan seorang wanita, jelas karena Oh Dae-su  sudah sangat lama tidak berinteraksi dengan manusia dirinya menjadi paranoid dan bersikap aneh. Tak berapa lama sang pria dengan anjing putih di atas gedung terjun bunuh diri.

Oh Dae-su melanjutkan perjalanannya untuk mendapatkan makanan, di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang gembel yang memberikannya dompet berisi uang dan telepon gengam. Dia kemudian singgah di salah satu tempat makan sushi. Di sana dia bertemu dengan Mi-do(Hye-jeong Kang), salah satu chef sushi cantik di tempat tersebut. Oh Dae-Su lalu memesan octopus hidup untuk dimakan, seolah menegasskan dirinya adalah monster yang siap menelan hidup hidup makhluk yang ada di depannya dan orang yang sudah mengacaukan hidupnya saat ini.

Setelah makan Oh Dae-Su mendapati seorang pria menelepon ke HP nya, setelah diangkat pria tersebut menanyakan pertanyaan apakah Oh Dae-Su menyukai pakaian  yang diberikan. Mi-Do kemudian memegang tangan Oh Dae-Su. Oh Dae-Su lantas tiba tiba pingsan.

Mi-Do yang merasa iba terhadap hidup dari Oh Dae-Su membawanya pulang ke kediamannya. Di sana dia merawat Oh Dae-Su hingga siuman. Ketika Oh Dae-Su siuman justru Oh Dae-Su berniat untuk melampiaskan nafsunya kepada Mi-Do. Mi-Do jelas menolak hal ini, tapi dia berjanji untuk memenuhi hasratnya kepada Oh Dae-Su jika saat yang tepat sudah datang.

Dibantu oleh Mi-Do, Oh Dae-Su kemudian mencari tahu anak puteri semata wayangnya. Ternyata nasib sudah memisahkan dia bersama puterinya karena ternyata dia sudah diadopsi sebuah keluarga orang Swedia. Oh Dae-Su kemudian kembali pada tujuan awalnya untuk menemukan siapa dalang dibalik kasus dirinya.

Oh Dae-Su sadar bahwa dirinya sudah diberi makanan yang sama selama 15 tahun. Ini membuat dirinya tidak pernah lupa akan rasa dari masakan tersebut. Jadilah hal tersebut menjadi clue bagi dirinya untuk mencari siapa orang dibalik pemenjaraannya. Setelah menelusuri banyak restoran dirinya masih kesulitan untuk mendapatkan jawaban atas kasusnya. Tapi kemudian dia mendapati tempat dimana dulu dia disekap. Jadilah dirinya kemudian berkelahi dengan para preman penjaga tempat tersebut. Berbekal sebuah palu dirinya berhasil untuk menaklukan para preman tersebut, sekaligus menganiaya si pemilik penjara dengan mencopot giginya sebanyak 15 buah. Jumlah yang sama dengan tahun yang dihabiskannya di dalam ruangan penjara. Dari pemilik penjara tersebut Oh Dae-Su mendapatkan satu informasi saja bahwa motif sang penyuruh untuk memenjarakan Oh Dae-Su adalah karena dirinya terlalu banyak bicara. Oh Dae-Su masih bingung dengan hal ini.

oldboy - (16)

Karena dirinya sempat tertusuk pisau akhirnya Mi-Do membawanya ke kediamannya lagi untuk mendapat perawatan. Dirinya bersama dengan Mi-Do akhirnya bisa mengungkap siapa dibalik dalang Oh Dae-Su dipenjara. Orang tersebut adalah Woo-jin Lee(Ji-tae Yu), seorang taipan muda nan kaya. Hampir saja Oh Dae-Su mencekik mati Woo-jiin Lee sebelum Woo memberitahukan Oh Dae-Su bahwa dia harus mencari tahu sebab kenapa dia sampai dijebloskan ke penjara. Woo memberikan waktu kepada Oh Dae-Su selama 5 hari hingga tanggal 5 Juli untuk menemukan jawaban tersebut. Dengan janji jika dia berhasil maka Woo akan bunuh diri, tapi jika tidak maka Woo akan membunuh Mi-Do.

Oh Dae-Su yang masih dirundung penasaran akan motif di balik pemenjaraannya berusaha keras untuk mencari tahu. Makin lama waktu yang diberikan Mi-Do untuk membantu Oh Dae-Su menuntaskan dendamnya, makin intens juga perasaan cinta diantara keduanya. Akhirnya Oh Dae-Su dan Mi-Do bercinta dengan penuh gairah.

