SPECTRE(2015), Cinta & Kematian dalam Belitan Gurita Dunia Mata-Mata

Spectre DVD.png

MOVIE DETAIL

Director: Sam Mendes. Writers: John Logan, Neal Purvis. Stars: Daniel Craig, Christoph Waltz, Léa Seydoux, Ralph Fiennes, Ben Whishaw, Monica Bellucci, Naomie Harris. Durasi: 148 minutes . Year: 2015.

OSCAR 

– Tidak Ada.

TRAILER

“The dead are alive

PLOT

Layangan di tengah badai, begitulah “The Pale King” mendeskripsikan James Bond dalam situasi saaat ini. Dimana dunia sudah kacau, terutama dunia intelejen. Bond laksana layangan kecil yang terombang ambing akan kepentingan yang jauh lebih besar. Layangan yang ditarik dan dilepas sesuai keinginan sang dalang, yaitu Oberhauser.

SPECTRE, mengungkapkan dalang besar dibalik derita fisik dan batin Daniel Craig, James Bond selama beberapa film terakhirnya, dimulai dari Casino Royale, Quantum of Solace, Skyfall hingga SPECTRE ini. Dalang yang ternyata adalah orang yang paling dekat dengan Bond semasa hidupnya, Oberhauser. Sang pemimpin misterius nan flamboyan dari perkumpulan rahasia berlogo gurita hitam.

Hidup sang jagoan berkode 007 yang memiliki Licence To Kill, nyatanya justru banyak menyimpan tangis dan derita. Seperti diutarakan dalam film, M mengatakan bahwa Bond memang memiliki kekuasaan atas nyawa sang target, tapi itu artinya dia bertanggungjawab atas setiap nyawa yang dicabut. Beban perasaan yang berat akhirnya harus ditanggung Bond dalam setiap misinya. Ini bisa dilihat di endingnya dimana Bond memilih tidak mengakhiri hidup sang “saudara”, dan membiarkannya hidup dalam derita karena gagal membuat Bond menderita.

Seorang agen mata-mata, memang tidak memiliki kehidupan normal. Begitupula seorang Bond. Dirinya memang bergelimang kehidupan mewah, dengan mobil mobil yang keren, wanita wanita (Bond Girls) yang memikat, dandanan yang perlente, serta peralatan canggih tapi sisi manusiawi seorang James Bond tetaplah ada.

Bond tetap memiliki masa lalu, tetap memiliki cinta (ingat Vesper Lynd dan sekarang Dr.Madelaine Swann) dan memiliki rasa, entah itu empati atau simpati. Inilah yang coba diekspos oleh Sam Mendes dalam SPECTRE. Selain kegetiran hidup Bond, juga diselipkan politik dan intrik dunia intelejen serta konflik global.

Banyak pengambilan gambar yang menawan, terimakasih kepada Cinematografer Hoyte van Hoytema (Her, Interstellar, Tinker Tailor Soldier Spy, Let The Right One In),  sedangkan untuk adegan aksi, justru saya terpikat pada adegan pembuka yang megah. Sayangnya, lantunan merdu dari musik yang digubah Thomas Newman tidak dapat maksimal karena naskah yang terkesan sedikit kurang rapi.

Jalinan cerita yang kompleks tampaknya tidak dirangkai dengan menawan, sehingga penonton serasa  tidak terbawa kepada suasana yang ada. Sam Mendes sudah berusaha keras dalam SPECTRE untuk kembali membawa penonton merasakan Bond yang lebih manusiawi (meski dengan wajah dinginnya Daniel Craig), dalam hal ini dia berhasil. Namun sekali lagi, cerita ini justru tidak dirangkai dengan baik, juga ending yang kurang cemerlang, serta terkesan murahan membuat penonton justru banyak kecewa dengannya.

Mungkin memang sudah saatnya sang layangan tua, Daniel Craig untuk ditarik untuk  selanjutnya diulur layangan baru, yang lebih muda dan lebih segar serta dengan konsep cerita yang lebih baru. Entahlah, mungkin Henry Cavill, Michael “Fassy”  Fassbender atau malah Tom Hardy…

SPECTRE - (5)

Mendapati pesan dari M(Judi Dench), setelah kematiannya, James Bond agen 007 (Daniel Craig) terpaksa harus terjun ke lapangan untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tertinggal. M memberikan clue bahwa  jika dirinya mati, Bond harus mendapatkan Marco Sciarra(Alessandro Cremona), seorang assassins dan kepala terorist. Perjalanan akan pencarian Sciarra membawa Bond ke Mexico. Di sana dia membuntuti Sciarra di tengah kepungan pawai Days of The Dead, semacam festival/ parade bagi orang-orang yang sudah mati di Mexico. Bond mengantongi sebuah nama “The Pale King” dari sadapan pembicaraan Sciarra.

