Mystic River(2003), Misteri Kematian Seorang Anak Perempuan Yang Mempertemukan Kembali 3 Pria Dengan Masa Lalu Yang Suram.

DATA FILM

Sutradara: Clint Eastwood . Penulis Naskah: Brian Helgeland(Cerita) &  Dennis Lehane(Novel) . Bintang: Sean Penn, Tim Robbins, Kevin Bacon. Durasi: 138 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

2 Piala Oscar:

– Best Actor in a Leading Role untuk Sean Penn.

– Best Actor in a Supporting Role untuk Tim Robbins

JALAN CERITA(PLOT)

MYSTIC RIVER - (15)

” The river has many depths. Let it wash over you..”

Di Tahun 1975, Tiga sekawan anak kecil, Jimmy Markum(Sean Penn), Dave Boyle(Tim Robbins) dan Sean Devine(Kevin Bacon) sedang bermain hoki di jalanan kota Boston, US, hingga datanglah ide nakal mereka untuk menuliskan nama mereka masing-masing di cor-coran semen/ beton yang masih basah di pinggir jalan.

Hal ini dipergoki oleh seorang pria yang berpakaian layaknya polisi. Tentu saja mereka dimarahi habis-habisan. Tidak begitu saja, pria tersebut bersama partnernya membawa Dave ke dalam mobil dengan dalih untuk membawanya menemui orangtuanya, maklumlah dari ketiganya hanya Dave yang tidak tinggal di daerah tersebut. Tinggalah Jimmy dan Sean di tempat tersebut.

Hal yang tidak mereka sangka-sangka terjadi. Dave menghilang selama 4 hari. Akhirnya setelah dilakukan pencarian dan investigasi, di hari ke empat Dave ditemukan. Namun tidak dalam keadaan yang menyenangkan. Sebab selama 4 hari tersebut Dave disekap dan dilecehkan secara seksual oleh para pria yang membawanya, dengan demikian disimpulkan bahwa pria tersebut bukan lah polisi.

Mulai hari itu pertemanan ketiganya menjadi longgar dan mereka meniti kisah hidup mereka masing-masing.

Jimmy yang ketika dewasa adalah seorang kriminal kini sudah memiliki anak perempuan yang cantik berumur 19 tahun bernama Katie(Emmy Rossum). Jimmy dan keluarganya tinggal dengan bahagia sekarang. Jimmy sendiri sekarang memiliki usaha minimarket yang menjual minuman keras.

Jimmy Markum: And it’s really starting to piss me off, Dave! She’s my own little daughter, and I can’t even cry for her!

Dave Boyle: Jimmy, you’re crying now.

Sementara itu Sean, sekarang menjadi seorang polisi investigator di Massachusetts State Police yang bertugas di bagian penelusuran kejahatan dan pembunuhan. Di samping itu Dave yang di masa kecilnya mengalami trauma berat akibat peristiwa tadi sekarang sudah menikah, memiliki anak laki-laki dan dirinya bekerja sebagai buruh kasar.

Keadaan ketiganya sekarang terpisah, namun suatu kejadian di suatu malam sontak menyatukan kembali kisah ketiga pria ini. Katie dinyatakan hilang di malam tersebut. Pencarian melibatkan Sean dan rekan kerjanya Whitey Powers(Laurence Fishburne). Setelah mencari beberapa lama, ditemukanlah jasad Katie di tengah taman. Langsung saja Jimmy dan keluarganya tersengat dengan hal ini.

Jimmy Markum: I know in my soul I contributed to your death.

Sean dan Whitey bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku pembunuhan ini. Sementara itu Jimmy yang tidak terlalu percaya kepada kepolisian (sebab dia adalah mantan kriminal yang pernah dipenjara), memilih untuk menggunakan koneksinya untuk mengungkap hal ini.

Di malam yang sama dengan hilangnya Katie, Dave pulang ke rumah dari bekerja dengan keadaan yang sempoyongan. Dibantu Celeste, istrinya Dave yang terluka di bagian perut merawat luka Dave. Dave menyatakan bahwa dia baru saja berkelahi dengan seorang perampok di jalanan. Dave kemudian menang dan membenturkan kepala si perampok ke beton. Dave menyatakan bahwa kemungkinan perampok tersebut mati karenanya.

Dave: So, I’m walking to my car, and this guy comes up to me and he asks for a light. I say I don’t smoke. He says neither does he. So, my heart starts clocking a buck fifty, ’cause there’s no one around but me and him.

Penyelidikan Sean dan Whitey tentu saja mengarah kepada Dave, terlebih ketika Dave berusaha berbohong atas luka yang didapatnya di tangannya, serta tingkah anehnya yang sering muncul ketika dihadapkan pada kasus pembunuhan Katie ini.

Penyelidikan dari Jimmy membuahkan hasil, diambil kesimpulan bahwa pistol yang digunakan pelaku untuk menghabisi Katie adalah sama dengan pistol yang dipakai “Just Ray” Harris, ayah dari Brendan Harris, pacar dari Katie sekaligus mantan rekan dan musuh Jimmy dulu. Pistol tersebut diindentifikasi sama dengan pistol yang dipakai untuk perampokan di toko minuman keras di tahun 1980.

Jimmy: Sean! Is that my daughter in there? Is that my daughter in there? No! No! No! No, aagggh, no! No! Oh, God! Oh, God! No!

Karena “Just Ray” Haris sendiri sudah menghilang sejak tahun 1989, kecurigaan dari Jimmy mengarah kepada sang anak, Brendan. Terutama ketika mengetahui bahwa Brendan dan Katie ternyata melakukan hubungan tersembunyi dan berencana untuk pergi kabur ke Las Vegas di hari Katie menghilang. Hal yang menjadi misteri lainnya adalah bahwa Brendan dan keluarganya masih sering menerima kiriman uang sebanyak 500$ setiap bulannya, yang diduga dikirim oleh “Just Ray” Harris.

Suatu malam Jimmy mengatur rencana agar anak buahnya mengajak Dave untuk sedikit bersenang-senang di bar. Di sana Dave dibuat mabuk oleh teman-teman dari Jimmy. Jimmy akhirnya muncul. Jimmy membuat pernyataan bahwa di tempat yang sama dia telah menghabisi nyawa dari “Just Ray” Harris, temannya sewaktu muda dalam melakukan kejahatan. Jimmy membunuh “Just Ray” Harris karena dia telah berkhianat kepada dirinya dengan menjebloskan Jimmy masuk ke penjara.

