The Ghost and Mr. Chicken (1966) – “A’int Creepy but Funny as Hell”

The Ghost & Mr_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Alan Rafkin . Writers:  James Fritzell, Everett Greenbaum. Stars:  Don Knotts, Joan Staley, Liam Redmond . Durasi: 90 minutes . Year:1966.

OSCAR 

– None

TRAILER

 

Bagaimana jadinya jika seorang yang paling penakut terpaksa harus membuktikan diri dengan uji nyali di tempat paling angker yang diketahuinya?

Luther Heggs seorang jurnalis rendahan  yang selalu direndahkan banyak orang mencoba peruntungan untuk merubah nasibnya dengan melakukan uji nyali di rumah berhantu untuk kemudian menceritakannya dikoran harian.

PLOT

G-G-GUARANTEED! YOU’LL BE SCARED UNTIL YOU LAUGH YOURSELF SILLY!

The Ghost & Mr (13).jpg

“Chicken artinya adalah cowardly, pecundang”

Luther Heggs(Don Knotts) seolah mendapatkan durian runtuh ketika dia pulang kerja pada malam hari, dirinya mendapati kasus pembunuhan paling mengerikan dan misterius di kota Kansas, USA. Pembunuhan terjadi di tengah jalan yang gelap dengan mengggunakan kayu balok yang sangat besar, merasa mendapatkan kesempatan yang dicarinya, Heggs sesegera mungkin mengambil gambar TKP serta korban berikut bukti2 serta keterangan saksi di TKP.

The Ghost & Mr (9).jpg

Heggs kemudian segera menuju ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi akan apa yang dilihatnya. Bersama dengan bosnya Heggs akhirnya mendapati bahwa apa yang dilihatnya bukanlah seperti apa yang dia perkirakan. Dirinya kemudian menjadi bahan lelucon seluruh orang di kantor polisi.

” That’s right, karate… made my whole body a weapon.” – Heggs

The Ghost & Mr (15).jpg

Penderitaan Heggs bahkan tidak berhenti di sini, karena orang2 kemudian harinya tetap saja menjadikannya bahan lelucon yang tiada habisnya. Heggs menjadi sangat kikuk dan malu kepada semua orang.

“Electrician Must Be a Democrat” – Heggs

The Ghost & Mr (6).jpg

Diam-diam dirinya menaruh hati pada Alma Parker(Joan Staley), wanita cantik yang sedang dikejar kejar rekan kerjanya yang tampan Ollie Weaver(Skip Homeier). Namun apa daya, Heggs adalah pecundang dalam semua segi kehidupannya. Dirinya tidak punya nyali bahkan hanya untuk menyapa dan mengajak jalan Alma.  Tidak hanya karena dirinya mengira bahwa Alma sudah menjadi milik Ollie, tapi juga karena sikap rendah dirinya yang merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di depan bidadarinya ini.

“Atta boy, Luther!” – Seseorang

The Ghost & Mr (4).jpg

Heggs seolah2 benar2 mendapatkan titik balik kehidupannya ketika dia mendapatkan kesempatan untuk mengubah nasib dengan membuat cerita tentang Mansion berhantu milik Mr.Simmons, berawal dari dikompori oleh petugas kebersihan di kantornya, Heggs mendapatkan ide gila tersebut. Mansions tersebut diceritakan sebagai tempat pembunuhan nyonya pemilik rumah,Mrs.Simmons oleh suaminya dan tempat bunuh diri sang suami, Mr.Simmons. Melalui kabar yang beredar, Mr.Simmons tiba2 membunuh sang istri di ruang bawah, kemudian dia dengan berlumuran darah naik ke lantai atas lalu bermain organ, masih dengan keadaan berlumuran darah istrinya pada tangannya. Mr.Simmons lalu dikabarkan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua rumahnya ke luar rumah. Setiap tengah malam disana selalu ada hantu yang memainkan organ sama seperti saat malam pembunuhan terjadi. Hantu itu dipercaya adalah arwah dari Mr.Simmons yang masih gentayangan. Tiada orang yang berani untuk tinggal lagi di tempat tersebut. Cerita ini menjadi buah bibir hingga 20 tahun peristiwa terjadi. Ketika peringatan 20 tahunnya tersebut Heggs tertantang untuk melakukan uji nyali tidur di mansions tersebut, sekaligus membuktikan perkataan banyak orang akan mansions tersebut. Terlebih ketika Ollie memanas2i Heggs bahwa dia tidak punya cukup nyali untuk uji nyali di rumah berhantu tsb.

