The Good, the Bad and the Ugly(1966), Kisah 3 Koboi Ikonik Pemburu Harta

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Luciano Vincenzoni & Sergio Leone  . Bintang: Eli Wallach, Clint Eastwood, Lee Van Cleef. Durasi: 161 menit . Tahun Rilis: 1966.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak ada

3

JALAN CERITA(PLOT)

“The Ugly”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (2)

Di suatu tempat di Amerika, jaman dulu dimana koboi  dan bounty hunter masih merajalela, ada seorang kriminal bernama “Tuco” Benedicto Pacífico Juan María Ramírez (dikenal pula dengan nama ” Si Tikus”) (diperankan oleh Eli Wallach) yang hari itu rencananya disergap tiga orang bounty hunter untuk ditembak mati. Tuco yang juga jago menggunakan senjata api kali ini berhasil lolos dengan menembak para bounty hunter tersebut.

If you work for a living, why do you kill yourself working?

(Tuco)

“The Bad”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (9)

Sementara itu Angel Eyes sedang menginterogasi Stevens(Antonio Casas), mantan prajurit yang memiliki informasi mengenai seorang lelaki bernama “Bill Carson”. Bill Carson(Antonio Casale) sendiri adalah seorang prajurit yang kabarnya memiliki uang emas yang banyak. Angel Eyes yang berhasil mendapatkan informasinya segera menghabisi Stevens dan keluarganya dengan tujuan agar mereka tidak dapat mengabarkan hal itu kepada orang lain, yang berpotensi menjadi saingan dari Angel Eyes.

Even a filthy beggar like that has got a protecting angel.

(Angel Eyes/ Sentenza)

Angel Eyes(Lee Van Cleef) sendiri sebenarnya bekerja untuk seseorang. Yang karena Angel Eyes juga mendapatkan bayaran dari Stevens sebelum kematiannya untuk membunuh si penyuruh, Angel Eyes menepati tugasnya untuk membunuh si penyuruh. Ini meninggalkan Angel Eyes sendiri dengan informasi tentang emas tersebut di kepalanya. Membuat dirinya memulai petualangan panjang mendapatkan emas tersebut.

“The Good”

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (10)

Tuco yang merupakan buronan kelas kakap kali ini menemui jalan terjal. Dia sedang dikepung oleh 3 orang yang ingin menangkapnya untuk mendapatkan imbalan uang. Namun kali ini Tuco diselamatkan seorang pria misterius yang jago tembak. Pria tersebut menghabisi ketiga pria tersebut. Lalu pria tersebut, dikenal dengan panggilan Blondie(Clint Eastwood), menyerahkan Tuco kepada pihak berwenang untuk mendapatkan imbalan 2.000$. Sekaligus mengantarkan Tuco ke tiang gantungan, sebab catatan kejahatan Tuco sudah kelewat batas, dia adalah pencuri, perampok, pemerkosa, penadah, perampok kuburan, dan segala macam kejahatan yang lebih baik tidak diceritakan disini, tapi semua orang tahu :).

I mean our partnership is untied.

Oh no, not you, you remain tied. I’ll keep the money and you can have the rope.

(Blondie)

Ketika Tuco sedang akan dieksekusi gantung dengan disaksikan pihak berwenang dan masyarakat sekitar, tiba-tiba Blondie menyelamatkannya dengan menembak tali gantungannya. Keduanya sekarang kabur bersama sama dengan menunggang kereta yang disiapkan Blondie. Tuco dan Blondie akhirnya bekerja sama untuk saling pura pura tangkap menangkap supaya dapat berbagi hasil imbalan yang makin besar. Terasa indah bukan. Namun keserakahan Tuco yang menginginkan bagian yang lebih banyak dari Blondie membuat Blondie berpikir ulang untuk terus bekerja sama dengan Tuco.

You never had a rope around your neck. Well, I’m going to tell you something. When that rope starts to pull tight, you can feel the Devil bite your ass.

