The Town(2010), Kisah Perampok Bank Professional di Boston

DATA FILM

Sutradara: Ben Affleck . Penulis Naskah:Peter Craig, Ben Affleck, Aaron Stockard( Skenario) & Chuck Hogan(Novel “Prince of Thieves”). Bintang:  Ben Affleck, Rebecca Hall, Jon Hamm, Jeremy Renner, Blake Lively . Durasi: 125 menit . Tahun Rilis: 2010.

PENGHARGAAN OSCAR

-Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Dinominasikan).

1

“Welcome to the bank robbery capital of America.”

Melihat poster filmnya, tentu kita akan menebak nebak seperti apa film ini, Film ini adalah bercerita tentang para perampok bertopeng dan berkostum seram, karya sutradara muda Ben Affleck, mantan aktor yang berperan di film-film berkualitas sedang semacam Armageddon dan Pearl Harbor, satu satunya film yang dibintanginya yang lumayan keren adalah Good Will Hunting arahan Gus Van Sant. Ternyata setelah menontonnya saya mengacungi jempol untuk kehebatan dari Ben Affleck, sepertinya dia lebih cocok sebagai sutradara daripada sebagai aktor.

Film ini benar-benar seru!

JALAN CERITA(PLOT)

Film bersetting di daerah Charlestown, Boston, US, sekelompok perampok bank professional, berawakkan, Doug MacRay(Ben Affleck), si ketua gang; James “Jem” Coughlin(Jeremy Renner), seorang kriminal yang pernah dipenjara karena membunuh seorang anak ketika dia masih kecil; Albert “Gloansy” Magloan(Slaine), si gendut yang ahli dalam pencurian mobil, dan Desmond “Dez” Elden(Owen Burke), mantan pekerja di Vericom,  yang jago masalah IT. Suatu hari mereka telah selesai merampok suatu bank di daerahnya, dengan alasan untuk tawanan, mereka membawa serta manajer bank,Claire Keesey(Rebecca Hall). Selanjutnya mereka membebaskannya di pinggir pantai.

Boston Sanding Gravel, I break rocks. Punch the ticket at the end of the day, slide down the back of a brontosaurus like Fred Flintstone, call it a night.

(Doug)

Mengetahui bahwa ternyata Claire tinggal hanya beberapa blok dari tempat tinggal mereka, Doug kemudian hari menguntit Claire untuk memastikan bahwa ia tidak memberikan kesaksiannya kepada FBI. Keduanya kemudian bertemu di tempat laundry, akhirnya di antara keduanya terjalin jalinan kasih. Doug pun meminta Claire untuk menemaninya nanti memulai kehidupan di Florida. Doug makin dekat kepada Claire, terutama kepada dia setelah Claire mengungkapkan bahwa saat perampokan terjadi dia sempat melihat tato salah seorang anggota gang perampok( Jem ), Doug merasa harus melindungi Jem dengan mencegah Claire mengungkapkan hal ini kepada FBI.

When the guy attacked David, I could see the back of his neck and he had a tattoo.

(Claire)

Suatu hari Claire mengungkapkan bahwa ia pernah dilempar botol oleh seorang brandalan di daerahnya, sehingga membuatnya takut lewat jalan dan memilih jalan memutar. Doug segera menyelidiki pelaku pelempar botol tersebut dan menghajarnya habis-habisan bersama Jem.

I need your help. I can’t tell you what it is, you can never ask me about it later, and we’re gonna hurt some people.

(Doug)

Sementara itu FBI yang diketuai agen Adam Frawley(Jon Hamm) dibantu Dino Ciampa(Titus Welliver) makin intens melakukan penyelidikan atas kejadian perampokan bank tersebut. Akhirnya muncullah nama Fergus “Fergie” Colm(Pete Postlethwaite), yang ternyata selain bekerja di Florist(toko bunga) juga adalah dalang dari perampokan tersebut, dengan menggunakan toko bunga sebagai kedok kejahatannya.

Menyadari bahwa Doug dkk adalah pelaku lapangannya, Adam segera menangkap mereka. Namun setelah diinterogasi, ia tidak bisa menemukan bukti yang menguatkan tuduhannya kepada Doug dkk, mereka akhirnya terpaksa dilepaskan kembali.

Yeah. It’s all the love I get that makes the homecoming feel so warm. Fifty people here; eyewitness sees these guys. You’ll get fifty hands on a Bible, say they never saw nothing.

(Dino)

Fergie menyusun rencana untuk merampok di Fenway Park, karena mengetahui bahwa disana akan ada banyak uang. Ia pun memaksa Doug dan Jem untuk setuju dengan rencana tersebut, karena Doug sempat menolak rencana tsb. Akhirnya terungkaplah bahwa Fergie lah yang dahulunya membuat Ibu Doug kecanduan narkoba hingga ia akhirnya bunuh diri, dan lebih parahnya lagi ia mengebiri ayah Doug karena pernah menolak untuk melakukan kriminalitas yang diminta Fergie.

Remember who clipped your nuts for you.

(Doug)

Dengan mengetahui bahwa Doug sedang dekat dengan Claire, Fergie memaksa Doug melakukan perampokan ini. Dengan mengirim karangan bunga kematian ke rumah Claire melalui pengawalnya.

Menyadari itu Doug setuju ikut dengan rencana Fergie, dengan catatan bila sesuatu yang buruk terjadi, dia akan menghabisi Fergie dan anak buahnya.

Alright. I’m in. But if anything happens to her, if I think anything might happen to her… I’m gonna come back here, and I’m gonna kill both of you in your own shop.

(Doug)

You know they either geld a horse with a knife or with chemicals. When your Daddy said “NO” to me, I did him the chemical way.

