Requiem for a Dream (2000), Ketika Hal Adiktif Menghancurkan Impian-Impian Indah

DATA FILM

Sutradara: Darren Aronofsky . Penulis Naskah: Darren Aronofsky,  Hubert Selby Jr.(buku & naskah) . Bintang:  Ellen Burstyn, Jared Leto, Jennifer Connelly . Durasi: 102 menit . Tahun Rilis: 2000.

PENGHARGAAN OSCAR

–  Dinominasikan untuk 1 kategori Best Actress in a Leading Role (Ellen Burstyn).

REQUIEM FOR DREAM - (40)

“From the director of [Pi]”

JALAN CERITA(PLOT)

REQUIEM FOR DREAM - (18)

SUMMER

Sara Goldfarb: Purple in the morning, blue in the afternoon, orange in the evening.

Sara Goldfarb(Ellen Burstyn) adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, Seymour. Dia tinggal di daerah Brighton Beach, Brooklyn, Amerika. Hari harinya diisi dengan menonton acara televisi berjudul “JUICE” (Join Us In Creating Excellence) yang dibawakan oleh Tappy Tibbons(Christopher McDonald). Kehidupannya yang penuh dengan kekosongan mulai menarik ketika dirinya mendapatkan telepon dari pihak televisi yang memberitahukan bahwa Sara mendapatkan kesempatan untuk tampil menjadi tamu di acara show Tappy Tibbons.

Sementara itu anaknya, Harold “Harry” Goldfarb(Jared Leto) adalah pria beranjak dewasa yang tidak memiliki kegiatan dan pekerjaan pasti. Dia dan temannya, Tyrone C. Love(Marlon Wayans) serta pacarnya, Marion Silver(Jennifer Connelly) adalah pecandu narkoba. Hal yang menyedihkan karena di awal film sempat diceritakan bahwa Harry tega menjual televisi ibunya kepada Mark Margolis(Mr. Rabinowitz)  untuk mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Meski begitu kasih sayang Harry kepada ibunya tetap ada. Tyrone adalah pria kulit hitam yang bermimpi untuk menjadi pria yang dapat membanggakan ibunya, salah satunya dengan cara menjauhi dunia kriminal dan kejahatan di jalanan. Marion adalah wanita cantik yang bermimpi untuk memiliki butik busana dan mendesain pakaian-pakaiannya sendiri.

Sara yang bergembira dengan kabar dirinya akan masuk televisi menjadi terobsesi dengan hal itu. Dengan harapan untuk dapat tampil sempurna nantinya dia ingin mengenakan gaun merah yang pernah dipakainya di saat paling berkesan dalam hidupnya yaitu di saat kelulusan Harold. Tapi apa dikata, dirinya sekarang bukanlah yang dulu. Tubuh langsingnya dulu sudah berubah menjadi gemuk sekarang. Begitu pula dengan uban yang ada di kepalanya yang semakin banyak saja. Terobsesi dengan hal itu dia mendatangi dokter untuk mendapatkan resep  untuk melangsingkan tubuh. Akhirnya didapatlah resep tersebut. Ada 4 macam obat yang harus dikonsumsinya untuk mengecilkan perutnya. Hal ini sempat ditentang oleh Harry, karena dia tahu bahwa dengan terlalu banyak menkonsumsi pil kesehatan justru berakibat negatif. Tapi si ibu sudah kehilangan akal sehatnya tidak mau mendengarkan nasehat Harry.

Sementara itu, untuk mewujudkan cita cita mereka, Harry dan Tyrone sekarang mencoba untuk lebih dari sekedar menjadi pemakai narkoba. Sekarang mereka telah merambah bisnis jual beli narkoba, tempat yang mereka pilih adalah sekitaran Coney Island. Segalanya nampak sangat bagus kala itu. Uang yang mereka terima sangat berlimpah. Para konsumen di jalanan makin sering memesan narkoba kepada mereka. Tabungan keduanya rasa-rasanya sudah cukup besar, bahkan Harry berkesempatan untuk membelikan sang mama TV baru.

Hingga kejadian di suatu malam membuyarkan impian mereka.

REQUIEM FOR DREAM - (15)

FALL

Marion: That’s nice, Harry. Other people have told me that before, and it was meaningless. When you say it, I hear it.

Tyrone terjebak di situasi dimana dia ada diantara geng jual beli narkoba dan pembunuhan. Ini mengakibatkan dirinya tertangkap. Hal ini berujung pada keputusan Harry untuk menguras isi tabungan mereka demi menebus keselamatan Tyrone. Segalanya terasa akan hancur saat ini.

Kekurangan uang membuat hubungan antara Harry dan Marion juga merenggang. Meski Marion sempat mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang cepat dengan “tidur” bersama dengan psychiatrist Harry bernama Arnold the shrink(Sean Gullette).

