A Beautiful Mind(2001), Jenius Antisosial Penderita Skizofrenia Yang Akhirnya Meraih Nobel

DATA FILM

Sutradara: Ron Howard . Penulis Naskah: Akiva Goldsman, Sylvia Nasar (buku)  . Bintang: Russell Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Paul Bettany . Durasi: 135 menit . Tahun Rilis: 2001.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk: Best Actor in a Leading Role . Best Film Editing . Best Makeup . Best Music, Original Score.

– Memenangkan piala untuk: Best Actress in a Supporting Role . Best Director . Best Picture . Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published.

1

JALAN CERITA(PLOT)

In competitive behavior someone always loses.

(John)

Di tahun 1947, John Nash Jr.(Russell Crowe)mendapatkan beasiswa Carnegie di bidang matematika untuk dapat berkuliah di Princeton University. Disana dia memiliki beberapa teman yang punya kesamaan yaitu ketertarikan kepada matematika, yaitu Bender(Anthony Rapp), Ainsley(Jason Gray-Stanford) dan Richard Sol(Adam Goldberg). Selama berkuliah di sana dia juga memiliki teman sekamar di asrama mahasiswa yaitu Charles Herman(Paul Bettany).

Nothing’s ever for sure, John. That’s the only sure thing I do know.

(Charles)

Di Princeton, Nash juga memiliki rival sengit, dia adalah Hansen(Josh Lucas). Nash berjuang sekuat tenaga untuk dapat menemukan ide asli dan baru. Pada akhirnya dia mampu mengungkap perihal Governing Dinamics, terinspirasi dari kejadian di bar dimana dia dan teman temannya mencoba mendekati seorang wanita di bar. Sedangkan Hansen memberikan pernyataan dari seorang pakar yaitu Adam Smith mengenai “Everyman For Himself”. Akhirnya berkat kerja kerasnya dia mendapatkan kesempatan untuk ke MIT, dan dengan ditemani Sol & Bender jadilah mereka bertiga ke MIT.

Nash akhirnya bekerja di MIT, sementara itu dia juga dipekerjakan oleh Pentagon untuk memecahkan kode enkripsi telekomunikasi. Hingga akhirnya Nash bertemu dengan William Parcher(Ed Harris), seorang agen dari departemen pertahanan Amerika Serikat. Yang mana Parcher meminta Nash untuk memecahkan kode milik Rusia yang ada di majalah dan mengirimkan hasilnya ke tempat yang sudah ditentukan.

Sementara Nash bekerja di MIT dia berkenalan dengan Alicia Larde(Jennifer Connelly), seorang mahasiswi cantik yang menawan. Diawali dari makan malam, akhirnya keduanya menikah.

Sekembalinya dari MIT ke Princeton, Nash kembali bertemu dengan Charles. Kali ini dia tidak sendiri, dia bersama Marcee(Vivien Cardone), keponakan perempuannya.

Kejadian serius terjadi ketika Nash dikejar kejar seorang agen Soviet ketika hendak mengantarkan hasil pekerjaannya kepada Parcher. Dirinya berhasil selamat pulang ke rumah namun mengalami trauma. Dia lantas meminta kepada Parcher untuk berhenti menjadi agen. Hal ini tentu ditolak mentah mentah oleh Parcher.

Suatu kesempatan Nash yang berada di Harvard University untuk menjadi dosen tamu kaget karena di sana ada Parcher, dia lantas berusaha kabur. Akhirnya terkuaklah bahwa Nash mengalami penyakit Skizofrenia. Penyakit mental yang mengakibatkan penderitanya mengalami halusinasi yang berkepanjangan dan berakibat parah kepadanya. Dan ternyata bahwa adanya William Parcher, Charles dan Marcee semuanya hanyalah ada di dalam halusinasi Nash saja.

Dengan bantuan dari dr. Rosen(Christopher Plummer), Nash mendapatkan perawatan di sebuah fasilitas kesehatan. Alicia tetap terus memberikan dukungan moril kepada suaminya selama proses penyembuhan ini.

Alicia segera mengandung anak dari Nash, sementara itu John Nash sudah diperbolehkan pulang ke rumah dengan catatan terus mengkonsumsi obat untuk mengurangi halusinasi yang didapatkannya.

John merasa tidak perlu untuk terus terusan mengkonsumsi obat tersebut, dia sudah merasa baikan meski terpaksa harus menjadi pengangguran dan pindah ke rumah yang lebih sederhana. Tanpa sepengetahuan Alicia, John sering menyimpan pil obat yang seharusnya dia konsumsi.

I need to believe, that something extraordinary is possible.

(Alicia)

Terang saja kejadian dirinya yang membahayakan keselamatan anaknya saat dimandikan membuka mata alicia bahwa John sudah berbohong selama ini. Alicia segera sadar bahwa John telah banyak berbohong kepada dirinya perihal sakitnya yang ternyata masih dideritanya.

Alicia dan dr.Rosen kembali melakukan pengobatan kepada John Nash. John kali ini juga sudah dibujuk secara hati ke hati oleh Alicia untuk ikut kembali program penyembuhannya. John setuju dan segalanya mulai terasa baik sekarang.

This class will be a waste of your – and what is infinitely worse – my time.

(John)

Saat keadaan sudah mulai membaik John Nash kembali ingin ke sekolah, agar dapat memiliki kesibukan. Beruntung karena Hansen sekarang menjadi kepala bidang matematika di Princeton University. Hansen memberikan kesempatan kepada Nash untuk bekerja di perpustakaan kampus dan mengaudit kelas.

Tahun demi tahun segera berlalu, Nash akhirnya mampu untuk mengurangi dampak buruk dari penyakitnya. Akhirnya dia mampu untuk kembali ke kelas dan mengajar kembali. Ini tentu hal yang menggembirakan bagi Alicia dan kawan kawan Nash.

Di Tahun 1994 Nash akhirnya mendapatkan penghargaan Nobel untuk bidang ekonomi karena teorinya tentang “Game Theory”. Nash dan keluarganya kemudian ke Stockholm, Swedia untuk menerima penghargaan. Dalam sambutannya saat menerima penghargaan, Nash menyatakan bahwa istrinya telah banyak berperan dalam kesuksesannya.

2  3  5

3

7

6

TOP QUOTES

Classes will dull your mind, destroy the potential for authentic creativity.

(John Nash)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– cinta yang sejati akan terlihat ketika si pasangan mendapatkan situasi terburuk. pasangan sejati tidak akan meninggalkan pasangannya meski keadaan menjadi sangat buruk sekalipun.

– kita perlu bangkit melawan penyakit, melawan masalah di kehidupan kita secara umum dan menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Jangan biarkan rintangan menghalangi kita untuk kita berprestasi dan menggapai sukses.

TAHUKAH KAMU?

8

– Sebelum peran jatuh kepada Russel Crowe, tadinya peran ini ditawarkan kepada Tom Cruise.

– Tadinya ada scene John Nash bercinta dengan istrinya, Alicia Nash namun scene ini dipotong (cukup bijak mungkin, agar film ini dapat menjangkau kalangan yang lebih luas).

– Persamaan yang ditulis John Nash di papan tulis di dalam kelas adalah sama dengan persamaan yang ditulis John Nash asli (gambar ada di atas).

– Film inilah yang awalnya menyatukan kisah kasih (cinta lokasi) antara Jennifer Conelly dengan Paul Bettany. Yang pada akhirnya nanti Paul akan membidani film “Shelter” di tahun 2013 yang dibintangi sang istri.

– Di tahun 2014 nanti Jennifer juga akan kembali beradu akting dengan Russel Crowe, kali ini di film “Noah” yang dibidani oleh sutradara “Requiem for a Dream”, Darren Aronofsky.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Film yang inspiring, menginspirasi siapa yang menontonnya. Melihat perjuangan John Nash melawan penyakitnya, peran orang orang terdekatnya dalam menemani perjuangannya sungguh dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang menontonnya. Jennifer Conelly memang pantas meraih piala oscar untuk peran pembantu di film ini. Kombinasinya dengan Russel Crowe DASHYAT!!

