Taboo(2017) – Half Evil, Pure Devil

Taboo rating.png

DETAIL

Directed:Kristoffer Nyholm
Written by: Steven Knight
Stars: Tom Hardy, Leo Bill, Jessie Buckley, Oona Chaplin, Mark Gatiss, Stephen Graham, Jefferson Hall, David Hayman, Ed Hogg, Michael Kelly, Jonathan Pryce, Jason Watkins, Nicholas Woodeson.
Country: UK
Years: Season 1 Eps 1-8 : 2017

OSCAR

-None

TRAILER

PLOT

Atticus: I thought the gunpowder for was for the Americans.
Delaney: We are Americans!

JAMES KEZIAH DELANEY [Tom Hardy] kembali dari petualangannya ke Afrika menuju kampung halamannya di London tahun 1814. James dulunya dikabarkan ikut mati tenggelam bersama dengan kapal yang mengangkut budak kulit hitam Afrika. Namun ternyata dugaan banyak orang keliru. Tujuan utamanya adalah untuk menghadiri pemakaman sang ayah, Horace Delaney [Edward Fox] yang mati setelah sakit2an. Di sana dia menjadi hantu yang kembali dari kematian bagi orang2 yang dikenalnya.

Pertama adalah bagi sang pembantu setianya, orangnya Horace, “si tertinggal”, Brace [David Hayman] yang oleh James dikatakan sebagai satu2 nya orang yang masih dia percaya di seluruh London saat ini, Pertemuan dengan orang2 pada masa lalunya, adik tiri perempuannya [yang diam2 dicintainya], Zilpha Delaney/ Zelpha Geary [Oona Chaplin] yang sudah menikah dan suaminya yang ambisius, Thorne Geary[Jefferson Hall]. Belakangan Thorne diketahui sudah menyetujui untuk menjual warisan berupa lahan kosong nan tandus di tempat nun jauh terpencil di Nootka Sound (Daerah perbatasan USA dan Kanada) kepada The East India Company (EIC)/ Kongsi Dagang Britania.

TABOO_FX Series (16)

James Delaney sendiri adalah salah satu anak dari sang ayah yang memiliki anak dari 3 wanita berbeda. Dirinya dilahirkan dari rahim wanita yang merupakan suku Nootka, yang dibeli sang ayah ketika dirinya juga membeli sebidang lahan di Nootka Sound dengan transaksi yang melibatkan mesiu. James juga bertemu dengan seorang pria tua yang mengaku merawat anak lelaki james selama 10 tahun terakhir, yang tak lain untuk meminta bayaran kepada James. James tak keberatan, meski dia tidak melihat kemanfaatan anak tsb, yang nanti dikenal dengan nama Robert [Louis Ashbourne Serkis] itu saat pertama kali bertemu, nalurinya mengatakan untuk membantu pria yang sudah berjasa bagi anak kecil tsb.

TABOO_FX Series (11).jpg

James melakukan penyelidikan dibalik kematian sang ayah yang tampak diselimuti kabut tebal konspirasi melibatkan arsenik. Akhirnya dia menyadari ada  kekuatan besar yang hendak meleyapkan sang ayah. Dirinya mulai kembali membangun kebesaran keluarganya dengan membuka kembali kantor sang ayah, yang kini digunakan oleh seorang germo wanita bernama Helga [Franka Potente] sebagai tempat prostitusi. Dirinya juga menguak banyak arsip2 peninggalan sang ayah. Dengan tujuan besarnya tersebut James berusaha untuk membangun lingkaran yang bisa dipercayainya dalam segala bidang, dari Dumbarton si dokter bedah[Michael Kelly], Cholmondeley[Tom Hollander] si ahli Kimia dan ahli mesiu, Pengacara Robert Thoyt [Nicholas Woodeson], Winter sang Anak Helga [Ruby-May Martinwood], Godfrey “tikus setengah jantan setengah betina” di EIC [Edward Hogg], Atticus si pembunuh bayaran [Stephen Graham], si Penulis ‘Hitam’pencari Keadilan, George Chichester[Lucian Msamati] dll. James juga membangun relasi dengan Amerika selaku musuh dari Kerajaan Inggris yg dipimpin Prince Regent [Mark Gatiss] dan EIC.

Nootka Sound [lahan yang sempat dijuluki bokong dari babi]sendiri diibaratkan tanah terkutuk oleh Brace, dimana tanah tersebut bisa membinasakan pemiliknya. James sadar tanah tersebut merupakan tempat strategis untuk membuka jalur dagang ke kawasan Asia Timur, diantaranya China. Juga merupakan daerah strategis karena tepat berada di perbatasan antara daerah kekuasan Kerajaan Inggris dan Amerika yang kala itu sedang terlibat perang. Terutama ketika kedua pihak yang bertikai tersebut secara diam2 sedang membahas perdamaian perang lewat The Treaty of Ghent, di Ghent Belgia.

Puncaknya adalah penolakan James pada kongsi dagang untuk menjual tanah warisannya tersebut dengan harga berapapun, meski harus mengorbankan dirinya sekalipun..

REVIEW

TABOO_FX Series (19).jpg

Dumbarton: No one in this city has only one master!
Delaney: I do.

Well, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review untuk serial maka pendekatan sedikit berbeda dengan film. Sebuah serial adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya, artinya ada awal tengah dan akhir. Menilai suatu serial haruslah secara keseluruhan, setidaknya hingga satu season selesai. Layaknya hidangan makan malam yang dinilai dari makanan pembuka, makanan utama hingga penutup maka tidak SAH penilaiannya jika terpisah pisah. Maka Taboo(2017) juga akan saya nilai secara global.

Taboo adalah tentang hal-hal yang masih enggan untuk diperbincangkan di khalayak ramai. Sesuatu topik yang dianggap tidak pantas, nyeleneh serta tidak sesuai dengan norma dan nilai hidup baik individu maupun kelompok yang dipegang teguh. Taboo[2017] mengulik hal-hal seperti banyaknya umpatan, kata-kata kasar, umpatan jamak dipertontonkan di London kala itu, juga korupsi oleh korporasi, penguasaan jalanan oleh para geng, kekerasan dan pembunuhan berserakan di jalanan, kegilaan akan mabuk2an, hubungan terlarang [bolehkan kita menyebutnya incest? antara James dan Zilpha], serta kegemaran akan perbuatan keji nan terlarang seperti homoseksualitas & lesbian [kini bukan rahasia bahwa orang2 ningrat beberapa diantaranya punya kecenderungan kepada “boys” daripada ladies ]

Dari setting pengambilan waktu, Taboo(2017)  mengambil alur waktu di jaman kejayaan perdagangan EIC, tahun 1800-an hampir semasa ketika tahun 1817 Sir Thomas Raffles menulis The History of Java, Sesuatu yang jarang diketahui masyarakat Indonesia pada umumnya. Baiklah maka akan saya sedikit jabarkan bahwa EIC adalah kongsi dagang kumpulan dari para perusahaan2 ekspedisi dan perkapalan di Britania Raya yang dibangun oleh pemerintah kerajaan Britania untuk menandingai VOC yang dimiliki Belanda. Kongsi dagang ini didirikan pada tahun 1600 dan berakhir pada akhir tahun 1800 an. EIC dikepalai oleh Sir Stuart Strange[Jonathan Pryce] yang akan menghalalkan segala cara untuk tetap mempertahankan dominasi EIC dalam perdangangan dunia, pure evil. Taboo(2017)  mampu menampilkan gambaran jaman yang realistis, London kala itu digambarkan dengan dark, kelam, hitam and gloomy…segelap hati James dan masa lalunya.

Setiap sudut kota digambarkan penuh kekotoran baik dari perilaku manusianya, yang doyan seks bebas, minum2an, berbuat barbar, bahkan digambarkan James sendiri menjalin cinta yang TABU dengan sang adiknya sendiri. Setting serial Taboo(2017)  yang digambarkan perlahan2 seolah2 membuat kita secara lambat mencerna dari pengkarakteran dan cerita yang tidak terlalu terburu buru, ini merupakan hal yang mengurangi keasyikannya menurut saya. Serial ini terlihat ingin dipanjang-panjangin sehingga terlihat terlalu maksa untuk menjadi 8 seri.

TABOO_FX Series (5).jpg

Penceritaannya sendiri sangat berporos pada karakter James, sehingga beberapa karakter pendukung yang harusnya bisa dieksplorasi lebih lanjut juga gagal secara keseluruhan. Misalnya hubungan Zilpha dan James yang masih misteri di masa lalu harus terus menjadi misteri bagi penonton, padahal ini adalah kunci, sebagaimana seluruh sejarah sebelum James ke Afrika yang mendasari latar konflik batin atau yang disebut Hardy sebagai PTSD semacam di Taxi Driver(1976). Dari segi antagonis, pihak EIC juga tidak dieksplor lebih jauh sehingga penonton kurang memahami dasar pemikiran dari orang2 di EIC. Kelemahan dalam hal penuturan latar belakang ini nantinya akan terasa ketika beberapa karakter mati, penonton tidak lagi merasa iba dengan keberadaannya.

Sangat Jelas, karakter Hardy menjadi sentral disini, dan dia berhasil melakukannya dengan sangat cemerlang. Hardy mampu tampil sombong, misterius, creepy sekaligus mematikan, bukan hal yang asing baginya melihat bagaimana peran-peran dia sebelumnya, setidaknya di MadMax: Fury Road[2015], The Revenant[2015], Warrior[2011]. Tiap langkahnya seolah akan membawa kematian. Bahkan kata kata yang keluar dari mulutnya, yang mana sangat  sedikit, mampu membuat penonton begidik, karena tiap ancamannya tidak pernah main main dan selalu berujung dengan hal2 buruk, bagi Siapapun! sayangnya karakter pendukung tidak mampu tampil mengimbangi kebesaran Hardy di sini, jadi ketika karakter James menghilang, seolah nyawa dari Taboo(2017) juga menghilang. James adalah setengah manusia setengah iblis yang rela untuk menjual jiwanya [dia tidak akan bahagia karenanya] demi untuk keselamatannya baik saat di Afrika maupun setelah kembali ke London. James menjadi seorang setengah Shaman yang mampu berkomunikasi dengan dunia arwah dan mengirimkan guna-guna kepada Zilpha, membuat Zilpha mati-matian mencintai James, menebak jalan pikiran orang, hingga mengetahui “tikus” dalam lingkaran yang dibuatnya. Karakter Helga yang diperankan Franka Potente juga berpotensi untuk digali lebih lanjut, namun terasa mubazir karena tidak optimalnya waktu yang diberikan untuk pengembangan karakter2 ini.

TABOO_FX Series.jpg

James juga seolah olah menjadi sejahat hewan ketika membunuh musuhnya, karena tidak hanya dengan menusuk musuh tapi dia juga merobek2 mereka dengan mulutnya, James is not the same James anymore…Jessey Buckley mampu tampil memikat pada perkenalan karakternya, namun kemudian tenggelam setelah episode ke-2, seolah2 dirinya hanya tampil seadanya dan charming serta pembawaanya terasa biasa saja. Oona Chaplin justru berpotensi untuk tampil cemerlang sebagai adik dari James yang selain memiliki konflik batin dengan suaminya yang membenci James, juga rasa cintanya yang masih tersisa bagi James, namun karakternya tampil tidak pernah menuju puncaknya.. apalagi ketika kita tahu bahwa dia tidak akan tampil lagi 😀 if you know what i mean.. ya setidaknya kita tahu bahwa dari pernyataan sang penulis naskah Knight bahwa ada 2 season lagi untuk menebus kelemahan ini.

Taboo Comment.png

LIFE LESSONS

  • Choose your ally carefully…Choose your Enemies Carefully

DID YOU KNOW?

Nootka Sound.jpg

-Suku Asli Nootka yang berdiam di barat Vancouver, Kanada, aslinya adalah bernama Nuu-Chah-Nulth, karena penemunya James Cook salah mengeja nama suku tersebut ketika melakukan ekspedisi ke tempat tersebut pada tahun 1778-an.

EIC.jpg

-British East India Company (EIC)didirikan untuk melawan dominasi dari Dutch East Indies Company aka VOC nya Belanda dalam monopoli rempah2 dari Asia Tenggara [East Indies]dan India, terutama Indonesia[Dutch East Indies].

Steven Knight, sang penulis naskah, yang juga akan menulis skenario untuk lanjutan kisah Lisbeth Salander dalam Millenium Series ke 4, The Girl in The Spider’s Web yang akan disutradarai sutradara dari Dont Breathe[2016], Fede Alvarez.

THE INTERVIEW

MINI SERI SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003) – Legenda Kapal Mutiara Hitam & Kutukan Bootstrap

PotC_CotBP_rating.png

MOVIE DETAIL

“This is the day you will always remember as the day you almost caught Captain Jack Sparrow!”

Director: Gore Verbinski. Writers: Ted Elliott, Terry Rossio,Stuart Beattie,Jay Wolpert  . Stars: Johnny Depp,Geoffrey Rush,Orlando Bloom,Keira Knightley. Music: Klaus Badelt. Cinematography: Dariusz Wolski. Durasi: 143 minutes . Year: 2003.