Mengetahui bahwa dirinya selalu diketahui keberadaanya oleh Woo, Oh Dae-Su tahu bahwa dia sudah disadap, sebab dia mencoba untuk mengancam  Mi-Do tapi dia tetap tidak mau mengaku bahwa dia adalah suruhan dari Woo. Dirinya kemudian membawa barang barangnya untuk diperiksa. Ternyata benar, didalam sol sepatunya sudah ditanamkan chip untuk memonitor keberadaan dirinya. Oh Dae-Su geram dengan ulah Woo tersebut.

Dibantu salah satu temannya yang jago komputer, Oh Dae-Su terus berusaha untuk memecahkan teka teki motif Woo. Di lain pihak Woo ternyata mematai matai teman Oh Dae-Su, Woo kemudian membunuh temannya Oh Dae-Su, hal ini dikarenakan Oh Dae-Su sudah melepas perangkat chip yang dipasang di sepatunya yang membuat Woo kesulitan melacak keberadaan Oh Dae-Su.

Sementara itu Mi-Do yang berada sendirian di kediamannya disatroni oleh kepala penjara tempat Oh Dae-Su disekap yang bernama Dal-su Oh(Park Cheol-woong). Dal lantas menelanjangi payudara dari Mido dan menangkap Oh Dae-Su. Setelah selesai melecehkan Mi-Do, Dal kemudian berencana mencopot gigi dari Oh Dae-Su, sebagai pembalasan atas apa yang dilakukannya kepada dirinya. Tidak sempat melakukan pembalasannya tersebut, Dal dicegah oleh Woo. Dal dan kawanannya lantas pergi dari kediaman Mi-Do.

Oh Dae-Su tentu menyadari bahwa Mi-Do tidak terlibat dalam permainan ini. Oh Dae-Su juga segera menemukan motif dari Woo. Dia segera mendatangi Woo. Di sana dia menyatakan bahwa motif dari Woo memenjarakan dirinya adalah karena di masa lalu Oh Dae-Su  muda adalah anak nakal, suka menggoda banyak wanita serta suka merokok. Dia juga adalah teman seangkatan dari Woo di SMU.  Yang suatu hari menyaksikan Woo terlibat pergumulan dengan kakak kandungnya sendiri di salah satu ruangan kelas di sekolah Oldboy, tempat mereka menuntut ilmu.

Woo menyatakan bahwa Oh Dae-Su sudah salah mengartikan permainan ini. Woo mengatakan bahwa Oh Dae-Su salah karena dia tidak berkonsentrasi pada apa yang menjadi alasan Woo melepaskan dia dari penjara, melainkan berkonsentrasi pada motif kenapa dia dipenjara

.oldboy - (6)

Woo lalu menunjukkan kepada Oh Dae-Su  sebuah kotak ungu. Oh Dae-Su  lalu membuka kotak tersebut dan kaget setengah mati karena di dalamnya ada sebuah album foto  yang berisi foto anak dari Oh Dae-Su  sejak kecil hingga dewasa dan akhirnya anak tersebut adalah Mi-Do. Oh Dae-Su makin menyesal karena dia sudah bercinta dengan Mi-Do yang nyatanya adalah anaknya sendiri. Woo mengatakan bahwa ini adalah pembalasan karena dahulu Oh Dae-Su  terlalu banyak bicara dan mengumbar gosip kepada teman teman sekelas mereka akan gosip Woo dan kakaknya sebelum akhirnya Oh Dae-Su sendiri pergi ke Seoul. Kakaknya Woo sendiri pada saat itu akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup dengan terjun ke sebuah waduk dengan disaksikan mata kepala Woo sendiri. Inilah yang menjadikan Woo sakit hati kepada Oh Dae-Su karena sudah mengambil kakaknya dari hidupnya sekaligus kekasihnya.

Woo juga mengatakan bahwa selama ini dia sudah menghipnotis Woo juga mengatakan bahwa selama  dan Mi-Do yang mengakibatkan keduanya bisa jatuh cinta. Woo juga menambahkan bahwa saat ini Dal-su Oh sedang berada di kediaman Mi-Do untuk memberikan kotak ungu yang sama dengan yang dibuka Oh Dae-Su. Meskipun Woo sempat memotong tangan Dal-Su karena lancang memegang payudara Mi-Do saat menyatroni Mi-Do sebelumnya. Woo kemudian mengatakan bahwa dia sudah memberikan ganti penjara yang baru bagi Dal-Su sehingga dia mau kembali bekerja sama dengan Woo.

oldboy - (9)

Oh Dae-Su kemudian mencoba menyerang Woo, tapi bodyguard dari Woo bernama Mr.Han(Byeong-ok Kim) menghentikan aksinya. Mr.Han kemudian menghajar habis habisan Oh Dae-Su. Ketika menyadari bahwa Oh Dae-Su dapat melukai dirinya, Mr.Han kemudian marah besar dan berniat menghabisi nyawa dari Oh Dae-Su. Woo yang merasa Mr.Han sudah kelewat batas segera mengambil pistolnya dan membunuh Mr.Han.