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5

Rust and Bone – De rouille et d’os(2012), Romantisme Whale Trainer Cacat dan Kickboxer Single Father

DATA FILM

Sutradara: Jacques Audiard . Penulis Naskah: Jacques Audiard, Thomas Bidegain , Craig Davidson(Cerita) . Bintang:   Marion Cotillard, Matthias Schoenaerts, Armand Verdure . Durasi: 120 menit . Tahun Rilis: 2012.

PENGHARGAAN OSCAR

–  tidak ada.

RUST AND BONE - (2)

JALAN CERITA(PLOT)

RUST AND BONE - (28)

 In a human hand there are 27 bones. Some apes have more. A gorilla has 32, five in each thumb. A human has 27. If you break an arm or a leg, the bone grows back together by calcification. It will be stronger than before. If you break a bone in your hand, it will never recover completely.

Before every fight, you’ll think. In each slap, you’ll think. You’ll be careful.

But at some point the pain will come back. Like needles. Like glass splinters

Bersetting di Antibes, Perancis Selatan, seorang lelaki gagah yang juga seorang single parent bernama Ali – Alain van Versch(Matthias Schoenaerts), berasal dari Belgia, berniat untuk tinggal bersama kakaknya, Anna(Corinne Masiero) dan suaminya, sekaligus menyadari bahwa dia adalah ayah yang tidak terlalu baik bagi anak laki lakinya, Sam.

Lewat perjuangan keras akhirnya Ali dapat sampai di rumah kakaknya. Kemudian dia mendapatkan pekerjaan sebagai petugas keamanan/ Bouncer di sebuah klub malam L’Annexe. Sementara itu Anna bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket di daerah tersebut pula.

The bouncer from the the Annexe.
He brought me home. (Stephanie)

Segalanya berjalan dengan baik, Sam pun mendapatkan pendidikan dan bersekolah lagi. Hingga suatu malam, terjadi sedikit keributan di klub. Keributan terjadi antara seorang wanita cantik bernama Stéphanie(Marion Cotillard) dan seorang pria. Keributan tersebut berhasil diredam, namun sayang, Stéphanie mengalami pendarahan di hidungnya. Ali kemudian mengantarkan Stéphanie ke kediamannya.

Berniat untuk meminta es batu untuk mengompres tangannya yang lebam, Ali ikut masuk ke kediaman Stéphanie. Di dalam dia bertemu dengan pasangan Stéphanie, Simon(Yannick Choirat) yang secara tersirat tidak menyukai kedatangan Ali. Melihat deretan foto yang ada di dinding di kediaman Stéphanie, Ali kemudian tahu bahwa Stéphanie adalah seorang pelatih Paus Pembunuh di sebuah tempat hiburan. Ali kemudian meniggalkan kediaman Stéphanie dengan terlebih dahulu meninggalkan nomor telepon untuk berjaga-jaga.

Alain van Versch: I’d never have imagined!

Stéphanie: Why? Can’t a whore train orcas?

Stéphanie tak merasa harus menelepon nomor Ali, hingga suatu hari di tempat kerjanya terjadi musibah. Stéphanie diserang salah satu Paus sehingga mengakibatkan dirinya harus dirawat di rumah sakit. Akhirnya Stéphanie terbangun dan begitu terpukul dengan kenyataan bahwa dia sudah kehilangan kedua kakinya karena serangan paus tersebut. Stéphanie depresi.

Stéphanie kemudian berinisiatif untuk menelepon Ali. Keduanya kemudian bertemu, dan ternyata Ali sudah mengetahui kejadian yang menimpa Stéphanie lewat TV. Ali berniat untuk menghibur Stéphanie kemudian mengajaknya untuk pergi ke luar rumah. Stéphanie setuju, keduanya kemudian ke pantai. Ali tanpa segan segera berenang di pantai. Stéphanie yang kehilangan kedua kakinya tampak ketakukan untuk kembali ke air. Meski pada akhirnya dia mulai mau untuk berenang. Hubungan keduanya makin intens dan lekat.

Ali selanjutnya mendapatkan pekerjaan sebagai petugas jaga malam. Disana dia bertemu dengan Martial(Bouli Lanners), seorang penjaga senior yang ternyata punya pekerjaan sampingan menjadi dealer dalam pertarungan kickboxer jalanan. Ali yang dulunya memang pernah berlatih tinju dan kickboxer tertarik untuk ikut. Pada pertarungan pertamanya dia sukses memenangkan pertarungan dengan cepat. Bahkan Stéphanie yang ikut menontonnya terkagum-kagum.

Ali yang kegiatan sehari harinya berlatih di gym, lari dan bekerja di malam hari bertemu dan berkenalan dengan salah satu gadis di gym. Keduanya kemudian menjadi sex buddy. Sementara itu Stéphanie yang sudah cukup mengenal Ali akhirnya bersedia pula untuk berhubungan seks dengan Ali. Hal ini terjadi makin sering, keduanya menggunakan kode sms : OP untuk hal ini.

Alain van Versch: Well, when you feel like it, call me. If I’m OP, I’ll come.

Stéphanie: What does that mean, ‘OP’?

Alain van Versch: Operational. When I’m available, when I can.

Stéphanie akhirnya mendapatkan kaki palsu. Segera dia mengabarkan hal baik ini kepada Ali. Stéphanie pun akhirnya bisa merasa normal dan berani mendatangi tempat hiburan paus lagi. Kisah berlanjut hingga Stéphanie dan Ali serta teman-temannya pergi ke klub L’Annexe, Stéphanie terkejut karena Ali berani menggoda wanita di klub di depan matanya dan mengajak wanita tersebut pulang bersamanya. Hubungan keduanya sempat renggang karena hal ini.

Ali yang ditawari pekerjaan sampingan lainnya oleh Martial, sebuah pekerjaan kotor dan ilegal, yaitu memasang kamera pengawas secara diam diam di toko-toko di kota tersebut. Ali menerima tawaran dari Martial.

Alain van Versch: What’s up, Robocop?

Stéphanie: This is a circus!

Semuanya lancar lancar saja hingga suatu hari Anna dipanggil bagian manajemen supermarket dan dipecat karena diketahui mencuri bahan makanan yang sudah kadaluarsa untuk dibawa pulang. Berdasarkan informasi dan foto yang diperlihatkan salah satu temannya, yang menunjukkan bahwa Ali adalah salah satu dari pelaku pemasang kamera pengawas tersebut, membuat Ana naik darah.

Ali yang baru pulang dari jogging segera dilabrak dan diusir dari rumah Anna dan suaminya. Malam harinya Ali terpaksa pergi. Dengan meninggalkan Sam bersama Anna. Dia kemudian menuju Warsawa, Russia untuk ikut pelatihan Kickboxer di suatu pemusatan latihan.

Selang beberapa lama Sam diantar oleh salah satu terman Ali ke tempat pemusatan latihan Kickboxer. Ali dan Sam segera bermain main bersama. Keduanya memutuskan untuk bermain di danau yang sedang membeku. Sial, dasar Ali yang memang kurang awas dalam pengasuhan anak kecil, Sam yang tidak diawasi Ali karena sedang menelepon terjatuh ke bagian es yang tipis. Ali panik dan mencari Sam, mengetahui Sam terjebak di dalam danau yang membeku, Ali meninju danau tersebut hingga Sam bisa diselamatkan, sedang tangan ali sendiri tulangnya retak karena hal ini.

Sam kemudian dibawa ke rumah sakit. Tiga jam kemudian dia sadar dari koma. Ali yang getir dengan keadaan Sam merasa sangat bersalah. Dia kemudian mendapatkan telepon dari Stéphanie. Ali menyatakan perasaanya kepada Stéphanie, bahwa dia mencintainya. Keduanya kembali baikan. Di akhir cerita Sam, Stéphanie dan Ali sedang mengadakan jumpa pers untuk pertandingan kickboxernya.

Alain van Versch: [Talking to Stéphanie on the phone] What are you doing?

Stéphanie: At this moment? On life? Or in general?

Alain van Versch: I wanted to say that…

Stéphanie: I’m not asking for anything. I’m hanging up. I’ll call you to ask about Sam. Give him a kiss?

Alain van Versch: Don’t hang up! Don’t hang up!

Stéphanie: I won’t hang up.

Alain van Versch: For three hours… he’s was in a coma. For three hours, he was dead. I was scared of losing him. Don’t leave me!