Eve Moneypenny: I think you’re just getting started.

Sciarra berhasil dibunuh setelah Bond sempat berkelahi dengannya di dalam helikopter. Bond juga berhasil merebut cincin berlogo gurita hitam milik Sciarra. Kerusakan, kehebohan dan kerusuhan yang ditimbulkan Bond di Mexico tsb berakibat fatal. Bond segera diinterogasi oleh M(Ralph Fiennes) di kantor MI6 di London. Bond menyangkal bahwa dirinya sedang melakukan sebuah misi. M menjelaskan bahwa lingkaran intelejen inggris raya sedang bergejolak dengan terpilihnya, Max Denbigh alias C (Andrew Scott) yang baru. Max Denbigh berambisi untuk menutup program 00 dan membuat sebuah jaringan intelejen 9 negara yang dinamakan 9 eyes. Dimana nantinya 9 eyes bertugas menjadi dinas intelejen gabungan dari 9 negara anggota.

SPECTRE - (1)

Madeleine Swann: Is this really what you want? Living in the shadows? Hunting, being hunted? Always alone?

Bond selanjutnya bertemu dengan Q(Ben Whishaw), yang mengisahkan bahwa Bond diharuskan mendapatkan suntikan di tubuhnya agar dapat diidentifikasi posisinya, kapanpun dan dimanapun. Q menhadiahi Bond dengan jam tangan canggih buatannya. Bond mengatakan bahwa dirinya harus melakukan misi tertentu dan meminta Q menolongnya. Q memberikan waktu bagi Bond 2×24 jam untuk menghilang. Waktu tersebut digunakan Bond untuk pergi ke Roma, Italia untuk menghadiri upacara kematian dari Sciarra.

SPECTRE - (3)

Di Roma, Bond berkenalan dengan istri dari Sciarra bernama Lucia(Monica Bellucci). Lucia mengatakan bahwa kedatangan Bond adalah percuma. Di malam harinya, Lucia diselamatkan nyawanya oleh Bond dari para assassins yang dikirim untuk membunuhnya. Bond lantas mendapatkan informasi dari Lucia bahwa sang almarhum suami adalah anggota suatu organisasi rahasia berlogo gurita hitam. Berbekal cincin keanggotaan Bond menghadiri acara yang diadakan organisasi rahasia tersebut.

Ternyata kehadiran Bond dikenali oleh sang pemimpin organisasi yang bernama Franz Oberhauser(Christoph Waltz). Bond lalu mengambil langkah seribu dan melarikan diri, meski terus dikejar assassins bernama Mr. Hinx tapi Bond berhasil kabur dengan menggunakan pelontar jok yang ada di mobil Aston Martin DB10 yang didapat dari Q.

Oberhauser: Welcome, James. You’ve come across me so many times, yet you never saw me. What took you so long?

Selanjutnya Bond meminta kepada Moneypenny(Naomie Harris) dan Q untuk membantunya menemukan informasi lebih  lanjut mengenai organisasi tersebut, Oberhauser dan The Pale King. Moneypenny mengatakan bahwa Bond harus mendatangi pria yang bernama Mr. White(Jesper Christensen) di Austria pria tsb lah yang diidentifikasi sebagai “The Pale King”. Bond segera meluncur ke Austria. Di sana dia bertemu dengan Mr. White yang sudah keracunan dan menunggu ajal, Mr.White memberikan informasi lanjutan akan suatu tempat bernama L’Americain, Bond berjanji untuk memberikan keselamatan bagi putri Mr. White. Mr.White lalu bunuh diri di tempat tersebut.

SPECTRE - (9)

Bond segera mendatangi anak dari Mr.White, bernama Dr. Madeleine Swann(Léa Seydoux). Dengan berpura pura sebagai pasien dia berhasil masuk ke klinik Dr. Swann. Di sana dia mengatakan kejadian yang terjadi pada ayahnya. Dr. Swann marah dan kecewa, dia segera mengusir Bond. Assasins yang dikirim organisasi rahasia terus mengejar Bond. Selanjutnya Dr. Swann dijadikan alat bagi mereka untuk menarik Bond. Bond yang tahu segera menyelamatkan Dr. Swann. Meski nyawanya berhasil diselamatkan Bond, Dr. Swann masih menaruh curiga kepada Bond.

