Memoirs of a Geisha(2005), Kisah Gadis Kecil Melarat Mengejar Cintanya dan Menjadi Salah Satu Geisha Paling Terkenal Di Jepang.

DATA FILM

Sutradara: Rob Marshall . Penulis Naskah: Robin Swicord, Arthur Golden(Novel). Bintang:  Ziyi Zhang, Ken Watanabe, Michelle Yeoh, Li Gong. Durasi: 145 menit . Tahun Rilis: 2005.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 3 kategori: Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score, Best Achievement in Sound Editing & Best Achievement in Sound Mixing.

– Memenangkan 3 Piala Oscar untuk kategori Best Achievement in Art Direction, Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Costume Design. Memoirs of a Geisha -(24)

” A story like mine, should never be told”

JALAN CERITA(PLOT)

My mother always said my sister Satsu was like wood; as rooted to the earth as a sakura tree. But she told me I was like water. Water can carve its way even through stone…and when trapped, water makes a new path…

Berangkat dari Novel Karangan Arthur Golden, Memoirs of a Geisha, bersetting di tahun 1929, bercerita tentang Chiyo Sakamoto(Suzuka Ohgo), gadis kecil anak nelayan melarat di Yoroido, desa nelayan di pinggiran Laut Jepang yang bersama dengan kakaknya, Satsu(Samantha Futerman), dijual oleh ayahnya karena mereka sangat miskin. Selain itu ibunya yang sakit-sakitan memaksa sang ayah untuk tidak memiliki pilihan lainnya. Mereka berdua akhirnya dijual ke Okiya (Tempat untuk rumah para Geisha) di Gion.

My mother always said my sister Satsu was like wood; as rooted to the earth as a sakura tree. But she told me I was like water. Water can carve its way even through stone…and when trapped, water makes a new path…

(Nitta Sayuri)

Setibanya di kota, dikarenakan Satsu dianggap kurang cantik makanya dia dijual ke distrik pelacur di Kyoto, sedangkan Chiyo yang cantik dan bermata layaknya air ditempatkan di Okiya. Di Okiya Chiyo berteman dengan sesama gadis cilik bernama Pumpkin(Zoe Weizenbaum). Disana dia juga tinggal bersama dengan Nenek yang sakit sakitan, Ibu(Kaori Momoi) yang merupakan juragan dan bos di tempat itu, Bibi(Tsai Chin), seorang wanita yang gagal menjadi Geisha, dan Hatsumomo(Li Gong), Geisha paling populer dan cantik di wilayah tersebut, sekaligus ladang uang bagi ibu untuk terus menjaga kelangsungan rumah geisha miliknya.

A pity she still stinks of fish.

(Hatsumomo)

Bertugas sebagai pembantu di rumah tersebut Chiyo bertugas merawat nenek yang sudah sakit sakitan, dan membantu pekerjaan rumah tangga lainnya, termasuk membereskan kamar Hatsumomo. Sesuatu yang dibenci Hatsumomo karena Chiyo sendiri masih bau ikan di badannya, dengan sinisnya Hatsumomo melarang Chiyo untuk menyentuh barang-barang pribadinya. Terlebih ketika melihat wajah Chiyo dari dekat dan melihat tatapan mata Chiyo yang begitu indah, Hatsumomo sudah sadar bahwa Chiyo suatu saat bisa menjadi rival sengitnya. Seketika itu pula Hatsumomo mengatur segala daya dan upaya untuk menyingkirkan Chiyo.

Suatu hari Chiyo memergoki Hatsumomo yang sedang memadu kasih dengan Pria bernama Koichi(Karl Yune) di sebuah kamar. Koichi yang tahu mereka berdua sedang diintip segera pergi, suara kegaduhan membuat Ibu dan Bibi keluar dan melihat apa yang terjadi, Hatsumomo menyelipkan uang di baju Chiyo dan menuduhnya sudah mencuri darinya. Namun Ibu tidak percaya begitu saja, dia segera meminta Bibi untuk memegangi tubuh Hatsumomo, dan dengan tangannya sendiri Ibu memeriksa kemaluan dari Hatsumomo dan menunjukkan kebenaran sebenarnya bahwa Hatsumomo adalah habis bercinta dengan pria. Ibu segera melarang keras Hatsumomo untuk bertemu lagi dengan Koichi.