Di sana Jimmy juga menyatakan bahwa istri dari Dave sudah memberikan pernyataan kepada Jimmy, bahwa pada malam Katie menghilang, Dave pulang dalam keadaan berdarah dan dengan tidak ditemukannya berita bahwa ada perampok yang mati di koran keesokhariannya. Jimmy menyimpulkan bahwa Dave tidak lain adalah pembunuh dari Katie.

Dave tentu saja, yang masih dalam keadaan mabuk, menolak untuk dipersalahkan. Dave mengatakan bahwa di malam itu, dia memang bertemu dengan Katie di bar. Kemudian dia pulang, namu di tengah perjalanan dia memergoki seorang pria sedang melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak. Dave segera menghajar pria tersebut hingga mati. Kemudian Dave pulang. Hal yang menjadikan Dave bertingkah aneh adalah karena kejadian tersebut, seolah membuka ingatan lama akan kisah kelam dirinya di masa kecil.

Jimmy tidak percaya dengan sangkalan dari Dave ini. Dia segera menghabisi Dave dan menenggelamkannya ke dalam Mystic River. Tempat yang sama di mana Jimmy menghabisi “Just Ray” Harris yang berkhianat kepadanya.

Brendan yang mengetahui bahwa tuduhan mengarah kepada dirinya segera kembali ke rumah. Dia segera mencoba mengambil pistol ayahnya yang disimpan rapi di atas loteng rumahnya. Sayang, ternyata pistol tersebut sudah lenyap. Brendan kemudian yakin bahwa orang lain yang mengetahui perihal pistol tersebut hanyalah adiknya yang bisu, Ray Jr(Spencer Treat Clark) dan temannya John O’Shea(Andrew Mackin).

Jimmy: We bury our sins here, Dave. We wash them clean.

Brendan menghajar Ray Jr. dan John, keadaan makin kacau karena dalam perkelahian itu si John menampakkan pistol ayah Brendan. John kemudian mengancam untuk menembak Brendan. Untunglah disaat yang bersamaan datanglah Sean dan Whitey. Sean segera merebut pistol tersebut dan meringkus mereka semua.

Esok harinya, Sean datang menemui sahabat kecilnya Jimmy. Sean mengatakan bahwa dirinya sudah meringkus pembunuh Katie sesungguhnya. Kisah sebenarnya adalah Ray Jr. dan John ketika itu sedang bermain main dengan pistol ayah Ray Jr. hingga datanglah mobil yang ditunggangi Katie. Awalnya ingin sedikit menakut-nakuti Katie dengan pistol tersebut, tapi pistol malah meletus secara tidak sengaja. Katie segera berlari menyelamatkan diri ke taman. Dengan dalih agar Katie tidak buka suara, Ray jr. dan John mengejar Katie, kemudian menghajarnya dengan stik hoki dan menembaknya sekali lagi agar mati.

Jimmy menerima hal tersebut dengan pasrah. Dia mengatakan bahwa Sean mungkin “sedikit” terlambat memberi tahu hal ini. Kemudian Sean menanyakan dimana Dave, karena dia tidak terlihat lagi. Sean ingin menanyainya perihal pria yang mati karena menganiaya dan melecehkan seorang anak kecil. Jimmy pura pura tidak tahu menahu. Tapi Sean langsung mengatakan apakah Jimmy juga ingin mengirimkan 500$ juga kepada Celeste Boyle, ini menandakan bahwa Sean sebenarnya mengetahui bahwa Jimmy adalah pembunuh dari “Just Ray” Harris dan pembunuh Dave juga.

Sean Devine: You gonna send Celeste Boyle 500 a month too?

Hal ini berujung pada kehidupan pribadi dari Sean sendiri, dengan hal ini dia dan istrinya, dan sekarang anak perempuan mereka Nora kembali berkumpul bahagia. Sementara itu Jimmy kembali bersama dengan Annabeth Markum(Laura Linney), kepadanya dia mengaku bahwa dialah pelaku dari pembunuhan-pembunuhan yang sudah terjadi kepada “Just Ray” Harris dan Dave. Annabeth menerima hal ini dan menganggap bahwa Jimmy adalah bagaikan raja baginya, dia menerima Jimmy apa adanya.

Annabeth Markum: Because it’s like I told the girls. Their daddy is a king. And a king knows what to do and does it.

Di akhir cerita Celeste, Jimmy dan Sean sama sama sedang menoton parade di jalanan kota itu. Ketika itu Sean membuat gestur menembak kepada Jimmy, seolah menyatakan bahwa dirinya selalu mengawasi apa yang Jimmy lakukan.

MYSTIC RIVER - (2)  MYSTIC RIVER - (4)

MYSTIC RIVER - (6)

MYSTIC RIVER - (3)MYSTIC RIVER - (5)  MYSTIC RIVER - (7) MYSTIC RIVER - (8) MYSTIC RIVER - (9) MYSTIC RIVER - (10) MYSTIC RIVER - (11)

MYSTIC RIVER - (13)

MYSTIC RIVER - (14)MYSTIC RIVER - (12)

TOP QUOTES

Sean Devine: Sometimes I think, I think all three of us got in that car…

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap ayah pasti sangat mencintai anaknya, terutama jika anaknya tersebut adalah perempuan, pasti akan dibelanya mati matian.

– Kita tidak boleh terjebak di masa lalu, meski masa lalu kita kelam dan suram, kita harus memandang ke depan dan membuka lembaran baru.

TAHUKAH KAMU?

– Di novel milik Dennis Lehane, karakter Jimmy bernama lengkap Jimmy Marcus, tapi di film ini dirubah menjadi Jimmy Markum.

– Totalitas seorang Kevin Bacon untuk peran ini cukup bagus, sebab dia memang berusaha tampil sebaik mungkin. Bahkan untuk mendalami karakternya di film ini dia menyempatkan diri untuk benar benar bekerja di Massachusetts State Police.

– Elie Wallach, tahu dong siapa dia. Dia adalah sahabat sekaligus teman dari Clint Eastwood. Bermula dari bermain bersama di film The Good, the Bad and the Ugly di tahun 1966 garapan Sergio Leone. Dia ikut jadi cameo lho di film ini, sebagai pemilik toko minuman alkohol.

eli-wallach mystic river eli-wallach

– gambar sebelah kanan adalah Eli di film  The Good, the Bad and the Ugly.

