Psycho (1960), (Just Another) Masterpiece From Alfred Hitchcock

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Joseph Stefano (Skenario), Robert Bloch(Novel)  . Bintang: Anthony Perkins, Vera Miles, John Gavin, Janet Leigh, Martin Balsam . Durasi: 109 menit . Tahun Rilis: 1960.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk4 kategori:

Best Actress in a Supporting Role . Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White . Best Cinematography, Black-and-White . Best Director.

PSYCHO - (30)

The picture you MUST see from the beginning… Or not at all!… For no one will be seated after the start of… Alfred Hitchcock’s greatest shocker Psycho

JALAN CERITA(PLOT)

Marion Crane(Janet Leigh) adalah tipikal wanita muda, cantik dan pekerja kantoran. Tinggal di Phoenix, Arizona, USA dia bekerja di suatu kantor penjualan dan penyewaan properti. Marion memiliki seorang pacar bernama Sam Loomis(John Gavin). Suatu siang, di sela waktu makan siang, dia dan Sam bertemu di suatu hotel untuk bersenang-senang. Di waktu senggang tersebut mereka juga membicarakan sebuah ide untuk pergi jauh dari Arizona dan tinggal berdua.

Suatu hari datanglah ke kantor Marion seorang pelanggan yang tajir sekaligus genit bernama Tom Cassidy(Frank Albertson). Dia berniat untuk membelikan anak perempuannya sebuah rumah sebagai hadiah perkawinannya. Tidak seperti kebanyakan pelanggan lainnya, dia membawa uang cash sebanyak 40.000$. Dikarenakan hari itu adalah Hari Jumat, sedangkan bank di Hari Sabtunya tutup maka bos Marion, George Lowery(Vaughn Taylor ) menyarankan Marion untuk mengamankan uang tersebut, untuk kemudian disetorkan ke bank di Hari Senin di minggu depan. Marion setuju dan segera membawa uang tersebut pulang ke apartemennya.

Marion yang tidak tahan akan godaan uang yang sangat besar tersebut akhirnya memutuskan untuk membawa lari uang tersebut ke luar negara bagian. Dia kemudian berkemas kemas. Dengan mobilnya dia meluncur ke negara bagian lainnya (kalau tidak salah San Fransisco).

5

Di perjalanannya dia sempat dikenali oleh salah satu pelanggannya. Tapi Marion berhasil meneruskan perjalanannya. Hingga malam hari dia terus mengemudikan mobilnya. Dalam perjalanannya melarikan uang tersebut, Marion terus menerus dihantui oleh perasaan tidak tenang. Jadilah dia memilih untuk menepikan mobilnya untuk dapat memejamkan matanya barang sebentar.

Highway Patrol officer: Is anything wrong?

Marion Crane: Of course not. Am I acting as if there’s something wrong?

Highway Patrol officer: Frankly, yes.

Esok paginya dia dikejutkan ketika salah seorang polisi patroli mengetuk mobilnya. Marion terbangun dan kaget. Polisi tersebut kemudian menanyakan beberapa hal kepada Marion, Marion berhasil mengelak dan kemudian meneruskan perjalanannya. Marion sempat mampir ke tempat penjualan mobil bekas, disana dia menukar tambah mobilnya dengan mobil yang berpelat San Fransisco untuk melancarkan aksinya kabur. Dia membayar pemilik tempat tersebut dengan 700$ cash ditambah dengan mobil lamanya. Polisi yang dari tadi menguntitnya merasa aneh dengan gerak gerik Marion tersebut. Marion lantas kabur dengan mobil yang baru dibelinya tersebut.

6

Sialnya di malam harinya dia mendapati cuaca memburuk, hujan serta angin memaksanya untuk tidak meneruskan perjalanannya. Lebih sialnya dia harus terpaksa menginap di salah satu hotel yang tersembunyi dan tidak populer di tempat tersebut, yaitu Bates Motel.

Oh, we have 12 vacancies. 12 cabins, 12 vacancies.

