Scenic Route (2013), Test Kejiwaan di Tengah Gurun Gersang

MOVIE DETAIL

Scenic_Route -  (4)

Director: Kevin Goetz, Michael Goetz. Writers: Kyle Killen  .

Stars: Josh Duhamel, Dan Fogler.

Durasi: 82 minutes . Year: 2013.

“There is no turning back”

OSCAR 

– No Oscar.

PLOT

Mitchell(Josh Duhamel), adalah seorang pria tampan usia 30-an yang tega meninggalkan impiannya untuk menjadi musisi/ penyanyi rock demi karirnya sebagai pegawai kantor biasa, sedang Carter(Dan Fogler) adalah pria gemuk usia 30-an, typical lazyman serta pengangguran yang menghabiskan hidupnya untuk menekuni kesenangannya untuk menulis novel. Keduanya adalah sahabat karib yang hubungannya panas dingin.

Diceritakan keduanya mengarungi perjalanan menggunakan mobil berdua melewati padang pasir di Amerika. Di tengah jalan mobil pickup yang disetiri oleh Carter tiba-tiba mati, Carter segera turun dan mengecek mobilnya. Mitchell yang ketiduran sepanjang perjalanan akhirnya juga terbangun. Sempat kesal dan kebingungan keduanya kemudian menunggu kedatangan orang lewat. Untunglah tiba tiba ada pengendara mobil lewat. Mitchell gembira ria karena merasa akan mendapat tumpangan setidaknya sampai ke kota. Tapi tiba tiba Carter mencegah Mitchell yang akan numpang mobil tersebut.

Carter menjelaskan bahwa dia sengaja mengerjai Mitchell, dengan mencopot salah satu kabel di mobil hingga mobil tidak dapat distarter. Mitchell kesal dengan lelucon tidak lucu ini. Carter beralasan bahwa dirinya sengaja melakukannya untuk menarik perhatian Mitchell dan bisa mengajaknya ngobrol. Sebab sepanjang perjalanan keduanya memang tidak pernah ngobrol. Carter merasa idenya cemerlang. Mitchell segera meminta Carter untuk memasang kabelnya kembali dan mencoba menghidupkan mobilnya. Setelah dicoba segalanya berjalan dengan baik. Mobil kembali dapat distarter. Si pengendara mobil yang sempat mereka cegat akhirnya mereka perbolehkan pergi.

Tak dinyana setelah itu terjadi perdebatan akan kelakukan Carter tersebut. Lebih parah lagi karena setelah dicoba dihidupkan kembali mobilnya enggan hidup. Malangnya baik Mitchell maupun Carter tidak punya pengalaman mengutak atik mobil.Keduanya pun segera saling menyalahkan atas kondisi yang terjadi ini. Setelah mencari tahu dari peta yang mereka bawa ternyata jarak untuk kembali ke kota terakhir adalah amat jauh, begitu pula untuk menuju kota yang mereka ingin tuju, jaraknya lebih jauh lagi. Alhasil keduanya terpaksa menunggu adanya orang lewat lagi. Lebih gawat lagi karena di tempat tersebut tidak ada air, makanan dan sinyal HP.

Diselingi pertengkaran pertengkaran akhirnya terungkaplah fakta menarik akan keduanya. Mithcell mengakui bahwa dirinya sudah yakin telah mengambil keputusan keliru ketika meninggalkan cita-cita nya untuk menjadi penyanyi band rock. Selain itu Mitchell juga mengaku bahwa hubungannya dengan sang istri, Joanne sudah tidak harmonis lagi. Bahkan Mitchell mengaku sudah bosan berhubungan seks dengan Joanne. Mitchell mengaku bahwa dirinya sempat berselingkuh dengan cewek berusia 21 tahun saat mengikuti seminar dalam pekerjaannya. Selain itu Mitchell juga mengaku bahwa dari dulu dia sempat mengidamkan memiliki potongan rambut mowhawk seperti Travis Bickle, di film Taxi Driver(1979), namun urung kesampaian. Sementara itu Carter juga mengaku bahwa dirinya tidak cocok dengan Joanne. Dia juga merasa kurang yakin dengan cerita novel yang ditulisnya. Kehidupan pribadi, keluh kesah dan kegusaran hati kedua insan tersebut akhirnya terbongkar dalam percakapan-percakapan mereka.