(Fergie)

Memanfaatkan Krista Coughlin(Blake Lively), teman kencan Doug, yang juga adiknya Jem, Adam mengungkap bahwa Krista adalah pembawa narkoba yang dipasarkan oleh Fergie.

There he is; Mr Six Inches

(Krista)

Setelah memberitahunya bahwa Doug memberikan hadiah kalung mahal untuk  Claire, Krista segera menghampiri Doug dan melabraknya. Hubungan keduanya sempat panas. Krista pun memberikan keterangan kepada Adam bahwa Doug akan melakukan rencana perampokan lagi.

Di hari perampokan Doug dan Jem yang berkostum Polisi Boston sudah berhasil mengambil uang cash sebesar 3.5 juta dollar. Berbekal informasi dari Krista Adam dan anggota kepolisian sudah mengepung tempat perampokan Doug. Doug dkk sudah terkepung, mereka segera berganti kostum menjadi petugas ambulans Boston, polisi segera masuk dan terjadilah baku tembak. Dez akhirnya mati. Sementara Gloansy mencoba mengalihkan perhatian polisi dengan membawa mobil ambulans mengebut dan menabrakkan diri, sebelum akhirnya juga mati. Doug dan Jem kembali menggunakan kostum polisi untuk mengelabuhi polisi.

Dengan membawa uang dalam tas, mereka berdua berpisah. Tanpa disangka Adam membuntuti Jem, akhirnya Jem yang menolak untuk ditangkap baik-baik ditembak mati oleh para polisi.

Doug yang tahu bahwa perampokan yang gagal akan mengancam keselamatan Claire dari Fergie, langsung mendatangi toko bunga Fergie dan membunuh Fergie dan pengawalnya. Selanjutnya dia menuju ke kediaman Claire, sebelumnya Doug menelepon Claire memberitahukan bahwa ia akan datang. Mengetahui bahwa rumah Claire sudah dipenuhi polisi Boston dan FBI, Claire memberi kode kepada Doug untuk pergi, dengan mengatakan ‘It’ll be just like one of my sunny days.’. Doug segera pergi dari Boston menuju Florida menggunakan bus. Sementara itu Claire menemukan satu tas berisi uang, jeruk dan surat dari Doug memberitahukan kepada Claire untuk menggunakan uang tersebut.

Quinlan: Don’t they pay you to fight in hockey?

Dino: Not the guys on your own team.

Dengan uang dari Doug, Claire menyumbangkannya ke arena Hoki daerah tersebut dengan catatan sumbangan tersebut untuk mengingat mendiang ibu Doug (Doug semasa mudanya pernah bermain di klub hoki tersebut sebelum dikeluarkan karena terlalu banyak membuat keributan dengan sesama anggota tim). Sementara itu Doug sudah tinggal aman di Florida.

No matter how much you change, you still have to pay the price for the things you’ve done. So I got a long road. But I know I’ll see you again – this side or the other.

(Doug)

3

4

8

5 6 The Town

TOP QUOTES

“It’ll be just like one of my sunny days”

(Claire)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Kadang suatu momen dalam kehidupan kita, pertemuan kita dengan seseorang bisa merubah hidup kita selamanya.

– Kadang kita bisa merasa bahwa masa lalu kita sangat buruk dan kelam, kita tetap bisa memilih apakah ingin hidup dengan masa lalu kita atau hidup dengan harapan masa depan yang lebih baik.

TAHUKAH KAMU?

– Ben Affleck adalah teman baik dari Matt Damon, keduanya pernah mendapatkan piala oscar untuk naskah skenario film Good Will Hunting(2007) yang mereka tulis. Ben Affleck lebih cenderung bermain di film yang kurang bagus, sementara Matt Damon banyak bermain di film yang bagus dan sukses, seperti Saving Private Ryan(1998), Ocean Trilogy(2001,2004,2007), Invictus(2009), The Departed(2006) dan Bourne Trilogy(2002,2004,2007).

– Ben Affleck pernah memberikan pernyataan bahwa “wanita cantik membuatnya takut”, ia pernah berkencan dengan Gwyneth Paltrow, Jennifer Lopez and Jennifer Garner(akhirnya dinikahi), ironi.

– Film berpuncak pada perampokan di Fenway Park, seperti diketahui bahwa Fenway Park adalah markas dari tim bisbol kebanggaan masyarakat Boston, Boston Red Sox, Ben Affleck(dan Matt Damon) adalah fans dari Boston Red Sox.

– Masih mengenai Ben Affleck dan Matt Damon, keduanya pernah memenangkan penghargaan Sexiest Man Alive vesi majalah PEOPLE, Ben di tahun 2002 dan Matt di tahun 2007.

List lengkapnya baca di sini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: YA . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA . Bahasa Kasar: YA . Adegan Menyeramkan: TIDAK.

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– Film besar ke dua dari sutradara muda merangkap aktor Ben Affleck, setelah Gone Baby Gone(2007), cukup enak ditonton, kisah perampokan diceritakan dengan seru dan menegangkan, dilengkapi dengan kisah romantisme diantara tokohnya, menjadikan kita simpati kepada mereka di akhir kisah.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

7.5

Rosemary Baby(1968), Thriller Psikologis Ibu Bayi Setan

DATA FILM

Sutradara: Roman Polanski . Penulis Naskah: Ira Levin(Novel), Roman Polanski(Skenario) . Bintang:  Mia Farrow, John Cassavetes, Ruth Gordon . Durasi: 136 menit . Tahun Rilis: 1968.

PENGHARGAAN OSCAR

– Best Actress in a Supporting Role (Menang).

– Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium (Dinominasikan).

