A Beautiful Mind(2001), Jenius Antisosial Penderita Skizofrenia Yang Akhirnya Meraih Nobel

DATA FILM

Sutradara: Ron Howard . Penulis Naskah: Akiva Goldsman, Sylvia Nasar (buku)  . Bintang: Russell Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Paul Bettany . Durasi: 135 menit . Tahun Rilis: 2001.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk: Best Actor in a Leading Role . Best Film Editing . Best Makeup . Best Music, Original Score.

– Memenangkan piala untuk: Best Actress in a Supporting Role . Best Director . Best Picture . Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published.

1

JALAN CERITA(PLOT)

In competitive behavior someone always loses.

(John)

Di tahun 1947, John Nash Jr.(Russell Crowe)mendapatkan beasiswa Carnegie di bidang matematika untuk dapat berkuliah di Princeton University. Disana dia memiliki beberapa teman yang punya kesamaan yaitu ketertarikan kepada matematika, yaitu Bender(Anthony Rapp), Ainsley(Jason Gray-Stanford) dan Richard Sol(Adam Goldberg). Selama berkuliah di sana dia juga memiliki teman sekamar di asrama mahasiswa yaitu Charles Herman(Paul Bettany).

Nothing’s ever for sure, John. That’s the only sure thing I do know.

(Charles)

Di Princeton, Nash juga memiliki rival sengit, dia adalah Hansen(Josh Lucas). Nash berjuang sekuat tenaga untuk dapat menemukan ide asli dan baru. Pada akhirnya dia mampu mengungkap perihal Governing Dinamics, terinspirasi dari kejadian di bar dimana dia dan teman temannya mencoba mendekati seorang wanita di bar. Sedangkan Hansen memberikan pernyataan dari seorang pakar yaitu Adam Smith mengenai “Everyman For Himself”. Akhirnya berkat kerja kerasnya dia mendapatkan kesempatan untuk ke MIT, dan dengan ditemani Sol & Bender jadilah mereka bertiga ke MIT.

Nash akhirnya bekerja di MIT, sementara itu dia juga dipekerjakan oleh Pentagon untuk memecahkan kode enkripsi telekomunikasi. Hingga akhirnya Nash bertemu dengan William Parcher(Ed Harris), seorang agen dari departemen pertahanan Amerika Serikat. Yang mana Parcher meminta Nash untuk memecahkan kode milik Rusia yang ada di majalah dan mengirimkan hasilnya ke tempat yang sudah ditentukan.

Sementara Nash bekerja di MIT dia berkenalan dengan Alicia Larde(Jennifer Connelly), seorang mahasiswi cantik yang menawan. Diawali dari makan malam, akhirnya keduanya menikah.

Sekembalinya dari MIT ke Princeton, Nash kembali bertemu dengan Charles. Kali ini dia tidak sendiri, dia bersama Marcee(Vivien Cardone), keponakan perempuannya.

Kejadian serius terjadi ketika Nash dikejar kejar seorang agen Soviet ketika hendak mengantarkan hasil pekerjaannya kepada Parcher. Dirinya berhasil selamat pulang ke rumah namun mengalami trauma. Dia lantas meminta kepada Parcher untuk berhenti menjadi agen. Hal ini tentu ditolak mentah mentah oleh Parcher.

Suatu kesempatan Nash yang berada di Harvard University untuk menjadi dosen tamu kaget karena di sana ada Parcher, dia lantas berusaha kabur. Akhirnya terkuaklah bahwa Nash mengalami penyakit Skizofrenia. Penyakit mental yang mengakibatkan penderitanya mengalami halusinasi yang berkepanjangan dan berakibat parah kepadanya. Dan ternyata bahwa adanya William Parcher, Charles dan Marcee semuanya hanyalah ada di dalam halusinasi Nash saja.

Dengan bantuan dari dr. Rosen(Christopher Plummer), Nash mendapatkan perawatan di sebuah fasilitas kesehatan. Alicia tetap terus memberikan dukungan moril kepada suaminya selama proses penyembuhan ini.