– gambar sebelah kiri (pria tua di tengah) adalah Eli di film ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA. Homoseksualitas/ Lesbian: YA . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA. Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– film kedua dari novel milik Dennis Lehane yang saya tonton setelah “Shutter Island”, yang berarti tinggal 1 film lagi yaitu film “Gone Baby Gone” arahan Ben Affleck.

– Ok sekarang menuju ke kesimpulan, tentu saja karena ini film diangkat dari novel jalan ceritanya sendiri sudah ok. Penampilan dari Sean Penn dan Tim Robbins benar benar luar biasa. Saya paling menyukai adegan dimana Sean Penn menginterogasi Tim Robbins di pinggir Mystic River untuk kemudian menembaknya mati. Sedangkan untuk Tim Robbins saya menyukainya sepanjang film, karena dia sungguh jago memerankan pria yang mengalami tekanan psikologis yang besar karena mengalami tragedi di masa kecilnya. Pantas jika keduanya mendapatkan oscar untuk peran mereka di film ini. Sedangkan untuk sang sutradara, Clint Eastwood, dengan film ini makin melambungkan namanya di jajaran sutradara kelas kawakan hollywood. Bahkan kedepannya masih banyak film yang akan dia garap setelah film ini, seperti: Million Dollar Baby , Letters from Iwo Jima , Changeling , Gran Torino , Invictus dan J. Edgar . Salut Buat Clint!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Requiem for a Dream (2000), Ketika Hal Adiktif Menghancurkan Impian-Impian Indah

DATA FILM

Sutradara: Darren Aronofsky . Penulis Naskah: Darren Aronofsky,  Hubert Selby Jr.(buku & naskah) . Bintang:  Ellen Burstyn, Jared Leto, Jennifer Connelly . Durasi: 102 menit . Tahun Rilis: 2000.

PENGHARGAAN OSCAR

–  Dinominasikan untuk 1 kategori Best Actress in a Leading Role (Ellen Burstyn).

REQUIEM FOR DREAM - (40)

“From the director of [Pi]”

JALAN CERITA(PLOT)

REQUIEM FOR DREAM - (18)

SUMMER

Sara Goldfarb: Purple in the morning, blue in the afternoon, orange in the evening.

Sara Goldfarb(Ellen Burstyn) adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, Seymour. Dia tinggal di daerah Brighton Beach, Brooklyn, Amerika. Hari harinya diisi dengan menonton acara televisi berjudul “JUICE” (Join Us In Creating Excellence) yang dibawakan oleh Tappy Tibbons(Christopher McDonald). Kehidupannya yang penuh dengan kekosongan mulai menarik ketika dirinya mendapatkan telepon dari pihak televisi yang memberitahukan bahwa Sara mendapatkan kesempatan untuk tampil menjadi tamu di acara show Tappy Tibbons.

Sementara itu anaknya, Harold “Harry” Goldfarb(Jared Leto) adalah pria beranjak dewasa yang tidak memiliki kegiatan dan pekerjaan pasti. Dia dan temannya, Tyrone C. Love(Marlon Wayans) serta pacarnya, Marion Silver(Jennifer Connelly) adalah pecandu narkoba. Hal yang menyedihkan karena di awal film sempat diceritakan bahwa Harry tega menjual televisi ibunya kepada Mark Margolis(Mr. Rabinowitz)  untuk mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Meski begitu kasih sayang Harry kepada ibunya tetap ada. Tyrone adalah pria kulit hitam yang bermimpi untuk menjadi pria yang dapat membanggakan ibunya, salah satunya dengan cara menjauhi dunia kriminal dan kejahatan di jalanan. Marion adalah wanita cantik yang bermimpi untuk memiliki butik busana dan mendesain pakaian-pakaiannya sendiri.

Sara yang bergembira dengan kabar dirinya akan masuk televisi menjadi terobsesi dengan hal itu. Dengan harapan untuk dapat tampil sempurna nantinya dia ingin mengenakan gaun merah yang pernah dipakainya di saat paling berkesan dalam hidupnya yaitu di saat kelulusan Harold. Tapi apa dikata, dirinya sekarang bukanlah yang dulu. Tubuh langsingnya dulu sudah berubah menjadi gemuk sekarang. Begitu pula dengan uban yang ada di kepalanya yang semakin banyak saja. Terobsesi dengan hal itu dia mendatangi dokter untuk mendapatkan resep  untuk melangsingkan tubuh. Akhirnya didapatlah resep tersebut. Ada 4 macam obat yang harus dikonsumsinya untuk mengecilkan perutnya. Hal ini sempat ditentang oleh Harry, karena dia tahu bahwa dengan terlalu banyak menkonsumsi pil kesehatan justru berakibat negatif. Tapi si ibu sudah kehilangan akal sehatnya tidak mau mendengarkan nasehat Harry.

Sementara itu, untuk mewujudkan cita cita mereka, Harry dan Tyrone sekarang mencoba untuk lebih dari sekedar menjadi pemakai narkoba. Sekarang mereka telah merambah bisnis jual beli narkoba, tempat yang mereka pilih adalah sekitaran Coney Island. Segalanya nampak sangat bagus kala itu. Uang yang mereka terima sangat berlimpah. Para konsumen di jalanan makin sering memesan narkoba kepada mereka. Tabungan keduanya rasa-rasanya sudah cukup besar, bahkan Harry berkesempatan untuk membelikan sang mama TV baru.

Hingga kejadian di suatu malam membuyarkan impian mereka.

REQUIEM FOR DREAM - (15)

FALL

Marion: That’s nice, Harry. Other people have told me that before, and it was meaningless. When you say it, I hear it.

Tyrone terjebak di situasi dimana dia ada diantara geng jual beli narkoba dan pembunuhan. Ini mengakibatkan dirinya tertangkap. Hal ini berujung pada keputusan Harry untuk menguras isi tabungan mereka demi menebus keselamatan Tyrone. Segalanya terasa akan hancur saat ini.

Kekurangan uang membuat hubungan antara Harry dan Marion juga merenggang. Meski Marion sempat mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang cepat dengan “tidur” bersama dengan psychiatrist Harry bernama Arnold the shrink(Sean Gullette).

Harry kemudian memutuskan untuk pergi sementara waktu bersama Tyrone ke Florida. Fakta menyedihkan lainnya adalah lengan Harry yang terluka parah karena keseringan melakukan suntik narkoba dengan cara yang tidak wajar.