(Tuco)

Ditinggalah Tuco di tengah padang pasir tanpa uang dan air minum. Beruntung dia  dapat bertahan dan malah menemukan 3 orang kawanan penjahat yang mau diajak bekerja sama dengannya di dalam gua. Mereka sepakat untuk membagi sama rata uang yang didapat dari membunuh Blondie. Mereka berempat kemudian menyambangi suatu hotel dimana Blondie diperkirakan menginap. Blondie yang memang awas dalam setiap kesempatan tidak mudah dikelabuhi. Mendengar langkah kaki para penjahat Blondie bersiap dengan senjatanya. Dalam hitungan detik dia berhasil menaklukkan ketiga teman Tuco tersebut tepat ketika mereka membuka pintu ruangan yang disinggahi Blondie.

Nahas bagi Blondie karena Tuco ternyata tidak menyerbu lewat pintu seperti ketiga temannya. Dia datang melalui jendela, Blondie tidak dapat berbuat apa apa kali ini dan mengakui kecerdikan Tuco yang berpikir selangkah di depan dari pada dirinya. Tuco sendiri sebenarnya adalah bandit yang cerdik, terlihat karena dia memiliki prinsip yang sedikit out of the box. Dia memisahkan manusia menjadi dua golongan, orang yang bertindak secara umum dan orang yang bertindak khusus dst. Tuco kemudian memaksa Blondie untuk memasang tali di langit langit kamar hotel untuk kemudian menggantung Blondie di sana.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (21)

Namun kejutan bagi keduanya kembali terjadi karena, belum sempat Blondie digantung, tempat tersebut sudah hancur terkena canon para prajurit. Tinggalah Tuco di tempat tersebut sendirian karena ternyata Blondie sudah mengambil langkah seribu.

Tuco yang bernafsu untuk menggantung Blondie terus mencarinya. Berbekal bekas puntung rokok blondie yang dia tinggalkan di setiap tempat singgahnya, akhirnya dia menemukan Blondie yang sedang bersiap untuk menembak tali gantungan bandit yang akan dihukum gantung seperti Tuco di awal cerita. Tuco segera menyandera Blondie, menghukumnya dengan memaksanya berjalan ber mil mil tanpa minum di bawah sengatan matahari gurun yang sangat panas.

Ketika Tuco sudah bosan dengan permainannya menyiksa Blondie, dia berniat untuk mengakhirinya dengan menembak mati Blondie. Tapi ketika sebuah kereta kuda datang di hadapannya dia berubah pikiran. Dia segera menghentikan kereta kuda tersebut. Ternyata di dalam kereta kuda tersebut terdapat banyak mayat. Tuco segera mengecek harta yang ditinggalkan para mayat tersebut, seperti jam dll.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (11)

Tiba tiba salah satu mayat bangun, ternyata dia adalah Bill Carson. Dia mengaku bahwa dia dan kawan kawannya habis disergap oleh para musuh. Bill meminta Tuco untuk membawakan air kepadanya agar dia dapat bertahan, dengan imbalan Bill akan memberitahukan tempat dia menyimpan uang koin emas bernilai total 200.000$. Bill kemudian memberitahu Tuco bahwa dia menyimpan emas tersebut di sebuah pemakaman bernama Sad Hill. Tidak mau kecolongan Tuco meminta Bill untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya, tapi Bill yang merasa punya kartu as tetap kukuh untuk tidak memberitahukan informasi lebih lanjut sebelum Tuco membawakan air untuknya. Tuco yang sudah kegirangan akan berita koin emas tersebut segera untuk mendapatkan air hingga dia terkejut ketika kembali dan di sana Bill Carson sudah meninggal.

Don’t die, I’ll get you water. Stay there. Don’t move, I’ll get you water. Don’t die until later.

(Tuco)

Makin geram ketika dia melihat bahwa Blondie sudah berada di samping mayat Bill Carson. Tuco makin berniat untuk membunuh Blondie. Tapi hal ini berubah 180 derajat ketika Blondie memberi tahu Tuco bahwa Bill Carson sudah menginformasikan kepada dirinya nama kuburan dimana Bill mengubur koin emasnya. Tidak ingin kehilangan uang emas yang begitu banyak, yang mungkin bisa membuatnya keluar dari jerat kemiskinan dan kejahatan, mau tidak mau Tuco langsung berubah pikiran untuk kemudian menyelamatkan Blondie dengan tujuan mendapatkan uang emas milik Bill Carson.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (17)