Alicia segera mengandung anak dari Nash, sementara itu John Nash sudah diperbolehkan pulang ke rumah dengan catatan terus mengkonsumsi obat untuk mengurangi halusinasi yang didapatkannya.

John merasa tidak perlu untuk terus terusan mengkonsumsi obat tersebut, dia sudah merasa baikan meski terpaksa harus menjadi pengangguran dan pindah ke rumah yang lebih sederhana. Tanpa sepengetahuan Alicia, John sering menyimpan pil obat yang seharusnya dia konsumsi.

I need to believe, that something extraordinary is possible.

(Alicia)

Terang saja kejadian dirinya yang membahayakan keselamatan anaknya saat dimandikan membuka mata alicia bahwa John sudah berbohong selama ini. Alicia segera sadar bahwa John telah banyak berbohong kepada dirinya perihal sakitnya yang ternyata masih dideritanya.

Alicia dan dr.Rosen kembali melakukan pengobatan kepada John Nash. John kali ini juga sudah dibujuk secara hati ke hati oleh Alicia untuk ikut kembali program penyembuhannya. John setuju dan segalanya mulai terasa baik sekarang.

This class will be a waste of your – and what is infinitely worse – my time.

(John)

Saat keadaan sudah mulai membaik John Nash kembali ingin ke sekolah, agar dapat memiliki kesibukan. Beruntung karena Hansen sekarang menjadi kepala bidang matematika di Princeton University. Hansen memberikan kesempatan kepada Nash untuk bekerja di perpustakaan kampus dan mengaudit kelas.

Tahun demi tahun segera berlalu, Nash akhirnya mampu untuk mengurangi dampak buruk dari penyakitnya. Akhirnya dia mampu untuk kembali ke kelas dan mengajar kembali. Ini tentu hal yang menggembirakan bagi Alicia dan kawan kawan Nash.

Di Tahun 1994 Nash akhirnya mendapatkan penghargaan Nobel untuk bidang ekonomi karena teorinya tentang “Game Theory”. Nash dan keluarganya kemudian ke Stockholm, Swedia untuk menerima penghargaan. Dalam sambutannya saat menerima penghargaan, Nash menyatakan bahwa istrinya telah banyak berperan dalam kesuksesannya.

2  3  5

3

7

6

TOP QUOTES

Classes will dull your mind, destroy the potential for authentic creativity.

(John Nash)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– cinta yang sejati akan terlihat ketika si pasangan mendapatkan situasi terburuk. pasangan sejati tidak akan meninggalkan pasangannya meski keadaan menjadi sangat buruk sekalipun.

– kita perlu bangkit melawan penyakit, melawan masalah di kehidupan kita secara umum dan menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Jangan biarkan rintangan menghalangi kita untuk kita berprestasi dan menggapai sukses.

TAHUKAH KAMU?

8

– Sebelum peran jatuh kepada Russel Crowe, tadinya peran ini ditawarkan kepada Tom Cruise.

– Tadinya ada scene John Nash bercinta dengan istrinya, Alicia Nash namun scene ini dipotong (cukup bijak mungkin, agar film ini dapat menjangkau kalangan yang lebih luas).

– Persamaan yang ditulis John Nash di papan tulis di dalam kelas adalah sama dengan persamaan yang ditulis John Nash asli (gambar ada di atas).

– Film inilah yang awalnya menyatukan kisah kasih (cinta lokasi) antara Jennifer Conelly dengan Paul Bettany. Yang pada akhirnya nanti Paul akan membidani film “Shelter” di tahun 2013 yang dibintangi sang istri.

– Di tahun 2014 nanti Jennifer juga akan kembali beradu akting dengan Russel Crowe, kali ini di film “Noah” yang dibidani oleh sutradara “Requiem for a Dream”, Darren Aronofsky.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Film yang inspiring, menginspirasi siapa yang menontonnya. Melihat perjuangan John Nash melawan penyakitnya, peran orang orang terdekatnya dalam menemani perjuangannya sungguh dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang menontonnya. Jennifer Conelly memang pantas meraih piala oscar untuk peran pembantu di film ini. Kombinasinya dengan Russel Crowe DASHYAT!!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s