Stéphanie: I won’t leave you!

Alain van Versch: I love you.

RUST AND BONE - (10)

RUST AND BONE - (2)RUST AND BONE - (8)

RUST AND BONE - (1)    

RUST AND BONE - (23)

RUST AND BONE - (21)

RUST AND BONE - (26)     RUST AND BONE - (12)RUST AND BONE - (13)            

RUST AND BONE - (11)RUST AND BONE - (18)RUST AND BONE - (25)

  

?????????RUST AND BONE - (20)

RUST AND BONE - (16)RUST AND BONE - (30)

RUST AND BONE - (7)RUST AND BONE - (29) 

TOP QUOTES

 Sam: When is Mommy coming?

Ali: Soon, I told you!

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pantang bagi kita untuk merendahkan orang yang punya cacat fisik, bagaimanapun mereka layak dan berhak untuk dihormati, dikasihi dan dicintai.

– Hidup seorang lelaki adalah perjuangan, menangkan! (Seperti di film ini, ada dua adegan dimana Ali menggendong seseorang di belakang. Yang pertama menggendong Sam, berarti bahwa dia akan berjuang demi kebaikan Sam, termasuk tinggal di tempat Anna agar Sam lebih terawat. Yang kedua dia menggendong Stephanie, berarti bahwa dia tidak akan meninggalkan temannya yang butuh perhatian dan kasih sayang, dia akan ada untuk membantunya dan menghiburnya.

TAHUKAH KAMU?

– Sebagai persiapan dalam film ini Marion Cotillard seminggu berada di Marineland, Kanada untuk persiapan menjadi Whale trainer dan mengambil kursus latihan renang juga, hal yang cukup membuatnya sibuk sebab dia juga melakukan pengambilan gambar untuk Dark Knight Rises bersamaan dengan pengambilan gambar untuk film ini.

– Sebelum menyutradarai film ini sutradara Jacques Audiard lebih dulu sukses dengan film A Prophet.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, sangat eksplisit, ada adegan bugil. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– Diangkat dari cerita pendek berjudul sama karangan Craig Davidson, sutradara  Jacques Audiard mampu membangun chemistry yang baik antara Stephanie dan Ali. Selain itu drama romantisme si wanita cantik namun cacat dengan lelaki berbadan tegap tapi kurang bertanggungjawab sekaligus ayah tunggal terjalin dengan baik. Jalan ceritanya bagus, akting yang bagus dan penuh dengan pesan moral. Meski beberapa adegan vulgar ditampilkan tidak mengurangi kenikmatan film ini, saya justru setuju dengan pendapat Marion Cotillard bahwa jika tanpa adegan intim, film Rust and Bone ini akan tidak lengkap.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Unforgiven (1992), Sheriff Keji, Trio Bounty Hunter dan Pelacur Yang Tersakiti (Serta Dosa Yang Tak Termaafkan)

DATA FILM

Sutradara: Clint Eastwood . Penulis Naskah: David Webb Peoples. Bintang:  Clint Eastwood, Gene Hackman, Morgan Freeman. Durasi: 131 menit . Tahun Rilis: 1992.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 5 kategori: Best Actor in a Leading Role, Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen, Best Cinematography, Best Art Direction-Set Decoration, Best Sound.

– Memenangkan 4 Piala Oscar untuk kategori Best Picture(Eastwood), Best Actor in a Supporting Role(Hackman), Best Director(Eastwood), Best Film Editing(Joel Cox). unforgiven - (6)

“It’s a hell of a thing, killing a man.”

JALAN CERITA(PLOT)

She was a comely young woman and not without prospects. Therefore it was heartbreaking to her mother that she would enter into marriage with William Munny, a known thief and murderer, a man of notoriously vicious and intemperate disposition. When she died, it was not by his hands as her mother might have expected, but of smallpox. That was 1878. unforgiven - (1) Suatu malam yang dingin terjadi sebuah insiden di rumah pelacur milik Skinny Dubois(Anthony James) di daerah Big Whisky, Wyoming US. Salah satu pelacur di tempat tersebut, bernama Delilah Fitzgerald (Anna Levine), disakiti salah satu pelanggannya, Quick Mike (David Mucci) dengan cara muka si pelacur dilukai dan putingnya dipotong. Keadaan menjadi gaduh hingga akhirnya datanglah Sheriff Little Bill Dagget(Gene Hackman) yang menenangkan suasana. Little Bill, begitu Bill Dagget dipanggil membuat keputusan yang sulit diterima para pelacur disana.

Karena Bill lebih memilih untuk melepaskan pelaku tindakan kejam tersebut dengan dalih untuk menghindari tertumpahnya lebih banyak darah di daerahnya. Sebagai hukuman Little Bill mewajibkan si pelaku kejahatan untuk memberikan beberapa ekor kuda sebagai ganti rugi atas perbuatannya.

Merasa dikecewakan dengan keputusan sang sheriff, para teman pelacur mengumpulkan uang untuk menyewa seorang koboi untuk membunuh pelaku kejahatan tersebut. Hingga akhirnya terkumpulah 1000$, yang dikumpulkan dari sumbangan para pelacur di tempat tersebut. Seorang koboi muda, yang biasa dijuluki “The Schofield Kid”(Jaimz Woolvett) mencoba peruntungannya untuk mendapatkan bagian hadiah tersebut. Namun dia sadar bahwa dia masih hijau dalam urusan bunuh membunuh.

The Schofield Kid: Yeah, well, Uncle Pete says you was the meanest goddamn son-of-a-bitch alive, and if I ever wanted a partner for a killin’, you were the worst one. Meaning the best, on account as your’s as cold as the snow and you don’t have no weak nerve nor fear.

Dia pun segera menemui seorang legenda gunslinger di masa lalu bernama William “Will” Munny(Clint Eastwood). William Munny dulunya adalah pemuda yang jago adu tembak, suka menembak korbannya tanpa memandang apakah dia wanita atau anak anak, tegasnya dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Tapi itu adalah dulu, saat dia bertemu seorang wanita, akhirnya dia berhasil disadarkan dari sikap buruknya di masa lalu tersebut. Will pun berhenti minum minuman keras, berhenti total dari membunuh dan perbuatan kriminal lainnya, intinya dia sudah bertobat. Ditemani oleh istrinya dan kedua anaknya Will memilih untuk menjadi peternak Babi.

Namun cerita indah tersebut tidak berlangsung lama, sebab sang istri, Claudia meninggal karena penyakit cacar. Will yang memang tidak jago dalam urusan selain menarik pelatuk akhirnya tidak lah menjadi peternak yang sukses, dia harus bekerja ekstra keras untuk menghidupi kedua anaknya dengan menjadi peternak. Bertemulah Schofield Kid dengan Will di rumah will. Schofield yang tahu masa lalu dan mitos kehebatan Will seakan akan menjadi pengagum berat Will. Dia berusaha untuk meyakinkan Will untuk ikut dengannya untuk melakukan pekerjaan ini.

Meski pada awalnya Will ogah ogahan dengan tawaran Schofield, setelah berpikir beberapa lama dan dengan menimbang bahwa dengan uang yang didapat dia lebih bisa menjamin masa depan kedua anaknya Will kemudian memutuskan untuk melakukan pekerjaan kotor ini untuk terakhir kalinya. Will yang memang sudah kehilangan kemampuannya untuk menarik pelatuk pistol kesulitan untuk mendapatkan kemampuannya kembali, bahkan hanya untuk menaiki kuda pun dia kesulitan. Will kemudian memutuskan untuk mengajak partner lamanya, Ned Logan(Morgan Freeman) untuk ikut bersamanya.

Meskipun pada awalnya Schofield hanya meminta dua orang untuk mengerjakan pekerjaan ini, namun Will nampaknya keras kepala dengan keputusannya mengajak Ned. Will dan Ned segera berangkat menuju tempat pertemuan dengan Schofield, ketiganya segera berangkat menuju Big Whisky untuk melakukan pekerjaannya. Sementara itu di Big Whisky, jago tembak lainnya sudah datang. Dia bernama English Bob(Richard Harris). Namun kedatangannya yang mengundang perhatian warga menyebabkan Sheriff Bill tahu akan kedatangannya.