“Calm? Do “murder” and “calm” go together? Calm and murder? Murder?” – Heggs

 

REVIEW

Plotnya seolah2 akan terlihat mudah dan sederhana pada awalnya. Hanya seorang bego yang mencoba menguji nyali di sebuah rumah berhantu. Namun kemudian ternyata cerita tersebut hanya mengambil porsi 40% dari keseluruhan film. Sisanya adalah cerita mengenai banyak hal mulai dari kisah cinta Heggs, kumpulan wanita pemuja okultisme, rencana perobohan mansion yang tak kunjung di acc istri pemilik bank yang tak lain pemilik 51% saham bank dan ketua pemuja okultisme, juga tak ketinggalan twist paling menggemparkan yang meliputi konspirasi keluarga Simmons.

Penampilan Don Knotts mengundang decak kagum, dia menjiwai peran sebagai Heggs yang mudah gugup, pecundang, kikuk di hadapan banyak orang, orang pinggiran. Dirinya mengontrol jalannya film melalui setiap gerak geriknya dalam setiap scene. Scene ketika pidato pada makan siang bersama petinggi kota benar2 kocak, let me clarify this…. LOL… juga ketika berada di ruang sidang. Pemeran2 lainnya juga tidak kalah menariknya dengan peran yang kecilnya, seperti trio ibu2 di rumah Heggs yang selalu menebar horror mansion dengan gosipnya, orang gak jelas yang duduk di tempat duduk Heggs ketika dia berkencan dengan Alma, penjaga lift yang diam2 mengagumi Heggs,kumpulan pemuja okultisme yang fanatik, serta entah siapa yang selalu berteriak “Attaboy Heggs” setiap kali Heggs berbicara di khalayak umum, very funny.

LIFE LESSONS

  • Ghost and Comedian doesn’t go together 😀

DID YOU KNOW?

Joan Stanley (Alma Parker), ayahnya adalah seorang musisi yang tebak.. juga bermain organ.

THE COMMENTS

The Ghost & Mr_Comments.png

 

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th.png

To Kill a Mockingbird (1962) – Jernih dan Menjernihkan

To Kill A Mockingbird_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Robert Mulligan . Writers: Harper Lee (Novel), Horton Foote . Stars: Gregory Peck, John Megna, Frank Overton, Robert Duvall, Mary Badham, Phillip Alford. Durasi: 129 minutes . Year: 1962.

OSCAR 

Menang:

– Best Actor in a Leading Role (Gregory Peck)

– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Horton Foote)

– Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White (Alexander Golitzen,
Henry Bumstead ,Oliver Emert)

Nominasi:

– Best Picture (Alan J. Pakula)

– Best Actress in a Supporting Role (Mary Badham sbg “Scout”)

– Best Director (Robert Mulligan)

– Best Cinematography, Black-and-White (Russell Harlan)

– Best Music, Score – Substantially Original (Elmer Bernstein)

TRAILER

PLOT

To Kill A Mockingbird (1).png

– Mockingbird adalah burung pengicau –

Diangkat dari Novel laris nan legendaris Harper Lee, yang menyabet penghargaan tertinggi dalam dunia jurnalisme, literatur dan surat kabar, Pulitzer Prize.
To Kill a Mockingbird sendiri merupakan bacaan wajib bagi anak2 di Amerika, sama seperti Hachiko yang menjadi wajib bagi anak2 di Jepang. To Kill a Mockingbird berkisah tentang cerita masa kecil dari seorang wanita bernama Jean Louise Finch dikenal dengan nama panggilan “Scout” [Mary Badham] yang tomboy, nakal serta hyperaktif.