Chiyo dan Pumpkin disekolahkan bersama untuk dapat menjadi Geisha pula di masa mendatang. Chiyo sempat mengajak Pumpkin untuk kabur, namun pumpkin menolak karena menganggap hal tersebut tidak mungkin, karena mereka sudah berada di distrik yang memang menjadi tempat para geisha. Pumpkin juga melarang Chiyo untuk mencoba kabur karena akan membahayakan masa depan mereka berdua sebagai calon geisha.

Suatu malam Hatsumomo pulang bersama teman wanitanya dalam keadaan mabuk, keduanya segera masuk rumah. Hatsumomo kemudian memiliki rencana licik untuk mengotori Kimono milik rivalnya yaitu Mameha, Geisha senior yang paling terkemuka di tempat tersebut. Hatsumomo dan temannya segera mencuri kimono milik Mameha(Michelle Yeoh) dan bersiap untuk mengotorinya dengan tinta. Tapi segera Hatsumomo punya ide yang lebih cemerlang, yaitu menggunakan Chiyo untuk merusak Kimono tersebut. Hatsumomo yang sebelumnya sudah mengetahui bahwa kakak dari Chiyo sudah mencoba mencari Chiyo, menawarkan kepada Chiyo untuk melakukan apa yang diperintahkannya dengan imbalan dia akan memberitahukan keberadaan satsu kepada Chiyo. Chiyo tanpa ragu merusak dan mengotori Kimono milik Mameha.

Chiyo akhirnya tahu bahwa satsu masih selamat dan berada di distrik pelacur, dia kemudian merencanakan untuk kabur lewat atap karena pintu gerbang depan ditutup. Keduanya berjanji bertemu di jembatan, namun Chiyo malah terjatuh dari atap dan tangannya patah. Ibu dan Bibi terpaksa harus merawat biaya pengobatan chiyo yang tidak sedikit. Setelah sembuh, Chiyo tidak lagi disekolahkan untuk menjadi Geisha melainkan untuk dijadikan pembantu saja. Mengetahui bahwa satsu sudah kabur sendirian tanpa dirinya, chiyo akhirnya harus menerima kenyataan bahwa keluarganya sekarang adalah yang ada di sekitarnya saat ini.

Kepedihan dan kekosongan selalu dirasakan chiyo selama di rumah itu, hingga pada suatu hari dia sedang berada di jembatan merenungi nasibnya yang tak kunjung membaik, dia disapa oleh seorang pria dewasa, si chairman(Ken Watanabe) yang bersama dengan dua orang geisha. Pria tersebut kemudian membelikannya es serut dan menghiburnya, ketertarikan si pria makin besar, mengetahui bahwa gadis kecil di depannya memiliki mata abu-abu yang bagaikan air, mata yang sangat jarang dimiliki oleh wanita jepang, mata yang mungkin hanya dimiliki 2 wanita di jepang, chiyo dan ibunya. Dia kemudian memberikannya sebuah saputangan dan uang untuk jajan.

Chairman: It is too pretty a day to be so unhappy. Did you fall down? Why so shy? Nothing to be ashamed of, we all stumble from time to time. Do you see that enchanting lady in green? Once when she was just a maiko, she fell clean off her wooden shoes.

[laughs]

Geisha in Green: [laughs] It’s true, I did.

Chairman: And now look at her, so elegant…

Geisha in Green: Mr. Chairman, shouldn’t we hurry? We will miss the beginning.

Chairman: We see the spring dances every year, we can spare a moment. What’s your name? Don’t be afraid to look at me. Do you like sweet plum or cherry?

