Taboo(2017) – Half Evil, Pure Devil

Taboo rating.png

DETAIL

Directed:Kristoffer Nyholm
Written by: Steven Knight
Stars: Tom Hardy, Leo Bill, Jessie Buckley, Oona Chaplin, Mark Gatiss, Stephen Graham, Jefferson Hall, David Hayman, Ed Hogg, Michael Kelly, Jonathan Pryce, Jason Watkins, Nicholas Woodeson.
Country: UK
Years: Season 1 Eps 1-8 : 2017

OSCAR

-None

TRAILER

PLOT

Atticus: I thought the gunpowder for was for the Americans.
Delaney: We are Americans!

JAMES KEZIAH DELANEY [Tom Hardy] kembali dari petualangannya ke Afrika menuju kampung halamannya di London tahun 1814. James dulunya dikabarkan ikut mati tenggelam bersama dengan kapal yang mengangkut budak kulit hitam Afrika. Namun ternyata dugaan banyak orang keliru. Tujuan utamanya adalah untuk menghadiri pemakaman sang ayah, Horace Delaney [Edward Fox] yang mati setelah sakit2an. Di sana dia menjadi hantu yang kembali dari kematian bagi orang2 yang dikenalnya.

Pertama adalah bagi sang pembantu setianya, orangnya Horace, “si tertinggal”, Brace [David Hayman] yang oleh James dikatakan sebagai satu2 nya orang yang masih dia percaya di seluruh London saat ini, Pertemuan dengan orang2 pada masa lalunya, adik tiri perempuannya [yang diam2 dicintainya], Zilpha Delaney/ Zelpha Geary [Oona Chaplin] yang sudah menikah dan suaminya yang ambisius, Thorne Geary[Jefferson Hall]. Belakangan Thorne diketahui sudah menyetujui untuk menjual warisan berupa lahan kosong nan tandus di tempat nun jauh terpencil di Nootka Sound (Daerah perbatasan USA dan Kanada) kepada The East India Company (EIC)/ Kongsi Dagang Britania.

TABOO_FX Series (16)

James Delaney sendiri adalah salah satu anak dari sang ayah yang memiliki anak dari 3 wanita berbeda. Dirinya dilahirkan dari rahim wanita yang merupakan suku Nootka, yang dibeli sang ayah ketika dirinya juga membeli sebidang lahan di Nootka Sound dengan transaksi yang melibatkan mesiu. James juga bertemu dengan seorang pria tua yang mengaku merawat anak lelaki james selama 10 tahun terakhir, yang tak lain untuk meminta bayaran kepada James. James tak keberatan, meski dia tidak melihat kemanfaatan anak tsb, yang nanti dikenal dengan nama Robert [Louis Ashbourne Serkis] itu saat pertama kali bertemu, nalurinya mengatakan untuk membantu pria yang sudah berjasa bagi anak kecil tsb.

TABOO_FX Series (11).jpg

James melakukan penyelidikan dibalik kematian sang ayah yang tampak diselimuti kabut tebal konspirasi melibatkan arsenik. Akhirnya dia menyadari ada  kekuatan besar yang hendak meleyapkan sang ayah. Dirinya mulai kembali membangun kebesaran keluarganya dengan membuka kembali kantor sang ayah, yang kini digunakan oleh seorang germo wanita bernama Helga [Franka Potente] sebagai tempat prostitusi. Dirinya juga menguak banyak arsip2 peninggalan sang ayah. Dengan tujuan besarnya tersebut James berusaha untuk membangun lingkaran yang bisa dipercayainya dalam segala bidang, dari Dumbarton si dokter bedah[Michael Kelly], Cholmondeley[Tom Hollander] si ahli Kimia dan ahli mesiu, Pengacara Robert Thoyt [Nicholas Woodeson], Winter sang Anak Helga [Ruby-May Martinwood], Godfrey “tikus setengah jantan setengah betina” di EIC [Edward Hogg], Atticus si pembunuh bayaran [Stephen Graham], si Penulis ‘Hitam’pencari Keadilan, George Chichester[Lucian Msamati] dll. James juga membangun relasi dengan Amerika selaku musuh dari Kerajaan Inggris yg dipimpin Prince Regent [Mark Gatiss] dan EIC.

Nootka Sound [lahan yang sempat dijuluki bokong dari babi]sendiri diibaratkan tanah terkutuk oleh Brace, dimana tanah tersebut bisa membinasakan pemiliknya. James sadar tanah tersebut merupakan tempat strategis untuk membuka jalur dagang ke kawasan Asia Timur, diantaranya China. Juga merupakan daerah strategis karena tepat berada di perbatasan antara daerah kekuasan Kerajaan Inggris dan Amerika yang kala itu sedang terlibat perang. Terutama ketika kedua pihak yang bertikai tersebut secara diam2 sedang membahas perdamaian perang lewat The Treaty of Ghent, di Ghent Belgia.

Puncaknya adalah penolakan James pada kongsi dagang untuk menjual tanah warisannya tersebut dengan harga berapapun, meski harus mengorbankan dirinya sekalipun..

REVIEW

TABOO_FX Series (19).jpg

Dumbarton: No one in this city has only one master!
Delaney: I do.

Well, karena sebelumnya saya belum pernah menulis review untuk serial maka pendekatan sedikit berbeda dengan film. Sebuah serial adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya, artinya ada awal tengah dan akhir. Menilai suatu serial haruslah secara keseluruhan, setidaknya hingga satu season selesai. Layaknya hidangan makan malam yang dinilai dari makanan pembuka, makanan utama hingga penutup maka tidak SAH penilaiannya jika terpisah pisah. Maka Taboo(2017) juga akan saya nilai secara global.

