VERTIGO(1958), Cerita Romansa Dalam Balutan Psikologikal Thriller Nan Suram

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Alec Coppel, Samuel A. Taylor(Naskah), Pierre Boileau, Thomas Narcejac( Novel D’entre les morts ), Maxwell Anderson  . Bintang:  James Stewart, Kim Novak, Barbara Bel Geddes. Durasi: 128 menit . Tahun Rilis: 1958.

PENGHARGAAN OSCAR

– 2 Nominasi Oscar: Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White or Color, Best Sound.

JALAN CERITA(PLOT)

VERTIGO - (6)

A Hitchcock thriller. You should see it from the beginning!

John/ Johnnie ‘Scottie’ Ferguson(James Stewart) adalah mantan detektif kepolisian. Pada suatu ketika Scottie dan kawannya sedang mengejar seorang penjahat di atap gedung, nahas bagi Scottie dia terselip sehingga nyaris jatuh dari atap gedung. Temannya tersebut lantas mencoba untuk menolongnya. Bukannya berhasil, temannya tersebut malah jatuh dan mati. Dan Scottie terpaksa menjadi saksi peristiwa tragis tersebut.

Kejadian ini membuat Scottie menjadi phobia terhadap ketinggian dan mengalami vertigo ketika berada dalam situasi yang sama dengan kejadian tersebut. Karena merasa tidak mampu lagi bekerja dengan maksimal dikarenakan kelemahannya tersebut Scottie akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian.

Hari harinya kini dilewati dengan beristirahat di apartemennya dengan kadang-kadang ditemani oleh teman wanitanya, Midge Wood(Barbara Bel Geddes). Midge sendiri adalah wanita cantik yang suka melukis, diam diam dia sepertinya menaruh hati kepada Scottie. Kedamaian Scottie dalam masa pensiun terganggu ketika salah satu teman lamanya, Gavin Elster(Tom Helmore) datang ke San Fransisco. Gavin kemudian mengajak Scottie untuk bertemu.

VERTIGO - (15)

Di sana Gavin meminta secara langsung kepada Scottie untuk bekerja secara pribadi kepadanya. Gavin yang merupakan pengusaha sukses memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Madelaine Elster(Kim Novak). Hal yang membuatnya cemas adalah akhir akhir ini Madelaine menampakkan kebiasaan yang aneh. Jadilah Scottie diminta Gavin untuk membuntuti sekaligus mencari tahu dibalik sikap aneh dari Madelaine itu.

Gavin Elster: Scottie, do you believe that someone out of the past – someone dead – can enter and take possession of a living being?

Awalnya Scottie menolak untuk membantu temannya tersebut, tapi karena terus didesak dirinya akhirnya mau menerima pekerjaan tersebut. Keesokan harinya dia membuntuti Madelaine.

Dia terus menerus membuntuti kemana Madelaine pergi. Hari demi hari dilewati membuatnya makin curiga karena Madelaine sering pergi ke tempat tempat yang tidak biasa. Diantaranya pergi ke galery seni dan menonton suatu lukisan wanita selama berjam jam, tidak hanya itu saja dia juga mengetahui bahwa Madelaine sering berkunjung ke makam, membeli buket bunga yang sama dengan di lukisan dan kegiatan kegiatan tidak biasa lainnya.

VERTIGO - (8)

Setelah melaporkan hal ini kepada Gavin, dia baru diberi informasi bahwa Madelaine mengalami kutukan atau gangguan dari nenek moyangnya yaitu Carlotta Valdes. Yang memungkinkan Madelaine untuk memiliki kecenderungan bunuh diri seperti nenek moyangnya dulu.