OSCAR 

5 Nominasi oscar (Best Actor in a Leading Role (Johnny Depp), Best Makeup, Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Visual Effects)

PLOT

Will Turner: Where’s Elizabeth?
Jack Sparrow: She’s safe, just like I promised. She’s all set to marry Norrington, just like she promised. And you get to die for her, just like you promised. So we’re all men of our word really… except for, of course, Elizabeth, who is in fact, a woman.

Kejadian berawal dari petualangan Captain Jack Sparrow (Johnny Depp) & Captain Hector Barbossa (Geoffrey Rush) dan kapal Black Pearlnya di Isla de Muerta. Seluruh awak kapal tersebut dikutuk karena keserakahan mereka akan harta karun emas cortes milik masyarakat Aztec. Kutukan yang mengakibatkan mereka tidak hidup tidak pula mati, tidak mampu merasakan kenikmatan duniawi sekaligus terpenjara menjadi zombie yang tak bisa mati. Kutukan hanya dapat dihapuskan dengan mengembalikan 882 koin emas yang mereka rampok milik cortes dan dengan darah dari Bootstrap Bill aka William Turner, salah satu awak kapal yang mereka khianati. Ironis karena mereka mengetahui akan kutukan ini setelah mereka menghukum mati Bootstrap Bill dengan menenggelamkannya ke dasar lautan dan menghabiskan seluruh emas cortes. Namun sebelum mati dihukum, Bootstrap sempat memberikan satu koin emas cortes kepada satu2nya anak laki2nya, yaitu Will Turner (Orlando Bloom).

Will Turner kecil berhasil selamat dari kekacauan yang terjadi di kapal dan diselamatkan kapal kerajaan inggris oleh James Norrington (Jack Davenport). Will kemudian dirawat oleh Elizabeth Swann (Keira Knightley) putri dari Gubernur Jenderal Inggris Weatherby Swann (Jonathan Pryce). Elizabeth kemudian menyimpan koin emas cortes milik Will dengan tujuan menyembunyikan identitas will sebagai seorang perompak, agar tidak dibunuh ayahnya. Ketika besar Will berprofesi sebagai pandai besi. Lingkaran konflik berputar diantara kisah segitiga dari cinta Norrington kepada Elizabeth dan Will Turner, sedangkan petualangan dari Jack Sparrow untuk mendapatkan kembali kapal Black Pearl dari Captain Barbossa dan lepas dari kutukan Bootstrap Bill.

Elizabeth: I hardly believe in ghost stories, Captain Barbossa.
Barbossa: Aye. That’s exactly what I thought when first told of the tale. Buried in the island of the dead that which cannot be found except by those who already knows where it is. Find it, we did. And there be the chest… and inside, be the gold. We took them all! Spent ’em, traded ’em and fritted ’em away, for drink and food and pleasurable company. But the more we gave them away, the more we came to realize. The drink would not satisfy, food turned to ash in our mouths, nor the company in the world would harm or slake our lust. We are cursed men, Miss Turner. Compelled by greed, we were. But now, we are consumed by it.

Dan 2017, bersiaplah untuk:

Mr. Cotton’s Parrot: Dead men tell no tales…

LIFE LESSONS

Keserakahan tidak pernah berbuah manis, bahwa perut manusia memang perlu diisi tapi mengisinya dengan semua hal tidak lah baik, tidak semua yang mengenakkan perlu dituruti. Bahwa ketika nafsu menjadi raja dia akan menjadi raja yang buruk.

DID YOU KNOW?

Karakter Capt.Hector Barbossa bisa jadi memang didasarkan pada karakter yang sungguhan yaitu sang legenda laksamana muslim Turki, Hayreddin Barbarossa (Si Janggut Merah).

MY OPINION

PotC_CotBP_meter.png

Diangkat dari atraksi Disney, Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003) sukses besar di pasaran. Sekaligus sebagai pembuka gerbang franchise Pirates of the Caribbean. Jalinan kisah yang dihadirkan mudah dicerna, menarik, kualitas akting yang mumpuni dari aktor2 kelas wahid macam Depp (fyi, Depp kocak sekali di film ini, meski dia memang jagonya untuk peran aneh2, tapi bagian dia inspeksi kepada awak kapalnya dan membawa pisang itu loh :D), Bloom, Knightley hingga Rush. Bagian yang menurutku paling berkesan adalah cerita mengenai kutukan Bootstrap yang membuat awak kapal Black Pearl seakan tidak mati dan tidak hidup, hingga kini hal ini masihlah relevan mengingat Zombie bukanlah cerita fiksi yang dibuat2, Zombie merupakan pengingat bahwa manusia2 kini tidaklah benar2 hidup dan laksana robot2 tanpa nyawa yang hanya mengejar kesenangan duniawi dengan mengabaikan nilai2 kearifan lokal (terlebih di kota2 besar).

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th

Kingdom of Heaven(2005), A Dream of a Peaceful Jerusalem, Muslims, Jews and Christians Live in Peace (Together).

kingdom of heaven meter.png

MOVIE DETAIL

“Be without fear in the face of your enemies. Safeguard the helpless, and do no wrong”

Director: Ridley Scott. Writers: William Monahan  . Stars: Orlando Bloom, Liam Neeson, Eva Green, Marton Csokas, Brendan Gleeson, Jeremy Irons, Edward Norton, Ghassan Massoud. Music: Hary Gregson-Williams. Cinematography: John Mathieson. Durasi: 144 minutes . Year: 2005.

OSCAR 

– No Oscar.

PLOT

 Jerusalem adalah tanah suci bagi tiga agama besar di dunia, Islam, Kristen dan Yahudi. Sejak jaman dahulu hingga saat ini selalu terjadi pertentangan dan peperangan untuk menjadi penguasa atas tanah keramat tersebut. Bersetting di tahun 1184 di tanah Eropa, tepatnya di Perancis, adalah Balian(Orlando Bloom), seorang pemuda yang bekerja sebagai pandai besi larut dalam kesedihannya karena ditinggalkan istrinya (Nathalie Cox)yang mati bunuh diri.

Kemudian datanglah para crusaders/ pasukan salib yang hendak pergi ke Jerusalem. Pemimpin dari crusaders tersebut adalah Godfrey de Ibelin(Liam Neeson) adalah ayah biologis dari Balian. Godfrey mengajak Balian untuk ikut serta ke tanah kekuasaannya di Jerusalem, Balian menolak tegas tawaran tersebut. Setelah kawanan crusaders pergi, Balian melanjutkan kegiatannya seperti biasa.

Balian of Ibelin:”.. I am a blacksmith.”

Balian of Ibelin: “What could a king ask of a man like me?”

Godfrey of Ibelin: “A better world than has ever been seen. A kingdom of conscience. A kingdom of heaven.”

Malam harinya dirinya mendapat pengakuan dari pendeta yang tak lain kakak iparnya (Michael Sheen) bahwa dia meminta agar jenazah istri Balian dipenggal saat dikuburkan (dalam kepercayaan orang sana, menguburkan mayat dengan memenggal kepalanya akan membuat si mayat mati dalam keadaan hina hingga tidak mungkin masuk surga), Balian lantas marah besar dan membunuh kakak iparnya tersebut. Kemarahannya juga membuat gubuknya terbakar. Terbakar oleh rasa bersalah yang amat besar dirinya menyusul Godfrey ke Jerusalem untuk mendapatkan pengampunan dosa dan penebusan akan kesalahannya.

King Baldwin IV: “The whole world is in chess. Any move can be the death of you. Do anything except remain where you started, and you can’t be sure of your end. Were you sure of your end once?”

Di perjalanan menuju Jerusalem, tepatnya di Messina, Italia kelompok Godfrey didatangi pasukan yang mengaku akan mengadili Balian atas kesalahannya telah membunuh kakak iparnya. Godfrey memutuskan untuk melawan, hingga dirinya terluka. Godfrey mengangkat Balian sebagai penguasa Ibelin. Balian kemudian terpaksa pergi lebih dahulu dengan kapal ke Jerusalem. Sayang kapal yang ditumpangi Ibelin diterjang badai, untung dirinya selamat.

Imad: “Your quality will be known among your enemies, before ever you meet them.”

Dengan bermodal kuda dirinya mencoba menuju Jerusalem, di perjalanan dirinya bertemu dengan seorang muslim dan pengawalnya. Muslim tersebut mencoba bertarung dengan Balian untuk mendapatkan kudanya. Muslim tersebut mati di tangan Balian. Balian kemudian menjadikan pengawalnya pemandu untuk menuju Jerusalem, setelah itu dia membebaskan pria tersebut.

Balian akhirnya tiba di Jerusalem dan berkenalan dengan Princess Sybilla(Eva Green), kakak kandung dari penguasa nomor satu di Jerusalem King Baldwin IV(Edward Norton, don’t ask karena sepanjang film dia menggunakan topeng besi jadi kau pasti tak tahu kalau itu Edward Norton). Di sana dia juga masuk dalam pusaran kekuasaan dan intrik politik yang rumit yang melibatkan banyak petinggi kerajaan di Jerusalem diantaranya; Tiberias(Jeremy Irons), Guy de Lusignan(Marton Csokas) dan Raynald de Chatillon(Brendan Gleeson).

Takdir akan membawa Balian menjadi penguasa Ibelin selanjutnya, serta menjadi pemimpin yang mempertahankan tanah Jerusalem dari invasi Saracens yang dipimpin  – The Legendary Salahuddin Al Ayubbi-Saladin (Ghassan Massoud).

LIFE LESSONS

King Baldwin IV: “… When I was sixteen, I won a great victory. I felt in that moment I would live to be a hundred. Now I know I shall not see thirty. None of us know our end, really, or what hand will guide us there. A king may move a man, a father may claim a son, but that man can also move himself, and only then does that man truly begin his own game. Remember that howsoever you are played or by whom, your soul is in your keeping alone, even though those who presume to play you be kings or men of power. When you stand before God, you cannot say, “But I was told by others to do thus,” or that virtue was not convenient at the time. This will not suffice. Remember that.”

DID YOU KNOW?

Pada awal 2000-an Ridley Scott menelurkan film Gladiator(2000) dan Black Hawk Down(2001) ketiganya (bersama film ini) pengambilan gambarnya sama sama dilakukan di Maroko.

MY OPINION

kingdom of heaven critics.png

Terakhir film sejarah epic yang saya tonton adalah Exodus: Gods and Kings (2014), saya paham bahwa sebuah film yang berdasarkan pada nilai nilai sejarah tidak boleh sembarangan dibuat. Belajar dari banyak kegagalan film tentang sejarah, baik itu Nabi-Nabi seperti Noah (2014), Yesus di Son of God (2014) dan  The Greatest Story Ever Told (1965) serta juga film seperti The Last Samurai(2003) yang nyata nyata menyimpang dari sejarah aslinya. Meski tidak dapat dipungkiri pula banyak juga film bermuatan sejarah yang sukses macam Ben-Hur (1959), Gladiator (2000), Troy (2004) – dua film terakhir lebih ke film kolosal mitologi yunani sih-, .

Syarat dari sebuah film sejarah dibuat antara lain, film tersebut harus sedekat mungkin dengan cerita aslinya sehingga masalah explorasi akan bahan film harus dilakukan sedalam mungkin agar tidak menyimpang dari sejarah, sehingga dianggap sebagai propaganda AS. Syarat kedua adalah film tersebut harus dibuat dengan budget yang besar dan dikerjakan oleh sutradara yang professional, serta ditunjang cast yang mumpuni sehingga tidak hanya film tersebut sukses di mata penonton dan kritikus tapi juga di box office.

Film Kingdom of Heaven ini sendiri menurut saya pribadi berhasil di semua aspek di atas. Disutradari oleh sutradara kawakan Ridley Scott dan ditunjang cast pemain yang semuanya bermain sangat cemerlang, kredit bagi Edward Norton yang bermain sebagai King Baldwin IV, dengan berperan di balik topeng namun auranya tetap terlihat – note: Edward Norton awalnya ingin berperan sebagai Guy de Lusignan – . Bahkan di dunia internasional film ini meraih tanggapan positif tertutama dari pihak kaum muslimin di dunia, sejarah layaknya ditulis cukup benar kali ini (Terima kasih kepada .Hamid Dabashi, selaku konsultan sejarah film ini). Bahkan banyak kalangan islam -yang biasanya kritis perihal akan masalah agama- mengapresiasi scene dimana Saladin menempatkan salib kembali ke tempatnya setelah memasuki Jerusalem saat penaklukan, begitu pula saat Saladin melakukan sujud syukur.

Buat yang belum nonton saya sarankan untuk menonton versi yang Directors Cut, yang lebih lama, sekitar 3 Jam. Karena  versi ini jauh lebih baik, ada bagian penceritaan mengenai anak dari Princess Sybilla dan bagian ini cukup penting menurut saya karena dialah sesungguhnya pewaris dari tahta kerajaan Jerusalem.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

The Warlords(2007): Saat perang sipil di China, 3 bersaudara yang bertemu kembali untuk melawan para pemberontak.

The Admiral: Roaring Currents(2014): Saat perang Korea di masa silam, laksamana Yi memimpin 12 kapal Korea untuk melawan ratusan kapal Jepang, kemenangan yang diraihnya disebut-sebut kemenangan paling bersejarah bangsa Korea terhadap bangsa Jepang.