Taboo adalah tentang hal-hal yang masih enggan untuk diperbincangkan di khalayak ramai. Sesuatu topik yang dianggap tidak pantas, nyeleneh serta tidak sesuai dengan norma dan nilai hidup baik individu maupun kelompok yang dipegang teguh. Taboo[2017] mengulik hal-hal seperti banyaknya umpatan, kata-kata kasar, umpatan jamak dipertontonkan di London kala itu, juga korupsi oleh korporasi, penguasaan jalanan oleh para geng, kekerasan dan pembunuhan berserakan di jalanan, kegilaan akan mabuk2an, hubungan terlarang [bolehkan kita menyebutnya incest? antara James dan Zilpha], serta kegemaran akan perbuatan keji nan terlarang seperti homoseksualitas & lesbian [kini bukan rahasia bahwa orang2 ningrat beberapa diantaranya punya kecenderungan kepada “boys” daripada ladies ]

Dari setting pengambilan waktu, Taboo(2017)  mengambil alur waktu di jaman kejayaan perdagangan EIC, tahun 1800-an hampir semasa ketika tahun 1817 Sir Thomas Raffles menulis The History of Java, Sesuatu yang jarang diketahui masyarakat Indonesia pada umumnya. Baiklah maka akan saya sedikit jabarkan bahwa EIC adalah kongsi dagang kumpulan dari para perusahaan2 ekspedisi dan perkapalan di Britania Raya yang dibangun oleh pemerintah kerajaan Britania untuk menandingai VOC yang dimiliki Belanda. Kongsi dagang ini didirikan pada tahun 1600 dan berakhir pada akhir tahun 1800 an. EIC dikepalai oleh Sir Stuart Strange[Jonathan Pryce] yang akan menghalalkan segala cara untuk tetap mempertahankan dominasi EIC dalam perdangangan dunia, pure evil. Taboo(2017)  mampu menampilkan gambaran jaman yang realistis, London kala itu digambarkan dengan dark, kelam, hitam and gloomy…segelap hati James dan masa lalunya.

Setiap sudut kota digambarkan penuh kekotoran baik dari perilaku manusianya, yang doyan seks bebas, minum2an, berbuat barbar, bahkan digambarkan James sendiri menjalin cinta yang TABU dengan sang adiknya sendiri. Setting serial Taboo(2017)  yang digambarkan perlahan2 seolah2 membuat kita secara lambat mencerna dari pengkarakteran dan cerita yang tidak terlalu terburu buru, ini merupakan hal yang mengurangi keasyikannya menurut saya. Serial ini terlihat ingin dipanjang-panjangin sehingga terlihat terlalu maksa untuk menjadi 8 seri.

TABOO_FX Series (5).jpg

Penceritaannya sendiri sangat berporos pada karakter James, sehingga beberapa karakter pendukung yang harusnya bisa dieksplorasi lebih lanjut juga gagal secara keseluruhan. Misalnya hubungan Zilpha dan James yang masih misteri di masa lalu harus terus menjadi misteri bagi penonton, padahal ini adalah kunci, sebagaimana seluruh sejarah sebelum James ke Afrika yang mendasari latar konflik batin atau yang disebut Hardy sebagai PTSD semacam di Taxi Driver(1976). Dari segi antagonis, pihak EIC juga tidak dieksplor lebih jauh sehingga penonton kurang memahami dasar pemikiran dari orang2 di EIC. Kelemahan dalam hal penuturan latar belakang ini nantinya akan terasa ketika beberapa karakter mati, penonton tidak lagi merasa iba dengan keberadaannya.

Sangat Jelas, karakter Hardy menjadi sentral disini, dan dia berhasil melakukannya dengan sangat cemerlang. Hardy mampu tampil sombong, misterius, creepy sekaligus mematikan, bukan hal yang asing baginya melihat bagaimana peran-peran dia sebelumnya, setidaknya di MadMax: Fury Road[2015], The Revenant[2015], Warrior[2011]. Tiap langkahnya seolah akan membawa kematian. Bahkan kata kata yang keluar dari mulutnya, yang mana sangat  sedikit, mampu membuat penonton begidik, karena tiap ancamannya tidak pernah main main dan selalu berujung dengan hal2 buruk, bagi Siapapun! sayangnya karakter pendukung tidak mampu tampil mengimbangi kebesaran Hardy di sini, jadi ketika karakter James menghilang, seolah nyawa dari Taboo(2017) juga menghilang. James adalah setengah manusia setengah iblis yang rela untuk menjual jiwanya [dia tidak akan bahagia karenanya] demi untuk keselamatannya baik saat di Afrika maupun setelah kembali ke London. James menjadi seorang setengah Shaman yang mampu berkomunikasi dengan dunia arwah dan mengirimkan guna-guna kepada Zilpha, membuat Zilpha mati-matian mencintai James, menebak jalan pikiran orang, hingga mengetahui “tikus” dalam lingkaran yang dibuatnya. Karakter Helga yang diperankan Franka Potente juga berpotensi untuk digali lebih lanjut, namun terasa mubazir karena tidak optimalnya waktu yang diberikan untuk pengembangan karakter2 ini.

TABOO_FX Series.jpg

James juga seolah olah menjadi sejahat hewan ketika membunuh musuhnya, karena tidak hanya dengan menusuk musuh tapi dia juga merobek2 mereka dengan mulutnya, James is not the same James anymore…Jessey Buckley mampu tampil memikat pada perkenalan karakternya, namun kemudian tenggelam setelah episode ke-2, seolah2 dirinya hanya tampil seadanya dan charming serta pembawaanya terasa biasa saja. Oona Chaplin justru berpotensi untuk tampil cemerlang sebagai adik dari James yang selain memiliki konflik batin dengan suaminya yang membenci James, juga rasa cintanya yang masih tersisa bagi James, namun karakternya tampil tidak pernah menuju puncaknya.. apalagi ketika kita tahu bahwa dia tidak akan tampil lagi 😀 if you know what i mean.. ya setidaknya kita tahu bahwa dari pernyataan sang penulis naskah Knight bahwa ada 2 season lagi untuk menebus kelemahan ini.

Taboo Comment.png

LIFE LESSONS

  • Choose your ally carefully…Choose your Enemies Carefully

DID YOU KNOW?

Nootka Sound.jpg

-Suku Asli Nootka yang berdiam di barat Vancouver, Kanada, aslinya adalah bernama Nuu-Chah-Nulth, karena penemunya James Cook salah mengeja nama suku tersebut ketika melakukan ekspedisi ke tempat tersebut pada tahun 1778-an.

EIC.jpg

-British East India Company (EIC)didirikan untuk melawan dominasi dari Dutch East Indies Company aka VOC nya Belanda dalam monopoli rempah2 dari Asia Tenggara [East Indies]dan India, terutama Indonesia[Dutch East Indies].

Steven Knight, sang penulis naskah, yang juga akan menulis skenario untuk lanjutan kisah Lisbeth Salander dalam Millenium Series ke 4, The Girl in The Spider’s Web yang akan disutradarai sutradara dari Dont Breathe[2016], Fede Alvarez.