Harry kemudian memutuskan untuk pergi sementara waktu bersama Tyrone ke Florida. Fakta menyedihkan lainnya adalah lengan Harry yang terluka parah karena keseringan melakukan suntik narkoba dengan cara yang tidak wajar.

Sementara itu di rumah, Sara sang ibu makin tergila gila dengan keinginannya tampil di show mengakibatkan dirinya over dosis dalam penggunaan pil yang diberikan dokter. Ini berakibat pada psikologisnya yang sering dan terus menerus mengalami gangguan halusinasi dan kecemasan berlebihan. Dirinya menjadi sangat ketakutan pada lemari esnya yang menyimpan banyak makanan serta dia menjadi hanya terfokus pada televisi saja.

Ini berpuncak pada dirinya saat dia memutuskan untuk pergi ke Manhattan, tempat stasiun televisi berada. Dengan menaiki kereta dirinya akhirnya sampai di kantor televisi tersebut. Meski dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Pegawai di kantor tersebut segera memanggil petugas rumah sakit untuk membawa Sara Goldfarb.

Akhirnya Sara mendapatkan perawatan medis. Sayangnya hal ini sudah terlambat. Ini berujung pada keputusan pihak rumah sakit yang terpaksa harus menggunakan teknik penyembuhan electroconvulsive therapy yang akan membuat dirinya kehilangan ingatan dan pikiran selamanya.

REQUIEM FOR DREAM - (24)

WINTER

Harry Goldfarb: Oh Jesus Christ… I need a doctor, man… I can’t take it man, my arm, My Fu*kin’ Arm”

Keadaan Harry juga makin parah tangannya menjadi busuk. Sadar temannya dalam keadaan kritis Tyrone membawa Harry ke rumah sakit di South Carolina. Keduanya lantas ditangkap polisi. Harry yang sekarat dibawa untuk dirawat terlebih dahulu di bagian kesehatan. Sedangkan Tyrone dihukum kerja di penjara serta berhadapan dengan petugas penjara yang rasis dan kasar.

Harry yang terbangun setelah proses penyembuhan hanya bisa menangisi keadaan karena dirinya sekarang diamputasi sebelah tangannya. Sementara Marion yang tinggal sendirian tidak punya pilihan lain selain harus mendapatkan Narkoba untuk memuaskan kecanduannya. Dengan tidak adanya Harry di sampingnya, dengan kabar yang tidak jelas kapan kembalinya Marion harus mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Akhirnya Marion bertemu dengan seorang Germo berkulit hitam bernama Big Tim(Keith David) yang menawarkannya narkoba dengan catatan dia mau bercinta dengannya. Marion tidak punya pilihan lain. Akhirnya pilihan sulit ini pun harus ditempuhnya.

Di kemudian hari saat kecanduannya kembali datang, dia harus datang kembali kepada si germo. Kali ini si germo meminta Marion untuk tampil di sex show. Marion menyetujui hal ini, akhirnya dia ikut berpartisipasi di pertunjukan sex yang digawangi si germo. Ujung ujungnya dia mendapatkan cukup banyak narkoba untuk memuaskan kecanduannya.

Di ujung film diceritakan keempat pemeran di film ini tertidur dengan posisi terkelungkup, Sara berada di rumah sakit, Harry berada di ruangan perawatan, Tyrone berada di balik jeruji penjara, Marion berada di rumahnya. Dalam impiannya Sara memimpikan dirinya ikut dalam TV show, di sana dia bertemu dengan Harry dan Marion yang sudah sukses dengan karir mereka. Sementara itu Harry memimpikan bahwa dirinya sudah bersama dengan Marion di Coney Island.

REQUIEM FOR DREAM - (39)

REQUIEM FOR DREAM - (28)

REQUIEM FOR DREAM - (38)
REQUIEM FOR DREAM - (2)MSDREFO EC005REQUIEM FOR DREAM - (3)REQUIEM FOR DREAM - (4)REQUIEM FOR DREAM - (4)REQUIEM FOR DREAM - (5)REQUIEM FOR DREAM - (6)REQUIEM FOR DREAM - (6)  
REQUIEM FOR DREAM - (8)REQUIEM FOR DREAM - (8)REQUIEM FOR DREAM - (10)  
REQUIEM FOR DREAM - (14)REQUIEM FOR DREAM - (26)
REQUIEM FOR DREAM - (17)

  REQUIEM FOR DREAM - (21)

  REQUIEM FOR DREAM - (25)
REQUIEM FOR DREAM - (27)
REQUIEM FOR DREAM - (7)REQUIEM FOR DREAM - (29)REQUIEM FOR DREAM - (30)REQUIEM FOR DREAM - (31)REQUIEM FOR DREAM - (32)REQUIEM FOR DREAM - (34)  REQUIEM FOR DREAM - (2)REQUIEM FOR DREAM - (36)REQUIEM FOR DREAM - (23)REQUIEM FOR DREAM - (37)

REQUIEM FOR DREAM - (19) REQUIEM FOR DREAM - (13)REQUIEM FOR DREAM - (1)

TOP QUOTES

Marion: I love you, Harry. You make me feel like a person.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

–  Jelas, harga yang sangat mahal harus dibayar oleh mereka (bisa jadi kita) yang kecanduan akan sesuatu. Tidak hanya impian-impian kita yang menjadi taruhannya, tapi kehidupan kita di masa mendatang.