5

“Pray for Rosemary’s Baby.”

Jika dihadapkan pada dua pilihan akan film horror dan film thriller, pastinya saya lebih memilih thriller. Mari saya berikan pencerahan akan arti film horror dan film thriller, film horror lebih berfokus pada karakter yang menyeramkan (semisal kuntilanak, pocong, arwah, tuyul dan sebangsanya) sedangkan thriller lebih kepada manusianya. Untuk thriller psikologis, yang diserang dan diexploitasi habis-habisan adalah psikologi dari pemerannya.

Di samping itu film horror lebih banyak mengagetkan penonton dengan adegan yang tiba-tiba (kalau diibaratkan dengan berhitung seperti ini, kita langsung mengatakan 6, tanpa menyebut angka 1 s/d 5, itu horror), sedangkan film thriller lebih berfokus pada bagaimana membangun suatu ketegangan dari awal hingga akhirnya meledak di akhir film, mungkin lebih banyak yang menyebutnya dengan suspense thriller – hitchcock banget nih – (kalau diibaratkan berhitung seperti 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dan akhirnya sampai pada puncaknya di angka 10).

Jadi wajarlah jika saya lebih menyukai film thriller, apalagi thriller psikologis, lebih seru, lebih menegangkan, lebih membekas, lebih berkelas.

Salah satu film thriller psikologis yang akan saya bahas kali ini adalah film lawas bersetting tahun 60 an dari garapan sutradara kontroversial nan berkelas Roman Polanski berjudul Rosemary’s Baby, lets begin…

JALAN CERITA(PLOT)

Diangkat dari cerita novel karangan Ira Levin, film ini dibuka dengan pasangan suami istri muda yang pindah ke apatemen baru mereka, apartemen Bramford di daerah New York. Sang istri adalah ibu rumah tangga, bernama Rosemary Woodhouse sedangkan sang suami adalah seorang aktor, bernama Guy Woodhouse. Masa lalu yang kelam dari apartemen yang mereka tempati tidak menghalangi keinginan mereka untuk tetap memilih apatemen tersebut, selain karena apartemen tersebut lebih luas dari apatemen lainnya juga karena apartemen tersebut indah.

Awful things happen in every apartment house.

(Rosemary)

Segalanya berlalu dengan sangat menggembirakan bagi Rosemary(Mia Farrow) dan Guy(John Cassavetes), mereka sangat bahagia dengan kepindahan mereka ke apartemen mereka ini. Hanya satu yang menjadi ganjalan di pikiran mereka saat ini, yaitu Rosemary yang ingin segera memiliki bayi. Walaupun begitu Rosemary bahkan mendapatkan teman di tempat laundry bernama Terry Gionoffrio(Victoria Vetri).

Hingga suatu malam ketika mereka pulang bersama dari luar mereka mendapati di depan apartemen mereka terjadi kasus bunuh diri. Yang makin mengejutkan adalah ternyata wanita yang bunuh diri dengan terjun dari lantai apartemennya adalah Terry, Rosemary pun terkejut tak percaya. Sejenak kemudian datanglah pasangan lansia, Minnie & Roman Castevets(Ruth Gordon and Sidney Blackmer) mendatangi tempat kejadian tersebut, mereka pun kaget karena Terry adalah . Rosemary sempat memberikan beberapa keterangan perihal Terry dan informasi bahwa Terry memiliki saudara di Angkatan Laut AS.

Esoknya setelah kejadian tersebut Minnie(si nenek super cerewet) mengundang Rosemary dan Guy untuk makan di apartemen mereka, meskipun sempat ragu untuk datang, keduanya akhirnya memutuskan untuk datang. Di rumah pasangan Castevets keduanya disambut dengan ramah, bahkan Minnie sempat memberikan kalung unik berisi Tanas Root yang menghasilkan aroma aneh dan dipercaya sebagai kalung pembawa keberuntungan, Rosemary pun terpaksa memakainya dengan dalih menghormati Minnie walaupun dia tidak menyukai aroma yang ada di kalung tersebut, selain itu dia juga takut mengingat Terry sempat memamerkan kalung yang sama dengan kalung itu sebelum akhirnya dia meninggal.

Seusai makan malam, Rosemary bercengkerama dengan Minnie, sementara Guy berbincang dengan Roman di ruang depan. Beberapa hari kemudian Rosemary dan Guy pun memutuskan untuk segera memiliki momongan, mereka pun merencanakan malam yang spesial dengan diawali dengan makan malam, seusai makan malam, bel pintu pun berbunyi, yang ternyata Minnie datang dengan membawa pencuci mulut. Hal ini tidak disia-siakan Rosemary dan Guy untuk menutup makan malam mereka dengannya.

Walaupun Rosemary merasa ada yang aneh dengan rasa secangkir Coklat Mousse yang diberikan Minnie, ia terpaksa berpura-pura menghabiskan miliknya karena tekanan dari Guy (sebenarnya Rosemary tidak menghabiskannya, tapi menumpahkannya dan selanjutnya membuangnya di tempat sampah), usai acara makan malam Rosemary merasa tidak enak badan dan sempat terjatuh, Guy membawanya ke tempat tidur.

Kejadian makin menjadi saat Rosemary dalam mimpinya merasa bahwa is diperkosa oleh sesosok makhluk menyeramkan didepan banyak orang, terutama di depan Guy. Berikut mimpi ia dijadikan persembahan bagi ritual satanisme.

This is no dream! This is really happening!

(Rosemary)

Esok paginya Rosemary terbangun dengan beberapa luka cakaran di punggungnya, ia pun sedih. Guy segera menenangkannya dengan mengatakan bahwa dia sudah bercinta dengan Rosemary sepanjang malam dan meminta maaf karena sudah mencakar-cakarnya tadi malam.

