Rush (2013), Intensitas Rivalitas Duo Legenda F1

Rush_Rating.png

MOVIE DETAIL

Director: Ron Howard. Writers: Peter Morgan. Stars: Daniel Brühl, Chris Hemsworth, Olivia Wilde. Durasi: 123 minutes . Year: 2013.

AWARDS 

– 2 Nominasi Golden Globe untuk Best Picture & Best Supporting Actor: Daniel Bruhl

TRAILER

 

Rush (17)

Everyone’s driven by something.

PLOT

” Twenty five drivers start every season in Formula One, and each year two of us die. What kind of person does a job like this? Not normal men, for sure. Rebels, lunatics, dreamers. People who are that desperate to make a mark, and are prepared to die trying. My name is Niki Lauda, and racing people know me for two things.

The first is my rivalry with him(James Hunt).

I don’t know why it became such a big thing. We were just drivers busting each other’s balls. To me this is perfectly normal, but other people saw in differently. That whatever it was between us went deeper. The other thing I’m remembered for is what happened on 1st August 1976, when I was chasing him like an asshole…” (Niki Lauda)

Adalah kisah rivalitas dua pembalap yaitu Andreas Nikolaus “Niki”Lauda(Daniel Bruhl) dan James “Hunt The Shunt” Hunt(Chris Hemsworth). Keduanya bertanding di Formula 3 pada awalnya, hingga rivalitas keduanya berlanjut ke ajang yang lebih prestisius, F1.

Niki Lauda adalah seorang anak dari keluarga yang mapan karena bisnis di Austria, ayahnya menghendaki Niki agar meneruskan kejayaaan keluarganya dengan menekuni bidang bisnis. Niki menolak tegas keinginan sang ayah dan memilih jalur kehidupannya sendiri, yaitu dunia balap. Ayahnya menolak tegas mendukung sang anak dan enggan mengucurkan dana sepeserpun baginya.

Niki pantang menyerah. Dengan bermodalkan pinjaman bank dan kehandalannya menyetel mesin mobil F1 sehingga dapat memaksimalkan kecepatannya, Niki berhasil masuk menjadi pembalap di Formula1 bagi Scuderia Ferrari. Di Ferrari dia menjadi rekan satu tim dengan pembalap senior Clay Regazzoni(Pierfransesco Favino). Secara tidak langsung pula nantinya Clay yang membuat Niki bertemu dengan pujaan hatinya, Marlene Knaus(Alexandra Maria Lara). Secara kepribadian Niki adalah orang yang terpelajar, penuh perhitungan, matang, serius serta handal dalam dunia teknis mobil balap,  hal ini menjadikannya juara F1 di musim pertamanya, tahun 1975.

James Hunt: The closer you are to death, the more alive you feel. It’s a wonderful way to live. It’s the only way to drive.

Rival langsung dari Niki di F1 untuk menjadi juara adalah James Hunt. Pembalap dari Britania Raya yang hidup bagai raja. Seks, alkohol, drugs dan pesta adalah 4 hal yang ada di kepalanya selain tentunya dunia balap. Berkat keberaniannya dan kemampuannya bersaing langsung dengan Niki dalam dunia balap dia berhasil mendapatkan tempat di McLaren-Ford menggantikan legenda Brasil Emerson Fittipaldi yang meninggalkan tim itu. Sebelumnya, Hesketh Racing yang dia tempati di Formula3 bangkrut dalam menyokongnya di musim pertamanya di F1. James Hunt adalah pembalap yang mengandalkan passion dan intuisi balap. Dia pada akhirnya melabuhkan hatinya kepada Suzy Miller(Olivia Wilde). Meski akhirnya Suzy memilih untuk mencampakannya dan berselingkuh dengan aktor Richard Burton.

Puncak dari rivalitas keduanya adalah satu tahun pasca kesuksesan Niki meraih gelar pertamanya 1975, yaitu tahun 1976. Di tahun keduanya ini James yang mendapatkan mobil McLaren-Ford yang sepadan dengan Niki dengan Ferrarinya, mulai menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya. Meski masih sering kalah dari Niki, namun James paling mampu menguntit Niki di klasemen pembalap. Tragedi paling memilukan terjadi pada balapan di Jerman tepatnya di sirkuit Nurburgring.

Niki Lauda: I accept every time I get in my car there is a 20% chance I could die, and I can live with it, but not 1% more.

Nurburgring sendiri dikenal sebagai “makam” para pembalap F1, karena tingkat kesulitannya yang tinggi serta resiko kecelakaan yang tinggi pula. Pada hari balapan, hujan deras mendera sirkuit ini, memunculkan was was dari para pembalap akan jalannya balapan. Niki yang penuh perhitungan, mulai khawatir akan keselamatan dirinya. Meski dia mampu mendapatkan fastest lap di kualifikasi tapi kekhawatirannya tidak berkurang.

