The Ghost and Mr. Chicken (1966) – “A’int Creepy but Funny as Hell”

The Ghost & Mr_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Alan Rafkin . Writers:  James Fritzell, Everett Greenbaum. Stars:  Don Knotts, Joan Staley, Liam Redmond . Durasi: 90 minutes . Year:1966.

OSCAR 

– None

TRAILER

 

Bagaimana jadinya jika seorang yang paling penakut terpaksa harus membuktikan diri dengan uji nyali di tempat paling angker yang diketahuinya?

Luther Heggs seorang jurnalis rendahan  yang selalu direndahkan banyak orang mencoba peruntungan untuk merubah nasibnya dengan melakukan uji nyali di rumah berhantu untuk kemudian menceritakannya dikoran harian.

PLOT

G-G-GUARANTEED! YOU’LL BE SCARED UNTIL YOU LAUGH YOURSELF SILLY!

The Ghost & Mr (13).jpg

“Chicken artinya adalah cowardly, pecundang”

Luther Heggs(Don Knotts) seolah mendapatkan durian runtuh ketika dia pulang kerja pada malam hari, dirinya mendapati kasus pembunuhan paling mengerikan dan misterius di kota Kansas, USA. Pembunuhan terjadi di tengah jalan yang gelap dengan mengggunakan kayu balok yang sangat besar, merasa mendapatkan kesempatan yang dicarinya, Heggs sesegera mungkin mengambil gambar TKP serta korban berikut bukti2 serta keterangan saksi di TKP.

The Ghost & Mr (9).jpg

Heggs kemudian segera menuju ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi akan apa yang dilihatnya. Bersama dengan bosnya Heggs akhirnya mendapati bahwa apa yang dilihatnya bukanlah seperti apa yang dia perkirakan. Dirinya kemudian menjadi bahan lelucon seluruh orang di kantor polisi.

” That’s right, karate… made my whole body a weapon.” – Heggs

The Ghost & Mr (15).jpg

Penderitaan Heggs bahkan tidak berhenti di sini, karena orang2 kemudian harinya tetap saja menjadikannya bahan lelucon yang tiada habisnya. Heggs menjadi sangat kikuk dan malu kepada semua orang.

“Electrician Must Be a Democrat” – Heggs

The Ghost & Mr (6).jpg

Diam-diam dirinya menaruh hati pada Alma Parker(Joan Staley), wanita cantik yang sedang dikejar kejar rekan kerjanya yang tampan Ollie Weaver(Skip Homeier). Namun apa daya, Heggs adalah pecundang dalam semua segi kehidupannya. Dirinya tidak punya nyali bahkan hanya untuk menyapa dan mengajak jalan Alma.  Tidak hanya karena dirinya mengira bahwa Alma sudah menjadi milik Ollie, tapi juga karena sikap rendah dirinya yang merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di depan bidadarinya ini.

“Atta boy, Luther!” – Seseorang

The Ghost & Mr (4).jpg

Heggs seolah2 benar2 mendapatkan titik balik kehidupannya ketika dia mendapatkan kesempatan untuk mengubah nasib dengan membuat cerita tentang Mansion berhantu milik Mr.Simmons, berawal dari dikompori oleh petugas kebersihan di kantornya, Heggs mendapatkan ide gila tersebut. Mansions tersebut diceritakan sebagai tempat pembunuhan nyonya pemilik rumah,Mrs.Simmons oleh suaminya dan tempat bunuh diri sang suami, Mr.Simmons. Melalui kabar yang beredar, Mr.Simmons tiba2 membunuh sang istri di ruang bawah, kemudian dia dengan berlumuran darah naik ke lantai atas lalu bermain organ, masih dengan keadaan berlumuran darah istrinya pada tangannya. Mr.Simmons lalu dikabarkan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua rumahnya ke luar rumah. Setiap tengah malam disana selalu ada hantu yang memainkan organ sama seperti saat malam pembunuhan terjadi. Hantu itu dipercaya adalah arwah dari Mr.Simmons yang masih gentayangan. Tiada orang yang berani untuk tinggal lagi di tempat tersebut. Cerita ini menjadi buah bibir hingga 20 tahun peristiwa terjadi. Ketika peringatan 20 tahunnya tersebut Heggs tertantang untuk melakukan uji nyali tidur di mansions tersebut, sekaligus membuktikan perkataan banyak orang akan mansions tersebut. Terlebih ketika Ollie memanas2i Heggs bahwa dia tidak punya cukup nyali untuk uji nyali di rumah berhantu tsb.

“Calm? Do “murder” and “calm” go together? Calm and murder? Murder?” – Heggs

 

REVIEW

Plotnya seolah2 akan terlihat mudah dan sederhana pada awalnya. Hanya seorang bego yang mencoba menguji nyali di sebuah rumah berhantu. Namun kemudian ternyata cerita tersebut hanya mengambil porsi 40% dari keseluruhan film. Sisanya adalah cerita mengenai banyak hal mulai dari kisah cinta Heggs, kumpulan wanita pemuja okultisme, rencana perobohan mansion yang tak kunjung di acc istri pemilik bank yang tak lain pemilik 51% saham bank dan ketua pemuja okultisme, juga tak ketinggalan twist paling menggemparkan yang meliputi konspirasi keluarga Simmons.

Penampilan Don Knotts mengundang decak kagum, dia menjiwai peran sebagai Heggs yang mudah gugup, pecundang, kikuk di hadapan banyak orang, orang pinggiran. Dirinya mengontrol jalannya film melalui setiap gerak geriknya dalam setiap scene. Scene ketika pidato pada makan siang bersama petinggi kota benar2 kocak, let me clarify this…. LOL… juga ketika berada di ruang sidang. Pemeran2 lainnya juga tidak kalah menariknya dengan peran yang kecilnya, seperti trio ibu2 di rumah Heggs yang selalu menebar horror mansion dengan gosipnya, orang gak jelas yang duduk di tempat duduk Heggs ketika dia berkencan dengan Alma, penjaga lift yang diam2 mengagumi Heggs,kumpulan pemuja okultisme yang fanatik, serta entah siapa yang selalu berteriak “Attaboy Heggs” setiap kali Heggs berbicara di khalayak umum, very funny.

LIFE LESSONS

  • Ghost and Comedian doesn’t go together 😀

DID YOU KNOW?

Joan Stanley (Alma Parker), ayahnya adalah seorang musisi yang tebak.. juga bermain organ.

THE COMMENTS

The Ghost & Mr_Comments.png

 

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th.png

Don’t Breathe (2016) – Breathe..Then (You’ll) Die!