THE INTERVIEW

MINI SERI SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

The Ghost and Mr. Chicken (1966) – “A’int Creepy but Funny as Hell”

The Ghost & Mr_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Alan Rafkin . Writers:  James Fritzell, Everett Greenbaum. Stars:  Don Knotts, Joan Staley, Liam Redmond . Durasi: 90 minutes . Year:1966.

OSCAR 

– None

TRAILER

 

Bagaimana jadinya jika seorang yang paling penakut terpaksa harus membuktikan diri dengan uji nyali di tempat paling angker yang diketahuinya?

Luther Heggs seorang jurnalis rendahan  yang selalu direndahkan banyak orang mencoba peruntungan untuk merubah nasibnya dengan melakukan uji nyali di rumah berhantu untuk kemudian menceritakannya dikoran harian.

PLOT

G-G-GUARANTEED! YOU’LL BE SCARED UNTIL YOU LAUGH YOURSELF SILLY!

The Ghost & Mr (13).jpg

“Chicken artinya adalah cowardly, pecundang”

Luther Heggs(Don Knotts) seolah mendapatkan durian runtuh ketika dia pulang kerja pada malam hari, dirinya mendapati kasus pembunuhan paling mengerikan dan misterius di kota Kansas, USA. Pembunuhan terjadi di tengah jalan yang gelap dengan mengggunakan kayu balok yang sangat besar, merasa mendapatkan kesempatan yang dicarinya, Heggs sesegera mungkin mengambil gambar TKP serta korban berikut bukti2 serta keterangan saksi di TKP.

The Ghost & Mr (9).jpg

Heggs kemudian segera menuju ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi akan apa yang dilihatnya. Bersama dengan bosnya Heggs akhirnya mendapati bahwa apa yang dilihatnya bukanlah seperti apa yang dia perkirakan. Dirinya kemudian menjadi bahan lelucon seluruh orang di kantor polisi.

” That’s right, karate… made my whole body a weapon.” – Heggs

The Ghost & Mr (15).jpg

Penderitaan Heggs bahkan tidak berhenti di sini, karena orang2 kemudian harinya tetap saja menjadikannya bahan lelucon yang tiada habisnya. Heggs menjadi sangat kikuk dan malu kepada semua orang.

“Electrician Must Be a Democrat” – Heggs

The Ghost & Mr (6).jpg

Diam-diam dirinya menaruh hati pada Alma Parker(Joan Staley), wanita cantik yang sedang dikejar kejar rekan kerjanya yang tampan Ollie Weaver(Skip Homeier). Namun apa daya, Heggs adalah pecundang dalam semua segi kehidupannya. Dirinya tidak punya nyali bahkan hanya untuk menyapa dan mengajak jalan Alma.  Tidak hanya karena dirinya mengira bahwa Alma sudah menjadi milik Ollie, tapi juga karena sikap rendah dirinya yang merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di depan bidadarinya ini.

“Atta boy, Luther!” – Seseorang

The Ghost & Mr (4).jpg

Heggs seolah2 benar2 mendapatkan titik balik kehidupannya ketika dia mendapatkan kesempatan untuk mengubah nasib dengan membuat cerita tentang Mansion berhantu milik Mr.Simmons, berawal dari dikompori oleh petugas kebersihan di kantornya, Heggs mendapatkan ide gila tersebut. Mansions tersebut diceritakan sebagai tempat pembunuhan nyonya pemilik rumah,Mrs.Simmons oleh suaminya dan tempat bunuh diri sang suami, Mr.Simmons. Melalui kabar yang beredar, Mr.Simmons tiba2 membunuh sang istri di ruang bawah, kemudian dia dengan berlumuran darah naik ke lantai atas lalu bermain organ, masih dengan keadaan berlumuran darah istrinya pada tangannya. Mr.Simmons lalu dikabarkan bunuh diri dengan terjun dari lantai dua rumahnya ke luar rumah. Setiap tengah malam disana selalu ada hantu yang memainkan organ sama seperti saat malam pembunuhan terjadi. Hantu itu dipercaya adalah arwah dari Mr.Simmons yang masih gentayangan. Tiada orang yang berani untuk tinggal lagi di tempat tersebut. Cerita ini menjadi buah bibir hingga 20 tahun peristiwa terjadi. Ketika peringatan 20 tahunnya tersebut Heggs tertantang untuk melakukan uji nyali tidur di mansions tersebut, sekaligus membuktikan perkataan banyak orang akan mansions tersebut. Terlebih ketika Ollie memanas2i Heggs bahwa dia tidak punya cukup nyali untuk uji nyali di rumah berhantu tsb.

“Calm? Do “murder” and “calm” go together? Calm and murder? Murder?” – Heggs

 

REVIEW

Plotnya seolah2 akan terlihat mudah dan sederhana pada awalnya. Hanya seorang bego yang mencoba menguji nyali di sebuah rumah berhantu. Namun kemudian ternyata cerita tersebut hanya mengambil porsi 40% dari keseluruhan film. Sisanya adalah cerita mengenai banyak hal mulai dari kisah cinta Heggs, kumpulan wanita pemuja okultisme, rencana perobohan mansion yang tak kunjung di acc istri pemilik bank yang tak lain pemilik 51% saham bank dan ketua pemuja okultisme, juga tak ketinggalan twist paling menggemparkan yang meliputi konspirasi keluarga Simmons.

Penampilan Don Knotts mengundang decak kagum, dia menjiwai peran sebagai Heggs yang mudah gugup, pecundang, kikuk di hadapan banyak orang, orang pinggiran. Dirinya mengontrol jalannya film melalui setiap gerak geriknya dalam setiap scene. Scene ketika pidato pada makan siang bersama petinggi kota benar2 kocak, let me clarify this…. LOL… juga ketika berada di ruang sidang. Pemeran2 lainnya juga tidak kalah menariknya dengan peran yang kecilnya, seperti trio ibu2 di rumah Heggs yang selalu menebar horror mansion dengan gosipnya, orang gak jelas yang duduk di tempat duduk Heggs ketika dia berkencan dengan Alma, penjaga lift yang diam2 mengagumi Heggs,kumpulan pemuja okultisme yang fanatik, serta entah siapa yang selalu berteriak “Attaboy Heggs” setiap kali Heggs berbicara di khalayak umum, very funny.

LIFE LESSONS

  • Ghost and Comedian doesn’t go together 😀

DID YOU KNOW?

Joan Stanley (Alma Parker), ayahnya adalah seorang musisi yang tebak.. juga bermain organ.

THE COMMENTS

The Ghost & Mr_Comments.png

 

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th.png

Don’t Breathe (2016) – Breathe..Then (You’ll) Die!