Ran(1985): Film garapan Akira Kurosawa ini benar benar fenomenal hingga kini, bersetting di Jepang masa lalu, tiga bersaudara dari keluarga sang raja perang, Ichimonji berebut kekuasaan hingga menimbulkan kekacauan dan tragisnya menghancurkan ayah mereka sendiri.

Fetih 1453(2012): Sultan Mehmed II dari Turki memimpin perang paling bersejarah dalam penaklukan Konstantinople.

Red Cliff(2008): Zou You memimpin perang rakyat selatan China melawan Dinasti Han dari utara pimpinan Jenderal Cao Cao.

Braveheart(1995): William Wallace memimpin perang bersejarah bersama rakyat Skotlandia melawan tirani Inggris.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

 

MAD MAX: FURY ROAD(2015), Parade Aksi Tensi Tingkat Tertinggi aka Penebusan, Harapan, Kehilangan

Mad Max Fury Road (36)

MOVIE DETAIL

Director: George Miller. Writers: George Miller, Brendan McCarthy, Nick Lathouris Stars: Tom Hardy, Charlize Theron, Nicholas Hoult,Josh Helman, Hugh Keays-Byrne, Nathan Jones, Zoë Kravitz. Durasi: 120 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

– No Oscar.

PLOT

The future belongs to the mad

30 Tahun lalu seorang George Miller menandai kebangkitan dunia perfilman Australia dengan Mad Maxnya. Sekali mendayung dua pulau terlampaui, nama seorang pemuda 20 tahun Mel Gibson ikut terdongkrak di jagad Hollywood. Kennedy Miller Mitchell ( sebelumnya dikenal dengan nama Kennedy Miller) kali ini bekerjasama dengan Village Roadshow Pictures kembali dengan George Millernya turun gunung untuk menghadirkan kembali Max Rockatansky (Tom Hardy) dalam Mad Max: Fury Road.

Masih dengan formula lama, Max yang hancur hidupnya setelah kehilangan anak dan istrinya harus hidup mengembara dalam kesedihan dalam dunia paska apokaliptik dengan dipenuhi penyesalan dan kesedihan. Kali ini Max dipertemukan dengan Imperator Furiosa (Charlize Theron) dalam mengarungi ganasnya padang gurun dengan diburu oleh para pemangsa liar dengan dikomandoi Immortal Joe (Hugh Keays-Byrne) -anda pasti mengingatnya sebagai Toecutter pada Mad Max: The Road Warrior-.

2

Max: My name is Max. My world is reduced to a single instinct: Survive. As the world fell it was hard to know who was more crazy. Me… Or everyone else.

Film ini berdurasi cukup panjang sekitar 2 jam, namun saya pastikan bahwa anda tidak akan bosan karena rangkaian adegan aksi yang intens seakan tanpa jeda akan memaku anda di tempat duduk anda. Diceritakan bahwa Max harus hidup mengembara dan berusaha untuk terus menyambung nyawa di tengah padang gurun yang ganas. Nasib sial menghampirinya ketika pasukan Joe menangkapnya, mengambil mobilnya, mengurungnya dan menjadikannya tahanan sebagai blood donor.

Sementara itu Furiosa ditugaskan bersama beberapa warboys untuk mengendarai War Rig ke Gastown untuk suatu urusan. Furiosa ditengah jalan secara sepihak merubah tujuan. Joe segera sadar bahwa Furiosa tidak menuju Gastown tapi melarikan diri. Joe makin naik darah saat tahu bahwa para istrinya, The Splendid Angharad;Capable; Toast The Knowing, The Dag, Cheedo The Fragile, telah dibawa pergi secara diam diam oleh Furiosa.

Nux (Nicholas Hoult), Slit(Josh Helman) dan para warboys lainnya segera menyertai Joe untuk mengejar dan menangkap kembali Furiosa serta mengembalikan para istri ke Citadel. Nux yang sedang dalam kondisi yang kurang fit terpaksa membawa Max untuk blood donor bagi dirinya. Nux ingin membuktikan diri pada Joe bahwa dirinya pantas untuk dianggap sebagai salah satu warboys yang berprestasi. Hingga terjadilan perjuangan Furiosa meloloskan diri dari para warboys dan Joe.

Tanpa disangka ternyata di depan mereka telah menanti badai gurun yang ganas, ini mengakibatkan Joe, Rictus Erectus (Nathan Jones) -anak dari Joe-dan para warboys kuwalahan dan berhenti, tapi tidak dengan Nux. Nux terus berusaha menghentikan Furiosa, tapi di tengah badai gurun mobil kecil Nux jelas bukan tandingan Mobil War Rig Furiosa, alhasil Nux berhasil disingkirkan. Mobil Nux hancur dan dirinya serta Max tertimbun pasir.

Nux: If I’m gonna die, I’m gonna die historic on a fury road!

Di tempat lain Joe akhirnya meminta bantuan kepada Bullet Farmer (Richard Carter) dan Gastown untuk mengirim pasukannya untuk mengejar Furiosa. Sementar itu Nux masih tidak sadarkan diri. Max yang sadar segera berusaha kabur untuk lari dari Joe. Max yang masih terantai dengan Nux terpaksa membopong Nux untuk mengejar Furiosa. Beruntung sebab Furiosa sempat berhenti sejenak untuk mendinginkan mesin dan memperbaiki truk tangki War Rig yang bermasalah setelah badai. Max segera melepaskan diri dari Nux, Nux ternyata terbangun dan segera membantu Max untuk melarikan diri. Tapi setelah mengendarai War Rig sebentar, mesin mobil tersebut mati karena Furiosa menyetel mobil tersebut agar hanya dapat dikendarai dirinya dengan suatu kode saklar. Max segera setuju untuk kabur barengan bersama dengan Furiosa dan para istri Joe. Nux sendiri memilih untuk bersatu lagi dengan Joe.

Nux: Oh what a day, what a lovely day!

Akhirnya Furiosa dan War Rig nya sampai di canyon, disana dia telah membuat deal dengan para pengendara motor, tapi para pengendara motor marah karena Furiosa telah membuat terlalu banyak musuh mendekat. Deal pun tidak berjalan, Max dan Furiosa segera kabur dengan War Rig nya, sementara itu bebatuan sengaja diledakkan untuk menghalangi pasukan Joe. Namun dalam pengejaran selanjutnya salah satu istri Joe, Angaharad terpaksa lepas dan kembali ke pelukan Joe, meski dalam keadaan kritis. Angaharad sendiri sedang hamil, anaknya berhasil diselamatkan.

The Bullet Farmer: I am the scales of justice, conductor of the choir of death!

Bullet Farmer berhasil mengejar Furiosa, sementara itu War Rig terpaksa terhenti karena menemui jalan berlumpur. Furiosa dan Nux serta para istri berusaha untuk menggerakkan War Rig menyusuri jalan berlumpur. Sementara itu Max maju untuk menhabisi Bullet Farmer dan pasukannya. Max berhasil kembali dengan selamat dan membawa amunisi dan perbekalan. War Rig berhasil berjalan melintasi lumpur dan melanjutkan perjalanan ke Greenland, tempat yang Furiosa tuju.

Imperator Furiosa: Remember me?

Di tengah perjalanan Furiosa mendapati seorang wanita dikurung dalam sangkar besi di tengah gurun, Furiosa turun dari War Rig meski dicegah oleh Max, yang tahu bahwa wanita tersebut adalah jebakan. Ternyata benar ketika Furiosa mendekat datanglah kawanan wanita tua pengendara motor, Vuvalini. Furiosa memperkenalkan diri. Ternyata para wanita tua tersebut adalah satu suku dengan Furiosa dulu. Mereka akhirnya menerima Furiosa dkk dengan tangan terbuka. Mereka juga menjelaskan bahwa kampung halaman Furiosa, Greenland sudah punah. Furiosa bersedih hati, tapi tetap berusaha tabah.

Nux: Witness me.

Furiosa dan para pengendara tua tersebut akhirnya memilih jalan pergi dengan motor dan perbekalan mereka dan meninggalkan War Rig di tempat tersebut. Max sendiri diberikan sebuah motor untuk dirinya pergi. Tapi setelah beberapa saat Max menyusul Furiosa dan mampu meyakinkan Furiosa dkk untuk kembali ke Citadel dan merebut tempat tersebut dari Joe lewat jalan pintas. Furiosa setuju dan segera memulai perjalanan paling berbahaya tersebut disertai Nux, Max, para istri dan para wanita tua.

Joe segera tahu bahwa Furiosa dan War Rig kembali ke Citadel. Joe dan para pengikutnya segera mengejar Furiosa dkk sebelum mereka memasuki Citadel. Furiosa ternyata cerdik dengan memaksa Joe melewati jalan yang mereka persiapkan sebagai pancingan. Joe dkk berhasil mereka taklukan, meski Furiosa harus sekarat. Max mendonorkan darahnya kepada Furiosa untuk menolong nyawanya. Furiosa dibawa Max kembali ke Citadel dengan membawa juga mayat Joe. Para warga di Citadel langsung bersorak ketika tahu bahwa sang tirani sudah mati. Mereka semua segera sepakat untuk menjadikan Furiosa penguasa baru dari tanah surga, Citadel. Max sendiri akhirnya memilih pergi melanjutkan petualangannya sendiri.

Kamus Mad Max: Fury Road:

1. Valhalla: Tempat tujuan bagi orang yang sudah mati. Semacam surga bagi para penganut agama islam, kristen, katolik.

Mad Max Fury Road (58)

Read More: http://en.wikipedia.org/wiki/Death_in_Norse_paganism

2. Citadel: Markas besar/ tempat bertahan di suatu kota. Di Mad Max: Fury Road(2015) ini bertempat di tengah tengah tebing-tebing bebatuan yang memiliki sumber air (dipompa dari dalam tanah), makanan & kehidupan. Citadel hanya dapat diakses dengan lift yang ditopang tenaga manusia. Citadel juga sebagai tempat penjara bagi tahanan.

Mad Max Fury Road (55)

2 (1)

Read More: http://en.wikipedia.org/wiki/Citadel

3. Mad Max: Max Rockatansky, adalah mantan anggota Polisi Patroli. Karirnya sebagai polisi patroli muda sedang berada di puncaknya ketika salah satu temannya mati di tangan para geng motor Toecutter. Max memutuskan untuk berhenti menjadi polisi dan kembali ke kehidupan normal bersama istrinya Jessie & anak semata wayangnya Sprog (jangan tanyakan mengapa namanya aneh :D, maklum Australian). Tapi ketika Jessie dan Sprog juga menjadi korban dari geng tersebut Max akhirnya membalaskan dendamnya dan memutuskan menjadi  lone rider dengan MobilV8 Interceptornya. Rasa penyesalannya atas kehilangan anak dan istrinya membuatnya kurang waras, jadilah dia seorang “Mad Max”.

Mad Max Fury Road (41)

4. Immortan Joe: Penguasa Citadel, sang tirani.

Mad Max Fury Road (2)

5. Warboys: Prajurit fanatik dari Joe, yang digunakannya untuk melanggengkan kekuasaannya. Para prajurit ini dilatih dan didoktrin untuk setia sampai mati kepada Joe. Para Warboys bahkan rela & senang bisa melakukan kamikaze untuk berjuang bagi Joe. Doktrin lainnya adalah bahwa mereka akan dipertemukan di Valhalla jika bisa mati “syahid” membela Joe. Kebiasaan mereka adalah menyemprotkan cat chrome ke wajah sebelum melakukan “kamikaze” dengan tujuan untuk menambah keberanian.

Mad Max Fury Road (2)

6. Wasteland: Dunia yang sudah nyaris “habis”, diceritakan setelah dunia mengalami perang besar (Apocalypse), tinggalah sebagian kecil dari manusia. Makanan, dan makhluk hidup nyaris habis dan punah, begitu pula dengan sumber sumber energi.

Mad Max Fury Road (3)

7. Blood Bag: Tahanan Joe yang difungsikan sebagai donor darah bagi siapa saja, baik Joe maupun para War Boys. Contoh blood bag adalah Max. Max dikategorikan sebagai “universal donor”, sehingga bisa menjadi donor bagi siapapun di Citadel. Inilah mengapa Joe tidak menghabisi Max setelah menangkapnya.

Mad Max Fury Road (14)

8. Imperator Furiosa: adalah salah satu prajurit terbaik milik Joe, seorang wanita. Dulunya dia dan ibunya, Mary Jabassa diculik waktu kecil oleh Joe dari Greenplace. Furiosa bertugas untuk mengendarai War Rig menuju Gas Town.

Mad Max Fury Road (33)

9. War Rig: Truck Tangki yang berisi bahan bakar gasoline serta air untuk keberlangsungan hidup dan mempertahankan kekuasan Joe dkk. Diceritakan Furiosa diminta Joe untuk menuju gastown dengan membawa War Rig.

Mad Max Fury Road (35)

10. Bullet Farm: Suatu tempat di dunianya Max, kemungkinan tempat pembuatan senjata perang.

Gas Town: Tempat yang seharusnya dituju Furiosa, sebuah tempat dimana terdapat ladang gas & minyak sebagai sumber energi. Jika anda mengingat ingat Mad Max II: The Road Warrior pasti anda tahu tempat seperti apa itu. Tempat ini dipimpin oleh The People Eater.

