Once Upon a Time in the West(1968), Pembunuh Berdarah Dingin, Pria Harmonika Misterius dan Janda Pemilik Lahan

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Sergio Donati & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Dario Argento & Bernardo Bertolucci . Bintang: Claudia Cardinale, Henry Fonda, Charles Bronson, Jason Robards . Durasi: 175 menit . Tahun Rilis: 1968.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

Once Upon a Time in the West - 1

“There were three men in her life. One to take her… one to love her… and one to kill her”

JALAN CERITA(PLOT)

Pada suatu ketika di sebuah stasiun kereta api, datanglah 3 orang bandit. Semua terasa tidak jelas tentang apa yang mereka lakukan disana. Hingga ketika kereta tiba, ketiga bandit tersebut merasa tidak menemukan seorang penumpang kereta yang mereka tunggu.

You brought two too many.

(Harmonica)

Ketika ketiganya mulai beranjak pergi, dan keadaan stasiun menjadi sepi, terdengarlah alunan harmonika dari seberang rel kereta api. Disana berdiri seorang pria dengan membawa barang barangnya.

Terjadilah duel antara ketiga bandit tadi dengan pria harmonika(Charles Bronson). Meski salah satu bandit mampu menembak pria harmonika tapi pria harmonika tetap bertahan dan selamat, sedangkan ketiga bandit mati di tempat.

Harmonica: I saw three of these dusters a short time ago, they were waiting for a train. Inside the dusters there were three men.

Cheyenne: So?

Harmonica: Inside the men there were three bullets.

Sementara itu di tempat lain, daerah tandus bernama Sweetwater, Brett McBain sedang berburu burung bersama Timmy, anaknya yang paling bungsu. Ketika mereka kembali ke rumah mereka, Timmy segera diminta masuk ke rumah untuk merapikan diri. Anak Brett McBain yang perempuan, Maureen sedang menyiapkan meja makan mereka untuk menyambut kedatangan Ibu angkat mereka yang datang dari New Orleans. Sementara itu Patrick, anak lelaki McBain yang beranjak remaja diminta segera bersiap untuk menjemput sang calon ibu di stasiun kereta. McBain sendiri mengambil air di sumur untuk membasuh muka dan minum.

Suasana tiba tiba menjadi senyap, seolah pertanda akan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tak lama kemudian burung burung yang ada di belakang semak semak tiba tiba terbang seolah dikagetkan akan sesuatu. Hingga tak berapa lama terdengarlah satu tembakan. McBain mengira itu adalah seseorang yang sedang berburu burung di daerah tersebut. Namun dia segera menyadari bahwa hanya keluarganya lah yang tinggal di daerah terpencil nun jauh dan tandus seperti itu, burung- burungnya dilihat tidak ada yang jatuh tertembak, naluri kebapakannya segera membuatnya menoleh kepada anaknya Maureen yang ternyata sudah tertembak, dia segera menghambur menuju Maureen, namun satu tembakan lainnya segera terdengan, McBain tertembak, dia masih terus berupaya mendekati meja makannya untuk mengambil senjatanya dan mempertahankan diri, namun satu tembakan lainnya membuatnya terkapar. Patrick yang keluar dengan mengendarai kereta kudanya tidak luput dari tembakan. Lalu tinggalah Timmy, si kecil yang masih hidup.

Timmy yang mendengar banyak tembakan segera keluar. Di luar dia menemukan bahwa semua anggota keluarganya sudah dibantai, dan dari semak semak munculah 5 koboi bersenjata yang mendekatinya. Tidak tampak ketakutan di wajah Timmy, hanya keheranan mengapa keluarganya menjadi sasaran pembantaian seperti ini. Salah satu koboi bertanya kepada Frank, akan diapakan si anak kecil ini. Frank yang menyadari bahwa salah satu anggotanya bertindak idiot dengan menyebutkan namanya tidak memiliki pilihan lain selain membunuh Timmy. Lengkaplah sudah keluarga BrettMcBain dibantai siang itu.

People scare better when they’re dying.

(Frank)

Sementara itu di stasiun kereta, saat kereta tiba, si calon nyonya McBain, Jill(Claudia Cardinale), tiba, setelah kebingungan selama beberapa jam karena si penjemputnya tidak kunjung tiba. Dia memutuskan untuk menyewa kereta kuda untuk mengantarnya ke rumah Brett McBain. Diantarlah dia oleh seorang kusir kereta kuda yang senang tertawa lebar bernama Sam(Paolo Stoppa). Di tengah perjalanan mereka sempat menyaksikan pembangunan jalan kereta api, sesuatu yang baru di wilayah itu dan di saat itu. Ketika perjalanan mereka sudah cukup lama Sam memutuskan untuk beristirahat dan minum sebentar di sebuah Bar di pinggir jalan. Jill tidak mau sendirian di luar menyusul ke dalam bar. Sempat Jill berbincang dengan pengunggu bar sampai terdengar banyak suara kuda dan tembakan di luar bar. Seisi bar menjadi terpaku akan suara suara tersebut.

Kamudian masuklah pria ke dalam bar tersebut, dia kemudian memesan minuman. Tak berapa lama terdengarlah kembali lantunan harmonika di dalam ruangan tersebut, seisi rungan bar kembali bingung darimana datangnya suara itu. Pria yang baru datang tadi ternyata bernama Cheyenne(Jason Robards), seorang buronan kelas kakap.

Dan yang sebenarnya terjadi di luar tadi adalah Cheyenne sedang melawan para petugas keamanan yang sedang menangkapnya dan kemungkinan mengantarnya ke penjara. Cheyenne segera menghampiri pria berharmonika, setelah sempat mengejek pria harmonika karena cuma bisa bermain harmonika dan menaruh pistolnya didepannya. Cheyenne segera menyadari ada salah satu pria di dalam bar yang hendak mencabut pistolnya. Cheyenne menodongnya dengan pistol untuk menyuruhnya memutus rantai tahanan yang dipakainya sekarang. Tak berapa lama munculah kedalam bar beberapa pria yang ternyata mereka adalah anak buah Cheyenne yang bermaksud untuk menyelamatkannya.

Cheyenne segera ingin pergi namun pria harmonika meminta pistolnya kembali, Cheyenne yang sadar bahwa dia membawa pistol milik pria harmonika segera menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan kepada pria harmonika. Kemudian pria harmonika menarik mantel anak buah Cheyenne, karena dia tahu bahwa mereka semua menggunakan mantel yang sama dengan ketiga pria yang dibunuhnya di stasiun di awal cerita. Cheyenne tidak percaya dengan omongan pria harmonika, sebab dia tahu persis bahwa dia ataupun anggotanya tidak ada yang pergi ke stasiun hari itu, selain itu orang yang menggunakan mantel berwarna coklat khas Cheyenne hanyalah orang-orangnya Cheyenne saja, dan satu hal lagi karena anggota Cheyenne tidak mudah dibunuh.

 That’s a crazy story, Harmonica, for two reasons. One, nobody around these part’s got the guts to wear those dusters except Cheyenne’s men. Two, Cheyenne’s men don’t get killed.

(Cheyenne)

Jill segera melanjutkan perjalanannya bersama Sam. Dan ketika mereka sampai di kediaman Brett McBain, alangkah terkejutnya Jill karena sambutan meriah yang dia harapkan berubah menjadi sambutan kelabu, sebab seluruh keluarga McBain sudah tewas dan siap dimakamkan, suatu hal yang seperti sudah difirasatkan olehnya karena Jill memang datang dengan mengenakan gaun warna hitam, warna yang biasa digunakan oleh orang yang sedang berduka cita. Lalu segera terkuaklah bahwa Jill sebenarnya sudah diperistri oleh Brett McBain sebulan yang lalu di New Orleans, yang artinya dia adalah resmi menjadi nyonya/ janda McBain saat ini. Prosesi pemakaman segera dilaksanakan pada hari itu juga, Sam sempat mengajak Jill untuk kembali saja ke New Orleans, tempat yang lebih ramai daripada di kediaman McBain ini, namun tawaran tersebut ditolak oleh Jill, karena dia tahu bahwa semasa hidupnya Brett adalah pria yang kaya, dan dia berharap dapat menemukan harta penginggalan suaminya dahulu sebelum kembali ke New Orleans. Lalu datanglah para sheriff daerah tersebut dengan membawa bukti pembunuhan berupa sepotong kain yang diidentifikasi adalah potongan mantel seragam Cheyenne. Merekapun bergegas untuk memburu Cheyenne dan komplotannya.

Do you know anything about a guy going around playing the harmonica? He’s someone you’d remember. Instead of talking, he plays. And when he better play, he talks.

(Cheyenne)

Di tempat lain pria Harmonika menemui wobbles, pria yang sudah membuat kesepakatan kepada pria harmonika  agar dapat mempertemukannya dengan Frank(Henry Fonda). Setelah sempat menganiaya Wobbles, pria harmonika sadar bahwa Frank tidak datang ke stasiun karena dia pergi ke kediaman McBain dan melakukan pembantaian disana.

Cheyenne tiba di rumah Jill yang sudah bersiap untuk pergi, dia kemudian meminta Jill untuk membuatkannya kopi, meski sempat kesal karena tahu bahwa Cheyenne dan komplotannya adalah pembunuh suaminya Jill menurut saja untuk membuatkan Cheyenne kopi. Cheyenne menjelaskan bahwa dia dan komplotannya tidak melakukan pembunuhan di kediaman McBain, Cheyenne segera pergi dari kediaman McBain setelah itu. Tidak lupa dia  mengingatkan bahwa komplotan pembunuh sebenarnya pasti akan mengincar Jill. Saat hendak menyiapkan kereta kudanya untuk kembali ke New Orleans, datanglah pria harmonika ke tempat Jill.