 I dreamed someone was raping me. I think it was someone inhuman.

(Rosemary)

Selang beberapa waktu, selain Guy yang karirnya makin menanjak, terutama setelah pemeran utamanya mengalami kebutaan secara mendadak, akhirnya Rosemary pun hamil, kejadian ini adalah berita gembira pada awalnya dia cuma ingin berbagi kebahagiaan ini dengan suaminya, namun Guy berpendapat lain, bahwa ia harus memberitahu Minnie dan Roman akan berita gembira ini.

Walaupun Rosemary mendapatkan saran dari kawannya, Elise(Emmaline Henry) untuk membawa kandungannya ke dokter Hill, ia terpaksa mengikuti saran dari pasangan Minnie dan Roman untuk membawa kandungannya ke dokter pilihan mereka, yaitu dokter Dr. Abraham “Abbe” Sapirstein(Ralph Bellamy), dan hari demi hari Minnie memberikan ramuannya untuk dikonsumsi oleh Rosemary, hal ini pun dibenarkan dokter Abbe  dibandingkan dengan mengkonsumsi pil dari apotek.

Tak seperti kebanyakan ibu hamil, kehamilan Rosemary sangat aneh, selain berat badannya yang makin menurun, dia pun merasakan kesakitan yang luar biasa dalam kandungannya, selain itu dia menjadi memiliki kebiasaan aneh yaitu gemar memakan daging mentah dan hati ayam, sesuatu yang misterius.

Salah satu teman Rosemary, Hutch sempat mengingatkan Rosemary akan kondisinya saat ini. Diapun segera melakukan riset mendalam terhadap apa yang dialami Rosemary. Hingga pada suatu malam dia menelepon Rosemary untuk mengajaknya bertemu keesokan harinya, Guy yang mendengar rencana pertemuan Rosemary dengan Hutch pun tidak menyukaiinya.

Pregnant women are supposed to gain, not lose weight!

(Hutch)

Esok harinya Rosemary berangkat untuk bertemu dengan Hutch, di jalan dia merasakan bahwa kalung pemberian Minnie hanya membawa keburukan baginya, ia pun membuang kalung tersebut ke lubang pembuangan air.

Rosemary yang sudah menunggu lama di tempat perjanjian dibuat kecele karena Hutch tidak kunjung datang, ia akhirnya bertemu dengan Minnie yang berencana untuk keluar belanja, Minnie akhirnya mengajak Rosemary untuk pulang dengan taksi.

He told me to make sure and tell you: the name is an anagram.

(Grace)

Diketahui akhirnya bahwa Hutch terkena koma. Hingga akhirnya tiga bulan kemudian di meninggal. Sebelum meninggal dia berniat memberikan sebuah hadiah buku untuk Rosemary, akhirnya Grace, teman Hutch yang memberikan buku tersebut ke Rosemary dengan diikuti dengan pesan pribadi dari Hutch bahwa ” Namanya adalah anagram (huruf yang diacak)”, berbekal kedua hal tersebut akhirnya Rosemary menyimpulkan bahwa nama Roman Castevet (R-O-M-A-N__C-A-S-T-E-V-E-T) adalah anagram dari Steven Marcato (S-T-E-V-E-N__M-A-R-C-A-T-O), keturunan dari bekas penghuni Apartemen Bramford yang tak lain adalah pemuja setan.

Unspeakable… unspeakable!

(Rosemary)

Rosemary yakin bahwa pasangan tetangga Minnie dan Roman adalah pemuja setan juga, bahkan sang suami Guy pun ikut terlibat demi menyelamatkan karir aktornya dengan mengorbankan sang bayi sebagai persembahan, begitupula dengan penunjukan Dr.Sapirstein.

They use blood in their rituals, and the blood with the most power is baby’s blood!

(Rosemary)

Begitu ketakutannya dia  akan konspirasi yang dijalankan oranng-orang di sekelilingnya, dia mencoba mencari perlindungan kepada satu-satunya orang yang dia percaya yaitu, Dr.Hill(Charles Grodin). Didatangilah tempat dokter Hill untuk diminta perlindungan.

Namun tanpa disangkanya justru Dr.Hill menghubungi Guy dan Dr.Sapirstein yang akhirnya membawa Rosemary pulang ke apartemennya. Setelah sempat kabur di lift akhirnya Rosemary pun harus pasrah karena ia di tangkap beramai ramai oleh banyak orang. Setelah sempat tertidur karena suntikan yang diberikan Dr.Sapirstein, Rosemary terbangun dengan keterkejutan karena bayi yang ada di dalam perutnya sudah hilang. Guy pun mengatakan bahwa si bayi sudah tiada.

Walau begitu, air susu Rosemary masih diminta untuk disedot dengan alat penyedot susu bayi, tambah heranlah Rosemary dengan hal ini.

Didorong oleh suara bayi yang masih menggema di telinganya, Kemudian dengan melalui pintu rahasia yang ada di dalam tempat menyimpan baju, Rosemary yang membawa pisau untuk berjaga-jaga masuk ke ruangan, di dalamnya ternyata banyak wanita tua, Minnie, Roman dan Guy, serta si bayi yang sudah ada di dalam keranjang bayi, Rosemary segera melihatnya, dan alangkah terkejutnya ketika ia menyaksikan bahwa si bayi bermata cacat.

He chose you, honey! From all the women in the world to be the mother of his only living son!