Dr. Swann akhirnya membukan tabir rahasia yang dinanti Bond. Organisasi rahasia yang dimaksud Bond adalah organisasi bernama SPECTRE, kepanjangan dari  (Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge and Extortion). Semacam organisasi yang berfungsi untuk menangkis/ kontra intelejen. Dr. Swann akhirnya luluh dengan pesona Bond dan memberitahukan suatu hotel di Tangiers, Maroko bernama L’Americain.

SPECTRE - (8)

Di L’Americain orangtua dari Dr. Swann berbulan madu. Dan setiap tahun, keduanya, bersama Dr. Swann selalu mengunjungi L’Americain. Bond dan Dr. Swann akhirnya tahu bahwa di dalam ruangan hotel L’Americain terdapat kamar rahasia. Di dalam kamar rahasia tersebut terdapat suatu alat yang menunjukkan koordinat suatu tempat di tempat terpencil. Bond dan Dr. Swann lantas segera bergegas ke tempat tersebut. Sementara assasins yang dikirim SPECTRE terus mengikuti keduanya. Setelah beradu jotos di atas kereta Bond berhasil membunuh assasins tersebut.

Bond dan Dr. Swann akhirnya tiba di suatu fasilitas laboratorium di tengah padang pasir. Bond sadar bahwa tempat tersebut adalah milik Oberhauser. Oberhauser menemui keduanya dan kemudian berbincang panjang lebar mengenai SPECTRE. Rahasia besar terkuak di sini, Oberhauser adalah saudara tiri dari Bond, karena Bond diangkat anak oleh ayah dari Oberhauser. Oberhauser yang merasa iri maka membuat rencana untuk membunuh ayahnya dan memalsukan kematiannya. Oberhauser lalu menggunakan nama baru Ernst Stavro Blofeld. Oberhauser sendiri adalah ketua dari SPECTRE. Sementara itu C sendiri adalah anak buah tidak langsung dari Oberhauser, begitu pula dengan musuh musuh Bond sebelumnya, seperti Le Chiffre, Dominic Greene dan Raoul Silva.

SPECTRE - (7)

Oberhauser lalu menayangkan rekaman dari cctv yang memperlihatkan kematian ayah dari Dr. Swann. Dr. Swann merasa syok dengan kematian ayahnya ini. Semetara itu Bond dilumpuhkan anak buah dari Oberhauser. Bond lalu dipaksa untuk menerima suntikan yang akan membuat dirinya lupa segalanya. Dr.Swann membantu Bond untuk lolos dari Oberhauser dengan meledakkan jam tangan Bond. Bond dan Dr. Swann segera kabur dengan menggunakan heli, sementara itu fasilitas lab milik Oberhauser meledak dan tak bersisa.

Kembali ke London, Bond bertemu dengan M, Tanner, Moneypenny dan Q. Dr.Swann menjelaskan bahwa dunia Bond bukanlah dunianya, dirinya memilih pergi. Bond terpaksa harus melanjutkan misinya dan mengesampingkan perasaannya kepada Dr. Swann. Bond dkk harus berpacu dengan waktu sebelum 9 eyes dionlinekan dan berjalan. Ketika sedang mengendarai mobil mereka disergap oleh kawanan dari Oberhauser/ C.  Bond dibawa ke gedung lama yang digunakan Oberhauser untuk menyandera Dr.Swann. Bond berhasil melumpuhkan anak buah Oberhauser/ C dan lolos untuk mencari Oberhauser.

Bond lalu bertemu dengan Oberhauser yang ternyata masih hidup. Oberhauser menjelaskan bahwa dirinya ingin Bond menderita dengan mencoba menyelamatkan Dr. Swann dari gedung tersebut dan mati karena Bom waktu yang dipasangnya di gedung tsb atau Bond memilih untuk melarikan diri dan hidup tanpa Dr. Swann. Oberhauser lalu melarikan diri dengan helicopter. Bond berpacu dengan waktu untuk  menyelamatkan Dr. Swann.

Mr. White: You are a kite dancing in a hurricane, Mr Bond.

SPECTRE

Sementara itu di kantor MI6, M bertemu dengan C, keduanya lantas berkelahi. M berhasil membunuh C dan membatalkan peluncuran program 9 eyes. Kembali ke Bond, dia akhirnya menemukan Dr.Swann. Keduanya berhasil lolos dari hancurnya gedung karena Bom dengan menggunakan speed boat mengarungi sungai Thames. Bond lalu mengejar Oberhauser dan menembaki helicopternya. Helicopter Oberhauser lalu jatuh, Bond mendekatinya tapi memilih untuk tidak membunuh Oberhauser.

