To Kill a Mockingbird (1962) – Jernih dan Menjernihkan

To Kill A Mockingbird_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Robert Mulligan . Writers: Harper Lee (Novel), Horton Foote . Stars: Gregory Peck, John Megna, Frank Overton, Robert Duvall, Mary Badham, Phillip Alford. Durasi: 129 minutes . Year: 1962.

OSCAR 

Menang:

– Best Actor in a Leading Role (Gregory Peck)

– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Horton Foote)

– Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White (Alexander Golitzen,
Henry Bumstead ,Oliver Emert)

Nominasi:

– Best Picture (Alan J. Pakula)

– Best Actress in a Supporting Role (Mary Badham sbg “Scout”)

– Best Director (Robert Mulligan)

– Best Cinematography, Black-and-White (Russell Harlan)

– Best Music, Score – Substantially Original (Elmer Bernstein)

TRAILER

PLOT

To Kill A Mockingbird (1).png

– Mockingbird adalah burung pengicau –

Diangkat dari Novel laris nan legendaris Harper Lee, yang menyabet penghargaan tertinggi dalam dunia jurnalisme, literatur dan surat kabar, Pulitzer Prize.
To Kill a Mockingbird sendiri merupakan bacaan wajib bagi anak2 di Amerika, sama seperti Hachiko yang menjadi wajib bagi anak2 di Jepang. To Kill a Mockingbird berkisah tentang cerita masa kecil dari seorang wanita bernama Jean Louise Finch dikenal dengan nama panggilan “Scout” [Mary Badham] yang tomboy, nakal serta hyperaktif.

To Kill A Mockingbird (9).jpg
Kisah masa kecilnya yang terjadi di Maycomb,Alabama, AS di masa era depresi Amerika, tahun 1932, ketika dia berusia 6 tahun,berputar pada tiga kejadian penting.
Kejadian yang pertama adalah petualangannya di masa kecil bersama dengan kakaknya Jeremy Atticus Finch atau “Jem” [Philip Alford] dan teman mainnya Charles Baker”Dill” Harris[John Megna], kenakalan masa kecilnya dan paranoid mereka terhadap tetangga anehnya, Arthur RadleyBoo” [Robert Duvall]. Kejadian selanjutnya adalah ketika sang ayah, orangtua tunggal Scout yaitu Atticus Finch [Gregory Peck], yang seorang lawyer harus menghadapi kasus yang berat berupa tuduhan terhadap pemerkosaan terhadap wanita kulit putih.
Sang terdakwa adalah Tom Robinson yang dituduh memperkosa dan menganiaya Mayella Violet Ewell [Collin Wilcox]. Kasus ini mengemparkan kota tersebut karena di masa tersebut sentimen rasisme masih mengakar kuat pada masyarakat Amerika pada umumnya, karena warga Negro yang merupakan minoritas yang merupakan budak dari kulit putih.

To Kill A Mockingbird (20).jpg
Ketidakadilan sosial menjadi isu yang penting di masa itu, bahwa warga hitam adalah kasta ketiga di Amerika, setelah warga kelas putih dan warga asli Amerika.
Kejadian yang terakhir adalah upaya dari ayah Mayella yaitu Robert E.Lee “Bob” Ewell [James Andeson] untuk meneror Atticus, Scout dan Jem karena tindakannya yang seolah2 tidak dibenarkan hukum Amerika saat ini yaitu berdiri tegak mendukung para kulit hitam di pengadilan. Pengalaman masa kecil ini menjadi pelajaran berharga bagi Scout, meski dulu dirinya masihlah belum memahami arti dari hal2 yang dialaminya dulu, kini setelah dewasa dia menarik kembali ingatan masa kecilnya tersebut dan mengambil hikmah dan pelajaran yang luar biasa darinya.

Review

To Kill A Mockingbird (1).gif
Novelnya sendiri disebut2 sebagai rujukan wajib untuk mengenal Amerika pada masa itu. Bahkan sempat dikabarkan novel To Kill A Mockingbird ini lebih menginspirasi dari Bible, Lord Knows 😀.
Bercerita dengan mengalir lembut, penuh humor dan ketegangan serta keseruan.
Filmnya sendiri dibuat dalam format hitam putih yang makin menegaskan kisah klasiknya. Alunan musik yang sangat cocok mewakili setiap adegan yang tampil, baik ketikaadegan yang menegangkan, kocak maupun serius.
Berkisah dengan jujur dan apa adanya, filmnya bercerita dari sudut pandang anak2 yaitu
Scout yang liar, tomboy, penuh petualangan, cinta dan observasi. Scout yang tumbuh tanpa

To Kill A Mockingbird (19).jpg
seorang ibu membuatnya lebih dekat dengan sang ayah dan kakaknya yang berusia jauh diatasnya, 12 atau 13 tahun, sehingga ikut ikutan menjadi bocah cewek kecil yang bandel dan suka berkelahi. Poin penting adalah bagaimana pemeran tokoh anak2 di sini dapat tampil lepas, polos dan tanpa beban sehingga penonton dapat terbawa suasana yang diciptakan, mengikuti gerak gerik mereka yang asik dan petualangan serta sudut pandang mereka yang menganggap dunia ini adalah tempat bermain. Aksen Alabama mereka sungguh kental dan memberikan warna tersendiri bagi film ini. Kembali bicara tentang Scout, saat hari pertama masuk sekolah Scout terus2an membuat onar dengan mengajak musuhnya di sekolah, yang tak lain adalah bocah cowok, Walter Cunningham untuk berkelahi.