Niki kemudian mengusulkan kepada pihak F1 untuk mengadakan rapat tertutup antara pihak penyelenggara dengan para pembalap. Diusulkan untuk membatalkan balapan di sirkuit ini karena cuaca yang tidak mendukung. Awalnya banyak yang setuju dengan ide ini, namun karena Niki adalah pembalap yang kurang “friendly” dengan para pembalap lain, maka dia gagal memenangkan hati mereka hingga pembalap lainnya memilih untuk tetap melakukan balapan, sesuai ide dari James Hunt, dimana jika balapan tidak dilaksanakan maka Niki sebagai pemimpin klasemen balap memiliki keunggulan karena berkurangnya satu balapan.

Niki Lauda: I have the track record here. I’m the only person in history to do the Nürburgring in under seven minutes. So actually, it’s to my advantage to race here today. Because I’m quicker than all of you.

Pada akhirnya malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Niki mengalami kecelakaan fatal yang membuat mobilnya slip dan terbakar hebat. Dirinya dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakarnya. Nyawanya nyaris terenggut karena kecelakaan tersebut. James mulai menyesali keputusannya untuk melawan ide Niki untuk membatalkan balapan. Meskipun James akhirnya memenangkan balapan di Nurburgring tersebut.

Kecelakaan di Nurburgring, Jerman, membuat Niki kehilangan beberapa balapan sehingga James dapat “keuntungan” meraih beberapa kemenangan dan mendekati Niki di klasemen balap. Di Rumah Sakit Niki terus berjuang untuk sembuh dan kembali ke lintasan balap. Setelah beberapa minggu dirinya akhirnya berhasil sembuh dan mulai kembali masuk lintasan balap di balapan Italia, dirinya melakukan comeback yang legendaris dengan tidak hanya mampu menyelesaikan balapan tapi juga mampu finish di posisi ke empat di Italia.

Niki Lauda: A wise man can learn more from his enemies than a fool from his friends.

Balapan final terjadi di Grand Prix Jepang. Sebelum balapan hujan deras kembali terjadi, Niki kembali was was akan keselamatan dirinya. Apalagi menimbang bahwa dirinya belum 100% fit dan mengingat akan kecintaannya kepada sang istri. Seri pamungkas ini adalah kesempatan bagi James untuk menyalip Niki di klasemen dan menjadi Juara dunia pertama kalinya. Di lap kedua, Niki memilih mundur dari balapan dan pergi menjauh bersama Marlene. Di sisa waktunya dirinya menjadi saksi dimana si bengal James Hunt meraih gelar juara F1 tahun 1976 tersebut. Niki sendiri kemudian memulai bisnisnya dalam bidang transportasi udara.

LIFE LESSONS

– Rivalitas ada dalam setiap sisi kehidupan manusia. Rivalitas adalah kehidupan itu sendiri, dengannya manusia mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dan berjuang untuk terus mendaki tempat yang lebih tinggi.

DID YOU KNOW?

– Ketika film ini dibuat, Niki Lauda (yang nyaris tewas karena insiden F1 tahun 1976) masih hidup, sedangkan James Hunt sudah wafat pada tahun 1993.

– Niki Lauda kembali memenangkan gelar juara dunia F1 sebanyak 2x sehingga total dia meraih gelar juara F1 sebanyak 3x (1975,1977,1984), James Hunt sendiri hanya memenangkan 1x gelar juara dunia(1976).

– Niki pada akhirnya bercerai dengan Marlene di tahun 1991 dan menikahi pramugari dari maskapainya sendiri bernama Birgit Wetzinger di tahun 2008. Birgit adalah orang yang menyumbangkan ginjalnya bagi Niki.

  • Lihat pula: film dokumenter akan rivalitas dua pembalap ini di BBC documentary: Hunt vs. Lauda: F1’s Greatest Racing Rivals.

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: Yes. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: Yes. Drugs Scene: Yes. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: Yes . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 21+(adult)

MY OPINION

Rivalitas pada ujungnya adalah tentang saling menghormati dan saling iri (dalam konotasi positif) yang akan mendorong tiap insan manusia untuk terus berkembang, berjuang dan menjadi lebih baik. Ron Howard sungguh jeli mengangkat drama insiden F1 tahun 1976 ini untuk kembali mengulik memori publik akan rivalitas dua pembalap legendaris di dunia F1.

Pemilihan dua aktor utama juga sangat tepat, Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl. Keduanya sangat meyakinkan penampilannya. Rivalitas keduanya tertular kepada penonton. Aura sombong dari Chris membuat kita semua jengkel, namun rasa hormatnya kepada Niki, terutama setelah insiden di German Grand Prix sungguh menyita perhatian. Daniel Bruhl juga tak kalah mengkilap penampilannya, aksen cara bicaranya serta gerak geriknya laksana Niki Lauda sungguhan.

Hans Zimmer bekerja dengan luar biasa, scoringnya sungguh ampuh dalam mengelola emosi penonton terutama saat 2 balapan final digelar. Terima kasih kepada Ron Howard yang telah membawa intensitas dunia balap di luar dan dalam lapangan ke ruangan bioskop, sungguh pengalaman yang tak terlupakan dan dramatis sekali perjuangan James Hunt untuk membuktikan diri dan Niki Lauda untuk terus berkompetisi menjadi yang terbaik dan tidak kalah oleh keadaan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s