Dont Breathe Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Fede Alvarez . Writers: Fede Alvarez, Rodo Sayagues. Stars: Stephen Lang, Jane Levy, Dylan Minnette. Durasi: 88 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– None

TRAILER

Tiga remaja bengal menjadikan rumah seorang  pria veteran perang yang buta yang memiliki harta simpanan berlimpah menjadi target operasi pencurian. Segalanya menjadi lebih rumit ketika si pria buta lebih dari sekedar yang mereka kira, hunter to be hunted!

PLOT

Don't Breathe (7).jpg

Tiga remaja tanggung nakal, Rocky(Jane Levy), wanita umur 20an yang mencoba peruntungan dengan melakukan pencurian kecil2 an dengan dua teman lelakinya, si Alex(Dylan Minnette) dan Money(Daniel Zovatto). Pekerjaan yang mereka lakukan biasanya hanya menerobos rumah yang sedang kosong dan menguras barang2 berharga milik penghuni rumah, untuk kemudian dijual ke penadah dengan nilai tak seberapa. Karakter Rocky diceritakan memerlukan pencurian dengan nilai yang lebih besar untuk dirinya melarikan diri bersama adik kecilnya dari ibunya yang kehidupannya sudah rusak. Alex adalah anak dari petugas pemasang alat keamanan di rumah2 mewah, darinya Alex memiliki duplikat kunci dari setiap rumah yang dikerjakan ayahnya. Alex juga memiliki kemampuan untuk menjinakkan perangkat alarm keamanan rumah. Money adalah tipikal bad boy yang mencuri untuk kesenangan dan pesta.

Don't Breathe (6).jpg

Sepandai2nya tupai melompat pasti akan mati juga. Begitupula dengan Rocky, Alex dan Money. Ketika mereka mendapatkan korban berupa mantan veteran perang Afgan yang buta (Stephen Lang) dengan uang cash yang sangat besar, ditambah dengan rumah yang berada di lingkungan yang sangat sepi, semuanya terasa sangat sempurna hingga mereka menyadari bahwa mereka sudah mengusik macan dari tidurnya. Bahwa tiap hembusan nafas mereka bisa jadi hal terakhir yang mereka lakukan.

REVIEW

Don't Breathe (2).jpg

Setelah tiga tahun Fede Alvarez melakukan kesalahan besar dalam dunia film horror dengan mencoba meremake Evil Dead(2013) milik Sam Raimi, kali ini Fede Alvarez melakukan pekerjaan yang begitu briliant dan menuai banyak pujian kritikus lewat gabungan antara Thriller & Crime Drama lewat Don’t Breathe (2016). Don’t Breathe (2016) benar2 membuat penonton seakan ikut menahan nafas ketika setiap karakter dihadapkan pada tantangan2 yang makin menakutkan dari menit ke menitnya. Dari jalan keluar yang tertutup rapat, lampu yang dimatikan, serta kejutan2 lain yang tidak akan saya bocorkan disini.

Don't Breathe (3).jpg

Yang jelas kegilaan dari tiap menitnya terus meningkat dan seakan terus menerus menghantam jantung penonton. Penonton juga dibiarkan untuk memilih apakah suatu karakter benar2 jahat atau abu2 karena pada akhirnya setiap karakter tidak pernah 100% jahat maupun baik. Kematian karakter pertama membuat film sempat terlihat akan berkurang intensitas thrillernya, namun Fede mampu menyuntikkan nafas baru sehingga film makin berbobot dan justru makin mantap hingga akhirnya tiga karakter harus mati [lagi2 saya tidak akan katakan yang mana].

Dont Breathe Comments.png

LIFE LESSONS

  • Just survive..be smart in every situation! Money second, lives first!

DID YOU KNOW?

– Bagi Fede, Dont Breathe(2016) terasa seperti film pertamanya, karena Evil Dead(2013) hanyalah remake dari Evil Dead(1981)  milik Sam Raimi.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

Hell or High Water (2016) – Nothing to Live, Nothing to Lose

Hell or High Water Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: David Mackenzie . Writers: Taylor Sheridan . Stars: Chris Pine, Ben Foster, Jeff Bridges. Durasi: 102 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

Menang:

– None

Nominasi:

–  Best Motion Picture of the Year (Carla Hacken, Julie Yorn)

– Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Jeff Bridges)

– Best Original Screenplay (Taylor Sheridan)

– Best Achievement in Film Editing (Jake Roberts)

TRAILER

PLOT

lead_large.jpg

Hell or High Water berarti “Siap memberikan segalanya, All out”

Dua bersaudara, beraksi dalam perampokan bank berkelanjutan untuk mendapatkan dana demi menyelamatkan tanah warisan keluarganya dari krisis moneter yang melanda Barat Texas. Sementara itu Texas Ranger yang akan pensiun dan wakilnya tertantang untuk menghentikan aksi kedua perampok tersebut.

REVIEW

I’ve been poor my whole life, like a disease passing from generation to generation. But NOT my boys, NOT anymore. – Toby

Hell or High Water (2016) adalah film tentang dua saudara Toby Howard (Chris Pine) dan Tanner Howard (Ben Foster) yang berusaha sekuat tenaga untuk mengumpulkan uang yang cukup dengan merampok bank bank kecil di Barat Texas. Toby adalah pria yang mencoba untuk merangkai masa depan yang baik bagi anak2 dan mantan istrinya, mencoba melakukan penebusan terakhir dalam hidupnya demi menyiapkan warisan yang cukup bagi orang2 yang dicintainya. Tanner si saudara laki2nya adalah mantan napi yang brutal dan sulit diatur. Tanner mencoba menggali memori masa lalunya dengan ibunya, dosanya kepada sang ayah dan mencoba hal yang terbaik yang dapat dia lakukan bersama adiknya, Toby. Setting diarahkan pada daerah gersang di Barat Texas, tempat sempurna bagi jiwa2 yang bersiap menyambut kematiannya. Tempat yang gersang, tandus, panas, tak ada lagi harapan, kehidupan dan penuh dengan orang2 yang desperate dengan kehidupan ekonomi yang sakaratul maut di tempat tsb. Jiwa2 yang seolah2 hanya dapat diselamatkan oleh kucuran dana ataupun kucuran minyak bumi, Toby dan Tanner memilih keduanya.

