A Fistful of Dollars(1964) aka Per Un Pugno Di Dollari, Pembuka Trilogy Dollar Sergio Leone

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Víctor Andrés Catena,Jaime Comas Gil & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Víctor Andrés Catena & Adriano Bolzoni . Bintang: Clint Eastwood, Marianne Koch, Gian Maria Volonté . Durasi: 99 menit . Tahun Rilis: 1964.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

A Fistful of Dollars - 8

“This is the man with no name. Danger fits him like a glove.”

Apa yang ditawarkan sebuah film western? koboi, saloon,sepatu boots koboi, padang tandus, adu tembak, kejahatan melawan kebaikan, semuanya pastinya ada di film pembuka trilogy dollars milik Sergio Leone ini. Mari kita kupas lebih lanjut.

JALAN CERITA(PLOT)

Kisah dimulai dengan seorang pria berpakaian koboi lengkap dengan ponconya mendatangi suatu tempat di perbatasan Mexico yaitu San Miguel, saat sedang meminum air dari sumur dia menjadi saksi anak kecil yang mencoba masuk ke dalam sebuah rumah. Lantas si anak kecil dipaksa keluar oleh koboi di dalam rumah sehingga ia harus pulang ke pelukan bapaknya. Kekejaman kedua koboi tidak selesai di situ karena mereka juga menghajar si bapak. Dan di rumah tadi terlihat seorang wanita cantik sedang memandang ke luar. Segera dia menutup jendela dan pergi. Pria asing ini, yang akhirnya diketahui bernama Joe(Clint Eastwood)(Setidaknya dia dipanggil Joe di film ini), segera melanjutkan perjalanannya.

You see, I understand you men were just playin’ around, but the mule, he just doesn’t get it. Course, if you were to all apologize…

I don’t think it’s nice, you laughin’. You see, my mule don’t like people laughing. He gets the crazy idea you’re laughin’ at him. Now if you apologize, like I know you’re going to, I might convince him that you really didn’t mean it.

(Joe)

Selanjutnya Joe bertemu dengan Silvanito(José Calvo), si pria tua jelek penjaga tempat penginapan dan tempat makan. Meski Silvanito tahu bahwa Joe tidak punya uang dia memberikan dia makanan dan minuman.

Baxter’s over there, Rojo’s there, me right smack in the middle.

(Joe)

Kemudian dia bercerita bahwa orang-orang di daerah ini sudah banyak yang meninggal, terutama para prianya, sedangkan para wanita yang tertinggal kebanyakan adalah para janda. Kota ini diselimuti dengan pertentangan dan permusuhan antara dua kubu, di satu kubu adalah keluarga Sheriff John Baxter(Wolfgang Lukschy) dan di sisi lainnya adalah Rojo Bersaudara, yang terdiri dari Don Miguel(Antonio Prieto), Esteban(Sieghardt Rupp), Ramon(Gian Maria Volonté) dan Chico(Mario Brega). Di sini Joe juga berkenalan dengan Piripero(Joseph Egger), seorang pria tua yang berprofesi sebagai pembuat peti mati.

Get three coffins ready.

(The Man With No Name / Joe)

Joe merasa bahwa dari situasi yang ada sekarang dia bisa mendapatkan keutungan materi dengan cara bergabung dengan kedua belah pihak. Dia pun menunjukkan kebolehannya membunuh 4 koboi dan meminta Piripero menyiapkan 4 peti mati.

When a man’s got money in his pocket he begins to appreciate peace.

(Joe)

Bersama dengan Silvanito, Joe pergi untuk mengintip kedatangan pasukan Mexico yang membawa kereta yang berisi sesuatu yang berharga menuju ke Amerika untuk ditukar dengan persenjataan. Hingga di suatu tempat di dekat sungai mereka bertemu dengan pasukan Amerika, dan disana mereka dibantai habis habisan. Yang ternyata pasukan Amerika tersebut adalah kawanan Rojo yang sedang menyamar.

Everyone talks about Ramon. Kind of curious to meet him.

(Joe)

If you are smart, you will stay clear of Ramon for as long as possible!

(Silvanito)

Joe segera mendatangi tempat pembantaian pasukan Meksiko tersebut. Membawa dua orang mayat pasukan untuk dibawa ke tempat pemakaman, bukan untuk dikubur, hanya untuk ditempatkan disana, seolah olah mereka orang yang masih selamat dari serbuan tersebut.