Sementara itu di rumah, Sara sang ibu makin tergila gila dengan keinginannya tampil di show mengakibatkan dirinya over dosis dalam penggunaan pil yang diberikan dokter. Ini berakibat pada psikologisnya yang sering dan terus menerus mengalami gangguan halusinasi dan kecemasan berlebihan. Dirinya menjadi sangat ketakutan pada lemari esnya yang menyimpan banyak makanan serta dia menjadi hanya terfokus pada televisi saja.

Ini berpuncak pada dirinya saat dia memutuskan untuk pergi ke Manhattan, tempat stasiun televisi berada. Dengan menaiki kereta dirinya akhirnya sampai di kantor televisi tersebut. Meski dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Pegawai di kantor tersebut segera memanggil petugas rumah sakit untuk membawa Sara Goldfarb.

Akhirnya Sara mendapatkan perawatan medis. Sayangnya hal ini sudah terlambat. Ini berujung pada keputusan pihak rumah sakit yang terpaksa harus menggunakan teknik penyembuhan electroconvulsive therapy yang akan membuat dirinya kehilangan ingatan dan pikiran selamanya.

REQUIEM FOR DREAM - (24)

WINTER

Harry Goldfarb: Oh Jesus Christ… I need a doctor, man… I can’t take it man, my arm, My Fu*kin’ Arm”

Keadaan Harry juga makin parah tangannya menjadi busuk. Sadar temannya dalam keadaan kritis Tyrone membawa Harry ke rumah sakit di South Carolina. Keduanya lantas ditangkap polisi. Harry yang sekarat dibawa untuk dirawat terlebih dahulu di bagian kesehatan. Sedangkan Tyrone dihukum kerja di penjara serta berhadapan dengan petugas penjara yang rasis dan kasar.

Harry yang terbangun setelah proses penyembuhan hanya bisa menangisi keadaan karena dirinya sekarang diamputasi sebelah tangannya. Sementara Marion yang tinggal sendirian tidak punya pilihan lain selain harus mendapatkan Narkoba untuk memuaskan kecanduannya. Dengan tidak adanya Harry di sampingnya, dengan kabar yang tidak jelas kapan kembalinya Marion harus mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Akhirnya Marion bertemu dengan seorang Germo berkulit hitam bernama Big Tim(Keith David) yang menawarkannya narkoba dengan catatan dia mau bercinta dengannya. Marion tidak punya pilihan lain. Akhirnya pilihan sulit ini pun harus ditempuhnya.

Di kemudian hari saat kecanduannya kembali datang, dia harus datang kembali kepada si germo. Kali ini si germo meminta Marion untuk tampil di sex show. Marion menyetujui hal ini, akhirnya dia ikut berpartisipasi di pertunjukan sex yang digawangi si germo. Ujung ujungnya dia mendapatkan cukup banyak narkoba untuk memuaskan kecanduannya.

Di ujung film diceritakan keempat pemeran di film ini tertidur dengan posisi terkelungkup, Sara berada di rumah sakit, Harry berada di ruangan perawatan, Tyrone berada di balik jeruji penjara, Marion berada di rumahnya. Dalam impiannya Sara memimpikan dirinya ikut dalam TV show, di sana dia bertemu dengan Harry dan Marion yang sudah sukses dengan karir mereka. Sementara itu Harry memimpikan bahwa dirinya sudah bersama dengan Marion di Coney Island.

REQUIEM FOR DREAM - (39)

REQUIEM FOR DREAM - (28)

REQUIEM FOR DREAM - (38)
REQUIEM FOR DREAM - (2)MSDREFO EC005REQUIEM FOR DREAM - (3)REQUIEM FOR DREAM - (4)REQUIEM FOR DREAM - (4)REQUIEM FOR DREAM - (5)REQUIEM FOR DREAM - (6)REQUIEM FOR DREAM - (6)  
REQUIEM FOR DREAM - (8)REQUIEM FOR DREAM - (8)REQUIEM FOR DREAM - (10)  
REQUIEM FOR DREAM - (14)REQUIEM FOR DREAM - (26)
REQUIEM FOR DREAM - (17)

  REQUIEM FOR DREAM - (21)

  REQUIEM FOR DREAM - (25)
REQUIEM FOR DREAM - (27)
REQUIEM FOR DREAM - (7)REQUIEM FOR DREAM - (29)REQUIEM FOR DREAM - (30)REQUIEM FOR DREAM - (31)REQUIEM FOR DREAM - (32)REQUIEM FOR DREAM - (34)  REQUIEM FOR DREAM - (2)REQUIEM FOR DREAM - (36)REQUIEM FOR DREAM - (23)REQUIEM FOR DREAM - (37)

REQUIEM FOR DREAM - (19) REQUIEM FOR DREAM - (13)REQUIEM FOR DREAM - (1)

TOP QUOTES

Marion: I love you, Harry. You make me feel like a person.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

–  Jelas, harga yang sangat mahal harus dibayar oleh mereka (bisa jadi kita) yang kecanduan akan sesuatu. Tidak hanya impian-impian kita yang menjadi taruhannya, tapi kehidupan kita di masa mendatang.

TAHUKAH KAMU?

– Saat film ini diproduksi, siapa pasangan dari Jared Leto saat itu, Ya dia adalah Cameron Diaz.

– Jared Leto diminta Darren Aronofsky untuk pembuatan film ini untuk tidak berhubungan dengan Cameron Diaz serta tidak mengkonsumsi gula selama 30 hari demi menghayati arti sebenarnya dari “kecanduan” hal yang sama diberlakukan kepada Marlon Wayans.

– Kata kata “Heroin” tidak pernah diucapkan sekalipun di film ini.

– Meski banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah film tentang kecanduan heroin, toh sang sutradara, Darren Aronofsky tidak pernah mengatakan hal serupa, menurutnya kecanduan yang ingin disampaikan dalam film ini tidaklah sebatas kecanduan heroin tapi kecanduan yang bersifat lebih umum (seperti TV misalnya).

– Darren Aronofsky ketika ditanya apakah karakter Harry mati di akhir cerita mengatakan bahwa tentu saja Harry tidak meninggal, dia tetap hidup, karena dia akan lebih tersiksa ketika dia tetap hidup.

 – Acara TV “JUICE” yang dibawakan Tappy Tibbons mengalami sedikit perubahan daripada yang ada di novelnya, Darren Aronofsky terinspirasi dari acara milik Anthony Robbins dalam memasukkan acara ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, intens, eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada adegan dua wanita beradegan seks . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, intens . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: YA, sangat intens . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: YA. OVERALL: film khusus, bagi penikmat film bisa ditonton, tapi tidak untuk direkomendasikan ke kalangan umum.