Oh Dae-Su lalu menelepon Mi-Do untuk mengabarkan bahwa dia tidak perlu untuk membuka kotak yang ada di depannya. Mi-Do ketakutan dengan kotak tersebut. Oh Dae-Su lalu meminta dan berlutut untuk memohon kepada Woo agar dia tidak memberitahukan kisah sebenarnya kepada Mi-Do. Bahkan Oh Dae-Su menawarkan dirinya untuk menjadi budak dan anjing bagi Woo. Dengan tujuan untuk meyakinkan Woo bahwa dirinya tidak akan banyak bicara lagi Oh Dae-Su kemudian memotong lidahnya di depan Woo. Woo terkesan dengan ketulusan hati dari Oh Dae-Su. Dia kemudian meninggalkan Oh Dae-Su sendirian di kediamannya dan menelepon Mi-Do untuk tidak perlu membuka kotak ungu di depannya.

Setelah itu Woo memutuskan untuk bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri di dalam lift.

Hari hari berat tersebut akhirnya berlalu. Hingga kemudian Oh Dae-Su bertemu dengan tukang hipnotis yang dipakai Woo. Karena simpati dengan cerita hidup dari Oh Dae-Su, tukang hipnotis tersebut kemudian membantu Oh Dae-Su untuk melupakan bagian kelam hidupnya tersebut. Setelahnya Oh Dae-Su kemudian bertemu dengan Mi-Do di tempat yang bersalju. Mereka kemudian berpelukan.

oldboy - (29)

oldboy - (6)

oldboy - (26)

oldboy - (21)

oldboy - (10)

oldboy - (22)

?????????????

oldboy - (4)

oldboy - (8)

oldboy - (9)oldboy - (2)

oldboy - (19)

?????????????

oldboy - (1)  oldboy - (5) x              oldboy - (12)   oldboy - (15)

?????????????  oldboy - (27)

oldboy - (4)

oldboy - (8)

oldboy - (12)

oldboy - (20)

oldboy - (11)

oldboy - (30)

oldboy - (18)

oldboy - (23)

oldboy - (7)

TOP QUOTES

Even though I’m no more than a monster – don’t I, too, have the right to live?

Dae-su Oh

TRAILER

NILAI-NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Keinginan untuk membalas dendam bisa merubah pria yang biasa saja menjadi seekor monster yang menakutkan, yang keji tidak takut mati dan ganas.

– Hidup kadang adalah tentang karma, dimana jika anda berbuat baik anda pasti menuai hasilnya di kemudian hari, begitu pula jika anda berbuat jahat kepada orang lain, bisa jadi hal yang lebih buruk menimpa anda di kemudian hari, oleh karena itu kita harus jaga perilaku dan perkataan, karena bisa jadi satu kata yang keluar dari lidah atau satu perilaku kita bisa berakibat fatal di masa mendatang.

TAHUKAH KAMU?

– 4 Octopus hidup digunakan untuk scene Oh Dae-Su makan octopus di restoran sushi, octopus yang digunakan adalah octopus sungguhan bukan teknik visual tertentu. Tidak lupa setelah makan octopus Min-sik Choi , pemeran dari Oh Dae-Su harus berdoa, tidak lain karena dia adalah seorang Budhist yang taat.

– Restoran tempat Mi-Do bekerja sebagai chef sushi adalah restoran Mediterranean, ini adalah restoran di dunia nyata. Tapi di film restoran ini lebih sering dinamakan Akira, sebagai penghormatan kepada sutradara Jepang Akira Kurosawa oleh sang sutradara Park Chan-Wook.

– Lukisan di dinding penjara Oh Dae-Su berjudul “The Man of Sorrow” karya pelukis Belgia James Ensor.

oldboy - (33)

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA, Intens . Adegan Berdarah: YA, Intens . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: YA. Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

OVERALL: Film Khusus Untuk Kalangan Tertentu.

KESIMPULAN:

Film ini adalah film kedua untukThe Vengeance Trilogy” , dua film lainnya adalah Sympathy for Mr.Vengeance dan Sympathy for Lady Vengeance ketiganya bercerita tentang satu hal, tidak lain adalah tentang balas dendam. Sutradara Film ini memenangkan Grand Prix untuk Festival Film Cannes 2004 dan mendapatkan Nominee untuk Palm D’Or. Mendapatkan sambutan hangat dari sutradara sekelas Quentin Tarantino. Diangkat dari komik manga jepang, sutradara Park Chan-Wook berhasil menggarapnya dengan luar biasa brutal nan sadis tanpa meninggalkan tujuan utama dari film tersebut.