Chiyo: You mean… to eat?

Chairman: I like sweet plum myself. Come. None of us find as much kindness in this life, as we should. My children wait for these every spring.

[hands her the ice and spoon]

Chiyo: [looks at geisha by the tree, smears some of the cherry ice on her lips] Now I’m a geisha too.

Chairman: [laughs] And so you are. How did you come by such surprising eyes?

Chiyo: My mother gave them to me.

Chairman: Generous of her, wasn’t it?

Chiyo: As you have been to me.

Chairman: Smile for me, won’t you?

[Chiyo smiles for him]

Chairman: There now, that is your gift to me.

[hands Chiyo his handkerchief with the change inside]

Chairman: This will buy your supper. Now promise me one thing, next time you take a tumble… no frowns.

[Chiyo nods]

Chairman: That’s better.

 

Tidak dinyana, hal tersebut bagaikan matahari yang menyinari awan kelabu yang terus mengelayuti hati Chiyo kecil. Sejak pertemuan itu dia bertekad kuat untuk entah bagaimana menjadi Geisha juga dan bertemu dengan si pria tersebut. Dibawalah kaki-kaki kecilnya menyusuri jalan menuju kuil, dilemparkanlah uang pemberian si pria tersebut, yang semestinya cukup baginya untuk makan ikan dan nasi selama sebulan, ke kuil dan dengannya dia mengucapkan doa agar suatu saat nanti dipertemukan kembali dengan si pria tersebut.

In that moment, I changed from a girl facing nothing but emptiness, to someone with purpose. I saw that to be a geisha could be a stepping stone to something else… a place in his world.

(Chiyo)

Waktu berlanjut begitu cepat, hingga Chiyo(Ziyi Zhang) sudah beranjak dewasa, namun statusnya masih sama, yaitu sebagai pembantu di rumah ibu. Sementara itu Pumpkin yang sudah menjadi seorang Geisha dan berada di bawah bimbingan langsung dari Hatsumomo. Suatu malam Chiyo bertugas membantu Pumpkin(Yûki Kudô) mempersiapkan diri sebelum pergi ke suatu acara geisha. Setelah Pumpkin dan Hatsumomo pergi, ternyata alat musik Pumpkin tertinggal, sehingga Chiyo terpaksa mengantarkannya ke tempat acara. Chiyo yang beranjak dewasa makin penasaran dengan geisha memberanikan diri untuk mengintip ke dalam ruangan, tak dinyana ternyata Chairman keluar dari ruangan, Chiyo segera berlari kembali ke rumah dan menenangkan dirinya karena pada akhirnya dia kembali bertemu dengan Chairman, pria yang menghiburnya di jembatan waktu itu.

With your eye for beauty and nose for talent, surely you can see what a terrible waste that would be?

(Mameha)

Mameha yang melihat bakat dan kecantikan dari Chiyo yang beranjak dewasa kemudian mengajukan penawaran kepada Ibu untuk membiayai sekolah geisha kepada chiyo, meski pada awalnya ibu tidak tertarik, namun setelah diyakinkan oleh Mameha, ibu akhirnya setuju, apalagi dia berpikir bahwa Chiyo sudah tidak berguna lagi, sebab nenek sudah meninggal dan tidak perlu pembantu untuk mengurus rumah lagi.

Hurry up! [chuckling] You’re not making money standing there gawking at yourself!

(Bibi)

Chiyo pun menyampaikan terimakasih kepada mameha. Dengan durasi mempersiapkan diri untuk menjadi geisha yang terbilang super cepat, yaitu 6 bulan (normalnya menjadi geisha membutuhkan waktu tahunan belajar), Chiyo diajari untuk menjadi geisha yang hebat. Satu aturan sederhana yang ditanamkan Mameha kepada chiyo bahwa untuk menjadi geisha yang hebat dia harus bisa membuat pria terpukau hanya dalam satu tatapan, dan begitu syarat ini sudah dipenuhi chiyo, dia pun siap menjadi geisha dan memulai debutnya.