KESIMPULAN:

 Rasa-rasanya memang Darren Aronofsky jago menukangi film bertema depressed people, tidak hanya Black Swan (yang aku tonton lebih dulu dibanding film ini) tapi Aronofsky melakukannya lebih gila dan dalam di film ini. Mau tidak mau aku jadi membandingkan film ini dengan Black Swan, keduanya berlatar hampir sama, dimana Black Swan berlatar wanita yang terobsesi untuk tampil sempurna di pertunjukan balet Swan Lake, sedangkan di film ini bercerita tentang 4 orang(ya 4 orang) yang memiliki kecanduan akan suatu hal, yang pada ujungnya membuat mereka gila dan menderita.

Aronofsky pernah mengatakan bahwa film ini laksana ketika anda terjun dari pesawat, anda melayang dan anda jatuh, kemudian anda baru sadar bahwa anda tidak mengenakan parasut, anda terjatuh, sakit, tapi masih berpikir, ya seperti itulah film ini bercerita.

Para tokoh utama pelan pelan terjatuh kepada hal yang membuat mereka ketagihan, kemudian terus menerus hingga mereka tidak sadar mereka sudah terlampau jauh terjatuh dalam kecanduan. Mau tidak mau mereka akan terperosok, nah ketika mereka terperosok ini mereka masih sadar, ini yang membuat mereka menderita karena mereka menyesali apa yang pernah lakukan dan tidak pernah dapat mengulangi waktu. Mereka tidak menyangka bahwa impian yang mereka bangun dengan diiringi dengan kecanduan itu, kecanduan itu sendiri justru yang menghancurkan impian itu, naas.

– Kredit khusus kepada Ellen Burstyn yang tampil luar biasa untuk memerankan Sara, dari awal seorang ibu yang tenang, menjadi seorang wanita tua yang tergila-gila di akhir cerita. Salut! (Meski akhirnya harus kalah dari Julia “Erin Brockovich” Roberts dalam penghargaan Oscar).

– Kredit juga diberikan kepada Jennifer Conelly atas keberaniannya mengambil peran yang kontroversial dan menantang di film ini, terutama adegan dia bugil dan adegan seks yang kentara. Jika melihat ke film film sebelumnya seperti Once Upon a Time in America (film debutnya) ataupun film film setelahnya, sepertinya Phenomena(arahan Dario Argento), Labirinth, The Rocketeer ataupun Dark City, film ini seakan menandakan lompatan dia dalam berkarir di Hollywood. Yang pada akhirnya, setahun berselang dia mendapatkan piala oscar pertamanya di film A Beautiful Mind, makin lengkap karena di project film tersebut dia juga mendapatkan Paul Bettany yang akhirnya memperistrinya.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Gran Torino (2008), Bukti Clint Eastwood yang Masih Luar Biasa di Usia Senja

DATA FILM

Sutradara: Clint Eastwood . Penulis Naskah:Nick Schenk , Dave Johannson & Nick Schenk(Cerita) . Bintang: Clint Eastwood, Bee Vang, Christopher Carley. Durasi: 116 menit . Tahun Rilis: 2008.

PENGHARGAAN OSCAR

–  tidak ada.

GRAND TORINO - 1 (1)

JALAN CERITA(PLOT)

Walt Kowalski(Clint Eastwood) baru saja ditinggal mati oleh istri tercintanya, Dorothy. Seorang mantan pejuang perang Korean, serta mantan pekerja di Ford ini sekarang hidup sendirian di rumahnya yang besar. Hidupnya sekarang hanya ditemani anjing piaraannya yang setia bernama Daisy. Sedangkan hubungan dengan kedua anaknya yang sudah berkeluarga terasa hambar. Sebab Walt adalah tipe lelaki tua yang hidup di masa lalu.Dia menolak segala kebudayaan baru yang ada di sekitarnya. Termasuk kepada anak anak dan cucu cucunya.

Youa: You’re funny.

Walt Kowalski: I’ve been called a lot of things, but never funny

Di sebelah rumahnya datanglah keluarga baru, keluarga keturunan Hmong( Hmong adalah para warga asia di sekitaran Thailand, China Selatan, Myanmar yang pada dahulu kala adalah sekutu dari Amerika Serikat. Karena Amerika serikat kalah dalam perang melawan Vietnam, maka banyak warga Hmong yang terpaksa ikut ke Amerika untuk menghindari pengusiran di negara asalnya), Asia. Mereka memiliki dua orang anak, yaitu anak perempuan bernama Sue(Ahney Her), dan adik laki lakinya yang pekerjaannya mengurus taman dan mencuci piring bernama Tao(Bee Vang). Walt yang memiliki sifat keras kepala dan tegas tidak suka dengan kedatangan tetangga baru ini.

Walt Kowalski: I confess that I have no desire to confess.

Sementara itu seorang pastur bernama Janovich(Christopher Carley) berjanji kepada Dorothy sebelum matinya, bahwa dia akan membuat sang suami untuk melakukan pengakuan dosa di gereja. Janovich kesulitan untuk mendekati dan membujuk Walt untuk melakukan hal ini. Meski sulit dia tidak pernah berputus asa untuk memenuhi janjinya kepada Dorothy. Termasuk jika harus berdebat dengan Walt yang keras kepala.

Tao adalah tipe anak asia yang penurut kepada orang tua dan sederhana, hal ini menjadikan dirinya sering menjadi obyek bully dari kawanan anak anak kulit putih disana. Suatu hari ketika sedang berjalan pulang dia diejek sekawanan anak anak kulit putih. Beruntung dia kemudian diselamatkan oleh kawanan geng anak asia juga yang dipimpin oleh sepupunya yang berjulukan “Spider”. Akhirnya Tao bersedia untuk ikut dalam petualangan geng tersebut.

Duke: What you lookin’ at old man?

Walt Kowalski: Ever notice how you come across somebody once in a while you shouldn’t have fucked with? That’s me.

Tao dan kawanan geng mengetahui bahwa si tetangga tua, Walt memiliki mobil antik, Grand Torino tahun 1972. Tao ditugaskan untuk menyelinap ke dalam garasi Walt di malam hari untuk mencuri mobil tersebut. Nahas dia dipergoki Walt, namun Walt tidak sempat menangkapnya karena terjatuh dan memberi kesempatan kepada Tao untuk kabur.