Tuco kemudian mengganti bajunya dengan baju milik Bill Carson dan berpura pura menjadi Bill Carson. Dengan mengendarai kereta kuda Bill Carson, dia kemudian membawa Blondie menginap di tempat salah satu saudaranya yang masih hidup. Saudara Tuco tersebut bernama Bapa Pablo Ramirez(Luigi Pistilli), dia adalah seorang pendeta. Bapa Pablo dan teman temannya menngobati Blondie hingga sembuh dan mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Blondie dan Tuco kemudian meneruskan perjalanan ke Sad Hill, hingga di suatu tempat mereka salah mengenali rombongan tentara perang saudara di amerika kala itu. Ini berakibat mereka ditangkap oleh para tentara. Di sana ternyata Angel Eyes juga sedang mencari cari Bill Carson. Dan ketika para prajurit memanggil nama Bill Carson, Tuco justru mengaku bahwa dia adalah Bill Carson.

Angel Eyes segera mengundang Tuco untuk ikut jamuan makan di ruangannya. Dia kemudian menguak tipuan Tuco yang berpura pura sebagai Bill Carson. Tanpa ampun Angel Eyes mengorek informasi mengenai emas milik Bill Carson kepada Tuco  dengan menyiksanya. Angel Eyes kemudian mendapatkan informasi akan Sad Hill. Tapi dia masih belum tahu nama kuburan dimana emas tersebut disimpan.

Tahu bahwa yang tahu akan informasi kuburan tersebut hanyalah Blondie dia berusaha mendapatkan informasi tersebut. Angel Eyes sadar bahwa Blondie tidak akan mau berbicara masalah emas tersebut meski dia disiksa. Angel Eyes kemudian menawarkan untuk berbagi hasil kepada Blondie untuk emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (7)

Blondie pun setuju akan kesepakatan tersebut.

Akhirnya Angel Eyes bersama dengan Blondie dan pengawalnya memulai perjalanan mendapatkan emas tersebut. Sementara Tuco dibawa dengan kereta oleh anak buah Angel Eyes yang bermata satu untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Tuco berhasil lolos dengan berpura pura mau buang air yang kemudian dia melemparkan diri dari kereta dan menghajar pengawal dari Angel Eyes dengan menggunakan batu. Dia kemudian menuju ke Sad Hill.

Di suatu kota yang sudah hancur Angel Eyes dan komplotannya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Sementara itu Blondie berjalan jalan sebentar. Tuco yang menemukan sebuah rumah di kota yang hancur tersebut memutuskan untuk mandi dahulu. Tanpa disadarinya dia sedang diintai oleh Bounty Hunter. Tapi karena kecerdikannya Tuco berhasil menyingkirkan bounty hunter tersebut. Karena meski dia sedang berada di bathtub dia tetap membawa pistolnya mandi.

When you have to shoot, shoot. Don’t talk.

(Tuco)

Blondie akhirnya bertemu dengan Tuco kembali. Keduanya kemudian menghabisi seluruh anak buah dari Angel Eyes. Sayang Angel Eyes sendiri berhasil kabur. Tuco sendiri mendapatkan surat khusus dari Angel Eyes, berisi “Idiot”. Tuco geram dengan hal ini.

Blondie dan Tuco terus berusaha menuju ke Sad Hill secepatnya. Sayang mereka kali ini ditangkap oleh para prajurit perang. Dengan dipimpin seorang jenderal perang yang pemabuk, mereka terpaksa ikut ambil bagian dalam perang ini. Keadaan memaksa mereka untuk terlibat perang dengan lawan yang berada di seberang sungai. Yang notabene, di seberang sungai tersebutlah Sad Hill berada. Blondie kemudian mendapatkan ide cemerlang untuk meledakkan jembatan penghubung kedua pihak tersebut, agar selain perang bisa diakhiri, dia dan Tuco juga bisa segera kembali ke tujuan utama mereka.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (1)

Setelah berhasil meletakkan dinamit di bawah jembatan, Tuco dan Blondie akhirnya berhasil meledakkan jembatan tersebut. Perang pun usai. Di kesempatan ini Tuco memberi tahu Blondie bahwa nama dari pekuburan yang dicari adalah Sad Hill. Blondie juga memberi tahu Tuco bahwa nama kuburan yang ada emas di dalamnya adalah bernama Arch Stanton.  Esok harinya , Tuco yang cerdik segera mengambil kuda kemudian menuju Sad Hill sendirian.