(Minnie)

Tak berhenti keterkejutannya saat diberitahu bahwa si bayi adalah anak dari Rosemary dengan setan bukan dengan Guy. Ia pun tidak habis pikir bagaimana semua hal ini bisa terjadi. Akhirnya setelah ditenangkan, Guy meminta Rosemary untuk menjadi ibu si bayi(yang dinyatakan bernama Adrian), meskipun jika ia tidak mau ia tidak harus bergabung dengan kumpulan wanita tua.

Film ditutup dengan Rosemary yang mengayunkan keranjang bayi.

TOP QUOTES

Witches… All of them witches!

(Rosemary)

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Seorang ibu akan melakukan apapun demi anaknya, bahkan saat sang anak belum lahir.

6

9 10   137

TAHUKAH KAMU?

– Roman Polanski bersama Brandon Lee(putra Bruce Lee), Chuck Norris, Kareem Abdul-Jabbar, adalah murid Bruce Lee

– Mia Farrow (Rosemary Woodhouse) adalah mantan istri Frank Sinatra(Penyanyi) dan mantan pasangan Woody Allen(Sutradara).

– Walaupun film ini berjudul Bayinya Rosemary, namun tidak ada satu scene pun yang memperlihatkan penampakan dari bayi tersebut.

– Cover majalah TIME yang dilihat Rosemary, berjudul “Is God Dead” adalah cover nyata, tertanggal 8 April 1966, cek di sini.

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, BANYAK (ada beberapa adegan telanjang) . Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK . Adegan Kekerasan: TIDAK, tapi ada tayangan korban bunuh diri dengan terjun dari lantai apartemen . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA, wine . Bahasa Kasar: TIDAK . Adegan Menyeramkan: YA.

*Catatan: Ada adegan Rose diperkosa setan & adegan Rose menjadi persembahan ritual setan(Very Explicit).

OVERALL: 25+(sangat dewasa)

KESIMPULAN:

– Film horror psikologis yang lebih banyak berkutat pada psikologi Rosemary, thriller dan ketegangan dibangun perlahan di awal hingga akhir film. Ada banyak adegan eksplisit dan telanjang, sangat tidak dianjurkan bagi remaja dan anak-anak.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

8

12 Angry Men(1957), Menjadi Juri Ke-13

DATA FILM

Sutradara: Sidney Lumet . Penulis Naskah: Reginald Rose . Bintang: Martin Balsam, Henry Fonda, Lee J.Cobb . Durasi: 96 menit . Tahun Rilis: 1957.

PENGHARGAAN OSCAR

– 3 Nominasi Oscar (Best Director, Best Picture, Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium) tidak memenangkan 1 piala Oscar pun.

POSTER

“Life Is In Their Hands — Death Is On Their Minds!”

12 Dinamit yang siap meledak, disuguhkan Sidney Lumet di ruangan Juri dengan sungguh brilliant.1.1/2 jam anda tidak akan bosan menyaksikan satu demi satu juri meledak di ruangan.

12 juri dengan 12 keunikan mereka tersendiri, di dalam ruangan yang bersuhu panas, dipisahkan dengan 2 pendapat akan suatu keputusan.

Guilty or not guilty?

Siapkan dirimu dengan 96 menit ledakan hebat!

JALAN CERITA(PLOT)

Di sebuah ruangan juri di kota New York, Amerika Serikat, 12 Juri ditunjuk untuk memutuskan suatu kasus pembunuhan ditengah malam yang dilakukan seorang anak lelaki 19 tahun kepada ayahnya, dimana ada seorang saksi pria  tua yang menderita stroke yang mendengar keributan sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, dan seorang saksi wanita berkacamata yang merasa melihat anak lelaki tersebut menusuk sang ayah.

Drama dimulai dengan dipimpin oleh Juri No.1(Martin Balsam), dengan tujuan menyatukan pendapat ke-12 juri untuk mendapatkan satu keputusan bulat, apakah sang anak bersalah atau tidak. Jika diputuskan bersalah, maka sang anak akan dihukum dengan hukuman mati di kursi listrik, sementara jika tidak bersalah maka ia akan bebas.

Drama sesungguhnya dimulai ketika salah satu juri, Juri No.8( Henry Fonda), memilih untuk memutuskan bahwa sang anak adalah tidak bersalah.

They’re only people. People make mistakes. Could they be wrong?

(Juri No.8)

Juri No.8 sebenarnya ketika ditanya apakah sang anak memang tidak bersalah, ia mengatakan bahwa ia tidak yakin sang anak bersalah atau tidak, hanya karena ini menyangkut nyawa seseorang yang dipertaruhkan, ia memilih untuk mengatakan tidak bersalah, dengan tujuan untuk membahas lebih lanjut kepada ke-11 juri lainnya.

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes.

Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

Juri No.5 (Jack Klugman) mulai ikut terpancing panas ketika salah satu juri, Juri No.10 (Ed Begley) mengatakan bahwa kejadian pembunuhan itu biasa terjadi di daerah kumuh dan miskin, yang memungkinkan para warganya untuk mendapatkan tekanan hidup yang tinggi, dikarenakan Juri no.5 memang berasal dari daerah kumuh.

Well, I’m not used to supposin’. I’m just a workin’ man. My boss does all the supposin’– but I’ll try one. Supposin’ you talk us all out of this and, uh, the kid really did knife his father?

(Juri No.6)

JurI No.7(Jack Warden) tidak suka memperbincangkan bahwa sang anak tidak bersalah, karena sebenarnya dia sangat ingin segera menuntaskan pengambilan keputusan ini, untuk segera pulang dan menonton pertandingan baseball.

“I’m going to kill you”

(Juri No.3)

Juri No.9 (Joseph Sweeney) berubah keputusannya menjadi “tidak bersalah” setelah para juri berdebat beberapa saat, setelah itu diadakan pengambilan suara kembali, dengan Juri No.8 abstain dari pemilihan, dengan opsi jika ke 11 juri lainnya masih menyatakan bersalah maka Juri No.8 pun akan rela untuk mengikuti keputusan mereka.