Joe segera menginformasikan kepada pihak Rojo bersaudara bahwa mereka telah luput membunuh semua pasukan Meksiko, sebab ada dua pasukan yang masih bertahan hidup dan saat ini ada di pemakaman. Takut kedua pasukan tersebut membocorkan kejadian sebenarnya kepada atasan mereka, Rojo bersaudara segera berangkat ke tempat tersebut, sementara Chico ditugaskan untuk menjaga tempat simpanan mereka.

Di pihak John Baxter, Joe menginformasikan bahwa Kawanan Rojo telah menyerbu pasukan Meksiko di suatu tempat, dan ada dua orang yang selamat. John merasa bahwa ini kesempatan untuk mendapatkan informasi, mereka segera bergegas ke tempat pemakaman.

Sementara itu Joe mengendap endap untuk masuk ke tempat penyimpanan milik Rojo, setelah melumpuhkan Chico dia  bisa masuk. Setelah itu dia menemukan bahwa ternyata tempat simpanan itu adalah simpanan emas hasil rampokan Rojo kepada pasukan Meksiko kemarin. Belum sempat keluar, ada orang masuk, Joe segera melayangkan tinjunya ke orang tersebut, namun ternyata itu adalah Marisol(Marianne Koch), wanita di awal film. Joe yang tahu bahwa Marisol adalah wanita simpanan Ramon Rojo, takut Marisol membocorkan identitas Joe dan apa yang dilakukannya, dia pun membawa Marisol kepada Baxter, disana dia dirawat.

Saat adu tembak Ramon berhasil membunuh kedua “mayat” yang ditempatkan oleh Joe di pemakaman. Setelah tembak menembak secara intens, akhirnya Rojo bersaudara berhasil menawan anak dari John Baxter, yaitu Antonio Baxter(Bruno Carotenuto).

Saat kembali ke markas Ramon panik karena Marisol sudah lenyap, tapi segera sadar bahwa ini adalah ulah John Baxter. Kedua belah pihak segera sepakat untuk melakukan pertukaran tawanan. Disinilah akhirnya Joe tahu bahwa Marisol adalah ibu dari anak kecil di awal film yang mencoba masuk ke rumah. Yang ternyata dia menjadi tawanan pihak Rojo karena suaminya dianggap telah curang dalam permainan kartu dan meminta Marisol menjadi tawanan karena kecurangan tersebut. Joe pun merasa simpati kepada Marisol.

Joe dan Rojo bersaudara berpesta karena telah berhasil membawa Marisol kembali, membunuh dua pasukan Meksiko yang berhasil kabur dan berhasil mendapatkan rampasan emas. Joe berpura pura mabuk agar diantar ke kamarnya. Disana dia pura pura tertidur, tapi ternyata dia keluar dari jendela untuk menyelamatkan Marisol dengan terlebih dahulu melumpuhkan penjaga. Setelah itu Joe membawa Marisol kepada suami dan anaknya, dia memberikan mereka uang dan meminta mereka segera meninggalkan kota itu.

Why are you doing this for us?

(Marisol)

Because I knew someone like you once and there was no one there to help. Now, get moving.

(Joe)

Joe yang kembali ke markas Rojo dengan lewat jendela kaget karena ternyata di dalam kamarnya Rojo bersaudara ternyata sudah ada disana. Mereka pun sadar bahwa Joe telah berkhianat kepada mereka, mereka segera menhajar Joe habis-habisan untuk mendapatkan Marisol kembali, namun Joe bergeming dan tidak memberitahukan keberadaan Marisol. Merasa bosan Rojo bersaudara segera mengurung Joe di suatu ruangan.

Our orders are to make sure he does not die… but also to make sure he regrets the day he was born.

(Chico)

Dan ketika Chico dan salah satu penjaga sedang mencoba melihat kondisi Joe, mereka dikagetkan karena Joe sudah berada di atas dan segera menggelindingkan tong minuman keras kepada mereka, keduanya mati di tempat. Joe yang badannya lemah segera merangsek bersembunyi ke luar ruangan, Ramon dan kawan kawan tahu bahwa ada keributan segera mengeceknya, mereka sadar bahwa Joe sudah kabur, Joe yang sebenarnya masih di dekat pintu keluar segera menyalakan korek apinya dan membakar ruangan itu, diapun segera kabur.

Ramon dan kelompoknya bersusah payah untuk mencari Joe. Namun Joe yang cerdik meminta bantuan Piripero untuk disembunyikan di peti mati. Sedangkan Ramon dan anakbuahnya segera menginterogasi Silvanito, karena dia tahu bahwa Silvanito sering bersama dengan Joe, sehingga keduanya pasti berteman dekat dan saling menjaga. Silvanito yang tidak tahu menahu keberadaan Joe pun bungkam walau terus terusan dipukuli. Ramon tidak kehilangan akal, dia tahu bahwa Joe sudah berkhianat pada kelompoknya pasti akan mencari perlindungan ke pihak lainnya, yaitu Sheriff John Baxter.