Setelah mencari beberapa lama, Tuco akhirnya menemukan kuburan dengan nama Arch Stanton di atasnya . Mulailah dia menggali kuburan tersebut. Blondie yang tidak mau ketinggalan ternyata juga datang dengan membawa sekop. Dia meminta untuk Tuco menggali dengan sekop. Tak berapa lama datanglah Angel Eyes. Dia kemudian meminta Blondie dan Tuco untuk sama sama menggali. Tapi segera terkuak bahwa di kuburan tersebut tidak berisi apa apa. Blondie mengatakan bahwa dia tidak mempercayai Tuco, sehingga dia tidak memberitahukan nama kuburan yang asli kepadanya.

Blondie kemudian mengusulkan untuk mereka bertiga melakukan duel penghabisan. Dimana sebelumnya Blondie akan menuliskan nama kuburan tempat emas tersebut di sebuah batu. Pemenang dari  duel nantinya berhak atas emas tersebut.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (8)

Duel ketiganya kemudian berlangsung. Ketegangan diantara masing-masing tokoh berpuncak di sini. Angel Eyes berpikir apakah dia akan menembak Tuco dulu atau Blondie, sebab dia tahu bahwa Blondie adalah jago tembak, selain itu dia juga memiliki pertimbangan bahwa ada kemungkinan Blondie akan menembak Tuco, sebab Tuco pernah bermasalah dengan Blondie, juga karena Blondie sempat menerima tawaran dari Angel Eyes untuk berbagi koin emas tersebut. Jadilah Angel Eyes sepertinya akan memilih Blondie sebagai sasarannya, dengan asumsi, Blondie membunuh Tuco dan Angel Eyes membunuh Blondie.

  IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (24 sentenza)

Sementara itu Tuco masih kebingungan ingin menembak siapa, dia tahu bahwa Blondie sempat membuatnya kesal di awal cerita karena meninggalkannya di tengah gurun, juga karena dia kemungkinan mengincarnya karena sebelumnya Blondie dan Angel Eyes sepertinya sudah mencapai kesepakatan berdua. Tapi di sisi lainnya Tuco juga was-was dengan Angel Eyes, karena dia tahu bahwa Angel Eyes adalah orang yang tidak mau kompromi dan maunya semua keinginannya terpenuhi, apapun resikonya. Dengan pertimbangan itu setidaknya bisa disimpulkan Bahwa dia masih sedikit mempercayai Blondie, dan dia sama sekali tidak bisa mempercayai Angel Eyes, jadi dengan kemungkinan tersebut dia berpikir bahwa akan lebih menguntungkan jika dia memilih Angel Eyes sebagai sasaran tembaknya. Sementara berharap Blondie tidak menghianatinya.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 tuco)

Blondie yang memegang kartu as karena hanya dialah satu-satunya yang mengetahui nama kuburan emas tersebut. Dengan cerdik dia tidak menuliskan apapun di batu yang dijanjikannya. Dengan keputusan seperti ini, jikalau Tuco atau Angel Eyes yang memenangi duel mereka akan merasa ditipu dan tidak akan memenangkan apapun. Blondie sendiri tampak sudah yakin akan pilihan sasarannya, yaitu Angel Eyes, yang menjadi kekhawatirannya adalah jika Angel Eyes dapat menarik pelatuk lebih cepat dari dirinya. Apalagi Blondie tahu bahwa dia sudah mengosongkan pistol Tuco, jadi jika dia gagal menembak mati Angel Eyes maka dia akan mati dengan penyesalan. Satu satunya ancaman baginya adalah Angel Eyes.

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (23 blondie)

Dan 1..2… JLER………!!!!!!