Bond akhirnya memilih untuk hidup bersama dengan Dr.Swann.

LIFE LESSONS

– Orang yang paling tahu mengenai kelemahan dan kekuatan kita adalah orang-orang dekat kita, karenanya berhati hatilah dalam berbagi rahasia dan hal-hal lainnya kepada mereka.  Mereka adalah laksana Diamond, Priceless, so jaga dengan nyawamu.

Sam Smith benar benar membawakan lagu yang menyayat hati, seolah menggambarkan kegetiran hidup Bond yang hidupnya dilingkupi banyak kematian.

DID YOU KNOW?

– Oberhauser/ Ernst Stavro Blofeld dalam novelnya tidak pernah ditemani kucing persia.

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: Yes. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: No. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: No . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

John Q.(2002), Apa kau akan mempertaruhkan apapun bagi orang-orang yang kau cintai?

John Q._Meter

MOVIE DETAIL

Director: Nick Cassavetes. Writers: James Kearns. Stars: Denzel Washington, Robert Duvall, Ray Liotta. Durasi: 116 minutes . Year: 2002.

OSCAR 

No Oscars.

TRAILER

Give a father no options and you leave him no choice.

Sebuah drama triller bertema penyanderaan biasanya dibungkus banyak aksi dan tembakan, namun dalam John Q.(2002) anda tidak akan mendapati keduanya. Film ini lebih menekankan pada drama keluarga dan sentilan pada dunia kesehatan, terutama di negeri paman sam. Dimana kesehatan mahal harganya. Dunia kesehatan serta rumah sakit berlomba lomba untuk meraup dollar (sepertinya ini juga terjadi di negeri ini), dan juga sindiran akan media, terutama TV yang mengekspos kejadian tanpa teding aling-aling, serta mengutamakan rating dan pemasukan hak siar (ini juga terjadi di negeri tercinta ini).

Film ini membawa kita mendalami karakter John Q., seorang ayah tunggal yang mendapati anaknya mengalami penyakit serius, sehingga butuh keajaiban baginya untuk kembali normal. Berbekal rasa cintanya yang tidak terbatas pada sang anak dirinya rela mempertaruhkan apapun untuk anaknya.

Ada pepatah mengatakan, apakah yang membuat pria menjadi berbahaya, apakah pria yang tak memiliki apapun? ataukah pria yang takut kehilangan segalanya? saya rasa keduanya ada benarnya. Siapapun ketika dihadapkan pada situasi terjepit, live or die, fly or die, pasti insting untuk bertahan hidupnya akan muncul. Sehingga segala rintangan dan halangan dapat diatasi, yang sulit pada kondisi normal akan menjadi mudah, yang mustahil akan menjadi mungkin. Mungkinkah John Q. mendapat keajaiban untuk kesembuhan putra tercintanya? Ataukah dia akan mendapati kenyataan pahit bahwa uang memang segalanya di dunia ini?

PLOT

John Quincy Archibald(Denzel Washington) aka John Q. benar benar sedang dirundung masalah pelik. Awalnya mobil istrinya terpaksa harus disita pihak bank karena menunggak pembayaran beberapa kali. Selanjutnya, dirinya terpaksa mendapatkan pemotongan jam kerja dari pabriknya. Yang ketiga, ketika dia dan istrinya, Denise Archibald(Kimberly Elise), dengan mata kepala mereka sendiri terpaksa menyaksikan sang anak lelakinya, Michael “Mike” Archibald (Daniel E. Smith) harus pingsan saat bermain baseball.

John Q (4)John Q. dan Denise lantas membawa Mike ke rumah sakit terdekat, RS Hope Memorial. Malang tak dapat ditolak ketika pihak RS Hope Memorial mengabarkan kondisi Mike, yang lebih buruk daripada yang mereka duga. Mike mengalami kelainan jantung sehingga memerlukan operasi transplantasi jantung. Biaya yang diperlukan sekitar 3 Milyar.John dan Denise lantas shock dengan kenyataan ini, mengingat mereka berdua cuma pekerja rendahan. Tapi John Q. sempat merasa optimis karena dirinya berharap asuransi dari tempatnya bekerja dapat menutupi biaya RS Mike.