Texas Midlands Bank menjadi tempat sempurna bagi kakak beradik perampok ini. Keduanya cukup pintar untuk tidak mengambil nominal besar yang memungkinkan perampokan mereka terlacak oleh polisi ataupun pihak berwajib. Sesudah berhasil melakukan perampokan mereka berdua segera mengubur jejak dengan mengubur mobil yang mereka pergunakan untuk melakukan perampokan lalu kabur ke Indian Casino di Oklahoma untuk mencuci uang kejahatannya. Sebagai catatan, pihak berwenang tidak punya hak untuk menyelidiki uang yang didapat dari kasino.

You know they can foreclose on Friday, so come hell or high water, get the money to the bank on Thursday and then you are free and clear. – Billy Rayburn

hohwbolt.png

Aksi2 Tobby dan Tanner kadang terpaksa keluar batas dengan melakukan perampokan dengan senjata api, ini memaksa pihak berwajib dalam hal ini Sherif Hamilton (Jeff Bridges) dan Alberto Parker(Gil Birmingham) untuk mengejar mereka hingga ujung dunia. Perampokan yang mereka lakukan masih dalam kategori kecil sehingga FBI merasa tidak perlu turun tangan. Hamilton adalah “Rooster” Cogburn 😀 yang menjelang masa pensiunnya harus kembali untuk menunaikan tugas terakhirnya, memberikan segala yang dia punya, pengalaman, kecerdikan, ketenangan dan kemampuannya mengangkat senapan.

“Babi buta pun bisa menemukan jamur” -Alberto-

Ingat adegan pada 2 Fast 2 Furious(2003), dimana pada suatu scene, sang penjahat memaksa petugas polisi yang gendut yang dia suap untuk berbaring kemudian peruthya ditampakkan lalu ditaruh ember besi yang sudah ada tikusnya dengan posisi terbalik, ember kemudian dipanasi dengan alat las, tikus yang desperate maka akan berusaha mencari jalan keluar dengan segala cara yang dia bisa. Tikus tersebut kemudian menggigiti perut si polisi. Dijelaskan kemudian bahwa tikus bisa saja menggigiti kawat besi jika mau. Pelajaran yang diambil adalah jika siapa saja berada dalam kondisi terpaksa/ terperangkap maka dia bisa saja berbuat nekad dan melampaui batas.

hell_or_high_water_robbery_scene.jpg

Naskah yang solid dari “si meteor yang melesat cepat”  Taylor Sheridan ditambah dengan Cast yang tampil sangat maksimal mejadikan Hell or High Water (2016) lebih dari sekedar drama kisah perampokan biasa ditambah bumbu2 sindiran dan joke2 serta kiasan2 yang menambah warna dari film ini. Setiap karakter memiliki alasan tersendiri atas sikap dan tindakannya, penampilan Chris Pine adalah penampilannya yang paling solid sejauh yang saya lihat hingga hari ini. Pine dapat menghayati peran sebagai Toby yang tersiksa batinnya, menanggung beban berat serta memiliki banyak hal dalam sikap diamnya. Pine membuktikan bahwa wajah tampannya kadang perlu tampil sedikit kucel justru untuk dirinya “bersinar” dibaliknya. Ben Foster yang menjadi sidekicknya juga tampil urakan dengan guyonan kasarnya yang nylekit [terutama bagi yang tahu sejarah Amerika]. Foster tampil dengan cemerlang membawakan setiap emosi, ledakan kemarahan, hasrat, kebencian dan rasa cintanya kepada saudaranya yang tak berbatas, seolah hanya itulah yang dia miliki di dunia.

Maka ketika adegan perpisahan dia dengan Toby akan sangat terasa menyiksa bagi dia. Sanjungan paling tinggi dari kritikus datang kepada Sherriff Hamilton, yang membawa nuansa western cowboy. Dengan kumis dan topinya mengingatkan kita akan kejayaan film2 western [yang tak lain adalah kegemaran dari sang penulis skenario, Sheridan], membawa justice [dalam tafsiran mereka] ke komunitas. David Mackenzie memilih mengeksekusi naskah dalam film dengan pace yang cepat membuat beberapa kalangan mungkin akan sedikit kebingunan dengan pesan yang disampaikan, tak mengapa ini justru bagus karena dengan durasi yang cuma 1 ,5 jam mampu membuat jantung tidak berhenti berdetak dan terus menerus haus akan sajian aksi dan drama dari setiap karakter yang muncul, tak ada waktu yang tersisa dan terbuang percuma. Setiap aksi membuat kita ikut berdebar2 antara suka dan benci dengan apa yang dilakukan Howard bersaudara.

 

Hell or High Water Comments.png

LIFE LESSONS

-What desperate people do? EVERYTHING!

DID YOU KNOW?

Taylor Sheridan adalah pecandu berat film2 jadul dari Clint Eastwood & John Wayne sebelum banting setir menjadi penulis naskah kenamaan [Sicario & Hell or High Water]dirinya adalah seorang aktor, salah satunya sebagai Deputi Chief David Hale, dalam serial TV Son of Anarchy(2008-2014).

– “Comancheria” adalah nama lain untuk film ini, yang artinya Comanche Earth berarti daratan Barat Texas dimana film ini berlatar.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

To Kill a Mockingbird (1962) – Jernih dan Menjernihkan

To Kill A Mockingbird_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Robert Mulligan . Writers: Harper Lee (Novel), Horton Foote . Stars: Gregory Peck, John Megna, Frank Overton, Robert Duvall, Mary Badham, Phillip Alford. Durasi: 129 minutes . Year: 1962.

OSCAR 

Menang:

– Best Actor in a Leading Role (Gregory Peck)

– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Horton Foote)

– Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White (Alexander Golitzen,
Henry Bumstead ,Oliver Emert)

Nominasi:

– Best Picture (Alan J. Pakula)

– Best Actress in a Supporting Role (Mary Badham sbg “Scout”)

– Best Director (Robert Mulligan)

– Best Cinematography, Black-and-White (Russell Harlan)

– Best Music, Score – Substantially Original (Elmer Bernstein)

TRAILER

PLOT

To Kill A Mockingbird (1).png

– Mockingbird adalah burung pengicau –

Diangkat dari Novel laris nan legendaris Harper Lee, yang menyabet penghargaan tertinggi dalam dunia jurnalisme, literatur dan surat kabar, Pulitzer Prize.
To Kill a Mockingbird sendiri merupakan bacaan wajib bagi anak2 di Amerika, sama seperti Hachiko yang menjadi wajib bagi anak2 di Jepang. To Kill a Mockingbird berkisah tentang cerita masa kecil dari seorang wanita bernama Jean Louise Finch dikenal dengan nama panggilan “Scout” [Mary Badham] yang tomboy, nakal serta hyperaktif.