Blondie yang pintar membuat kedua lawannya kebingungan dengan keputusan mereka masing masing. Di sisi lain Blondie sendiri fokus pada Angel Eyes sehingga dia berhasil merobohkan Angel Eyes dalam sekali tembakan, dan kemudian dia menghabisi Angel Eyes dengan tembakan berikutnya sekaligus memasukannya kedalam kuburan yang sudah digali Tuco bersama dengan topinya. Sedangkan Tuco justru kebingungan karena pistolnya tidak berfungsi. Ternyata di malam sebelumnya, Blondie sudah menyiapkan pistol Tuco agar tidak bisa dipakai. Dengan memegang pistol yang siap ditembakkan Blondie memegang kendali sendirian sekarang. Dia tidak memilih untuk menembak mati Tuco karena dia tidak mau serakah seperti di awal film dimana dia mendapatkan karma atas keserakahannya. Selain itu dia juga tidak mau menggali kuburan itu sendirian, terlalu melelahkan  untuk seorang yang sudah bertualang sebegitu jauhnya. Kali ini dia ingin berbagi bersama harta tersebut dengan Tuco.

Dia merasa bahwa karena Tuco lah dia bisa berada di tempat tersebut dan ikut mendapatkan koin emas. Blondie segera menyuruh Tuco untuk menggali sebuah kuburan. Yang ternyata adalah kuburan tanpa nama yang berada di samping kuburan Arch Stanton. Tuco berhasil mendapatkan emas. Ketika kesenangannya tiba tiba pudar karena Blondie sudah menyiapkan gantungan di sebuah pohon untuk Tuco. Karena Blondie tahu bahwa Tuco juga cerdik, kali ini Blondie selangkah di depan Tuco agar tidak lagi dikelabuhi oleh dia.

You see, in this world there’s two kinds of people, my friend: Those with loaded guns and those who dig. You dig.

(Blondie)

IL BUONO, IL BRUTO, IL CATTIVO (6)

Tuco dipaksa untuk memasukkan kepalanya ke gantungan tersebut. Lalu Blondie mengambil setengah dari 200.000$ untuk dibawanya pergi. Di kejauhan kemudian Blondie menembakkan peluru untuk memotong tali gantungan, seraya menjerit Tuco berteriak:

“Hey Blondie! You know what you are? Just a dirty son of a bitch!”

TOP QUOTES

There are two kinds of spurs, my friend. Those that come in by the door; those that come in by the window.

(Tuco)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

 – Kita tidak boleh serakah terhadap harta, karena setiap orang punya rejekinya masing-masing. Hendaknya kita tidak terlalu tamak terhadap harta.

 – Uang bisa merubah orang. Dari teman menjadi lawan dan sebaliknya.

 – Percaya kepada orang lain ada perlunya, tapi tidak percaya sepenuhnya. Karena suatu saat nanti bisa jadi mereka akan menjadi bumerang kepada kita sendiri jika terlalu percaya kepada orang lain.

TAHUKAH KAMU?

– Scoring musik The Good, the Bad and the Ugly theme, juga dipakai dalam film The Expendables 2 , dimana Chuck Norris tampil.

 – Clint Eastwood tidak pernah dianggap sebagai aktor papan atas Hollywood di masanya, tapi seiring dengan popularitasnya membidani film film berkualitas dirinya justru lebih dikenal sebagai sutradara dan produser handal.

 – Adegan dimana Tuco mendatangi Sad Hill Cementary ketika dia dikejutkan oleh seekor anjing, itu adalah adegan murni, karena anjing tersebut memang entah dari mana datangnya (tapi justru lucu).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: YA, BANYAK . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA, BANYAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: BANYAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

 Sebuah masterpiece dari era Sphagetti Western, dapat saya katakan salah satu film terbaik sepanjang masa. Film koboi barat yang sangat lucu, keren, jalan ceritanya sangat menarik dan jajaran castingnya bermain sangat briliant, wajib ditonton (sayang banyaknya kata-kata kasar membuat film ini tidak cocok untuk anak-anak Mungkin dikarenakan tokohnya memang penjahat jadi sangat sering terlontar kata-kata kasar, terutama dari Eli Wallach). Adegan duel final sungguh keren. Leone membuat penonton ikut tegang di puncak duel tersebut, setegang 3 tokoh utama yang berduel di arena . Sekaligus dia juga memberikan plot twist dengan pistol Tuco.. Selain itu mengomentari karya Sergio Leone tidaklah lengkap tanpa scoring musik dari Ennio Morricone luar biasa memorable

Jika anda menginginkan film western yang berat dan keren tonton Once Upon a Time in The West, kalau anda ingin film western yang gokil dan keren inilah film nya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s