Langsung saja, kedatangannya bersama dengan seorang penulis buku,W.W. Beauchamp (Saul Rubinek) disambut dengan tidak menyenangkan oleh Little Bill. English Bob dihajar habis habisan, dipenjara dan diperlakukan tidak manusiawi. Selanjutnya Little Bill melepaskan English Bob dengan tujuan membuat para calon bounty hunter lainnya ketakutan.

Kedatangan Will dkk sudah diketahui Sheriff Little Bill, sementara Ned dan Schofield naik ke ruangan atas, tempat para pelacur Will sendirian di lantai bawah. Little Bill segera saja menginterogasi Will dan menhajarnya habis habisan, dan menendangnya keluar dari rumah pelacur. Sementara di ruangan atas  Ned dan Schofield diselamatkan para pelacur, Little Sue(Tara Frederick), Silky(Beverley Elliott), Faith(Liisa Repo-Martell) dan Delilah dengan diminta keluar dari jendela kamar.

Ned dan Schofield segera menyelamatkan Will dan membawanya ke tempat aman. Dibantu para pelacur Will mendapatkan perawatan hingga sembuh.

Will Munny: I meant I didn’t want a free one with Alice or Silky. Because of my wife back home. I reckon if I was to want a free one, it would be with you.

Trio Will, Ned dan Schofield menemukan bahwa si pembuat onar di rumah pelacur sedang bersama kawanannya di suatu tempat. Ketiganya segera saja beraksi, dengan pelurunya mereka bisa menembak kaki salah satu teman Quick Mike, yaitu Davey (Si pelaku kejahatan di rumah pelacur), Mike dan teman temannya segera berlindung di belakang bebatuan. Dengan tembakan selanjutnya mengenai perutnya maka Davey nampaknya akan segera mati. Ned dkk segera meninggalkan mereka.

Davey: I’m dyin’ boys. Jesus, I’m so thirsty.

Will Munny: Give him a drink of water, goddamn it. Will you give him a drink of water, for Christ’s sake? We ain’t gonna shoot.

Selanjutnya Ned memutuskan untuk pergi ke selatan, meninggalkan Will dan Schofield untuk merampungkan tugas mereka. Tak disangka karena ternyata kepergian Ned diketahui Little Bill yang segera menangkapnya dan menyiksanya tanpa ampun. Ned yang pada awalnya masih bisa bungkam mengenai identitas kawan kawannya akhirnya buka mulut,meski pada akhirnya dia mati di tangan Little Bill.

Will dan Schofield menemukan tempat persembunyian Quick Mike dkk, merasa kalah jumlah. Will menentukan strategi untuk menunggu Mike keluar sarangnya sendirian. Benar, akhirnya Mike keluar dari rumah persembunyiannya sendirian karena hendak buang hajat. Will tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Dia menugaskan Schofield untuk menyerbu Mike sementara Will mengawasi dari kejauhan. Schofield berhasil membunuh Mike. Suara tembakan mengagetkan seisi rumah persembunyian, para kawan kawan Mike segera keluar. Will menembakkan senjata untuk mencegah mereka mendapatkan aksi balasan. Will dan Schofield segera kabur dengan kudanya masing masing.

Little Sue: He said how you was really William Munny out of Missouri… and Bill said “Same William Munny that dynamited the Rock Island and Pacific in ’69 killin’ women and children an’ all?” And Ned says you done a lot worse than that, said you was more cold blooded than William Bonney or Clay Alisson or the James Brothers and how if he hurt Ned again you was gonna come an’ kill him like you killed a U.S. Marshall in ’73.

Will Munny: And that didn’t scare Little Bill though, did it?

Little Sue: No, sir.

Mereka berdua segera menemui salah satu pelacur di suatu tempat yang aman. Uang hadiah akhirnya mereka dapatkan. Schofield memilih untuk mabuk semabuknya karena tenggelam dalam rasa bersalahnya membunuh seseorang, setelah itu dia memberi tahu Will bahwa aksinya membunuh Mike adalah pembunuhan pertamanya. Dan dia telah berbohong kepada Will dan Ned bahwa dia sudah membunuh lima orang sebelumnya. Delailah kemudian memberitahukan kepada Will dan Schofield bahwa Ned sudah ditangkap Little Bill dan disiksa hingga mati.

Little Bill Daggett: Look son, being a good shot, being quick with a pistol, that don’t do no harm, but it don’t mean much next to being cool-headed. A man who will keep his head and not get rattled under fire, like as not, he’ll kill ya. It ain’t so easy to shoot a man anyhow, especially if the son-of-a-bitch is shootin’ back at you.

Will tercengang akan hal ini karena sebelumya sepengetahuannya, Ned pergi ke selatan. Will segera mengenggak alkohol, hal yang jarang dilakukannya akhir-akhir ini setelah bertobat. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa mengandalkan kemampuan Schofield, dia segera meminta pistol Schofield kemudian mengirim Schofield untuk memberikan uang hadiah kepada keluarga Ned dan kepada anak anak Will. Sementara itu Will pergi sendirian untuk membuat perhitungan dengan Little Bill.

Little Bill Daggett: Well, sir, you are a cowardly son of a bitch! You just shot an unarmed man!

Will Munny: Well, he should have armed himself if he’s going to decorate his saloon with my friend.

Di malam hari, dengan amarah di dalam dadanya Will mendatangi rumah pelacur. Disana dia menjadi saksi bahwa Ned sudah mati dan ditempatkan di peti terbuka di depan rumah pelacur.

Little Bill Daggett: You’d be William Munny out of Missouri. Killer of women and children.

Will Munny: That’s right. I’ve killed women and children. I’ve killed just about everything that walks or crawled at one time or another. And I’m here to kill you, Little Bill, for what you did to Ned.

Will segera membunuh pemilik tempat pelacuran tersebut, selanjutnya membunuh Little Bill dan komplotannya, untuk kemudian pergi melenggang.

Little Bill Daggett: I’ll see you in hell, William Munny.

Will Munny: Yeah.

Akhirnya will bisa pulang dengan tenang, membawa pulang hadiah uangnya dan memulai kehidupan lebih baik.

Will Munny: You better bury Ned right!… Better not cut up, nor otherwise harm no whores… or I’ll come back and kill every one of you sons of bitches.

unforgiven - (1) ????????????????? unforgiven - (2) unforgiven - (11)unforgiven - (2) unforgiven - (3)    unforgiven - (7)   ????????????????? unforgiven - (4)

?????????????????

TOP QUOTES

Little Bill Daggett: You’d be William Munny out of Missouri. Killer of women and children. Will Munny: That’s right. I’ve killed women and children. I’ve killed just about everything that walks or crawled at one time or another. And I’m here to kill you, Little Bill, for what you did to Ned.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Bahkan penjahat terburuk sekalipun memiliki sifat baik, Will yang begitu sayang kepada istrinya dan peduli kepada anak-anaknya, serta setia kawan kepada Ned.

– Bahwa pembunuh saat itu yang paling ditakuti dan paling jago justru bukan yang paling lihai dan cepat menarik pelatuk, melainkan pembunuh yang berdarah dingin dan paling hebat mentalnya dalam menaklukkan lawan-lawannya.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini adalah film Western terakhir yang memenangi Oscar untuk Best Picture (setidaknya hingga saat ini, 2013).

– Film ini adalah satu dari tiga film yang memenangi Oscar, dua lainnya adalah Dances With Wolves (1990) dan Cimarron (1931).

– Sebelum diperankan Clint Eastwood, Gene Hackman sendiri menolak peran untuk William ” Will ” Munny.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan dengan cambuk dan pisau. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Kesan penokohan yang agak unik, karena di film ini anda akan disuguhi karakter pembunuh berdarah dingin yang akan mendapatkan simpati anda. Bagaimana dia begitu sayang dengan keluarganya, ingin memberikan yang terbaik buat mereka. Di sisi lainnya anda akan disuguhi karakter Sheriff yang kejam dan tegas menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan terkesan kejam dan jahat. Adegan puncak dimana Will menghabisi seisi rumah pelacuran, transformasinya dari koboi tua renta menjadi pembunuh yang tanpa ampun sungguh patut diacungi jempol. Sangat Layak OSCAR!

 SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING8

(500) Days of Summer (2009), 500 Hari Kisah Cinta Tom Terhadap Summer Finn

DATA FILM

Sutradara: Marc Webb . Penulis Naskah: Scott Neustadter, Michael H. Weber. Bintang: Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt. Durasi: 95 menit . Tahun Rilis: 2009.

PENGHARGAAN OSCAR

– Tidak Ada.

500 Days Of Summer - (10) ” This is not a love story. This is a story about love.”

JALAN CERITA(PLOT)

Apa yang anda harapkan ketika anda menonton film romantis, akhir yang bahagia, pasangan pria wanita yang kisah cintanya bagaikan kisah dalam dongeng, pastikan anda menyiapkan diri untuk kecewa dalam menonton film ini jika itu harapan anda. Sejak awal kita akan diberitahu bahwa film ini bukanlan film tentang cinta melainkan film tentang pertemuan seorang pria dengan wanita yang nantinya akan mengisi hatinya, dan harinya hingga kurang lebih 500 hari.

Narrator: Most days of the year are unremarkable. They begin and they end with no lasting memory made in between. Most days have no impact on the course of a life.

Tidak hanya pertemuan tapi juga perpisahan akan terjadi di antara 500 hari tersebut. Diceritakan di tengah kota di Amerika, Tom Hansen(Joseph Gordon-Levitt) pria lugu dan lucu adalah tipe pria yang percaya akan kisah cinta lama, dimana ada wanita idaman, the one, yang nantinya jika Tom menemukannya, Tom merasa sangat bahagia.

Rachel Hansen: PMS?

Tom: What do you know about PMS?

Rachel Hansen: More than you, Tom.

Hingga suatu hari, di tempat kerjanya, sebuah kantor tempat pembuatan kartu ucapan datanglah seorang gadis manis, namanya Summer Finn(Zooey Deschanel). Tom langsung saja tertarik dengan Summer, selain karena wajahnya yang memang cantik, Summer mudah bergaul. Keduanya kemudian berada di dalam satu lift ketika hendak ke kantor mereka, mendengar lagu The Smiths terdengar dari headphone Tom, Summer merasa gembira, sebab The Smiths adalah salah satu band idolanya. Tom pun tidak menyangka hal ini. Di lain pihak dia senang akan hal ini.

Tom: Nobody loves Ringo Starr.

Summer: That’s what I love about him.

Setelahnya Tom  lebih sering berdiskusi tentang bagaimana mendapatkan hati Summer dengan teman gengnya McKenzie(Geoffrey Arend), Paul(Matthew Gray Gubler) dan adik perempuannya yang smart dan suka main bola, Rachel(Chloë Grace Moretz). Akhirnya tibalah saat yang ditunggu, setelah pesta karaoke di sebuah club yang berakhir menyenangkan Tom berhasil mendapatkan hati Summer. Esok harinya keduanya berciuman di tempat fotokopi, dan kisah cinta keduanya pun dimulai.

Tom: I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps.

Satu hal yang menjadi ganjalan bagi hubungan keduanya adalah Summer yang tidak percaya kepada cinta sejati, karena baginya hidup adalah untuk dinikmati, tanpa harus ada embel embel pasangan atau pacaran, sedangkan Tom sebaliknya, menuntut kejelasan hubungan keduanya, Tom sangat ngarep untuk jadian secara resmi dengan Summer. Meski begitu jalinan kisah keduanya, yang oleh Summer hanya dianggap sebagai pertemanan terus berlanjut.

Tom: Darling…

Tom: I don’t know how to tell you this, but… there’s a Chinese family in our bathroom.

Di suatu malam, ketika keduanya sedang duduk minum di bar, datanglah pria necis yang coba menggoda Summer, yang kemudian mengejeknya karena mau berpacaran dengan pria lugu dan manis seperti Tom. Tom yang merasa tersinggung segera baku hantam dengan pria tersebut. Ketika pulang Summer dan Tom saling bertengkar karena kejadian di bar tersebut. Tom kemudian pulang.

Esok paginya Summer sudah mengunggu di luar kediaman Tom untuk meminta maaf. Kali ini hubungan keduanya masih bisa diselamatkan dengan sex after fight.

Summer: I just… I just woke up one day and I knew.

Tom: Knew what?

Summer: …What I was never sure of with you.

Tapi hubungan keduanya benar-benar retak setelah beberapa bulan kemudian, meski keduanya pergi bersama ke pesta seorang teman, hubungan keduanya semakin hambar. Summer yang menyatakan bahwa Tom tak pernah bisa meyakinkan Summer akan cintanya, membuat Summer bimbang. Sementara itu Tom  sendiri sudah tidak tahan untuk memberikan label kejelasan hubungan keduanya, sedangkan Summer juga merasa tertekan terus dengan keinginan Tom tersebut. Tom yang mengetahui bahwa Summer sudah mengenakan Cincin pertunangan makin galau.

Tom: I hate her crooked teeth. I hate her 1960s haircut. I hate her knobby knees. I hate her cockroach-shaped splotch on her neck. I hate the way she smacks her lips before she talks. I hate the way she sounds when she laughs.

Summer makin tidak tahan dengan hubungannya dengan Tom dan memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai asistant di kantor Tom untuk sejenak melupakan Tom. Tom makin frustasi dan kacau dalam kehidupannya. Pekerjaannya terbengkalai dan hidupnya penuh kesengsaraan.

Rachel Hansen: You know, my friends are all in love with you. You know, it’s like we said. Plenty of other fish in the sea.

Tidak ingin berlama lama dengan kekecewaanya terhadap Summer, Tom yang dibantu teman temanya segera memperbaiki diri dan kembali bergairah. Tom yang memang tidak terlalu berminat lagi di bidang penulisan kartu ucapan keluar dari pekerjaannya dan menekuni hobi dan bakatnya sebagai arsitek sebagai bagian dari pelariannya dari kisah cintanya yang hancur dengan Summer.

Tom akhirnya berhasil merubah dirinya untuk menjadi arsitek yang berprestasi, dirinya kembali termotivasi dengan hidupnya. Bahkan sekarang dia memiliki pandangan baru akan kisah cinta. Bahwa mungkin sebenarnya cinta sejati memang tidak ada. Tepat di hari pernikahan Summer, Tom melamar pekerjaan dan mengikuti sesi wawancara di sebuah perusahaan untuk menjadi arsitek. Di lobby dia bertemu dengan gadis cantik yang punya tujuan yang sama dengannya.

Tom memberanikan diri mengobrol dengan gadis tersebut. Gadis tersebut akhirnya mau diajak Tom untuk minum kopi setelah sesi wawancara kerja tersebut. Gadis itu bernama Autumn(Minka Kelly), seolah menggambarkan bahwa setelah summer(musim panas) menghilang, autumn(musim peralihan dari musim panas ke musim dingin) pastilah muncul. Bagitu juga dengan kehangatan dan kebahagiaan yang muncul di musim autumn tersebut yang juga hadir di hati Tom. Begitulah akhirnya Tom bisa Move On dari Summer.

Tom: You don’t want to be named as anybody’s girlfriend, and now you’re someone’s wife?

500 Days Of Summer - (8)   500 Days Of Summer - (5)    500 Days Of Summer - (9)    500 Days Of Summer - (13)    500 Days Of Summer - (17)   500 Days Of Summer - (20)  500 Days Of Summer - (22)  500 Days Of Summer - (24) 500 Days Of Summer - (25) 500 Days Of Summer - (26) 500 Days Of Summer - (11) 500 Days Of Summer - (16) 500 Days Of Summer - (14) 500 Days Of Summer - (7) 500 Days Of Summer - (1) 500 Days Of Summer - (21) 500 Days Of Summer - (19)

TOP QUOTES

 It’s official. I’m in love with Summer.

(Tom)

MOVIE TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pria bisa kehilangan akal sehatnya ketika jatuh cinta kepada wanita. Yang harus diingat adalah ketika cinta bersemi, segala sesuatunya akan terasa sangat indah, tapi sebaliknya ketika cinta padam, anda harus bersiap menghadapinya, karena segala sesuatunya akan berbeda 180`.

– Sebagus apapun wanita yang anda cintai, jika kisah cinta sudah selesai (entah dengan cara seperti apa), anda harus move on dan menjalani hidup anda ke depan, tentunya dengan cara-cara yang positif.