Dont Breathe Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Fede Alvarez . Writers: Fede Alvarez, Rodo Sayagues. Stars: Stephen Lang, Jane Levy, Dylan Minnette. Durasi: 88 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– None

TRAILER

Tiga remaja bengal menjadikan rumah seorang  pria veteran perang yang buta yang memiliki harta simpanan berlimpah menjadi target operasi pencurian. Segalanya menjadi lebih rumit ketika si pria buta lebih dari sekedar yang mereka kira, hunter to be hunted!

PLOT

Don't Breathe (7).jpg

Tiga remaja tanggung nakal, Rocky(Jane Levy), wanita umur 20an yang mencoba peruntungan dengan melakukan pencurian kecil2 an dengan dua teman lelakinya, si Alex(Dylan Minnette) dan Money(Daniel Zovatto). Pekerjaan yang mereka lakukan biasanya hanya menerobos rumah yang sedang kosong dan menguras barang2 berharga milik penghuni rumah, untuk kemudian dijual ke penadah dengan nilai tak seberapa. Karakter Rocky diceritakan memerlukan pencurian dengan nilai yang lebih besar untuk dirinya melarikan diri bersama adik kecilnya dari ibunya yang kehidupannya sudah rusak. Alex adalah anak dari petugas pemasang alat keamanan di rumah2 mewah, darinya Alex memiliki duplikat kunci dari setiap rumah yang dikerjakan ayahnya. Alex juga memiliki kemampuan untuk menjinakkan perangkat alarm keamanan rumah. Money adalah tipikal bad boy yang mencuri untuk kesenangan dan pesta.

Don't Breathe (6).jpg

Sepandai2nya tupai melompat pasti akan mati juga. Begitupula dengan Rocky, Alex dan Money. Ketika mereka mendapatkan korban berupa mantan veteran perang Afgan yang buta (Stephen Lang) dengan uang cash yang sangat besar, ditambah dengan rumah yang berada di lingkungan yang sangat sepi, semuanya terasa sangat sempurna hingga mereka menyadari bahwa mereka sudah mengusik macan dari tidurnya. Bahwa tiap hembusan nafas mereka bisa jadi hal terakhir yang mereka lakukan.

REVIEW

Don't Breathe (2).jpg

Setelah tiga tahun Fede Alvarez melakukan kesalahan besar dalam dunia film horror dengan mencoba meremake Evil Dead(2013) milik Sam Raimi, kali ini Fede Alvarez melakukan pekerjaan yang begitu briliant dan menuai banyak pujian kritikus lewat gabungan antara Thriller & Crime Drama lewat Don’t Breathe (2016). Don’t Breathe (2016) benar2 membuat penonton seakan ikut menahan nafas ketika setiap karakter dihadapkan pada tantangan2 yang makin menakutkan dari menit ke menitnya. Dari jalan keluar yang tertutup rapat, lampu yang dimatikan, serta kejutan2 lain yang tidak akan saya bocorkan disini.

Don't Breathe (3).jpg

Yang jelas kegilaan dari tiap menitnya terus meningkat dan seakan terus menerus menghantam jantung penonton. Penonton juga dibiarkan untuk memilih apakah suatu karakter benar2 jahat atau abu2 karena pada akhirnya setiap karakter tidak pernah 100% jahat maupun baik. Kematian karakter pertama membuat film sempat terlihat akan berkurang intensitas thrillernya, namun Fede mampu menyuntikkan nafas baru sehingga film makin berbobot dan justru makin mantap hingga akhirnya tiga karakter harus mati [lagi2 saya tidak akan katakan yang mana].

Dont Breathe Comments.png

LIFE LESSONS

  • Just survive..be smart in every situation! Money second, lives first!

DID YOU KNOW?

– Bagi Fede, Dont Breathe(2016) terasa seperti film pertamanya, karena Evil Dead(2013) hanyalah remake dari Evil Dead(1981)  milik Sam Raimi.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

The Visit (2015), Ngeri Mengusik Naluri

The Visit_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: M. Night Shyamalan. Writers: M. Night Shyamalan. Stars: Olivia DeJonge, Ed Oxenbould, Deanna Dunagan ,Peter McRobbie. Durasi: 94 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

Oscar is going to the grandma’s house 😀

TRAILER

The Visit (1).jpg

PLOT

[“The Visit focuses on a brother and sister who are sent to their grandparents’ remote Pennsylvania farm for a week long trip. Once the children discover that the elderly couple is involved in something deeply disturbing, they see their chances of getting back home are growing smaller every day.”]

Loretta Jamison(Kathryn Hahn) adalah single parent bagi dua bocah. Anak laki-lakinya yang baru berusia 13 tahun, bernama Tyler(Ed Oxenbould) dan kakak perempuannya yang dua tahun lebih tua bernama Becca (Olivia DeJonge). Ayah Tyler dan Becca meninggalkan Loretta untuk bersama dengan wanita lain. Tyler adalah anak badung yang hyperaktif dan gemar nge-rap (meskipun dia putih), sedangkan Becca lebih kalem dan penuh perhitungan. Loretta sendiri dulunya memiliki masalah dengan orangtuanya sehingga kawin lari dengan sang suami. Hingga 15 tahun lamanya Loretta tidak pernah mengkontak ayah dan ibunya.

Suatu hari dirinya punya rencana untuk jalan bersama pacarnya dengan kapal pesiar, demi keselamatan dua buah hatinya dia mengirimkan Tyler dan Becca untuk mengunjungi kakek nenek mereka di pedesaan selama seminggu. Tyler dan Becca setuju dengan hal tersebut, selain mereka mendapatkan pengalaman baru juga mereka berencana untuk membuat film dokumenter akan kehidupan kakek neneknya untuk dipersembahkan bagi Loretta agar hubungan mereka dapat kembali membaik. Karena mereka tahu bahwa Loretta selama ini kurang bahagia dan mendendam kepada kedua orang tuanya.
Grandma: Would you mind getting inside the oven to clean it?
Jadilah hari senin Tyler dan Becca pergi menggunakan kereta api berdua ke tempat kakek dan neneknya. Tyler dan Becca disambut oleh kakek(Peter McRobbie) dan neneknya(Deanna Dunagan) dengan gembira. Segalanya tampak sangat biasa hingga pada Senin malam Tyler dan Becca mendapati sang nenek muntah muntah tidak jelas di tengah malam.
Kejadian kejadian misterius terus terjadi beberapa hari kemudian hingga akhirnya terkuak misteri besar dalam rumah kakek nenek mereka tersebut atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui mereka, seperti Apa yang disembunyikan kakek dan neneknya? Mengapa mereka melarang Tyler dan Becca untuk ke basement rumah? Mengapa mereka berdua menetapkan jam tidur di jam 09.30 setiap malamnya? Mengapa banyak ***** di gudang? Ada apa dengan si nenek yang tiap malam seperti kesurupan? Mengapa sang kakek sering terpancing emosinya dan bertindak brutal?
Tyler: Katy Perry!
LIFE LESSONS
– My Rule :). First: “Kenalkan” anak-anak dengan kakek nenek mereka :D.