To Kill A Mockingbird (9).jpg
Kisah masa kecilnya yang terjadi di Maycomb,Alabama, AS di masa era depresi Amerika, tahun 1932, ketika dia berusia 6 tahun,berputar pada tiga kejadian penting.
Kejadian yang pertama adalah petualangannya di masa kecil bersama dengan kakaknya Jeremy Atticus Finch atau “Jem” [Philip Alford] dan teman mainnya Charles Baker”Dill” Harris[John Megna], kenakalan masa kecilnya dan paranoid mereka terhadap tetangga anehnya, Arthur RadleyBoo” [Robert Duvall]. Kejadian selanjutnya adalah ketika sang ayah, orangtua tunggal Scout yaitu Atticus Finch [Gregory Peck], yang seorang lawyer harus menghadapi kasus yang berat berupa tuduhan terhadap pemerkosaan terhadap wanita kulit putih.
Sang terdakwa adalah Tom Robinson yang dituduh memperkosa dan menganiaya Mayella Violet Ewell [Collin Wilcox]. Kasus ini mengemparkan kota tersebut karena di masa tersebut sentimen rasisme masih mengakar kuat pada masyarakat Amerika pada umumnya, karena warga Negro yang merupakan minoritas yang merupakan budak dari kulit putih.

To Kill A Mockingbird (20).jpg
Ketidakadilan sosial menjadi isu yang penting di masa itu, bahwa warga hitam adalah kasta ketiga di Amerika, setelah warga kelas putih dan warga asli Amerika.
Kejadian yang terakhir adalah upaya dari ayah Mayella yaitu Robert E.Lee “Bob” Ewell [James Andeson] untuk meneror Atticus, Scout dan Jem karena tindakannya yang seolah2 tidak dibenarkan hukum Amerika saat ini yaitu berdiri tegak mendukung para kulit hitam di pengadilan. Pengalaman masa kecil ini menjadi pelajaran berharga bagi Scout, meski dulu dirinya masihlah belum memahami arti dari hal2 yang dialaminya dulu, kini setelah dewasa dia menarik kembali ingatan masa kecilnya tersebut dan mengambil hikmah dan pelajaran yang luar biasa darinya.

Review

To Kill A Mockingbird (1).gif
Novelnya sendiri disebut2 sebagai rujukan wajib untuk mengenal Amerika pada masa itu. Bahkan sempat dikabarkan novel To Kill A Mockingbird ini lebih menginspirasi dari Bible, Lord Knows 😀.
Bercerita dengan mengalir lembut, penuh humor dan ketegangan serta keseruan.
Filmnya sendiri dibuat dalam format hitam putih yang makin menegaskan kisah klasiknya. Alunan musik yang sangat cocok mewakili setiap adegan yang tampil, baik ketikaadegan yang menegangkan, kocak maupun serius.
Berkisah dengan jujur dan apa adanya, filmnya bercerita dari sudut pandang anak2 yaitu
Scout yang liar, tomboy, penuh petualangan, cinta dan observasi. Scout yang tumbuh tanpa

To Kill A Mockingbird (19).jpg
seorang ibu membuatnya lebih dekat dengan sang ayah dan kakaknya yang berusia jauh diatasnya, 12 atau 13 tahun, sehingga ikut ikutan menjadi bocah cewek kecil yang bandel dan suka berkelahi. Poin penting adalah bagaimana pemeran tokoh anak2 di sini dapat tampil lepas, polos dan tanpa beban sehingga penonton dapat terbawa suasana yang diciptakan, mengikuti gerak gerik mereka yang asik dan petualangan serta sudut pandang mereka yang menganggap dunia ini adalah tempat bermain. Aksen Alabama mereka sungguh kental dan memberikan warna tersendiri bagi film ini. Kembali bicara tentang Scout, saat hari pertama masuk sekolah Scout terus2an membuat onar dengan mengajak musuhnya di sekolah, yang tak lain adalah bocah cowok, Walter Cunningham untuk berkelahi.

“You never really understand a person until you consider things from his point of view … until you climb into his skin and walk around in it.” -Atticus-

Atticus sendiri diperankan dengan briliant oleh Gregory Peck. Atticus menggambarkan
seorang yang teguh terhadap nilai2 yang dianutnya. Kalem & tenang menghadapi berbagai hal dantidak mudah teritimidasi, juga dekat dengan anak2nya. Bagaimana Atticus menjelaskankepada Scout dan Jem akan bagaimana memahami oranglain dengan melakukan pendekatanhati ke hati dan mendengarkan sudut pandang mereka sungguh hal yang patut menjadi renungan bagi siapapun, misalnya ketika Scout ngambek tidak mau sekolah setelah satu hari pertama dia masuk “segalanya terasa salah baginya”, Atticus know how to deal with her.. Atticus mengajarkan jalan hidup yang dia tempuh, bagaimana dia menyelesaikan masalah, bagaimana dia berpikir dan bertindak serta bersikap, bahkan kepada anak2nya yang masih kecil sekalipun.

Atticus mengajarkan bahwa nurani manusia pada dasarnya adalah bersih sehingga itulah yang harus diperjuangkan agar tetap jernih, meski dalam situasi sekeruh apapun. Keluasan akan pemahamannya akan karakter2 manusia dan hal2 yang menjadi pendorong mereka untuk bertindak ditanamkan pada Jem & Scout yang masih mengeksplorasi dunia kanak2 dan mencoba memahami bagaimana orang dewasa berpikir. Juga ketika di awal cerita Jem menolak turun dari rumah pohon karena Atticus tidak mau ikut main Football, Atticus seolah menegaskan bahwa seorang pria ketika membuat keputusan haruslah bulat dan tidak setengah setengah, meski dengan ancaman, oleh orang yang mereka sayangi sekalipun. Sikap hormat juga diajarkan kepada Scout dan Jem ketika mereka diledek Mrs.Dubose, seorang nenektua yang bawel. Atticus mengajarkan bahwa setiap orang wajib dihargai bukan karena mereka pantas, tapi karena itulah hal yang pantas dilakukan orang yang terhormat.