– Ketika anda berharap maka bersiaplah untuk kecewa.

– Berpikirlah lagi (dan lagi) untuk menjalin kisah cinta dengan rekan kerja sekantor, sebab resiko yang harus dihadapi sangat besar dan kompleks.

TAHUKAH KAMU?

– Pada hari ke-22, diceritakan adalah hari Senin, Tom berada di kantor, sehingga tanggal 27, seharusnya dia tidak berada di kantor, karena itu adalah hari Sabtu.

– Ketika adegan ciuman di samping mesin fotokopi, Summer terlihat tidak memegang kepala Tom, tapi kemudian tiba tiba rambut Tom sedikit berantakan, aneh.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, tidak eksplisit. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan:TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: TIDAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: YA, ada pengucapan/ teriakan tentang alat kelamin oleh Summer & Tom. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Dengan inti cerita yang tidak terlalu membingungkan, kisah cinta Tom terhadap Summer diceritakan dengan unik dan tak biasa. Alur maju mundur yang dipakai, pembagian scene menjadi dua yaitu expectation dan reality, scene seperti film musical, penggunaan sountrack dan musik latar yang menggambarkan suasana hati Tom yang terus berganti dan perubahan dari gambar fotografi menjadi artistik, sungguh menarik.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING 8

Memoirs of a Geisha(2005), Kisah Gadis Kecil Melarat Mengejar Cintanya dan Menjadi Salah Satu Geisha Paling Terkenal Di Jepang.

DATA FILM

Sutradara: Rob Marshall . Penulis Naskah: Robin Swicord, Arthur Golden(Novel). Bintang:  Ziyi Zhang, Ken Watanabe, Michelle Yeoh, Li Gong. Durasi: 145 menit . Tahun Rilis: 2005.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 3 kategori: Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score, Best Achievement in Sound Editing & Best Achievement in Sound Mixing.

– Memenangkan 3 Piala Oscar untuk kategori Best Achievement in Art Direction, Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Costume Design. Memoirs of a Geisha -(24)

” A story like mine, should never be told”

JALAN CERITA(PLOT)

My mother always said my sister Satsu was like wood; as rooted to the earth as a sakura tree. But she told me I was like water. Water can carve its way even through stone…and when trapped, water makes a new path…

Berangkat dari Novel Karangan Arthur Golden, Memoirs of a Geisha, bersetting di tahun 1929, bercerita tentang Chiyo Sakamoto(Suzuka Ohgo), gadis kecil anak nelayan melarat di Yoroido, desa nelayan di pinggiran Laut Jepang yang bersama dengan kakaknya, Satsu(Samantha Futerman), dijual oleh ayahnya karena mereka sangat miskin. Selain itu ibunya yang sakit-sakitan memaksa sang ayah untuk tidak memiliki pilihan lainnya. Mereka berdua akhirnya dijual ke Okiya (Tempat untuk rumah para Geisha) di Gion.

My mother always said my sister Satsu was like wood; as rooted to the earth as a sakura tree. But she told me I was like water. Water can carve its way even through stone…and when trapped, water makes a new path…

(Nitta Sayuri)

Setibanya di kota, dikarenakan Satsu dianggap kurang cantik makanya dia dijual ke distrik pelacur di Kyoto, sedangkan Chiyo yang cantik dan bermata layaknya air ditempatkan di Okiya. Di Okiya Chiyo berteman dengan sesama gadis cilik bernama Pumpkin(Zoe Weizenbaum). Disana dia juga tinggal bersama dengan Nenek yang sakit sakitan, Ibu(Kaori Momoi) yang merupakan juragan dan bos di tempat itu, Bibi(Tsai Chin), seorang wanita yang gagal menjadi Geisha, dan Hatsumomo(Li Gong), Geisha paling populer dan cantik di wilayah tersebut, sekaligus ladang uang bagi ibu untuk terus menjaga kelangsungan rumah geisha miliknya.

A pity she still stinks of fish.

(Hatsumomo)

Bertugas sebagai pembantu di rumah tersebut Chiyo bertugas merawat nenek yang sudah sakit sakitan, dan membantu pekerjaan rumah tangga lainnya, termasuk membereskan kamar Hatsumomo. Sesuatu yang dibenci Hatsumomo karena Chiyo sendiri masih bau ikan di badannya, dengan sinisnya Hatsumomo melarang Chiyo untuk menyentuh barang-barang pribadinya. Terlebih ketika melihat wajah Chiyo dari dekat dan melihat tatapan mata Chiyo yang begitu indah, Hatsumomo sudah sadar bahwa Chiyo suatu saat bisa menjadi rival sengitnya. Seketika itu pula Hatsumomo mengatur segala daya dan upaya untuk menyingkirkan Chiyo.

Suatu hari Chiyo memergoki Hatsumomo yang sedang memadu kasih dengan Pria bernama Koichi(Karl Yune) di sebuah kamar. Koichi yang tahu mereka berdua sedang diintip segera pergi, suara kegaduhan membuat Ibu dan Bibi keluar dan melihat apa yang terjadi, Hatsumomo menyelipkan uang di baju Chiyo dan menuduhnya sudah mencuri darinya. Namun Ibu tidak percaya begitu saja, dia segera meminta Bibi untuk memegangi tubuh Hatsumomo, dan dengan tangannya sendiri Ibu memeriksa kemaluan dari Hatsumomo dan menunjukkan kebenaran sebenarnya bahwa Hatsumomo adalah habis bercinta dengan pria. Ibu segera melarang keras Hatsumomo untuk bertemu lagi dengan Koichi.

Chiyo dan Pumpkin disekolahkan bersama untuk dapat menjadi Geisha pula di masa mendatang. Chiyo sempat mengajak Pumpkin untuk kabur, namun pumpkin menolak karena menganggap hal tersebut tidak mungkin, karena mereka sudah berada di distrik yang memang menjadi tempat para geisha. Pumpkin juga melarang Chiyo untuk mencoba kabur karena akan membahayakan masa depan mereka berdua sebagai calon geisha.

Suatu malam Hatsumomo pulang bersama teman wanitanya dalam keadaan mabuk, keduanya segera masuk rumah. Hatsumomo kemudian memiliki rencana licik untuk mengotori Kimono milik rivalnya yaitu Mameha, Geisha senior yang paling terkemuka di tempat tersebut. Hatsumomo dan temannya segera mencuri kimono milik Mameha(Michelle Yeoh) dan bersiap untuk mengotorinya dengan tinta. Tapi segera Hatsumomo punya ide yang lebih cemerlang, yaitu menggunakan Chiyo untuk merusak Kimono tersebut. Hatsumomo yang sebelumnya sudah mengetahui bahwa kakak dari Chiyo sudah mencoba mencari Chiyo, menawarkan kepada Chiyo untuk melakukan apa yang diperintahkannya dengan imbalan dia akan memberitahukan keberadaan satsu kepada Chiyo. Chiyo tanpa ragu merusak dan mengotori Kimono milik Mameha.

Chiyo akhirnya tahu bahwa satsu masih selamat dan berada di distrik pelacur, dia kemudian merencanakan untuk kabur lewat atap karena pintu gerbang depan ditutup. Keduanya berjanji bertemu di jembatan, namun Chiyo malah terjatuh dari atap dan tangannya patah. Ibu dan Bibi terpaksa harus merawat biaya pengobatan chiyo yang tidak sedikit. Setelah sembuh, Chiyo tidak lagi disekolahkan untuk menjadi Geisha melainkan untuk dijadikan pembantu saja. Mengetahui bahwa satsu sudah kabur sendirian tanpa dirinya, chiyo akhirnya harus menerima kenyataan bahwa keluarganya sekarang adalah yang ada di sekitarnya saat ini.

Kepedihan dan kekosongan selalu dirasakan chiyo selama di rumah itu, hingga pada suatu hari dia sedang berada di jembatan merenungi nasibnya yang tak kunjung membaik, dia disapa oleh seorang pria dewasa, si chairman(Ken Watanabe) yang bersama dengan dua orang geisha. Pria tersebut kemudian membelikannya es serut dan menghiburnya, ketertarikan si pria makin besar, mengetahui bahwa gadis kecil di depannya memiliki mata abu-abu yang bagaikan air, mata yang sangat jarang dimiliki oleh wanita jepang, mata yang mungkin hanya dimiliki 2 wanita di jepang, chiyo dan ibunya. Dia kemudian memberikannya sebuah saputangan dan uang untuk jajan.