(Norman)

Selain Motel tersebut bernuansa seram, di sana juga semua kamarnya kosong. Marion juga terpaksa harus membunyikan klakson, karena sang pemilik motel tampaknya tidak berada di kantor motel tersebut, melainkan berada di rumah besar nan misterius di belakang motel tsb. Akhirnya dia bertemu dengan pria pemilik motel tersebut. Dia bernama Norman Bates(Anthony Perkins).

Norman kemudian mempersilakan Marion untuk mendaftar di buku pendaftaran tamu motel. Marion merasa bahwa dia tidak seharusnya untuk menuliskan nama aslinya di sini untuk mengamankan diri dari kejaran orang orang yang menginginkan uang yang dia bawa kabur. Maka karena itu dia menggunakan nama samaran.

Norman Bates yang merasa kasihan kepada wanita secantik Marion yang harus hujan hujanan dan menempuh perjalanan di malam hari sendirian akhirnya menawarkan makan malam bersama. Marion sungkan untuk menolak ajakan dari Norman. Dia lalu setuju. Tapi ketika Norman kembali ke rumah untuk mengambil makan malam dia dimarahi habis habisan oleh sang ibu. Marion merasa tidak enak dengan sikap ibunya Norman yang seakan tidak senang dengan kedatangan Marion. Jadilah Norman Bates bercerita banyak saat makan malam dengan Marion.

Norman Bates: It’s not like my mother is a maniac or a raving thing. She just goes a little mad sometimes. We all go a little mad sometimes. Haven’t you?

Marion Crane: Yes. Sometimes just one time can be enough.

Norman Bates menyatakan bahwa dia adalah anak tunggal yang tinggal bersama dengan ibunya yang sakit sakitan. Dia tidak tega meninggalkan ibunya sendirian. Dan dia juga menganggap bahwa ibunya adalah teman terbaik dari dirinya. Selain itu dia menghabiskan waktunya untuk mengoleksi burung untuk dijadikan patung, selain tentunya mengelola Bates Motel. Seolah menunjukan pribadi yang aneh dan misterius, Marion merasa harus berhati hati dalam melakaukan perbincangan dengan Norman. Norman sendiri merasa mendapatkan teman dengan adanya Marion. Bahkan dia terlihat memiliki ketertarikan kepada Marion.

Setelah makan malam selesai, Marion minta ijin untuk istirahat terlebih dahulu. Meski Norman menawarkan untuk berbincang bincang lebih lanjut. Marion terpaksa harus menolaknya dengan alasan perjalanan besok masih sangat panjang. Norman terpaksa melepaskan Marion untuk berisirahat. Marion segera ke kamar No.1 dimana dia menginap, tepat di samping ruangan kantor Norman. Norman ternyata memiliki lubang rahasia untuk mengintip kamar Marion. Di sana dia kemudian tahu bahwa Marion pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum tidur.

1

Norman lantas bergegas kembali ke rumahnya. Saat Marion sedang menikmati mandi showernya untuk melepaskan rasa lelahnya seharian mengemudi tiba tiba dari belakang ruangan mandinya tampaklah Ibunya Norman datang dengan membawa pisau besar. Cratsss.. Cratss… Cratss jadilah tubuh Marion ditusuk tusuk oleh sesosok wanita tua misterius tersebut. Marion yang berjuang bertahan hidup tidak mampu bangkit dan akhirnya tewas di bath tub tersebut.

Norman yang mendengar suara teriakan dari Motel berlari ke motel. Di sana dia mendapati Marion yang sudah tewas dengan banyak luka tusukan. Dia kemudian sadar bahwa ibunya yang melakukan perbuatan keji tersebut. Norman lantas membereskan jasad Marion, barang barangnya, termasuk uang 40.000$ yang Marion simpan di lipatan koran harian yang dia ambil saat tukar tambah mobil. Semua barang barang tersebut dan mobil Marion serta jasad Marion oleh norman di buang ke tempat rahasia, yaitu sebuah lumpur hidup. Norman sempat agak panik tapi dia dapat mengendalikan keadaan, kemudian membereskan seluruh kamar No.1 dimana Marion menginap.