Mad Max Fury Road (40)

“Bullet Farmer”

Gas_Town

“Gas Town”

11. The Wives: para wanita tahanan dari Joe yang digunakan dirinya sebagai tempat menebar benih/ budak seks (semacam harem) dan mendapatkan keturunan. Jumlahnya sendiri sebanyak 5 wanita: Toast the Knowing, The Splendid. Angharad, Capable, Cheedo & The Dag.

Mad Max Fury Road (43)

12. Greenplace: Tempat kelahiran/ asal dari Furiosa.

 – its gone-

13. Nux: Salah satu War Boys yang ingin membuktikan diri kepada Joe dengan menghentikan pelarian Furiosa.

Mad Max Fury Road (21)

Nux: I live, I die. I LIVE AGAIN!

Lebih lanjut, baca di sini.

LIFE LESSONS

Pesan mengenai penebusan akan dosa masa lalu, harapan akan masa depan yang lebih indah serta insting dasar manusia untuk tetap hidup ditekankan dalam film ini. Dijabarkan dalam 2 tokoh sentral, Furiosa dengan harapan masa depannya akan Greenland mengingatkan kita pada Savannah & kaumnya di Mad Max III: Beyond Thunderdome (1985) yang merindukan tempat di masa depan yang tentram dan maju. Sedangkan Max sendiri terus dihantui akan dosa (ketidakmampuannya) mencegah apa yang terjadi dalam Mad Max I (1979) ketika anak dan istrinya mati di tangan geng motor pimpinan Toecutter serta kesediaannya melakukan apapun demi berjuang hidup di Mad Max II: The Road Warrior(1981).

DID YOU KNOW?

– 1991, Ibu dari Charlize “Charlie” Theron membunuh suaminya (ayah Charlie) ketika Charlie masih remaja (15 th), alkisah sang ayah adalah pecandu alkohol. Suatu hari sang ayah menganiaya Ibunya & Charlie, demi membela diri sang ibu menembak mati sang ayah. Singkat cerita sang ibu dibebaskan dari dakwaan pembunuhan karena alasan mempertahankan diri.

– 80% dari visual yang ada dalam film adalah asli, tanpa efek CGI (Computer Generated Imaginary), efek CGI hanya dipakai dalam beberapa hal seperti, tangan Furiosa yang buntung, mempebaiki tampilan gurun, & menghilangkan beberapa tali keamanan dalam hal stuntman.

– 3 Film Mad Max sebelumnya pengambilan gambarnya dilakukan di Australia, sedangkan Mad Max: Fury Road(2015) ini pengambilan gambarnya dilakukan di Namib Desert, Namibia, Afrika. Mengapa bukan di Amerika atau Australia? di Amerika biayanya bakalan membengkak karena sangat jauh, sedangkan proses shippingnya lumayan ribet sedangkan syuting tidak dilakukan di Australia karena disana gurunnya “terlalu bagus” untuk setting era pasca apokaliptik.

– Heath Ledger sebelumnya pernah dipertimbangkan untuk memerankan Max, tapi kematiannya di tahun 2008 membuat sang sutradara berpaling kepada aktor lain, yaitu Tom Hardy. Bagaimana dengan Mel? pertama dia sudah cukup tua untuk menjadi jagoan, yang kedua dia sudah tidak tertarik untuk menjadi Max lagi saat mendengar bahwa proses untuk film ini sempat terhenti karena berbagai alasan.

– Film ke-empat dari Mad Max ini (saya tidak menyebutnya sequel/ prequel-karena George Miller mengatakan begitu-) -tanpa menghitung Mad Max Renegade (2011)-  awalnya dikabarkan akan dinamai Mad Max: Furiosa, entah mengapa akhirnya namanya diganti menjadi Mad Max: Fury Road. Padahal menilik dari keseluruhan cerita film ini memang berfokus pada karakter Furiosa bukannya Max.

– Nama sang sutradara mungkin agak asing bagi beberapa orang. Ya George Miller memang cukup asing di telinga kita. Selain menyutradarai tiga film Mad Max sebelumnya mungkin anda lebih mengenalnya jika mengingat film ini: BABE (1995) atau Happy Feet (2006) – note: George Miller mendapatkan nominasi oscar di film Babe dan mendapatkan piala oscar di Happy Feet –  Satu hal lagi mengenai George, dia belajar tentang dunia medis pada waktu mudanya, jadi jangan herankan kalau karakter Max dari Mad Max I hingga Fury Road, Max memiliki luka-luka di kakinya karena kecelakaan mobil atau lainnya sangat terlihat asli, luka luka tersebut dipelajari George dari luka-luka yang dimilikinya karena kecelakaan mobil.

babe happy feet

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: No, ada scene wanita telanjang & Scene dimana payudara wanita diekspos (versi tanpa sensor). Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: No. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: No. Profanity: No . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 15+(Remaja & Dewasa)

MY OPINION

Mad Max Fury Road (1)

Mad Max Fury Road (1)

Mad Max Fury Road (1)

Mad Max Fury Road (1)

Mad Max Fury Road (3)

FURY ROAD

Mad Max Fury Road (4)

Mad Max Fury Road (6)

Mad Max Fury Road (6)

Mad Max Fury Road (7)

Mad Max Fury Road (7)

Mad Max Fury Road (8)

Mad Max Fury Road (9)

Mad Max Fury Road (9)

Mad Max Fury Road (11)

Mad Max Fury Road (11)

Mad Max Fury Road (12)

FURY ROAD

Mad Max Fury Road (18)

Mad Max Fury Road (20)

Mel dalam Mad Max; The Road Warrior(1981)

Mad Max Fury Road (22)

Mad Max Fury Road (23)

Mad Max Fury Road (25)

Mad Max Fury Road (26)

Mad Max Fury Road (27)

Mad Max Fury Road (28)

Mad Max Fury Road (29)

Mad Max Fury Road (30)

Mad Max Fury Road (32)

Mad Max Fury Road (34)

Mad Max Fury Road (39)

Mad Max Fury Road (42)

don’t try to F*ck with his wife 😦

Mad Max Fury Road (44)

Mad Max Fury Road (46)

Mad Max Fury Road (49)

Mad Max Fury Road (50)

Mad Max Fury Road (51)

Mad Max Fury Road (52)

Mad Max Fury Road (54)

Exodus dalam dunia Paska Apokaliptik George Miller – Satria Haryanto

Ekspektasi saya sebelum masuk bioskop terbayar tuntas. Aksi kejar-kejaran dengan kendaraan kendaraan aneh (atau kita bisa menyebutnya unik), karakter-karakter unik, visualisasi mengagumkan, suara-suara yang menggelegar dan menciutkan nyali, dirangkai dalam adegan berbahaya sekaligus menantang maut seakan tanpa henti terpampang di layar bioskop.

Ketika George Miller mengatakan bahwa dia menginginkan Mad Max yang penuh aksi, serta sedikit mengesampingkan cerita dan pendalaman karakter dia sukses dengan niatannya ini. Jadi jangan berharap mendapatkan dua hal yang disebutkan terakhir tadi, atau anda akan berakhir dengan beberapa penonton yang kecewa berat karena terlalu memikirkan apa, siapa, dimana, bagaimana dst dari film ini. Saran saya, (terutama bagi anda yang baru menonton film Mad Max ini, tanpa menonton 3 film sebelumnya) masuklah bioskop dengan ekspektasi seperlunya, nikmati tiap detik dari perjalanan Max kali ini, serta setiap tetesan darah, keringat dan ledakan yang ada di sepanjang film, maka anda akan terasa terpuaskan di akhir film.

Film ini layaknya panggung Exodus seorang Furiosa (terima kasih atas make up oli 🙂 serta mata racoon nya, anda terlihat keren) untuk membebaskan budak-budak Immortal Joe untuk  menuju ke tanah terjanji, Greenland. Sebuah penegasan akan bangkitnya masyarakat terhadap tirani. Sebuah pelampiasan kegundahan yang berkepanjangan serta perasaan ketika apa yang terbaik milik anda diambil, seperti kata Furiosa bahwa dia akan mengambil apa yang dimiliki Joe, sebab dia telah merampas apa yang Furiosa miliki, maka pembalasan sempurnanya adalah mengambil kembali apa yang anda miliki dan mengambil yang terbaik yang mereka miliki sehingga mereka merasakan perasaan akan satu hal: KEHILANGAN.

Ketika berbicara mengenai cerita, Mad Max: Fury Road, jelas bukan bercerita tentang Max. Film ini lebih mengedepankan konflik serta masalah yang dihadapi oleh Furiosa. Sehingga karakter yang ditonjolkan sepanjang film adalah jelas Furiosa, Kita bisa melihat dari tatapan Furiosa, seakan dia berbicara banyak dengan tatapan semacam itu, tanpa harus banyak berdialog, sedangkan Max hanya sekedar karakter yang terjebak dalam dunianya Furiosa, meski tetap menjadi karakter utama. Selain Charlize Theron yang berakting bagus, kredit juga saya berikan kepada Nicholas Hoult yang memerankan Nux. George Miller juga sedikit nakal ketika menyuntikkan karakter Nux yang jatuh cinta di film ini. Jangan lupakan pula sang pemain gitar dengan flamethrowernya, The Doof Warrior (iOTA – Sean Hape) yang kocak itu :D. -catatan: dia adalah pemain gitar/ musisi Australia sungguhan –

Mad Max Fury Road (8)

Sedangkan untuk  Immortal Joe, saya (entah mengapa) selalu teringat pada karakter Bane (TDKR:2012) yang tampil seram di balik topeng anehnya. Max sendiri diperankan cukup baik oleh Tom Hardy (beberapa aktor lain sempat dipercaya akan memerankan Max lebih baik, seperti: Eric Bana/ Gerrard Butler/ Hugh Jackman/ Hemsworth Bros/ Sam Worthington). Tom Hardy sendiri sempat mengatakan bahwa sepanjang pengambilan gambar sempat bersitegang dengan sang sutradara. Untungnya ini tidak terlalu menggangu proses syuting filmnya. Kabar baiknya Tom katanya sudah menandatangani kesepakatan untuk berperan dalam 4 film Mad Max selanjutnya 🙂 – bakal tandingan sama Franchise Fast & Furious nih 🙂 bedanya mereka pakai mobil rongsokan, itu saja :D.

Mad Max Fury Road (45)

Favorite Scene adalah ketika pengejaran Nux dkk terhadap Max & Furiosa harus berhadapan dengan badai gurun, sungguh penampilan visual yang mengagumkan serta mendebarkan.

Secara keseluruhan saya simpulkan bahwa ini adalah film aksi yang maksimal, membuat saya tidak sabar untuk menonton kelanjutan Franchise Mad Max, di Mad Max: Wasteland.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5

The Good, the Bad and the Ugly(1966), Kisah 3 Koboi Ikonik Pemburu Harta

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Luciano Vincenzoni & Sergio Leone  . Bintang: Eli Wallach, Clint Eastwood, Lee Van Cleef. Durasi: 161 menit . Tahun Rilis: 1966.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak ada

3

JALAN CERITA(PLOT)

“The Ugly”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (2)

Di suatu tempat di Amerika, jaman dulu dimana koboi  dan bounty hunter masih merajalela, ada seorang kriminal bernama “Tuco” Benedicto Pacífico Juan María Ramírez (dikenal pula dengan nama ” Si Tikus”) (diperankan oleh Eli Wallach) yang hari itu rencananya disergap tiga orang bounty hunter untuk ditembak mati. Tuco yang juga jago menggunakan senjata api kali ini berhasil lolos dengan menembak para bounty hunter tersebut.

If you work for a living, why do you kill yourself working?

(Tuco)

“The Bad”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (9)

Sementara itu Angel Eyes sedang menginterogasi Stevens(Antonio Casas), mantan prajurit yang memiliki informasi mengenai seorang lelaki bernama “Bill Carson”. Bill Carson(Antonio Casale) sendiri adalah seorang prajurit yang kabarnya memiliki uang emas yang banyak. Angel Eyes yang berhasil mendapatkan informasinya segera menghabisi Stevens dan keluarganya dengan tujuan agar mereka tidak dapat mengabarkan hal itu kepada orang lain, yang berpotensi menjadi saingan dari Angel Eyes.

Even a filthy beggar like that has got a protecting angel.

(Angel Eyes/ Sentenza)

Angel Eyes(Lee Van Cleef) sendiri sebenarnya bekerja untuk seseorang. Yang karena Angel Eyes juga mendapatkan bayaran dari Stevens sebelum kematiannya untuk membunuh si penyuruh, Angel Eyes menepati tugasnya untuk membunuh si penyuruh. Ini meninggalkan Angel Eyes sendiri dengan informasi tentang emas tersebut di kepalanya. Membuat dirinya memulai petualangan panjang mendapatkan emas tersebut.

“The Good”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (10)

Tuco yang merupakan buronan kelas kakap kali ini menemui jalan terjal. Dia sedang dikepung oleh 3 orang yang ingin menangkapnya untuk mendapatkan imbalan uang. Namun kali ini Tuco diselamatkan seorang pria misterius yang jago tembak. Pria tersebut menghabisi ketiga pria tersebut. Lalu pria tersebut, dikenal dengan panggilan Blondie(Clint Eastwood), menyerahkan Tuco kepada pihak berwenang untuk mendapatkan imbalan 2.000$. Sekaligus mengantarkan Tuco ke tiang gantungan, sebab catatan kejahatan Tuco sudah kelewat batas, dia adalah pencuri, perampok, pemerkosa, penadah, perampok kuburan, dan segala macam kejahatan yang lebih baik tidak diceritakan disini, tapi semua orang tahu :).