Carter kemudian mengusulkan agar Mitchell memotong rambutnya seperti rambut Travis Bickle. Selain karena ini adalah di tengah gurun pasir yang mana membuat tidak ada siapapun akan peduli, juga karena siapa tahu besok keduanya sudah mati sehingga ide untuk rambut mohawk tersebut pantas dicoba. Pada awalnya Mitchell menolak mentah mentah, karena merasa bahwa ide tersebut konyol dan tidak masuk akal, bahkan dirinya pasti dicap orang gila. Tapi ketika Carter menunjukkan bahwa dia membawa alat serbaguna yang bisa digunakan untuk mencukur pula, Mitchell terpaksa menyerah. Mitchell bersedia untuk dicukur Mohawk.

Esok harinya keduanya terpaksa minum dari air yang ada di mobil, air yang sebenarnya berfungsi untuk mencuci kaca bagian depan mobil terpaksa mereka minum karena kehabisan air dan bekal. Hingga pada tengah hari mereka dilewati seorang ibu tua dengan mobil nya. Carter sempat menghentikan mobil tersebut dan memintanya untuk memberi tumpangan. Si ibu tua agak ragu karena melihat Mitchell yang berpotongan rambut aneh dan bekas bekas luka serta darah yang ada di mukanya (karena pertengkarannya dengan Carter, Mitchell hingga berdarah darah mukanya dan hidungnya patah), karena tidak sabar Mitchell justru memaksa masuk ke mobil. Si ibu tua tersebut lantas segera tancap gas karena mengira mereka adalah para penjahat. Carter kesal dan memarahi Mitchell yang tidak sabaran sehingga membuat ibu tua tersebut mengambil langkah seribu.

Ketika hari menjelang senja keduanya terlibat pertengkaran keras, pukulan Mitchell dengan Crutch-nya (catatan: salah satu kaki Mitchell dari awal film dikabarkan sedang sakit hingga memaksanya menggunakan Crutch), membuat carter pingsan. Mitchell yang panik mengira bahwa Carter tewas. Dia segera menyiapkan kuburan di dekat tempat tersebut. Setelah siap Mitchell segera menarik Carter ke lubang yang disiapkannya sebagai kuburan Carter. Namun Carter justru malah terbangun, saat sadar dia malah marah marah karena mengira bahwa Mitchell sudah berusaha menguburnya hidup hidup.

Carter ngambek dan segera pergi. Tapi di tengah malam dirinya justru kembali ke mobil karena tidak tahu harus kemana. Esok harinya setelah berusaha mencari bantuan tapi gagal, Mitchell dan Carter mencoba untuk melakukan perjalanan yang memungkinkan mereka mendapat bantuan. Mitchell menghitung bahwa jika mereka terus berjalan dengan keadaan seperti itu mereka setidaknya dalam satu hari bisa mendapatkan pertolongan.

Nasib baik seperti menaungi mereka ketika mereka menemukan adanya tiang listrik yang menuju suatu tempat. Mereka mengira bahwa kabel kabel di tiang tersebut pastinya menuju ke suatu pemukiman/ kota. Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka menemukan suatu rumah yang sudah ditinggal pemiliknya, di sana mereka mendapatkan air dari tampungan air yang ada di tempat tersebut.