Plot twist yang berlipat lipat menjadikan film ini luar biasa memukau pemirsa. Durasi yang lama (sekitar 2 jam) serasa tidak terasa karena cerita yang disuguhkan seakan tidak bertele tele dan berjalan dengan cepat. Banyak scene yang memorable nan membuat perut mual seperti saat mencopot gigi dengan palu, adegan pertarungan dengan palu di lorong penjara, adegan mencegah pria bunuh diri di atas bangunan serta adegan memotong lidah. Scene bersenggama juga ditampilkan dengan cukup vulgar meski terasa pas dengan suasana yang ingin dibangun untuk membuat karakter benar benar merana dan penonton simpati di akhir film.

Yang jelas dengan banyaknya scene yang tidak untuk dikonsumsi kalangan umum, tidaklah bagus untuk merekomendasikan film ini kepada teman teman ataupun kerabat anda.

Sempat dicoba untuk diremake di tahun 2013 kemarin oleh sutradara Spike Lee, tapi dengan kualitas yang sudah luar biasa di film pertama saya sungguh yakin bahwa remake tidak akan lebih baik (hanya alat untuk mengeruk dollar ala Hollywood saja sepertinya).

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9.5

Mystic River(2003), Misteri Kematian Seorang Anak Perempuan Yang Mempertemukan Kembali 3 Pria Dengan Masa Lalu Yang Suram.

DATA FILM

Sutradara: Clint Eastwood . Penulis Naskah: Brian Helgeland(Cerita) &  Dennis Lehane(Novel) . Bintang: Sean Penn, Tim Robbins, Kevin Bacon. Durasi: 138 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

2 Piala Oscar:

– Best Actor in a Leading Role untuk Sean Penn.

– Best Actor in a Supporting Role untuk Tim Robbins

JALAN CERITA(PLOT)

MYSTIC RIVER - (15)

” The river has many depths. Let it wash over you..”

Di Tahun 1975, Tiga sekawan anak kecil, Jimmy Markum(Sean Penn), Dave Boyle(Tim Robbins) dan Sean Devine(Kevin Bacon) sedang bermain hoki di jalanan kota Boston, US, hingga datanglah ide nakal mereka untuk menuliskan nama mereka masing-masing di cor-coran semen/ beton yang masih basah di pinggir jalan.

Hal ini dipergoki oleh seorang pria yang berpakaian layaknya polisi. Tentu saja mereka dimarahi habis-habisan. Tidak begitu saja, pria tersebut bersama partnernya membawa Dave ke dalam mobil dengan dalih untuk membawanya menemui orangtuanya, maklumlah dari ketiganya hanya Dave yang tidak tinggal di daerah tersebut. Tinggalah Jimmy dan Sean di tempat tersebut.

Hal yang tidak mereka sangka-sangka terjadi. Dave menghilang selama 4 hari. Akhirnya setelah dilakukan pencarian dan investigasi, di hari ke empat Dave ditemukan. Namun tidak dalam keadaan yang menyenangkan. Sebab selama 4 hari tersebut Dave disekap dan dilecehkan secara seksual oleh para pria yang membawanya, dengan demikian disimpulkan bahwa pria tersebut bukan lah polisi.

Mulai hari itu pertemanan ketiganya menjadi longgar dan mereka meniti kisah hidup mereka masing-masing.

Jimmy yang ketika dewasa adalah seorang kriminal kini sudah memiliki anak perempuan yang cantik berumur 19 tahun bernama Katie(Emmy Rossum). Jimmy dan keluarganya tinggal dengan bahagia sekarang. Jimmy sendiri sekarang memiliki usaha minimarket yang menjual minuman keras.

Jimmy Markum: And it’s really starting to piss me off, Dave! She’s my own little daughter, and I can’t even cry for her!

Dave Boyle: Jimmy, you’re crying now.

Sementara itu Sean, sekarang menjadi seorang polisi investigator di Massachusetts State Police yang bertugas di bagian penelusuran kejahatan dan pembunuhan. Di samping itu Dave yang di masa kecilnya mengalami trauma berat akibat peristiwa tadi sekarang sudah menikah, memiliki anak laki-laki dan dirinya bekerja sebagai buruh kasar.