Chairman: It is too pretty a day to be so unhappy. Did you fall down? Why so shy? Nothing to be ashamed of, we all stumble from time to time. Do you see that enchanting lady in green? Once when she was just a maiko, she fell clean off her wooden shoes.

[laughs]

Geisha in Green: [laughs] It’s true, I did.

Chairman: And now look at her, so elegant…

Geisha in Green: Mr. Chairman, shouldn’t we hurry? We will miss the beginning.

Chairman: We see the spring dances every year, we can spare a moment. What’s your name? Don’t be afraid to look at me. Do you like sweet plum or cherry?

Chiyo: You mean… to eat?

Chairman: I like sweet plum myself. Come. None of us find as much kindness in this life, as we should. My children wait for these every spring.

[hands her the ice and spoon]

Chiyo: [looks at geisha by the tree, smears some of the cherry ice on her lips] Now I’m a geisha too.

Chairman: [laughs] And so you are. How did you come by such surprising eyes?

Chiyo: My mother gave them to me.

Chairman: Generous of her, wasn’t it?

Chiyo: As you have been to me.

Chairman: Smile for me, won’t you?

[Chiyo smiles for him]

Chairman: There now, that is your gift to me.

[hands Chiyo his handkerchief with the change inside]

Chairman: This will buy your supper. Now promise me one thing, next time you take a tumble… no frowns.

[Chiyo nods]

Chairman: That’s better.

 

Tidak dinyana, hal tersebut bagaikan matahari yang menyinari awan kelabu yang terus mengelayuti hati Chiyo kecil. Sejak pertemuan itu dia bertekad kuat untuk entah bagaimana menjadi Geisha juga dan bertemu dengan si pria tersebut. Dibawalah kaki-kaki kecilnya menyusuri jalan menuju kuil, dilemparkanlah uang pemberian si pria tersebut, yang semestinya cukup baginya untuk makan ikan dan nasi selama sebulan, ke kuil dan dengannya dia mengucapkan doa agar suatu saat nanti dipertemukan kembali dengan si pria tersebut.

In that moment, I changed from a girl facing nothing but emptiness, to someone with purpose. I saw that to be a geisha could be a stepping stone to something else… a place in his world.

(Chiyo)

Waktu berlanjut begitu cepat, hingga Chiyo(Ziyi Zhang) sudah beranjak dewasa, namun statusnya masih sama, yaitu sebagai pembantu di rumah ibu. Sementara itu Pumpkin yang sudah menjadi seorang Geisha dan berada di bawah bimbingan langsung dari Hatsumomo. Suatu malam Chiyo bertugas membantu Pumpkin(Yûki Kudô) mempersiapkan diri sebelum pergi ke suatu acara geisha. Setelah Pumpkin dan Hatsumomo pergi, ternyata alat musik Pumpkin tertinggal, sehingga Chiyo terpaksa mengantarkannya ke tempat acara. Chiyo yang beranjak dewasa makin penasaran dengan geisha memberanikan diri untuk mengintip ke dalam ruangan, tak dinyana ternyata Chairman keluar dari ruangan, Chiyo segera berlari kembali ke rumah dan menenangkan dirinya karena pada akhirnya dia kembali bertemu dengan Chairman, pria yang menghiburnya di jembatan waktu itu.

With your eye for beauty and nose for talent, surely you can see what a terrible waste that would be?

(Mameha)

Mameha yang melihat bakat dan kecantikan dari Chiyo yang beranjak dewasa kemudian mengajukan penawaran kepada Ibu untuk membiayai sekolah geisha kepada chiyo, meski pada awalnya ibu tidak tertarik, namun setelah diyakinkan oleh Mameha, ibu akhirnya setuju, apalagi dia berpikir bahwa Chiyo sudah tidak berguna lagi, sebab nenek sudah meninggal dan tidak perlu pembantu untuk mengurus rumah lagi.

Hurry up! [chuckling] You’re not making money standing there gawking at yourself!

(Bibi)

Chiyo pun menyampaikan terimakasih kepada mameha. Dengan durasi mempersiapkan diri untuk menjadi geisha yang terbilang super cepat, yaitu 6 bulan (normalnya menjadi geisha membutuhkan waktu tahunan belajar), Chiyo diajari untuk menjadi geisha yang hebat. Satu aturan sederhana yang ditanamkan Mameha kepada chiyo bahwa untuk menjadi geisha yang hebat dia harus bisa membuat pria terpukau hanya dalam satu tatapan, dan begitu syarat ini sudah dipenuhi chiyo, dia pun siap menjadi geisha dan memulai debutnya.

You cannot call yourself a true geisha until you can stop a man in his tracks with a single look.

(Mameha)

Debut chiyo dalam menjadi geisha berjalan lancar, meski sempat sedikit beradu argumen dan sindiran dengan Hatsumomo, chiyo, yang berganti nama menjadi Sayuri karena sudah resmi menjadi geisha. Tugas selanjutnya bagi sayuri adalah bersama mameha menemui dan menemani chairman. Ketika itu chairman membawa teman bisnisnya seorang pengusaha juga yang keras, tegas, disiplin dan tidak suka geisha, bernama Nobu-san(Kôji Yakusho) untuk bersama sama menonton pertandingan sumo.

Three things matter in life… sumo, business, and war. Understand one, you know them all. But why should a Geisha care? You spend your time plucking strings and dancing.

(Nobu)

Sayuri tidak bisa meninggalkan kerinduannya kepada chairman, tapi ketika mameha mengatakan bahwa Hatsumomo dan Pumpkin datang juga ke pertandingan sumo tersebut, dan sayuri harus segera merebut hati Nobu. Meski awalnya sulit, tapi dengan kecerdasan kata kata yang diperlihatkan sayuri, nobu pun luluh dan setuju untuk membawa kembali sayuri di kemudian hari.

Cerita berlanjut ketika mameha meminta sayuri untuk menggores pahanya yang mulus dengan pisau, sayuri menolak. Tapi ketika mameha terus memaksa, sayuri tidak ada pilihan lain. Mameha kemudian membawa sayuri kepada Dr.Crab(Randall Duk Kim), disana dia diobati. Sayuri yang cerdas tahu bahwa dibalik hal ini ada yang disembunyikan mameha dari dirinya, mameha akhirnya berterus terang bahwa dengan dibawa ke Dr.Crab artinya sayuri akan menjalani ritual Mizuage, menjadi geisha seutuhnya, yaitu dengan melepas keperawanannya kepada penawar tertinggi(perlu diketahui bahwa selama ini rekor harga tertinggi geisha dalam melepas keperawanannya dipegang oleh mameha dengan 1 juta yen).

Your cave is untouched. Men like that. We call this “mizuage”. And to become a full geisha, you must sell it to the highest bidder.

(Mameha)

Selanjutnya ketika ada kegiatan menjamu tamu di siang hari, sayuri diminta oleh Baron ( Danna nya Mameha ) untuk ikut masuk ke kamar, dengan dalih ingin diberi Kimono. Namun ternyata di dalam kamar Baron mencoba untuk menelanjangi Sayuri. Meski masih bisa mempertahankan diri untuk tidak melayani nafsu bejat Baron, sayuri nampak tak kuasa untuk mencegah baron sekedar melihat kemolekan tubuhnya. Hancurlah hati sayuri untuk kesekian kalinya.

Sayuri sangat berharap bahwa chairman lah yang akan melakukan penawaran tertinggi kepadanya. Selanjutnya dia menampilkan kemampuannya menghibur penonton dengan tariannya dan pertunjukan solonya. Pertunjukan yang sukses luarbiasa.

Tiba keputusan siapa penawar tertinggi, yang ternyata adalah Dr.Crab, sayuri seakan tidak percaya kenyataan itu, meski dia memecahkan rekor dari mameha sendiri. Akhirnya mameha kembali berterus terang bahwa sebenarnya chairman lah yang memberikan penawaran tertinggi, tapi mameha menolaknya dan memberikan kemenangan bagi Dr.Crab, yang akhirnya sayuri harus melepaskan keperawanannya kepada Dr.Crab. Dan setelah semua ritual tersebut berakhir, hati sayuri kembali hancur. Selanjutnya dia dipanggil dengan Nama Nitta Sayuri, dan telah menjadi geisha seutuhnya.