When you hear a strange sound, drop to the ground.

(Harmonica)

Pria harmonika membenarkan perkataan Cheyenne, bahwa Jill sedang dalam bahaya. Kali ini pria harmonika meminta Jill untuk mengambilkannya air segar di sumur, ketika keduanya sedang mencoba mengambil air dari sumur, muncul dua pria yang membawa senjata dan berkuda ke arah mereka. Pria harmonika sadar bahwa ini adalah dua orang yang berniat untuk membunuh anggota keluarga terakhir dari McBain, dia segera menghabisinya tanpa ampun.

 I like my water fresh.

(Harmonica)

Sekarang terkuaklah siapa sebenarnya pembunuh keluarga Mcbain, yaitu bukannya anggota Cheyenne, tapi Frank dan komplotannya. Jill mendatangi wobbles untuk memintanya mengatakan kepada Frank bahwa dia ingin membuat kesepakatan pribadi kepada Frank demi keselamatan nyawanya. Pria harmonika menguntit Wobbles menuju kereta dimana Frank dan Morton(Gabriele Ferzetti), pria taipan cacat, yang menyewanya.

My weapons might look simple to you, Mr. Morton, but they can still shoot holes big enough for our little problems.

(Frank)

Meski pada awalnya Frank hanya diminta untuk menakut nakuti keluarga McBain, Frank malah membunuh mereka semuanya. Wobbles yang datang langsung kepada Morton dan Frank langsung membuat Frank naik darah sebab dengan begitu dapat dilacak siapa sebenarnya pembunuh keluarga McBain dan siapa dalang dibalik semua ini.

 Your friends have a high mortality rate Frank. First three, then two.

(Harmonica)

Setelah menengok di luar jendela dan mengetahui bahwa Wobbles sudah dikuntit, Frank segera siap siaga. Dan ketika anggotanya Frank datang dengan menaiki kuda menuju kereta Frank, pria harmonika segera turun dari kereta agar tidak kepergok anggota Frank. Namun nahas karena Frank sudah menodongkan pistol ke mukanya. Pria harmonika pun segera diikat di dalam gerbong kereta. Frank makin marah kepada Wobbles karena kecerobohannya hampir membahayakan keselamatan mereka semua. Wobbles ditendang keluar kereta oleh Frank. Setelah jatuh Wobbles melihat bahwa dibawah kereta sedang bersembunyi seorang pria lainya yaitu, Cheyenne. Cheyenne sempat memberi isyarat agar Wobbles diam namun dia malah mencoba untuk memberitahu Frank, yang segera direspon oleh Frank dengan menembaknya tiga kali. Wobbles pun mati, sementara itu Cheyenne masih selamat.

Frank yang mencoba mendapatkan identitas pria harmonika namun gagal segera diminta Morton untuk memastikan bahwa Jill sudah tewas, Frank bersama anak buahnya segera mendatangi Jill. Cheyenne kemudian masuk dan menyelamatkan pria harmonika, namun dia sengaja tidak menembak mati Morton, karena dia tahu bahwa Morton tidak layak dibunuh saat ini.

Frank: So, you’re the one who makes appointments.

Harmonica: And you’re the one who doesn’t keep them.

Di kediaman McBain dikirim banyak bahan baku untuk pembangunan bangunan, Jill sempat bingung dengan hal ini, namun dia segera tahu bahwa McBain berniat untuk membangun stasiun di daerah itu karena dia sempat melihat replika bangunan-bangunan ketika sedang mencari harta McBain yang mungkin ditinggalkannya di rumahnya.

Cheyenne diberitahu oleh pria harmonika bahwa tanah tersebut akan sangat berpotensi menguntungkan secara finansial di masa mendatang sebab, jalur kereta api pasti akan melewati daerah tersebut. Sebagai catatan bahwa kereta api di masa tersebut menggunakan tenaga uap, dan di daerah tersebut hingga 50 mill jauhnya, hanya daerah Sweetwaterlah yang memiliki cadangan air. Sehingga hampir dipastikan daerah tersebut akan laku keras. Namun sepertinya rencana Brett McBain bukanlah untuk menjual tanah tersebut melainkan memiliki stasiun sendiri di daerah tersebut. Pria harmonika menegaskan bahwa Brett McBain tidak akan mendapatkan apapun saat jalur kereta api melintasi daerahnya kecuali saat itu sudah siap dengan adanya stasiun. Cheyenne sadar akan hal ini dan setuju untuk mengerahkan pasukannya untuk bekerja membantu membangun stasiun.

Frank yang bertemu Jill segera bercinta dengannya, kemudian keduanya sepakat bahwa Jill akan melelang tanahnya. Tibalah saat pelelangan tersebut. Anak buah Frank ikut serta di dalam ruangan lelang untuk mengintimidasi peserta lelang agar nilai lelang tidak terlalu tinggi. Hingga pada nilai 500$ seakan lelang akan selesai, kemudian munculah pria harmonika yang menawar 5000$ dengan nilai dari penyerahan buronan wilayah tersebut yang tidak lain adalah Cheyenne. Cheyenne segera diamankan untuk segera dikirim ke penjara Yuma. Pria harmonika memenangkan lelang.

Morton yang merasa Frank sudah bertindak diluar batas segera menyuap anggota Frank untuk membunuh Frank. Frank yang keluar dari tempat Jill dan pria harmonika segera menyadari bahwa dia diincar oleh anakbuahnya setelah diberitahu secara tersirat oleh pria harmonika. Pria harmonika sempat membantu Frank untuk membunuh beberapa anak buah Frank. Jill sempat bingung mengapa pria harmonika menyelamatkan Frank. Namun pria harmonika dengan enteng menjawab bahwa dia tidak menyelamatkan Frank, dia hanya tidak membiarkan Frank terbunuh karena ia ingin membunuh dengan tangannya sendiri.

They were all alive until they met you, Frank.

(Harmonica)

Setelah kejadian itu Frank kembali ke kereta dimana Morton bersembunyi, dia mendapati bahwa anak buahnya telah banyak yang mati bergelimpangan, setelah mencari cari dia menemukan Morton sudah tidak berdaya terkapar di samping aliran air kecil, meski awalnya berniat membunuhnya, Frank kemudian mengesampingkan keinginannya tersebut, karena dia tahu bahwa Morton akan lebih menderita dengan hidup seperti itu daripada dibunuh.

Kembali ke kediaman McBain, Jill sedang sibuk menata rumahnya ketika Cheyenne tiba tiba masuk rumah, Jill merasa senang karena Cheyenne bisa lolos dari penjaganya dan memutuskan kembali ke kediaman McBain. Saat Cheyenne meminta kopi kepada Jill, Jill tidak menolak. Bahkan dia menawarkan Cheyenne untuk merapikan jenggotnya. Sementara itu pria harmonika menyerut kayu sambil memandangi para pekerja yang sedang membangun stasiun di kediaman Jill, hingga orang yang ditunggunya tiba, yang tidak lain adalah Frank.

You don’t understand, Jill. People like that have something inside… something to do with death.

(Cheyenne)

Frank datang bukan lagi dengan motif uang, wanita atau kekuasaan melainkan dia masih penasaran siapa pria harmonika sebenarya dan apa yang dia inginkan sehingga mati matian melindungi janda McBain. Keduanya terlibat duel. Door… dan ketika itu pula Frank jatuh terkapar oleh tembakan pria harmonika.

Pria harmonika segera mengeluarkan harmonikanya untuk diselipkan di bibir Frank, hal ini membuat Frank sadar, siapa sebenarnya pria harmonika, dia tidak lain adalah anak kecil lugu yang sewaktu Frank masih menjadi Bandit amatir disuruh untuk berdiri dan menahan badan kakaknya yang lebih besar yang di lehernya disiapkan tiang gantungan. Logikanya karena badan kakaknya yang lebih besar pria harmonika kecil kesulitan untuk menahan keseimbangan. Frank menyelipkan harmonika ke mulut pria harmonika dan memintanya untuk menghibur kakaknya yang lantas pria harmonika jatuh ke tanah dan kakanya mati di tiang gantungan.

 Keep your lovin’ brother happy.

(Frank)

Pria harmonika yang sudah selesai dengan misi pribadinya segera pergi dengan sebelumnya meminta pamit kepada Jill McBain dan Cheyenne. Cheyenne juga memutuskan untuk pergi. Cheyenne yang ternyata menerima luka tembak ketika mendatangi pak Choo Choo (Morton) mati di tengah jalan, pria harmonika segera membawa mayatnya dengan kudanya. Sementara itu Jill McBain memberikan minuman kepada para pekerja yang membantunya mendirikan stasiun, sesuatu yang menjadi permintaan Cheyenne sebelum dia meninggalkan tempat itu.

Once Upon a Time in the West - 6 Once Upon a Time in the West - 7 Once Upon a Time in the West - 8  Once Upon a Time in the West - 10   Once Upon a Time in the West - 13

TOP QUOTES

 You know Ma’am, when you’ve killed four, it’s easy to make it five

(Cheyenne)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki visi ke depan, melihat potensi akan sesuatu, karena apa yang kita lihat dengan mata kita saat ini bisa jadi akan sangat berguna di masa mendatang. Buka mata buka pikiran.

TAHUKAH KAMU?