3

Kepergian Marion yang tanpa kabar dari Hari Jumat mengagetkan seisi kantornya. Bos Marion dan pemilik uang 40.000$ kemudian menyewa seorang detektif pribadi bernama Milton Arbogast(Martin Balsam). Arbogast lantas bekerja sama dengan kakak perempuan Marion, Lila Crane(Vera Miles) dan kekasih Marion, Sam Loomis. Penyelidikan Arbogast dari hotel ke hotel akhirnya berakhir di Bates Motel. Arbogast mengenali jenis tulisan Marion yang ada di buku pendaftaran dari contoh tulisan Marion yang dia simpan.

Norman Bates: She might have fooled me, but she didn’t fool my mother.

Setelah bertanya panjang lebar kepada Norman dia menyadari bahwa Norman telah banyak memberikan jawaban yang tidak jujur. Dia menyimpulkan bahwa Norman sudah menyembunyikan Marion bersamanya (mungkin di rumah besar di belakang Motel). Arbogast lantas pergi menelepon Lila mengabarkan hal tersebut. Dia berjanji paling lama 1 jam lagi dia akan kembali. Lila setuju.

Dia kemudian kembali ke Bates Motel, disana dia menyelinap masuk ke rumah besar di belakang motel. Tanpa disadari, ketika dia hendak naik tangga, Ibunya Norman sudah keluar dengan membawa pisau dan  menyerangnya. Arbogast yang tidak siap lalu jatuh tersungkur. Arbogast akhirnya juga tewas di tangan ibunya Norman. Norman lantas membereskan mayat Arbogast dan membuangnya ke lumpur hidup. Tempat yang sama dimana dia membuang jasad Marion.

Merasa Arbogast tidak menepati janjinya untuk segera kembali, Lila makin khawatir. Dia menekan Sam untuk melakukan sesuatu. Sam dan Lila akhirnya memutuskan untuk menghubungi deputi polisi daerah tersebut Al Chambers(John McIntire) dan meminta bantuannya. Meski di tengah malam hari dia disambut sang deputi bersama dengan istrinya.

Demi meyakinkan bahwa Arbogast baik baik saja, sang deputi kemudian menelepon motel dan berbicara dengan Norman. Norman menjelaskan bahwa Arbogast memang sempat datang, tapi kemudian pergi lagi. Lila tidak percaya dengan hal ini dan mencium adanya ketidak beresan.

Milton Arbogast: We’re always quickest to doubt people who have a reputation for being honest.

Pagi harinya Lila dan Sam kembali menemui deputi polisi, kali ini dia dan istrinya sedang pulang dari gereja. Lila dan Sam yang kembali dikecewakan deputi karena tidak mau menolonya akhirnya memutuskan untuk berdua pergi ke Bates Motel.

Jadilah mereka berdua berpura pura menjadi pasangan suami istri yang  akan melakukan perjalanan kantor ke San Fransisco, dan terpaksa menginap di Motel tersebut karena cuaca yang terlihat tidak bersahabat. Norman menyambut mereka.

Lila dan Sam lantas ditempatkan di kamar No.10. Lila menduga bahwa ada yang tidak beres di rumah di belakang Motel, dia ingin memeriksanya sendiri. Sam kemudian mengatur rencana agar dia dapat menahan Norman dengan mengajaknya berbincang di ruangan kantornya, sementara Lila menyelinap ke rumah besar di belakang motel.

Norman yang akhirnya tahu bahwa Lila kemungkinan sudah pergi ke rumah belakang segera memukul Sam dengan guci. Sam terkapar. Norman lantas pergi ke rumahnya dan mencari Lila. Lila yang menyelinap dari tadi mencari cari dimana Marion disembunyikan, tapi dia malah menemukan mayat wanita di atas sebuah kursi goyang, jadilah Lila berteriak ketakutan setengah mati.

Norman yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi arah suara. Dengan dandanan seolah perempuan dan bersenjatakan pisau dia mencoba menyerang Lila. Tapi tiba tiba Sam datang dan menaklukan Norman. Norman akhirnya dibawa ke kantor polisi.

Sheriff Al Chambers: Norman Bates’ mother has been dead and buried in Greenlawn Cenetery for the past ten years!