Kecemburuan Hatsumomo makin memuncak, akhirnya dia sempat ribut dengan Sayuri di rumah sehingga menyebabkan kebakaran di rumah tinggal mereka, Hatsumomo lantas kabur. Diikuti oleh perginya pumpkin juga kemudian.

Tak lama berselang, Jepang dilanda Perang dunia kedua, yang mengakibatkan ditutupnya rumah-rumah geisha, termasuk kediaman milik Sayuri. Sayuri lantas diselamatkan Chairman yang mengirimkannya ke utara untuk menjadi pembantu di tempat pembuatan Kimono. Sedangkan Mameha dikirim ke tempat lainnya untuk menjadi perawat.

Setelah perang reda, Sayuri yang masih bekerja di tempat pembuatan kimono didatangi pria. Dia bukanlah Chairman, tapi Nobu yang memintanya kembali ke kota untuk ikut menjadi geisha kembali dan menerima tamu, perdana menteri Sato. Perdana Menteri ini tamu penting sebab, perusahaan Nobu dan Chairman, Iwamura Electric, bergantung kepada kebijakan yang dikeluarkan perdana menteri tersebut.

Sayuri akhirnya setuju untuk kembali ke Gion, disana dia bersama dengan Ibu dan Bibi kembali membuka rumah geisha, meskipun di saat itu image soerang geisha sudah banyak tercemar. Ketika banyak orang asing masuk jepang, setiap wanita jepang yang mengenakan kimono bisa dianggap geisha. Sedangkan image geisha bagi para pendatang adalah tidak lebih daripada seorang wanita penghibur dan alat pemuas nafsu. Sayuri juga kembali bertemu dengan Pumpkin, yang sekarang menjadi geisha modern, karena lebih banyak mengandalkan kecantikan fisiknya daripada skillnya. Pumpkin setuju untuk ikut menjamu tamu Nobu. Ketika selesai menjamu tamu, Nobu menyatakan bahwa dia bersedia menjadi Danna (penyandang dana bagi para Geisha) untuk sayuri, namun sayuri yang masih menaruh hati kepada chairman enggan menerima tawaran ini.

Sayuri mencoba membuat Nobu marah, ketika rombongan Nobu, Chairman, para geisha dan perdana menteri melakukan perjalanan ke Pulau Amami, Sayuri berpura-pura ingin bercinta di dalam ruangan dengan perdana menteri dan meminta Pumpkin untuk memanggil Nobu agar dia melihat bahwa perdana menteri sudah bercinta dengan sayuri. Namun keaadaan berjalan lain, Pumpkin malah membawa Chairman ke tempat tersebut. Chairman yang marah segera pergi, begitu pula dengan perdana menteri. Sayuri sempat marah dan menyalahkan pumpkin karena bukannya membawa nobu tapi malah membawa chairman. Pumpkin beralasan bahwa karena sayuri dulunya sudah membuat peluang pumpkin untuk diadopsi ibu gagal, dan memaksa keadaan membuat pumpkin menjadi PSk untuk tetap bertahan hidup, kini dia ingin balas dendam kepada sayuri.

Sayuri yang galau pergi ke tepi lautan, disana dia membuang sapu tangan chairman yang telah disimpannya selama tahunan, berharap dengan itu cintanya kepada chairman ikut pergi. Di kesempatan kemudian Sayuri berada di taman, disana dia berencana bertemu dengan Nobu, namun alangkah terkejutnya dia sebab yang datang malahan chairman. Sayuri mencoba menjelaskan fakta sebenarnya, namun chairman menolaknya, sebab dia sendiri telah tahu bahwa kejadian di pulau kemarin hanyalah akal-akalan.

 

Sayuri Nitta: The truth?

Chairman: Some years ago, I was on my way to the theater. I saw a little girl weeping by the Sunagawa. I stopped to buy her a cup of sweet ice.

Sayuri Nitta: You knew I was that little girl?

Chairman: Didn’t you ever wonder why Mameha took you under her wing?

Sayuri Nitta: Mameha came to me because of you?… I wish you could have told me long ago.

Chairman: What could I do? I owe Nobu my life. And so when I saw that he had a chance at happiness with you, I stood silent, but… But I cannot any longer. I hope… it is not too late. Don’t be afraid to look at me, Chiyo.

Sayuri Nitta: [turns around to face him again] Can’t you see? Every step I have taken, since I was that child on the bridge, has been to bring myself closer to you.

Chairman juga mengatakan bahwa nobu sudah enggan menjadi danna dari sayuri setelah kejadian di pulau itu. Chairman juga berterus terang bahwa dia jatuh cinta kepada sayuri sejak pertemuan mereka, namun karena merasa tidak enak kepada nobu, yang selain sudah berkorban untuk perusahaannya, dan sebagai teman dekat akhirnya chairman memilih untuk memendam rasa cintanya kepada sayuri. Keduanya kemudian berciuman dan akhirnya cinta keduanya menjadi sempurna begitupula sayuri yang akhirnya mendapatkan danna, yaitu chairman.

You cannot say to the sun, “More sun.” Or to the rain, “Less rain.” To a man, geisha can only be half a wife. We are the wives of nightfall. And yet, to learn kindness after so much unkindness, to understand that a little girl with more courage than she knew, would find her prayers were answered, can that not be called happiness? After all these are not the memoirs of an empress, nor of a queen. These are memoirs of another kind.

(Sayuri)

 

Memoirs of a Geisha -(12)

Memoirs of a Geisha -(10)

Memoirs of a Geisha -(7)Memoirs of a Geisha -(4)

Memoirs of a Geisha -(28)

Memoirs of a Geisha -(27)

Memoirs of a Geisha -(9)

Memoirs of a Geisha -(21)

Memoirs of a Geisha -(17) Memoirs of a Geisha -(18)

Memoirs of a Geisha -(22)

Memoirs of a Geisha -(1)

Memoirs of a Geisha -(11)Memoirs of a Geisha -(19)

Memoirs of a Geisha -(5)    x

Memoirs of a Geisha -(23)

Memoirs of a Geisha -(6)Memoirs of a Geisha -(29)

Memoirs of a Geisha -(16)

Memoirs of a Geisha -(3)

TOP QUOTES

Can’t you see? Every step I have taken, since I was that child on the bridge has been to bring myself closer to you.

(Nitta Sayuri)

FULL MOVIE

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Sebagai manusia kita harus punya tujuan hidup, karena itulah yang akan mendorong segala tindakan dan tingkah laku kita

– Pentingnya memiliki mimpi, berdoa dan memperjuangkannya, meski dalam situasi terburuk sekalipun, mimpi itu jangan sampai padam.

TAHUKAH KAMU?

– Meskipun bercerita tentang masyarakat Jepang pada masa Geisha populer di Jepang, beberapa aktris di film ini bukanlah berasal dari Jepang, Gong Li ( China), Michelle Yeoh (Malaysia), Zhang Ziyi (China), tercacat hanya Ken Watanabe & Kôji Yakusho, Suzuka Ohgo yang memang orang Jepang.

 – Steven Spielberg berada di balik pembuatan film ini, dia berperan sebagai produser.

– John Williams melewatkan kesempatan untuk membuat music scoring untuk Harry Potter and the Goblet of Fire, karena sibuk dengan film ini. Keputusan yang tidak bisa dikatakan keliru, sebab dia mendapatkan nominasi oscar untuk scoring film ini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan pria berhubungan seks dengan wanita . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan dengan tongkat. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK. OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Kisah klasik cinderella dibawa ke Jepang, dibalut dengan sinematrografi dan kostum yang indah dan memanjakan mata serta dilengkapi dengan musik latar dari John Williams yang begitu memukau, hasilnya Memoirs of a Geisha yang sangat menawan, meskipun menurut pendapat pribadi bahwa jika film ini dibuat dengan bahasa Jepang, bukan sekedar berlogat Jepang jauh akan lebih mengena dan bagus.

– SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING 8.5