– Peran Harmonika sempat ditawarkan kepada Clint Eastwood, yang bersama Sergio Leone berkolaborasi di tiga film sebelumnya, Trilogy Dollars, namun Eastwood menolaknya. Dan peran jatuh kepada Charles Bronson, seorang aktor yang dulunya menolak ambil bagian di trilogy dollars.

– Pertama kalinya bagi Henry Fonda berperan sebagai penjahat di film ini.

– Saat Maureen sedang mempersiapkan makanan dia bersenandung lagu “Danny Boy”, lagu ini jamak ditelinga orang Irlandia, dan tentu saja karena Brett McBain adalah seorang imigran Irlandia (ini sempat disinggung di film oleh Sam).

– John Landis, seorang sutradara film, juga berperan sebagai stuntman di film ini.

– Tebak berapa banyak korban di film ini, ya 29 mayat.

– Jill dan Sam melakukan perjalanan kereta paling jauh di dalam dunia perfilman, mereka melakukan perjalanan dari Spanyol ke Monument Valley, suatu tempat di Arizona AS.

– Sergio Leone sebenarnya berencana memanggil kembali trio The Good The Bad & The Ugly, Eastwood, Wallach dan Van Cleef untuk berperan menjadi anak buah Frank yang menunggu kereta di awal film, namun seiring dengan penolakan Eastwood untuk ambil bagian, rencana ini menguap begitu saja.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Salah satu film western terbaik yang pernah diproduksi. Walaupun alurnya sedikit lambat dan menggunakan sedikit perbincangan, yang mungkin bagi beberapa penonton terasa membosankan, tapi jalinan kisahnya bagus dan banyak scene yang memorable dan berkelas.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9.5

A Fistful of Dollars(1964) aka Per Un Pugno Di Dollari, Pembuka Trilogy Dollar Sergio Leone

DATA FILM

Sutradara: Sergio Leone . Penulis Naskah: Víctor Andrés Catena,Jaime Comas Gil & Sergio Leone, Cerita: Sergio Leone, Víctor Andrés Catena & Adriano Bolzoni . Bintang: Clint Eastwood, Marianne Koch, Gian Maria Volonté . Durasi: 99 menit . Tahun Rilis: 1964.

PENGHARGAAN OSCAR

– tidak ada.

A Fistful of Dollars - 8

“This is the man with no name. Danger fits him like a glove.”

Apa yang ditawarkan sebuah film western? koboi, saloon,sepatu boots koboi, padang tandus, adu tembak, kejahatan melawan kebaikan, semuanya pastinya ada di film pembuka trilogy dollars milik Sergio Leone ini. Mari kita kupas lebih lanjut.

JALAN CERITA(PLOT)

Kisah dimulai dengan seorang pria berpakaian koboi lengkap dengan ponconya mendatangi suatu tempat di perbatasan Mexico yaitu San Miguel, saat sedang meminum air dari sumur dia menjadi saksi anak kecil yang mencoba masuk ke dalam sebuah rumah. Lantas si anak kecil dipaksa keluar oleh koboi di dalam rumah sehingga ia harus pulang ke pelukan bapaknya. Kekejaman kedua koboi tidak selesai di situ karena mereka juga menghajar si bapak. Dan di rumah tadi terlihat seorang wanita cantik sedang memandang ke luar. Segera dia menutup jendela dan pergi. Pria asing ini, yang akhirnya diketahui bernama Joe(Clint Eastwood)(Setidaknya dia dipanggil Joe di film ini), segera melanjutkan perjalanannya.

You see, I understand you men were just playin’ around, but the mule, he just doesn’t get it. Course, if you were to all apologize…

I don’t think it’s nice, you laughin’. You see, my mule don’t like people laughing. He gets the crazy idea you’re laughin’ at him. Now if you apologize, like I know you’re going to, I might convince him that you really didn’t mean it.

(Joe)

Selanjutnya Joe bertemu dengan Silvanito(José Calvo), si pria tua jelek penjaga tempat penginapan dan tempat makan. Meski Silvanito tahu bahwa Joe tidak punya uang dia memberikan dia makanan dan minuman.

Baxter’s over there, Rojo’s there, me right smack in the middle.

(Joe)

Kemudian dia bercerita bahwa orang-orang di daerah ini sudah banyak yang meninggal, terutama para prianya, sedangkan para wanita yang tertinggal kebanyakan adalah para janda. Kota ini diselimuti dengan pertentangan dan permusuhan antara dua kubu, di satu kubu adalah keluarga Sheriff John Baxter(Wolfgang Lukschy) dan di sisi lainnya adalah Rojo Bersaudara, yang terdiri dari Don Miguel(Antonio Prieto), Esteban(Sieghardt Rupp), Ramon(Gian Maria Volonté) dan Chico(Mario Brega). Di sini Joe juga berkenalan dengan Piripero(Joseph Egger), seorang pria tua yang berprofesi sebagai pembuat peti mati.

Get three coffins ready.

(The Man With No Name / Joe)

Joe merasa bahwa dari situasi yang ada sekarang dia bisa mendapatkan keutungan materi dengan cara bergabung dengan kedua belah pihak. Dia pun menunjukkan kebolehannya membunuh 4 koboi dan meminta Piripero menyiapkan 4 peti mati.

When a man’s got money in his pocket he begins to appreciate peace.

(Joe)

Bersama dengan Silvanito, Joe pergi untuk mengintip kedatangan pasukan Mexico yang membawa kereta yang berisi sesuatu yang berharga menuju ke Amerika untuk ditukar dengan persenjataan. Hingga di suatu tempat di dekat sungai mereka bertemu dengan pasukan Amerika, dan disana mereka dibantai habis habisan. Yang ternyata pasukan Amerika tersebut adalah kawanan Rojo yang sedang menyamar.

Everyone talks about Ramon. Kind of curious to meet him.

(Joe)

If you are smart, you will stay clear of Ramon for as long as possible!

(Silvanito)

Joe segera mendatangi tempat pembantaian pasukan Meksiko tersebut. Membawa dua orang mayat pasukan untuk dibawa ke tempat pemakaman, bukan untuk dikubur, hanya untuk ditempatkan disana, seolah olah mereka orang yang masih selamat dari serbuan tersebut.

Joe segera menginformasikan kepada pihak Rojo bersaudara bahwa mereka telah luput membunuh semua pasukan Meksiko, sebab ada dua pasukan yang masih bertahan hidup dan saat ini ada di pemakaman. Takut kedua pasukan tersebut membocorkan kejadian sebenarnya kepada atasan mereka, Rojo bersaudara segera berangkat ke tempat tersebut, sementara Chico ditugaskan untuk menjaga tempat simpanan mereka.

Di pihak John Baxter, Joe menginformasikan bahwa Kawanan Rojo telah menyerbu pasukan Meksiko di suatu tempat, dan ada dua orang yang selamat. John merasa bahwa ini kesempatan untuk mendapatkan informasi, mereka segera bergegas ke tempat pemakaman.

Sementara itu Joe mengendap endap untuk masuk ke tempat penyimpanan milik Rojo, setelah melumpuhkan Chico dia  bisa masuk. Setelah itu dia menemukan bahwa ternyata tempat simpanan itu adalah simpanan emas hasil rampokan Rojo kepada pasukan Meksiko kemarin. Belum sempat keluar, ada orang masuk, Joe segera melayangkan tinjunya ke orang tersebut, namun ternyata itu adalah Marisol(Marianne Koch), wanita di awal film. Joe yang tahu bahwa Marisol adalah wanita simpanan Ramon Rojo, takut Marisol membocorkan identitas Joe dan apa yang dilakukannya, dia pun membawa Marisol kepada Baxter, disana dia dirawat.

Saat adu tembak Ramon berhasil membunuh kedua “mayat” yang ditempatkan oleh Joe di pemakaman. Setelah tembak menembak secara intens, akhirnya Rojo bersaudara berhasil menawan anak dari John Baxter, yaitu Antonio Baxter(Bruno Carotenuto).

Saat kembali ke markas Ramon panik karena Marisol sudah lenyap, tapi segera sadar bahwa ini adalah ulah John Baxter. Kedua belah pihak segera sepakat untuk melakukan pertukaran tawanan. Disinilah akhirnya Joe tahu bahwa Marisol adalah ibu dari anak kecil di awal film yang mencoba masuk ke rumah. Yang ternyata dia menjadi tawanan pihak Rojo karena suaminya dianggap telah curang dalam permainan kartu dan meminta Marisol menjadi tawanan karena kecurangan tersebut. Joe pun merasa simpati kepada Marisol.

Joe dan Rojo bersaudara berpesta karena telah berhasil membawa Marisol kembali, membunuh dua pasukan Meksiko yang berhasil kabur dan berhasil mendapatkan rampasan emas. Joe berpura pura mabuk agar diantar ke kamarnya. Disana dia pura pura tertidur, tapi ternyata dia keluar dari jendela untuk menyelamatkan Marisol dengan terlebih dahulu melumpuhkan penjaga. Setelah itu Joe membawa Marisol kepada suami dan anaknya, dia memberikan mereka uang dan meminta mereka segera meninggalkan kota itu.

Why are you doing this for us?

(Marisol)

Because I knew someone like you once and there was no one there to help. Now, get moving.

(Joe)

Joe yang kembali ke markas Rojo dengan lewat jendela kaget karena ternyata di dalam kamarnya Rojo bersaudara ternyata sudah ada disana. Mereka pun sadar bahwa Joe telah berkhianat kepada mereka, mereka segera menhajar Joe habis-habisan untuk mendapatkan Marisol kembali, namun Joe bergeming dan tidak memberitahukan keberadaan Marisol. Merasa bosan Rojo bersaudara segera mengurung Joe di suatu ruangan.