“You never really understand a person until you consider things from his point of view … until you climb into his skin and walk around in it.” -Atticus-

Atticus sendiri diperankan dengan briliant oleh Gregory Peck. Atticus menggambarkan
seorang yang teguh terhadap nilai2 yang dianutnya. Kalem & tenang menghadapi berbagai hal dantidak mudah teritimidasi, juga dekat dengan anak2nya. Bagaimana Atticus menjelaskankepada Scout dan Jem akan bagaimana memahami oranglain dengan melakukan pendekatanhati ke hati dan mendengarkan sudut pandang mereka sungguh hal yang patut menjadi renungan bagi siapapun, misalnya ketika Scout ngambek tidak mau sekolah setelah satu hari pertama dia masuk “segalanya terasa salah baginya”, Atticus know how to deal with her.. Atticus mengajarkan jalan hidup yang dia tempuh, bagaimana dia menyelesaikan masalah, bagaimana dia berpikir dan bertindak serta bersikap, bahkan kepada anak2nya yang masih kecil sekalipun.

Atticus mengajarkan bahwa nurani manusia pada dasarnya adalah bersih sehingga itulah yang harus diperjuangkan agar tetap jernih, meski dalam situasi sekeruh apapun. Keluasan akan pemahamannya akan karakter2 manusia dan hal2 yang menjadi pendorong mereka untuk bertindak ditanamkan pada Jem & Scout yang masih mengeksplorasi dunia kanak2 dan mencoba memahami bagaimana orang dewasa berpikir. Juga ketika di awal cerita Jem menolak turun dari rumah pohon karena Atticus tidak mau ikut main Football, Atticus seolah menegaskan bahwa seorang pria ketika membuat keputusan haruslah bulat dan tidak setengah setengah, meski dengan ancaman, oleh orang yang mereka sayangi sekalipun. Sikap hormat juga diajarkan kepada Scout dan Jem ketika mereka diledek Mrs.Dubose, seorang nenektua yang bawel. Atticus mengajarkan bahwa setiap orang wajib dihargai bukan karena mereka pantas, tapi karena itulah hal yang pantas dilakukan orang yang terhormat.

LIFE LESSONS

To Kill A Mockingbird (14).jpg

Atticus laksana mengajarkan bahwa kapal yang besar sekalipun tidak akan bisa terombang-ambing meski lautan bergejolak. Bagaimana dia tidak bereaksi ketika Bob Ewell merendahkannya. Bagaimana Atticus berbicara kepada Scout ketika dia resah dan membuat onar di sekolah, serta Jem yang gusar dengan apa yang dialami dan dilihatnya. Atticus bahkan merasa tidak nyaman ketika harus mengangkat senjata untuk menyelesaikan masalah, meski itu hanyalah untuk membunuh anjing gila di jalanan
[note: anjing gila tidak bisa diajak kompromi sehingga mau tidak mau harus dihabisi karena menularkan penyakit], momen ini juga menjadi renungan bagi Scout dan Jem bahwa ayahnya adalah multi talenta, selain mampu berkompromi dengan orang juga mampu mengangkat senjata jika diperlukan. Jem sendiri sebagai kakak laki2 selalu berusaha melindungidan menjauhkan Scout dari bahaya dan keonaran. Dill yang merupakan kawan musiman bagi keduanya menambahkan keseruan cerita masa kecil dua bersaudara ini.

Kasus kekerasan dan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh orang kulit hitam, Tom
menjadi semacam oase bagi penonton yang menginginkan film yang lebih berbobot. Masih dengan menggunakan kacamata Scout dan Jem, Tom seakan berhadapan dengan hukum itu sendiri, ketika dirinya adalah seorang yang tidak berdaya hanya karena warna kulitnya.Semua pembelaannya terasa sia2 hanya karena padangan masyarakat akan kaum minoritas.To Kill a Mockingbird harusnya bisa berdurasi lebih lama dan membuat kasus ini menjadilebih berat dan membingungkan, meskipun demikian 2 jam juga cukup untuk menyampaikanpesan2 pentingnya. Pidato akhir Atticus ketika membela Tom mengingpirasi penonton namun yang lebih penting adalah bagaimana karakter Atticus deal with every situation in a same way, to be example and inspire his kids.
“Mungkin memang membunuh Burung Mockingbird tidaklah perlu karena berdosa jika melakukannya, karena memang mereka cuma bisa bernyanyi, mereka tidak mencuri, tidak merusak tidak merugikan orang lain, maybe our heart should as clean as kids conscience to understand & face the world”

To Kill A Mockingbird_Comment.png

DID YOU KNOW?

To Kill A Mockingbird (13).jpg

-Nama Asli dari Harper Lee, adalah Nelle Lee.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_Parent Guidance_Bimbingan Orangtua.png

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s