DID YOU KNOW?M. Night Shyamalan nama aslinya adalah Manoj Shyamalan. Lebih terkenal karena seringnya mendapatkan Golden Raspberry Award untuk kategori Worst Director.

– Film ini pada awalnya bernama “Sundowning“, tonton filmnya kau akan tahu maksudnya!

THE INTERVIEW

MY OPINION

oven.png

“Have a Great Time” Kiddo!

The Visit(2015) berhasil menghasilkan kengerian yang lumayan mengusik naluri. Jelas film ini dibuat untuk umum, namun khususnya bagi para anak-anak yang  acapkali mengunjungi kakek-nenek mereka. Ide dari M.Night Shyamalan segar dan menarik. Penyajian film juga mudah dicerna dengan twist ending yang membuat kita kembali mengatakan “What the F*ck” mengingatkan kita saat menyaksikan The Sixth Sense (1999)(meski tak sekeras saat itu). Penggunaan kamera dengan teknik handheld camera juga membuat penonton merasa menjadi pihak pertama yang ditakut-takuti. Dan sungguh scene yang melibatkan oven itu membuat saya merinding 😀 lol. Dua kali. F*uck!

Shyamalan sendiri memang lebih baik memfokuskan diri untuk mendirect film daripada menulis naskah, tercatat naskah terbaik sebelumnya yang fenomenal adalah The Sixth Sense (1999) yang menandai namanya di jajaran atas sutradara dan penulis naskah film horror thriller Hollywood, namun setelah itu justru hilang tanpa jejak hingga saat ini. After Earth(2013), The Last Airbender(2010), Lady in the Water(2006) dan dan The Happening(2008) sudah cukuplah untuk mengatakan bahwa kualitas scriptnya tidaklah istimewa. Namun dengan The Visit(2015), Shyamalan telah kembali bangkit dari kuburnya, untuk apa lagi selain menakut nakuti kita.  Patut ditunggu lah kolaborasinya dengan Bruce Willis kembali di Labor of Love.

Dari divisi akting, duo Oxenbould dan DeJonge tampil bagus, chemistry keduanya dapat sebagai kakak dan adik, Oxenbould malah istimewa dengan rapnya di akhir film. Kabarnya ini adalah film horror thriller pertama bagi mereka. Dunagan lah yang bagi saya tampil istimewa, karakternya seperti malam dan siang, baik dan buruk, unik, unpredictable dan mengerikan pada akhirnya.Aura kehadirannya setiap scene yang menampilkan Dunagan membuat kita takut dengan sendirinya. Sedangkan Hahn dan MacRobbie tidak lah terlalu istimewa, namun juga tidak buruk. Saran saya tontonlah film ini di tengah malam dengan lampu kamar yang dimatikan serta sound yang maksimal, kalau perlu ditonton di dapur, dijamin anda akan menolak untuk membersihkan oven nantinya :D. Posternya juga gue suka, creepy :).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th

Psycho (1960), (Just Another) Masterpiece From Alfred Hitchcock

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Joseph Stefano (Skenario), Robert Bloch(Novel)  . Bintang: Anthony Perkins, Vera Miles, John Gavin, Janet Leigh, Martin Balsam . Durasi: 109 menit . Tahun Rilis: 1960.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk4 kategori:

Best Actress in a Supporting Role . Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White . Best Cinematography, Black-and-White . Best Director.

PSYCHO - (30)

The picture you MUST see from the beginning… Or not at all!… For no one will be seated after the start of… Alfred Hitchcock’s greatest shocker Psycho

JALAN CERITA(PLOT)

Marion Crane(Janet Leigh) adalah tipikal wanita muda, cantik dan pekerja kantoran. Tinggal di Phoenix, Arizona, USA dia bekerja di suatu kantor penjualan dan penyewaan properti. Marion memiliki seorang pacar bernama Sam Loomis(John Gavin). Suatu siang, di sela waktu makan siang, dia dan Sam bertemu di suatu hotel untuk bersenang-senang. Di waktu senggang tersebut mereka juga membicarakan sebuah ide untuk pergi jauh dari Arizona dan tinggal berdua.

Suatu hari datanglah ke kantor Marion seorang pelanggan yang tajir sekaligus genit bernama Tom Cassidy(Frank Albertson). Dia berniat untuk membelikan anak perempuannya sebuah rumah sebagai hadiah perkawinannya. Tidak seperti kebanyakan pelanggan lainnya, dia membawa uang cash sebanyak 40.000$. Dikarenakan hari itu adalah Hari Jumat, sedangkan bank di Hari Sabtunya tutup maka bos Marion, George Lowery(Vaughn Taylor ) menyarankan Marion untuk mengamankan uang tersebut, untuk kemudian disetorkan ke bank di Hari Senin di minggu depan. Marion setuju dan segera membawa uang tersebut pulang ke apartemennya.

Marion yang tidak tahan akan godaan uang yang sangat besar tersebut akhirnya memutuskan untuk membawa lari uang tersebut ke luar negara bagian. Dia kemudian berkemas kemas. Dengan mobilnya dia meluncur ke negara bagian lainnya (kalau tidak salah San Fransisco).

5

Di perjalanannya dia sempat dikenali oleh salah satu pelanggannya. Tapi Marion berhasil meneruskan perjalanannya. Hingga malam hari dia terus mengemudikan mobilnya. Dalam perjalanannya melarikan uang tersebut, Marion terus menerus dihantui oleh perasaan tidak tenang. Jadilah dia memilih untuk menepikan mobilnya untuk dapat memejamkan matanya barang sebentar.

Highway Patrol officer: Is anything wrong?

Marion Crane: Of course not. Am I acting as if there’s something wrong?

Highway Patrol officer: Frankly, yes.

Esok paginya dia dikejutkan ketika salah seorang polisi patroli mengetuk mobilnya. Marion terbangun dan kaget. Polisi tersebut kemudian menanyakan beberapa hal kepada Marion, Marion berhasil mengelak dan kemudian meneruskan perjalanannya. Marion sempat mampir ke tempat penjualan mobil bekas, disana dia menukar tambah mobilnya dengan mobil yang berpelat San Fransisco untuk melancarkan aksinya kabur. Dia membayar pemilik tempat tersebut dengan 700$ cash ditambah dengan mobil lamanya. Polisi yang dari tadi menguntitnya merasa aneh dengan gerak gerik Marion tersebut. Marion lantas kabur dengan mobil yang baru dibelinya tersebut.

6

Sialnya di malam harinya dia mendapati cuaca memburuk, hujan serta angin memaksanya untuk tidak meneruskan perjalanannya. Lebih sialnya dia harus terpaksa menginap di salah satu hotel yang tersembunyi dan tidak populer di tempat tersebut, yaitu Bates Motel.