Our orders are to make sure he does not die… but also to make sure he regrets the day he was born.

(Chico)

Dan ketika Chico dan salah satu penjaga sedang mencoba melihat kondisi Joe, mereka dikagetkan karena Joe sudah berada di atas dan segera menggelindingkan tong minuman keras kepada mereka, keduanya mati di tempat. Joe yang badannya lemah segera merangsek bersembunyi ke luar ruangan, Ramon dan kawan kawan tahu bahwa ada keributan segera mengeceknya, mereka sadar bahwa Joe sudah kabur, Joe yang sebenarnya masih di dekat pintu keluar segera menyalakan korek apinya dan membakar ruangan itu, diapun segera kabur.

Ramon dan kelompoknya bersusah payah untuk mencari Joe. Namun Joe yang cerdik meminta bantuan Piripero untuk disembunyikan di peti mati. Sedangkan Ramon dan anakbuahnya segera menginterogasi Silvanito, karena dia tahu bahwa Silvanito sering bersama dengan Joe, sehingga keduanya pasti berteman dekat dan saling menjaga. Silvanito yang tidak tahu menahu keberadaan Joe pun bungkam walau terus terusan dipukuli. Ramon tidak kehilangan akal, dia tahu bahwa Joe sudah berkhianat pada kelompoknya pasti akan mencari perlindungan ke pihak lainnya, yaitu Sheriff John Baxter.

Ramon dan anak buahnya segera mendatangi kediaman John Baxter dan membakar rumah mereka. Joe yang berada di peti mati minta untuk diantar Piripero menjauh dari tempat itu untuk bersembunyi di tempat yang aman, di tengah jalan dia menyaksikan keluarga Baxter yang dibantai oleh Rojo bersaudara.

Joe segera bersiap untuk melakukan pembalasan kepada Rojo Bersaudara. Dia menyiapkan tameng baja dibalik ponconya, karena dia tahu bahwa Ramon Rojo sangat senang menggunakan senapan laras panjang dan senang berlatih menembak bagian jantung korbannya. Selain itu Joe juga segera berlatih untuk menembak kembali. Setelah siap dia segera mendatangi Rojo bersaudara yang sedang menggantung Silvanito untuk diinterogasi.

Ramon dan kawanannya bersiap untuk membunuh Joe, Ramon memulai dengan segera menembakkan pelurunya ke Joe. Joe pura pura terjatuh, namun kembali bangkit, setelah kaget, Ramon segera menembakkan pelurunya berulang ke Joe, Joe masih terus bisa berdiri kembali.

When a man with .45 meets a man with a rifle, you said, the man with a pistol’s a dead man. Let’s see if that’s true. Go ahead, load up and shoot.

(Joe)

Mengetahui peluru di senapan Ramon sudah habis, Joe pun segera membuka rahasianya, dia mengeluarkan plat besinya. Joe segera menghabisi keempat anak buah Ramon. Lantas segera melemparkan pistolnya yang tidak  berisi peluru. Keduanya berlomba untuk mendapatkan senjatanya masing-masing dan segera menembak musuhnya. Ramon yang menggunakan senjata laras panjang mambutuhkan waktu sepersekian detik lebih lama dari Joe, namun itu cukup cepat bagi Joe untuk lebih dahulu menghabisi Ramon.

You shoot to kill, you better hit the heart. Your own words, Ramone…….The heart, Ramone. Don’t forget the heart. Aim for the heart, or you’ll never stop

(Joe)

Joe segera membebaskan Silvanito. Tanpa disadari anggota Rojo masih ada satu orang, yaitu Esteban yang bersembunyi di dalam gedung dan bersiap menembak Joe yang berniat mendekati mayat Ramon. Silvanito yang menyadari hal itu dengan cekatan menembak terlebih dahulu Esteban. Kisah pun berakhir.

A Fistful of Dollars - 9 A Fistful of Dollars - 10   A Fistful of Dollars - 13  A Fistful of Dollars - 15  A Fistful of Dollars - 16   A Fistful of Dollars - 19

TOP QUOTES

My mistake. Four coffins…

(Joe)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Ketika anda menjadi orang yang memiliki kemampuan, maka anda haruslah peduli kepada sesama, terutama orang orang yang memerlukan pertolongan anda, layaknya Joe yang menolong Marisol dan keluarganya.

– Saat dua pihak yang berkuasa saling bertentangan dan berseberangan, anda bisa memilih untuk bergabung dengan salah satu dari mereka atau memilih berada di tengah tengah mereka, bukan untuk mati, tapi untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut demi kepentingan anda sendiri.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini adalah pembuka dari Trilogy Dollars milik Sergio Leone, dua film selanjutnya adalah For a Few Dollars More(1965) and The Good, the Bad and the Ugly(1966), ketiganya dibintangi Clint Eastwood.

– Pengambilan gambar dilakukan di negara Spanyol yaitu di daerah Hoyo de Manzanares, dekat kota Madrid.

– A Fistful of Dollars adalah remake film Yojimbo(1961) milik Akira Kurosawa.

– Clint Eastwood meskipun di ketiga film ini terlihat menikmati Cigar, namun sebenarnya dia bukanlah seorang perokok.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan penyiksaan. Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA. Bahasa Kasar: TIDAK (ada satu dalam bahasa spanyol) . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 15+(remaja & dewasa)

KESIMPULAN:

– Acungan jempol patut diberikan kepada Sergio Leone, karena melalui film A Fistful of Dollars ini dia membuka Trilogy Dollars dengan baik, meski (mungkin karena saya lebih dahulu menonton The Good The Bad and The Ugly(1966) dan ekspektasi yang terlalu tinggi) tidak secemerlang film ketiganya di trilogy ini. Dengan durasi yang hanya sekitar 100 menit rasanya masih bisa lebih diperpanjang dengan memperkaya jalan cerita.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

The Sixth Sense(1999), Aku Tak Ingin Ketakutan Lagi…

DATA FILM

Sutradara: M. Night Shyamalan . Penulis Naskah:M. Night Shyamalan . Bintang:   Bruce Willis, Haley Joel Osment, Toni Collette . Durasi: 107 menit . Tahun Rilis: 1999.

PENGHARGAAN OSCAR

– Dinominasikan untuk 6 kategori (Best Actor in a Supporting Role . Best Actress in a Supporting Role . Best Director . Best Film Editing . Best Picture . Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen). Tidak memenangkan 1 piala pun.

7

Percaya atau tidak, bahwa sebenarnya semua manusia dianugerahi dengan kemampuan indera ke-6 (sixth sense). Hal yang membedakan adalah ada orang yang kemampuan indera ke-6 nya bisa peka dan ada yang tidak. Di samping itu indera ke-6 juga banyak ragamnya, mulai dari kemampuan melihat makhluk halus, kemampuan melihat masa depan, kemampuan memindahkan sesuatu tanpa menyentuhnya, kemampuan melihat kejadian yang terjadi di tempat lain dalam waktu yang sama dan kemampuan untuk saling berkomunikasi dengan seseorang (telepathy).

Salah satu anak yang memiliki kemampuan itu diceritakan adalah bernama Cole Sear, dimana indera ke-6 nya adalah kemampuan melihat makhluk halus.  Disutradarai sutradara muda kelahiran India, M.Night Shymalan film ini akan menghadirkan twist(kejutan tak terduga di akhir filmnya) jadi bagi kamu yang belum pernah nonton awas di bawah ada spoilernya.

JALAN CERITA(PLOT)

Film dibuka dengan Dr. Malcolm Crowe(Bruce Willis) yang baru pulang ke rumahnya setelah menerima penghargaan atas dedikasinya kepada pekerjaannya sebagai psikolog anak. Anna Crowe(Olivia Williams), istrinya sempat mengatakan bahwa segala sesuatunya bagi Malcolm adalah nomor dua.

Anna Crowe, I am in love… in love I am.

(Malcolm)

Di rumahnya, di Philadelpia, Malcolm dan Ana, bersiap untuk merayakan hal tersebut hingga mereka menyadari ada yang aneh di rumah mereka. Kaca di kamar mereka terbuka, dan kemudian di kamar mandi muncullah sesosok pria ketakutan yang talanjang, Malcolm memintanya untuk tenang, namun pria tersebut, terus menanyakan apakah Malcolm masih mengenalinya. Selang beberapa saat ia pun mampu mengingat pria tersebut adalah salah satu pasiennya di masa lalu, yang bernama Vincent Gray(Donnie Wahlberg), Vincent menyatakan bahwa Malcolm telah gagal membantunya terlepas dari halusinasi yang diidapnya waktu ia masih kecil.

Do you know why you’re afraid when you’re alone? I do. I do.

(Vincent)

Akhirnya Vincent yang membawa pistol menembak perut Malcolm dan dia menembak kepalanya sendiri di kamar mandi.

Selang beberapa waktu, Malcolm mendapatkan pasien anak kecil yang mengidap masalah psikologi, yaitu bocah kecil 8 tahun bernama Cole Sear(Haley Joel Osment). Bocah kecil yang pendiam, suka ketakutan dan aneh.

Sementara itu hubungan Malcolm dan Ana makin renggang, terlebih ketika Malcolm merasa bahwa Ana sudah selingkuh di belakangnya dengan teman sekerjanya.

I’m ready to communicate with you now.

(Cole)

Pada awalnya Cole, sempat ragu, Malcolm dapat membantunya mengatasi permasalahannya, namun setelah mencoba dan mencoba akhirnya dia luluh, Malcolm akhirnya tahu bahwa Cole mampu melihat makhluk halus. Alasan yang membuat Cole seperti anak aneh yang pendiam dan terus merasa ketakutan sepanjang waktu.