Di sana salah seorang polisi senior menjelaskan kejadian sebenarnya. Bahwa Norman dan Ibunya dulunya tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama. Dan ketika Ibunya bertemu dengan pria yang nantinya memperistrinya, Norman merasa bahwa pria tersebut telah mengambil sosok yang ada dalam hidupnya. Jadilah Norman meracuni Ibunya dan Ayah angkatnya tersebut di kamar tidur mereka. Demi lari dari perasaan bersalah tersebut, Norman memiliki dua kepribadian, yaitu menjadi dirinya sendiri dan menjadi ibunya. Ketika dia menjadi ibunya, ibunya punya kecemburuan pula ketika Norman mendekati wanita, jadilah Ibunya tersebut membunuh Marion. Akhirnya terkuaklah rahasia besar di balik kejadian kejadian tersebut. Termasuk dimana mayat Marion disembunyikan Norman pasca pembunuhan dilakukan.

Dr. Fred Richmond: Ah, not exactly. A man who dresses in women’s clothing in order to achieve a sexual change, or satisfaction, is a transvestite. But in Norman’s case, he was simply doing everything possible to keep alive the illusion of his mother being alive. And when reality came too close, when danger or desire threatened that illusion – he dressed up, even to a cheap wig he bought. He’d walk about the house, sit in her chair, speak in her voice. He tried to be his mother! And, uh… now he is.

2

TOP QUOTES

A boy’s best friend is his mother.

(Norman Bates)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap perbuatan buruk yang dilakukan pasti akan mempengaruhi psikologi pelakunya, memberinya rasa was was dan perasaan tidak tenang.

PSYCHO - (27)

PSYCHO - (19)

PSYCHO - (11)     PSYCHO - (16)

PSYCHO - (24)

PSYCHO - (25)

PSYCHO - (28)

PSYCHO - (17)PSYCHO - (22)

PSYCHO - (18)

PSYCHO - (32)

PSYCHO - (15)

PSYCHO - (12)PSYCHO - (23)

PSYCHO - (31)

PSYCHO - (14) PSYCHO - (26)        PSYCHO - (34)

PSYCHO - (13)

TAHUKAH KAMU?

– Ini adalah film amerika pertama yang menampilkan toilet duduk (flusing toilets)

– Film ini adalah film Hitchcock yang paling menguntungkan sepanjang masa, sekaligus film horror pertama dari sang sutradara dan film hitam putih terakhir darinya.

– Ketika dalam masa penulisan skenario, Joseph Stefano sedang dalam masa terapi untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ibu.

– Sempat mengagumi Vera Miles (Lila Crane) yang begitu cantik, dengan gaya rambutnya tersebut, tapi awas, rambut Vera dalam film tsb adalah wig.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK, ada 1 adegan Marion tidur bersama Sam (tidak terlalu eksplisit), ada adegan Marion telanjang(tidak eksplisit), ada adegan Marion dengan bra  . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK, ada adegan pria dengan dual identitas(pria dan wanita). Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: YA, brutal . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

OVERALL: 21+(Dewasa)

KESIMPULAN:

– Well, apa yang dikatakan sebelum film ini, “tonton film ini dari awal atau tidak sama sekali”, karena jika anda sudah memulainya anda tidak akan punya lagi kesempatan dan kemauan untuk meninggalkan bangku duduk anda. Bagi saya film ini adalah film Hitchcock yang paling hebat. Mulai dari para pemainnya yang bermain luar biasa, Janet Leigh yang memerankan Marion yang dirundung perasaan tidak tenang karena perbuatannya, Vera Miles yang bersikeras untuk mengungkap tabir hilangnya sang adik, serta tentu saja untuk akting dari Anthony Perkins yang luar biasa sebagai pria pengidap double personality.

Kemampuan sang sutradara, Hitchcock makin menobatkannya menjadi sutradara idolaku, penonton mampu terhisap dengan cerita yang ditampilkan, suasana muram dan ngeri terus terasa sepanjang film, bahkan hingga adegan terakhir ketika Norman tersenyum. Set Bates Motel bahkan terus melegenda hingga kini. Salut pula untuk Bernard Hermann yang makin menyempurnakan film ini dan menegaskan suasana yang ingin dibangun.