Oh, we have 12 vacancies. 12 cabins, 12 vacancies.

(Norman)

Selain Motel tersebut bernuansa seram, di sana juga semua kamarnya kosong. Marion juga terpaksa harus membunyikan klakson, karena sang pemilik motel tampaknya tidak berada di kantor motel tersebut, melainkan berada di rumah besar nan misterius di belakang motel tsb. Akhirnya dia bertemu dengan pria pemilik motel tersebut. Dia bernama Norman Bates(Anthony Perkins).

Norman kemudian mempersilakan Marion untuk mendaftar di buku pendaftaran tamu motel. Marion merasa bahwa dia tidak seharusnya untuk menuliskan nama aslinya di sini untuk mengamankan diri dari kejaran orang orang yang menginginkan uang yang dia bawa kabur. Maka karena itu dia menggunakan nama samaran.

Norman Bates yang merasa kasihan kepada wanita secantik Marion yang harus hujan hujanan dan menempuh perjalanan di malam hari sendirian akhirnya menawarkan makan malam bersama. Marion sungkan untuk menolak ajakan dari Norman. Dia lalu setuju. Tapi ketika Norman kembali ke rumah untuk mengambil makan malam dia dimarahi habis habisan oleh sang ibu. Marion merasa tidak enak dengan sikap ibunya Norman yang seakan tidak senang dengan kedatangan Marion. Jadilah Norman Bates bercerita banyak saat makan malam dengan Marion.

Norman Bates: It’s not like my mother is a maniac or a raving thing. She just goes a little mad sometimes. We all go a little mad sometimes. Haven’t you?

Marion Crane: Yes. Sometimes just one time can be enough.

Norman Bates menyatakan bahwa dia adalah anak tunggal yang tinggal bersama dengan ibunya yang sakit sakitan. Dia tidak tega meninggalkan ibunya sendirian. Dan dia juga menganggap bahwa ibunya adalah teman terbaik dari dirinya. Selain itu dia menghabiskan waktunya untuk mengoleksi burung untuk dijadikan patung, selain tentunya mengelola Bates Motel. Seolah menunjukan pribadi yang aneh dan misterius, Marion merasa harus berhati hati dalam melakaukan perbincangan dengan Norman. Norman sendiri merasa mendapatkan teman dengan adanya Marion. Bahkan dia terlihat memiliki ketertarikan kepada Marion.

Setelah makan malam selesai, Marion minta ijin untuk istirahat terlebih dahulu. Meski Norman menawarkan untuk berbincang bincang lebih lanjut. Marion terpaksa harus menolaknya dengan alasan perjalanan besok masih sangat panjang. Norman terpaksa melepaskan Marion untuk berisirahat. Marion segera ke kamar No.1 dimana dia menginap, tepat di samping ruangan kantor Norman. Norman ternyata memiliki lubang rahasia untuk mengintip kamar Marion. Di sana dia kemudian tahu bahwa Marion pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum tidur.

1

Norman lantas bergegas kembali ke rumahnya. Saat Marion sedang menikmati mandi showernya untuk melepaskan rasa lelahnya seharian mengemudi tiba tiba dari belakang ruangan mandinya tampaklah Ibunya Norman datang dengan membawa pisau besar. Cratsss.. Cratss… Cratss jadilah tubuh Marion ditusuk tusuk oleh sesosok wanita tua misterius tersebut. Marion yang berjuang bertahan hidup tidak mampu bangkit dan akhirnya tewas di bath tub tersebut.

Norman yang mendengar suara teriakan dari Motel berlari ke motel. Di sana dia mendapati Marion yang sudah tewas dengan banyak luka tusukan. Dia kemudian sadar bahwa ibunya yang melakukan perbuatan keji tersebut. Norman lantas membereskan jasad Marion, barang barangnya, termasuk uang 40.000$ yang Marion simpan di lipatan koran harian yang dia ambil saat tukar tambah mobil. Semua barang barang tersebut dan mobil Marion serta jasad Marion oleh norman di buang ke tempat rahasia, yaitu sebuah lumpur hidup. Norman sempat agak panik tapi dia dapat mengendalikan keadaan, kemudian membereskan seluruh kamar No.1 dimana Marion menginap.

3

Kepergian Marion yang tanpa kabar dari Hari Jumat mengagetkan seisi kantornya. Bos Marion dan pemilik uang 40.000$ kemudian menyewa seorang detektif pribadi bernama Milton Arbogast(Martin Balsam). Arbogast lantas bekerja sama dengan kakak perempuan Marion, Lila Crane(Vera Miles) dan kekasih Marion, Sam Loomis. Penyelidikan Arbogast dari hotel ke hotel akhirnya berakhir di Bates Motel. Arbogast mengenali jenis tulisan Marion yang ada di buku pendaftaran dari contoh tulisan Marion yang dia simpan.

Norman Bates: She might have fooled me, but she didn’t fool my mother.

Setelah bertanya panjang lebar kepada Norman dia menyadari bahwa Norman telah banyak memberikan jawaban yang tidak jujur. Dia menyimpulkan bahwa Norman sudah menyembunyikan Marion bersamanya (mungkin di rumah besar di belakang Motel). Arbogast lantas pergi menelepon Lila mengabarkan hal tersebut. Dia berjanji paling lama 1 jam lagi dia akan kembali. Lila setuju.

Dia kemudian kembali ke Bates Motel, disana dia menyelinap masuk ke rumah besar di belakang motel. Tanpa disadari, ketika dia hendak naik tangga, Ibunya Norman sudah keluar dengan membawa pisau dan  menyerangnya. Arbogast yang tidak siap lalu jatuh tersungkur. Arbogast akhirnya juga tewas di tangan ibunya Norman. Norman lantas membereskan mayat Arbogast dan membuangnya ke lumpur hidup. Tempat yang sama dimana dia membuang jasad Marion.

Merasa Arbogast tidak menepati janjinya untuk segera kembali, Lila makin khawatir. Dia menekan Sam untuk melakukan sesuatu. Sam dan Lila akhirnya memutuskan untuk menghubungi deputi polisi daerah tersebut Al Chambers(John McIntire) dan meminta bantuannya. Meski di tengah malam hari dia disambut sang deputi bersama dengan istrinya.

Demi meyakinkan bahwa Arbogast baik baik saja, sang deputi kemudian menelepon motel dan berbicara dengan Norman. Norman menjelaskan bahwa Arbogast memang sempat datang, tapi kemudian pergi lagi. Lila tidak percaya dengan hal ini dan mencium adanya ketidak beresan.

Milton Arbogast: We’re always quickest to doubt people who have a reputation for being honest.