Menyadari bahwa permasalahan yang dialami Cole sama dengan Vincent, Malcolm memberi nasehat kepada Cole untuk mencoba berkomunikasi dengan hantu yang ditemuinya. Setelah melaksanakan apa yang Malcolm sarankan, akhirnya Cole menyadari bahwa hantu-hantu yang ditemuinya adalah orang yang dulu meninggal dengan masih menyisakan suatu masalah yang belum terselesaikan.

They see only what they want to see.

(Cole)

Cole pun membantu mereka menyelesaikan masalah yang ingin mereka selesaikan.

Salah satu hantu yang ditemuinya adalah hantu anak perempuan yang dari mulutnya keluar muntahan, diketahui bernama Kyra Collins(Mischa Barton). Saat menghadiri acara kematian Kyra di rumah ayah Kyra,Mr.Collins(Greg Wood). Cole membantunya memberikan Kotak yang berisi rekaman kepada ayah Kyra.

Setelah diputar ternyata video rekaman tersebut berisi rekaman dimana ibu tiri Kyra, Mrs.Collins(Angelica Page) memberikan cairan pembersih lantai di makanan Kyra sehingga ia terus-terusan sakit hingga akhirnya meninggal.

Suatu hari Cole dan Ibunya, Lynn Sear(Toni Collette) pergi bersama dengan mengendarai mobil, ternyata jalanan macet, Cole menyatakan bahwa di depan jalanan telah terjadi kecelakaan dan korbannya meninggal. Ibunya Cole, tentu tidak begitu percaya, walau Cole menyatakan bahwa ia bisa melihat hantunya.

I don’t wanna be scared anymore.

(Cole)

Hingga akhirnya ibunya dibuat percaya dengan kisah yang dituturkan Cole bahwa Cole memberitahu bahwa arwah neneknya (Ibunya ibu Cole) sering datang kepada Cole dan memintanya untuk memberitahukan kepada Ibu Cole bahwa saat Ibunya Cole masih kecil dia ada di pertunjukan tariannya dan menyaksikannya walau dengan bersembunyi saat keduanya sedang marahan.

Grandma says hi. She says she’s sorry for taking the bumblebee pendant. She just likes it a lot.

(Cole)

Begitupula saat ibunya Cole ke pemakaman dan menanyakan apakah ibunya bangga kepadanya, jawabannya adalah setiap hari ia bangga kepadanya.

Kembali kepada Malcolm, dia pulang kerumahnya ketika mendapati Ana sedang berbaring tidur di sofa dengan rekaman pernikahan mereka   yang masih diputar.

Tak sengaja cincin pernikahan di tangan Ana terlepas dari genggaman dan jatuh, Malcolm baru menyadari bahwa dia tidak mengenakan cincin pernikahan lagi.

Artinya dia sudah menginggal ketika di tembak oleh Vincent, dan terus merasa hidup hanya karena dia masih memiliki urusan yang belum diselesaikan, yaitu membantu Vincent untuk mengatasi masalahnya yang ternyata sama dialami oleh Cole, dia pun mengatakan kepada Ana bahwa dia sangat mencintai Ana, dan baginya Ana selalu nomor 1, Malcolm pun akhirnya menghilang.

1

456  8

TOP QUOTES

I see dead people.

(Cole)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Setiap wanita ingin menjadi yang pertama dan nomor satu bagi suaminya, dia tidak ingin diduakan dan dinomorduakan.

– Membantu menyelesaikan masalah orang lain mungkin bisa mempermudah kita menyelesaikan masalah kita.

TAHUKAH KAMU?

– Sang sutradara M.Night Shyamalan ikut berperan di film ini, yaitu sebagai dokter yang memeriksa Cole Sear (dokter yang berwajah india itu loh).

– Donnie Whalberg adalah saudara dari Mark Whalberg (TED 2013, The Fighter 2010, Shooter 2007)

– Donnie Whalberg sebelum merintis karir di dunia perfilman adalah seorang anggota boyband, New Kids on the Block,  sedangkan si Mark Whalberg adalah anggota grup hip hop, Marky Mark and the Funky Bunch.

– Peran pertama bagi Haley Joel Osment di film Hollywood adalah sebagai anak Forrest Gump (Forrest Gump 1994).

– Bagi kamu yang sudah pernah nonton film Krakatoa:The Last Days tahun 2006, masih ingatkah kamu akan pemeran wanita, istri dari pemeran utama, Willem Beijerinck, ya Johanna Beijerinck, dia diperankan oleh pemeran Olivia Williams.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK (tapi ada adegan Vincent telanjang, tidak eksplisit) . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: ADA, ada adegan Vincent bunuh diri(tidak eksplisit), ada adegan Vincent menembak Malcolm . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: TIDAK . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA, wine . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA, BANYAK.

* Banyak adegan yang mengagetkan dan beberapa adegan yang menjijikkan.

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Penampilan akting Haley Joel Osment sebagai cole, bagus dalam memerankan anak kecil yang pendiam, bermasalah dan ketakutan sepanjang waktu, juga akting dari Bruce Willis, sampai-sampai kita tertipu akan fakta bahwa dia sudah meninggal di awal film.

– Bagi penyuka film drama thriller wajib nonton film ini, banyak adegan yang mengejutkan (terutama kemunculan hantunya) jadi pasti seru.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5

Bonnie and Clyde(1967), Duo Perampok Legendaris Nan Kocak

DATA FILM

Sutradara: Arthur Penn . Penulis Naskah: David Newman, Robert Benton. Bintang: Warren Beatty, Faye Dunaway, Michael J. Pollard . Durasi: 112 menit . Tahun Rilis: 1967.

PENGHARGAAN OSCAR

– Best Actress in a Supporting Role, Best Cinematography(Menang).

– Best Actor in a Leading Role, 2 Nominasi Best Actor in a Supporting Role, Best Actress in a Leading Role, Best Costume Design, Best Director, Best Picture, Best Writing, Story and Screenplay – Written Directly for the Screen(Dinominasikan).

37

“The strangest damned gang you ever heard of. They’re young. They’re in love. They rob banks.”

Ini bukan tentang cop buddy, tetapi criminal buddy(partner in crime). Cerita mengenai Bonnie & Clyde memang tidak pernah lekang dimakan waktu. Kisah legendaris keduanya dalam dunia kriminal menginspirasi sang sutradara Arthur Penn untuk memfilmkannya. Hasilnya tidak sia-sia, film ini bertutur baik mengenai kisah kedua perampok yang saling jatuh cinta ini lengkap dengan kisah pertemuan unik keduanya dan konflik yang terjadi di geng mereka.

JALAN CERITA(PLOT)

Di suatu siang seorang wanita cantik yang bekerja sebagai pelayan restoran di Texas, berada sendirian di kamarnya sedang gelisah, sementara di luar seorang pria sedang mengendap-ngendap dan melihat lihat mobill. Sang wanita, Bonnie Parker melihat dari jendela dan memergoki si pria, Clyde Barrow yang berniat mencuri mobil ibu Bonnie. Bukannya melaporkannya ke polisi atau berteriak minta tolong Bonnie justru menjalin pertemanan dengan Clyde.

Keduanya kemudian jalan bareng ke kota, Clyde mengatakan bahwa dirinya adalah seorang perampok bersenjata, Bonnie tidak percaya bualan Cylde karena dia tahu Clyde telah membual sejak mengatakan bahwa dia ingin membeli Mobil ibunya Bonnie. Clyde dengan tenangnya segera mengeluarkan pistol dari belakang bajunya. Bonnie masih tidak percaya, Clyde yang tidak mau malu di depan wanita yang dikaguminya segera menunjukkan kebolehannya. Dia segera merampok toko grosir, setelah berhasil keduanya lantas kabur dengan mobil curian.

Bonnie yang tahu bahwa Clyde tidak berbohong dan Clyde yang sangat pemberani dan seru segera tertarik dan mengumuli Clyde, namun Clyde malah tidak suka. Yang ternyata bukannya Clyde seorang homo, tapi dia hanya tidak begitu bergairah kepada wanita. Bonnie sempat kesal, namun keduanya mulai menyesuaikan diri dengan kenyataan ini.

Kisah Bonnie dan Clyde diawali dengan merampok salah satu bank, ternyata di bank tersebut telah tutup 3 minggu yang lalu, Clyde terpaksa meminta orang bank tersebut menjelaskan langsung kepada Bonnie yang menunggu di mobil apa yang terjadi sebenarnya agar Clyde tidak dianggap gagal oleh Bonnie.

Di suatu perampokan di sebuah toko grosir Clyde merampok bahan makanan, namun perampokan menjadi kacau ketika salah satu penjaga toko keluar dengan membawa pisau daging untuk menyerang Clyde, Clyde bisa kabur dengan berjuang melawan penjaga toko tersebut, perampokan gagal, namun keduanya selamat kali ini.

Mereka berdua akhirnya tidur di suatu rumah yang tak berpenghuni, ketika paginya Bonnnie bangun, dia kebingungan karena Clyde pergi entah kemana, ternyata Clyde di luar sedang mempersiapkan diri untuk berlatih menembak botol, Bonnie pun diajari untuk berlatih menggunakan pistol. Tak berapa lama munculah seorang pria tua, Clyde segera bersiaga dengan pistolnya, namun ternyata pria tersebut adalah pemilik dari rumah yang disinggahi Bonnie dan Clyde, dan rumah tersebut sudah diambil pihak bank. Clyde akhirnya luluh hatinya dan menaruh simpati kepada pria tersebut dan kawan serta keluarganya, mereka diperbolehkan menggunakan pistol Clyde untuk menembak rumah tersebut. Merekapun sekarang bahagia.