You cannot call yourself a true geisha until you can stop a man in his tracks with a single look.

(Mameha)

Debut chiyo dalam menjadi geisha berjalan lancar, meski sempat sedikit beradu argumen dan sindiran dengan Hatsumomo, chiyo, yang berganti nama menjadi Sayuri karena sudah resmi menjadi geisha. Tugas selanjutnya bagi sayuri adalah bersama mameha menemui dan menemani chairman. Ketika itu chairman membawa teman bisnisnya seorang pengusaha juga yang keras, tegas, disiplin dan tidak suka geisha, bernama Nobu-san(Kôji Yakusho) untuk bersama sama menonton pertandingan sumo.

Three things matter in life… sumo, business, and war. Understand one, you know them all. But why should a Geisha care? You spend your time plucking strings and dancing.

(Nobu)

Sayuri tidak bisa meninggalkan kerinduannya kepada chairman, tapi ketika mameha mengatakan bahwa Hatsumomo dan Pumpkin datang juga ke pertandingan sumo tersebut, dan sayuri harus segera merebut hati Nobu. Meski awalnya sulit, tapi dengan kecerdasan kata kata yang diperlihatkan sayuri, nobu pun luluh dan setuju untuk membawa kembali sayuri di kemudian hari.

Cerita berlanjut ketika mameha meminta sayuri untuk menggores pahanya yang mulus dengan pisau, sayuri menolak. Tapi ketika mameha terus memaksa, sayuri tidak ada pilihan lain. Mameha kemudian membawa sayuri kepada Dr.Crab(Randall Duk Kim), disana dia diobati. Sayuri yang cerdas tahu bahwa dibalik hal ini ada yang disembunyikan mameha dari dirinya, mameha akhirnya berterus terang bahwa dengan dibawa ke Dr.Crab artinya sayuri akan menjalani ritual Mizuage, menjadi geisha seutuhnya, yaitu dengan melepas keperawanannya kepada penawar tertinggi(perlu diketahui bahwa selama ini rekor harga tertinggi geisha dalam melepas keperawanannya dipegang oleh mameha dengan 1 juta yen).

Your cave is untouched. Men like that. We call this “mizuage”. And to become a full geisha, you must sell it to the highest bidder.

(Mameha)

Selanjutnya ketika ada kegiatan menjamu tamu di siang hari, sayuri diminta oleh Baron ( Danna nya Mameha ) untuk ikut masuk ke kamar, dengan dalih ingin diberi Kimono. Namun ternyata di dalam kamar Baron mencoba untuk menelanjangi Sayuri. Meski masih bisa mempertahankan diri untuk tidak melayani nafsu bejat Baron, sayuri nampak tak kuasa untuk mencegah baron sekedar melihat kemolekan tubuhnya. Hancurlah hati sayuri untuk kesekian kalinya.

Sayuri sangat berharap bahwa chairman lah yang akan melakukan penawaran tertinggi kepadanya. Selanjutnya dia menampilkan kemampuannya menghibur penonton dengan tariannya dan pertunjukan solonya. Pertunjukan yang sukses luarbiasa.

Tiba keputusan siapa penawar tertinggi, yang ternyata adalah Dr.Crab, sayuri seakan tidak percaya kenyataan itu, meski dia memecahkan rekor dari mameha sendiri. Akhirnya mameha kembali berterus terang bahwa sebenarnya chairman lah yang memberikan penawaran tertinggi, tapi mameha menolaknya dan memberikan kemenangan bagi Dr.Crab, yang akhirnya sayuri harus melepaskan keperawanannya kepada Dr.Crab. Dan setelah semua ritual tersebut berakhir, hati sayuri kembali hancur. Selanjutnya dia dipanggil dengan Nama Nitta Sayuri, dan telah menjadi geisha seutuhnya.