To Kill A Mockingbird (9).jpg
Kisah masa kecilnya yang terjadi di Maycomb,Alabama, AS di masa era depresi Amerika, tahun 1932, ketika dia berusia 6 tahun,berputar pada tiga kejadian penting.
Kejadian yang pertama adalah petualangannya di masa kecil bersama dengan kakaknya Jeremy Atticus Finch atau “Jem” [Philip Alford] dan teman mainnya Charles Baker”Dill” Harris[John Megna], kenakalan masa kecilnya dan paranoid mereka terhadap tetangga anehnya, Arthur RadleyBoo” [Robert Duvall]. Kejadian selanjutnya adalah ketika sang ayah, orangtua tunggal Scout yaitu Atticus Finch [Gregory Peck], yang seorang lawyer harus menghadapi kasus yang berat berupa tuduhan terhadap pemerkosaan terhadap wanita kulit putih.
Sang terdakwa adalah Tom Robinson yang dituduh memperkosa dan menganiaya Mayella Violet Ewell [Collin Wilcox]. Kasus ini mengemparkan kota tersebut karena di masa tersebut sentimen rasisme masih mengakar kuat pada masyarakat Amerika pada umumnya, karena warga Negro yang merupakan minoritas yang merupakan budak dari kulit putih.

To Kill A Mockingbird (20).jpg
Ketidakadilan sosial menjadi isu yang penting di masa itu, bahwa warga hitam adalah kasta ketiga di Amerika, setelah warga kelas putih dan warga asli Amerika.
Kejadian yang terakhir adalah upaya dari ayah Mayella yaitu Robert E.Lee “Bob” Ewell [James Andeson] untuk meneror Atticus, Scout dan Jem karena tindakannya yang seolah2 tidak dibenarkan hukum Amerika saat ini yaitu berdiri tegak mendukung para kulit hitam di pengadilan. Pengalaman masa kecil ini menjadi pelajaran berharga bagi Scout, meski dulu dirinya masihlah belum memahami arti dari hal2 yang dialaminya dulu, kini setelah dewasa dia menarik kembali ingatan masa kecilnya tersebut dan mengambil hikmah dan pelajaran yang luar biasa darinya.

Review

To Kill A Mockingbird (1).gif
Novelnya sendiri disebut2 sebagai rujukan wajib untuk mengenal Amerika pada masa itu. Bahkan sempat dikabarkan novel To Kill A Mockingbird ini lebih menginspirasi dari Bible, Lord Knows 😀.
Bercerita dengan mengalir lembut, penuh humor dan ketegangan serta keseruan.
Filmnya sendiri dibuat dalam format hitam putih yang makin menegaskan kisah klasiknya. Alunan musik yang sangat cocok mewakili setiap adegan yang tampil, baik ketikaadegan yang menegangkan, kocak maupun serius.
Berkisah dengan jujur dan apa adanya, filmnya bercerita dari sudut pandang anak2 yaitu
Scout yang liar, tomboy, penuh petualangan, cinta dan observasi. Scout yang tumbuh tanpa

To Kill A Mockingbird (19).jpg
seorang ibu membuatnya lebih dekat dengan sang ayah dan kakaknya yang berusia jauh diatasnya, 12 atau 13 tahun, sehingga ikut ikutan menjadi bocah cewek kecil yang bandel dan suka berkelahi. Poin penting adalah bagaimana pemeran tokoh anak2 di sini dapat tampil lepas, polos dan tanpa beban sehingga penonton dapat terbawa suasana yang diciptakan, mengikuti gerak gerik mereka yang asik dan petualangan serta sudut pandang mereka yang menganggap dunia ini adalah tempat bermain. Aksen Alabama mereka sungguh kental dan memberikan warna tersendiri bagi film ini. Kembali bicara tentang Scout, saat hari pertama masuk sekolah Scout terus2an membuat onar dengan mengajak musuhnya di sekolah, yang tak lain adalah bocah cowok, Walter Cunningham untuk berkelahi.

“You never really understand a person until you consider things from his point of view … until you climb into his skin and walk around in it.” -Atticus-

Atticus sendiri diperankan dengan briliant oleh Gregory Peck. Atticus menggambarkan
seorang yang teguh terhadap nilai2 yang dianutnya. Kalem & tenang menghadapi berbagai hal dantidak mudah teritimidasi, juga dekat dengan anak2nya. Bagaimana Atticus menjelaskankepada Scout dan Jem akan bagaimana memahami oranglain dengan melakukan pendekatanhati ke hati dan mendengarkan sudut pandang mereka sungguh hal yang patut menjadi renungan bagi siapapun, misalnya ketika Scout ngambek tidak mau sekolah setelah satu hari pertama dia masuk “segalanya terasa salah baginya”, Atticus know how to deal with her.. Atticus mengajarkan jalan hidup yang dia tempuh, bagaimana dia menyelesaikan masalah, bagaimana dia berpikir dan bertindak serta bersikap, bahkan kepada anak2nya yang masih kecil sekalipun.