Adegan yang paling menakutkan adalah saat berada di shower. Bahkan jika anda mandi menggunakan shower film ini akan membuat anda berpikir untuk menutup rapat rapat pintu kamar mandi anda. Adegan lain yang saya suka adalah adegan ketika Marion menyetir di dalam mobil, sementara pikirannya melayang seiring kecemasannya akan tindakannya.

Harus saya katakan, Psycho (1960) adalah salah satu film terhebat sepanjang masa!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

VERTIGO(1958), Cerita Romansa Dalam Balutan Psikologikal Thriller Nan Suram

DATA FILM

Sutradara: Alfred Hitchcock . Penulis Naskah: Alec Coppel, Samuel A. Taylor(Naskah), Pierre Boileau, Thomas Narcejac( Novel D’entre les morts ), Maxwell Anderson  . Bintang:  James Stewart, Kim Novak, Barbara Bel Geddes. Durasi: 128 menit . Tahun Rilis: 1958.

PENGHARGAAN OSCAR

– 2 Nominasi Oscar: Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White or Color, Best Sound.

JALAN CERITA(PLOT)

VERTIGO - (6)

A Hitchcock thriller. You should see it from the beginning!

John/ Johnnie ‘Scottie’ Ferguson(James Stewart) adalah mantan detektif kepolisian. Pada suatu ketika Scottie dan kawannya sedang mengejar seorang penjahat di atap gedung, nahas bagi Scottie dia terselip sehingga nyaris jatuh dari atap gedung. Temannya tersebut lantas mencoba untuk menolongnya. Bukannya berhasil, temannya tersebut malah jatuh dan mati. Dan Scottie terpaksa menjadi saksi peristiwa tragis tersebut.

Kejadian ini membuat Scottie menjadi phobia terhadap ketinggian dan mengalami vertigo ketika berada dalam situasi yang sama dengan kejadian tersebut. Karena merasa tidak mampu lagi bekerja dengan maksimal dikarenakan kelemahannya tersebut Scottie akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian.

Hari harinya kini dilewati dengan beristirahat di apartemennya dengan kadang-kadang ditemani oleh teman wanitanya, Midge Wood(Barbara Bel Geddes). Midge sendiri adalah wanita cantik yang suka melukis, diam diam dia sepertinya menaruh hati kepada Scottie. Kedamaian Scottie dalam masa pensiun terganggu ketika salah satu teman lamanya, Gavin Elster(Tom Helmore) datang ke San Fransisco. Gavin kemudian mengajak Scottie untuk bertemu.

VERTIGO - (15)

Di sana Gavin meminta secara langsung kepada Scottie untuk bekerja secara pribadi kepadanya. Gavin yang merupakan pengusaha sukses memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Madelaine Elster(Kim Novak). Hal yang membuatnya cemas adalah akhir akhir ini Madelaine menampakkan kebiasaan yang aneh. Jadilah Scottie diminta Gavin untuk membuntuti sekaligus mencari tahu dibalik sikap aneh dari Madelaine itu.

Gavin Elster: Scottie, do you believe that someone out of the past – someone dead – can enter and take possession of a living being?

Awalnya Scottie menolak untuk membantu temannya tersebut, tapi karena terus didesak dirinya akhirnya mau menerima pekerjaan tersebut. Keesokan harinya dia membuntuti Madelaine.

Dia terus menerus membuntuti kemana Madelaine pergi. Hari demi hari dilewati membuatnya makin curiga karena Madelaine sering pergi ke tempat tempat yang tidak biasa. Diantaranya pergi ke galery seni dan menonton suatu lukisan wanita selama berjam jam, tidak hanya itu saja dia juga mengetahui bahwa Madelaine sering berkunjung ke makam, membeli buket bunga yang sama dengan di lukisan dan kegiatan kegiatan tidak biasa lainnya.