Keadaan ketiganya sekarang terpisah, namun suatu kejadian di suatu malam sontak menyatukan kembali kisah ketiga pria ini. Katie dinyatakan hilang di malam tersebut. Pencarian melibatkan Sean dan rekan kerjanya Whitey Powers(Laurence Fishburne). Setelah mencari beberapa lama, ditemukanlah jasad Katie di tengah taman. Langsung saja Jimmy dan keluarganya tersengat dengan hal ini.

Jimmy Markum: I know in my soul I contributed to your death.

Sean dan Whitey bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku pembunuhan ini. Sementara itu Jimmy yang tidak terlalu percaya kepada kepolisian (sebab dia adalah mantan kriminal yang pernah dipenjara), memilih untuk menggunakan koneksinya untuk mengungkap hal ini.

Di malam yang sama dengan hilangnya Katie, Dave pulang ke rumah dari bekerja dengan keadaan yang sempoyongan. Dibantu Celeste, istrinya Dave yang terluka di bagian perut merawat luka Dave. Dave menyatakan bahwa dia baru saja berkelahi dengan seorang perampok di jalanan. Dave kemudian menang dan membenturkan kepala si perampok ke beton. Dave menyatakan bahwa kemungkinan perampok tersebut mati karenanya.

Dave: So, I’m walking to my car, and this guy comes up to me and he asks for a light. I say I don’t smoke. He says neither does he. So, my heart starts clocking a buck fifty, ’cause there’s no one around but me and him.

Penyelidikan Sean dan Whitey tentu saja mengarah kepada Dave, terlebih ketika Dave berusaha berbohong atas luka yang didapatnya di tangannya, serta tingkah anehnya yang sering muncul ketika dihadapkan pada kasus pembunuhan Katie ini.

Penyelidikan dari Jimmy membuahkan hasil, diambil kesimpulan bahwa pistol yang digunakan pelaku untuk menghabisi Katie adalah sama dengan pistol yang dipakai “Just Ray” Harris, ayah dari Brendan Harris, pacar dari Katie sekaligus mantan rekan dan musuh Jimmy dulu. Pistol tersebut diindentifikasi sama dengan pistol yang dipakai untuk perampokan di toko minuman keras di tahun 1980.

Jimmy: Sean! Is that my daughter in there? Is that my daughter in there? No! No! No! No, aagggh, no! No! Oh, God! Oh, God! No!

Karena “Just Ray” Haris sendiri sudah menghilang sejak tahun 1989, kecurigaan dari Jimmy mengarah kepada sang anak, Brendan. Terutama ketika mengetahui bahwa Brendan dan Katie ternyata melakukan hubungan tersembunyi dan berencana untuk pergi kabur ke Las Vegas di hari Katie menghilang. Hal yang menjadi misteri lainnya adalah bahwa Brendan dan keluarganya masih sering menerima kiriman uang sebanyak 500$ setiap bulannya, yang diduga dikirim oleh “Just Ray” Harris.

Suatu malam Jimmy mengatur rencana agar anak buahnya mengajak Dave untuk sedikit bersenang-senang di bar. Di sana Dave dibuat mabuk oleh teman-teman dari Jimmy. Jimmy akhirnya muncul. Jimmy membuat pernyataan bahwa di tempat yang sama dia telah menghabisi nyawa dari “Just Ray” Harris, temannya sewaktu muda dalam melakukan kejahatan. Jimmy membunuh “Just Ray” Harris karena dia telah berkhianat kepada dirinya dengan menjebloskan Jimmy masuk ke penjara.

Di sana Jimmy juga menyatakan bahwa istri dari Dave sudah memberikan pernyataan kepada Jimmy, bahwa pada malam Katie menghilang, Dave pulang dalam keadaan berdarah dan dengan tidak ditemukannya berita bahwa ada perampok yang mati di koran keesokhariannya. Jimmy menyimpulkan bahwa Dave tidak lain adalah pembunuh dari Katie.

Dave tentu saja, yang masih dalam keadaan mabuk, menolak untuk dipersalahkan. Dave mengatakan bahwa di malam itu, dia memang bertemu dengan Katie di bar. Kemudian dia pulang, namu di tengah perjalanan dia memergoki seorang pria sedang melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak. Dave segera menghajar pria tersebut hingga mati. Kemudian Dave pulang. Hal yang menjadikan Dave bertingkah aneh adalah karena kejadian tersebut, seolah membuka ingatan lama akan kisah kelam dirinya di masa kecil.

Jimmy tidak percaya dengan sangkalan dari Dave ini. Dia segera menghabisi Dave dan menenggelamkannya ke dalam Mystic River. Tempat yang sama di mana Jimmy menghabisi “Just Ray” Harris yang berkhianat kepadanya.