Atticus mengajarkan bahwa nurani manusia pada dasarnya adalah bersih sehingga itulah yang harus diperjuangkan agar tetap jernih, meski dalam situasi sekeruh apapun. Keluasan akan pemahamannya akan karakter2 manusia dan hal2 yang menjadi pendorong mereka untuk bertindak ditanamkan pada Jem & Scout yang masih mengeksplorasi dunia kanak2 dan mencoba memahami bagaimana orang dewasa berpikir. Juga ketika di awal cerita Jem menolak turun dari rumah pohon karena Atticus tidak mau ikut main Football, Atticus seolah menegaskan bahwa seorang pria ketika membuat keputusan haruslah bulat dan tidak setengah setengah, meski dengan ancaman, oleh orang yang mereka sayangi sekalipun. Sikap hormat juga diajarkan kepada Scout dan Jem ketika mereka diledek Mrs.Dubose, seorang nenektua yang bawel. Atticus mengajarkan bahwa setiap orang wajib dihargai bukan karena mereka pantas, tapi karena itulah hal yang pantas dilakukan orang yang terhormat.

LIFE LESSONS

To Kill A Mockingbird (14).jpg

Atticus laksana mengajarkan bahwa kapal yang besar sekalipun tidak akan bisa terombang-ambing meski lautan bergejolak. Bagaimana dia tidak bereaksi ketika Bob Ewell merendahkannya. Bagaimana Atticus berbicara kepada Scout ketika dia resah dan membuat onar di sekolah, serta Jem yang gusar dengan apa yang dialami dan dilihatnya. Atticus bahkan merasa tidak nyaman ketika harus mengangkat senjata untuk menyelesaikan masalah, meski itu hanyalah untuk membunuh anjing gila di jalanan
[note: anjing gila tidak bisa diajak kompromi sehingga mau tidak mau harus dihabisi karena menularkan penyakit], momen ini juga menjadi renungan bagi Scout dan Jem bahwa ayahnya adalah multi talenta, selain mampu berkompromi dengan orang juga mampu mengangkat senjata jika diperlukan. Jem sendiri sebagai kakak laki2 selalu berusaha melindungidan menjauhkan Scout dari bahaya dan keonaran. Dill yang merupakan kawan musiman bagi keduanya menambahkan keseruan cerita masa kecil dua bersaudara ini.

Kasus kekerasan dan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh orang kulit hitam, Tom
menjadi semacam oase bagi penonton yang menginginkan film yang lebih berbobot. Masih dengan menggunakan kacamata Scout dan Jem, Tom seakan berhadapan dengan hukum itu sendiri, ketika dirinya adalah seorang yang tidak berdaya hanya karena warna kulitnya.Semua pembelaannya terasa sia2 hanya karena padangan masyarakat akan kaum minoritas.To Kill a Mockingbird harusnya bisa berdurasi lebih lama dan membuat kasus ini menjadilebih berat dan membingungkan, meskipun demikian 2 jam juga cukup untuk menyampaikanpesan2 pentingnya. Pidato akhir Atticus ketika membela Tom mengingpirasi penonton namun yang lebih penting adalah bagaimana karakter Atticus deal with every situation in a same way, to be example and inspire his kids.
“Mungkin memang membunuh Burung Mockingbird tidaklah perlu karena berdosa jika melakukannya, karena memang mereka cuma bisa bernyanyi, mereka tidak mencuri, tidak merusak tidak merugikan orang lain, maybe our heart should as clean as kids conscience to understand & face the world”

To Kill A Mockingbird_Comment.png

DID YOU KNOW?

To Kill A Mockingbird (13).jpg

-Nama Asli dari Harper Lee, adalah Nelle Lee.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_Parent Guidance_Bimbingan Orangtua.png