Bonnie: You’re good!

Clyde: I ain’t good. I’m the best!

Bonnie : And modest!

Kisah kejahatan mereka terus berlanjut, mulai dari mencuri mobil dan merampok toko grosir, pom bensin dan bank. Hingga suatu hari mereka bertemu dengan si penjaga pom bensin, C.W.Moss, seorang yang ahli dalam mengutak atik mobil, sekaligus mantan napi.

Merasa bahwa keahlian C.W akan sangat beguna di masa depan, Bonnie & Clyde memutuskan untuk mengajak C.W ikut dalam petualangan kriminal mereka. Namun sebelumnya mereka mau menguji keberanian C.W. C.W pun masuk ke kediamannya, bukan untuk mengambil pistol dan melakukan aksi mempertujukkan keberaniannya, tapi malah mengambil uang cash simpanan pom bensin untuk diberikan kepada Bonnie & Clyde, keduanya pun setuju untuk membawa serta C.W.

No, this is a stolen 4-Cyllinder Ford Coupe.

(Bonnie)

Di suatu perampokan, ketiga orang ini bekerja sama untuk melancarkan aksi mereka. Bonnie & Clyde masuk ke bank untuk merampok uangnya, sementara C.W bertugas untuk standby di mobil. Bukannya bersiap untuk keadaan terburuk dengan memposisikan mobil di tempat yang memudahkan mereka untuk melarikan diri usai perampokan, C.W. malah memarkir mobil mereka di tempat parkir, alhasil ketika perampokan sudah selesai mereka kesulitan untuk melarikan diri.

Makin parah karena polisi segera datang, untung akhirnya mereka berhasil lolos, namun harus dengan membunuh polisi. Sesudah itu mereka mencoba mencari hiburan ke bioskop, dan disana Clyde memarahi C.W karena tindakannya yang konyol dengan memarkir mobil bisa berakibat buruk pada keselamatan anggota geng lainnya.

Antara Bonnie dan Clyde makin terjalin ikatan kuat sebagai wanita yang tertarik secara seksual kepada lelaki dewasa, sesuatu yang lebih dari sekedar rekan kriminal, yaitu suatu kisah asmara. Namun ketika Bonnie hendak melampiaskan hasratnya pada Clyde, Bonnie lebih banyak kecewa karena Clyde menderita impotensi dan kurang bergairah pada lawan jenis.

There’s nothing wrong with me, I mean I don’t like boys.

(Clyde)

Disela-sela kesibukan mereka melakukan tindak kriminalitas, Bonnie menyempatkan diri untuk menulis puisi tentang perjuangannya bersama Clyde,
berikut puisi mereka,

You’ve heard the story of Jesse James / Of how he lived and died / If you’re still in need / Of something to read / Here’s the story of Bonnie and Clyde. / Now Bonnie and Clyde are the Barrow gang / I’m sure you all have read / How they rob and steal / And those who squeal / Are usually found dyin’ or dead. / They call them cold-hearted killers / They say they are heartless and mean / But I say this with pride / That I once knew Clyde / When he was honest and upright and clean. / But the laws fooled around / Kept takin’ him down / And lockin’ him up in a cell / Till he said to me: “I’ll never be free / So I’ll meet a few of them in Hell.” / If a policeman is killed in Dallas / And they have no clue to guide / If they can’t find a fiend / They just wipe their slate clean / And hang it on Bonnie and Clyde / If they try to act like citizens / And rent them a nice little flat / About the third night / They’re invited to fight / By a sub-guns’ rat-a-tat-tat. / Some day, they’ll go down together / They’ll bury them side by side / To a few, it’ll be grief / To the law, a relief / But it’s death for Bonnie and Clyde.

(Bonnie)

Bonnie, Clyde dan C.W lalu mengunjungi kediaman kakak Clyde, yaitu Buck, yang bersama istrinya, Blanche(seorang anak pendeta). Mereka yang memiliki kamera kodak segera mengabadikan Bonnie dan Clyde dengan berpose di depan mobil serta memegang senjata. Kemudian Bonnie dan Clyde mengajak mereka untuk ikut berpetualang juga. Mereka setuju dan dimulailah aksi dari geng Barrow.

Di suatu tempat ketika mereka sedang berisirahat dan memarkirkan mobil datanglah seorang Texas ranger, Frank Hamer hendak membekuk mereka, Clyde yang tadinya menyingkir untuk buang air menodong sang ranger dari belakang. Setelah memborgol Hamer bukannya membunuhnya atau menyingkirkannya secepatnya, geng perampok ini malah berfoto bersama sang ranger, dengan dalih fotonya nanti akan dikirimkan ke media untuk disebarluaskan sehingga dikira sang ranger sudah menjadi bagian dari geng tersebut. Namun saat sendang berpose, dan Bonnie mencium sang ranger, Sang Ranger meludah ke wajah Bonnie, alhasil Clyde tidak terima dan segera menghajarnya dan melemparnya ke danau. Tidak puas dia menempatkan Hamer ke perahu kecil yang ada disana dan menghanyutkan perahu tersebut ke tengah danau. Mereka pun puas.

Konflik antar wanita segera dimulai, karena Bonnie tidak menyukai Blanche sebab dia pernah membahayakan keselamatan anggota geng ketika beraksi, dan tidak terlalu berperan ketika perampokan dilakukan. Terlebih ketika dia meminta bagian uang rampokan sama rata dengan anggota lainnya. Clyde terus berusaha menenangkan Bonnie.

Well why not? I earned my share same as everybody. Well, I coulda got killed same as everybody. And I’m wanted by the law same as everybody… I’m a nervous wreck and that’s the truth. I have to take sass from Miss Bonnie Parker all the time. I deserve mine.

(Blanche)

Ketika C.W memeriksa mobil mereka ternyata oli mobil mereka bocor sehingga perlu perbaikan, nah daripada repot memperbaiki mobil mereka mencuri mobil yang diparkir di pinggir jalan. Kali ini mobil itu adalah milik Eugene Grizzard(Gene Wilder) yang sedang mampir di tempat pacarnya, Velma Davis(Evans Evans). Namun kali ini mereka dikejar oleh Eugene dan Velma menggunakan bekas mobil geng barrow, tapi karena mobil geng barrow terlalu cepat, Eugene dan Velma memutuskan untuk balik saja, masalah tidak selesai karena geng barrow justru berbalik mengejar mereka. Akhirnya Eugene dan Velma terpaksa diberhentikan.

Tidak untuk membunuh mereka, geng barrow malah mengajak mereka masuk ke mobil mereka, suasana makin cair ketika Buck membawakan lelucon andalannya. Tapi tidak bagi Bonnie karena dia sudah bosan mendengar lelucon Buck yang itu itu saja. Hingga akhirnya setelah tahu bahwa Eugene bekerja sebagai pengurus pemakaman, Bonnie yang tidak merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut meminta mereka berdua untuk keluar dari mobil.

Bonnie merasa rindu dengan ibunya yang ditinggalkanya, Clyde sempat tidak setuju dengan hal itu, namun karena Bonnie sempat mencoba melarikan diri untuk pulang ke rumahnya, membuat Clyde mau tidak mau mengantar Bonnie bertemu dengan ibunya(Mabel Cavitt). Ibunya sempat cemas dengan kehidupan Clyde dan Bonnie saat ini karena mereka terkenal dengan kisah kriminalnya di koran koran, namun Clyde bisa meyakinkan ibu Bonnie untuk tidak khawatir dengan keadaan mereka. Barrow gang pun pergi untuk melanjutkan petualangan mereka.

‘….Cause I’m even better at runnin’ than I am at robbin’ banks!……..

(Cylde)

Suatu hari ketika mereka menginap di salah satu rumah,  Buck segera memesan makanan ke toko grosir, nah ketika pengirim makanan datang Bonnie segera menyambutnya, namun karena jumlah barang yang banyak di pengantar meminta untuk bisa membantu membawakannya ke dalam rumah, hal ini ditolak oleh Bonnie. Sang pengantar menjadi curiga, akhirnya rumah tersebut digrebek kepolisian, walau mereka dapat lolos namun keadaan menjadi lebih sulit sekarang.

Di suatu tempat persembunyian mereka berbincang hingga malam, Bonnie yang merasa tidak nyaman dengan obrolan merasa galau, Clyde segera sadar dan meminta C.W dan Blanche untuk pergi mencari makanan ke luar. C.W dan Blance segera pergi, di tempat mereka memesan makanan ada seorang pria yang melihat C.W menenteng pistol di pinggangnya. Merasa bahwa mereka adalah orang yang tidak baik, pria tersebut segera menelepon ke kantor polisi. Langsung saja rumah persembunyian mereka digrebek polisi, buck tertembak di kepala mereka berhasil lolos dan bersembunyi di tengah padang.

Di sana paginya mereka yang masih beristirahat digrebek lagi, Buck yang kesakitan tidak bisa berpikir panjang dan mencoba untuk pergi dengan mobil bersama Blanche, namun ketika mobil ditembak para anggota polisi sampai rusak parah merekapun tidak berdaya dan menyerah untuk ditangkap polisi. Sementara itu Clyde yang tertembak di lengan dibantu Clyde dan C.W meloloskan diri lewat sungai, walau sempat kepergok satu polisi yang akhirnya menembak Bonnie juga, mereka  berhasil lolos.

