AMELIE – Le Fabuleux Destin d’Amélie Poulain(2001), Gadis Manis Introvert Yang Ringan Tangan

DATA FILM

Sutradara: Jean-Pierre Jeunet . Penulis Naskah: Jean-Pierre Jeunet,Guillaume Laurant. Bintang:Audrey Tautou, Mathieu Kassovitz. Durasi: 122 menit . Tahun Rilis: 2001.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 5 kategori: Best Art Direction-Set Decoration, Best Cinematography, Best Foreign Language Film, Best Sound, Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen

Amelie (2)

“She’ll change your life.”

JALAN CERITA(PLOT)

On September 3rd 1973, at 6:28pm and 32 seconds, a bluebottle fly capable of 14,670 wing beats a minute landed on Rue St Vincent, Montmartre. At the same moment, on a restaurant terrace nearby, the wind magically made two glasses dance unseen on a tablecloth. Meanwhile, in a 5th-floor flat, 28 Avenue Trudaine, Paris 9, returning from his best friend’s funeral, Eugène Colère erased his name from his address book. At the same moment, a sperm with one X chromosome, belonging to Raphaël Poulain, made a dash for an egg in his wife Amandine. Nine months later, Amélie Poulain was born.

Amelie Poulain(Audrey Tautou), seorang gadis manis yang introvert dan terasing dari pergaulan sebab di masa kecilnya sempat salah didiagnosis ayahnya, Raphaël Poulain (Rufus) mengalami kelainan jantung.

Dia ditinggal mati ibunya,Amandine Poulain(Lorella Cravotta) saat masih kecil lewat peristiwa mengerikan karena ibunya kejatuhan seorang turis kanada yang bunuh diri dari atas gereja di gereja notre dame sepulang dari gereja saat mereka ingin berdoa agar Amelie dapat adik.

She doesn’t relate to other people. She was always a lonely child.

(Amelie)

Tinggallah Amelie bersama dengan ayahnya, Raphaël Poulain di daerah Paris, Perancis. Semenjak masa kecil Amelie jadi lebih sering bermain-main dengan imajinasinya daripada bergaul dengan lingkungannya. Satu temannya di masa kecil adalah ikan bernama Blubber yang ditaruh disebuah tempat kaca, namun karena terlalu sering meloncat keluar, dan membuat Amelie menangis histeris, ibunya memutuskan melepasnya di sungai kecil. Untuk mengobati rasa kecewa Amelie ditinggal satu temannya, Amandine membelikan Amelie sebuah Kamera Digital. Amelie pun senang dengan pemberian tersebut.  Diapun menjadi anak rumahan, apalagi setelah sang ibu memutuskan bahwa dialah yang akan mengajarinya baca tulis di rumah.

A woman without love wilts like a flower without sun.

Nah ketika beranjak dewasa dia bekerja sebagai pelayan kafe di Café des 2 Moulins yang berlokasi di Montmatre, Paris.

Meskipun beberapa kali mencoba untuk memiliki kehidupan normal dan membina hubungan dengan beberapa pria, nyatanya Amelie lebih tertarik dengan imajinasinya sendiri, sehingga hubungan asmaranya terasa kering.

Di 31 Agustus 1997, Amelie yang terkejut mendengar berita kematian Lady Diana membuatnya menjatuhkan bola kecil yang dimana kemudian membuat bola tersebut membuka tempat tersembunyi di lantai ruangan tersebut.

Akhirnya dia menemukan sebuah kotak yang berisi mainan, Amelie selanjutnya memutuskan untuk mengembalikan kotak tersebut kepada empunya. Dia bertanya kepada Mr.Collignon(Urbain Cancelier), seorang pemilik toko grosir yang menyebalkan, kemudian dia diarahkan untuk berbicara langsung kepada ibunya Mr.Collignon, dari dialah Amelie mengantongi sebuah nama, “Dominique Bredoteau”. Setelah mencari infomasi kesana-kemari si Dominique Bredoteau Amelie mulai merasa kesal karena tidak menemukan nama tersebut.

Raymond Dufayel(Serge Merlin), si tetangganya, seorang pelukis tua yang dijuluki Glass Man memberitahunya bahwa dia salah menerka nama orang. Karena nama sebenarnya yang dicari adalah “Bretodeau”(Maurice Bénichou).

Berbekal nama tersebut pada ujungnya Amelie menemukan Bretodeau. Tak mau cari muka di depan Bretodeau. Amelie memberikan kotak tersebut dengan diam diam di Phone booth.

Life’s funny. To a kid, time always drags. Suddenly you’re fifty. All that’s left of your childhood… fits in a rusty little box.

(Bretodeau)

Alangkah gembiranya Bretodeau menemukan harta karun masa kecilnya, yang membuatnya merasa bahagia sekali adalah bahwa di dalam kotak tersebut tersimpan sangat banyak kenangan masa kecilnya. Amelie sadar bahwa dia bisa bahagia dengan membantu orang lain. Dia bertekad untuk membantu lebih banyak orang.

It’s better to help people than garden gnomes.