Brendan yang mengetahui bahwa tuduhan mengarah kepada dirinya segera kembali ke rumah. Dia segera mencoba mengambil pistol ayahnya yang disimpan rapi di atas loteng rumahnya. Sayang, ternyata pistol tersebut sudah lenyap. Brendan kemudian yakin bahwa orang lain yang mengetahui perihal pistol tersebut hanyalah adiknya yang bisu, Ray Jr(Spencer Treat Clark) dan temannya John O’Shea(Andrew Mackin).

Jimmy: We bury our sins here, Dave. We wash them clean.

Brendan menghajar Ray Jr. dan John, keadaan makin kacau karena dalam perkelahian itu si John menampakkan pistol ayah Brendan. John kemudian mengancam untuk menembak Brendan. Untunglah disaat yang bersamaan datanglah Sean dan Whitey. Sean segera merebut pistol tersebut dan meringkus mereka semua.

Esok harinya, Sean datang menemui sahabat kecilnya Jimmy. Sean mengatakan bahwa dirinya sudah meringkus pembunuh Katie sesungguhnya. Kisah sebenarnya adalah Ray Jr. dan John ketika itu sedang bermain main dengan pistol ayah Ray Jr. hingga datanglah mobil yang ditunggangi Katie. Awalnya ingin sedikit menakut-nakuti Katie dengan pistol tersebut, tapi pistol malah meletus secara tidak sengaja. Katie segera berlari menyelamatkan diri ke taman. Dengan dalih agar Katie tidak buka suara, Ray jr. dan John mengejar Katie, kemudian menghajarnya dengan stik hoki dan menembaknya sekali lagi agar mati.

Jimmy menerima hal tersebut dengan pasrah. Dia mengatakan bahwa Sean mungkin “sedikit” terlambat memberi tahu hal ini. Kemudian Sean menanyakan dimana Dave, karena dia tidak terlihat lagi. Sean ingin menanyainya perihal pria yang mati karena menganiaya dan melecehkan seorang anak kecil. Jimmy pura pura tidak tahu menahu. Tapi Sean langsung mengatakan apakah Jimmy juga ingin mengirimkan 500$ juga kepada Celeste Boyle, ini menandakan bahwa Sean sebenarnya mengetahui bahwa Jimmy adalah pembunuh dari “Just Ray” Harris dan pembunuh Dave juga.

Sean Devine: You gonna send Celeste Boyle 500 a month too?

Hal ini berujung pada kehidupan pribadi dari Sean sendiri, dengan hal ini dia dan istrinya, dan sekarang anak perempuan mereka Nora kembali berkumpul bahagia. Sementara itu Jimmy kembali bersama dengan Annabeth Markum(Laura Linney), kepadanya dia mengaku bahwa dialah pelaku dari pembunuhan-pembunuhan yang sudah terjadi kepada “Just Ray” Harris dan Dave. Annabeth menerima hal ini dan menganggap bahwa Jimmy adalah bagaikan raja baginya, dia menerima Jimmy apa adanya.

Annabeth Markum: Because it’s like I told the girls. Their daddy is a king. And a king knows what to do and does it.

Di akhir cerita Celeste, Jimmy dan Sean sama sama sedang menoton parade di jalanan kota itu. Ketika itu Sean membuat gestur menembak kepada Jimmy, seolah menyatakan bahwa dirinya selalu mengawasi apa yang Jimmy lakukan.

MYSTIC RIVER - (2)  MYSTIC RIVER - (4)

MYSTIC RIVER - (6)

MYSTIC RIVER - (3)MYSTIC RIVER - (5)  MYSTIC RIVER - (7) MYSTIC RIVER - (8) MYSTIC RIVER - (9) MYSTIC RIVER - (10) MYSTIC RIVER - (11)

MYSTIC RIVER - (13)

MYSTIC RIVER - (14)MYSTIC RIVER - (12)

TOP QUOTES

Sean Devine: Sometimes I think, I think all three of us got in that car…

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap ayah pasti sangat mencintai anaknya, terutama jika anaknya tersebut adalah perempuan, pasti akan dibelanya mati matian.

– Kita tidak boleh terjebak di masa lalu, meski masa lalu kita kelam dan suram, kita harus memandang ke depan dan membuka lembaran baru.

TAHUKAH KAMU?

– Di novel milik Dennis Lehane, karakter Jimmy bernama lengkap Jimmy Marcus, tapi di film ini dirubah menjadi Jimmy Markum.

– Totalitas seorang Kevin Bacon untuk peran ini cukup bagus, sebab dia memang berusaha tampil sebaik mungkin. Bahkan untuk mendalami karakternya di film ini dia menyempatkan diri untuk benar benar bekerja di Massachusetts State Police.