Besoknya, di malam hari kawanan geng yang dipimpin spider mencoba untuk mengajak kembali Tao untuk beraksi. Kali ini Tao menolak, sempat terjadi keributan di halaman rumah mereka. Walt yang merasa terganggu segera keluar dan mengusir mereka semua. Keluarga Sue merasa berhutang budi karena hal ini. Besoknya mereka mengirimkan hadiah bunga bunga kepada Walt. Walt masih tidak suka dengan hal ini karena merasa dia tidak melakukan kebaikan apapun.

Walt Kowalski: I’ll blow a hole in your face then go inside and sleep like a baby.

Suatu hari Sue sedang berjalan jalan bersama pacar barunya, Trey(Scott Eastwood). Ketika mereka sedang asyik, bertemulah mereka dengan 3 anak kulit hitam, mereka coba mengganggu Sue. Sementara itu Trey tidak berkutik. Walt yang kebetulan sedang lewat segera turun dari mobilnya dan menghampiri mereka. Walt kemudian mengantar pulang Sue.

Sebagai hukuman karena telah mencoba mencuri mobil Grand Torino(GT) milik Walt, sekaligus sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu mengatasi keributan di tengah malam kemarin. Keluarga Tao meminta kepada Walt agar mengijinkan Tao bekerja kepada Walt. Walt yang merasa tidak perlu bantuan menolaknya. Tapi setelah dibujuk terus menerus akhirnya dia luluh. Mulailah Tao bekerja kepada Walt.

 I once fixed a door that wasn’t even broken yet.

(Walt)

Walt yang biasa mengerjakan segala hal sendirian malah bingung mau diperkerjakan apa Tao. Tapi dia kemudian melihat rumah tetangga seberang jalan yang sudah nampak rusak dan tidak terawat. Jadilah Tao diperbantukan untuk memperbaiki penampilan rumah tetangga seberang. Walt yang makin intens bertemu dan berinteraksi dengan Sue dan Tao menjadi pribadi yang lebih terbuka kepada keduanya.

Di hari ulang tahunnya, salah satu anak Walt, Mitch Kowalski(Brian Haley) bersama istrinya, Karen Kowalski(Geraldine Hughes) datang membawa kue ulang tahun. Tidak lupa mereka memberikan hadiah ulang tahun berupa alat untuk mengambil barang yang berada di ketinggian dan pesawat telepon. Sebagai tambahan hadian mereka juga memberikan penawaran kepada sang ayah agar mau pindah ke tempat yang mereka canangkan agar dapat dirawat oleh orang yang berpengalaman serta tempat yang tidak terlalu membutuhkan perawatan. Walt tentu menolak hal ini, karena dia sendiri merasa masih kuat dan sehat serta tidak butuh dikasihani. Walt segera mengusir anaknya tersebut.

Walt kemudian menerima permintaan Sue untuk datang ke rumah keluarga Tao untuk ikut pesta makan makan, sebab selain karena hari ini dia kehabisan bir juga dia tidak punya sesuatu untuk dimakan selain kue ulang tahun pemberian dari anaknya. Di sana Walt senang makan makanan asia, juga bir mereka, meskipun saat mengikuti pesta Sue dan kawan kawannya di ruangan bawah tanah dia  menyadari bahwa Tao, selain pribadi yang kurang jantan, tidak punya nyali dan masa depan juga tidak pandai merebut hati lawan jenisnya. Walt yang merasa adalah pria sejati tertantang akan membantu Tao.

Walt Kowalski: What the hell does everybody want with my Gran Torino?

Sementara itu Walt sadar bahwa kondisi fisiknya sudah tidak muda lagi, ditambah kebiasaan buruknya untuk mengerjakan segalanya sendirian. Serta kesenangannya merokok dan minum bir telah menggerogoti kesehatannya. Berkali kali dia terpaksa harus muntah darah.

Tao yang dianggap tidak memiliki kejantanan diajak ke tempat teman Walt. Tempat tersebut adalah tempat dimana Walt sering mencukur rambutnya. Pemilik tempat tersebut bernama Martin(John Carroll Lynch). Di sana Tao diajari cara bertutur kata dan berbincang layaknya seorang pria. Tao ternyata cepat belajar. Dia segera bisa dengan apa yang Walt ajarkan.

Walt kemudian membawa Tao untuk melihat lihat ruangan tempat dia menyimpan alat alat tekniknya. Di sana dia menghadiahi Tao tiga macam alat teknik, diantaranya yaitu, WD-40, perekat duct dan vice grip. Setelah itu dia juga mengajak Tao pergi untuk mendapatkan pekerjaan.

Pekerjaan yang dipilih adalah konstruksi. kebetulan Walt punya teman di salah satu tempat konstruksi, namanya Timothy “Tim” Kennedy(William Hill). Walt berhasil meyakinkan Tim untuk menerima Tao sebagai salah satu karyawannya. Jadilah Tao mulai bekerja di tempat konstruksi milik Tim. Sebelum pulang Walt mengajak Tao untuk membeli beberapa peralatan teknik standar untuk bekalnya bekerja esok hari.

Walt Kowalski: You’re wrong, eggroll, I know exactly what I’m talking about. I may not be the most pleasant person to be around, but I got the best woman who was ever on this planet to marry me

. I worked at it, it was the best thing ever happened to me. Hands down. But you, you know, you’re letting Click-Clack, Ding-Dong and Charlie Chan just walk out with Miss What’s-her-face. She likes you, you know? Though I don’t know why!

Esok harinya ketika pulang dari bekerja Tao dihadang kawanan geng spider. Mereka kemudian menghajar Tao dan merusak peralatan milik Tao. Tidak hanya itu mereka juga mencolokkan api rokok kepada pipi Tao. Tao terpaksa pulang dengan keadaan yang menyedihkan. Hal ini kemudian diketahui oleh Walt.

Walt tentu saja tidak terima terhadap perlakuan geng spider kepada Tao. Dia segera melabrak markas geng spider. Menunggu keadaan sepi, Walt kemudian masuk dan menangkap salah satu anggota geng spider. Tidak tanggung tanggung dia menghajarnya habis habisan dan mengancamnya dengan pistol untuk tidak mengganggu Tao lagi.

Walt yang keadaan kesehatannya makin parah terpaksa menemui dokter. Ternyata dokter langganannya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Terpaksa dia sekarang ditangani dokter baru, yang tidak lain adalah dokter etnis asia. Mendapatkan diagnosis kesehatan yang buruk dia mencoba untuk mengontak salah satu anaknya namun perbincangan mereka tidaklah menyenangkan dan telepon ditutup sebelum Walt sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya.