Juri No.5(Jack Klugman) berubah keputusannya setelah mempertimbangkan perihal penggunaan kata-kata “i will kill you (aku akan membunuhmu)” yang di dengar saksi, yang dimana kata kata tersebut tidak lantas pasti berarti akan benar-benar membunuh, namun hanya berarti kekesalan sementara.

Juri No.11(George Voskovec) berubah pilihannya setelah menggunakan logika bahwa tidak mungkin sang anak yang menusuk sang ayah, kemudian kembali 3 jam setelahnya hanya untuk membersihkan sidik jari yang ada di pisaunya, yang masih tertancap di dada sang ayah, karena dengan ini dia pasti akan sangat riskan tertangkap.

Wait a minute. What are you trying to give us here? The phrase was “I’m going to kill you,” and he screamed it out at the top of his lungs! Don’t tell me he didn’t mean it. Anybody says a thing like that the way he said it, they mean it.

(Juri No.3)

Juri No.2 dan No.6 secara bersamaan mengubah pilihannya setelah kejadian, bahwa semakin intens nya perdebatan, juri No.3 makin terpancing emosinya dan berusaha menyerang Juri No.8, dan mengatakan “I will kill you”, juri No.8 pun mengatakan bahwa Juri No.3 tidak akan benar benar membunuhnya kan.

Juri No.7 menyatakan bahwa sang anak tidak bersalah dikarenakan logika bahwa sang anak yang tubuhnya lebih pendek dari sang ayah tidak mungkin bisa menusukkan pisau dari arah sebelah atas, dan dengan cara memegang pisau yang didemonstrasikan dia pun yakin bahwa sang anak tidak bersalah, terlebih diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan apa film yang ditontonnya, diapun lupa apa yang ditontonnya. Dengan test  yang dilakukan juri No.8 kepada Juri No.4, apa yang dia ingat akan kejadian-kejadian beberapa hari yang lalu, dan ternyata si Juri No.4 pun kesulitan menjawab pertanyaan tersebut, diperkuat bahwa sang anak yang ditanyakan pertanyaan seperti itu dalam keadaan tertekan di sidang.

Juri No.1 (Martin Balsam) pun akhirnya merubah pilihannya.

Juri No.4(E. G. Marshall),10(Ed Begley),12(Robert Webber) mengganti pilihannya menjadi “tidak bersalah”  setelah dikuatkan logika bahwa saksi wanita dari seberang jalan, di dalam ruangan sidang terlihat menggosok bagian atas hidungnya, ini diartikan bahwa dia menggunakan kacamata. Karena dia bersaksi bahwa dia menyaksikan kejadian pembunuhan tersebut saat ia berada dalam kondisi tidur dan terbangun, itu artinya dia sedang tidak mengenakan kacamata (karena tidak ada seorangpun yang tidur dengan tetap menggunakan kacamatanya), sehingga kesaksiannya diragukan apakah benar si anak lelaki yang menusuk mati sang ayah.

Juri No.9: It’s 11 to 1.

Juri No.7: So, what do we do now?

Juri No.8: You’re alone.

Juri No.3: I don’t care if I’m alone or not! It’s my right.

Juri No.8: It’s your right.

Juri No.3: Well, what do you want from me?

Juri No.8: We want your arguments.

Juri No.3: I gave ya my arguments!

Terakhir adalah juri No.3(Lee J. Cobb), yang bersikeras bahwa sang anak bersalah, setelahnya ia pun mengakui bahwa sang anak tidak bersalah (yang ternyata keputusannya lebih dikarenakan dia yang rindu dengan anak lelakinya, disebabkan keduanya memiliki hubungan ayah-anak  yang tidak harmonis).

TOP QUOTES

I’m not trying to change your mind. It’s just that… we’re talking about somebody’s life here. We can’t decide it in five minutes. Supposing we’re wrong?

(Juri No.8)

TRAILER

Bukan saja trailer.. melainkan filmnya, full movie, check this out:

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya untuk memiliki suatu pendirian akan sesuatu, dan mempertahankannya walaupun banyak orang berpendapat lain.

– Mengutamakan logika dan nurani dalam memutuskan sesuatu tentunya lebih bijak hasilnya dibandingkan dengan memutuskan segala sesuatunya secara terburu-buru dan asal.

– Banyak hal bisa mendasari suatu keputusan, sesuatu yang personal, seperti keinginan pribadi, problematika pribadi, karakter dll.

6

12_Angry_Men

3 4 5

TAHUKAH KAMU?

–  Dari total 96 menit durasi film ini, hanya 3 menit yang bersetting di luar ruangan juri.

– Bagi kamu pecinta serial Harry Potter, film drama favorite dari Daniel Radcliffe adalah film 12 Angry Men ini.

– Film ini adalah film pertama dari sutradara Sidney Lumet, selanjutnya diapun menyutradarai puluhan filmnya, jika ingin melihat film drama courtroom lainnya yang disutradarai olehnya kamu bisa tonton The Verdict(1982).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: TIDAK. Homoseksualitas/ Lesbian: TIDAK. Adegan Kekerasan: TIDAK. Adegan Berdarah: TIDAK . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: TIDAK. Bahasa Kasar: TIDAK. Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 13+(remaja & dewasa).