– Elie Wallach, tahu dong siapa dia. Dia adalah sahabat sekaligus teman dari Clint Eastwood. Bermula dari bermain bersama di film The Good, the Bad and the Ugly di tahun 1966 garapan Sergio Leone. Dia ikut jadi cameo lho di film ini, sebagai pemilik toko minuman alkohol.

eli-wallach mystic river eli-wallach

– gambar sebelah kanan adalah Eli di film  The Good, the Bad and the Ugly.

– gambar sebelah kiri (pria tua di tengah) adalah Eli di film ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA. Homoseksualitas/ Lesbian: YA . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA. Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– film kedua dari novel milik Dennis Lehane yang saya tonton setelah “Shutter Island”, yang berarti tinggal 1 film lagi yaitu film “Gone Baby Gone” arahan Ben Affleck.

– Ok sekarang menuju ke kesimpulan, tentu saja karena ini film diangkat dari novel jalan ceritanya sendiri sudah ok. Penampilan dari Sean Penn dan Tim Robbins benar benar luar biasa. Saya paling menyukai adegan dimana Sean Penn menginterogasi Tim Robbins di pinggir Mystic River untuk kemudian menembaknya mati. Sedangkan untuk Tim Robbins saya menyukainya sepanjang film, karena dia sungguh jago memerankan pria yang mengalami tekanan psikologis yang besar karena mengalami tragedi di masa kecilnya. Pantas jika keduanya mendapatkan oscar untuk peran mereka di film ini. Sedangkan untuk sang sutradara, Clint Eastwood, dengan film ini makin melambungkan namanya di jajaran sutradara kelas kawakan hollywood. Bahkan kedepannya masih banyak film yang akan dia garap setelah film ini, seperti: Million Dollar Baby , Letters from Iwo Jima , Changeling , Gran Torino , Invictus dan J. Edgar . Salut Buat Clint!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Haute Tension / Switchblade Romance(2003), Tensi Tinggi yang Tak Berpuncak Maksimal di Akhir

DATA FILM

Sutradara: Alexandre Aja . Penulis Naskah: Alexandre Aja, Grégory Levasseur . Bintang:  Cécile De France, Maïwenn, Philippe Nahon . Durasi: 91 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

–  tidak ada.

HAUTE TENSION - (9)

JALAN CERITA(PLOT)

HAUTE TENSION - (6)

“Hearts will bleed.”

Berawal dari dua teman sekolah, Marie(Cécile De France) dan Alexia – Alex(Maïwenn) ingin menghabiskan waktu bersama di desa terpencil di rumah orang tua Alex. Dengan tujuan mengasingkan diri agar dapat fokus untuk belajar. Perjalanan keduanya lancar hingga sampai rumah orang tua Alex.

Alexia: The problem is, he’s got a girlfriend he doesn’t want to split up with.

Marie: Why are you so interested, then?

Alexia: Someone who’s taken must be worth it. I’m skeptical of single guys.

Di malam harinya ketika seluruh anggota keluarga Alex sudah tertidur, datanglah seorang pria gempal ke kediaman mereka. Ayah Alex(Andrei Finti) yang membukakan pintu dibunuh dengan cara sadis, begitu pula dengan anjing penjaga rumah. Berikutnya ibunya Alex(Oana Pellea) dilukai. Marie yang masih terjaga mencoba untuk sembunyi sambil berusaha mendapatkan bantuan lewat telepon.

Si pembunuh(Philippe Nahon) segera mengikat mulut, tangan dan kaki Alex. Kemudian dia menghabisi ibu Alex dengan menggorok lehernya dengan menggunakan pisau cukur, tepat di depan Marie yang bersembunyi di dalam lemari baju. Begitu pula dengan adik Alex, ditembak dengan shotgun di perkebunan jagung keluarga tersebut.

Alex dimasukkan ke bak belakang truk oleh si pembunuh, sedangkan si pembunuh kembali ke rumah. Marie sempat coba untuk membebaskan rantai yang mengikat Alex tapi gagal. Justru pintu boks truk segera ditutup oleh pembunuh. Jadilah Marie dan Alex terkurung di sana.

Tiba di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, si pembunuh mengisi bensin. Sementara itu Marie pergi mencari bantuan ke dalam minimarket SPBU. Marie memberikan pisau kepada Alex untuk berjaga jaga. Marie sempat meminta bantuan kepada pria penjaga minimarket tapi dia malah tidak melakukan apapun.