I mean our partnership is untied.

Oh no, not you, you remain tied. I’ll keep the money and you can have the rope.

(Blondie)

Ketika Tuco sedang akan dieksekusi gantung dengan disaksikan pihak berwenang dan masyarakat sekitar, tiba-tiba Blondie menyelamatkannya dengan menembak tali gantungannya. Keduanya sekarang kabur bersama sama dengan menunggang kereta yang disiapkan Blondie. Tuco dan Blondie akhirnya bekerja sama untuk saling pura pura tangkap menangkap supaya dapat berbagi hasil imbalan yang makin besar. Terasa indah bukan. Namun keserakahan Tuco yang menginginkan bagian yang lebih banyak dari Blondie membuat Blondie berpikir ulang untuk terus bekerja sama dengan Tuco.

You never had a rope around your neck. Well, I’m going to tell you something. When that rope starts to pull tight, you can feel the Devil bite your ass.

(Tuco)

Ditinggalah Tuco di tengah padang pasir tanpa uang dan air minum. Beruntung dia  dapat bertahan dan malah menemukan 3 orang kawanan penjahat yang mau diajak bekerja sama dengannya di dalam gua. Mereka sepakat untuk membagi sama rata uang yang didapat dari membunuh Blondie. Mereka berempat kemudian menyambangi suatu hotel dimana Blondie diperkirakan menginap. Blondie yang memang awas dalam setiap kesempatan tidak mudah dikelabuhi. Mendengar langkah kaki para penjahat Blondie bersiap dengan senjatanya. Dalam hitungan detik dia berhasil menaklukkan ketiga teman Tuco tersebut tepat ketika mereka membuka pintu ruangan yang disinggahi Blondie.

Nahas bagi Blondie karena Tuco ternyata tidak menyerbu lewat pintu seperti ketiga temannya. Dia datang melalui jendela, Blondie tidak dapat berbuat apa apa kali ini dan mengakui kecerdikan Tuco yang berpikir selangkah di depan dari pada dirinya. Tuco sendiri sebenarnya adalah bandit yang cerdik, terlihat karena dia memiliki prinsip yang sedikit out of the box. Dia memisahkan manusia menjadi dua golongan, orang yang bertindak secara umum dan orang yang bertindak khusus dst. Tuco kemudian memaksa Blondie untuk memasang tali di langit langit kamar hotel untuk kemudian menggantung Blondie di sana.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (21)

Namun kejutan bagi keduanya kembali terjadi karena, belum sempat Blondie digantung, tempat tersebut sudah hancur terkena canon para prajurit. Tinggalah Tuco di tempat tersebut sendirian karena ternyata Blondie sudah mengambil langkah seribu.

Tuco yang bernafsu untuk menggantung Blondie terus mencarinya. Berbekal bekas puntung rokok blondie yang dia tinggalkan di setiap tempat singgahnya, akhirnya dia menemukan Blondie yang sedang bersiap untuk menembak tali gantungan bandit yang akan dihukum gantung seperti Tuco di awal cerita. Tuco segera menyandera Blondie, menghukumnya dengan memaksanya berjalan ber mil mil tanpa minum di bawah sengatan matahari gurun yang sangat panas.

Ketika Tuco sudah bosan dengan permainannya menyiksa Blondie, dia berniat untuk mengakhirinya dengan menembak mati Blondie. Tapi ketika sebuah kereta kuda datang di hadapannya dia berubah pikiran. Dia segera menghentikan kereta kuda tersebut. Ternyata di dalam kereta kuda tersebut terdapat banyak mayat. Tuco segera mengecek harta yang ditinggalkan para mayat tersebut, seperti jam dll.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (11)

Tiba tiba salah satu mayat bangun, ternyata dia adalah Bill Carson. Dia mengaku bahwa dia dan kawan kawannya habis disergap oleh para musuh. Bill meminta Tuco untuk membawakan air kepadanya agar dia dapat bertahan, dengan imbalan Bill akan memberitahukan tempat dia menyimpan uang koin emas bernilai total 200.000$. Bill kemudian memberitahu Tuco bahwa dia menyimpan emas tersebut di sebuah pemakaman bernama Sad Hill. Tidak mau kecolongan Tuco meminta Bill untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya, tapi Bill yang merasa punya kartu as tetap kukuh untuk tidak memberitahukan informasi lebih lanjut sebelum Tuco membawakan air untuknya. Tuco yang sudah kegirangan akan berita koin emas tersebut segera untuk mendapatkan air hingga dia terkejut ketika kembali dan di sana Bill Carson sudah meninggal.

Don’t die, I’ll get you water. Stay there. Don’t move, I’ll get you water. Don’t die until later.

(Tuco)

Makin geram ketika dia melihat bahwa Blondie sudah berada di samping mayat Bill Carson. Tuco makin berniat untuk membunuh Blondie. Tapi hal ini berubah 180 derajat ketika Blondie memberi tahu Tuco bahwa Bill Carson sudah menginformasikan kepada dirinya nama kuburan dimana Bill mengubur koin emasnya. Tidak ingin kehilangan uang emas yang begitu banyak, yang mungkin bisa membuatnya keluar dari jerat kemiskinan dan kejahatan, mau tidak mau Tuco langsung berubah pikiran untuk kemudian menyelamatkan Blondie dengan tujuan mendapatkan uang emas milik Bill Carson.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (17)

Tuco kemudian mengganti bajunya dengan baju milik Bill Carson dan berpura pura menjadi Bill Carson. Dengan mengendarai kereta kuda Bill Carson, dia kemudian membawa Blondie menginap di tempat salah satu saudaranya yang masih hidup. Saudara Tuco tersebut bernama Bapa Pablo Ramirez(Luigi Pistilli), dia adalah seorang pendeta. Bapa Pablo dan teman temannya menngobati Blondie hingga sembuh dan mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Blondie dan Tuco kemudian meneruskan perjalanan ke Sad Hill, hingga di suatu tempat mereka salah mengenali rombongan tentara perang saudara di amerika kala itu. Ini berakibat mereka ditangkap oleh para tentara. Di sana ternyata Angel Eyes juga sedang mencari cari Bill Carson. Dan ketika para prajurit memanggil nama Bill Carson, Tuco justru mengaku bahwa dia adalah Bill Carson.

Angel Eyes segera mengundang Tuco untuk ikut jamuan makan di ruangannya. Dia kemudian menguak tipuan Tuco yang berpura pura sebagai Bill Carson. Tanpa ampun Angel Eyes mengorek informasi mengenai emas milik Bill Carson kepada Tuco  dengan menyiksanya. Angel Eyes kemudian mendapatkan informasi akan Sad Hill. Tapi dia masih belum tahu nama kuburan dimana emas tersebut disimpan.

Tahu bahwa yang tahu akan informasi kuburan tersebut hanyalah Blondie dia berusaha mendapatkan informasi tersebut. Angel Eyes sadar bahwa Blondie tidak akan mau berbicara masalah emas tersebut meski dia disiksa. Angel Eyes kemudian menawarkan untuk berbagi hasil kepada Blondie untuk emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (7)

Blondie pun setuju akan kesepakatan tersebut.

Akhirnya Angel Eyes bersama dengan Blondie dan pengawalnya memulai perjalanan mendapatkan emas tersebut. Sementara Tuco dibawa dengan kereta oleh anak buah Angel Eyes yang bermata satu untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Tuco berhasil lolos dengan berpura pura mau buang air yang kemudian dia melemparkan diri dari kereta dan menghajar pengawal dari Angel Eyes dengan menggunakan batu. Dia kemudian menuju ke Sad Hill.

Di suatu kota yang sudah hancur Angel Eyes dan komplotannya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Sementara itu Blondie berjalan jalan sebentar. Tuco yang menemukan sebuah rumah di kota yang hancur tersebut memutuskan untuk mandi dahulu. Tanpa disadarinya dia sedang diintai oleh Bounty Hunter. Tapi karena kecerdikannya Tuco berhasil menyingkirkan bounty hunter tersebut. Karena meski dia sedang berada di bathtub dia tetap membawa pistolnya mandi.

When you have to shoot, shoot. Don’t talk.

(Tuco)

Blondie akhirnya bertemu dengan Tuco kembali. Keduanya kemudian menghabisi seluruh anak buah dari Angel Eyes. Sayang Angel Eyes sendiri berhasil kabur. Tuco sendiri mendapatkan surat khusus dari Angel Eyes, berisi “Idiot”. Tuco geram dengan hal ini.

Blondie dan Tuco terus berusaha menuju ke Sad Hill secepatnya. Sayang mereka kali ini ditangkap oleh para prajurit perang. Dengan dipimpin seorang jenderal perang yang pemabuk, mereka terpaksa ikut ambil bagian dalam perang ini. Keadaan memaksa mereka untuk terlibat perang dengan lawan yang berada di seberang sungai. Yang notabene, di seberang sungai tersebutlah Sad Hill berada. Blondie kemudian mendapatkan ide cemerlang untuk meledakkan jembatan penghubung kedua pihak tersebut, agar selain perang bisa diakhiri, dia dan Tuco juga bisa segera kembali ke tujuan utama mereka.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (1)

Setelah berhasil meletakkan dinamit di bawah jembatan, Tuco dan Blondie akhirnya berhasil meledakkan jembatan tersebut. Perang pun usai. Di kesempatan ini Tuco memberi tahu Blondie bahwa nama dari pekuburan yang dicari adalah Sad Hill. Blondie juga memberi tahu Tuco bahwa nama kuburan yang ada emas di dalamnya adalah bernama Arch Stanton.  Esok harinya , Tuco yang cerdik segera mengambil kuda kemudian menuju Sad Hill sendirian.

Setelah mencari beberapa lama, Tuco akhirnya menemukan kuburan dengan nama Arch Stanton di atasnya . Mulailah dia menggali kuburan tersebut. Blondie yang tidak mau ketinggalan ternyata juga datang dengan membawa sekop. Dia meminta untuk Tuco menggali dengan sekop. Tak berapa lama datanglah Angel Eyes. Dia kemudian meminta Blondie dan Tuco untuk sama sama menggali. Tapi segera terkuak bahwa di kuburan tersebut tidak berisi apa apa. Blondie mengatakan bahwa dia tidak mempercayai Tuco, sehingga dia tidak memberitahukan nama kuburan yang asli kepadanya.

Blondie kemudian mengusulkan untuk mereka bertiga melakukan duel penghabisan. Dimana sebelumnya Blondie akan menuliskan nama kuburan tempat emas tersebut di sebuah batu. Pemenang dari  duel nantinya berhak atas emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (8)

Duel ketiganya kemudian berlangsung. Ketegangan diantara masing-masing tokoh berpuncak di sini. Angel Eyes berpikir apakah dia akan menembak Tuco dulu atau Blondie, sebab dia tahu bahwa Blondie adalah jago tembak, selain itu dia juga memiliki pertimbangan bahwa ada kemungkinan Blondie akan menembak Tuco, sebab Tuco pernah bermasalah dengan Blondie, juga karena Blondie sempat menerima tawaran dari Angel Eyes untuk berbagi koin emas tersebut. Jadilah Angel Eyes sepertinya akan memilih Blondie sebagai sasarannya, dengan asumsi, Blondie membunuh Tuco dan Angel Eyes membunuh Blondie.

  IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (24 sentenza)

Sementara itu Tuco masih kebingungan ingin menembak siapa, dia tahu bahwa Blondie sempat membuatnya kesal di awal cerita karena meninggalkannya di tengah gurun, juga karena dia kemungkinan mengincarnya karena sebelumnya Blondie dan Angel Eyes sepertinya sudah mencapai kesepakatan berdua. Tapi di sisi lainnya Tuco juga was-was dengan Angel Eyes, karena dia tahu bahwa Angel Eyes adalah orang yang tidak mau kompromi dan maunya semua keinginannya terpenuhi, apapun resikonya. Dengan pertimbangan itu setidaknya bisa disimpulkan Bahwa dia masih sedikit mempercayai Blondie, dan dia sama sekali tidak bisa mempercayai Angel Eyes, jadi dengan kemungkinan tersebut dia berpikir bahwa akan lebih menguntungkan jika dia memilih Angel Eyes sebagai sasaran tembaknya. Sementara berharap Blondie tidak menghianatinya.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 tuco)

Blondie yang memegang kartu as karena hanya dialah satu-satunya yang mengetahui nama kuburan emas tersebut. Dengan cerdik dia tidak menuliskan apapun di batu yang dijanjikannya. Dengan keputusan seperti ini, jikalau Tuco atau Angel Eyes yang memenangi duel mereka akan merasa ditipu dan tidak akan memenangkan apapun. Blondie sendiri tampak sudah yakin akan pilihan sasarannya, yaitu Angel Eyes, yang menjadi kekhawatirannya adalah jika Angel Eyes dapat menarik pelatuk lebih cepat dari dirinya. Apalagi Blondie tahu bahwa dia sudah mengosongkan pistol Tuco, jadi jika dia gagal menembak mati Angel Eyes maka dia akan mati dengan penyesalan. Satu satunya ancaman baginya adalah Angel Eyes.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 blondie)

Dan 1..2… JLER………!!!!!!