LIFE LESSONS

To Kill A Mockingbird (14).jpg

Atticus laksana mengajarkan bahwa kapal yang besar sekalipun tidak akan bisa terombang-ambing meski lautan bergejolak. Bagaimana dia tidak bereaksi ketika Bob Ewell merendahkannya. Bagaimana Atticus berbicara kepada Scout ketika dia resah dan membuat onar di sekolah, serta Jem yang gusar dengan apa yang dialami dan dilihatnya. Atticus bahkan merasa tidak nyaman ketika harus mengangkat senjata untuk menyelesaikan masalah, meski itu hanyalah untuk membunuh anjing gila di jalanan
[note: anjing gila tidak bisa diajak kompromi sehingga mau tidak mau harus dihabisi karena menularkan penyakit], momen ini juga menjadi renungan bagi Scout dan Jem bahwa ayahnya adalah multi talenta, selain mampu berkompromi dengan orang juga mampu mengangkat senjata jika diperlukan. Jem sendiri sebagai kakak laki2 selalu berusaha melindungidan menjauhkan Scout dari bahaya dan keonaran. Dill yang merupakan kawan musiman bagi keduanya menambahkan keseruan cerita masa kecil dua bersaudara ini.

Kasus kekerasan dan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh orang kulit hitam, Tom
menjadi semacam oase bagi penonton yang menginginkan film yang lebih berbobot. Masih dengan menggunakan kacamata Scout dan Jem, Tom seakan berhadapan dengan hukum itu sendiri, ketika dirinya adalah seorang yang tidak berdaya hanya karena warna kulitnya.Semua pembelaannya terasa sia2 hanya karena padangan masyarakat akan kaum minoritas.To Kill a Mockingbird harusnya bisa berdurasi lebih lama dan membuat kasus ini menjadilebih berat dan membingungkan, meskipun demikian 2 jam juga cukup untuk menyampaikanpesan2 pentingnya. Pidato akhir Atticus ketika membela Tom mengingpirasi penonton namun yang lebih penting adalah bagaimana karakter Atticus deal with every situation in a same way, to be example and inspire his kids.
“Mungkin memang membunuh Burung Mockingbird tidaklah perlu karena berdosa jika melakukannya, karena memang mereka cuma bisa bernyanyi, mereka tidak mencuri, tidak merusak tidak merugikan orang lain, maybe our heart should as clean as kids conscience to understand & face the world”

To Kill A Mockingbird_Comment.png

DID YOU KNOW?

To Kill A Mockingbird (13).jpg

-Nama Asli dari Harper Lee, adalah Nelle Lee.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_Parent Guidance_Bimbingan Orangtua.png

 

A History of Violence – Dua Rupa Kekerasan (Kekerasan Sebagai Solusi & Masalah)

Picture2.png

MOVIE DETAIL

Director: David Cronenberg . Writers: John Wagner & Vince Locke(graphic novel),Josh Olson . Stars: Viggo Mortensen, Maria Bello, Ed Harris. Durasi: 96 minutes . Year: 2005.

OSCAR 

2 Nominasi:

– Best Performance by an Actor in a Supporting Role (William Hurt )

– Best Writing, Adapted Screenplay (Josh Olson)

TRAILER

PLOT

Film dibuka dengan dua tokoh pria yang baru saja mau check out dari motel,
dari tampilannya keduanya mengingatkan saya kepada Duo Gecko (From Dusk till Dawn),
yang benar saja ketika keduanya meninggalkan tempat tersebut, motel tsb menjadi
tanpa penghuni (if you know what i mean).

Film berlanjut dengan pengenalan tokoh utama, Tom Stall (Viggo Mortensen) adalah pria paruh baya yang hidup tenang dengan keluarga kecilnya. Dirinya adalah pemilik dari warung kopi & pie di tengah kota,
dia tinggal bersama istrinya, Eddie(Maria Bello) dan putra serta putrinya, Jack Stall (Ashton Holmes)& Sarah Stall (Heidi Hayes). Eddie meski sudah 15 tahun menikah dengan Tom, namun tetap merasa awet muda dan mencintai Tom dengan sepenuh hati.

A History of Violence (1).jpg

Kehidupan tenang Tom berubah 180 derajat ketika suatu malam dirinya sedang bersiap
untuk tutup warung bersama 2 karyawannya dipaksa berurusan dengan dua orang yang mencoba merampok warungnya, Tom bergerak cepat dan mampu melumpuhkan kedua perampok tersebut yang tidak lain adalah 2 orang yang ada di awal film. Aksi Tom membunuh 2 orang yang mengancam hidupnya membuat dia seketika menjadi media sirkus dan menjadi pahlawan daerah.
Meski Tom tidak tertarik dengan hal ini, namun ini berdampak pada kehidupannya yang tenang mulai terusik. Suatu hari orang asing yang mengaku bernama Fogarty (Ed Harris) mendatangi Tom dan mengatakan bahwa Tom adalah seorang yang dikenal dengan nama “Joey Cussack”.

Siapakah Fogarty, apa hubungannya dengan Joey dan benarkah Tom mengenal Joey, lalu
siapakah Richie Cussack, ada apa dengan Philadelphia?

MY OPINION

A History of Violence (5).jpg

Bukan film David Cronenberg pertama yang kulihat, Eastern Promises (2007) adalah yang pertama. Sedikit banyak sudah mengenal bagaimana style Cronenberg menyampaikan pesannya lewat film. Cronenberg tidak pernah sungkan sungkan dan setengah2 dalam penyajian, baik kekerasan maupun hubungan seksual dalam filmnya [masih ingat bagaimana kita dibuat ngilu dengan kekerasan di tempat pemandian dalam Eastern Promises atau bagaimana Viggo dipaksa Vincent berhubungan seksual hanya agar dia yakin bahwa Viggo bukan Homo]. Sama-sama diangkat dari graphic novel dengan The Punisher (2004) dan Road to Perdition (2002) dengan tema dan jalan cerita yang meski tidak sama persis tapi secara umum sama,menampilkan kekerasan dan peluru2 berhamburan.

Film ini mengajak kita berpikir akan hakikat dari kekerasan, tentunya perspektif
setiap orang berbeda, banyak hal yang melatarbelakanginya misalnya pengalaman, pemahaman, dan latar belakang. Tapi kali ini saya akan mengajak anda untuk menilai pendekatan film ini dengan sejarah Amerika yang dibangun dengan senjata. Senjata semenjak jaman dahulu menjadi alat bagi kekerasan pendatang dari Eropa untuk menguasai tanah jajahannya, Amerika. Maka wajar hingga kini senjata menjadi hal lumrah bagi masyarakat Amerika, termasuk warga sipil. Jadi jangan kaget
ketika senat Amerika saja terbagi dua antara mendukung penggunaan senjata oleh sipil, serta  mendukung pengaturan penggunaan senjata oleh sipil. Senjata [dan kekerasan] tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sejarah Amerika. Lihatlah film2 koboi yang mengeksploitasi senjata sebagai alat mencari kemenangan/ bertahan hidup.