Hingga akhirnya si pembunuh juga masuk ke minimarket, membuat Marie harus bersembunyi di belakang rak barang jualan. Si pembunuh mencoba meminta alkohol kepada penjaga minimarket. Sebelum alkohol diberikan, si penjaga minimarket terlanjur dibantai oleh si pembunuh dengan kapak.

Si pembunuh tahu bahwa dia tidak sendirian di minimarket tersebut segera mencari siapa yang sedang bersembunyi, tapi tidak berhasil. Marie yang ngumpet di toilet berhasil selamat. Sedangkan si pembunuh meneruskan perjalanannya dengan Alex.

Marie segera meminta pertolongan lewat telepon di minimarket. Marie juga menemukan bahwa di laci ada pistol, segera mengambilnya dan mengejar si pembunuh dengan menggunakan mobil si penjaga minimarket.

Setelah sempat mengejar si pembunuh hingga jauh Marie akhirnya ketangkap basah oleh si pembunuh. Tahu bahwa dia membawa pistol, Marie tidak gentar. Tapi ketika dia sadar bahwa pistol tersebut sudah dikosongkan pelurunya oleh si pembunuh dia jadi kebingungan.

Mobil Marie akhirnya terperosok. Marie terus dikejar kejar si pembunuh, hingga dia terpaksa bersembunyi di rumah kebun di tengah hutan. Marie yang sempat berkelahi dengan si pembunuh akhirnya menang dan menginggalkan si pembunuh dengan luka pukulan kayu berkawat di wajahnya.

You can’t escape from me, bitch!

(Si Pembunuh)

Selanjutnya Marie mencoba menyelamatkan Alex di truk. Tapi setelah Alex dilepaskan rantainya justru Alex menusuk Marie dengan pisau dan lari menjauh.

Sementara itu dua orang polisi sudah mendatangi TKP SPBU tempat Marie menelepon minta bantuan. Disana mereka mendapati mayat penjaga SPBU. Mereka segera mengecek CCTV yang terpasang di SPBU tersebut. Di sini diungkap bahwa si pembunuh sebenarnya adalah Marie.

Jadi selama ini si pria pembunuh adalah hasil dari rekayasa dan imajinasi Marie sendiri, yang cenderung tertarik dan terobsesi berlebihan kepada Alex dan menolak adanya orang orang di samping Alex selain dirinya.

Alex yang mencari pertolongan di tengah hutan akhirnya mendapati jalan, dia mencoba menghentikan mobil untuk mendapatkan bantuan. Alex segera masuk, tapi ternyata Marie/ Si Pria Pembunuh sudah berada di luar. Mobil mereka  coba dijalankan tapi tidak bisa. Marie/ Si Pria Pembunuh segera menghabisi pria pemilik mobil dengan menggunakan gergaji mesin.

Sementara itu Alex berhasil ke luar dari mobil dan merangkak menjauh. Marie segera mendekatinya dan menciumnya. Alex segera menusukkan pipa besi ke perut Marie ketika Marie lengah. Akhirnya Alex dapat selamat. Sementara Marie terpaksa dimasukkan ke ruang perawatan untuk orang yang punya kelainan jiwa.

HAUTE TENSION - (1)

HAUTE TENSION - (12)

HAUTE TENSION - (2)

HAUTE TENSION - (8)

HAUTE TENSION - (10)HAUTE TENSION - (1)   HAUTE TENSION - (3)  HAUTE TENSION - (5)      HAUTE TENSION - (11)  HAUTE TENSION - (13)

HAUTE TENSION - (7)

HAUTE TENSION - (2)

TOP QUOTES

Marie: I won’t let anyone come between us any more.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– minim pesan moral, tapi setidaknya kita harus tahu kalau ada pembunuh sadis mendatangi kita, kita tahu bahwa mereka pasti siap membunuh, maka jalan yang harus kita tempuh adalah lari, bersembunyi dan bersiap jika keadaan terburuk yaitu harus melawan.

TAHUKAH KAMU?

–  ketika si pembunuh mengisi bahan bakar di SPBU, jumlah bahan bakar yang keluar tidak sama dengan jumlah yang tertera.

– anjing keluarga Alex menghilang seketika setelah dibunuh.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan wanita masturbasi, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada adegan dua wanita berciuman . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, intens . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: YA. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Ide cerita yang pasaran, jalan ceritanya tidak terlalu rumit. Di bagian akhir sang sutradara ingin memberikan twist, yang sayangnya, justru terlihat kurang greget dan tidak begitu memberikan tambahan pada kualitas film itu sendiri. Kedalaman karakter tidak diekspos, namun jika anda adalah penggemar film slasher yang mengumbar darah macam Texas Chainsaw Massacre, anda tidak akan terlalu kecewa.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

6.5