VERTIGO - (10)

Di suatu hari ketika Scottie sedang membuntuti Madelaine, akhirnya perkataan Gavin menjadi kenyataan. Madelaine mencoba bunuh diri dengan terjun ke teluk San Fransisco. Tanpa pikir panjang Scottie langsung terjun untuk menolong Madelaine. Dia lalu membawa Madelaine ke apartemennya untuk dirawat. Di tempat tersebutlah benih benih cinta justru timbul di antara keduanya. Midge sendiri sempat memergoki Madelaine keluar dari apartemen Scottie. Hal ini jelas membuat Midge cemburu kepada Scottie.

Scottie: I love you, Madeleine.

Madeleine: I love you, too. It’s too late.

Scottie diberitahu bahwa Madelaine sering bermimpi aneh, dan ketika dia dan Madelaine pergi ke suatu pantai dia sadar bahwa tempat yang ada dalam mimpi buruk Madelaine adalah Mission San Juan Bautista. Dia dan Madelaine lalu pergi ke gereja tersebut. Madelaine mengungkapkan bahwa dia mencintai Scottie. Madelaine lalu lari pergi menuju tower gereja tersebut. Ketika Scottie mencoba untuk menghentikannya dia tertahan karena Vertigonya kambuh dirinya tidak kuasa untuk mencegah Madelaine terjun bunuh diri dari atas tower tersebut.

James Stewart - vertigo

Gavin Elster: There’s no way for them to understand. You and I know who killed Madeleine.

Dirinya lalu diinterogasi pihak berwenang, sementara Gavin yang terpukul memilih jalan pergi ke Eropa untuk melupakan Madelaine. Meski akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian, penyesalan akan kehilangan Madelaine begitu terasa dalam diri Scottie. Dirinya kemudian depresi berat.

Ketika rasa penyesalan dirinya sudah mulai mereda justru dirinya bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Madelaine. Scottie akhirnya tahu bahwa wanita tersebut bernama Judy Barton(Kim Novak) yang berasal dari Kansas.

Setelah mengikutinya ke tempat dia singgah, Scottie memutuskan untuk mengajak Judy makan malam. Meski ragu namun pada akhirnya Judy memenuhi permintaan dari Scottie. Kisah cinta keduanya kemudian berlanjut.

VERTIGO - (7)

Di suatu malam ketika keduanya sedang jalan bersama, Scottie merasa mengenali kalung yang dipakai oleh Judy. Dia segera menyadari siapa Judy sebenarnya. Karenanya dia kemudian bersikeras untuk membuat Judy semirip mungkin dengan almarhum Madelaine. Judy menolak keras pada awalnya, tapi karena didorong rasa cintanya kepada Scottie dirinya akhirnya pasrah untuk mengikuti kemauan Scottie.

Scottie suatu hari mengajak Judy pergi ke gereja dimana Madelaine tewas. Dia bersikeras untuk memaksa Judy untuk naik ke tower dimana Madelaine tewas. Judy menolak, tapi karena terus didorong oleh Scottie dia tidak punya pilihan lain.

VERTIGO - (9)

Di atas tower Scottie akhirnya merasa dapat mengatasi vertigonya. Dia kemudian menyatakan bahwa dia tahu Judy adalah Madelaine yang ditemui ketika peristiwa kematiannya. Dia mengetahui hal tersebut karena melihat kalung yang dipakai oleh Judy. Judy akhirnya mengatakan kejadian sebenarnya bahwa dia adalah orang yang diminta untuk seolah olah menjadi Madelaine demi menutupi niatan Gavin yang ingin membunuh Madelaine.

Di saat kejadian Madelaine tewas, sebenarnya adalah Gavin yang melempar Madelaine dari atas tower. Gavin dan Judy lalu pergi melalui jalan pintas dari atas tower. Scottie dipilih oleh Gavin karena Gavin tahu bahwa Scottie memiliki phobia terhadap ketinggian.

