12 Angry Men(1957), Menjadi Juri Ke-13

DATA FILM

Sutradara: Sidney Lumet . Penulis Naskah: Reginald Rose . Bintang: Martin Balsam, Henry Fonda, Lee J.Cobb . Durasi: 96 menit . Tahun Rilis: 1957.

PENGHARGAAN OSCAR

– 3 Nominasi Oscar (Best Director, Best Picture, Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium) tidak memenangkan 1 piala Oscar pun.

POSTER

“Life Is In Their Hands — Death Is On Their Minds!”

12 Dinamit yang siap meledak, disuguhkan Sidney Lumet di ruangan Juri dengan sungguh brilliant.1.1/2 jam anda tidak akan bosan menyaksikan satu demi satu juri meledak di ruangan.

12 juri dengan 12 keunikan mereka tersendiri, di dalam ruangan yang bersuhu panas, dipisahkan dengan 2 pendapat akan suatu keputusan.

Guilty or not guilty?

Siapkan dirimu dengan 96 menit ledakan hebat!

JALAN CERITA(PLOT)

Di sebuah ruangan juri di kota New York, Amerika Serikat, 12 Juri ditunjuk untuk memutuskan suatu kasus pembunuhan ditengah malam yang dilakukan seorang anak lelaki 19 tahun kepada ayahnya, dimana ada seorang saksi pria  tua yang menderita stroke yang mendengar keributan sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, dan seorang saksi wanita berkacamata yang merasa melihat anak lelaki tersebut menusuk sang ayah.

Drama dimulai dengan dipimpin oleh Juri No.1(Martin Balsam), dengan tujuan menyatukan pendapat ke-12 juri untuk mendapatkan satu keputusan bulat, apakah sang anak bersalah atau tidak. Jika diputuskan bersalah, maka sang anak akan dihukum dengan hukuman mati di kursi listrik, sementara jika tidak bersalah maka ia akan bebas.

Drama sesungguhnya dimulai ketika salah satu juri, Juri No.8( Henry Fonda), memilih untuk memutuskan bahwa sang anak adalah tidak bersalah.

They’re only people. People make mistakes. Could they be wrong?

(Juri No.8)

Juri No.8 sebenarnya ketika ditanya apakah sang anak memang tidak bersalah, ia mengatakan bahwa ia tidak yakin sang anak bersalah atau tidak, hanya karena ini menyangkut nyawa seseorang yang dipertaruhkan, ia memilih untuk mengatakan tidak bersalah, dengan tujuan untuk membahas lebih lanjut kepada ke-11 juri lainnya.

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes.

Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

Juri No.5 (Jack Klugman) mulai ikut terpancing panas ketika salah satu juri, Juri No.10 (Ed Begley) mengatakan bahwa kejadian pembunuhan itu biasa terjadi di daerah kumuh dan miskin, yang memungkinkan para warganya untuk mendapatkan tekanan hidup yang tinggi, dikarenakan Juri no.5 memang berasal dari daerah kumuh.

Well, I’m not used to supposin’. I’m just a workin’ man. My boss does all the supposin’– but I’ll try one. Supposin’ you talk us all out of this and, uh, the kid really did knife his father?

(Juri No.6)

JurI No.7(Jack Warden) tidak suka memperbincangkan bahwa sang anak tidak bersalah, karena sebenarnya dia sangat ingin segera menuntaskan pengambilan keputusan ini, untuk segera pulang dan menonton pertandingan baseball.

“I’m going to kill you”

(Juri No.3)

Juri No.9 (Joseph Sweeney) berubah keputusannya menjadi “tidak bersalah” setelah para juri berdebat beberapa saat, setelah itu diadakan pengambilan suara kembali, dengan Juri No.8 abstain dari pemilihan, dengan opsi jika ke 11 juri lainnya masih menyatakan bersalah maka Juri No.8 pun akan rela untuk mengikuti keputusan mereka.

Juri No.5(Jack Klugman) berubah keputusannya setelah mempertimbangkan perihal penggunaan kata-kata “i will kill you (aku akan membunuhmu)” yang di dengar saksi, yang dimana kata kata tersebut tidak lantas pasti berarti akan benar-benar membunuh, namun hanya berarti kekesalan sementara.

Juri No.11(George Voskovec) berubah pilihannya setelah menggunakan logika bahwa tidak mungkin sang anak yang menusuk sang ayah, kemudian kembali 3 jam setelahnya hanya untuk membersihkan sidik jari yang ada di pisaunya, yang masih tertancap di dada sang ayah, karena dengan ini dia pasti akan sangat riskan tertangkap.