Clyde segera mencuri mobil untuk mereka melarikan diri. Disopiri oleh C.W mereka menuju kediaman ayah C.W, Ivan Moss(Dub Taylor). Di sana mereka dibantu untuk kesembuhan lukanya.

Menyadari anaknya sekarang memiliki tato dan ikut gerombolan geng perampok membuat Ivan Moss tidak senang. Di sisi lain, Blance yang berada di kepolisian dirawat dengan kepalanya diperban sehingga dia tidak bisa melihat. Frank Hamer menghampirinya dan secara tersirat meminta identitas teman Bonnie dan Clyde yang tidak diketahuinya, Blance menyatakan bahwa itu adalah C.W dengan nama belakang “Moss”.

Next time, I’ll aim a little lower!

(Clyde)

Hamer segera beraksi dengan mendatangi rumah Ivan Moss, dengan alasan agar anaknya bisa diampuni Ivan merencanakan jebakan kepada Bonnie dan Clyde. Ivan berpura pura mendapat kesulitan untuk memompa ban truknya ketika Bonnie dan Clyde lewat. Merasa perlu membantu ayah C.W yang sudah banyak membantunya Clyde segera ke luar mobil, sementara Bonnie tetap di dalam.

Tak berapa lama Ivan segera merunduk di bawah truknya tak berapa lama banyak tembakan brutal keluar dari semak-semak di sisi jalan Bonnie dan Clyde pun tewas mengenaskan. Ternyata mereka berdua telah dikhianati oleh C.W dan ayahnya.

BONNIE AND CLYDE  3  5

26 27  29

TOP QUOTES

This here’s Miss Bonnie Parker. I’m Clyde Barrow. We rob banks.

(Clyde)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya untuk memiliki teman kerja/ bisnis yang kompeten, karena teman yang tidak kompeten justru membahayakan kesuksesan pekerjaan/ perjuangan bisnis.

– Orang yang terbaik bisa hancur dan kalah karena ditusuk teman sendiri, seperti Bonnie dan Clyde yang kalah karena dilaporkan teman mereka sendiri.

– Hidup anda harus menarik, seru dan menegangkan karena hidup yang monoton dan tidak menarik adalah hidup yang tidak layak dihidupi.

– Dengan siapa anda menghabiskan waktu anda, tingkah laku dan tindakan anda tidak akan jauh jauh dari mereka.

TAHUKAH KAMU?

– Clyde Barrow memang dari kecilnya adalah kriminal dengan rentetan kejahatan seperti mencuri mobil, melukai anak kecil dan memperlakukan hewan dengan kejam.

– Bonnie dalam kehidupan nyatanya, di tahun dia bertemu dengan Clyde, Januari 1930, adalah wanita yang sudah menikah. Dia bersuamikan lelaki yang ketika itu sedang dipenjara.

– Topi barets yang dipakai Bonnie di film ini menjadi sangat terkenal di waktu itu sehingga laku keras di pasaran.

– Banyak penduduk setempat yang berperan sebagai “pemain tambahan di film ini” mereka dibayar lumayan, $12 per hari.

– Bob Dylan pernah dipertimbangkan untuk memerankan Clyde.

– Mabel Cavitt, pemeran dari ibu Bonnie Parker adalah seorang guru setempat dimana pengambilan gambar dilakukan, yaitu di daerah Red Oak, Texas. Ia kemudian dipertimbangkan untuk casting sebagai ibu Bonnie, dan ia mendapatkan peran tersebut.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan Bonnie telanjang di awal film(tidak eksplisit) . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, ada adegan tembakan brutal . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Film ini unik, lucu dan bisa dibilang terlalu kejam dan brutal dalam endingnya, walaupun beberapa pihak menyatakan film ini tidak terlalu pas dengan kisah aslinya namun tetap layak ditonton.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8.5

The Departed(2006), Polisi dan Gangster antara Kebohongan, Pengorbanan & Pengkhianatan

DATA FILM

Sutradara: Martin Scorsese . Penulis Naskah: William Monahan, Alan Mak, Felix Chong. Bintang:  Leonardo DiCaprio, Matt Damon, Jack Nicholson,
Mark Wahlberg, Martin Sheen, Vera Farmiga . Durasi: 151 menit . Tahun Rilis: 2006.

PENGHARGAAN OSCAR

– Best Achievement in Directing , Best Achievement in Film Editing, Best Motion Picture of the Year, Best Writing, Adapted Screenplay (Menang).

– Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Dinominasikan).

2

“Lies. Betrayal. Sacrifice. How far will you take it?”

Cerita mengenai gangster? sudah biasa, cerita mengenai polisi pemberantas kejahatan?, sudah biasa, bagaimana kalau cerita polisi yang menyamar menjadi anggota gangster dan anggota gangster yang menyamar menjadi anggota polisi, nah itu baru luar biasa. Film ini adalah remake dari Internal Affair, film Hongkong tahun 2002 yang dibintangi Andy Lau. Melihat jajaran casting yang memukau dan sutradara favorit saya (sayangnya sebelum film ini Martin Scorsese lebih banyak nyarisnya di ajang oscar), tidaklah ragu untuk segera menonton film ini(terutama mengingat sepak terjang Scorses dalam menggarap film gangster, dia sukses dengan Goodfellas(1990)).

Film ini berkisah tentang anggota gangster yang disusupkan ke dalam anggota kepolisian, di saat yang bersamaan anggota polisi disusupkan ke Gangster. Cerita makin kompleks ketika gangster dan kepolisian masing-masing tahu bahwa di dalam organisasinya terdapat penyusup.

JALAN CERITA(PLOT)

Bersetting di Boston Selatan daerah yang rawan kasus kriminal, AS, seorang calon lulusan akademi kepolisian, William “Billy” Costigan Jr.(Leonardo DiCaprio) sengaja diminta oleh Kapten Queenan(Martin Sheen) dan Dignam(Mark Wahlberg), untuk keluar dari akademi kepolisian dan ditugaskan menjadi polisi undercover(polisi yang tidak tampak sebagai polisi pada umumnya) di gangster mafia milik Francis ” Frank” Costello(Jack Nicholson).

All due respect Mr. Costello, school is out.

(Costigan)

It’s a natural diuretic. My girlfriend drinks it when she’s got her period. What, do you got your period?

(Pria berkacamata di bar)

Queenan dan Dignam meminta Costigan agar terlebih dahulu dipenjara dan diminta melakukan kriminalitas kecil dan keributan, agar Costigan tampak meyakinkan tidak diterima di kepolisian. Sepak terjang beberapa anggota keluarga Costigan dalam dunia hitam memudahkan Costigan segera diterima menjadi anggota gangster Costello.

Choir practice. The point I’m making with John Lennon is: a man could look at anything, and make something out of it. For instance, I look at you and I think, “What could I use you for?”

(Costello)

Sementara itu dikepolisian sudah disusupkan oleh Costello, Colin Sullivan(Matt Damon) seorang lulusan akademi yang cerdas, membuatnya ditugaskan di SIU( Unit Spesialis Investigasi) Kepolisian daerah Massachusetts, yang tugasnya diantaranya adalah mengatasi kejahatan berencana, gangster dan pembunuhan.

Maybe. Maybe not. Maybe f*ck yourself. My theory on Feds is, they’re like mushrooms: feed them sh*t and keep them in the dark.

(Dignam)

Sullivan berkenalan dengan psikolog cantik bernama Madolyn Madden(Vera Farmiga), di sisi lain, Costigan juga sering menemui Madolyn untuk konsultasi psikologinya yang terguncang karena terlalu sering terpapar dengan kebrutalan para anggota gangster dalam melaksanakan aksinya. Diantara Costigan dan Madolyn, yang awalnya hanya hubungan antara dokter dan pasien akhirnya berlanjut menjadi teman tapi mesra. Sementara Sullivan dan Madolyn akhirnya tinggal bersama di satu apartemen.

Two pills? Great. Why don’t you just give me a bottle of scotch and a handgun to blow my f*cking head off! Are we done here with this psychiatry bullsh*t?

(Costigan)

Setelah Costello lolos dari sergapan polisi saat melakukan transaksi microchip yang mampu ditanamkan untuk pengendalian rudal dengan orang China, dia menyadari bahwa dalam organisasinya ada seorang penyusup, maka ditugaskanlah Sullivan untuk menyelidiki siapa dia.

Sullivan meminta Costello untuk mendata setiap anggota member gangster yang ada di organisasinya, termasuk Costigan dan memasukkan datanya ke dalam amplop. Salah satu anggota, Fitzgibbons “Fitzy”(O’ Hara) kesulitan dalam mengeja “citizen”, sehingga dia salah tulis di amplop menjadi”citizins”, Costigan membantunya dengan tulisan yang benar. Setelah selesai mengisi Costigan pulang ke rumah.

Costigan curiga bahwa di kepolisian juga telah disusupkan anggota gangster untuk memperlancar aksi mereka, diapun menguntit Costello ke dalam bioskop film porno, di sana dia melihat bahwa Costello memberikan amplop yang bertuliskan “Citizens” kepada Sullivan, Costigan menyadari bahwa Costello telah mendapatkan nama penyusup di organisasinya. Costello keluar dari bioskop sementara Sullivan keluar melalui pintu belakang, Costigan menguntitnya hingga ke Chinatown. Namun akhirnya tidak didapatnya anggota kepolisian palsu tersebut.

Esok harinya Queenan memberikan saran kepada Sullivan, jika ingin menangkap siapa sebenarnya penyusup di dalam kepolisian, dia harus mengikuti Costello, karena dia lah bosnya. Menyadari hal itu, Sullivan menggunakan logika terbalik, dia memerintahkan anggotanya untuk mengikuti kemanapun Queenan pergi dengan dalih bahwa Queenan adalah anggota gangster yang menyamar jadi polisi, demi mengungkap siapa polisi penyusup di organisasi Costello.