Pagi harinya Lila dan Sam kembali menemui deputi polisi, kali ini dia dan istrinya sedang pulang dari gereja. Lila dan Sam yang kembali dikecewakan deputi karena tidak mau menolonya akhirnya memutuskan untuk berdua pergi ke Bates Motel.

Jadilah mereka berdua berpura pura menjadi pasangan suami istri yang  akan melakukan perjalanan kantor ke San Fransisco, dan terpaksa menginap di Motel tersebut karena cuaca yang terlihat tidak bersahabat. Norman menyambut mereka.

Lila dan Sam lantas ditempatkan di kamar No.10. Lila menduga bahwa ada yang tidak beres di rumah di belakang Motel, dia ingin memeriksanya sendiri. Sam kemudian mengatur rencana agar dia dapat menahan Norman dengan mengajaknya berbincang di ruangan kantornya, sementara Lila menyelinap ke rumah besar di belakang motel.

Norman yang akhirnya tahu bahwa Lila kemungkinan sudah pergi ke rumah belakang segera memukul Sam dengan guci. Sam terkapar. Norman lantas pergi ke rumahnya dan mencari Lila. Lila yang menyelinap dari tadi mencari cari dimana Marion disembunyikan, tapi dia malah menemukan mayat wanita di atas sebuah kursi goyang, jadilah Lila berteriak ketakutan setengah mati.

Norman yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi arah suara. Dengan dandanan seolah perempuan dan bersenjatakan pisau dia mencoba menyerang Lila. Tapi tiba tiba Sam datang dan menaklukan Norman. Norman akhirnya dibawa ke kantor polisi.

Sheriff Al Chambers: Norman Bates’ mother has been dead and buried in Greenlawn Cenetery for the past ten years!

Di sana salah seorang polisi senior menjelaskan kejadian sebenarnya. Bahwa Norman dan Ibunya dulunya tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama. Dan ketika Ibunya bertemu dengan pria yang nantinya memperistrinya, Norman merasa bahwa pria tersebut telah mengambil sosok yang ada dalam hidupnya. Jadilah Norman meracuni Ibunya dan Ayah angkatnya tersebut di kamar tidur mereka. Demi lari dari perasaan bersalah tersebut, Norman memiliki dua kepribadian, yaitu menjadi dirinya sendiri dan menjadi ibunya. Ketika dia menjadi ibunya, ibunya punya kecemburuan pula ketika Norman mendekati wanita, jadilah Ibunya tersebut membunuh Marion. Akhirnya terkuaklah rahasia besar di balik kejadian kejadian tersebut. Termasuk dimana mayat Marion disembunyikan Norman pasca pembunuhan dilakukan.

Dr. Fred Richmond: Ah, not exactly. A man who dresses in women’s clothing in order to achieve a sexual change, or satisfaction, is a transvestite. But in Norman’s case, he was simply doing everything possible to keep alive the illusion of his mother being alive. And when reality came too close, when danger or desire threatened that illusion – he dressed up, even to a cheap wig he bought. He’d walk about the house, sit in her chair, speak in her voice. He tried to be his mother! And, uh… now he is.

2

TOP QUOTES

A boy’s best friend is his mother.

(Norman Bates)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap perbuatan buruk yang dilakukan pasti akan mempengaruhi psikologi pelakunya, memberinya rasa was was dan perasaan tidak tenang.

PSYCHO - (27)

PSYCHO - (19)

PSYCHO - (11)     PSYCHO - (16)

PSYCHO - (24)

PSYCHO - (25)

PSYCHO - (28)

PSYCHO - (17)PSYCHO - (22)

PSYCHO - (18)

PSYCHO - (32)

PSYCHO - (15)

PSYCHO - (12)PSYCHO - (23)

PSYCHO - (31)

PSYCHO - (14) PSYCHO - (26)        PSYCHO - (34)

PSYCHO - (13)

TAHUKAH KAMU?

– Ini adalah film amerika pertama yang menampilkan toilet duduk (flusing toilets)

– Film ini adalah film Hitchcock yang paling menguntungkan sepanjang masa, sekaligus film horror pertama dari sang sutradara dan film hitam putih terakhir darinya.

– Ketika dalam masa penulisan skenario, Joseph Stefano sedang dalam masa terapi untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ibu.

– Sempat mengagumi Vera Miles (Lila Crane) yang begitu cantik, dengan gaya rambutnya tersebut, tapi awas, rambut Vera dalam film tsb adalah wig.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK, ada 1 adegan Marion tidur bersama Sam (tidak terlalu eksplisit), ada adegan Marion telanjang(tidak eksplisit), ada adegan Marion dengan bra  . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK, ada adegan pria dengan dual identitas(pria dan wanita). Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: YA, brutal . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

OVERALL: 21+(Dewasa)

KESIMPULAN:

– Well, apa yang dikatakan sebelum film ini, “tonton film ini dari awal atau tidak sama sekali”, karena jika anda sudah memulainya anda tidak akan punya lagi kesempatan dan kemauan untuk meninggalkan bangku duduk anda. Bagi saya film ini adalah film Hitchcock yang paling hebat. Mulai dari para pemainnya yang bermain luar biasa, Janet Leigh yang memerankan Marion yang dirundung perasaan tidak tenang karena perbuatannya, Vera Miles yang bersikeras untuk mengungkap tabir hilangnya sang adik, serta tentu saja untuk akting dari Anthony Perkins yang luar biasa sebagai pria pengidap double personality.

Kemampuan sang sutradara, Hitchcock makin menobatkannya menjadi sutradara idolaku, penonton mampu terhisap dengan cerita yang ditampilkan, suasana muram dan ngeri terus terasa sepanjang film, bahkan hingga adegan terakhir ketika Norman tersenyum. Set Bates Motel bahkan terus melegenda hingga kini. Salut pula untuk Bernard Hermann yang makin menyempurnakan film ini dan menegaskan suasana yang ingin dibangun.

Adegan yang paling menakutkan adalah saat berada di shower. Bahkan jika anda mandi menggunakan shower film ini akan membuat anda berpikir untuk menutup rapat rapat pintu kamar mandi anda. Adegan lain yang saya suka adalah adegan ketika Marion menyetir di dalam mobil, sementara pikirannya melayang seiring kecemasannya akan tindakannya.

Harus saya katakan, Psycho (1960) adalah salah satu film terhebat sepanjang masa!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

Haute Tension / Switchblade Romance(2003), Tensi Tinggi yang Tak Berpuncak Maksimal di Akhir

DATA FILM

Sutradara: Alexandre Aja . Penulis Naskah: Alexandre Aja, Grégory Levasseur . Bintang:  Cécile De France, Maïwenn, Philippe Nahon . Durasi: 91 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

–  tidak ada.

HAUTE TENSION - (9)

JALAN CERITA(PLOT)

HAUTE TENSION - (6)

“Hearts will bleed.”