Wait a minute. What are you trying to give us here? The phrase was “I’m going to kill you,” and he screamed it out at the top of his lungs! Don’t tell me he didn’t mean it. Anybody says a thing like that the way he said it, they mean it.

(Juri No.3)

Juri No.2 dan No.6 secara bersamaan mengubah pilihannya setelah kejadian, bahwa semakin intens nya perdebatan, juri No.3 makin terpancing emosinya dan berusaha menyerang Juri No.8, dan mengatakan “I will kill you”, juri No.8 pun mengatakan bahwa Juri No.3 tidak akan benar benar membunuhnya kan.

Juri No.7 menyatakan bahwa sang anak tidak bersalah dikarenakan logika bahwa sang anak yang tubuhnya lebih pendek dari sang ayah tidak mungkin bisa menusukkan pisau dari arah sebelah atas, dan dengan cara memegang pisau yang didemonstrasikan dia pun yakin bahwa sang anak tidak bersalah, terlebih diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan apa film yang ditontonnya, diapun lupa apa yang ditontonnya. Dengan test  yang dilakukan juri No.8 kepada Juri No.4, apa yang dia ingat akan kejadian-kejadian beberapa hari yang lalu, dan ternyata si Juri No.4 pun kesulitan menjawab pertanyaan tersebut, diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan pertanyaan seperti itu dalam keadaan tertekan di sidang.

Juri No.1 (Martin Balsam) pun akhirnya merubah pilihannya.

Juri No.4(E. G. Marshall),10(Ed Begley),12(Robert Webber) mengganti pilihannya menjadi “tidak bersalah”  setelah dikuatkan logika bahwa saksi wanita dari seberang jalan, di dalam ruangan sidang terlihat menggosok bagian atas hidungnya, ini diartikan bahwa dia menggunakan kacamata. Karena dia bersaksi bahwa dia menyaksikan kejadian pembunuhan tersebut saat ia berada dalam kondisi tidur dan terbangun, itu artinya dia sedang tidak mengenakan kacamata (karena tidak ada seorangpun yang tidur dengan tetap menggunakan kacamatanya), sehingga kesaksiannya diragukan apakah benar si anak lelaki yang menusuk mati sang ayah.

Juri No.9: It’s 11 to 1.

Juri No.7: So, what do we do now?

Juri No.8: You’re alone.

Juri No.3: I don’t care if I’m alone or not! It’s my right.

Juri No.8: It’s your right.

Juri No.3: Well, what do you want from me?

Juri No.8: We want your arguments.

Juri No.3: I gave ya my arguments!

Terakhir adalah juri No.3(Lee J. Cobb), yang bersikeras bahwa sang anak bersalah, setelahnya ia pun mengakui bahwa sang anak tidak bersalah (yang ternyata keputusannya lebih dikarenakan dia yang rindu dengan anak lelakinya, disebabkan keduanya memiliki hubungan ayah-anak  yang tidak harmonis).

TOP QUOTES

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes. Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

TRAILER

Bukan saja trailer.. melainkan filmnya, full movie, check this out:

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya untuk memiliki suatu pendirian akan sesuatu, dan mempertahankannya walaupun banyak orang berpendapat lain.

– Mengutamakan logika dan nurani dalam memutuskan sesuatu tentunya lebih bijak hasilnya dibandingkan dengan memutuskan segala sesuatunya secara terburu-buru dan asal.

– Banyak hal bisa mendasari suatu keputusan, sesuatu yang personal, seperti keinginan pribadi, problematika pribadi, karakter dll.

6

12_Angry_Men

3 4 5

TAHUKAH KAMU?

–  Dari total 96 menit durasi film ini, hanya 3 menit yang bersetting di luar ruangan juri.

– Bagi kamu pecinta serial Harry Potter, film drama favorite dari Daniel Radcliffe adalah film 12 Angry Men ini.

– Film ini adalah film pertama dari sutradara Sidney Lumet, selanjutnya diapun menyutradarai puluhan filmnya, jika ingin melihat film drama courtroom lainnya yang disutradarai olehnya kamu bisa tonton The Verdict(1982).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 13+(remaja & dewasa).

KESIMPULAN:

– Drama courtroom terbaik sepanjang 96 menit dengan tampilan klasik, hitam putih, kita akan dipaksa menjadi Juri No.13 dengan terus menebak nebak fakta dan pendapat yang dikeluarkan masing-masing juri.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s