Blondie yang pintar membuat kedua lawannya kebingungan dengan keputusan mereka masing masing. Di sisi lain Blondie sendiri fokus pada Angel Eyes sehingga dia berhasil merobohkan Angel Eyes dalam sekali tembakan, dan kemudian dia menghabisi Angel Eyes dengan tembakan berikutnya sekaligus memasukannya kedalam kuburan yang sudah digali Tuco bersama dengan topinya. Sedangkan Tuco justru kebingungan karena pistolnya tidak berfungsi. Ternyata di malam sebelumnya, Blondie sudah menyiapkan pistol Tuco agar tidak bisa dipakai. Dengan memegang pistol yang siap ditembakkan Blondie memegang kendali sendirian sekarang. Dia tidak memilih untuk menembak mati Tuco karena dia tidak mau serakah seperti di awal film dimana dia mendapatkan karma atas keserakahannya. Selain itu dia juga tidak mau menggali kuburan itu sendirian, terlalu melelahkan  untuk seorang yang sudah bertualang sebegitu jauhnya. Kali ini dia ingin berbagi bersama harta tersebut dengan Tuco.

Dia merasa bahwa karena Tuco lah dia bisa berada di tempat tersebut dan ikut mendapatkan koin emas. Blondie segera menyuruh Tuco untuk menggali sebuah kuburan. Yang ternyata adalah kuburan tanpa nama yang berada di samping kuburan Arch Stanton. Tuco berhasil mendapatkan emas. Ketika kesenangannya tiba tiba pudar karena Blondie sudah menyiapkan gantungan di sebuah pohon untuk Tuco. Karena Blondie tahu bahwa Tuco juga cerdik, kali ini Blondie selangkah di depan Tuco agar tidak lagi dikelabuhi oleh dia.

You see, in this world there’s two kinds of people, my friend: Those with loaded guns and those who dig. You dig.

(Blondie)

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (6)

Tuco dipaksa untuk memasukkan kepalanya ke gantungan tersebut. Lalu Blondie mengambil setengah dari 200.000$ untuk dibawanya pergi. Di kejauhan kemudian Blondie menembakkan peluru untuk memotong tali gantungan, seraya menjerit Tuco berteriak:

“Hey Blondie! You know what you are? Just a dirty son of a bitch!”

TOP QUOTES

There are two kinds of spurs, my friend. Those that come in by the door; those that come in by the window.

(Tuco)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

 – Kita tidak boleh serakah terhadap harta, karena setiap orang punya rejekinya masing-masing. Hendaknya kita tidak terlalu tamak terhadap harta.

 – Uang bisa merubah orang. Dari teman menjadi lawan dan sebaliknya.

 – Percaya kepada orang lain ada perlunya, tapi tidak percaya sepenuhnya. Karena suatu saat nanti bisa jadi mereka akan menjadi bumerang kepada kita sendiri jika terlalu percaya kepada orang lain.

TAHUKAH KAMU?

– Scoring musik The Good, the Bad and the Ugly theme, juga dipakai dalam film The Expendables 2 , dimana Chuck Norris tampil.

 – Clint Eastwood tidak pernah dianggap sebagai aktor papan atas Hollywood di masanya, tapi seiring dengan popularitasnya membidani film film berkualitas dirinya justru lebih dikenal sebagai sutradara dan produser handal.

 – Adegan dimana Tuco mendatangi Sad Hill Cementary ketika dia dikejutkan oleh seekor anjing, itu adalah adegan murni, karena anjing tersebut memang entah dari mana datangnya (tapi justru lucu).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA, BANYAK . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA, BANYAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: BANYAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

 Sebuah masterpiece dari era Sphagetti Western, dapat saya katakan salah satu film terbaik sepanjang masa. Film koboi barat yang sangat lucu, keren, jalan ceritanya sangat menarik dan jajaran castingnya bermain sangat briliant, wajib ditonton (sayang banyaknya kata-kata kasar membuat film ini tidak cocok untuk anak-anak Mungkin dikarenakan tokohnya memang penjahat jadi sangat sering terlontar kata-kata kasar, terutama dari Eli Wallach). Adegan duel final sungguh keren. Leone membuat penonton ikut tegang di puncak duel tersebut, setegang 3 tokoh utama yang berduel di arena . Sekaligus dia juga memberikan plot twist dengan pistol Tuco.. Selain itu mengomentari karya Sergio Leone tidaklah lengkap tanpa scoring musik dari Ennio Morricone luar biasa memorable

Jika anda menginginkan film western yang berat dan keren tonton Once Upon a Time in The West, kalau anda ingin film western yang gokil dan keren inilah film nya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

10

True Grit(2010), Girl, Guns, Graves

DATA FILM

Sutradara: Ethan Coen, Joel Coen . Penulis Naskah:Ethan Coen, Joel Coen, Charles Portis(Novel) . Bintang: Jeff Bridges, Matt Damon, Hailee Steinfeld, Josh Brolin, Robert Duvall . Durasi: 110 menit . Tahun Rilis: 2010.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan dalam 10 nominasi oscar: Best Motion Picture of the Year, Best Performance by an Actor in a Leading Role, Best Performance by an Actress in a Supporting Role, Best Achievement in Directing, Best Writing, Adapted Screenplay,Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Costume Design, Best Achievement in Sound Mixing, Best Achievement in Sound Editing, Best Achievement in Art Direction.

TRUE GRIT - (3)

“Punishment comes one way or another“

JALAN CERITA(PLOT)

Berlatar di Amerika di tahun 1800 an, Mattie Ross(Hailee Steinfeld), gadis berumur 14 tahun yang baru saja menjadi yatim karena ditinggal mati ayahnya yang dibunuh secara kejam, dan dirampas uang 150$, berikut 2 keping koin emas kalifornia dan kudanya oleh Tom Chaney(Josh Brolin). Dengan maksud untuk menjemput jenazah sang ayah, Mattie juga bertujuan untuk mencari dan menyewa seseorang untuk membalas dendamnya.

Mattie Ross: You must pay for everything in this world, one way and another. There is nothing free except the grace of God.

Mattie yang cerdas dan berkemauan keras segera mendapatkan rekomendasi dari sherif di daerah itu, Yell County, Arkansas untuk menyewa salah satu dari tiga orang yang direkomendasikan. Pilihan Mattie jatuh kepada Reuben J. “Rooster” Cogburn(Jeff Bridges), yang walaupun dia adalah seorang deputy U.S. Marshal yang pemalas dan bermata sebelah, tapi dia dikenal sebagai seorang yang “true grit”(seorang yang berkehendak keras, loyal pada tujuannya dan berani menegakkan kebenaran dengan taruhan apapun, dan orang yang berani “stand out in a crowd” dalam memegang teguh prinsipnya).

Awalnya Cogburn masih tidak mau menerima tawaran dari Mattie, tapi karena Mattie terus menerus menekannya untuk menerima tawaran tersebut, Cogburn akhirnya setuju dengan bayaran total 100$ yang dibayarkan setengahnya di awal misi. Keduanya kemudian sepakat untuk keesokan harinya pergi memburu Tom Chaney.

Rooster Cogburn: You go for a man hard enough and fast enough, he don’t have time to think about how many’s with him; he thinks about himself, and how he might get clear of that wrath that’s about to set down on him

Perjuangan Mattie tidaklah mudah karena Tom Chaney saat ini sudah bergabung dengan komplotan geng kriminal yang digawangi “Lucky” Ned Pepper(Barry Pepper) dan melarikan diri ke daerah para indian. Sebagai modal untuk menyewa Rooster, Mattie harus mendapatkan uang secara cepat. Dia memutuskan untuk menjual kuda-kudanya kepada Colonel Stonehill(Dakin Matthews), seorang teman bisnis almarhum ayahnya.

Kejahatan Tom Chaney ternyata lebih dari dugaan sebelumya. Karena sebelum membunuh ayah Mattie, Tom ternyata sudah melakukan pembunuhan kepada senator di Texas. Hal ini mengakibatkan salah satu Texas Ranger bernama  LeBoeuf(Matt Damon) mengejarnya. LeBoeuf mengajak Mattie dan Cogburn untuk bekerja sama menangkap Tom Chaney. Dengan hal tersebut  LeBoeuf bertujuan untuk menegakkan hukum di Texas dan mengadili Tom di sana. Mattie tidak sepakat dengan hal ini, dia berkeinginan untuk menangkap Tom bersama Cogburn saja dan menggantungnya di daerah dimana dia menghabisi nyawa sang ayah yaitu di Arkansas.

Esok harinya ternyata Cogburn dan Leboeuf sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan Mattie. Mattie mengejar keduanya dengan kudanya. Dirinya terpaksa menyeberangi sungai dengan kudanya untuk menyusul Cogburn dan LeBoeuf.

Ketiganya akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menemukan Tom Chaney. Hingga suatu waktu Cogburn dan LeBoeuf mengalami sedikit percekcokan sehingga membulatkan tekad LeBoeuf untuk meninggalkan rombongan tersebut. Tinggallah Mattie dan Cogburn berburu Tom Chaney berdua.

Di tengah perjalanan Cogburn dan Mattie bertemu dengan seorang dokter yang berpakaian kulit beruang. Dari dokter tersebut Mattie dan Cogburn mendapatkan informasi dimana mereka dapat singgah dan menghangatkan diri. Sampailah Cogburn dan Mattie di sebuah shelter. Ternyata di dalam shelter tersebut sudah ada dua orang yang menempatinya. Keduanya adalah buronan pula.

Cogburn mengiterogasi kedua buronan tersebut, yang akhirnya diketahui bernama Moon alias The Kid(Domhnall Gleeson) dan Quincy(Paul Rae). Segalanya menjadi sedikit panas karena Moon memberitahukan informasi yang penting kepada Cogburn, Moon yang tidak terima Moon terus mengoceh segera memotong jari Moon dan menusuknya dengan pisau. Cogburn yang kesulitan mengendalikan suasana segera menembak mati Quincy.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Moon sempat memberikan informasi berharga bagi Cogburn bahwa geng Pepper akan kembali ke shelter tersebut malam ini. Cogburn segera bersiap menginggalkan shelter tersebut dan sembunyi di belakang bukit kecil. Cogburn juga bersiap dengan shotgunnya untuk menghabisi nyawa Ned Pepper.

Tak dinyana ternyata justru LeBoeuf lah yang datang ke tempat tersebut, belum sempat Cogburn memperingatkan LeBoeuf untuk menyingkir, Ned Pepper dan komplotannya datang secara tiba tiba. Mereka segera mengikat LeBoeuf di kuda mereka dan menyiksanya. Cogburn tidak tinggal diam. Dia segera menembak mati beberapa anggota geng Pepper. Sayang kali ini Pepper sendiri berhasil kabur.

Kejadian malam tersebut mempertemukan mereka bertiga kembali. Cogburn yang merasa sudah melewati hari yang berat segera menghabiskan waktu untuk mabuk. Sementara itu keesokan harinya, mengetahui bahwa Cogburn sudah mabuk dan kesulitan untuk konsentrasi dengan tujuan awalnya untuk menangkap Tom Chaney membuat LeBoeuf menginggalkan Cogburn dengan Mattie berdua.

Ketika Mattie hendak mendapatkan air di sungai, tanpa sengaja dia bertemu dengan Tom Chaney yang juga ingin mengambil air di sungai. Tanpa banyak omongan Mattie segera menodongkan senjata kepada Tom. Menganggap bahwa Mattie hanya besar mulut Tom seakan meremehkan Mattie. Tapi Mattie segera membuktikan bahwa dia tidak bercanda dia segera menembak Tom Chaney. Tom Chaney masih hidup dengan luka tersebut. Sementara itu anggota geng lainnya yang memergoki Mattie segera menangkap Mattie.

Lucky Ned Pepper:  They will do it. It will embarrass you every time. Most girls like to play pretties, but you like guns do you?

Cogburn tidak mampu berbuat banyak ketika Ned mengancam dia akan membunuh Mattie jika Cogburn mencoba untuk berbuat macam macam. Ned segera meninggalkan Tom Chaney yang terluka dengan Mattie. Tom diminta untuk tidak melukai Mattie sedikitpun atau dia dijanjikan tidak akan mendapatkan bagian uangnya.

Tom Chaney yang sudah ketus segera mencoba untuk menghabisi Mattie ketika Ned dan komplotannya pergi. Beruntung LeBouef datang dan memukul Tom Chaney. Selamatlah nyawa Mattie kali ini. Mereka berdua segera menjadi saksi Cogburn yang menghampiri Ned dkk untuk menghabisi mereka. Cogburn berhasil membunuh anak buah Ned dengan pertempuran di atas kuda masing masing. Sedangkan Ned sendiri terluka terkena tembakan. Kuda Cogburn sempat tertembak, mengakibatkan dirinya terjatuh dan terjepit di bawah kudanya. Ned Pepper segera menghampirinya untuk menghabisi nyawa Cogburn.