Kecemburuan Hatsumomo makin memuncak, akhirnya dia sempat ribut dengan Sayuri di rumah sehingga menyebabkan kebakaran di rumah tinggal mereka, Hatsumomo lantas kabur. Diikuti oleh perginya pumpkin juga kemudian.

Tak lama berselang, Jepang dilanda Perang dunia kedua, yang mengakibatkan ditutupnya rumah-rumah geisha, termasuk kediaman milik Sayuri. Sayuri lantas diselamatkan Chairman yang mengirimkannya ke utara untuk menjadi pembantu di tempat pembuatan Kimono. Sedangkan Mameha dikirim ke tempat lainnya untuk menjadi perawat.

Setelah perang reda, Sayuri yang masih bekerja di tempat pembuatan kimono didatangi pria. Dia bukanlah Chairman, tapi Nobu yang memintanya kembali ke kota untuk ikut menjadi geisha kembali dan menerima tamu, perdana menteri Sato. Perdana Menteri ini tamu penting sebab, perusahaan Nobu dan Chairman, Iwamura Electric, bergantung kepada kebijakan yang dikeluarkan perdana menteri tersebut.

Sayuri akhirnya setuju untuk kembali ke Gion, disana dia bersama dengan Ibu dan Bibi kembali membuka rumah geisha, meskipun di saat itu image soerang geisha sudah banyak tercemar. Ketika banyak orang asing masuk jepang, setiap wanita jepang yang mengenakan kimono bisa dianggap geisha. Sedangkan image geisha bagi para pendatang adalah tidak lebih daripada seorang wanita penghibur dan alat pemuas nafsu. Sayuri juga kembali bertemu dengan Pumpkin, yang sekarang menjadi geisha modern, karena lebih banyak mengandalkan kecantikan fisiknya daripada skillnya. Pumpkin setuju untuk ikut menjamu tamu Nobu. Ketika selesai menjamu tamu, Nobu menyatakan bahwa dia bersedia menjadi Danna (penyandang dana bagi para Geisha) untuk sayuri, namun sayuri yang masih menaruh hati kepada chairman enggan menerima tawaran ini.

Sayuri mencoba membuat Nobu marah, ketika rombongan Nobu, Chairman, para geisha dan perdana menteri melakukan perjalanan ke Pulau Amami, Sayuri berpura-pura ingin bercinta di dalam ruangan dengan perdana menteri dan meminta Pumpkin untuk memanggil Nobu agar dia melihat bahwa perdana menteri sudah bercinta dengan sayuri. Namun keaadaan berjalan lain, Pumpkin malah membawa Chairman ke tempat tersebut. Chairman yang marah segera pergi, begitu pula dengan perdana menteri. Sayuri sempat marah dan menyalahkan pumpkin karena bukannya membawa nobu tapi malah membawa chairman. Pumpkin beralasan bahwa karena sayuri dulunya sudah membuat peluang pumpkin untuk diadopsi ibu gagal, dan memaksa keadaan membuat pumpkin menjadi PSk untuk tetap bertahan hidup, kini dia ingin balas dendam kepada sayuri.

Sayuri yang galau pergi ke tepi lautan, disana dia membuang sapu tangan chairman yang telah disimpannya selama tahunan, berharap dengan itu cintanya kepada chairman ikut pergi. Di kesempatan kemudian Sayuri berada di taman, disana dia berencana bertemu dengan Nobu, namun alangkah terkejutnya dia sebab yang datang malahan chairman. Sayuri mencoba menjelaskan fakta sebenarnya, namun chairman menolaknya, sebab dia sendiri telah tahu bahwa kejadian di pulau kemarin hanyalah akal-akalan.

 

Sayuri Nitta: The truth?

Chairman: Some years ago, I was on my way to the theater. I saw a little girl weeping by the Sunagawa. I stopped to buy her a cup of sweet ice.

Sayuri Nitta: You knew I was that little girl?

Chairman: Didn’t you ever wonder why Mameha took you under her wing?

Sayuri Nitta: Mameha came to me because of you?… I wish you could have told me long ago.