Berawal dari dua teman sekolah, Marie(Cécile De France) dan Alexia – Alex(Maïwenn) ingin menghabiskan waktu bersama di desa terpencil di rumah orang tua Alex. Dengan tujuan mengasingkan diri agar dapat fokus untuk belajar. Perjalanan keduanya lancar hingga sampai rumah orang tua Alex.

Alexia: The problem is, he’s got a girlfriend he doesn’t want to split up with.

Marie: Why are you so interested, then?

Alexia: Someone who’s taken must be worth it. I’m skeptical of single guys.

Di malam harinya ketika seluruh anggota keluarga Alex sudah tertidur, datanglah seorang pria gempal ke kediaman mereka. Ayah Alex(Andrei Finti) yang membukakan pintu dibunuh dengan cara sadis, begitu pula dengan anjing penjaga rumah. Berikutnya ibunya Alex(Oana Pellea) dilukai. Marie yang masih terjaga mencoba untuk sembunyi sambil berusaha mendapatkan bantuan lewat telepon.

Si pembunuh(Philippe Nahon) segera mengikat mulut, tangan dan kaki Alex. Kemudian dia menghabisi ibu Alex dengan menggorok lehernya dengan menggunakan pisau cukur, tepat di depan Marie yang bersembunyi di dalam lemari baju. Begitu pula dengan adik Alex, ditembak dengan shotgun di perkebunan jagung keluarga tersebut.

Alex dimasukkan ke bak belakang truk oleh si pembunuh, sedangkan si pembunuh kembali ke rumah. Marie sempat coba untuk membebaskan rantai yang mengikat Alex tapi gagal. Justru pintu boks truk segera ditutup oleh pembunuh. Jadilah Marie dan Alex terkurung di sana.

Tiba di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, si pembunuh mengisi bensin. Sementara itu Marie pergi mencari bantuan ke dalam minimarket SPBU. Marie memberikan pisau kepada Alex untuk berjaga jaga. Marie sempat meminta bantuan kepada pria penjaga minimarket tapi dia malah tidak melakukan apapun.

Hingga akhirnya si pembunuh juga masuk ke minimarket, membuat Marie harus bersembunyi di belakang rak barang jualan. Si pembunuh mencoba meminta alkohol kepada penjaga minimarket. Sebelum alkohol diberikan, si penjaga minimarket terlanjur dibantai oleh si pembunuh dengan kapak.

Si pembunuh tahu bahwa dia tidak sendirian di minimarket tersebut segera mencari siapa yang sedang bersembunyi, tapi tidak berhasil. Marie yang ngumpet di toilet berhasil selamat. Sedangkan si pembunuh meneruskan perjalanannya dengan Alex.

Marie segera meminta pertolongan lewat telepon di minimarket. Marie juga menemukan bahwa di laci ada pistol, segera mengambilnya dan mengejar si pembunuh dengan menggunakan mobil si penjaga minimarket.

Setelah sempat mengejar si pembunuh hingga jauh Marie akhirnya ketangkap basah oleh si pembunuh. Tahu bahwa dia membawa pistol, Marie tidak gentar. Tapi ketika dia sadar bahwa pistol tersebut sudah dikosongkan pelurunya oleh si pembunuh dia jadi kebingungan.

Mobil Marie akhirnya terperosok. Marie terus dikejar kejar si pembunuh, hingga dia terpaksa bersembunyi di rumah kebun di tengah hutan. Marie yang sempat berkelahi dengan si pembunuh akhirnya menang dan menginggalkan si pembunuh dengan luka pukulan kayu berkawat di wajahnya.

You can’t escape from me, bitch!

(Si Pembunuh)

Selanjutnya Marie mencoba menyelamatkan Alex di truk. Tapi setelah Alex dilepaskan rantainya justru Alex menusuk Marie dengan pisau dan lari menjauh.

Sementara itu dua orang polisi sudah mendatangi TKP SPBU tempat Marie menelepon minta bantuan. Disana mereka mendapati mayat penjaga SPBU. Mereka segera mengecek CCTV yang terpasang di SPBU tersebut. Di sini diungkap bahwa si pembunuh sebenarnya adalah Marie.

Jadi selama ini si pria pembunuh adalah hasil dari rekayasa dan imajinasi Marie sendiri, yang cenderung tertarik dan terobsesi berlebihan kepada Alex dan menolak adanya orang orang di samping Alex selain dirinya.

Alex yang mencari pertolongan di tengah hutan akhirnya mendapati jalan, dia mencoba menghentikan mobil untuk mendapatkan bantuan. Alex segera masuk, tapi ternyata Marie/ Si Pria Pembunuh sudah berada di luar. Mobil mereka  coba dijalankan tapi tidak bisa. Marie/ Si Pria Pembunuh segera menghabisi pria pemilik mobil dengan menggunakan gergaji mesin.

Sementara itu Alex berhasil ke luar dari mobil dan merangkak menjauh. Marie segera mendekatinya dan menciumnya. Alex segera menusukkan pipa besi ke perut Marie ketika Marie lengah. Akhirnya Alex dapat selamat. Sementara Marie terpaksa dimasukkan ke ruang perawatan untuk orang yang punya kelainan jiwa.

HAUTE TENSION - (1)

HAUTE TENSION - (12)

HAUTE TENSION - (2)

HAUTE TENSION - (8)

HAUTE TENSION - (10)HAUTE TENSION - (1)   HAUTE TENSION - (3)  HAUTE TENSION - (5)      HAUTE TENSION - (11)  HAUTE TENSION - (13)

HAUTE TENSION - (7)

HAUTE TENSION - (2)

TOP QUOTES

Marie: I won’t let anyone come between us any more.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– minim pesan moral, tapi setidaknya kita harus tahu kalau ada pembunuh sadis mendatangi kita, kita tahu bahwa mereka pasti siap membunuh, maka jalan yang harus kita tempuh adalah lari, bersembunyi dan bersiap jika keadaan terburuk yaitu harus melawan.

TAHUKAH KAMU?

–  ketika si pembunuh mengisi bahan bakar di SPBU, jumlah bahan bakar yang keluar tidak sama dengan jumlah yang tertera.

– anjing keluarga Alex menghilang seketika setelah dibunuh.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan wanita masturbasi, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada adegan dua wanita berciuman . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, intens . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: YA. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Ide cerita yang pasaran, jalan ceritanya tidak terlalu rumit. Di bagian akhir sang sutradara ingin memberikan twist, yang sayangnya, justru terlihat kurang greget dan tidak begitu memberikan tambahan pada kualitas film itu sendiri. Kedalaman karakter tidak diekspos, namun jika anda adalah penggemar film slasher yang mengumbar darah macam Texas Chainsaw Massacre, anda tidak akan terlalu kecewa.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

6.5

Rosemary Baby(1968), Thriller Psikologis Ibu Bayi Setan

DATA FILM

Sutradara: Roman Polanski . Penulis Naskah: Ira Levin(Novel), Roman Polanski(Skenario) . Bintang:  Mia Farrow, John Cassavetes, Ruth Gordon . Durasi: 136 menit . Tahun Rilis: 1968.