KESIMPULAN:

– Drama courtroom terbaik sepanjang 96 menit dengan tampilan klasik, hitam putih, kita akan dipaksa menjadi Juri No.13 dengan terus menebak nebak fakta dan pendapat yang dikeluarkan masing-masing juri.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9

The Shawshank Redemption(1994), Menyibukkan Diri Dengan Harapan

DATA FILM

Sutradara: Frank Darabont . Penulis Naskah: Stephen King . Bintang: Tim Robbins, Morgan Freeman . Durasi: 142 menit . Tahun Rilis: 1994

PENGHARGAAN OSCAR

– 7 Nominasi Oscar (Best Actor in a Leading Role, Best Cinematography, Best Film Editing, Best Music, Original Score, Best Picture, Best Sound, Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published), tanpa memenangkan satu piala Oscar pun.

Image

“Fear can hold you prisoner. Hope can set you free.”

Menempati ranking pertama di Top 250 IDMB,tak membuat saya langsung tertarik untuk menyegerakan menonton film ini, bahkan sebelum menonton The Shawshank Redemption ini, untuk 10 besar Top 250 IDMb saja, saya sudah menonton Pulp Fiction, The Good, The Bad and The Ugly, The Dark Knight, 12 Angry Men dan Fight Club. Didasarkan pada pemikiran dangkal bahwa film yang bersetting di penjara pastinya membosankan, apalagi saya belum pernah mengenal Tim Robbins(bermain dalam film Top Gun(1986) bersama Tom Cruise & Meg Ryan) sebelumnya, ternyata saya salah,  karena pada akhirnya setelah saya menonton film ini, film ini bagus dan berkesan. Selain penuh dengan twist(kejutan), juga penuh dengan pelajaran kehidupan yang membuat saya menonton ulang untuk lebih memahaminya.

Saran saya sebelum menonton film ini jangan sekalipun melihat bocoran isi film ini karena bisa mengurangi kenikmatan dalam menonton film ini(termasuk melihat Jalan Cerita/ Plot yang saya tulis di bawah ini).

Pada akhirnya, selamat menonton film ini dan saya yakin anda tidak akan kecewa.

JALAN CERITA(PLOT)

Film ini bercerita di tahun 1974 seorang bankir muda, Andrew “Andy” Dufresne(Tim Robbins) dipenjara karena dituduh membunuh istri dan selingkuhannya, seorang pegolf professional, di kediaman si pegolf. Pada kenyataannya Andy memang sempat datang ke kediaman si pegolf, menunggu di luar dengan keadaan mabuk dan menyiapkan pistol, mengurungkan niatnya untuk masuk ke kediaman si pegolf, dan akhirnya memutuskan pulang dan membuang pistolnya di sungai. Pihak pengadilan pun tidak langsung percaya dengan cerita Andy, dan lebih mengungkapkan kenyataan bahwa pistol Andy tidak ditemukan di sungai sehingga tidak bisa dipastikan cerita Andy adalah benar adanya.

Akhirnya Andy diputuskan bersalah dan dijebloskan ke penjara. Setelah masuk penjara Shawshank, Andy yang pendiam berteman dengan Ellis “Red” Redding(Morgan Freeman), seorang narapidana negro yang dihukum penjara karena kasus pembunuhan juga. Uniknya Red, yang di luar penjara bukan siapa-siapa, di dalam penjara Shawshank dia adalah narapidana spesial yang mampu menyediakan barang-barang yang direquest  para narapidana lainnya, Andy (yang juga memiliki pengetahuan Geologist) pun meminta sebuah kampak kecil dan poster Rita Hayworth.

Berada dalam penjara dan segala aktivitasnya, membuat Andy bertemu dan bersosialisasi dengan narapidana lainnya, termasuk Geng “The Sisters”, yang dipimpin Bogs kelompok gay yang nantinya sering mencoba melakukan eksploitasi seks kepada Andy, beruntung Andy bukan type narapidana yang menyerah, dia memiliki tekad untuk melawan mereka.

Dua tahun kemudian pada saat dipekerjakan di luar, Andy mendengar bahwa kepala penjaga penjara, Byron Hadley memiliki kesulitan dalam menganalisis pajak dan tagihannya. Andy, yang punya dasar ilmunya menawarkan diri untuk membantunya, walaupun sempat diragukan akhirnya kepala penjaga penjara pun setuju, jadilah Andy mulai sibuk dengan urusan tsb.

Kelakuan “The Sisters” yang makin kurang ajar, dan menghajar Andy sampai babak belur berujung pada dihukumnya Bog ke dalam kamar gelap selama 1 minggu, setelah masa hukumannya selesai, Bog pun dihajar habis-habisan oleh kepala penjaga penjara di sel nya, yang mengakibatkan ia harus dikirim ke bagian perawatan, sejak itu Andy pun aman dari “The Sisters”. Di samping itu, Andy juga dipekerjakan oleh Pimpinan Lapas yang suka dengan Alkitab dan menerapkan kedisiplinan tinggi di lingkungan penjara, Warden Samuel Norton, untuk bekerja di perpustakaan Lapas, dimana ia membantu Brooks Hatlen.

I believe in two things, discipline and the Bible… Here you’ll receive both.

(Warden)

Brooks, seorang narapidana tua yang menhabiskan sebagian besar hidupnya  di dalam penjara, selain itu Andy juga rajin menulis ke pemerintah agar perpustakaan di Lapas mendapatkan bantuan dana untuk pengembangannya, yang pada akhirnya dana dari pemerintah pun dikucurkan dan perpustakaan Lapas makin berkembang.

Mengetahui bahwa Andy dulunya adalah Bankir, Norton pun meminta Andy untuk membantunya membereskan laporan keuangannya fiktifnya.

You know, the funny thing is, on the outside I was an honest man, straight as an arrow, I had to come to prison to be a crook.