Picture1.png

Ini pula yang menjadi topik utama dari A History of Violence. Film yang dengan teguh dan konsisten menfokuskan diri pada karakter Tom Stall yang berjuang lari dari kekerasan dengan jalan kekerasan. Ketika kekerasan menjadi solusi dari setiap karakter yang dihadirkan. Dua karakter yang tampil pertama menggunakan kekerasan untuk mendapatkan tempat tinggal dan makanan/ minuman, Tom menggunakan kekerasan untuk dapat mempertahankan keluarganya [dan karyawannya], Jack menggunakan kekerasan untuk bertahan dari ancaman [bully] dari teman temannya, Eddie juga menggunakan kekerasan untuk melindungi ancaman atas Sarah. Kekerasan seolah menjadi solusi yang dianggap normal ketika keadaan memaksa setiap karakter
untuk meraih apa yang mereka inginkan [food, water, shelter, rasa aman dll]. Namun sejatinya kekerasan memiliki dua mata koin, dimana setiap kekerasan yang dilakukan justru menjadi awal dari masalah.

Apa yang Tom lakukan di warung untuk mempertahankan diri justru membuka jatidirinya yang sebenarnya, ini kontras dengan apa yang ingin dia ajarkan kepada Jack bahwa bully tidak perlu ditanggapi dengan kekerasan. Namun buah jatuh tidak jatuh jauh dari pohonnya, Jack meniru apa yang ayahnya contohkan sehingga seluruh keluarga ini mengalami turbulensi kehidupan yang berat karena pendekatan kekerasan
yang mereka lakukan. Pada akhirnya benar atau tidaknya suatu kekerasan digunakan tidaklah penting lagi karena pada dasarnya setiap manusia menggunakan cara2 mereka sendiri untuk dapat mencapai apa yang mereka mau, begitupun dengana masyarakat Amerika pada umumnya, dan akhirnya hukum lah yang akan mengikuti
manusia bukan sebaliknya.

DID YOU KNOW?

Film ini diangkat dari graphic  novel karya  John Wagner dan Vince Locke.

250px-Histvio.jpg

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_R_Restricted_Remaja 17+ & Dewasa

Inferno (2016), Delusi Depopulasi Dante

inferno_rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Ron Howard . Writers:  David Koepp, Dan Brown (Novel). Stars: Tom Hanks, Felicity Jones, Irrfan Khan, Ben Foster, Omar Sy & Sidse Babett Knudsen. Durasi: 121 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– none

TRAILER

PLOT

hell.jpg

Gbr.1 Wujud 9 tingkatan neraka oleh Dante

Qui si convien lasciare ogni sospetto;
ogni viltà convien che qui sia morta
“.

[Here must all distrust be left behind;
all cowardice must be ended]

inferno ticket.jpg

Kutipan di atas adalah sepotong kata-kata mulia dari sastrawan Italia, Dante Alighieri dalam salah satu karyanya “Inferno”. Film ini mengambil novel Inferno milik Dante sebagai bahan utama dalam teka teki yang perlu dipecahkan oleh professor jenius sekaligus simbologi expert Robert Langdon [Tom Hanks]. Isu besar yang akan dipecahkan adalah depopulasi umat manusia dengan menggunakan wabah penyakit yang digalang oleh milioner [tidak disebutkan apakah Yahudi atau bukan :(] Bertrand Zobrist [Ben Foster]. Bersama dengan dokter yang menggilai misteri dan teka-teki, dr. Sienna Brooks [Felicity Jones], Robert Langdon harus berpacu dengan waktu, rintangan, dan jarak antara Florence, Italia dan Hagia Sophia, Turki untuk menyelamatkan keberlangsungan ras umat manusia.

inferno-2

Gbr.2 Novel Inferno oleh Dan Brown

Harus diakui bahwa film ini tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Ketika dihadapkan pada sebuah film yang berkelanjutan seperti ini maka ekspektasi dari penonton akan terus meningkat dari satu film ke film selanjutnya. Ambil contoh Bourne Trilogy [2002.2004.2007] -lupakan dua film terakhirnya-yang berhasil setidaknya mempertahankan kualitas dari ketiga film awalnya, ataupun Batman Trilogy milik C. Nolan yang sempat meledak pada film keduanya The Dark Knight [2008] dan tetap berhasil menjaga kualitas di film ketiganya, The Dark Knight: Rises[2012]. Ini tidak dimiliki oleh film Inferno [2016], kekuatan akting dan thriller misteri yang ada di dua film sebelumnya seolah lenyap tak berbekas. Analisa dari saya ini dikarenakan naskah yang digarap oleh David Koepp tidaklah sesolid dan sebaik Akiva Goldsman. Ron Howard terpaksa mengeksekusi naskah yang kurang solid tersebut menjadi teka teki yang alih alih membuat penonton berpikir keras sepanjang dua jam untuk kemudian dipuaskan pada klimaks akhir film, malahan menghasilkan film yang seakan ingin tampil pintar saja.

Dari segi kualitas bahan sebenarnya harusnya ini menjadi film puncak dari dua film Langdon sebelumnya, ide akan kehancuran umat manusia sungguhlah menarik, bahkan lebih dibandingkan ‘sekedar’ pencarian Holy Grail ataupun Secret Society macam Illuminatti dalam Angels & Demons serta The Da Vinci Code.

Jangan lupakan juga hal yang paling mengganjal sepanjang film, dimana wabah yang bisa saja menghancurkan umat manusia hanya dibungkus plastik kantong [ini bukan sirup atau limun bruh], WTF, please does anybody thinkin’ about that???

Inferno (2016)_comment.png

LIFE LESSONS

–  Depopulation adalah isu yang serius dan benar adanya, masyarakat harus meyakini bahwa banyaknya penduduk maka banyak masalah adalah tidak selalu benar. Jumlah penduduk yang banyak dengan ditopang dengan ide2 besar dalam penanganan masalahnya yang muncul maka bukanlah menjadi soal.

DID YOU KNOW?

Bahasa Italia disebut sebagai “la langue de Dante in French” dikarenakan Dante Alighieri dianggap sebagai bapak dari Bahasa Italia.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th