Tiba tiba HP dari Mitchell berbunyi, Mitchell segera berinisiatif untuk menelepon ambulans. Cerita berlanjut bahwa Mitchell dan Carter selamat dari tempat tersebut dan kembali ke kehidupan mereka sebelumnya. Mitchell juga keluar dari pekerjaan lamanya untuk menekuni passionnya sebagai penyanyi rock band. Sedangkan Carter kembali menulis novelnya dan menyelesaikan tulisannya. Bahkan Carter sekarang sudah tinggal bersama Mithcell. Sedang Mitchell kembali ke keluarganya dan mulai harmonis dengan sang istri dan anak semata wayangnya. Mitchell dan Joanne kemudian berinisiatif untuk pergi mengelilingi dunia dan mencari kesegaran dalam hubungan suami istri mereka, sementara Carter tinggal di rumah mereka. Hingga suatu malam Mitchell mengganggu Carter dengan mengatakan bahwa dirinya khawatir bahwa kehidupannya yang sempurna pasca kejadian di tengah gurun yang mereka lalui berdua adalah hanya imajinasi mereka saja. Bahwa ternyata mereka berdua tidak pernah keluar dari tempat mengenaskan tersebut dan mati di sana.

Scenic_Route -  (1)

Scenic_Route -  (3)

Scenic_Route -  (1)

Scenic_Route -  (2)

Scenic_Route -  (5)

Scenic_Route -  (6)

LIFE LESSONS

– Setiap manusia memerlukan sahabat, seseorang yang mengerti kita luar dalam, tempat berbagi kesenangan, kesedihan dan kegilaan.

DID YOU KNOW?

Film ini adalah film perdana dari Kevin Goetz & Michael Goetz, sebelumya keduanya sempat membuat film pendek berjudul Mass Transit (1998).

THE INTERVIEW

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Sex scene: Yes, not explicit. Gay/ Lesbian: No. Violence Scene: Yes. Smoking Scene: No. Drugs Scene: No. Alcohol Drinking: Yes . Profanity: No . Gore Scene: No.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

MY OPINION

Scenic_Route -  (9)

Travis Bickle dalam Taxi Driver(1979)

Perjalanan panjang dengan medan berat & terperangkap di gurun panas antah berantah akan mengetes kejiwaan kedua tokoh, Mitchell & Carter. Secara psikologis kedua tokoh diperas habis. Gurun pasir yang gersang menjadi saksi akan kegilaan mereka berdua, menjadi saksi bisu atas pengakuan dosa yang disampaikan Mithcell dan kebodohan Carter.

Josh Duhamel telah membuktikan kepada dunia bahwa dirinya tidaklah hanya bermodal tampang ganteng untuk tenar. Dia membuktikan bahwa dirinya memang memiliki talenta. Sedang untuk Dan Fogler, entah kenapa saya selalu mengingatkan pada Zach Galifianakis/ Alan dalam triologi The Hangover (2009)(selain karena rambut ikal & brewok penganggurannya, juga karena kesintingannya dan kedunguannya), juga berhasil menjalankan perannya dengan baik. Skenario ditulis cukup rapi serta enak diikuti, hanya ketegangan entah mengapa intensitasnya kurang menurut saya, begitu pula ending yang ambigu, entah mengapa membuat beberapa kalangan berbeda pendapat mengenai hal ini, tapi menurut saya ini tidaklah mengapa. Kadang suatu film memang menghasilkan kesan yang berbeda & intepretasi yang berbeda dari setiap orang.

Film ini seakan menjadi pengingat kita akan kehidupan, mengajak kita untuk merenung dan berpikir sejenak. Bahwa hidup kita kadang kita habiskan untuk sesuai yang bukan passion kita, bahwa waktu kita telah kita habiskan bukan untuk sesuai yang kita inginkan melainkan karena tuntutan banyak pihak, bahwa kehidupan kita kadang telah memenjara kita, tidak secara fisik, tapi secara psikologis sehingga kita sulit berkembang. Kadang kita perlu dihadapkan pada medan berat tanpa persiapan dan rencana hingga kita menyadari potensi diri kita sebenarnya, menyadari posisi kita saat ini, menyadari impian impian apa yang sebenarnya kita perlu perjuangkan, bukan yang orang lain ingin kita perjuangkan.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s