Chairman: What could I do? I owe Nobu my life. And so when I saw that he had a chance at happiness with you, I stood silent, but… But I cannot any longer. I hope… it is not too late. Don’t be afraid to look at me, Chiyo.

Sayuri Nitta: [turns around to face him again] Can’t you see? Every step I have taken, since I was that child on the bridge, has been to bring myself closer to you.

Chairman juga mengatakan bahwa nobu sudah enggan menjadi danna dari sayuri setelah kejadian di pulau itu. Chairman juga berterus terang bahwa dia jatuh cinta kepada sayuri sejak pertemuan mereka, namun karena merasa tidak enak kepada nobu, yang selain sudah berkorban untuk perusahaannya, dan sebagai teman dekat akhirnya chairman memilih untuk memendam rasa cintanya kepada sayuri. Keduanya kemudian berciuman dan akhirnya cinta keduanya menjadi sempurna begitupula sayuri yang akhirnya mendapatkan danna, yaitu chairman.

You cannot say to the sun, “More sun.” Or to the rain, “Less rain.” To a man, geisha can only be half a wife. We are the wives of nightfall. And yet, to learn kindness after so much unkindness, to understand that a little girl with more courage than she knew, would find her prayers were answered, can that not be called happiness? After all these are not the memoirs of an empress, nor of a queen. These are memoirs of another kind.

(Sayuri)

 

Memoirs of a Geisha -(12)

Memoirs of a Geisha -(10)

Memoirs of a Geisha -(7)Memoirs of a Geisha -(4)

Memoirs of a Geisha -(28)

Memoirs of a Geisha -(27)

Memoirs of a Geisha -(9)

Memoirs of a Geisha -(21)

Memoirs of a Geisha -(17) Memoirs of a Geisha -(18)

Memoirs of a Geisha -(22)

Memoirs of a Geisha -(1)

Memoirs of a Geisha -(11)Memoirs of a Geisha -(19)

Memoirs of a Geisha -(5)    x

Memoirs of a Geisha -(23)

Memoirs of a Geisha -(6)Memoirs of a Geisha -(29)

Memoirs of a Geisha -(16)

Memoirs of a Geisha -(3)

TOP QUOTES

Can’t you see? Every step I have taken, since I was that child on the bridge has been to bring myself closer to you.

(Nitta Sayuri)

FULL MOVIE

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Sebagai manusia kita harus punya tujuan hidup, karena itulah yang akan mendorong segala tindakan dan tingkah laku kita

– Pentingnya memiliki mimpi, berdoa dan memperjuangkannya, meski dalam situasi terburuk sekalipun, mimpi itu jangan sampai padam.

TAHUKAH KAMU?

– Meskipun bercerita tentang masyarakat Jepang pada masa Geisha populer di Jepang, beberapa aktris di film ini bukanlah berasal dari Jepang, Gong Li ( China), Michelle Yeoh (Malaysia), Zhang Ziyi (China), tercacat hanya Ken Watanabe & Kôji Yakusho, Suzuka Ohgo yang memang orang Jepang.

 – Steven Spielberg berada di balik pembuatan film ini, dia berperan sebagai produser.

– John Williams melewatkan kesempatan untuk membuat music scoring untuk Harry Potter and the Goblet of Fire, karena sibuk dengan film ini. Keputusan yang tidak bisa dikatakan keliru, sebab dia mendapatkan nominasi oscar untuk scoring film ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan pria berhubungan seks dengan wanita . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan dengan tongkat. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Kisah klasik cinderella dibawa ke Jepang, dibalut dengan sinematrografi dan kostum yang indah dan memanjakan mata serta dilengkapi dengan musik latar dari John Williams yang begitu memukau, hasilnya Memoirs of a Geisha yang sangat menawan, meskipun menurut pendapat pribadi bahwa jika film ini dibuat dengan bahasa Jepang, bukan sekedar berlogat Jepang jauh akan lebih mengena dan bagus.

– SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING 8.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s