(Andy)

Lima tahun kemudian, Brooks Hatlen, yang menghabiskan 50 tahun di penjara sudah bebas, ia pun pergi untuk hidup di masyarakat normal, bekerja di supermarket. Walaupun begitu, ia merasa bahwa tempat yang paling tepat baginya adalah di penjara, karena itulah ia merasa tertekan, yang pada akhirnya memilih untuk gantung diri di apartement nya.

Di tahun 1965, masuklah seorang narapidana muda dan enerjik, dia adalah Tommy, tanpa perlu waktu lama, ia pun berteman dengan Andy dan Red. Beberapa waktu kemudian ia dibantu oleh Andy untuk belajar membaca hingga lulus ujian. Tommy yang sudah keluar masuk penjara mengaku pada Andy bahwa ia pernah bertemu dengan teman sepenjara yang mengaku membunuh seorang wanita yang sedang berselingkuh dengan seorang pria, Tommy menceritakan bahwa teman narapidananya tersebut tahu bahwa suami sang wanitalah yang pada akhirnya dipenjara karena diduga sebagai tersangka pembunuh. Mengetahui hal ini Andy pun melaporkan hal ini kepada Norton, dengan harapan dapat membantu dirinya untuk lepas dari hukuman, ditambah dengan kesaksian yaitu dari Tommy.

Young Punk. Mr. “Rock and Roll.” Cocky as hell. We liked him immediately.

(Red)

Mentah-mentah pun Norton menolak pernyataan dari Andy tersebut, yang lebih disebabkan ia tidak ingin kehilangan Andy yang telah banyak membantunya menagani laporan keuangan fiktifnya dan mengetahui banyak boroknya, akhirnya Norton memilih untuk memasukkan Andy ke ruangan hukuman dan mengatur konspirasi untuk menyingkirkan Tommy. Setelah Tommy disingkirkan, dan Andy keluar dari hukuman selama 1 bulan di kamar gelap, Andy masih terus bekerja kepada Norton. Hingga suatu malam, setelah menyelesaikan pekerjaannya, dan diminta Norton untuk membantu membawakan bajunya ke laundry, esok harinya Andy lenyap dari sel nya.

I remember thinking it would take a man 600 years to tunnel through the wall with it. Andy did it in less than 20.

(Red)

Penjara pun geger dibuatnya, termasuk Norton yang benar benar kalang kabut. Sementara Andy yang sudah di luar segera menyedot dana yang dulu dikerjakannya kepada Norton, dengan menggunakan identitas palsu ia pun lenyap membawa banyak uang, sementara itu mengirimkan dokumen keborokan Norton ke Pers.

Polisi segera menangkap Byron Hadley, kemudian Norton, namun sayang sebelum sempat ditangkap ia memilih untuk bunuh diri.

Remember Red, hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies.

(Andy)

Andy yang sudah kabur dengan dana melimpah segera menuju tempat yang ia idamkan dari dulu, Zihuatanejo( Suatu tempat indah di Pantai Mexico), untuk mulai bisnis sewa kapal.

Sementara itu Red sudah lepas dari penjara segera memulai kehidupan normalnya, sama seperti apa yang dilakukan oleh Brooks, bahkan dengan menempati Apartement yang sama. Merasa ingin memenuhi janjinya kepada Andy, Red pun memutuskan untuk mendatangi tempat yang sudah pernah dikatakan Andy. Di tempat tersebut, tempat Andy dulu melamar istrinya, di suatu tempat di bawah pohon besar, Red pun menemukan kotak yang berisi uang beberapa dollar dan sebuah surat, yang pada intinya meminta Red untuk datang ke Zihuatanejo, akhirnya Red pun menyusul Andy ke Zihuatanejo dan memenuhi janjinya untuk membantu Andy di sana.

TOP QUOTES

Get busy living, or get busy dying.

TRAILER

NILAI NILAI KEHIDUPAN YANG BISA DILIHAT

– Pentingnya memiliki (setidaknya) seorang teman sejati, teman yang bisa dipercaya dan dapat diajak bekerjasama serta selalu mendukung dibelakang kita, membantu perjuangan kita, dan menemani saat keberhasilan kita

– Harapan dapat berbahaya bagi seseorang, namun juga penting untuk dimiliki, karena adanya harapanlah yang mendorong kita untuk bekerja, berusaha, dan membuat kita bertahan di saat-saat orang lain menyerah.

hole redemption ritasymphony

tim & morgan

TAHUKAH KAMU?

– Tom Hanks, sebenarnya akan dipilih untuk memerankan karakter Andy di film ini, berhubung dia sedang dalam proses pembuatan film lainnya, yaitu Forrest Gump(Film yang mengalahkan film ini nantinya di penghargaan Oscar), dia digantikan Tim Robbins. Namun setelah itu Frank Darabont dan Tom Hanks pun akhirnya benar-benar bekerja sama di film selanjutnya yaitu, The Green Mile (Uniknya film ini juga bertema penjara).

PARENTAL GUIDE FOR THIS MOVIE

Adegan Seks: YA, 1 di awal film . Homoseksualitas/ Lesbian: YA, ada geng Homo . Adegan Kekerasan: YA, Ada adegan pemukulan, ada adegan bunuh diri dengan gantung diri & dengan pistol . Adegan Berdarah: YA . Adegan Merokok: YA . Adegan penggunaan Obat-Obatan: TIDAK . Adegan Minum Minuman Keras: YA, Beberapa . Bahasa Kasar: YA, BANYAK . Adegan Menyeramkan: TIDAK

OVERALL: 21+(dewasa)

KESIMPULAN:

– film yang sarat makna dan wajib ditonton.

SATRIA HARYANTO’S MOVIE RATING

9