PENGHARGAAN OSCAR

– Best Actress in a Supporting Role (Menang).

– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Dinominasikan).

5

“Pray for Rosemary’s Baby.”

Jika dihadapkan pada dua pilihan akan film horror dan film thriller, pastinya saya lebih memilih thriller. Mari saya berikan pencerahan akan arti film horror dan film thriller, film horror lebih berfokus pada karakter yang menyeramkan (semisal kuntilanak, pocong, arwah, tuyul dan sebangsanya) sedangkan thriller lebih kepada manusianya. Untuk thriller psikologis, yang diserang dan diexploitasi habis-habisan adalah psikologi dari pemerannya.

Di samping itu film horror lebih banyak mengagetkan penonton dengan adegan yang tiba-tiba (kalau diibaratkan dengan berhitung seperti ini, kita langsung mengatakan 6, tanpa menyebut angka 1 s/d 5, itu horror), sedangkan film thriller lebih berfokus pada bagaimana membangun suatu ketegangan dari awal hingga akhirnya meledak di akhir film, mungkin lebih banyak yang menyebutnya dengan suspense thriller – hitchcock banget nih – (kalau diibaratkan berhitung seperti 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dan akhirnya sampai pada puncaknya di angka 10).

Jadi wajarlah jika saya lebih menyukai film thriller, apalagi thriller psikologis, lebih seru, lebih menegangkan, lebih membekas, lebih berkelas.

Salah satu film thriller psikologis yang akan saya bahas kali ini adalah film lawas bersetting tahun 60 an dari garapan sutradara kontroversial nan berkelas Roman Polanski berjudul Rosemary’s Baby, lets begin…

JALAN CERITA(PLOT)

Diangkat dari cerita novel karangan Ira Levin, film ini dibuka dengan pasangan suami istri muda yang pindah ke apatemen baru mereka, apartemen Bramford di daerah New York. Sang istri adalah ibu rumah tangga, bernama Rosemary Woodhouse sedangkan sang suami adalah seorang aktor, bernama Guy Woodhouse. Masa lalu yang kelam dari apartemen yang mereka tempati tidak menghalangi keinginan mereka untuk tetap memilih apatemen tersebut, selain karena apartemen tersebut lebih luas dari apatemen lainnya juga karena apartemen tersebut indah.

Awful things happen in every apartment house.

(Rosemary)

Segalanya berlalu dengan sangat menggembirakan bagi Rosemary(Mia Farrow) dan Guy(John Cassavetes), mereka sangat bahagia dengan kepindahan mereka ke apartemen mereka ini. Hanya satu yang menjadi ganjalan di pikiran mereka saat ini, yaitu Rosemary yang ingin segera memiliki bayi. Walaupun begitu Rosemary bahkan mendapatkan teman di tempat laundry bernama Terry Gionoffrio(Victoria Vetri).

Hingga suatu malam ketika mereka pulang bersama dari luar mereka mendapati di depan apartemen mereka terjadi kasus bunuh diri. Yang makin mengejutkan adalah ternyata wanita yang bunuh diri dengan terjun dari lantai apartemennya adalah Terry, Rosemary pun terkejut tak percaya. Sejenak kemudian datanglah pasangan lansia, Minnie & Roman Castevets(Ruth Gordon and Sidney Blackmer) mendatangi tempat kejadian tersebut, mereka pun kaget karena Terry adalah . Rosemary sempat memberikan beberapa keterangan perihal Terry dan informasi bahwa Terry memiliki saudara di Angkatan Laut AS.

Esoknya setelah kejadian tersebut Minnie(si nenek super cerewet) mengundang Rosemary dan Guy untuk makan di apartemen mereka, meskipun sempat ragu untuk datang, keduanya akhirnya memutuskan untuk datang. Di rumah pasangan Castevets keduanya disambut dengan ramah, bahkan Minnie sempat memberikan kalung unik berisi Tanas Root yang menghasilkan aroma aneh dan dipercaya sebagai kalung pembawa keberuntungan, Rosemary pun terpaksa memakainya dengan dalih menghormati Minnie walaupun dia tidak menyukai aroma yang ada di kalung tersebut, selain itu dia juga takut mengingat Terry sempat memamerkan kalung yang sama dengan kalung itu sebelum akhirnya dia meninggal.

Seusai makan malam, Rosemary bercengkerama dengan Minnie, sementara Guy berbincang dengan Roman di ruang depan. Beberapa hari kemudian Rosemary dan Guy pun memutuskan untuk segera memiliki momongan, mereka pun merencanakan malam yang spesial dengan diawali dengan makan malam, seusai makan malam, bel pintu pun berbunyi, yang ternyata Minnie datang dengan membawa pencuci mulut. Hal ini tidak disia-siakan Rosemary dan Guy untuk menutup makan malam mereka dengannya.

Walaupun Rosemary merasa ada yang aneh dengan rasa secangkir Coklat Mousse yang diberikan Minnie, ia terpaksa berpura-pura menghabiskan miliknya karena tekanan dari Guy (sebenarnya Rosemary tidak menghabiskannya, tapi menumpahkannya dan selanjutnya membuangnya di tempat sampah), usai acara makan malam Rosemary merasa tidak enak badan dan sempat terjatuh, Guy membawanya ke tempat tidur.

Kejadian makin menjadi saat Rosemary dalam mimpinya merasa bahwa is diperkosa oleh sesosok makhluk menyeramkan didepan banyak orang, terutama di depan Guy. Berikut mimpi ia dijadikan persembahan bagi ritual satanisme.

This is no dream! This is really happening!

(Rosemary)

Esok paginya Rosemary terbangun dengan beberapa luka cakaran di punggungnya, ia pun sedih. Guy segera menenangkannya dengan mengatakan bahwa dia sudah bercinta dengan Rosemary sepanjang malam dan meminta maaf karena sudah mencakar-cakarnya tadi malam.

 I dreamed someone was raping me. I think it was someone inhuman.

(Rosemary)

Selang beberapa waktu, selain Guy yang karirnya makin menanjak, terutama setelah pemeran utamanya mengalami kebutaan secara mendadak, akhirnya Rosemary pun hamil, kejadian ini adalah berita gembira pada awalnya dia cuma ingin berbagi kebahagiaan ini dengan suaminya, namun Guy berpendapat lain, bahwa ia harus memberitahu Minnie dan Roman akan berita gembira ini.