Ramon dan anak buahnya segera mendatangi kediaman John Baxter dan membakar rumah mereka. Joe yang berada di peti mati minta untuk diantar Piripero menjauh dari tempat itu untuk bersembunyi di tempat yang aman, di tengah jalan dia menyaksikan keluarga Baxter yang dibantai oleh Rojo bersaudara.

Joe segera bersiap untuk melakukan pembalasan kepada Rojo Bersaudara. Dia menyiapkan tameng baja dibalik ponconya, karena dia tahu bahwa Ramon Rojo sangat senang menggunakan senapan laras panjang dan senang berlatih menembak bagian jantung korbannya. Selain itu Joe juga segera berlatih untuk menembak kembali. Setelah siap dia segera mendatangi Rojo bersaudara yang sedang menggantung Silvanito untuk diinterogasi.

Ramon dan kawanannya bersiap untuk membunuh Joe, Ramon memulai dengan segera menembakkan pelurunya ke Joe. Joe pura pura terjatuh, namun kembali bangkit, setelah kaget, Ramon segera menembakkan pelurunya berulang ke Joe, Joe masih terus bisa berdiri kembali.

When a man with .45 meets a man with a rifle, you said, the man with a pistol’s a dead man. Let’s see if that’s true. Go ahead, load up and shoot.

(Joe)

Mengetahui peluru di senapan Ramon sudah habis, Joe pun segera membuka rahasianya, dia mengeluarkan plat besinya. Joe segera menghabisi keempat anak buah Ramon. Lantas segera melemparkan pistolnya yang tidak  berisi peluru. Keduanya berlomba untuk mendapatkan senjatanya masing-masing dan segera menembak musuhnya. Ramon yang menggunakan senjata laras panjang mambutuhkan waktu sepersekian detik lebih lama dari Joe, namun itu cukup cepat bagi Joe untuk lebih dahulu menghabisi Ramon.

You shoot to kill, you better hit the heart. Your own words, Ramone…….The heart, Ramone. Don’t forget the heart. Aim for the heart, or you’ll never stop

(Joe)

Joe segera membebaskan Silvanito. Tanpa disadari anggota Rojo masih ada satu orang, yaitu Esteban yang bersembunyi di dalam gedung dan bersiap menembak Joe yang berniat mendekati mayat Ramon. Silvanito yang menyadari hal itu dengan cekatan menembak terlebih dahulu Esteban. Kisah pun berakhir.

A Fistful of Dollars - 9 A Fistful of Dollars - 10   A Fistful of Dollars - 13  A Fistful of Dollars - 15  A Fistful of Dollars - 16   A Fistful of Dollars - 19

TOP QUOTES

My mistake. Four coffins…

(Joe)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Ketika anda menjadi orang yang memiliki kemampuan, maka anda haruslah peduli kepada sesama, terutama orang orang yang memerlukan pertolongan anda, layaknya Joe yang menolong Marisol dan keluarganya.

– Saat dua pihak yang berkuasa saling bertentangan dan berseberangan, anda bisa memilih untuk bergabung dengan salah satu dari mereka atau memilih berada di tengah tengah mereka, bukan untuk mati, tapi untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut demi kepentingan anda sendiri.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini adalah pembuka dari Trilogy Dollars milik Sergio Leone, dua film selanjutnya adalah For a Few Dollars More(1965) and The Good, the Bad and the Ugly(1966), ketiganya dibintangi Clint Eastwood.

– Pengambilan gambar dilakukan di negara Spanyol yaitu di daerah Hoyo de Manzanares, dekat kota Madrid.

– A Fistful of Dollars adalah remake film Yojimbo(1961) milik Akira Kurosawa.

– Clint Eastwood meskipun di ketiga film ini terlihat menikmati Cigar, namun sebenarnya dia bukanlah seorang perokok.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK (ada satu dalam bahasa spanyol) . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Acungan jempol patut diberikan kepada Sergio Leone, karena melalui film A Fistful of Dollars ini dia membuka Trilogy Dollars dengan baik, meski (mungkin karena saya lebih dahulu menonton The Good The Bad and The Ugly(1966) dan ekspektasi yang terlalu tinggi) tidak secemerlang film ketiganya di trilogy ini. Dengan durasi yang hanya sekitar 100 menit rasanya masih bisa lebih diperpanjang dengan memperkaya jalan cerita.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s