Tiba tiba letusan tembakan terdengar, LeBouef melepaskan tembakan untuk menghabisi nyawa Ned. Ned terkapar jatuh. Sementara itu Tom Chaney yang ternyata masih hidup tiba tiba memukul LeBouef. Belum sempat berbuat banyak dia segera ditembak oleh Mattie hingga tewas di tempat.

Tanpa tersadar Mattie kemudian terperosok ke dalam lubang, namun akar pohon membuatnya tidak terjatuh lebih dalam. Hal yang mengejutkan terjadi karena ternyata di dalam lubang tersebut ada mayat seorang pria. Mattie pun ketakutan, apalagi setelah tahu bahwa dia tidak sendirian di dalam lubang tersebut karena ada seekor ular berbisa. Mattie mencoba untuk tetap tenang tapi ular tersebut makin mendekat. Kemudian ular tersebut segera menggigit tangan Mattie, beruntung kemudian Cogburn turun ke kedalaman lubang untuk menolong Mattie.

Cogburn segera membuka luka Mattie dengan menggunakan belatinya, untuk kemudian menyedot bisa ular sebisanya. Dengan dibantu ditarik kuda oleh LeBouef mereka akhirnya bisa keluar dari lubang tersebut. Cogburn segera menempuh perjalanan nun jauh dan melelahkan siang dan malam untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya bagi Mattie.

Kuda Cogburn sendiri harus direlakan karena kecapaian sehingga terpaksa ditembak mati. Cogburn yang memang berkomitmen pada tugasnya terus berlari hingga pada akhirnya Mattie mendapatkan pertolongan.

Cerita berlalu begitu saja hingga Mattie berusia 40 tahun(diperankan oleh Elizabeth Marvel). Hingga saat itu dirinya tidak pernah lagi mendengar kabar ataupun bertemu dengan Cogburn dan LeBeouf. Kecelakaan karena digigit ular tersebut membuat tangannya harus diamputasi. Dia kemudian menyadari bahwa Cogburn sempat menungguinya hingga dia dipastikan keadaannya stabil di malam itu. Merasa berutang budi Mattie kemudian berusaha untuk mencari kabar Cogburn. Dia kemudian mendapatkan undangan untuk bertemu dengan Cogburn di show bernama Wild West Show. Selain untuk melepas rindu kepada Cogburn Mattie juga ingin menuntaskan bisnisnya dengan Cogburn karena dulu dia belum sempat memberikan 50$ untuk pelunasan pembayarannya kepada Cogburn.

Sayang seribu sayang ternyata nasib berkata lain. Cogburn ternyata sudah meninggal 3 hari sebelumnya. Mattie bersikeras untuk memindahkan kuburan Cogburn ke  pemakaman keluarganya. Di sana kemudian Mattie merenung dan memikirkan akan keputusannya untuk memindahkan kuburan Cogburn itu, begitu pula mengapa dia tidak menikah hingga kini.

TRUE GRIT - (22)

TRUE GRIT - (2)TRUE GRIT - (31) TRUE GRIT - (4)TRUE GRIT - (5)TRUE GRIT - (6)TRUE GRIT - (7)?????????TRUE GRIT - (9)TRUE GRIT - (10)TRUE GRIT - (11)TRUE GRIT - (12)  TRUE GRIT - (15)TRUE GRIT - (16)TRUE GRIT - (17)TRUE GRIT - (18)  TRUE GRIT - (20)

TRUE GRIT - (21) TRUE GRIT - (21)  TRUE GRIT - (22) TRUE GRIT - (23) TRUE GRIT - (23) TRUE GRIT - (24) TRUE GRIT - (24)  TRUE GRIT - (26)  TRUE GRIT TRUE GRIT - (29) TRUE GRIT - (30)  TRUE GRIT - (32)TRUE GRIT - (25)

TRUE GRIT - (1)

TOP QUOTES

 Proverbs 28:1: “The wicked flee when none pursueth”

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki kekerasan hati untuk memperjuangkan hidup dan cita-cita yang dimiliki. Karena dengan sikap seperti itulah, segala rintangan dan halangan dapat dilewati.

– Pentingnya untuk menjadi orang yang mampu memegang teguh komitmen kepada orang lain. Sehingga orang lain akan tidak akan berpikir dua kali untuk menaruh kepercayaan kepada kita.

TAHUKAH KAMU?

– Film yang sama diputar di tahun 1969 arahan  Henry Hathaway dengan bintang John Wayne sebagai Rooster Cogburn (film yang mengantarkan Wayne”The Duke” meraih piala oscar untuk actor terbaik untuk pemeran utama). Gambar di bawah ini adalah Rooster Cogburn 2 versi:

TRUE GRIT - (13)

– film ini diangkat dari novel karya Charles Portis berjudul sama.

TRUE GRIT - (27)

– film ini adalah film Coen bersaudara yang paling sukses sementara ini. Dengan pendapatan yang sangat besar di box office serta kesuksesannya meraih 10 nominasi oscar.

– film ini adalah kerjasama kedua dari Coen bersaudara dengan Jeff Bridges, proyek pertama mereka adalah The Big Lebowski di tahun 1998.

– Scene dimana Mattie bertemu pertama kali dengan Cogburn, yaitu di toilet adalah murni ide dari Coen bersaudara. Cukup aneh memang. Tapi begitulah gaya Coen bersaudara ketika menggarap sebuah film kan?

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 15+(Remaja & Dewasa)

KESIMPULAN:

– The Big Lebowsi, Fargo, No Country for Old Men; hmm saya sudah melahap ketiga film tersebut. Dan jika saya membandingkan dengan gaya penceritaan Coen Bersaudara di kedua film tersebut, film ini lebih mudah dicerna, lebih bersih dalam penggunaan kata kata kasar dan content “berbahaya” khas mereka, meski penggunaan bahasa yang jadul di film ini agak sedikit menyulitkan. Overall, film ini bagus dan Coen bersaudara juga telah sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pantas menjadi sutradara papan atas Hollywood. Jadi tidak sabar dengan proyek mereka selanjutnya, Inside Llewyn Davis.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Once Upon a Time in the West(1968), Pembunuh Berdarah Dingin, Pria Harmonika Misterius dan Janda Pemilik Lahan

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Sergio Donati & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Dario Argento & Bernardo Bertolucci . Bintang: Claudia Cardinale, Henry Fonda, Charles Bronson, Jason Robards . Durasi: 175 menit . Tahun Rilis: 1968.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

Once Upon a Time in the West - 1

“There were three men in her life. One to take her… one to love her… and one to kill her”

JALAN CERITA(PLOT)

Pada suatu ketika di sebuah stasiun kereta api, datanglah 3 orang bandit. Semua terasa tidak jelas tentang apa yang mereka lakukan disana. Hingga ketika kereta tiba, ketiga bandit tersebut merasa tidak menemukan seorang penumpang kereta yang mereka tunggu.

You brought two too many.

(Harmonica)

Ketika ketiganya mulai beranjak pergi, dan keadaan stasiun menjadi sepi, terdengarlah alunan harmonika dari seberang rel kereta api. Disana berdiri seorang pria dengan membawa barang barangnya.

Terjadilah duel antara ketiga bandit tadi dengan pria harmonika(Charles Bronson). Meski salah satu bandit mampu menembak pria harmonika tapi pria harmonika tetap bertahan dan selamat, sedangkan ketiga bandit mati di tempat.

Harmonica: I saw three of these dusters a short time ago, they were waiting for a train. Inside the dusters there were three men.

Cheyenne: So?

Harmonica: Inside the men there were three bullets.

Sementara itu di tempat lain, daerah tandus bernama Sweetwater, Brett McBain sedang berburu burung bersama Timmy, anaknya yang paling bungsu. Ketika mereka kembali ke rumah mereka, Timmy segera diminta masuk ke rumah untuk merapikan diri. Anak Brett McBain yang perempuan, Maureen sedang menyiapkan meja makan mereka untuk menyambut kedatangan Ibu angkat mereka yang datang dari New Orleans. Sementara itu Patrick, anak lelaki McBain yang beranjak remaja diminta segera bersiap untuk menjemput sang calon ibu di stasiun kereta. McBain sendiri mengambil air di sumur untuk membasuh muka dan minum.

Suasana tiba tiba menjadi senyap, seolah pertanda akan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tak lama kemudian burung burung yang ada di belakang semak semak tiba tiba terbang seolah dikagetkan akan sesuatu. Hingga tak berapa lama terdengarlah satu tembakan. McBain mengira itu adalah seseorang yang sedang berburu burung di daerah tersebut. Namun dia segera menyadari bahwa hanya keluarganya lah yang tinggal di daerah terpencil nun jauh dan tandus seperti itu, burung- burungnya dilihat tidak ada yang jatuh tertembak, naluri kebapakannya segera membuatnya menoleh kepada anaknya Maureen yang ternyata sudah tertembak, dia segera menghambur menuju Maureen, namun satu tembakan lainnya segera terdengan, McBain tertembak, dia masih terus berupaya mendekati meja makannya untuk mengambil senjatanya dan mempertahankan diri, namun satu tembakan lainnya membuatnya terkapar. Patrick yang keluar dengan mengendarai kereta kudanya tidak luput dari tembakan. Lalu tinggalah Timmy, si kecil yang masih hidup.

Timmy yang mendengar banyak tembakan segera keluar. Di luar dia menemukan bahwa semua anggota keluarganya sudah dibantai, dan dari semak semak munculah 5 koboi bersenjata yang mendekatinya. Tidak tampak ketakutan di wajah Timmy, hanya keheranan mengapa keluarganya menjadi sasaran pembantaian seperti ini. Salah satu koboi bertanya kepada Frank, akan diapakan si anak kecil ini. Frank yang menyadari bahwa salah satu anggotanya bertindak idiot dengan menyebutkan namanya tidak memiliki pilihan lain selain membunuh Timmy. Lengkaplah sudah keluarga BrettMcBain dibantai siang itu.

People scare better when they’re dying.

(Frank)

Sementara itu di stasiun kereta, saat kereta tiba, si calon nyonya McBain, Jill(Claudia Cardinale), tiba, setelah kebingungan selama beberapa jam karena si penjemputnya tidak kunjung tiba. Dia memutuskan untuk menyewa kereta kuda untuk mengantarnya ke rumah Brett McBain. Diantarlah dia oleh seorang kusir kereta kuda yang senang tertawa lebar bernama Sam(Paolo Stoppa). Di tengah perjalanan mereka sempat menyaksikan pembangunan jalan kereta api, sesuatu yang baru di wilayah itu dan di saat itu. Ketika perjalanan mereka sudah cukup lama Sam memutuskan untuk beristirahat dan minum sebentar di sebuah Bar di pinggir jalan. Jill tidak mau sendirian di luar menyusul ke dalam bar. Sempat Jill berbincang dengan pengunggu bar sampai terdengar banyak suara kuda dan tembakan di luar bar. Seisi bar menjadi terpaku akan suara suara tersebut.

Kamudian masuklah pria ke dalam bar tersebut, dia kemudian memesan minuman. Tak berapa lama terdengarlah kembali lantunan harmonika di dalam ruangan tersebut, seisi rungan bar kembali bingung darimana datangnya suara itu. Pria yang baru datang tadi ternyata bernama Cheyenne(Jason Robards), seorang buronan kelas kakap.

Dan yang sebenarnya terjadi di luar tadi adalah Cheyenne sedang melawan para petugas keamanan yang sedang menangkapnya dan kemungkinan mengantarnya ke penjara. Cheyenne segera menghampiri pria berharmonika, setelah sempat mengejek pria harmonika karena cuma bisa bermain harmonika dan menaruh pistolnya didepannya. Cheyenne segera menyadari ada salah satu pria di dalam bar yang hendak mencabut pistolnya. Cheyenne menodongnya dengan pistol untuk menyuruhnya memutus rantai tahanan yang dipakainya sekarang. Tak berapa lama munculah kedalam bar beberapa pria yang ternyata mereka adalah anak buah Cheyenne yang bermaksud untuk menyelamatkannya.

Cheyenne segera ingin pergi namun pria harmonika meminta pistolnya kembali, Cheyenne yang sadar bahwa dia membawa pistol milik pria harmonika segera menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan kepada pria harmonika. Kemudian pria harmonika menarik mantel anak buah Cheyenne, karena dia tahu bahwa mereka semua menggunakan mantel yang sama dengan ketiga pria yang dibunuhnya di stasiun di awal cerita. Cheyenne tidak percaya dengan omongan pria harmonika, sebab dia tahu persis bahwa dia ataupun anggotanya tidak ada yang pergi ke stasiun hari itu, selain itu orang yang menggunakan mantel berwarna coklat khas Cheyenne hanyalah orang-orangnya Cheyenne saja, dan satu hal lagi karena anggota Cheyenne tidak mudah dibunuh.

 That’s a crazy story, Harmonica, for two reasons. One, nobody around these part’s got the guts to wear those dusters except Cheyenne’s men. Two, Cheyenne’s men don’t get killed.