Walaupun Rosemary mendapatkan saran dari kawannya, Elise(Emmaline Henry) untuk membawa kandungannya ke dokter Hill, ia terpaksa mengikuti saran dari pasangan Minnie dan Roman untuk membawa kandungannya ke dokter pilihan mereka, yaitu dokter Dr. Abraham “Abbe” Sapirstein(Ralph Bellamy), dan hari demi hari Minnie memberikan ramuannya untuk dikonsumsi oleh Rosemary, hal ini pun dibenarkan dokter Abbe  dibandingkan dengan mengkonsumsi pil dari apotek.

Tak seperti kebanyakan ibu hamil, kehamilan Rosemary sangat aneh, selain berat badannya yang makin menurun, dia pun merasakan kesakitan yang luar biasa dalam kandungannya, selain itu dia menjadi memiliki kebiasaan aneh yaitu gemar memakan daging mentah dan hati ayam, sesuatu yang misterius.

Salah satu teman Rosemary, Hutch sempat mengingatkan Rosemary akan kondisinya saat ini. Diapun segera melakukan riset mendalam terhadap apa yang dialami Rosemary. Hingga pada suatu malam dia menelepon Rosemary untuk mengajaknya bertemu keesokan harinya, Guy yang mendengar rencana pertemuan Rosemary dengan Hutch pun tidak menyukaiinya.

Pregnant women are supposed to gain, not lose weight!

(Hutch)

Esok harinya Rosemary berangkat untuk bertemu dengan Hutch, di jalan dia merasakan bahwa kalung pemberian Minnie hanya membawa keburukan baginya, ia pun membuang kalung tersebut ke lubang pembuangan air.

Rosemary yang sudah menunggu lama di tempat perjanjian dibuat kecele karena Hutch tidak kunjung datang, ia akhirnya bertemu dengan Minnie yang berencana untuk keluar belanja, Minnie akhirnya mengajak Rosemary untuk pulang dengan taksi.

He told me to make sure and tell you: the name is an anagram.

(Grace)

Diketahui akhirnya bahwa Hutch terkena koma. Hingga akhirnya tiga bulan kemudian di meninggal. Sebelum meninggal dia berniat memberikan sebuah hadiah buku untuk Rosemary, akhirnya Grace, teman Hutch yang memberikan buku tersebut ke Rosemary dengan diikuti dengan pesan pribadi dari Hutch bahwa ” Namanya adalah anagram (huruf yang diacak)”, berbekal kedua hal tersebut akhirnya Rosemary menyimpulkan bahwa nama Roman Castevet (R-O-M-A-N__C-A-S-T-E-V-E-T) adalah anagram dari Steven Marcato (S-T-E-V-E-N__M-A-R-C-A-T-O), keturunan dari bekas penghuni Apartemen Bramford yang tak lain adalah pemuja setan.

Unspeakable… unspeakable!

(Rosemary)

Rosemary yakin bahwa pasangan tetangga Minnie dan Roman adalah pemuja setan juga, bahkan sang suami Guy pun ikut terlibat demi menyelamatkan karir aktornya dengan mengorbankan sang bayi sebagai persembahan, begitupula dengan penunjukan Dr.Sapirstein.

They use blood in their rituals, and the blood with the most power is baby’s blood!

(Rosemary)

Begitu ketakutannya dia  akan konspirasi yang dijalankan oranng-orang di sekelilingnya, dia mencoba mencari perlindungan kepada satu-satunya orang yang dia percaya yaitu, Dr.Hill(Charles Grodin). Didatangilah tempat dokter Hill untuk diminta perlindungan.

Namun tanpa disangkanya justru Dr.Hill menghubungi Guy dan Dr.Sapirstein yang akhirnya membawa Rosemary pulang ke apartemennya. Setelah sempat kabur di lift akhirnya Rosemary pun harus pasrah karena ia di tangkap beramai ramai oleh banyak orang. Setelah sempat tertidur karena suntikan yang diberikan Dr.Sapirstein, Rosemary terbangun dengan keterkejutan karena bayi yang ada di dalam perutnya sudah hilang. Guy pun mengatakan bahwa si bayi sudah tiada.

Walau begitu, air susu Rosemary masih diminta untuk disedot dengan alat penyedot susu bayi, tambah heranlah Rosemary dengan hal ini.

Didorong oleh suara bayi yang masih menggema di telinganya, Kemudian dengan melalui pintu rahasia yang ada di dalam tempat menyimpan baju, Rosemary yang membawa pisau untuk berjaga-jaga masuk ke ruangan, di dalamnya ternyata banyak wanita tua, Minnie, Roman dan Guy, serta si bayi yang sudah ada di dalam keranjang bayi, Rosemary segera melihatnya, dan alangkah terkejutnya ketika ia menyaksikan bahwa si bayi bermata cacat.

He chose you, honey! From all the women in the world to be the mother of his only living son!

(Minnie)

Tak berhenti keterkejutannya saat diberitahu bahwa si bayi adalah anak dari Rosemary dengan setan bukan dengan Guy. Ia pun tidak habis pikir bagaimana semua hal ini bisa terjadi. Akhirnya setelah ditenangkan, Guy meminta Rosemary untuk menjadi ibu si bayi(yang dinyatakan bernama Adrian), meskipun jika ia tidak mau ia tidak harus bergabung dengan kumpulan wanita tua.

Film ditutup dengan Rosemary yang mengayunkan keranjang bayi.

TOP QUOTES

Witches… All of them witches!

(Rosemary)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Seorang ibu akan melakukan apapun demi anaknya, bahkan saat sang anak belum lahir.

6

9 10   137

TAHUKAH KAMU?

– Roman Polanski bersama Brandon Lee(putra Bruce Lee), Chuck Norris, Kareem Abdul-Jabbar, adalah murid Bruce Lee

– Mia Farrow (Rosemary Woodhouse) adalah mantan istri Frank Sinatra(Penyanyi) dan mantan pasangan Woody Allen(Sutradara).

– Walaupun film ini berjudul Bayinya Rosemary, namun tidak ada satu scene pun yang memperlihatkan penampakan dari bayi tersebut.

– Cover majalah TIME yang dilihat Rosemary, berjudul “Is God Dead” adalah cover nyata, tertanggal 8 April 1966, cek di sini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, BANYAK (ada beberapa adegan telanjang) . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: TIDAK, tapi ada tayangan korban bunuh diri dengan terjun dari lantai apartemen . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA, wine . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

*Catatan: Ada adegan Rose diperkosa setan & adegan Rose menjadi persembahan ritual setan(Very Explicit).

OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– Film horror psikologis yang lebih banyak berkutat pada psikologi Rosemary, thriller dan ketegangan dibangun perlahan di awal hingga akhir film. Ada banyak adegan eksplisit dan telanjang, sangat tidak dianjurkan bagi remaja dan anak-anak.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8