(Amelie)

Dimulai dengan membantu pria buta menyeberang jalan dan mendeskripsikan apa yang dilihatnya di sepanjang stasiun Metro. Kemudian megirimkan patung taman ayahnya ke temannya yang seorang pramugari untuk dikirim ke luar negeri. Kemudian termannya tersebut memberikan photo patung taman tersebut yang berfoto di tempat tempat menarik di seluruh dunia. Yang photo tersebut diberikan kepada ayah Amelie via post. Meski pada awalnya sempat kebingungan dengan hal ini, ayah Amelie makin sadar bahwa di usianya yang makin senja dia harusnya meluangkan waktu lebih banyak untuk travelling ke seluruh dunia dan menikmati masa tuanya.

Amelie memiliki seorang teman di kafe tempat dia bekerja, namanya Georgette(Isabelle Nanty) yang selau dikejar kejar pria yang menyukainya, yaitu Joseph(Dominique Pinon). Amelie membantu Georgette agar Georgette bisa jatuh cinta dengan pria yang selama ini mengikutinya tersebut. Meski dengan cara yang agak lucu, pada akhirnya Georgette dan Joseph bersatu dan malah saling memadu asmara di kamar kecil.

Amelie juga membantu Mrs. Wells(Yolande Moreau), seorang janda yang masih mencintai suaminya mesti sudah berselingkuh di luar negeri dengan mengirimkan surat palsu untuk menyatakan bahwa sang suami juga mencintainya.

At least you’ll never be a vegetable – even artichokes have hearts.

(Amelie)

Begitu pula dengan Lucien(Jamel Debbouze), assisten Mr.Collignon yang selalu jadi bahan olok olok oleh Mr. Collignon. Amelie membantunya dengan memberikan lelucon. Sehingga Mr. Collignon malah merasa malu sekaligus rikuh dengan sikapnya.

[Amélie has found Nino’s photo album and his “lost” posters] Any normal girl would call the number, meet him, return the album and see if her dream is viable. It’s called a reality check. The last thing Amélie wants.

Terakhir Amelie bertekad mengungkap pria pemilik photo album yang berisi foto-foto yang sudah dirobek namun berusaha dipasangkan kembali. Akhirnya Amelie merasa jatuh hati kepada pria tersebut, karena selain tampan, dia juga unik dan tidak biasa.

Pria tersebut, yang ternyata bernama Nino Quincampoix(Mathieu Kassovitz), seorang pria yang bekerja di tempat penjualan perlengkapan sex dan taman bermain. Amelie sempat bermain kejar mengejar dengan Nino. Nino yang pada akhirnya mendapatkan kembali album photonya dibuat makin penasaran dengan siapa penemu album photonya yang misterius. Terlebih ketika di salah satu halaman terdapat photo si penemu album dengan kostum zorro. Nino pun memutuskan mencari siapa penemu album tersebut.

So, my little Amélie, you don’t have bones of glass. You can take life’s knocks. If you let this chance pass, eventually, your heart will become as dry and brittle as my skeleton. So, go get him, for Pete’s sake!

(Glass Man)

Nino sebenarnya menerka bahwa wanita yang mengembalikan album fotonya tersebut adalah Amelie di kafenya, tapi saat itu Amelie entah mengapa menyangkal hal tersebut.

Nino is late. Amelie can only see two explanations. 1 – he didn’t get the photo. 2 – before he could assemble it, a gang of bank robbers took him hostage. The cops gave chase. They got away… but he caused a crash. When he came to, he’d lost his memory. An ex-con picked him up, mistook him for a fugitive, and shipped him to Istanbul. There he met some Afghan raiders who too him to steal some Russian warheads. But their truck hit a mine in Tajikistan. He survived, took to the hills, and became a Mujaheddin. Amelie refuses to get upset for a guy who’ll eat borscht all his life in a hat like a tea cozy.

Amelie segera pulang. Sesampainya di kediamannya dia diberi nasehat Dufayel untuk mengejar pria tersebut. Akhirnya Amelie mencoba mencari Nino yang ternyata sudah berada di depan pintu apartemennya. Kisah romantisme keduanya pun dimulai seiring dengan berakhirnya film ini.

Amelie (24)

Amelie (13)

Amelie (7)

Amelie (22)

Amelie (3)

Amelie (11)

Amelie (1)  Amelie (2)  Amelie (4) Amelie (5) Amelie (6)  Amelie (8) Amelie (9)     Amelie (14)  Amelie (16) ??????  Amelie (19)

Amelie (15)

Amelie (10)Amelie (21)  Amelie (23)

Amelie (1)

TOP QUOTES

Without you, today’s emotions would be the scurf of yesterday’s. – (Hipolito / penulis)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Rasa bahagia yang didapat karena membantu orang lain adalah sesuatu yang tak ternilai harganya.

TAHUKAH KAMU?

– Kafe Les Deux Moulins adalah benar ada di Perancis, tepatnya di daerah Montmartre, Paris.

– Warna film ini didominasi oleh warna hijau, kuning dan merah terinspirasi dari artis Brasil bernama Juarez Machado.

– Salah satu kesenangan Audrey Tautou di film ini adalah melempar batu di air, dalam film ini adegan tersebut menggunakan efek khusus, karena sebenarnya Audrey Tautou tidak bisa melakukannya.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan pria berhubungan seks dengan wanita, ada tampilan payudara perempuan . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: YA, ada adegan bunuh diri terjun dari atas gedung . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Unik, menggelitik, Romantik.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5