VERTIGO - (24)

Judy juga mengatakan bahwa kalung yang dipakainya adalah kalung dari Gavin yang diberikan sebagai tanda terima kasih karena telah mau berpura pura menjadi Madelaine. Judy juga mengungkapkan bahwa dirinya benar benar cinta kepada Scottie. Itulah alasan mengapa dirinya mau untuk didandani seperti Madelaine. Belum sempat keduanya melanjutkan perbincangan, datanglah seorang biarawati dari gereja tersebut. Judy yang kaget lalu salah melangkah hingga membuat dirinya terjatuh dari Tower. Sementara itu Scottie hanya bisa melihat wanita yang dikasihinya “mati lagi”. Sang biarawati sendiri lalu membunyikan lonceng gereja di atas tower tersebut untuk memberikan peringatan pada orang orang bahwa ada kejadian bunuh diri lagi.

VERTIGO - (27)

VERTIGO - (1)

VERTIGO - (28) VERTIGO - (2)  VERTIGO - (4) VERTIGO - (5)       VERTIGO - (12) VERTIGO - (14)
VERTIGO - (16) VERTIGO - (17)
VERTIGO - (19) VERTIGO - (20) VERTIGO - (22)

VERTIGO - (18) VERTIGO - (23)VERTIGO - (25)TOP QUOTES

Scottie: You shouldn’t keep souvenirs of a killing. You shouldn’t have been that sentimental.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kita harus senantiasa sadar terhadap perilaku kita, terhadap orang orang di sekitar kita, karena bisa jadi, teman baik sekalipun menusuk dari belakang di suatu waktu.

TAHUKAH KAMU?

– Grace Kelly adalah aktris favorit dari sang sutradara Alfred Hitchcock, seiring dengan kesuksesannya menaklukan hati pangeran Monaco, Hitchcock berpaling kepada Vera Miles. Vera sendiri rencananya akan memerankan Madelaine/ Judy, tapi karena dia saat itu malah mengandung, Hitchcock nampaknya tidak tertarik lagi untuk bekerjasama setelah kehamilannya. Jadilah peran Madelaine/ Judy diserahkan  kepada Kim Novak. Nampaknya Hitchcock tidak benar benar melupakan Vera. Buktinya di film selanjutnya dia masih bekerja sama dengannya yaitu di film Psycho(1960).

– Seperti kebanyakan filmnya, Hitchcock menjadi cameo di film ini pula. Ini dia screeshootnya:

VERTIGO - (26)

– James Steward saat syuting dilakukan berusia 49 tahun sedangkan Kim Novak 24 tahun. Mungkin dikarenakan usia James Stewart yang makin terlihat tua untuk memerankan tokoh pria protagonis di film film Hitchcock selanjutnya dia tidak pernah lagi ambil bagian.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK . Adegan Berdarah: TIDAK, ada adegan bunuh diri dan adegan jatuh dari ketinggian . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Tidak heran film ini mampu menjungkalkan kedigdayaan dari Citizen Kane di polling BFI Sight & Sound Magazine, yang menjadikan film ini nomor satu di polling tersebut. Karya Hitchcock yang satu ini bahkan digadang gadang adalah salah satu karya terbaik dari Hitckcock semasa jayanya. Film ini tidak lepas dari ciri khas seorang Hitchcock, plot cerita yang misterius, dengan suasana suram sepanjang film, serta teknik pengambilan gambar untuk mendapatkan sensasi vertigo, serta plot twist yang membuat penonton melonjak dari bangku tempat duduknya. Dua jempol untuk Hitchcock.

Dari departemen akting, Kim Novak dan James Steward berakting dengan baik, mampu menampilkan chemistry di antara keduanya. Dengan gubahan lagu latar yang ikut membawa penonton makin terbius dengan suasana suram, nampaknya film ini memang salah satu yang terbaik yang dihasilkan Hitchcock.

Secara pribadi saya lebih menfavoritkan Psycho, tapi setidaknya film Vertigo ini lebih baik dalam penilaian saya dibanding Rear Window .But Afterall, Recomended Film!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s