(Cheyenne)

Jill segera melanjutkan perjalanannya bersama Sam. Dan ketika mereka sampai di kediaman Brett McBain, alangkah terkejutnya Jill karena sambutan meriah yang dia harapkan berubah menjadi sambutan kelabu, sebab seluruh keluarga McBain sudah tewas dan siap dimakamkan, suatu hal yang seperti sudah difirasatkan olehnya karena Jill memang datang dengan mengenakan gaun warna hitam, warna yang biasa digunakan oleh orang yang sedang berduka cita. Lalu segera terkuaklah bahwa Jill sebenarnya sudah diperistri oleh Brett McBain sebulan yang lalu di New Orleans, yang artinya dia adalah resmi menjadi nyonya/ janda McBain saat ini. Prosesi pemakaman segera dilaksanakan pada hari itu juga, Sam sempat mengajak Jill untuk kembali saja ke New Orleans, tempat yang lebih ramai daripada di kediaman McBain ini, namun tawaran tersebut ditolak oleh Jill, karena dia tahu bahwa semasa hidupnya Brett adalah pria yang kaya, dan dia berharap dapat menemukan harta penginggalan suaminya dahulu sebelum kembali ke New Orleans. Lalu datanglah para sheriff daerah tersebut dengan membawa bukti pembunuhan berupa sepotong kain yang diidentifikasi adalah potongan mantel seragam Cheyenne. Merekapun bergegas untuk memburu Cheyenne dan komplotannya.

Do you know anything about a guy going around playing the harmonica? He’s someone you’d remember. Instead of talking, he plays. And when he better play, he talks.

(Cheyenne)

Di tempat lain pria Harmonika menemui wobbles, pria yang sudah membuat kesepakatan kepada pria harmonika  agar dapat mempertemukannya dengan Frank(Henry Fonda). Setelah sempat menganiaya Wobbles, pria harmonika sadar bahwa Frank tidak datang ke stasiun karena dia pergi ke kediaman McBain dan melakukan pembantaian disana.

Cheyenne tiba di rumah Jill yang sudah bersiap untuk pergi, dia kemudian meminta Jill untuk membuatkannya kopi, meski sempat kesal karena tahu bahwa Cheyenne dan komplotannya adalah pembunuh suaminya Jill menurut saja untuk membuatkan Cheyenne kopi. Cheyenne menjelaskan bahwa dia dan komplotannya tidak melakukan pembunuhan di kediaman McBain, Cheyenne segera pergi dari kediaman McBain setelah itu. Tidak lupa dia  mengingatkan bahwa komplotan pembunuh sebenarnya pasti akan mengincar Jill. Saat hendak menyiapkan kereta kudanya untuk kembali ke New Orleans, datanglah pria harmonika ke tempat Jill.

When you hear a strange sound, drop to the ground.

(Harmonica)

Pria harmonika membenarkan perkataan Cheyenne, bahwa Jill sedang dalam bahaya. Kali ini pria harmonika meminta Jill untuk mengambilkannya air segar di sumur, ketika keduanya sedang mencoba mengambil air dari sumur, muncul dua pria yang membawa senjata dan berkuda ke arah mereka. Pria harmonika sadar bahwa ini adalah dua orang yang berniat untuk membunuh anggota keluarga terakhir dari McBain, dia segera menghabisinya tanpa ampun.

 I like my water fresh.

(Harmonica)

Sekarang terkuaklah siapa sebenarnya pembunuh keluarga Mcbain, yaitu bukannya anggota Cheyenne, tapi Frank dan komplotannya. Jill mendatangi wobbles untuk memintanya mengatakan kepada Frank bahwa dia ingin membuat kesepakatan pribadi kepada Frank demi keselamatan nyawanya. Pria harmonika menguntit Wobbles menuju kereta dimana Frank dan Morton(Gabriele Ferzetti), pria taipan cacat, yang menyewanya.

My weapons might look simple to you, Mr. Morton, but they can still shoot holes big enough for our little problems.

(Frank)

Meski pada awalnya Frank hanya diminta untuk menakut nakuti keluarga McBain, Frank malah membunuh mereka semuanya. Wobbles yang datang langsung kepada Morton dan Frank langsung membuat Frank naik darah sebab dengan begitu dapat dilacak siapa sebenarnya pembunuh keluarga McBain dan siapa dalang dibalik semua ini.

 Your friends have a high mortality rate Frank. First three, then two.

(Harmonica)

Setelah menengok di luar jendela dan mengetahui bahwa Wobbles sudah dikuntit, Frank segera siap siaga. Dan ketika anggotanya Frank datang dengan menaiki kuda menuju kereta Frank, pria harmonika segera turun dari kereta agar tidak kepergok anggota Frank. Namun nahas karena Frank sudah menodongkan pistol ke mukanya. Pria harmonika pun segera diikat di dalam gerbong kereta. Frank makin marah kepada Wobbles karena kecerobohannya hampir membahayakan keselamatan mereka semua. Wobbles ditendang keluar kereta oleh Frank. Setelah jatuh Wobbles melihat bahwa dibawah kereta sedang bersembunyi seorang pria lainya yaitu, Cheyenne. Cheyenne sempat memberi isyarat agar Wobbles diam namun dia malah mencoba untuk memberitahu Frank, yang segera direspon oleh Frank dengan menembaknya tiga kali. Wobbles pun mati, sementara itu Cheyenne masih selamat.

Frank yang mencoba mendapatkan identitas pria harmonika namun gagal segera diminta Morton untuk memastikan bahwa Jill sudah tewas, Frank bersama anak buahnya segera mendatangi Jill. Cheyenne kemudian masuk dan menyelamatkan pria harmonika, namun dia sengaja tidak menembak mati Morton, karena dia tahu bahwa Morton tidak layak dibunuh saat ini.

Frank: So, you’re the one who makes appointments.

Harmonica: And you’re the one who doesn’t keep them.

Di kediaman McBain dikirim banyak bahan baku untuk pembangunan bangunan, Jill sempat bingung dengan hal ini, namun dia segera tahu bahwa McBain berniat untuk membangun stasiun di daerah itu karena dia sempat melihat replika bangunan-bangunan ketika sedang mencari harta McBain yang mungkin ditinggalkannya di rumahnya.

Cheyenne diberitahu oleh pria harmonika bahwa tanah tersebut akan sangat berpotensi menguntungkan secara finansial di masa mendatang sebab, jalur kereta api pasti akan melewati daerah tersebut. Sebagai catatan bahwa kereta api di masa tersebut menggunakan tenaga uap, dan di daerah tersebut hingga 50 mill jauhnya, hanya daerah Sweetwaterlah yang memiliki cadangan air. Sehingga hampir dipastikan daerah tersebut akan laku keras. Namun sepertinya rencana Brett McBain bukanlah untuk menjual tanah tersebut melainkan memiliki stasiun sendiri di daerah tersebut. Pria harmonika menegaskan bahwa Brett McBain tidak akan mendapatkan apapun saat jalur kereta api melintasi daerahnya kecuali saat itu sudah siap dengan adanya stasiun. Cheyenne sadar akan hal ini dan setuju untuk mengerahkan pasukannya untuk bekerja membantu membangun stasiun.

Frank yang bertemu Jill segera bercinta dengannya, kemudian keduanya sepakat bahwa Jill akan melelang tanahnya. Tibalah saat pelelangan tersebut. Anak buah Frank ikut serta di dalam ruangan lelang untuk mengintimidasi peserta lelang agar nilai lelang tidak terlalu tinggi. Hingga pada nilai 500$ seakan lelang akan selesai, kemudian munculah pria harmonika yang menawar 5000$ dengan nilai dari penyerahan buronan wilayah tersebut yang tidak lain adalah Cheyenne. Cheyenne segera diamankan untuk segera dikirim ke penjara Yuma. Pria harmonika memenangkan lelang.

Morton yang merasa Frank sudah bertindak diluar batas segera menyuap anggota Frank untuk membunuh Frank. Frank yang keluar dari tempat Jill dan pria harmonika segera menyadari bahwa dia diincar oleh anakbuahnya setelah diberitahu secara tersirat oleh pria harmonika. Pria harmonika sempat membantu Frank untuk membunuh beberapa anak buah Frank. Jill sempat bingung mengapa pria harmonika menyelamatkan Frank. Namun pria harmonika dengan enteng menjawab bahwa dia tidak menyelamatkan Frank, dia hanya tidak membiarkan Frank terbunuh karena ia ingin membunuh dengan tangannya sendiri.

They were all alive until they met you, Frank.

(Harmonica)

Setelah kejadian itu Frank kembali ke kereta dimana Morton bersembunyi, dia mendapati bahwa anak buahnya telah banyak yang mati bergelimpangan, setelah mencari cari dia menemukan Morton sudah tidak berdaya terkapar di samping aliran air kecil, meski awalnya berniat membunuhnya, Frank kemudian mengesampingkan keinginannya tersebut, karena dia tahu bahwa Morton akan lebih menderita dengan hidup seperti itu daripada dibunuh.

Kembali ke kediaman McBain, Jill sedang sibuk menata rumahnya ketika Cheyenne tiba tiba masuk rumah, Jill merasa senang karena Cheyenne bisa lolos dari penjaganya dan memutuskan kembali ke kediaman McBain. Saat Cheyenne meminta kopi kepada Jill, Jill tidak menolak. Bahkan dia menawarkan Cheyenne untuk merapikan jenggotnya. Sementara itu pria harmonika menyerut kayu sambil memandangi para pekerja yang sedang membangun stasiun di kediaman Jill, hingga orang yang ditunggunya tiba, yang tidak lain adalah Frank.

You don’t understand, Jill. People like that have something inside… something to do with death.

(Cheyenne)

Frank datang bukan lagi dengan motif uang, wanita atau kekuasaan melainkan dia masih penasaran siapa pria harmonika sebenarya dan apa yang dia inginkan sehingga mati matian melindungi janda McBain. Keduanya terlibat duel. Door… dan ketika itu pula Frank jatuh terkapar oleh tembakan pria harmonika.

Pria harmonika segera mengeluarkan harmonikanya untuk diselipkan di bibir Frank, hal ini membuat Frank sadar, siapa sebenarnya pria harmonika, dia tidak lain adalah anak kecil lugu yang sewaktu Frank masih menjadi Bandit amatir disuruh untuk berdiri dan menahan badan kakaknya yang lebih besar yang di lehernya disiapkan tiang gantungan. Logikanya karena badan kakaknya yang lebih besar pria harmonika kecil kesulitan untuk menahan keseimbangan. Frank menyelipkan harmonika ke mulut pria harmonika dan memintanya untuk menghibur kakaknya yang lantas pria harmonika jatuh ke tanah dan kakanya mati di tiang gantungan.

 Keep your lovin’ brother happy.

(Frank)

Pria harmonika yang sudah selesai dengan misi pribadinya segera pergi dengan sebelumnya meminta pamit kepada Jill McBain dan Cheyenne. Cheyenne juga memutuskan untuk pergi. Cheyenne yang ternyata menerima luka tembak ketika mendatangi pak Choo Choo (Morton) mati di tengah jalan, pria harmonika segera membawa mayatnya dengan kudanya. Sementara itu Jill McBain memberikan minuman kepada para pekerja yang membantunya mendirikan stasiun, sesuatu yang menjadi permintaan Cheyenne sebelum dia meninggalkan tempat itu.

Once Upon a Time in the West - 6 Once Upon a Time in the West - 7 Once Upon a Time in the West - 8  Once Upon a Time in the West - 10   Once Upon a Time in the West - 13

TOP QUOTES

 You know Ma’am, when you’ve killed four, it’s easy to make it five

(Cheyenne)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki visi ke depan, melihat potensi akan sesuatu, karena apa yang kita lihat dengan mata kita saat ini bisa jadi akan sangat berguna di masa mendatang. Buka mata buka pikiran.

TAHUKAH KAMU?

– Peran Harmonika sempat ditawarkan kepada Clint Eastwood, yang bersama Sergio Leone berkolaborasi di tiga film sebelumnya, Trilogy Dollars, namun Eastwood menolaknya. Dan peran jatuh kepada Charles Bronson, seorang aktor yang dulunya menolak ambil bagian di trilogy dollars.

– Pertama kalinya bagi Henry Fonda berperan sebagai penjahat di film ini.

– Saat Maureen sedang mempersiapkan makanan dia bersenandung lagu “Danny Boy”, lagu ini jamak ditelinga orang Irlandia, dan tentu saja karena Brett McBain adalah seorang imigran Irlandia (ini sempat disinggung di film oleh Sam).

– John Landis, seorang sutradara film, juga berperan sebagai stuntman di film ini.

– Tebak berapa banyak korban di film ini, ya 29 mayat.

– Jill dan Sam melakukan perjalanan kereta paling jauh di dalam dunia perfilman, mereka melakukan perjalanan dari Spanyol ke Monument Valley, suatu tempat di Arizona AS.

– Sergio Leone sebenarnya berencana memanggil kembali trio The Good The Bad & The Ugly, Eastwood, Wallach dan Van Cleef untuk berperan menjadi anak buah Frank yang menunggu kereta di awal film, namun seiring dengan penolakan Eastwood untuk ambil bagian, rencana ini menguap begitu saja.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Salah satu film western terbaik yang pernah diproduksi. Walaupun alurnya sedikit lambat dan menggunakan sedikit perbincangan, yang mungkin bagi beberapa penonton terasa membosankan, tapi jalinan kisahnya bagus dan banyak scene yang memorable dan berkelas.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9.5