TAHUKAH KAMU?

– Saat film ini diproduksi, siapa pasangan dari Jared Leto saat itu, Ya dia adalah Cameron Diaz.

– Jared Leto diminta Darren Aronofsky untuk pembuatan film ini untuk tidak berhubungan dengan Cameron Diaz serta tidak mengkonsumsi gula selama 30 hari demi menghayati arti sebenarnya dari “kecanduan” hal yang sama diberlakukan kepada Marlon Wayans.

– Kata kata “Heroin” tidak pernah diucapkan sekalipun di film ini.

– Meski banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah film tentang kecanduan heroin, toh sang sutradara, Darren Aronofsky tidak pernah mengatakan hal serupa, menurutnya kecanduan yang ingin disampaikan dalam film ini tidaklah sebatas kecanduan heroin tapi kecanduan yang bersifat lebih umum (seperti TV misalnya).

– Darren Aronofsky ketika ditanya apakah karakter Harry mati di akhir cerita mengatakan bahwa tentu saja Harry tidak meninggal, dia tetap hidup, karena dia akan lebih tersiksa ketika dia tetap hidup.

 – Acara TV “JUICE” yang dibawakan Tappy Tibbons mengalami sedikit perubahan daripada yang ada di novelnya, Darren Aronofsky terinspirasi dari acara milik Anthony Robbins dalam memasukkan acara ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, intens, eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada adegan dua wanita beradegan seks . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, intens . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: YA, sangat intens . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: YA. OVERALL: film khusus, bagi penikmat film bisa ditonton, tapi tidak untuk direkomendasikan ke kalangan umum.

KESIMPULAN:

 Rasa-rasanya memang Darren Aronofsky jago menukangi film bertema depressed people, tidak hanya Black Swan (yang aku tonton lebih dulu dibanding film ini) tapi Aronofsky melakukannya lebih gila dan dalam di film ini. Mau tidak mau aku jadi membandingkan film ini dengan Black Swan, keduanya berlatar hampir sama, dimana Black Swan berlatar wanita yang terobsesi untuk tampil sempurna di pertunjukan balet Swan Lake, sedangkan di film ini bercerita tentang 4 orang(ya 4 orang) yang memiliki kecanduan akan suatu hal, yang pada ujungnya membuat mereka gila dan menderita.

Aronofsky pernah mengatakan bahwa film ini laksana ketika anda terjun dari pesawat, anda melayang dan anda jatuh, kemudian anda baru sadar bahwa anda tidak mengenakan parasut, anda terjatuh, sakit, tapi masih berpikir, ya seperti itulah film ini bercerita.

Para tokoh utama pelan pelan terjatuh kepada hal yang membuat mereka ketagihan, kemudian terus menerus hingga mereka tidak sadar mereka sudah terlampau jauh terjatuh dalam kecanduan. Mau tidak mau mereka akan terperosok, nah ketika mereka terperosok ini mereka masih sadar, ini yang membuat mereka menderita karena mereka menyesali apa yang pernah lakukan dan tidak pernah dapat mengulangi waktu. Mereka tidak menyangka bahwa impian yang mereka bangun dengan diiringi dengan kecanduan itu, kecanduan itu sendiri justru yang menghancurkan impian itu, naas.

– Kredit khusus kepada Ellen Burstyn yang tampil luar biasa untuk memerankan Sara, dari awal seorang ibu yang tenang, menjadi seorang wanita tua yang tergila-gila di akhir cerita. Salut! (Meski akhirnya harus kalah dari Julia “Erin Brockovich” Roberts dalam penghargaan Oscar).

– Kredit juga diberikan kepada Jennifer Conelly atas keberaniannya mengambil peran yang kontroversial dan menantang di film ini, terutama adegan dia bugil dan adegan seks yang kentara. Jika melihat ke film film sebelumnya seperti Once Upon a Time in America (film debutnya) ataupun film film setelahnya, sepertinya Phenomena(arahan Dario Argento), Labirinth, The Rocketeer ataupun Dark City, film ini seakan menandakan lompatan dia dalam berkarir di Hollywood. Yang pada akhirnya, setahun berselang dia mendapatkan piala oscar pertamanya di film A Beautiful Mind, makin lengkap karena di project film tersebut dia juga mendapatkan Paul Bettany yang akhirnya memperistrinya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s