VERTIGO - (8)

Setelah melaporkan hal ini kepada Gavin, dia baru diberi informasi bahwa Madelaine mengalami kutukan atau gangguan dari nenek moyangnya yaitu Carlotta Valdes. Yang memungkinkan Madelaine untuk memiliki kecenderungan bunuh diri seperti nenek moyangnya dulu.

VERTIGO - (10)

Di suatu hari ketika Scottie sedang membuntuti Madelaine, akhirnya perkataan Gavin menjadi kenyataan. Madelaine mencoba bunuh diri dengan terjun ke teluk San Fransisco. Tanpa pikir panjang Scottie langsung terjun untuk menolong Madelaine. Dia lalu membawa Madelaine ke apartemennya untuk dirawat. Di tempat tersebutlah benih benih cinta justru timbul di antara keduanya. Midge sendiri sempat memergoki Madelaine keluar dari apartemen Scottie. Hal ini jelas membuat Midge cemburu kepada Scottie.

Scottie: I love you, Madeleine.

Madeleine: I love you, too. It’s too late.

Scottie diberitahu bahwa Madelaine sering bermimpi aneh, dan ketika dia dan Madelaine pergi ke suatu pantai dia sadar bahwa tempat yang ada dalam mimpi buruk Madelaine adalah Mission San Juan Bautista. Dia dan Madelaine lalu pergi ke gereja tersebut. Madelaine mengungkapkan bahwa dia mencintai Scottie. Madelaine lalu lari pergi menuju tower gereja tersebut. Ketika Scottie mencoba untuk menghentikannya dia tertahan karena Vertigonya kambuh dirinya tidak kuasa untuk mencegah Madelaine terjun bunuh diri dari atas tower tersebut.

James Stewart - vertigo

Gavin Elster: There’s no way for them to understand. You and I know who killed Madeleine.

Dirinya lalu diinterogasi pihak berwenang, sementara Gavin yang terpukul memilih jalan pergi ke Eropa untuk melupakan Madelaine. Meski akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh pihak kepolisian, penyesalan akan kehilangan Madelaine begitu terasa dalam diri Scottie. Dirinya kemudian depresi berat.

Ketika rasa penyesalan dirinya sudah mulai mereda justru dirinya bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan Madelaine. Scottie akhirnya tahu bahwa wanita tersebut bernama Judy Barton(Kim Novak) yang berasal dari Kansas.

Setelah mengikutinya ke tempat dia singgah, Scottie memutuskan untuk mengajak Judy makan malam. Meski ragu namun pada akhirnya Judy memenuhi permintaan dari Scottie. Kisah cinta keduanya kemudian berlanjut.

VERTIGO - (7)

Di suatu malam ketika keduanya sedang jalan bersama, Scottie merasa mengenali kalung yang dipakai oleh Judy. Dia segera menyadari siapa Judy sebenarnya. Karenanya dia kemudian bersikeras untuk membuat Judy semirip mungkin dengan almarhum Madelaine. Judy menolak keras pada awalnya, tapi karena didorong rasa cintanya kepada Scottie dirinya akhirnya pasrah untuk mengikuti kemauan Scottie.

Scottie suatu hari mengajak Judy pergi ke gereja dimana Madelaine tewas. Dia bersikeras untuk memaksa Judy untuk naik ke tower dimana Madelaine tewas. Judy menolak, tapi karena terus didorong oleh Scottie dia tidak punya pilihan lain.

VERTIGO - (9)

Di atas tower Scottie akhirnya merasa dapat mengatasi vertigonya. Dia kemudian menyatakan bahwa dia tahu Judy adalah Madelaine yang ditemui ketika peristiwa kematiannya. Dia mengetahui hal tersebut karena melihat kalung yang dipakai oleh Judy. Judy akhirnya mengatakan kejadian sebenarnya bahwa dia adalah orang yang diminta untuk seolah olah menjadi Madelaine demi menutupi niatan Gavin yang ingin membunuh Madelaine.

Di saat kejadian Madelaine tewas, sebenarnya adalah Gavin yang melempar Madelaine dari atas tower. Gavin dan Judy lalu pergi melalui jalan pintas dari atas tower. Scottie dipilih oleh Gavin karena Gavin tahu bahwa Scottie memiliki phobia terhadap ketinggian.