Hingga suatu saat, Queenan bertemu di atas gedung West 144, informam Sullivan melaporkan hal ini, polisipun membuntuti Queenan dan menunggu di jalan. Sementara itu Sullivan meminta agar anggota gangster menuju ke lokasi untuk menyergap polisi undercover tersebut. Termasuk Costigan yang ditelepon untuk ikut melakukan penyergapan. Menyadari hal ini, Costigan dan Queenan segera turun untuk kabur, namun mereka sudah didahului para anggota gangster yang sudah mulai masuk ke dalam gedung. Queenan memutuskan menghadapi mereka sementara Costigan turun melalui tangga darurat di samping gedung. Tak dinyana Queenan dilempar dari atas gedung, Costigan yang mendapati mayat Queenan, segera dipergoki oleh anggota gang yang lainnya, Costigan pun berpura pura baru datang. Sementara itu para anggota polisi segera beradu tembak dengan para anggota gang.

Don’t laugh! This ain’t Reality TV!

(Costello)

Akhirnya terungkaplah siapa polisi yang menyusup ke dalam anggota gangster yaitu, Delahunt(Mark Rolston), yang akhirnya mati karena tertembak. Karena kematian dari Queenan, Sullivan mengambil alih peran Queenan, yang merupakan atasan dari Dignam. Dignam merasa tidak terima hingga akhirnya menerima keputusan Kapten George Ellerby( Alec Baldwin) untuk memberhentikannya sementara waktu.

Cocksucker! I don’t have to f*cking explain anything to anybody! I can f*cking investigate anybody I f*cking want to!

(Sullivan)

Selanjutnya Sullivan mengetahui dari diari Queenan bahwa sebenarnya Costello adalah seorang informan untuk FBI, dia merasa takut bahwa dirinya nanti akan dikorbankan ke FBI. Melalui handphone Queenan, Sullivan dapat berkomunikasi dengan Costigan, memintanya untuk membatalkan misi, namun ditolak Costigan.

You’re an FBI informant? Are you f*cking kidding me?

(Sullivan)

Costigan akhirnya membantu Sullivan untuk mengungkap bahwa akan diadakan transaksi narkoba dalam jumlah besar. Akhirnya transaksi tersebut digrebek polisi, Costigan lolos dengan berpura-pura tidak ikut mobil para gangster, sementara itu Costello yang mencoba lolos berupaya menelepon Sullivan, terdengar suara telepon, Sullivan akhirnya berdebat dengan Costello karena ia tidak pernah memberitahukan bahwa dia informan FBI yang dengan kata lain membahayakan penyamarannya di kepolisian. Sullivan kemudian menembak mati Costello, operasi sukses besar.

Selanjutnya, Sullivan menjadi bintang di kepolisian karena aksinya meringkus Costello, Costigan datang ke kepolisian untuk meminta gajinya dan identitasnya dikembalikan. Sullivan sepakat untuk hal itu, tapi dia meminta password database Costigan untuk mengecek datanya di database kepolisian. Sementara Sullivan mengecek data Costigan di  ruangan sebelah, Costigan melihat amplop yang bertuliskan “Citizen” ada di tumpukan dokumen di meja Sullivan. Costigan sadar bahwa Sullivan adalah mata-mata di kepolisian, dia segera meninggalkan kantor kepolisian.

I got this rat, this gnawing, cheese eating f*ckin’ rat and it brings up questions… You know, see, Bill, like you’re the new guy. Girlfriend… Why don’t you stay in the bar that night I got your numbers. Social Security numbers. Everybody’s f*ckin’ numbers.

(Costello)

Sullivan yang mengetahui bahwa dokumen di meja kerjanya sudah dibuka segera sadar bahwa Costigan mengetahui bahwa dia adalah anggota gangster yang disusupkan ke kepolisian. Dia segera menhapus nama Costigan dari database kepolisian, dengan kata lain dia sudah tidak menjadi polisi lagi karena datanya di kepolisian sudah hilang.

Costigan segera menemui Madolyn dengan memberikan amplop tertutup, dengan pesan bahwa dia boleh membukanya ketika sesuatu terjadi dengan Costigan atau Costigan sendiri menelepon Madolyn untuk membukanya. Costigan segera pergi dan mengatur rencana.

Sementara itu Madolyn sedang memeriksa surat yang masuk ke kediamannya ketika mendapati sebuah surat yang dikirim Costigan ke Sullivan, didorong rasa penasaran dia segera membukanya, di dalamnya ada sebuah CD, dia segera memutarnya dan mendengarkannya melalui headset, Sullivan yang tadinya sedang mandi dan sekarang sudah selesai segera kaget karena Madolyn tertegun, Madolyn segera mencopot headset dari mesin pemutar sehingga rekaman suara terdengar keras. Diketahuilah bahwa itu adalah rekaman perbincangan antara Costigan dan Costello saat dia masih hidup, yang artinya Sullivan adalah benar penyusup di kepolisian. Madolyn yang ngambek segera masuk kamar dan menguncinya dari dalam.

Costigan menelepon Sullivan untuk menemuinya di gedung yang sama dengan tempat kematian Queenan. Sullivan segera datang ke atap gedung yang dimaksud.

Look, I got boxes of tapes, evidence, all of that! I got proof! He’s Costello’s rat!

(Costigan)

Costigan sudah siap dengan pistolnya, segera menghajar Sullivan, kemudian muncullah polisi Brown(Anthony Anderson), teman seangkatan Costigan di kepolisian dengan menodongkan senjata juga, setelah sempat terjadi perdebatan, dengan menyandera Sullivan Costigan segera turun dengan lift. Yang mengejutkan ternyata polisi Barrigan(James Badge Dale) yang sudah siap dengan pistolnya segera menembak mati Costigan. Kemudian munculah polisi Brown, Barigan segera menembak mati dia juga.

Barrigan memberitahu Sullivan bahwa dia yang selama ini menjadi assisten dari Sullivan adalah seorang gangster juga dan meminta Sullivan untuk saling menjaga satu sama lain. Namun Sullivan yang memegang senjata segera menghabisi Barrigan.

Hingga suatu hari, Dignam yang kemarahannya sudah memuncak kepada Sullivan menunggunya di apartemennya, tanpa basa basi dia menembak kepala Sullivan.

Cerita diakhiri dengan kemunculan tikus di apartemen Sullivan.

5781619

4

TOP QUOTES

When you decide to be something, you can be it. That’s what they don’t tell you in the church. When I was your age they would say we can become cops, or criminals. Today, what I’m saying to you is this: when you’re facing a loaded gun, what’s the difference?

(Costello)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat bernilai, bahkan lebih bernilai dari uang.

– Apa yang harus anda lakukan ketika kediaman anda ada “tikus”, tidak lain adalah segera menghabisinya, karena “tikus” selain bersifat merusak dari dalam sejatinya dia juga licik.

– Kepercayaan yang anda berikan kepada orang bisa menjadi bumerang bagi anda, bahkan orang terdekat sekalipun bisa menusuk anda dari belakang, dekatlah dengan teman anda, tapi lebih dekatlah dengan musuh anda, tetap waspada.

TAHUKAH KAMU?

– Film ini mengantarkan sang sutradara, Martin Scorsese meraih piala Oscar pertamanya, setelah hanya dinominasikan berkali-kali di film-filmnya, seperti, Raging Bull (1980), The Last Temptation of Christ (1988), Goodfellas (1990), The Age of Innocence (1993), Gangs of New York (2002), The Aviator (2004).

– Diantara keempat bintang di film ini, hingga tahun ini, 2013, dua diantaranya pernah memenangkan oscar(Jack Nicholson & Matt Damon), dua diantaranya belum pernah sama sekali( Leonardo DiCaprio & Mark Wahlberg).

– Jack Nicholson menolak untuk menggunakan topi Boston Red Sox (Film ini bersetting di Boston Selatan), dan memilih menggunakan topi New York Yankee, tentu saja, karena ia adalah merupakan fans New York Yankee.

– Robert De Niro sebetulnya dipilih untuk memerankan Queenan, tapi dia lebih memilih untuk bermain di film The Good Sheperd(2006) – juga bersama Matt Damon dan Alec Baldwin, sedangkan Ray Liotta(Henry Hill – Goodfellas) diplot untuk memerankan Dignam tapi enggan ikut bermain akhirnya.

– Film ini adalah film yang paling banyak menggunakan kata “F*ck” dan turunannya yang memenangkan Best Motion Picture di ajang Oscar (237 kali).

– Film ini adalah film remake dari film Internal Affair(2002) – Hongkong, dan satu-satunya remake film asing yang memenangkan best picture oscar.

– Robert Wahlberg (yang berperan sebagai orang FBI, Lazio) adalah saudara dari Mark Wahlberg & Donnie Wahlberg.

– Mark Whalberg sebelum merintis karir di dunia perfilman adalah seorang anggota  grup hip hop, Marky Mark and the Funky Bunch.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, ada adegan ciuman dan melepas busana, ada adegan memperlihatkan penis . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA, banyak . Adegan Berdarah: YA, banyak . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: YA . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: YA, Banyak . Adegan Menyeramkan: YA, banyak tembakan di kepala.

OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– Tidak diragukan lagi, film ini sangat seru dan menegangkan, dengan adu akting aktor papan atas hollywood, film remake ini sangat wajib ditonton.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8