Inferno (2016), Delusi Depopulasi Dante

inferno_rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Ron Howard . Writers:  David Koepp, Dan Brown (Novel). Stars: Tom Hanks, Felicity Jones, Irrfan Khan, Ben Foster, Omar Sy & Sidse Babett Knudsen. Durasi: 121 minutes . Year: 2016.

OSCAR 

– none

TRAILER

PLOT

hell.jpg

Gbr.1 Wujud 9 tingkatan neraka oleh Dante

Qui si convien lasciare ogni sospetto;
ogni viltà convien che qui sia morta
“.

[Here must all distrust be left behind;
all cowardice must be ended]

inferno ticket.jpg

Kutipan di atas adalah sepotong kata-kata mulia dari sastrawan Italia, Dante Alighieri dalam salah satu karyanya “Inferno”. Film ini mengambil novel Inferno milik Dante sebagai bahan utama dalam teka teki yang perlu dipecahkan oleh professor jenius sekaligus simbologi expert Robert Langdon [Tom Hanks]. Isu besar yang akan dipecahkan adalah depopulasi umat manusia dengan menggunakan wabah penyakit yang digalang oleh milioner [tidak disebutkan apakah Yahudi atau bukan :(] Bertrand Zobrist [Ben Foster]. Bersama dengan dokter yang menggilai misteri dan teka-teki, dr. Sienna Brooks [Felicity Jones], Robert Langdon harus berpacu dengan waktu, rintangan, dan jarak antara Florence, Italia dan Hagia Sophia, Turki untuk menyelamatkan keberlangsungan ras umat manusia.

inferno-2

Gbr.2 Novel Inferno oleh Dan Brown

Harus diakui bahwa film ini tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Ketika dihadapkan pada sebuah film yang berkelanjutan seperti ini maka ekspektasi dari penonton akan terus meningkat dari satu film ke film selanjutnya. Ambil contoh Bourne Trilogy [2002.2004.2007] -lupakan dua film terakhirnya-yang berhasil setidaknya mempertahankan kualitas dari ketiga film awalnya, ataupun Batman Trilogy milik C. Nolan yang sempat meledak pada film keduanya The Dark Knight [2008] dan tetap berhasil menjaga kualitas di film ketiganya, The Dark Knight: Rises[2012]. Ini tidak dimiliki oleh film Inferno [2016], kekuatan akting dan thriller misteri yang ada di dua film sebelumnya seolah lenyap tak berbekas. Analisa dari saya ini dikarenakan naskah yang digarap oleh David Koepp tidaklah sesolid dan sebaik Akiva Goldsman. Ron Howard terpaksa mengeksekusi naskah yang kurang solid tersebut menjadi teka teki yang alih alih membuat penonton berpikir keras sepanjang dua jam untuk kemudian dipuaskan pada klimaks akhir film, malahan menghasilkan film yang seakan ingin tampil pintar saja.

Dari segi kualitas bahan sebenarnya harusnya ini menjadi film puncak dari dua film Langdon sebelumnya, ide akan kehancuran umat manusia sungguhlah menarik, bahkan lebih dibandingkan ‘sekedar’ pencarian Holy Grail ataupun Secret Society macam Illuminatti dalam Angels & Demons serta The Da Vinci Code.

Jangan lupakan juga hal yang paling mengganjal sepanjang film, dimana wabah yang bisa saja menghancurkan umat manusia hanya dibungkus plastik kantong [ini bukan sirup atau limun bruh], WTF, please does anybody thinkin’ about that???

Inferno (2016)_comment.png

LIFE LESSONS

–  Depopulation adalah isu yang serius dan benar adanya, masyarakat harus meyakini bahwa banyaknya penduduk maka banyak masalah adalah tidak selalu benar. Jumlah penduduk yang banyak dengan ditopang dengan ide2 besar dalam penanganan masalahnya yang muncul maka bukanlah menjadi soal.

DID YOU KNOW?

Bahasa Italia disebut sebagai “la langue de Dante in French” dikarenakan Dante Alighieri dianggap sebagai bapak dari Bahasa Italia.

THE INTERVIEW

FILM SERUPA

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Rating_PG_13_Parent Guidance +13 _Bimbingan Orangtua + Anak diatas 13th