VERTIGO - (24)

Judy juga mengatakan bahwa kalung yang dipakainya adalah kalung dari Gavin yang diberikan sebagai tanda terima kasih karena telah mau berpura pura menjadi Madelaine. Judy juga mengungkapkan bahwa dirinya benar benar cinta kepada Scottie. Itulah alasan mengapa dirinya mau untuk didandani seperti Madelaine. Belum sempat keduanya melanjutkan perbincangan, datanglah seorang biarawati dari gereja tersebut. Judy yang kaget lalu salah melangkah hingga membuat dirinya terjatuh dari Tower. Sementara itu Scottie hanya bisa melihat wanita yang dikasihinya “mati lagi”. Sang biarawati sendiri lalu membunyikan lonceng gereja di atas tower tersebut untuk memberikan peringatan pada orang orang bahwa ada kejadian bunuh diri lagi.

VERTIGO - (27)

VERTIGO - (1)

VERTIGO - (28) VERTIGO - (2)  VERTIGO - (4) VERTIGO - (5)       VERTIGO - (12) VERTIGO - (14)
VERTIGO - (16) VERTIGO - (17)
VERTIGO - (19) VERTIGO - (20) VERTIGO - (22)

VERTIGO - (18) VERTIGO - (23)VERTIGO - (25)TOP QUOTES

Scottie: You shouldn’t keep souvenirs of a killing. You shouldn’t have been that sentimental.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kita harus senantiasa sadar terhadap perilaku kita, terhadap orang orang di sekitar kita, karena bisa jadi, teman baik sekalipun menusuk dari belakang di suatu waktu.

TAHUKAH KAMU?

– Grace Kelly adalah aktris favorit dari sang sutradara Alfred Hitchcock, seiring dengan kesuksesannya menaklukan hati pangeran Monaco, Hitchcock berpaling kepada Vera Miles. Vera sendiri rencananya akan memerankan Madelaine/ Judy, tapi karena dia saat itu malah mengandung, Hitchcock nampaknya tidak tertarik lagi untuk bekerjasama setelah kehamilannya. Jadilah peran Madelaine/ Judy diserahkan  kepada Kim Novak. Nampaknya Hitchcock tidak benar benar melupakan Vera. Buktinya di film selanjutnya dia masih bekerja sama dengannya yaitu di film Psycho(1960).

– Seperti kebanyakan filmnya, Hitchcock menjadi cameo di film ini pula. Ini dia screeshootnya:

VERTIGO - (26)

– James Steward saat syuting dilakukan berusia 49 tahun sedangkan Kim Novak 24 tahun. Mungkin dikarenakan usia James Stewart yang makin terlihat tua untuk memerankan tokoh pria protagonis di film film Hitchcock selanjutnya dia tidak pernah lagi ambil bagian.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK . Adegan Berdarah: TIDAK, ada adegan bunuh diri dan adegan jatuh dari ketinggian . Adegan Merokok: YA. Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Tidak heran film ini mampu menjungkalkan kedigdayaan dari Citizen Kane di polling BFI Sight & Sound Magazine, yang menjadikan film ini nomor satu di polling tersebut. Karya Hitchcock yang satu ini bahkan digadang gadang adalah salah satu karya terbaik dari Hitckcock semasa jayanya. Film ini tidak lepas dari ciri khas seorang Hitchcock, plot cerita yang misterius, dengan suasana suram sepanjang film, serta teknik pengambilan gambar untuk mendapatkan sensasi vertigo, serta plot twist yang membuat penonton melonjak dari bangku tempat duduknya. Dua jempol untuk Hitchcock.

Dari departemen akting, Kim Novak dan James Steward berakting dengan baik, mampu menampilkan chemistry di antara keduanya. Dengan gubahan lagu latar yang ikut membawa penonton makin terbius dengan suasana suram, nampaknya film ini memang salah satu yang terbaik yang dihasilkan Hitchcock.

Secara pribadi saya lebih menfavoritkan Psycho, tapi setidaknya film Vertigo ini lebih baik dalam penilaian saya dibanding Rear Window .But Afterall, Recomended Film!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9