Geng spider tidak terima dengan ancaman dari Walt. Mereka kemudian lewat depan rumah walt dan menembakkan senapan otomatis ke rumah Sue. Sementara itu Sue yang sedang dalam perjalanan ke tempat temannya dihadang dan dihajar.

Hal ini mengakibatkan kerusakan di rumah keluarga Tao, selain itu Tao juga mengalami luka di lehernya. Walt jelas berang dengan hal ini. Sadar dia sudah tua maka jika ingin melakukan pembalasan dia harus menyusun rencana yang sangat matang. Jadilah sekarang Walt terdiam memikirkan strategi apa yang akan diambilnya untuk mengalahkan geng spider.

Yakin bahwa keselamatan dirinya dipertaruhkan dalam hal ini. Walt tersadar untuk mengikuti saran dari almarhum istrinya, Dorothy untuk melakukan pengakuan dosa di gereja (hal yang tidak pernah dilakukannya selama hidupnya). Walt lalu mendatangi Pastur Janovich untuk mendapatkan kesempatan melakukan pengakuan dosa di gereja.

Walt Kowalski: I’m here for a confession.

Father Janovich: Oh, Lord Jesus what have you done?

Esok harinya ketika dia menyiapkan senapannya, datanglah Tao yang sudah panas hatinya ingin membalas dendam akan perlakuan geng spider. Tao diberitahu oleh Walt bahwa dia harus tetap tenang. Walt kemudian mengajaknya untuk turun ke ruangan bawah, dengan akal akalan akhirnya dia berhasil menjebak Tao agar terkunci di ruangan bawah. Hal ini dilakukan agar Tao tidak perlu ikut menyambangi geng spider.

Setelah merasa siap, malam harinya Walt segera mendatangi markas geng spider. Tidak lupa sebelum pergi dia menelepon Sue untuk memberitahukan keadaan dan posisi Tao. Walt yang datang ke markas spider sudah diantisipasi oleh spider dkk.

Mereka segera menodongkan senjata saat melihat Walt. Walt yang berada di sana sendirian tetap tenang. Dia kemudian merokok, namun ketika hendak mengambil korek api di dalam jaketnya hal ini disalah artikan oleh spider dkk yang menganggap Walt ingin mengambil senjata. Spider dkk segera memberodong Walt. Jadilan Walt mati terkapar karena tembakan tembakan tersebut.

Hal ini berlanjut ketika polisi datang dan membekuk spider dkk. Sue dan Tao juga datang dengan mengendarai Grand Torino milik Walt. Di surat wasiatnya Walt menulis bahwa Grand Torino miliknya tidak diwariskan kepada anak ataupun cucunya Ashley (Dreama Walker) melainkan kepada teman terdekatnya yang tidak lain adalah Tao.

GRAND TORINO - 1 (15)

  GRAND TORINO - 1 (3)GRAND TORINO - 1 (4)  GRAND TORINO - 1 (6)GRAND TORINO - 1 (7)

GRAND TORINO - 1 (19) GRAND TORINO - 1 (20)GRAND TORINO - 1 (8)GRAND TORINO - 1 (9)GRAND TORINO - 1 (10)GRAND TORINO - 1 (11)  GRAND TORINO - 1 (13)??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????  GRAND TORINO - 1 (17)GRAND TORINO - 1 (18)GRAND TORINO - 1 (12)

GRAND TORINO - 1 (1)

TOP QUOTES

Walt Kowalski: Get off my lawn!

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– setiap alat di ruang kerjanya Walt memiliki tugas masing masing, ketika dibutuhkan mereka siap untuk dipergunakan, begitu juga dengan diri kita, kita harus mampu menjadi orang yang berguna bagi sesama dan menjadi orang yang memiliki tujuan hidup.

– pentingnya untuk sedikit meredam ego pribadi agar dapat diterima masyarakat, penting untuk menjadi pribadi yang hangat dan tidak terlalu keras kepala, terlebih kepada orang orang terdekat, juga jika anda tinggal di tempat yang multi etnis dan beragam anda harus dapat beradaptasi.

– karena kita hidup di masa ini, jadi kitalah yang harus menyesuaikan diri, bukan masa yang harus menyesuaikan diri dengan kita. Waktu berjalan, orang orang berubah, kita boleh punya pendirian tapi harus tetap dapat beradaptasi dengan lingkungan dan jaman yang terus berubah.

TAHUKAH KAMU?

– Mau tahu diambil dari mana nama Walt Kowalski, dia diambil dari salah satu legenda gulat, Walter “Killer’ Kowalski’, bisa dicek di sini, http://en.wikipedia.org/wiki/Killer_Kowalski.

– Film ini juga jadi ajang bagi anak anak Clint Eastwood, si Scott Eastwood berperan sebagai Trey, temannya Sue saat bertemu dengan geng anak nakal. Sedangkan anak Clint Eastwood lainnya, Kyle Eastwood mengisi score musik film ini.

– Ketika scene Walt mandi sambil merokok di bath tub ditemani anjingnya dia bilang bahwa sekali ini dia merokok di dalam rumah, nyatanya ketika di malam hari bersama dengan pastur Father Janovich dia merokok juga. Perlu ditekankan kembali, meski Clint Eastwood merokok di sebagian film nya dia bukanlah seorang perokok aktif.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA, intens. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Just Wow untuk Clint Eastwood !! di usia senjanya si kakek ini benar benar masih luar biasa. Kualitas aktingnya memang selalu di atas rata-rata. Dia berhasil menghidupkan karakter Walt yang dingin, keras kepala dan tegas. Salut!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Haute Tension / Switchblade Romance(2003), Tensi Tinggi yang Tak Berpuncak Maksimal di Akhir

DATA FILM

Sutradara: Alexandre Aja . Penulis Naskah: Alexandre Aja, Grégory Levasseur . Bintang:  Cécile De France, Maïwenn, Philippe Nahon . Durasi: 91 menit . Tahun Rilis: 2003.

PENGHARGAAN OSCAR

–  tidak ada.

HAUTE TENSION - (9)

JALAN CERITA(PLOT)

HAUTE TENSION - (6)

“Hearts will bleed.”

Berawal dari dua teman sekolah, Marie(Cécile De France) dan Alexia – Alex(Maïwenn) ingin menghabiskan waktu bersama di desa terpencil di rumah orang tua Alex. Dengan tujuan mengasingkan diri agar dapat fokus untuk belajar. Perjalanan keduanya lancar hingga sampai rumah orang tua Alex.