John Q (3)Malang nian ketika, direktur RS Hope Memorial, Rebecca Payne(Anne Heche), mengatakan bahwa karena John Q. sudah mendapatkan pemotongan jam kerja maka dirinya tidak mendapatkan fasilitas kesehatan kelas satu. Artinya John Q. hanya mendapatkan sekitar 200 jutaan untuk biaya asuransi yang mencover Mike. John Q. dan Denise tidak lantas putus asa, mereka mencoba menggalang dana dan mengadaikan serta menjual apapun yang dapat mereka jual. Bahkan John Q. sempat mendatangi pembawa acara TV dengan harapan dirinya dapat menarik simpati publik dengan keadaannya.

Ketika kondisi Mike makin memburuk, pihak rumah sakit masih terus menagih biaya DP untuk menempatkan Mike pada daftar pasien yang mendapatkan transplantasi jantung. DP yang diminta pihak RS sekitar 800 Juta. John Q. makin terjepit dengan situasi ini dan berharap belas kasihan dari pihak RS, tapi hasilnya nihil.

John QDengan gelap mata akhirnya John Q. melakukan tindakan penuh resiko. John Q. menyandera 11 orang di ruangan Emergency RS tsb. Dia kemudian mendapatkan kontak dari petinggi  kepolisian Lt. Frank Grimes(Robert Duvall). Frank meminta John Q. membatalkan niatannya, karena akan berakhir sangat buruk nantinya. John Q. menolak menyerah dan terus meminta agar Mike dimasukkan daftar penerima transplantasi jantung sebelum jam 17.00. Frank terus berpikir agar mendapatkan solusi terbaik dari situasi ini. Sementara itu munculah kepala polisi Gus Monroe(Ray Liotta), yang meminta agar Frank bertindak tegas melumpuhkan John Q..

John Q (8)Di luar gedung RS Hope Memorial, masyarakat mulai resah dengan aksi John Q.. Awak media juga semakin ramai memberitakan aksi John Q. dalam menyandera para pasien serta orang-orang RS. Sementara itu di dalam ruangan Emergency, para sandera mulai sadar dengan motif John Q. melakukan aksinya. Mereka lalu mulai menaruh simpati kepada John Q..

Gus sudah tidak sabar dengan aksi John Q. segera mengirimkan penembak jitu lewat lubang udara. Ketika mendapatkan posisi yang tepat sang penembak segera menembak John Q.. Namun karena diperingatkan salah seorang sandera tembakan tersebut cuma mengenai badan John Q. dan tidak melumpuhkannya. John Q. segera meringkus sang penembak jitu dan menjadikannya sandera.

John Q (7)Payne sendiri akhirnya tersentuh dengan John Q.. Dirinya akhirnya setuju untuk memasukkan Mike ke daftar penerima transplantasi jantung. John Q. senang dengan hal tersebut. Tapi dia baru sadar bahwa ternyata kondisi Mike sudah memburuk. John Q. lalu meminta Frank untuk membawa Mike dan Denise ke dalam ruangan emergency dengan imbalan dirinya akan menyerahkan sang sandera penembak jitu. Frank setuju dan Mike serta Denise segera dibawa masuk ke ruangan tersebut.

Kondisi Mike sudah sangat parah sehingga operasi harus segera dilakukan, John Q. makin kalap dengan aksinya dan meminta untuk operasi segera dilakukan. Berhubung di dalam ruangan tersebut juga terdapat dokter bedah dia memintanya untuk mengambil jantungnya dan memindahkannya ke Mike. Awalnya dokter tersebut menolak, tapi karena terus dipaksa dirinya setuju. John Q. berniat untuk bunuh diri dengan pistol hingga Jantungnya dapat diambil dan dipindahkan ke Mike, tapi pada saat saat terakhir dirinya terpaksa menggagalkan aksinya ini karena RS mendapatkan jantung dari donor yang mati kecelakaan.

John Q. harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dirinya diputus bersalah atas aksi penyanderaannya dan dipenjara selama 5 tahun. Tapi mendapati Mike kembali sehat serta istrinya kembali bahagia tidak ada bandingannya.

John Q. Archibald: I AM NOT GOING TO BURY MY SON! MY SON IS GOING TO BURY ME!

LIFE LESSONS

– Kasih orang tua adalah tidak terbatas kepada anaknya, meski kadang mereka bersikap keras, tapi percayalah bahwa itu semua demi kebaikan sang anak. Satu satunya -mungkin- orang yang rela mati -dalam artian sebenarnya- bagi kita adalah orang tua kita.

DID YOU KNOW?

– Dalam naskah aslinya John Q. akhirnya bunuh diri.

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: No. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: Yes. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: No . Profanity: Yes . Gore Scene: Yes.

OVERALL: 21+(dewasa)