Alexia: The problem is, he’s got a girlfriend he doesn’t want to split up with.

Marie: Why are you so interested, then?

Alexia: Someone who’s taken must be worth it. I’m skeptical of single guys.

Di malam harinya ketika seluruh anggota keluarga Alex sudah tertidur, datanglah seorang pria gempal ke kediaman mereka. Ayah Alex(Andrei Finti) yang membukakan pintu dibunuh dengan cara sadis, begitu pula dengan anjing penjaga rumah. Berikutnya ibunya Alex(Oana Pellea) dilukai. Marie yang masih terjaga mencoba untuk sembunyi sambil berusaha mendapatkan bantuan lewat telepon.

Si pembunuh(Philippe Nahon) segera mengikat mulut, tangan dan kaki Alex. Kemudian dia menghabisi ibu Alex dengan menggorok lehernya dengan menggunakan pisau cukur, tepat di depan Marie yang bersembunyi di dalam lemari baju. Begitu pula dengan adik Alex, ditembak dengan shotgun di perkebunan jagung keluarga tersebut.

Alex dimasukkan ke bak belakang truk oleh si pembunuh, sedangkan si pembunuh kembali ke rumah. Marie sempat coba untuk membebaskan rantai yang mengikat Alex tapi gagal. Justru pintu boks truk segera ditutup oleh pembunuh. Jadilah Marie dan Alex terkurung di sana.

Tiba di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, si pembunuh mengisi bensin. Sementara itu Marie pergi mencari bantuan ke dalam minimarket SPBU. Marie memberikan pisau kepada Alex untuk berjaga jaga. Marie sempat meminta bantuan kepada pria penjaga minimarket tapi dia malah tidak melakukan apapun.

Hingga akhirnya si pembunuh juga masuk ke minimarket, membuat Marie harus bersembunyi di belakang rak barang jualan. Si pembunuh mencoba meminta alkohol kepada penjaga minimarket. Sebelum alkohol diberikan, si penjaga minimarket terlanjur dibantai oleh si pembunuh dengan kapak.

Si pembunuh tahu bahwa dia tidak sendirian di minimarket tersebut segera mencari siapa yang sedang bersembunyi, tapi tidak berhasil. Marie yang ngumpet di toilet berhasil selamat. Sedangkan si pembunuh meneruskan perjalanannya dengan Alex.

Marie segera meminta pertolongan lewat telepon di minimarket. Marie juga menemukan bahwa di laci ada pistol, segera mengambilnya dan mengejar si pembunuh dengan menggunakan mobil si penjaga minimarket.

Setelah sempat mengejar si pembunuh hingga jauh Marie akhirnya ketangkap basah oleh si pembunuh. Tahu bahwa dia membawa pistol, Marie tidak gentar. Tapi ketika dia sadar bahwa pistol tersebut sudah dikosongkan pelurunya oleh si pembunuh dia jadi kebingungan.

Mobil Marie akhirnya terperosok. Marie terus dikejar kejar si pembunuh, hingga dia terpaksa bersembunyi di rumah kebun di tengah hutan. Marie yang sempat berkelahi dengan si pembunuh akhirnya menang dan menginggalkan si pembunuh dengan luka pukulan kayu berkawat di wajahnya.

You can’t escape from me, bitch!

(Si Pembunuh)

Selanjutnya Marie mencoba menyelamatkan Alex di truk. Tapi setelah Alex dilepaskan rantainya justru Alex menusuk Marie dengan pisau dan lari menjauh.

Sementara itu dua orang polisi sudah mendatangi TKP SPBU tempat Marie menelepon minta bantuan. Disana mereka mendapati mayat penjaga SPBU. Mereka segera mengecek CCTV yang terpasang di SPBU tersebut. Di sini diungkap bahwa si pembunuh sebenarnya adalah Marie.

Jadi selama ini si pria pembunuh adalah hasil dari rekayasa dan imajinasi Marie sendiri, yang cenderung tertarik dan terobsesi berlebihan kepada Alex dan menolak adanya orang orang di samping Alex selain dirinya.

Alex yang mencari pertolongan di tengah hutan akhirnya mendapati jalan, dia mencoba menghentikan mobil untuk mendapatkan bantuan. Alex segera masuk, tapi ternyata Marie/ Si Pria Pembunuh sudah berada di luar. Mobil mereka  coba dijalankan tapi tidak bisa. Marie/ Si Pria Pembunuh segera menghabisi pria pemilik mobil dengan menggunakan gergaji mesin.

Sementara itu Alex berhasil ke luar dari mobil dan merangkak menjauh. Marie segera mendekatinya dan menciumnya. Alex segera menusukkan pipa besi ke perut Marie ketika Marie lengah. Akhirnya Alex dapat selamat. Sementara Marie terpaksa dimasukkan ke ruang perawatan untuk orang yang punya kelainan jiwa.

HAUTE TENSION - (1)

HAUTE TENSION - (12)

HAUTE TENSION - (2)

HAUTE TENSION - (8)

HAUTE TENSION - (10)HAUTE TENSION - (1)   HAUTE TENSION - (3)  HAUTE TENSION - (5)      HAUTE TENSION - (11)  HAUTE TENSION - (13)

HAUTE TENSION - (7)

HAUTE TENSION - (2)

TOP QUOTES

Marie: I won’t let anyone come between us any more.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– minim pesan moral, tapi setidaknya kita harus tahu kalau ada pembunuh sadis mendatangi kita, kita tahu bahwa mereka pasti siap membunuh, maka jalan yang harus kita tempuh adalah lari, bersembunyi dan bersiap jika keadaan terburuk yaitu harus melawan.

TAHUKAH KAMU?

–  ketika si pembunuh mengisi bahan bakar di SPBU, jumlah bahan bakar yang keluar tidak sama dengan jumlah yang tertera.

– anjing keluarga Alex menghilang seketika setelah dibunuh.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan wanita masturbasi, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada adegan dua wanita berciuman . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA, intens . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: YA. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Ide cerita yang pasaran, jalan ceritanya tidak terlalu rumit. Di bagian akhir sang sutradara ingin memberikan twist, yang sayangnya, justru terlihat kurang greget dan tidak begitu memberikan tambahan pada kualitas film itu sendiri. Kedalaman karakter tidak diekspos, namun jika anda adalah penggemar film slasher yang mengumbar darah macam Texas Chainsaw Massacre, anda tidak akan terlalu kecewa.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

6.5